• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i. Daftar Isi... ii. Ringkasan Eksekutif... iii. BAB I Pendahuluan BAB II Perencanaan Kinerja...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i. Daftar Isi... ii. Ringkasan Eksekutif... iii. BAB I Pendahuluan BAB II Perencanaan Kinerja..."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

...

i

Daftar Isi

...

ii

Ringkasan Eksekutif

...

iii

BAB I Pendahuluan

...

1

BAB II Perencanaan Kinerja

...

5

BAB III Akuntabilitas Kinerja ...

8

Capaian Sasaran Strategis (S-1)

Kepemimpinan Indonesia yang Berpengaruh dalam Kerja Sama Ekonomi

ASEAN...

11

Capaian Sasaran Strategis (C-1)

Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan

kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN …………...

14

Capaian Sasaran Strategis (B-1)

Diplomasi Maritim yang kuat dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN ……...

18

Capaian Sasaran Strategis (B-2)

Diplomasi Ekonomi yang kuat dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN ………...

21

Capaian Sasaran Strategis (L-4)

Pengelolaan Anggaran yang Optimal di Direktorat Kerja Sama Ekonomi

ASEAN...

24

Capaian Sasaran Strategis (L-2)

Tata Kelola Organisasi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN yang

baik...

25

Realisasi Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN...

26

BAB IV Penutup

...

27

(4)

iii

RINGKASAN EKSEKUTIF

Selama tahun 2019, Indonesia telah melanjutkan peran dan kepemimpinannya di ASEAN. Dengan berlakunya Masyarakat ASEAN pada 31 Desember 2015, ASEAN kini telah menjadi suatu kawasan yang terintegrasi dalam satu komunitas yang terbuka, damai, sejahtera, saling peduli, dan terikat bersama dalam suatu kemitraan dinamis.

Guna mendukung capaian tersebut, pada awal Tahun Anggaran (TA) 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mendapatkan anggaran sebesar Rp 3.819.436.000,-. Pada akhir Tahun Anggaran 2019 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp. 3.800.907.245,- atau sebesar 99.51% dari seluruh pagu anggaran. Realisasi anggaran 2019 menurun sebesar 0.45% dari realisasi anggaran 2018 yang mencapai 99.96% dari pagu anggaran sebesar Rp.4.888.311.000.

Sementara itu, pada tahun 2019 total capaian kinerja Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 101.62%, dengan rincian 62 rekomendasi/prakarsa dan 4 saran kebijakan. Capaian kinerja 2019 meningkat sebesar 2.89% dari capaiaan kinerja 2018 yang mencapai 98.73% dengan rincian 64 rekomendasi/prakarsa dan 10 saran kebijakan.

Besaran capaian 2019 diperoleh dari hasil pengukuran kinerja yang dilakukan dengan membandingkan antara realisasi kinerja dengan target kinerja yang telah ditetapkan pada tahun berjalan, serta diukur dari 4 (empat) Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu:

1. Persentase rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri ASEAN dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Sepanjang tahun 2019, dalam hal capaian IKU-1 yaitu Persentase rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri ASEAN dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil mendorong 9 (sembilan) rekomendasi dari 9 (sembilan) yang telah disampaikan, sehingga persentase realisasi rekomendasi yang berhasil didorong secara keseluruhan adalah 100% dari target 95% pada tahun 2019. Capaian IKU ini adalah sebesar 105,26%.

(5)

iv 2. Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja

Sama Ekonomi ASEAN di dalam negeri.

Capaian IKU-4 yaitu Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN di dalam negeri adalah sebesar 102,04%. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil menyampaikan 4 (empat) dari target 4 (empat) saran kebijakan pada tahun 2019 dan seluruhnya diterima, sehingga nilai realisasi keseluruhan adalah 100% dari target 98% pada tahun 2019.

3. Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Capaian IKU-2 yaitu Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 103,09%. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil mendorong 4 (empat) rekomendasi dan prakarsa yang disampaikan untuk diterima, dari target 4 (empat) rekomendasi dan prakarsa pada tahun 2019, dimana persentase realisasi rekomendasi yang berhasil didorong secara keseluruhan adalah 100% dari target 97% pada tahun 2019.

4. Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Capaian IKU-3 yaitu Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 102,04%. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil mendorong 49 (empat puluh sembilan) rekomendasi dan prakarsa untuk diterima dari 49 rekomendasi dan prakarsa yang disampaikan, sehingga persentase target rekomendasi yang berhasil didorong secara keseluruhan berjumlah 100% dari target 98 % pada tahun 2019.

5. Persentase Realisasi Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Capaian Realisasi Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN di tahun 2019, adalah sebesar 99.51% atau sebesar Rp. 3.800.907.245,- dari pagu anggaran sebesar Rp. 3.819.436.000. Capaian anggaran tahun 2019 menurun sebesar 0,45% dibandingkan dengan capaian anggaran tahun 2018 yang mencapai 99,96 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 4.888.311.000

6. Nilai Evaluasi AKIP Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Realisasi Nilai Evaluasi AKIP Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN pada tahun 2019 menggunakan hasil penilaian AKIP tahun 2018 yaitu sebesar 75,30 (BB). Adapun evaluasi

(6)

v AKIP untuk tingkat Eselon II baru mulai dilakukan pada tahun 2019 sehingga tidak bisa dilakukan perbandingan.

Dalam proses pencapaian kinerja dan anggaran tahun 2019 teresebut, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menghadapi beberapa kendala seperti perubahan jadwal pertemuan, beberapa isu atau prakarsa yang diangkat baik oleh negara anggota ASEAN ataupun mitra eksternal ASEAN bersifat lintas sektor dan lintas pilar sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pilar terkait, kecenderungan stagnasi beberapa pertemuan, serta Masih rendahnya tingkat pemahaman para pelaku ekonomi terkait fasilitas perdagangan yang bisa didapatkan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Dari berbagai pencapaian tersebut, dapat disimpulkan, secara keseluruhan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN dapat merealisasikan program dan kegiatannya dengan baik, dilihat dari keberhasilan pelaksanaan sejumlah capaian-capaian penting di tahun 2019, baik di tingkat nasional maupun di ASEAN, terutama penyelesaian perundingan teks perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada November 2019 oleh negara-negara peserta perjanjian.

