LANGGANAN: RP.100.000,- | ECERAN:
RP.5000,-VERIFIKASI ADMINISTRASI & FAKTUALNo.376/DP-Terverifikasi/K/VI/2019 Tanggal 13 Juni 2019
Perekat Rakyat Sulteng
12 HALAMAN |
senin, 18 JANUARI 2021
www.sultengraya.com
www.sultengraya.com
Berlangganan Pemasangan IklanHubungi
(0451) 4012 445
0821 9438 3033
► Baca | LULUSAN | Hal. 7
► Baca | GEMPA | Hal. 7 ► Baca | RUSAK | Hal. 7
Update Gempa Sulbar:
73 Orang
Meninggal,15 Ribu Mengungsi
Jumlah korban tewas itu menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Raditya Jati, berasal dari dua kabupaten yakni Mamuju dan Majene.
"Baru saja kita mendapat update terakhir. Jadi tolong
dicatat ulang untuk korban meninggal dunia di gempa bumi 6,2 magnitudo yang terjadi 15 Januari lalu, di Kabupaten Majene 9 orang, kemudian Kabupaten Ma-muju meninggal dunia 64 orang," tutur Raditya Jati,
SULTENG RAYA - Badan Nasional
Penang-gulangan Bencana (BNPB) mencatat korban
meninggal dunia akibat gempa bumi yang
mengguncang Sulawesi Barat, berdasar hasil
pendataan hingga Minggu (17/1) pukul 14.00
WIB total sebanyak 73 orang.
PENGUNGSI Gempa Sulbar membutuhkan bantuan. FOTO: DOK. CT ARSA
WISUDA XIX STISIP PANCA BHAKTI PALU
Lulusan Diminta Beradaptasi
dengan Dunia Kerja 4.0
SULTENG RAYA - Warga di enam desa, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang terdampak gempa bumi dan longsor sangat membutuh-kan bantuan dari pemerintah daerah maupun relawan lainnya. Kepala Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Fajaruddin yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon milik relawan FTI UMI Makassar Zakir Sabhara, Ahad (17/1), mengatakan, enam desa yang terdampak itu sangat memprihatinkan.
"Hingga hari ketiga setelah gempa, belum ada ban-tuan yang masuk. Banyak warga yang rumahnya roboh karena gempa ada juga yang terkena longsoran itu juga butuh bantuan," ujarnya.
Rusak Parah, Enam
Desa di Majene Belum
Tersentuh Bantuan
Gempa di Sulbar
Musibah dan Duka
Kita Bersama
WARGA yang terdampak gempa mengantri untuk
mendapat-kan bantuan pangan di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia, Minggu, 17 Januari 2021. FOTO: AP PHOTO/YUSUF WAHIL
SULTENG RAYA - Awal 2021 ini telah terjadi berba-gai peristiwa mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang menelan banyak korban jiwa hingga gempa bumi dan bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Tanah Air.
Masih belum hilang dari ingatan bersama soal ke-celakaan pesawat, pekan lalu semua dikejutkan den-gan gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Majene dan Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Sulbar sendiri merupakan daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang pada 28 September 2018 diporak-porandakan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4. SEORANG warga berdiri di perempatan jalan di Palu untuk
menggalang dana kemanusiaan bencana gempabumi di Sul-bar. FOTO: ANTARA/ANAS MASA
SULTENG RAYA - Seko-lah Tinggi Ilmu Adminis-trasi (STISIP) Panca Bhakti Palu menyelenggarakan wisuda XIX di Hotel Best Western Coco Palu, Jalan Basuki Rahmat, Kota Palu, Ahad (17/1/2020).
Ketua STISIP PB Palu, Dr. Muzakir Tawil, M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada wisuda-wan dan wisudawati bahwa mereka mampu menyelesai-kan studi meskipun saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19.
Muzakir Tawil mengata-kan, lulusan harus menga-rungi dunia kerja dengan mengedepankan implemen-tasi skill yang telah didapat selama masa perkuliahan. Dengan demikian, maka peran dalam memajukan Indonesia dan daerah yang terlihat secara nyata.
Jumlah wisudawan-wisudawati sendiri yakni sebanyak 132 orang, terdiri dari Jurusan Administrasi Negara 118 orang dan Ju-rusan Komunikasi sebanyak 14 orang.
“Selaku lulusan STISIP Panca Bakhti Palu, dengan dua keahlian (administrasi publik dan komunikasi), saudara telah dibekali den-gan pengetahuan dan kedi-siplinan masing-masing un-tuk menghadapi era digitali-sasi 4.0 hingga 5.0. Saudara juga harus mengantisipasi perubahan dunia, kaitannya dengan Covid-19 ini, ilmu yang didapatkan,
dipersiap-PROSESI pemindahan tali toga oleh Ketua STISIP PB Palu, Dr. Muzakir Tawil, M.Si. FOTO: RAHMAT KURNIAWAN
PEMBUKAAN Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana XIX 2021, Stisip Panca
Bhakti Palu di Hotel Best Western Coco Palu, Ahad (17/1/2021). FOTO: RAHMAT KURNIAWAN
SULTENG RAYA - Pe-merintah Kabupaten Sigi, mendapat jatah vaksin se-banyak 1.587 dosis untuk melakukan vaksinasi tahap awal pada awal Februari 2021.
"Kami dijadwalkan pe-laksanaan vaksinasi pada tanggal 2 Februari 2021," kata Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapatta, di Sigi, Ahad.
Irwan mengatakan ber-dasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi Sulteng bahwa dosis vaksin telah tersedia dan siap didistri-busikan ke Sigi.
Dalam pelaksanaan vaks-inasi nanti di Sigi, Moham-mad Irwan mengaku berse-dia ikut divaksin.
