• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN KAPASITAS INFILTRASI PADA LAHAN TERTUTUP DAN TERBUKA DI KAWASAN JENEBERANG HULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERBANDINGAN KAPASITAS INFILTRASI PADA LAHAN TERTUTUP DAN TERBUKA DI KAWASAN JENEBERANG HULU"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Siklus, Hidrologi (Suryono Sosrodarsono 1997)
Tabel 1. Klasifikasi Kapasitas Infiltrasi Menurut U.S Soil Conservation
Gambar 3. Kurva Infiltrasi Menurut Horton (Knapp, 1978).
Gambar 4 : Peta Penutupan Lahan Das Jeneberang.
+7

Referensi

Dokumen terkait

purposive sampling untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan ruang terbuka hijau tahun 2007-2013. Analisis pengolahan data menggunakan analisis overlay dan

Validitas kuantitas infiltrasi hasil pendugaan (F(t)m) untuk setiap macam penggunaan lahan, diketahui manakala dibandingkan dengan nilai infiltrasi empiriknya (F(t) Cr )

Berdasarkan dari hasil analisis perhitungan tingkat bahaya erosi, kekritisan lahan, serta kesesuaian lahan akan didapatkan rekomendasi hasil untuk dapat melaksanakan

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rumput Gajah Kerdil ( Pennisetum purpureum ‘ Mott’) mempunyai tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi di lahan terbuka bekas

Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Bayliss-Smith yang terkoreksi, menunjukkan angka daya dukung lahan rata-rata di desa-desa contoh yaitu desa Sukakarya

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rumput Gajah Kerdil ( Pennisetum purpureum ‘ Mott’) mempunyai tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi di lahan terbuka bekas

sudah dilakukan sebagai upaya untuk rehabilitasi lahan pertanian yang tertutup abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung belum memberikan hasil yang optimal mengingat

Hasil pengukuran dan analisa, nilai kapasitas infiltrasi dengan metode horton pada lahan rencana tapak bangunan adalah pada tanggal 19 Februari 2019 senilai 4,20 cm/jam, pada tanggal 20