Realisasi kinerja di bidang diplomasi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019 telah menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan sentralitas ASEAN dengan menempatkan ASEAN sebagai the driving force berbagai bentuk kerja sama serta membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan yang merata.

(7)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.

ASPEK STRATEGIS

Dalam rangka pencapaian Visi Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN yaitu “Menjadi Pemimpin Diplomasi dalam Pelaksanaan Kerja Sama ASEAN untuk Kepentingan Nasional” yang mendukung Visi Kementerian Luar Negeri RI tahun 2015-2019 yaitu “Terwujudnya Wibawa Diplomasi guna Memperkuat Jati Diri Bangsa sebagai Negara Maritim untuk Kepentingan Rakyat”, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah menetapkan visi yaitu “Menjadi Pemimpin Diplomasi dalam Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi”.

Selanjutnya dalam mengemban visi di atas, maka Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah menetapkan 3 (tiga) pernyataan misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan rekomendasi dan prakarsa Indonesia dalam pengelolaan kerja sama ASEAN di bidang ekonomi.

2. Meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan di tingkat nasional mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN.

3. Meningkatkan dukungan saran kebijakan terkait posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi ASEAN.

Untuk melaksanakan misi tersebut peran strategis Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN bagi Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN adalah sebagai berikut:

1. Mengawal kerja sama ASEAN di bidang ekonomi agar sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia.

2. Bersama sektor pengampu kerja sama dibawah pilar ekonomi ASEAN merumuskan posisi, rekomendasi, dan prakarsa Indonesia dalam berbagai forum kerja sama ekonomi ASEAN. 3. Bersama sektor pengampu kerja sama dibawah pilar ekonomi ASEAN menyampaikan dan

menegosiasikan posisi, rekomendasi, dan prakarsa Indonesia dalam berbagai forum kerja sama ekonomi ASEAN.

(8)

2 4. Memberikan saran kebijakan kepada para pemangku kepentingan di tanah air terkait

implementasi kesepakatan-kesepakatan pilar ekonomi ASEAN.

Secara umum Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam rangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN.

Berdasarkan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri RI dalam melaksanakan tugas tersebut, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN;

b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN;

d. penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN;

e. penyiapan pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN;

f. penyiapan pemajuan identitas dan kesadaran mengenai ASEAN pada tingkat nasional dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN;

g. penyiapan pengelolaan kebijakan dan pelaksanaan kerja sama internasional dalam pembentukan Masyarakat ASEAN dalam kerangka kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

(9)

3 Gambar 1.

Struktur Organisasi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Secara keseluruhan tingkat capaian kinerja Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN pada tahun 2019 adalah sebesar 101,62%. Sepanjang tahun 2019, diplomasi dalam rangka kerja sama ekonomi ASEAN dimaksudkan untuk mendukung implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025, sebagai perwujudan dari integrasi ekonomi ditandai dengan pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, pembangunan ekonomi yang merata dan integrasi dengan ekonomi global, guna mencapai tujuan Masyarakat ASEAN tahun 2025.

Sepanjang tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mengikuti 70 pertemuan ASEAN dan melaksanakan 4 kali Penyampaian Saran Kebijakan. Dari 57 target rekomendasi/prakarsa yang direncanakan, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah menyampaikan 62 rekomendasi/prakarsa, dimana 62 diantaranya telah diterima oleh forum ASEAN, dan 4 saran kebijakan kepada stakeholders di dalam negeri.

B.

ISU STRATEGIS

Adapun isu-isu strategis yang dihadapi oleh Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN di tahun 2019 antara lain: masih berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, telah menjadikan prioritas penyelesaian perjanjian perdagangan bebas di kawasan/Regional Comprehensive

Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Kasubdit Kerja Sama Industri dan Perdagangan

Kasubdit Kerja Sama Jasa Ekonomi

Kasubdit Kerja Sama Komoditi dan Sumber

Daya Mineral

Kasubdit Kerja Sama Investasi dan Kerja Sama

Ekonomi Kawasan

(10)

4 Economic Partnership (RCEP) yang sedang dinegosiakan negara anggota ASEAN dan negara mitra menjadi sangat relevan dan strategis.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (digital) atau lebih dikenal 4th Industrial Revolution (4IR) menjadi sangat signifikan,

oleh karena itu upaya antisipasi dan optimalisasi dampak distrupsi digital pada pelaku bisnis, terutama terhadap pelaku bisnis skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), di kawasan perlu dilakukan.

Sepanjang tahun 2019 pilar ekonomi ASEAN fokus untuk mengimplementasikan dokumen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025 yang merupakan bagian dari dokumen visi Masyarakat ASEAN 2025. Dokumen ini merupakan kesinambungan dari proses pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN dalam rangka pelaksanaan politik luar negeri untuk kerja sama ekonomi ASEAN, yang ditujukan untuk meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan memastikan proses integrasi ekonomi di ASEAN berjalan dengan lancar dan sejalan dengan kepentingan Indonesia.

Dalam konteks nasional, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menghadapi isu penting terkait partisipasi masyarakat Indonesia untuk mengambil manfaat dari MEA. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN mengambil langkah konkret dengan mendatangi berbagai daerah di penjuru Indonesia untuk menyampaikan informasi yang spesifik dan pengetahuan yang berguna untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN, serta mengoordinasikan implementasi komitmen dalam Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025 oleh seluruh pemangku kepentingan terkait.

(11)

5

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A.

RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI ASEAN

TAHUN 2015-2019

VISI DIREKTORAT JENDERAL KERJA SAMA ASEAN

“Menjadi Pemimpin Diplomasi dalam pelaksanaan Kerja Sama ASEAN untuk kepentingan nasional”

MISI DIREKTORAT JENDERAL KERJA SAMA ASEAN

1. Meningkatkan rekomendasi dan prakarsa Indonesia dalam pelaksanaan kerja sama ASEAN di bidang politik-keamanan, ekonomi dan sosial budaya serta hubungan eksternal ASEAN.