"Siapa-siapa yang akan divaksin, pertama saya
se-laku pejabat daerah. Na-manya kebijakan jadi saya harus siap. Karena ini sudah menjadi kebijakan nasional," kata pemenang Pilkada 2020 itu.
Irwan mengatakan demi mengikuti kebijakan nasi-onal dan demi masyarakat Sigi, dirinya siap divaksin pertama di Sigi.
"Kemudian akan diikut-kan dengan vaksinasi ter-hadap tenaga kesehatan, TNI dan Polri, serta guru," ujarnya.
Setelah komponen-kom-ponen tersebut divaksin, maka vaksinasi selanjut-nya, sebut bupati yaitu para pimpinan kepala organi-sasi perangkat daerah, dan masing-masing OPD.
Terkait pengenaan sanksi,
bupati mengatakan bahwa sanksi dalam bentuk dihukum atau sebagainya, tetapi lebih pada bentuk sosial.
"Tetapi ini juga harus disosialisasi-kan kepada arakat, agar masy-a r masy-a k masy-a t t i d masy-a k memandang remeh pan-demi CO-VID-19," ujar Ir-wan.ANT
Sigi Dapat Jatah 1.587
Dosis Vaksin Covid-19
kan menghadapi tantangan seperti itu,” ucapnya.
Dirinya mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya yang telah me-nyelesaikan studi dengan beratnya tantangan belajar online dimasa pandemi. Ha-rapannya, para wisudawan mengamalkan pengetahuan untuk kemajuan daerah bahkan untuk nusantara.
“Saya mewakili segenap insan STISIP Panca Bhakti Palu berbangga. Dan ini merupakan suatu keber-hasilan bagi STISIP PB Palu. Kita tetap memperhatikan
SULTENG RAYA - Ombak be-sar menghantam pesisir pantai Manado, Ahad (17/1) sore sampai malam. Hantaman ombak besar ini menyebabkan air laut masuk dan membanjiri kawasan bisnis Megamas dan Manado Town Square (Mantos).
"Ombak besar menerjang kedua kawasan itu, menyebabkan air laut masuk membanjiri kawasan terse-but, bahkan sudah sampai ke Jalan Raya Piere Tenden Boulevard," kata Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, melalui Kasub Humas, Orlando Da-vid, di Manado, Ahad (17/1).
Dia mengatakan, banjir rob di ka-wasan itu bahkan sudah sampai di depan Hotel Ibis yang berhadapan dengan kawasan bisnis dan pereko-nomian Mantos.
Air Laut Banjiri
Kawasan Bisnis
Manado
Minggu (17/1).
"Sehingga total semuanya adalah 73 orang meninggal" lanjut dia.
Sebagai bagian upaya penanganan gempa, petu-gas BNPB untuk sementara bakal berkantor di Mamuju, Sulawesi Barat. Langkah ini ditempuh agar masya-rakat mendapatkan infor-masi yang benar dan resmi langsung dari pemerintah.
Selain itu, BNPB men-empatkan 3 helikopter di lapangan untuk membantu distribusi logistik dan pera-latan yang dibutuhkan.
Raditya pun memasti-kan kebutuhan air bersih, makanan hingga pakaian akan tercukupi dan mema-dai hingga sepuluh hari ke depan.
Pemerintah, menurut Ra-ditya, juga bakal memasti-kan pelayanan kesehatan bagi korban terdampak, baik yang dirawat di RS Bhayangkara maupun ru-mah sakit regional. Sembari, lanjut dia, tetap wajib me-matuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
► Baca | MANADO | Hal. 7 ► Baca | SULBAR | Hal. 7
warta sulteng
2
SENIN, 18 JANUARI 2021
SULTENG RAYA
Cv. Risky Pratama
Menerima Carteran /
Perorangan Rental Car
Tujuan Palu Ke Luwuk,
Toli-Toli, Gorontalo, Manado,
Morowali, Makassar, Kendari.
Contact Person
0813-3333-9550/ 0823-4586-9955
Jl. Kelinci – Depan Penginapan/
Guest House Paradise
ORENNA
L
TRAVEL AGENT & EXPEDITIONUntuk yang berlangganan rental MOBIL LORENNA akan mendapatkan FREE MINERAL WATER & SNACK
7x Keberangkatan
Palu-Tolis gratis 1 tiket
Toko Sempurna Baru
Jl. Syarif Mansur No.111 Tolitoli Telp/WA: 0812 3333 2318 Cabang Palu: Jl. Juanda No. 78 Telp: 0813 4124 2003 WA : 0852 3255 2003
Kepuasan & Kenyamanan Anda Prioritas Utama Kami
TUKANG
AHLI GIGI
EXPRESS
H. Sudirman H. Abd. Rahman
* Pasang Gigi Satu Set * Cuci Gigi (Scaling)
* Tambal Gigi Hitam Jadi Putih * Format Gigi & Ratakan * Gigi Rusak Tanpa Cabut Boleh Pasang * Sambung Gigi Patah
* Service Gigi/Lem Gigi * Tambal Gigi Leser
Jl. Tombolotutu No. 60 Kav.7
(Samping kanan Apotik DIFHAS dekat lampu merah) Kota Palu Buka CABANG
Jl. Sungai Lariang N0.40 Palu Barat
Contak Person
0852 4987 2786
(0451) 4768081
SULTENG RAYA - Guna
memastikan jalur distri-busi logistik bantuan so-sial (Bansos) dan relawan ke lokasi bencana alam gempa bumi di Sulawesi Barat (Sul-bar) aman, Direktorat Sa-mapta (Dit SaSa-mapta) Polda Sulteng melakukan patroli jarak jauh.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Di-dik Supranoto pada Ahad (17/1/2021) menyebutkan, ada tiga unit mobil patroli yang membawa 15 personel Dit Samapta Polda Sulteng yang dipimpin Aipda M. Yusuf dalam melaksanakan patroli hingga perbatasan Sulteng-Sulbar.