2. Mendorong implementasi saran kebijakan oleh pemangku kepentingan nasional untuk pelaksanaan kesepakatan ASEAN.

3. Memperkuat organisasi, manajemen, dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal KSA.

VISI DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI ASEAN

“Menjadi Pemimpin Diplomasi dalam Kerja Sama ASEAN di bidang ekonomi” MISI DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI ASEAN

1. Meningkatkan rekomendasi dan prakarsa Indonesia dalam pengelolaan kerja sama ASEAN di bidang ekonomi.

2. Meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan di tingkat nasional Masyarakat Ekonomi ASEAN.

3. Meningkatkan dukungan saran kebijakan terkait posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi ASEAN.

TUJUAN DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI ASEAN

“Menjadi Pemimpin Diplomasi dalam Kerja Sama ASEAN di bidang ekonomi” SASARAN STRATEGIS DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI ASEAN

1. Kepemimpinan Indonesia di ASEAN yang meningkat di bidang ekonomi.

2. Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi terhadap kebijakan luar negeri terkait kesepakatan ASEAN di bidang ekonomi.

(12)

6

(13)

7

C.

PERJANJIAN KINERJA DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI 2019

Kode

SS Sasaran

Kode

IKU Indikator Kinerja Utama (IKU)

Target 2019

(1) (2) (3) (4) (5)

Stakeholder Perspective

S1

Kepemimpinan Indonesia yang Berpengaruh dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN

S1.1

Persentase rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN

95%

Customer Perspective

C1

Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN

C1.1

Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN di dalam negeri

98%

Internal Business Process Perspective

B1 Diplomasi Maritim yang kuat dalam

Kerja Sama Ekonomi ASEAN B1.1

Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN

97%

B2 Diplomasi Ekonomi yang kuat dalam

Kerja Sama Ekonomi ASEAN B2.1

Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN

98%

Learning & Growth Perspective

L2 Tata Kelola Organisasi Direktorat Kerja

Sama Ekonomi ASEAN yang baik L2.2

Nilai Evaluasi AKIP Direktorat Kerja Sama

Ekonomi ASEAN 79

L4 Pengelolaan Anggaran yang Optimal di

Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN L4.1

Persentase realisasi anggaran di Direktorat Kerja

Sama Ekonomi ASEAN 100%

No. Kegiatan Pagu Anggaran (Rp.)

1. Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi 3.819.436.000,-

Pagu Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN TA 2019 3.819.436.000,-

(14)

8

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A.

GAMBARAN UMUM

Infografis 1.

Capaian Kinerja Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019

Diplomasi dan politik luar negeri Indonesia dalam kerangka kerja sama ASEAN di bidang ekonomi utamanya dilakukan untuk mendukung Visi Presiden RI menjadikan Indonesia berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya. Untuk CAPAIAN KINERJA DIREKTORAT KERJA SAMA EKONOMI ASEAN TAHUN 2019 MENCAPAI 101,62% ATAU MENINGKAT 2,89%, DIBANDINGKAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2018 YANG MENCAPAI 98,73%.

(15)

9 mendukung kebijakan ASEAN di bidang ekonomi sebagai prioritas politik luar negeri Indonesia pada tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berupaya memberikan kontribusi yang signifikan di bidang Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Di tahun 2019, kerja sama dibawah pilar ekonomi ASEAN tetap berfokus untuk implementasi Cetak Biru MEA 2025 berdasarkan pada hasil evaluasi implementasi Cetak Biru MEA 2015 sebelumnya. Beberapa action plan dari berbagai badan sektoral dibawah pilar ekonomi ASEAN telah selesai disusun pada tahun 2016 guna diimplementasikan dalam Cetak Biru MEA 2025.

Selain itu, sepanjang tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN juga berpartisipasi aktif dalam mengawal isu-isu atau sektor yang menjadi prioritas bagi Indonesia seperti: negosiasi RCEP; penurunan tarif bagi perdagangan barang di ASEAN; negosiasi FTA+1 dengan negara mitra wicara ASEAN; kerja sama bidang perdagangan jasa dan investasi; kerja sama pariwisata; UMKM; penanggulangan dan pemberantasan IUU Fishing; kerja sama pertanian; kerja sama energi dan mineral; kerja sama transportasi; konektivitas; kerja sama pariwisata; dan kerja sama sub-regional dalam kerangka BIMP-EAGA dan IMT-GT.

Dalam hubungannya dengan mitra wicara ASEAN di bidang kerja sama ekonomi, Indonesia senantiasa mengedepankan sentralitas ASEAN. Dalam mendukung upaya memperkuat dan meningkatkan hubungan eksternal ASEAN dengan mengusulkan kemitraan yang lebih bermakna dan saling menguntungkan antara ASEAN dengan mitra wicaranya, maupun pihak eksternal ASEAN lainnya.

Sebagai bentuk koordinasi dan engagement dengan berbagai pemangku kepentingan di tanah air terkait implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025 dan berbagai isu yang mengemuka dalam kerja sama ASEAN di pilar Ekonomi, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN juga telah menyelenggarakan kegiatan penyampaian saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan ASEAN di bidang ekonomi di tingkat nasional di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN juga memenuhi undangan dari berbagai pemangku kepetingan, khususnya dari Pemerintah Daerah dan asosiasi profesi/industri untuk memberikan gambaran yang komprehensif terkait implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025.

Capaian kinerja Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN pada tahun 2019 sebesar 101,62% atau meningkat sebesar 2,89% jika dibandingkan dengan capaian kinerja di tahun

(16)

10 sebelumnya 2018 yang hanya mencapai 98,73%. Peningkatan kinerja signifikan utamanya terletak pada IKU 4, yaitu persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN, dimana Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil mendorong 49 (empat puluh sembilan) rekomendasi dan prakarsa diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN dari 49 (empat puluh sembilan) buah rekomendasi dan prakarsa yang disampaikan. Sehingga realisasinya adalah sebesar 100% dengan capaian kinerja sebesar 101,62 % dari target 98 %.

Adapun capaian kinerja di tahun 2019, secara umum dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

1. Prioritas Pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN di bawah keketuaan Thailand sangat besar, namun tidak dibarengi dengan penambahan anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, sehingga optimalisasi anggaran dilakukan secara semaksimal mungkin.