Bertolak dari Mako Dit Samapta Polda Sulteng di Poboya, Palu pada Sabtu (16/1/2021) Pukul 21.00 wita, tim patroli langsung menuju ke arah Donggala, Kecamatan Banawa Selatan hingga perbatasan Sulteng-Sulbar.
“Untuk memastikan jalur
PATROLI DI JALUR DONGGALA-PASANGKAYU
Polisi Pastikan Distribusi
Bansos ke Sulbar Aman
distribusi logistik bantuan kemanusiaan dan para re-lawan dari Palu menuju Mamuju aman, Ditsabhara Polda Sulteng melakukan patroli jarak jauh,” ucap Kabid Humas Polda
Sul-teng, Kombes Pol Didik Supranoto.
Kabid Humas mengata-kan, patroli dilaksanakan secara dialogis artinya setiap ada kerumunan di ping-gir Jalur Trans Sulawesi,
tim patroli singgah, diajak berdialog sambil memberi-kan pesan kamtibmas dan protokol kesehatan, apabila berpotensi ganggu keama-nan langsung dibubarkan.
“Patroli yang dilakukan
sampai perbatasan Sulteng-Sulbar di Pasangkayu itu, sekaligus untuk memasti-kan jalur untuk membawa bantuan logistik korban gempa Mamuju benar-benar aman,” jelasnya. */YAT
TIM PATROLI jarak jauh dari Direktorat Samapta Polda Sulteng yang dipimpin oleh Aipda M Yusuf saat memberikan arahan dan
im-bauan tentang Prokes Covid-19 dan imim-bauan kamtibmas di salah satu desa di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Sabtu (16/1/2021) dini hari. FOTO: DOK DIT SAMAPTA POLDA SULTENG
SULTENG RAYA -
Pas-angan suami istri (Pasutri) di Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, be-rinisial RM (45) dan SL alias S (38) diamankan aparat Polsek Toili, Sabtu (16/1/2021) malam.
“Mereka diamankan ka-rena terbukti menyimpan dan menjual miras jenis cap tikus,” kata Kapolsek Toili, AKP Candra.
Kapolsek mengatakan, penggerebekan di rumah pelaku berawal dari la-poran masyarakat yang menyebutkan bahwa pa-sutri itu sering menjual miras kepada warga.
“Dari informasi itu kita langsung menggerebek
rumah pelaku,” terang AKP Candra.
Di dalam rumah terse-but kata Kapolsek, polisi melakukan penggeleda-han dan berhasil mene-mukan puluhan liter mi-ras jenis cap tikus yang disimpan dalam sejumlah jeriken berbagai ukuran.
“Kita temukan di belak-ang rumah pelaku. Total-nya sekitar 40 liter miras cap tikus,” ujar mantan Kasat Narkoba Polres Banggai itu.
Pasutri ini kemudian digelandang ke Mapolsek Toili bersama barang buk-ti guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
*/MAN
JUAL MIRAS CAP TIKUS
Pasutri di Moilong
Ditangkap Polisi
ANGGOTA Polsek Toili saat mengamankan Pasutri beserta
ba-rang bukti miras cap tikus, Sabtu (16/1/2021). FOTO: DOK POLSEK TOILI
SULTENG RAYA - Seorang pria berinisial AR alias R (29) yang diduga sebagai bandar narkoba di Kabupaten Banggai, diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bang-gai, Kamis (14/1/2021) dini hari.
Pria tersebut diringkus petugas di kos-kosann-ya di Kelurahan Kompo, Kecamatan Luwuk Se-latan, sekira pukul 03.00 Wita tanpa perlawanan.
Kasat Narkoba Polres Banggai, Iptu Makmur di ruang kerjanya mengatakan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan laporan dari masy-arakat bahwa terdapat seorang pria yang akan melakukan penyalahgunaan peredaran narkoba di salah satu kos-kosan di Kelurahan Kompo, Kecamatan Luwuk Selatan.
"Pelaku kami tangkap ketika dia lagi duduk di depan kosan. Lalu petugas masuk ke dalam kosan tersebut untuk melakukan penggeleda-han," katanya.
Setelah digeledah kata Kasat, petugas mene-mukan barang bukti berupa kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu sebanyak 12 sachet dengan berat 12.32 gram beserta alat hisap sabu.
“Barang bukti ini ditemukan terpisah, dua paket di pembungkus rokok, sembilan paket di dalam lemari, satu paketnya di bawah tempat tidur," tuturnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan pengem-bangan dan penyelidikan asal barang haram milik pelaku. Tersangka sudah diamankan di Mapolres Banggai guna proses hukum lebih lanjut dan pengembangan. */MAN
Bandar Narkoba
Banggai Diringkus
Polisi
SULTENG RAYA -
Sebu-ah pesta pernikSebu-ahan yang digelar di Lapangan Kelu-rahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai dihentikan atau dibubarkan polisi, Sabtu (16/1/2021).
Kapolsek Luwuk, AKP Petrus A. Matasik menegas-kan, penghentian pesta per-nikahan itu sesuai dengan surat keputusan bersama terkait larangan melaksana-kan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19.
“Pesta pernikahan ini kita hentikan dan pihak keluarga tidak keberatan serta menerima,” kata AKP Petrus.
Pada hari yang sama juga,
kata AKP Petrus, pihak-nya mendatangi salah satu warga yang akan mengge-lar pesta pernikahan malam hari untuk tidak dilaksana-kan.