2. Urgensi penyelesaian teks perjanjian RCEP di tahun 2019 berdampak pada banyaknya penambahan kegiatan/sidang yang diperlukan, sehingga Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN banyak memberikan tambahan rekomendasi dan prakarsa terkait melebihi target yang telah ditetapkan.

(17)

11 Capaian IKU-1 tahun 2019: Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 105,26%. Realisasi IKU ini konsisten dengan realisasi tahun 2018 yaitu sebesar 100%.

B.

CAPAIAN KINERJA

III.1

Stakeholders Perspective

IKU-1: Persentase rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri ASEAN dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Infografis 2.

Capaian IKU-1 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019

Kepemimpinan dan Peran Indonesia yang Berpengaruh dalam kerja sama internasional merupakan amanat dari Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015—2019 pada Sasaran Utama Bidang Politik Luar Negeri.

Sasaran Strategis (S.1): Kepemimpinan Indonesia yang Berpengaruh

dalam Kerja Sama ASEAN

(18)

12 Pada tahun 2019 Capaian IKU-1 (Persentase rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri ASEAN dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN) Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 105,26% dari realisasi IKU-1 sebesar 100% untuk target IKU-1 sebesar 95%. Realisasi IKU-1 tahun 2019 serupa dengan Realisasi IKU-1 tahun 2018 yang juga mencapai 100% untuk target sebesar 92%.

Konsistensi realisasi IKU-1 di tahun 2019 dan 2018 yang mencapai 100%, dikarenakan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mampu mengidentifikasi dan merencanakan jumlah rekomendasi dan prakarsa yang dapat diterima pada pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri ASEAN dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN di masing-masing tahun berjalan.

Tabel 1.

Capaian IKU-1 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019

Rincian 9 (Sembilan) rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima tersebut sebagaimana terlampir pada Matriks Informasi Kinerja. Beberapa rekomendasi/prakarsa sebagai pelaksanaan peran dan kepemimpinan Indonesia yang bernilai strategis bagi peningkatan kerja sama ASEAN di bidang ekonomi, yang telah diterima pada tahun 2019 antara lain:

 Diterimanya usulan Indonesia terkait isu Palm Oil untuk dibahas dalam pertemuan ASEAN-EU di Brusells pada 20-21 Januari 2019 (ASEAN Ministerial Meeting/AMM Retreat, 17-18 Januari 2019 di Chiang Mai, Thailand).

 Indonesia mendorong proyek-proyek konektivitas berupa infrastruktur fisik dan infrastruktur teknologi, seperti komitmen Indonesia untuk mensinergikan proyek Palapa Ring Indonesia untuk mendukung BIMP-EAGA Submarine Terrestrial Cable (BEST Cable) dan mendorong pengembangan berbagai start-up UMKM memanfaatkan ekonomi digital (Konferensi Tingkat Tinggi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN

Growth Area /BIMP-EAGA ke-13).

IKU 1 Informasi Kinerja Jumlah Nilai

Persentase rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima dalam setiap pertemuan Tingkat Tinggi Kerja Sama ASEAN

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang diterima

9 -

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang disampaikan

9 -

Realisasi 100%

Target 95%

(19)

13

 Usulan Indonesia terkait ASEAN Outlook on the Indo-Pacific kepada negara-negara Partner

Dialogue ASEAN yaitu Rusia dan RRT (51st ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM) and

Related Meetings, Bangkok, Thailand 3-10 September 2019).

Gambar 2.

Delegasi Indonesia pada The 8th RCEP Inter-sessional Ministerial Meeting, di Beijing, Agustus 2019

Secara umum dalam pelaksanaan realisasi IKU-1 di tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menghadapi kendala yaitu terdapat perundingan yang cenderung mengalami stagnasi, terutama perundingan RCEP, karena kurangnya fleksibilitas para delegasi akibat perbedaan kepentingan masing-masing negara ASEAN, sehingga sulit mencapai konsensus di meja perundingan. Namun demikian, dengan dilakukannya penambahan intersession meeting

untuk perundingan RCEP, maka penyelesaian perundingan teks perjanjian RCEP pada tahun 2019 dapat diselesaikan pada KTT ASEAN ke-25 di Thailand.

Oleh karena itu, ke depan perlu dilakukan peningkatan manajemen konflik kepentingan dan peningkatan lobi-lobi tingkat tinggi (pemimpin negara dan menteri), agar dapat dicapai konsensus yang diharapkan.

(20)

14 Capaian IKU-2 tahun 2019: Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 102,04% dengan realisasi tahun 2019 sebesar 100% atau sama dengan realisasi IKU-2 tahun IKU-2018 yang juga mencapai 100%.

III.2

Customer Perspective

IKU-2: Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN di Dalam Negeri

Infografis 3.

Capaian IKU-2 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019

Pada tahun 2019 Capaian IKU-2 (Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN di Dalam Negeri) Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 102,04% dari realisasi IKU-2 sebesar 100% untuk target IKU-2 sebesar 98%. Realisasi IKU-2 tahun 2019 serupa dengan Realisasi IKU-2 tahun 2018 yang juga mencapai 100% untuk target sebesar 92%.

Sasaran Strategis (C.1): Dukungan dan Komitmen Nasional yang Tinggi atas

Kebijakan Luar Negeri dan Kesepakatan dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN

(21)

15 Konsistensi realisasi IKU-2 di tahun 2019 dan 2018 yang mencapai 100%, dikarenakan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan sosialisasi serta bimbingan teknis terkait, sesuai kemampuan organisasi (sumber daya manusia dan anggaran) di masing-masing tahun berjalan. Selain itu, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN juga mampu melakukan fokus kegiatan sesuai kebijakan yang telah ditetapkan, yaitu peningkatan kapasitas/daya saing para pelaku UMKM Indonesia di tingkat ASEAN.

Tabel 2.

Capaian IKU-2 Tahun 2019

Rincian 4 (Empat) rekomendasi dan prakarsa Indonesia yang diterima tersebut sebagaimana terlampir di Matriks Informasi Kinerja.

Pada tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil menyelenggarakan 4 kegiatan Penyampaian Saran Kebijakan terkait pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ke berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Daerah, pelaku UMKM, akademisi, asosiasi profesi, tenaga kerja profesional, dan sebagainya. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan, terutama pelaku UMKM dan tenaga kerja profesional untuk memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang diberikan dalam MEA dan meningkatkan daya saing di pasar luar negeri.

Kepada para pelaku UMKM di daerah sasaran Penyampaian Saran Kebijakan tersebut, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah menyampaikan Informasi kepada Pelaku UMKM, Pejabat Dinas Terkait, Akademisi dan stakeholders terkait lainnya, baik secara langsung maupun melalui media massa dan elektronik setempat, agar sektor UMKM dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan antara lain mengenai:

 Perspektif integrasi ekonomi di ASEAN melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

IKU 2 Informasi Kinerja Jumlah Nilai

Persentase saran kebijakan yang disetujui untuk pelaksanaan kesepakatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN di dalam negeri

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang diterima

4 -

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang disampaikan

4 -

Realisasi 100%

Target 98%

(22)

16  Pemanfaatan kemudahan yang diberikan dalam ASEAN Trade in Goods Agreement

(ATIGA), khususnya terkait tarif preferensi untuk memasuki pasar ASEAN

 Perlunya aktualisasi program-program riil di daerah terkait dengan kebijakan ekonomi memasuki MEA maupun kebijakan kerja sama sub-kawasan ASEAN

 Pembangunan Infrastruktur yang tepat, peningkatan SDM yang handal serta penyusunan kerangka hukum yang efektif

 Pemanfaatan internet dan e-commerce untuk pengembangan pemasaran UMKM di kawasan

 Pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA) Formulir D secara elektronik untuk meningkatkan penjualan produk UMKM di pasar ekspor ASEAN

 Perlunya peningkatan kesadaran tentang pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan perluasan akses pendanaan bagi UMKM guna meningkatkan daya tembus pasar di ASEAN

 Mengefektifkan fasilitasi di luar negeri untuk UMKM melalui perwakilan-perwakilan RI yang ada di ASEAN.

 Perlunya peningkatan pemahaman mengenai skema pergerakan tenaga kerja terampil di kawasan ASEAN melalui mekanisme Movement of Natural Person (MNP) maupun Mutual Recognition Arrangement (MRA) ASEAN.

Gambar 3.

Penyampaian Saran Kebijakan dan Bimbingan Teknik UMKM di Cirebon, April 2019

(23)

17 Gambar 4.

Penyampaian Saran Kebijakan dan Bimbingan Teknik UMKM di Serang, September 2019

Secara umum dalam pelaksanaan realisasi IKU-2 di tahun 2019, hambatan yang dihadapi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan kegiatan Penyampaian Saran Kebijakan dimaksud adanya kecenderungan para pelaku pasar dalam negeri, khususnya UMKM, masih merasa puas hanya dengan pasar dalam negeri dan belum berorientasi ekspor. Keengganan memperluas pasar (ekspor) ini agaknya juga disebabkan oleh kendala penguasaan bahasa asing (Inggris) pelaku UMKM.

Beberapa isu atau prakarsa yang diangkat baik oleh negara anggota ASEAN ataupun mitra eksternal ASEAN banyak yang bersifat lintas sektor dan lintas pilar. Hal tersebut mengakibatkan diperlukannya koordinasi yang lebih intensif baik dengan masing-masing pimpinan sektor dan pilar di dalam negeri maupun dengan negara ASEAN lainnya.

Oleh karena itu, perlu kiranya Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN mendorong kementerian/instansi terkait untuk terus meningkatkan intervensinya guna meningkatkan motivasi dan kapasitas (termasuk pelatihan bahasa Inggris praktis/bisnis) bagi UMKM dalam melakukan kegiatan ekspor.

(24)

18

Lebih lanjut, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN perlu mengoptimalkan mekanisme koordinasi lintas pilar atau sektor yang ada, terutama mekanisme koordinasi di Sekretariat Nasional dan Perwakilan Tetap RI di ASEAN.

III.3

Internal Business Process Perspective

IKU-3: Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Infografis 4.

Capaian IKU-3 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019

Pada tahun 2019, Capaian IKU-3 (Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN) Direktorat Kerja Sama

Sasaran Strategis (B.1): Diplomasi Maritim yang kuat dalam

Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Capaian IKU-3 tahun 2019: Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 103,09% dengan realisasi 100% dimana realisasi IKU-3 ini sama dengan tahun 2018 yang juga mencapai 100%.

(25)

19 Ekonomi ASEAN pada tahun 2019, adalah sebesar 103,09% dari realisasi IKU-3 sebesar 100% untuk target IKU-2 sebesar 97%. Realisasi IKU-3 tahun 2019 sama dengan realisasi tahun 2018 yang juga mencapai 100% untuk target sebesar 92%.

Konsistensi realisasi IKU-3 di tahun 2019 dan 2018 yang mencapai 100%, dikarenakan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mampu mengidentifikasi dan merencanakan jumlah rekomendasi dan prakarsa yang dapat diterima pada pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN di bidang maritim pada masing-masing tahun berjalan.

Tabel 3.

Capaian IKU-3 Tahun 2019

Rincian 4 (empat) rekomendasi dan prakarsa di bidang maritim tersebut sebagaimana terlampir dalam Matrik Informasi Kinerja.

Berikut ini beberapa rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim dalam kerja sama ekonomi ASEAN tersebut, adalah:

1. Diterimanya prakarsa Indonesia yang mengajukan diri sebagai Permanent Chair dan mengajukan Thailand sebagai Vice Chair dari Ad Hoc Task Force to conduct a Feasibility

Study on the Need to Develop an AGFP (Inception Meeting on the Development of an ASEAN

General Fisheries Policy Feasibility Study, Bangkok, Thailand 22-23 Mei 2019).

2. Indonesia mendorong usulan pembentukan ASEAN Network for on combating Illegal,

Unreported and Unregulated Fishing (AN IUUF) diselaraskan dengan mekanisme kawasan

yang telah ada. Usulan ini telah diterima oleh negara-negara ASEAN (Sidang The 2nd ASEAN Meeting on COmbating IUU Fishing in Partnership with the EU, Bangkok 13-14 Desember 2019).