“Yang intinya tidak dibe-narkan kegiatan yang me-nimbulkan banyak orang,” tegas AKP Petrus.
AKP Petrus mengimbau, agar seluruh masyarakat agar tetap mematuhi proto-kol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti selalu me-makai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjahui kerumunan.
“Mari kita tetap patuh protokol kesehatan demi keselamatan diri dan orang lain,” imbau Kapolsek. */MAN
PANDEMI COVID-19
Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Luwuk
ANGGOTA Polsek Luwuk saat membubarkan pesta pernikahan di Luwuk, Sabtu (16/1/2021).
Dr. Ali Supriadi, MM
Wakil Rektor 2 Dr. Ir. Syaifuddin Nasrun MPWakil Rektor 3
warta pendidikan
SULTENG RAYA
SENIN, 18 JANUARI 2021
3
Rektor Untad, Prof Dr. Ir. Mahfudz M.P., dalam sambutannya mengapresiasi kunjungan menteri desa, karena menjadi menteri pertama yang berkunjung di Sulteng pada Awal tahun 2021, itu menjadi angin se-gar di awal tahun. Untuk mengembangkan program di daerah, dengan dukun-gan pemerintah pusat.
“Ini adalah awal yang baik, saya kira, kemampuan dan inovasi yang sangat luar biasa untuk membangun desa daerah tertinggal dan transmigrasi memang harus dimulai dari kampus, kita bisa menyampaikan hara-pan-harapan untuk kepen-tingan masyarakat Sulteng pada diskusi ini,” katanya.
Menurutnya, program SULTENG RAYA –
Ke-menterian Desa, Pemban-gunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) memiliki harapan untuk membangun desa dari
kam-pus melalui sinergi program kampus merdeka.
Menteri Desa PDTT, Dr. H. Abdul Halik Iskandar M.Pd., berpesan, dalam pelaksanaannya, kampus MENTERI Desa PDTT, Dr. H. Abdul Halik Iskandar M.Pd., saat menyampaikan sambutannya pada Kunjungan Kerjanya, di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Sabtu (16/1/2021). FOTO: JANE
LESTARI PARABAK
Implementasi Merdeka Belajar di Desa
Harus Kedepankan Karakteristiknya
diminta untuk mengede-pankan analisis karakte-ristik terhadap desa yang akan dijadikan pilot project pemberdayaan masyarakat melalui kampus merdeka.
“Desa memiliki karak-teristik, itulah UU desa memberikan ruang yang sangat luas terhadap keari-fan lokal, bener-benar men-jadi perhatian yang harus mendapatkan porsinya yang proporsional. Kita harus me-nelaah terlebih dahulu dari karakteristik, dan tentukan program pemberdayaannya seperti apa,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerjanya di Untad, Sabtu (16/1/2021).
Pada kesempatan itu juga, dirinya memaparkan soal program prioritas di tahun 2021, pihaknya akan mulai menghidupkan desa-desa adat di Indonesia untuk menjadi pilot project.
“Sehingga akar budaya yang terbangun itu, tergali kembali kemudian menjadi satu totalitas kehidupan di masyarakat, jika ini berjalan baik, meskipun desa lain bukan desa adat bisa men-gikuti, mereplikasi berbagai tradisi, hal itu juga baik un-tuk dikembangkan di desa lain di tempat lain tentunya dengan kesepakatan ber-sama dengan masyarakat dan menjadi tradisi baru,” katanya.
Hal itu juga kata Menteri, menjadi salah satu upayah mengembalikan berbagai karakteristik keindonesi-aan, yang tentu diakui atau tidak saat ini mengalami degradasi karena globali-sasi. menurutnya, jika akar budaya kuat, sekuat apapun ‘hembusan angin’ menimpa suatu desa, maka akan tetap bertahan pada marwahnya.
“Inilah harapan tertinggi kita terkait dalam pemban-gunan desa, yang selalu saya sampaikan jika dalam disku-si seperti ini,” ucapnya. JAN
REKTOR Untad Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P, bersama Menteri Desa PDTT, Dr. H. Abdul Halik Iskandar, M.Pd., saat membahas Imple-mentasi Program Merdeka Belajar untuk Desa, ImpleImple-mentasi Kerjasama Kementerian PDTT dengan Perguruan Tinggi dalam rangka mensukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Sabtu (16/1/2021). FOTO: JANE
LESTARI PARABAK
KUNJUNGAN KERJA KEMENDES PDTT DI UNTAD
Bahas Implementasi Program
Merdeka Belajar untuk Desa
SULTENG RAYA – Kementerian Desa,
Pem-bangunan Daerah Tertinggal dan
Transmi-grasi (PDTT) melakukan kunjungan kerja di
Universitas Tadulako (Untad), pada
kunjun-gan tersebut Menteri bersama pihak Untad
membahas dan berdiskusi untuk
mensuk-seskan program merdeka belajar, kampus
merdeka untuk desa, Sabtu (16/1/2021).
kampus merdeka yang di-korelasikan dengan Kemen-des PDTT sangat relevan mengingat masih banyak daerah tertingga di Sulteng, khususnya di pelosok-pelo-sok kabupaten.