IKU 3 Informasi Kinerja Jumlah Nilai

Jumlah rekomendasi dan prakarsa di bidang Maritim dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang diterima

4 -

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang disampaikan

4 -

Realisasi 100%

Target 97%

(26)

20 Gambar 5.

Delegasi Indonesia pada ASEAN Meeting on Combating IUU Fishing Di Bangkok, April 2019

Dalam pelaksanaan realisasi IKU-3 di tahun 2019, ada hambatan yang dihadapi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, yaitu isu atau prakarsa yang diangkat baik oleh negara anggota ASEAN ataupun mitra eksternal ASEAN banyak yang bersifat lintas sektor dan lintas pilar. Hal tersebut mengakibatkan diperlukannya koordinasi yang lebih intensif baik dengan masing-masing pimpinan sektor dan pilar di dalam negeri maupun dengan negara ASEAN lainnya, sehingga membutuhkan waktu negosiasi/implementasi yang cukup panjang, bahkan beberapa komitmen negara-negara ASEAN masih ada yang belum optimal diimplementasikan karena kendala kesiapan dan prosedur domestik masing-masing negara-negara anggota ASEAN.

Oleh karena itu, ke depan perlu dilakukan optimalisasi mekanisme koordinasi lintas pilar atau sektor yang ada, terutama mekanisme koordinasi di Sekretariat Nasional dan Perwakilan Tetap RI di ASEAN. Selain itu, pembahasan isu-isu pada pilar ekonomi ASEAN dengan beberapa Kementerian/Lembaga teknis pemerintah RI (K/L) perlu terus ditingkatkan agar tercipta koordinasi yang lebih efektif dalam memperjuangkan kepentingan RI di forum Ekonomi ASEAN.

Indonesia terus berupaya menunjukkan perannya dalam upaya peningkatan kerja sama ASEAN di bidang ekonomi melalui penguatan diplomasi maritim. Kerja sama tersebut diupayakan untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat ASEAN, khususnya Indonesia.

(27)

21

III.4

Internal Business Process Perspective

IKU 4: Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Infografis 5.

Capaian IKU-4 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019

Untuk capaian Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN dalam IKU-4 (Persentase rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN) di tahun 2019, adalah sebesar 102,04%. Realisasi IKU-4 pada tahun 2019 mencapai 100% dari target 98%. Realisasi IKU-4 pada tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi IKU-4 tahun 2018 yang mencapai 98% dari target 92%. Hal ini disebabkan oleh relatif aktifnya pertemuan/sidang ASEAN di pilar ekonomi yang menjadi prioritas pimpinan,

Capaian IKU-4 tahun 2019: Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar 102,04%. Realisasi IKU-4 tahun 2019 sebesar 100% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi IKU-4 tahun 2018 sebesar 98%.

Sasaran Strategis (B.2): Diplomasi Ekonomi yang kuat dalam Kerja Sama

Ekonomi ASEAN

(28)

22 sehingga pertemuan/sidang yang sebelumnya tidak dijadwalkan menjadi perlu dihadiri oleh perwakilan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN.

Salah satunya adalah pertemuan/sidang perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang diprioritaskan atau diamanatkan oleh para pemimpin negara untuk dapat diselesaikan di tahun 2019. Hal ini berdampak pada jumlah pertemuan/sidang yang dilaksanakan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menjadi lebih banyak dibandingkan rencana dan target awal.

Di tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN mencatat telah menghadiri pertemuan ASEAN di bawah pilar ekonomi sebanyak 50 (lima puluh) pertemuan, yang dibarengi oleh 49 (empat puluh sembilan) rekomendasi /prakarsa yang diterima Pertemuan ASEAN tersebut. Daftar lengkap rekomendasi/prakarsa Indonesia di bidang Ekonomi yang diterima dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi ASEAN dapat dilihat pada lampiran Matriks Informasi Kinerja.

Tabel 4.

Capaian IKU-4 Tahun 2019

Dalam tahun 2019 beberapa rekomendasi dan prakarsa penting dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN dan diterima oleh para anggota negara-negara ASEAN, antara lain :

 Rekomendasi/prakarsa Indonesia terkait kesiapan beroperasinya Regional Secretariat of

ASEAN Mutual Recognition Arrangement Tourism Professional/MRA-TP (Pertemuan

ASEAN Tourism Forum/ATF tahun 2019, Halong Bay, Vietnam).

IKU 4 Informasi Kinerja Jumlah Nilai

Jumlah rekomendasi dan prakarsa di bidang Ekonomi dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang diterima

49 -

Jumlah target rekomendasi dan prakarsa yang

disampaikan

49 -

Realisasi 100%

Target 98%

(29)

23

 Komitmen Indonesia untuk segera menyelesaikan tugas Indonesia dalam menetapkan mekanisme survey dengan anggaran dari NTOs fund di ASEAN Secretariat yang telah disetujui dalam konteks Inisiatif Long Haul Market Survey (Pertemuan ASEAN Tourism

Forum/ATF tahun 2019, Halong Bay, Vietnam).

 Rekomendasi/prakarsa Indonesia mengenai perlunya melakukan koordinasi lintas pilar dalam penyelesaian beberapa deliverables pilar Ekonomi Thailand khususnya ASEAN Declaration on Industrial Transformation to the 4IR (Senior Economic Officials’ Meeting

(SEOM) 1/50 di Bangkok, Thailand, 16-18 Januari 2019).

 Rekomendasi/prakarsa Indonesia mengenai selesainya ratifikasi AANZFTA, ACFTA, AKFTA dan ASEAN-India Services Agreement. Untuk AANZFTA dan ACFTA, Indonesia baru dapat mulai implementasi pada Maret 2019 karena terkait prosedur domestik (Senior

Economic Officials’ Meeting/SEOM 1/50 di Bangkok, Thailand, 16-18 Januari 2019).

Gambar 6.