“Dari sinilah peranan strategis kita, bagaimana kita bisa berkontribusi dan bekerja sama mensukseskan cita-cita luhur yang ada di kementerian ini. Kemudi-an, pelaksanaannya adalah bagaimana mahasiswa kita melakukan pemberdayaan di pedesaan apakah dalam bentuk KKN atau pember-dayaan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Desa PDTT, Dr. H. Abdul Halik Iskandar M.Pd., men-gungkapkan, tugas kemen-terian akan sangat terbantu dengan adanya sinergi ber-sama dengan perguruan
tinggi. Menurutnya, peker-jaan atau tugas membangun desa memang tidak bisa dilakukan sendirian, untuk itu peran kampus dalam pemberdayakan mahasis-wanya melalui program kampus merdeka ini sangat membantu
“Sangat mustahil dila-kukan sendiri, apalagi oleh sebuah kementerian. Se-bab, pertama, desa-desa itu adalah entitas terkecil dalam sistem pemerintahan yang di bangun atas basis negara, desa itu tidak di-bentuk, tetapi membentuk diri, kecuali setelah ada pemekaran, persemian, dire-gistrasi, tetapi pada awalnya desa itu membentuk, inilah yang menjadi alasan desa itu memiliki karakteristik yang spesifik, tentu basisnya adalah budaya,” katanya.JAN
Melalui lembaga itu, kelu-arga besar sivitas Unismuh Palu diharapkan dapat men-gisihkan sebagian rejekinya, baik berupa uang tunai, selimut, kebutuhan bayi (susu dan pokok), beras, mie, dan lain-lainnya un-tuk nantinya disalurkan ke masyarakat yang terdam-pak bencana gempa bumi. “Dikumpulkan di kampus, atau dijemput oleh tim yang ada, lalu diserahkan ke sau-dara kita yang terdampak di Sulbar,” sebut rektor. Ahad (17/1/2021).
Rektor berharap, bantu-an keluarga Sivitas Unis-muh itu nantinya dapat disalurkan bersamaan den-gan bantuan lainnya yang disalurkan oleh Muhamma-diyah Disaster Management Center (MDMC) Sulteng. Mengingat lembaga ini be-berapa hari terakhir terus memasok bantuan ke lokasi bencana di Sulbar.“Ini ke-dua kalinya sudah bantuan MDMC berangkat, selain hari pertama itu. Kita
ber-Rajindra
Peduli Sulbar, Unismuh Palu Galang Bantuan
SULTENG RAYA-
Sebagai bentuk
kepeduli-an atas musibah ykepeduli-ang menimpa masyarakat
Sulawesi Barat, Rektor Unismuh Palu, Dr.
Rajindra, SE., MM memerintahkan unit
ke-bencanaan yang dimiliki Unismuh Palu,
yak-ni Uyak-nit Kebencanaan Sintuvu bekerjasama
dengan sejumlah lembaga lainnya yang ada
di Unismuh Palu untuk melakukan respon
atas musibah di Bumi Manakarra itu.
tor, saat Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Donggala, dan Sigi tertimpa musibah 28 September 2018 silam, masyarakat Sulawesi Barat, termasuk yang pertama kali datang mengulurkan tangannya membantu masy-arakat Sulawesi Tengah. Saat ini kata rektor, mereka tengah dilanda musibah, tentu mereka juga sangat membutuhkan bantuan.
“Saya menyaksikan betul, di hari-hari awal musibah itu, bantuan dari Masya-rakat Sulbar yang perta-ma kali datang ke Kampus Unismuh, dan berposko di kampus untuk membantu para korban bencana,”sebut rektor.
“Sebagai orang yang me-miliki pengalaman perna dilanda musibah yang begi-tu hebat, sudah perna me-rasakan bagaimana kondisi ditengah musibah. Kini gi-liran kita membantu saudara kita yang tengah dilanda musibah,”sebut lagi.
Sebagai mana diketahui, Sulawesi Barat telah di-guncang gempa hebat, ber-turut-turut berawal dari hari Kamis (14/1/2021) pukul 13.35 Wita, dengan kekuatan magnitudo 5,9 SR, disusul gempa utama (mainshock) dengan magnitudo 6,2 SR, dini hari pukul 2.28 Wita, Jumat ( 15/1/2021), masy-arakat merasakan getaran hebat selama 5-7 detik.
Akibatnya terdapat empat wilayah terdampak ber-dasarkan peta sebaran popu-lasi di area III-VI MMI yaitu
Kabupaten Majene, Kabupa-ten Mamuju, KabupaKabupa-ten Mamasa, dan Kabupaten Polewali Mandar. Dari mu-sibah itu, sejumlah rumah warga, termasuk infrastruk-tur milik pemerintah rusak parah, serta menelan korban jiwa 46 orang, dan ratusan luka-luka.
Kepala Pusat Data In-formasi dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati mengumumkan korban te-was terbanyak tercatat bera-sal dari Kabupaten Mamuju, yakni 37 orang. Sembilan korban tewas lainnya bera-sal dari Kabupaten Majene. Untuk Majene, tercatat sebanyak 15 ribu warga mengungsi. Mereka disebar dalam 10 titik pengungsian yakni Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, dan Desa Petabean.
Lalu di Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lem-bang, Desa Limbua di Kec. Ulumanda dan Kec. Malun-da serta Kec. SenMalun-dana.
Sebanyak 826 orang terca-tat luka-luka akibat gempa, per Sabtu (16/1/2021) sore. Rinciannya, 12 orang men-galami luka berat, 200 orang dengan luka sedang, dan 425 orang luka ringan.
Kemudian, di Mamuju selain korban jiwa, juga dilaporkan 189 orang men-galami luka berat yang se-dang dirawat inap. Peme-rintah menyediakan 5 titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro. CNN/ENG
harap, dalam beberapa hari kedepan, bantuan Civitas Unismuh bisa diberangkat-kan bersama dengan bantu-an dari MDMC,” ujar rektor. Perlu diingat kata
rek-WARTA UMUM
4
SENIN, 18 JANUARI 2021
SULTENG RAYA
JENIS UNIT MERK TYPE NO POLISI/PLAT TAHUN
MOTOR 1HONDA NEW VARIO TECHNO 150 K1H02N14 2015 DN 3329 IA
MOTOR 2HONDA ABSOLUTE REVO 2011 DN 4621 VL
MOTOR 3HONDA BEAT F1 SW 2014 DN 2774 NP
MOTOR 4YAMAHA MIO SOUL 1 KP 2012 DN 3238 VU
DIJUAL
JENIS UNIT MERK TYPE NO POLISI/PLAT TAHUN
1HONDA NEW VARIO TECHNO 150 K1H02N14 2015 DN 3329 IA 2HONDA ABSOLUTE REVO 2011 DN 4621 VL 3HONDA BEAT F1 SW 2014 DN 2774 NP 4YAMAHA MIO SOUL 1 KP 2012 DN 3238 VU
JENIS UNIT MERK TYPE NO POLISI/PLAT TAHUN
1HONDA NEW VARIO TECHNO 150 K1H02N14 2015 DN 3329 IA 2HONDA ABSOLUTE REVO 2011 DN 4621 VL 3HONDA BEAT F1 SW 2014 DN 2774 NP 4YAMAHA MIO SOUL 1 KP 2012 DN 3238 VU
JENIS UNIT MERK TYPE NO POLISI/PLAT TAHUN
1HONDA NEW VARIO TECHNO 150 K1H02N14 2015 DN 3329 IA 2HONDA ABSOLUTE REVO 2011 DN 4621 VL 3HONDA BEAT F1 SW 2014 DN 2774 NP 4YAMAHA MIO SOUL 1 KP 2012 DN 3238 VU
JENIS UNIT MERK TYPE NO POLISI/PLAT TAHUN
2HONDA ABSOLUTE REVO 2011 DN 4621 VL 3HONDA BEAT F1 SW 2014 DN 2774 NP 4YAMAHA MIO SOUL 1 KP 2012 DN 3238 VU
No. Polisi : B 1146 TJQ Nama : EVA APRIANTI Alamat : JL. PAGELARANG RT7/1 SETU CIPA-YUNG JAKTIM Merk/Type : HONDA/CR-V 1.5 TC CVT CKO No. Rangka : MHRRW1840JJ801163 No. Mesin : L15BJ1019649 No. BPKB : O00506938
BPKB HILANG
No. Polisi : DN 3016 VI Nama : IR. ZAINAL ABIDIN. DP Merk/Type : HONDA/NC11B3C A/T No. Rangka : MH1JF5118AK557293 No. Mesin : JF5161560815 No. BPKB : H06937668S1BPKB HILANG
“Saya sebenarnya di Poso, tapi karena ada bencana di Sulbar dan Polda Sulteng ikut mengirimkan bantuan kemanusiaan, saya harus ke Palu,” kata Abd Rakhman Baso yang tak mengenakan pakaian dinas di sela-sela anggotanya sibuk menge-mas bantuan di mobil di Mapolda, Sabtu (16/1).
Sebanyak lima mobil truk penuh diisi dengan ba-rang-barang kebutuhan se-hari-hari dan perlengkapan lainnya. Mulai dari bahan makanan, beras, minyak
goring dan lainnya. Juga ada sarung, selimut, tenda terpal dan lainnya.
Tampak pula satu dos besar berisi masker. Masker itu diambil dari ruang kerja Kapolda.
Kelima mobil yang men-gangkut bantuan kemanusi-aan itu dilepas Irwasda Pol-da Sulteng, Kombes Afrian-di Afrian-disaksikan Kapolda. Juga hadir Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulteng, Rudy Wijaya.
R u d y s e b e l u m n y a menyerahkan bantuan
KETUA Perhimpunan Indonesia Tionghoa Sulteng, Rudy Wijaya (kiri) menyerahkan bantuan kepada Kapolda Sulteng Irjen Pol Abd Rakhman Baso (kanan) di halaman Mapolda, Sabtu (16/1/2021). Selanjutnya tim Polda akan mendistribusikan ke warga terdampak bencana di Sulbar. FOTO: TASMAN BANTO
Polda Sulteng Kirim 5
Truk Bantuan
Kemanusiaan ke Sulbar
SULTENG RAYA-
POLDA Sulawesi Tengah
juga mengirimkan bantuan kemanusiaan
logistik untuk korban gempa di Sulawesi
Barat. Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abd
Rak-hman Baso ikut mengawasi pengemasan
bantuan yang dimuat di mobil truk, Sabtu
(16/1/2021) pagi.
kasur, tenda terpal, air mi-num, dan beras. Bantuan itu akan diserahkan tim Polda Sulteng ke lokasi bencana di Sulbar.
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abd Rakhman Baso berha-rap bantuan kemanusiaan itu bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana.
”Kami turut berduka cita untuk korban gempa bumi di Sulawesi Barat. Semoga bantuan yang kami distri-busikan, bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana,” katanya.
Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo terjadi di Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) pukul 02.28 Wita. Akibat gempa, sedikitnya kini ditemukan 56 orang meninggal dunia tertim-pa reruntuhan bangunan. Gempa juga mengakibatkan ratusan orang terluka dan ri-buan orang mengungsi. TMG
SULTENG RAYA-Jalur
darat yang menghubungkan Kabupaten Majene dan Ka-bupaten Mamuju , Provon-si SulaweProvon-si Barat (Sulbar) kembali pulih dan dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (16/1/2021) sore. Sebelumnya jalur poros Majene-Mamuju dilaporkan lumpuh setelah tertimbun longsor di 3 titik akibat gempa bumi Sulbar dengan magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2020) dini hari.
"Alhamdulilah jalur Ma-jene-Mamuju fix A1 udah tembus," kata Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, Bam-bang Surya Putra dalam ke-terangan tertulisnya, Sabtu (16/1/2021).