Indonesia Menandatangani MOU Kerja Sama Promosi Bersama ASEAN Di Bandar Seri Begawan, Oktober 2019

(30)

24 Gambar 7.

Indonesia Menandatangani MOU Kerja Sama Perhubungan ASEAN dengan Mitra Wicara Di Hanoi, November 2019

Secara umum dalam pelaksanaan pencapaian IKU-4 di tahun 2019, kendala yang dihadapi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah perubahan jadwal pertemuan sehingga bersamaan (overlapping) dengan jadwal pertemuan lainnya yang telah dijadwalkan dan pembatalan sejumlah pertemuan yang disebabkan oleh belum disepakatinya jadwal dan isu-isu pertemuan yang akan dibahas.

Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi dan pemetaan jadwal sidang ASEAN secara lebih komprehensif dengan merujuk berbagai referensi jadwal atau laporan pertemuan/sidang terkait, sehingga terdapat antisipasi atas overlapping atau pembatalan sidang.

III.5

Learning and Growth Perspective

IKU 5: Persentase Realisasi Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Pada tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menerima pagu anggaran sebesar Rp 3.819.436.000,-. Pada akhir tahun anggaran 2019 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp. 3.800.907.245,- atau 99.51% dari pagu anggaran. Realisasi ini turun bila dibandingkan dengan realisasi tahu 2018 sebesar 99,96%.

Sasaran Strategis (L.4): Pengelolaan Anggaran yang Optimal di Direktorat

Kerja Sama Ekonomi ASEAN

(31)

25 Tabel 5.

Perbandingan Realisasi Direktorat Kerja Sama Ekonomi Asean TA 2015-2019

TAHUN PAGU REALISASI SISA PERSENTASE

2015 6.273.790.000 5.912.188.990 361.601.010 94.24% 2016 6.625.401.000 5.929.210.489 696.190.511 89,49% 2017 5.158.706.000 5.135.137.428 23.568.572 99,54%

2018 4.888.311.000 4.886.118.623 2.192.377 99,96%

2019 3.819.436.000 3.800.907.245 18.528.755 99,51%

Capaian IKU Persentase realisasi Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019 adalah sebesar 99,51%, turun dari capaian tahun 2018 sebesar 99,96%. Penurunan ini dikarenakan perubahan jadwal pertemuan sehingga bersamaan (overlapping) dengan jadwal pertemuan lainnya yang telah dijadwalkan dan pembatalan sejumlah pertemuan yang disebabkan oleh belum disepakatinya jadwal dan isu-isu pertemuan yang akan dibahas.

Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi dan pemetaan jadwal sidang ASEAN secara lebih komprehensif dengan merujuk berbagai referensi jadwal atau laporan pertemuan/sidang terkait, sehingga terdapat antisipasi atas overlapping atau pembatalan sidang.

III.6

Learning and Growth Perspective

IKU 6: Nilai Evaluasi AKIP Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN

Berdasarkan hasil evaluasi atas implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Satker Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Tahun 2019 berdasarkan penilaian SAKIP Tahun 2018, diperoleh nilai 75,30 (BB) dari target sebesar 80.

Sekalipun pencapaian nilai SAKIP Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN masih belum memenuhi target, namun secara umum penilaian SAKIP tersebut telah menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan, program, dan capaian sudah dilaksanakan dengan baik.

Sasaran Strategis (L.4): Tata Kelola Organisasi Direktorat Kerja Sama

Ekonomi ASEAN yang baik

(32)

26 Dalam evaluasi pelaksanaan AKIP di tahun 2019, kendala yang dihadapi Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah terbatasnya jumlah SDM memerlukan sejumlah pengaturan internal mengenai penanganan koordinasi yang melibatkan pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Lebih lanjut, perlu kiranya peningkatan SDM di Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN , baik dari segi kuantitas maupun kualitas guna. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mengoptimalkan kapasitas SDM yang ada melalui pemberdayaan staf dalam melakukan tupoksi direktorat secara multitasking dan tidak terbatas pada sub-direktoratnya serta penambahan jam kerja yang cukup siginifikan.

C.

REALISASI ANGGARAN

Pada tahun 2019, realisasi anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN adalah sebesar Rp. 3.800.907.245,- atau 99,51% dari pagu anggaran sebesar Rp 3.819.436.000,-. Realisasi ini dapat dicapai dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 6.

Realisasi Anggaran Direktorat Kerja Sama Ekonomi Asean TA 2019

Keterangan Pagu Realisasi Persentase

051 Rp3.006.452.000 Rp2.987.923.245 99,38%

052 Rp205.375.000 Rp205.375.000 100%

053 Rp607.609.000 Rp607.609.000 100%

Realisasi Anggaran Direktorat

Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp3.819.436.000 Rp3.800.907.245 99,51%

(33)

27

BAB IV

PENUTUP

A.

KESIMPULAN

Laporan Kinerja Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN tahun 2019 merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi, kebijakan, program, dan kegiatan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN di tahun 2019. Lebih lanjut dokumen ini akan menjadi bahan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan di tahun 2019, yang diharapkan dapat memberikan masukan atas perbaikan kinerja Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN di masa yang akan datang.

Secara umum dapat disimpulkan pada tahun 2019 Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah merealisasikan program dan kegiatannya dengan baik, yang tercermin dalam keberhasilan pelaksanaan sejumlah kegiatan yang merupakan capaian penting di tahun 2019 baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mendorong peran ASEAN di tingkat global dengan menempatkan ASEAN sebagai the driving force serta menjaga sentralitas ASEAN dalam berbagai bentuk kerja sama. Di samping itu, Indonesia juga senantiasa mengupayakan agar ASEAN dapat menjaga kawasan Asia Tenggara yang stabil, aman, damai dan sejahtera guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan merata serta mewujudkan Masyarakat yang saling berbagi dan peduli.

Sesuai dengan arahan Presiden, penyelesaian RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) telah menjadi prioritas kerja sama pilar ekonomi ASEAN untuk Indonesia pada tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN pada tahun 2019 secara aktif juga terus berkoordinasi dalam berbagai pertemuan/sidang terkait. Sebagai hasil KTT ke-35 pada November tahun 2019, RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) telah menyelesaikan putaran perundingannya, dimana Indonesia selaku Negara Koordinator dan Ketua Perunding RCEP berperan aktif dalam menyampaikan urgensi penyesuaian bahkan penurunan ambisi liberalisasi oleh seluruh negara peserta RCEP.