Adapun jalur tersebut dapat kembali dibuka setelah Komandan Kodim (Dandim) 1401/Majene, Letkol Inf Yudi Rombe dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanud-din, menugaskan Batalyon
JALUR darat yang menghubungkan Kabupaten Majene dan Ka-bupaten Mamuju, Provonsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali pulih dan dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (16/1/2021) sore. FOTO:
Dok BNPB
Jalan Penghubung
Majene dan Mamuju
Kembali Bisa Dilewati
Zeni Tempur (Yonzipur) 8/ SMG untuk membuka akses menggunakan alat berat. Sementara itu, berdasarkan laporan terkini Pusdalops BNPB dari data yang diper-barui pada pukul 14.00 WIB, gempa bumi Sulbar telah menewaskan sedikitnya 46 jiwa.
Adapun rinciannya yang dihimpun dari Kabupaten Majene, sebanyak sembilan
orang meninggal dunia, 12 orang luka berat, kurang lebih 200 orang luka sedang, kurang lebih 425 orang luka ringan, serta 15.000 lainnya terpaksa mengungsi.
Kemudian, di Kabupaten Mamuju ada sebanyak 37 orang meninggal dunia, 189 luka dan terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.SDN
SULTENG RAYA-
Pu-sat Pelaporan dan Anali-sis Transaksi Keuangan ( PPATK ) sudah memblo-kir sebanyak 89 rekening yang berkaitan dengan Front Pembela Islam (FPI). Pemblokiran itu dilakukan PPATK sejak FPI resmi di-bubarkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).
"Sampai hari ini ada di angka 89 (rekening yang diblokir berkaitan FPI),"
ujar Kepala PPATK, Dian Ediana Rae saat dikonfir-masi MNC Portal Indonesia, Ahad (17/1/2021).
Saat ini, sebanyak 89 reke-ning yang berkaitan dengan FPI itu masih dianalisis dan diperiksa oleh PPATK. Dian Ediana memperkirakan ana-lisis dan pemeriksaan pu-luhan rekening itu rampung pada akhir Januari 2021 dan hasilnya akan langsung di-serahkan ke Polri.
"Mudah-mudahan
anali-PPATK Sudah Blokir 89 Rekening
Terkait FPI Sampai Hari Ini
SULTENG RAYA-Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjan-jikan bakal memberi dana stimulan bagi warga Sula-wesi Barat dengan rumah terdampak ataupun men-derita kerusakan lain akibat gempa bumi pada Jumat (15/1/202) dini hari lalu.
Kepala BNPB, Doni Mo-nardo menuturkan jumlah dana stimulan yang telah disepakati itu merupakan hasil usulan Pemerintah Sulbar ke Pemerintah Pusat melalui BNPB.
"Ini merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar kepada Pemerintah Pusat," kata Doni menegas-kan pernyataannya melalui keterangan resmi, Ahad (17/1/2020).
Adapun, kata Doni, be-saran dana stimulan yang akan diberikan mencapai Rp50 juta untuk rumah den-gan kategori rusak berat. Kemudian Rp25 juta untuk rumah yang mengalami ke-rusakan sedang, dan Rp10 juta untuk rumah yang men-galami kerusakan ringan.
Dia memastikan, kerusa-kan rumah akibat bencana alam gempa bumi tersebut akan menjadi tanggung jawab pemerintah.
Namun demikian, Doni belum menerangkan lebih lanjut mengenai mekanisme pemberian dana stimulan tersebut. Termasuk, kriteria korban-korban yang bakal menerima dana.
"Pemerintah pasti akan memberikan perhatian ke-pada masyarakat yang men-jadi korban, termasuk rum-ah yang rusak nanti menjadi
tanggung jawab BNPB ber- sis dan pemeriksaan akan
selesai akhir bulan. Hasil analisis dan pemeriksaan selanjutnya akan diserah-kan kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini kepo-lisian," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Ke-lompok Hubungan Masy-arakat PPATK, M Natsir Kongah membeberkan ala-san pihaknya menghentikan sementara transaksi dan
aktifi tas (pemblokiran) reke-ning FPI beserta afi liasinya.
Hal itu dikarenakan kewe-nangan PPATK yang diatur dalam Undang-undang No-mor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan, dan Pembe-rantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pence-gahan dan Pemberantasan
Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.
"Tindakan penghentian sementara transaksi dan aktivitas rekening FPI be-rikut afiliasinya tersebut, dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi analisis dan pemeriksaan laporan dan informasi transaksi keu-angan yang berindikasi tin-dak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana lain," ujar M Natsir Kongah dalam keterangannya, Sela-sa 5 Januari 2021.
Kata Natsir, penetapan penghentian seluruh akti-vitas atau kegiatan FPI se-bagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Menteri Komunikasi dan
Informati-ka RI, Jaksa Agung RI, Ke-pala Kepolisian Negara RI, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI merupakan ke-putusan yang perlu ditinda-klanjuti oleh PPATK sesuai dengan kewenangaannya.
"PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan memiliki beberapa kewenangan uta-ma, salah satunya adalah kewenangan untuk meminta Penyedia Jasa Keuangan (PJK), menghentikan semen-tara seluruh atau sebagian transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana sebagai-mana diatur dalam Pasal 44 ayat (1) huruf i UU TPPU," tuturnya.SDN
TIM SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). FOTO: ANT
Rumah Terdampak
Gempa Sulbar Akan Dapat
Dana Hingga 50 Juta
sama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten," tukas dia.
Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, hingga Sabtu (16/1) malam korban tewas akibat gempa bumi mencapai 56 orang. Rinci-annya, 47 oran g meninggal di Kabupate n Mamuju, sementara di Kabupaten Majene 9 orang.
Kemudian, BNPB juga mencatat terdapat 637 kor-ban luka-luka per di Ka-bupaten Mejene. Dengan rincian sebanyak 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan.