(34)

28 Sebagai wujud pelaksanaan peran dan kepemimpinannya dalam forum ASEAN, sepanjang tahun 2019, Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan bermanfaat nyata baik bagi masyarakat ASEAN.

B.

KENDALA YANG DIHADAPI

Dalam pelaksanaan kinerja tahun 2019, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menghadapi2 (dua) kendala utama, yaitu:

1. Perubahan jadwal pertemuan sehingga bersamaan (overlapping) dengan jadwal pertemuan lainnya yang telah dijadwalkan dan pembatalan sejumlah pertemuan yang disebabkan oleh belum disepakatinya jadwal dan isu-isu pertemuan yang akan dibahas.

2. Beberapa isu atau prakarsa yang diangkat baik oleh negara anggota ASEAN ataupun mitra eksternal ASEAN banyak yang bersifat lintas sektor dan lintas pilar. Hal tersebut mengakibatkan diperlukannya koordinasi yang lebih intensif baik dengan masing-masing pimpinan sektor dan pilar di dalam negeri maupun dengan negara ASEAN lainnya, sehingga membutuhkan waktu negosiasi/implementasi yang cukup panjang, bahkan beberapa komitmen negara-negara ASEAN masih ada yang belum dapat diimplementasikan karena kendala kesiapan dan prosedur domestik masing-masing negara-negara anggota ASEAN.

Dalam pelaksanaan pertemuan/kegiatan ASEAN dibawah pilar Ekonomi, terdapat beberapa kendala lain yang dapat dicatat, antara lain:

 Selama tahun 2019, isu-isu yang dibahas dalam pilar ekonomi ASEAN berkaitan dengan beberapa Kementerian/Lembaga teknis pemerintah RI, sehingga koordinasi efektif sangat diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan RI di forum Ekonomi ASEAN, namun koordinasi antar kementerian atau lembaga masih kurang, sehingga menghambat beberapa isu yang akan dibahas;

 Beberapa pertemuan memiliki kecenderungan stagnasi karena kurangnya fleksibilitas yang ditunjukkan para delegasi di meja perundingan karena berbagai kepentingan masing-masing negara-negara ASEAN, dan terdapatnya beberapa perbedaan persepsi yang mengemuka antara Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya terhadap sejumlah isu sehingga sulit mencapai konsensus di meja perundingan.

 Masih rendahnya tingkat pemahaman para pelaku ekonomi terkait fasilitas perdagangan yang bisa didapatkan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN, khususnya di daerah-daerah berakibat sulitnya hasil-hasil dari beberapa kesepakatan kerja sama ekonomi

(35)

29 dimanfaatkan secara luas di Indonesia. Para pelaku pasar dalam negeri, khususnya UMKM di daerah kebanyakan merasa puas hanya dengan pasar dalam negeri dan belum berorientasi ekspor.

 Terbatasnya jumlah SDM memerlukan sejumlah pengaturan internal mengenai penanganan koordinasi yang melibatkan pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah.

C.

SOLUSI KE DEPAN

Dalam pelaksanaan pertemuan/kegiatan ASEAN dibawah pilar Ekonomi, terdapat beberapa solusi yang akan dilakukan, antara lain:

1. Identifikasi dan pemetaan jadwal sidang ASEAN secara lebih komprehensif dengan merujuk berbagai referensi jadwal atau laporan pertemuan/sidang terkait, sehingga terdapat antisipasi atas overlapping atau pembatalan sidang.

2. Optimalisasi mekanisme koordinasi lintas pilar atau sektor yang ada, terutama mekanisme koordinasi di Sekretariat Nasional dan Perwakilan Tetap RI di ASEAN; 3. Pembahasan isu-isu pada pilar ekonomi ASEAN dengan beberapa Kementerian/Lembaga

teknis pemerintah RI (K/L) perlu terus ditingkatkan agar tercipta koordinasi yang lebih efektif dalam memperjuangkan kepentingan RI di forum Ekonomi ASEAN;

4. Pemri perlu meningkatkan intensitas lobi kepada negara-negara ASEAN agar lebih fleksibel dalam perundingan di ASEAN, terutama pada isu-isu yang terdapat kepentingan Pemri yang sangat besar;

5. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN perlu mengevaluasi tingkat pemahaman para pelaku ekonomi terkait fasilitas perdagangan yang bisa didapatkan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN, untuk dapat ditetapkan skala prioritas kegiatan intervensi yang dilakukan oleh Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN , khususnya di daerah yang UMKM nya masih berorientasi pada pasar dalam negeri;

6. Perlu kiranya peningkatan SDM di Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN , baik dari segi kuantitas maupun kualitas guna. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN telah mengoptimalkan kapasitas SDM yang ada melalui pemberdayaan staf dalam melakukan tupoksi direktorat secara multitasking dan tidak terbatas pada sub-direktoratnya serta penambahan jam kerja yang cukup siginifikan.

Referensi

Dokumen terkait

Lampiran

Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal

Jurusita Pajak menginventarisasi aset-aset Penanggung Pajakyang akan dilelang, meneliti dengan melihat data tunggakanbeserta pelunasan (SSP/STTS/SSB/bukti Pbk) atau

Strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan EMJ Production dalam menggembangkan posisi produk Buku yasin ini adalah dengan terus menjaga kualitas dari buku

Pada multifragmentary complex fracture tidak terdapat kontak antara fragmen proksimal dan distal setelah dilakukan reposisi. Complex spiral fracture terdapat dua atau

peningkatan produktivitas karet kering lima kali lebih tinggi dengan menggunakan klon - klon unggul dibandingkan bahan tanaman.. semaian terpilih dan mas a

Menurut fuqaha dari kalangan mazhab hanafi, zina adalah hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki secara sadar terhadap perempuan yang disertai nafsu

Berdasarkan topografinya, daerah srondol kulon yang berbatasan dengan kelurahan Srondol Wetan dan Kelurahan Sumurboto (sisi timur kelurahan Srondol Kulon) memiliki