Di Kabupaten Mamuju, dilaporkan 189 orang di-rawat inap lantaran dalam kondisi luka berat.
Diketahui, gempa
ter-jadi secara berturut-turut dalam dua hari di Kabupa-ten Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) sekitar pukul 02.28 WITA.
Gempa bermagnitudo 5.9 tersebut terletak di titik koordinat 2.99 LS, 118,9 BT
dengan kedalaman 10KM, 4KM Barat Laut Majene- Sul-bar. Sehari setelah itu atau pada Sabtu (16/1), kembali terjadi gempa susulan sekira pukul 6.32 WIB dengan magnitude 5.0. Gempa dira-sa cukup kuat dan berlangs-ung sekitar 5-7 detik.CNN
Rencana program ini su-dah sangat baik, apalagi kalau itu benar terjalankan. Andai hal ini diumumkan dan Kartu Sulteng Sejehte-ra (KSS) dibagikan setelah paslon no. Urut 2 dilantik dan menjabat, maka pro dan kontra terhadap Kar-tu Sulteng Sejahtera (KSS) mungkin bisa dihindari. Solusi lainnya adalah kar-tu tersebut dapat dimiliki oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah tanpa harus terikat oleh pilihan, ia ada dipihak pendukung no. Urut 2 atau pendukung nomor urut lain.
Jika ini benar terlaksana, maka kesejahteraan benar bisa dirasakan oleh siapa saja. Mengingat persoalan menyejahterakan yang terus berantai hingga saat ini dan masih belum bisa ditemukan solusi yang efektif. Semoga dengan adanya Kartu Sul-teng Sejahtera (KSS) bisa menjadi solusi bagi masy-arakat ekonomi menengah ke bawah dengan memper-hatikan syarat-syarat dan kategori penerima kartu ini tanpa terikat oleh pili-han dan dibagikan secara merata. Agar penduduk Sulawesi Tengah benar di-sejahterakan tidak sekadar “katanya”.***
Penulis adalah Mahasis-wa KPI IAIN Palu
(KSS) oleh tim sukses paslon no. urut 2 yang tidak merata. Saya menyarankan untuk komplain melalui media sosial saja, biasanya lebih banyak yang menanggapi dan efektif.
“Saya takut nanti malah menjadi bulan-bulanan para pendukung paslon no. 2 apalagi kalau mereka ada banyak,” katanya. Rupanya ia paham dengan netizen Sulteng, ‘ ada persoalan kecil akan tersebar menjadi besar’. Saking antusiasnya masyarakat Sulteng dalam medsos.
Di perjalanan sejenak saya berpikir “andai masya-rakat sulteng seantusias saat
PADA
tanggal 4 Desember 2020, saya
be-rangkat ke TPS terdekat di daerah saya
ting-gal, salah satu Desa di Kab. Parigi Moutong,
untuk melakukan pemilihan serentak
Sesula-wesi Tengah.
OPINI
SENIN, 18 JANUARI 2021
5
SULTENG RAYA
EMERINTAH optimistis pertumbuhan
ekonomi akan rebound tahun ini, meski masih tetap dihantui pandemi Corona-virus Disease 2019 (Covid-19). Hampir semua negara, tidak terkecuali Indone-sia, masih berjuang memotong rantai persebaran Covid-19 sebagai faktor penyebab utama ketidak-pastian alias “hantu” pemulihan ekonomi tahun ini. Wabah yang mulai menyebar awal 2020 dari Wuhan, China, itu telah membuat perekonomian dunia terkontraksi. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, sudah mulai bisa menekan dampak pandemi itu sehingga perekonomiannya sudah menunjukkan kecenderungan pembalikan menuju zona positif.
Walau demikian, Menteri Keuangan (Men-keu) Sri Mulyani Indrawati tetap mewanti-wanti bahwa membalikkan kinerja ekonomi pada zona positif tahun ini adalah sebuah tantangan besar. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu ber-harap vaksin Covid-19 yang sedang dipersiapkan awal tahun ini bisa menjadi salah satu kunci pe-mulihan ekonomi. Selain vaksin, sejumlah strategi pemulihan ekonomi tinggal dilaksanakan. Untuk sisi moneter dan keuangan pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya peme-rintah menaruh harapan besar pada implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sebagai bagian dari instrumen pemulihan ekonomi. Karena itu, pemerintah mematok target pertumbuhan ekono-mi di level 4% hingga 5% untuk tahun ini.
Pihak bank sentral juga meyakini pemulihan ekonomi tahun ini bakal lebih baik sehingga berani memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada level 4,8% hingga 5,8%. Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi BI yang lebih tinggi dari target yang dipatok pemerintah didasarkan pada tiga indikator utama. Pertama, sumber produk domestik bruto (PDB) kembali membaik. Di antaranya, kinerja ekspor membaik seiring pertumbuhan global. Pihak BI mempre-diksi PDB global akan berada di level 5%. Lalu ekonomi mitra dagang utama Indonesia, China dan Amerika Serikat (AS), diprediksi akan ber-tumbuh masing-masing 7,8% dan 4,3% tahun ini. Didukung oleh investasi seiring berlakunya UU Cipta Kerja, sektor konsumsi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi juga dipercaya terus mem-baik.
Indikator kedua, pelaksanaan vaksinasi diyakini mengembalikan mobilitas manusia sehingga akti-vitas ekonomi berangsur pulih. Meminjam istilah Gubernur BI Perry Warjiyo, vaksinasi adalah prasyarat dalam mendukung pemulihan ekono-mi dan bank sentral turut berpartisipasi dalam pembiayaan vaksinasi. Indikator ketiga, sinergi kebijakan antara pemerintah, BI, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan, dan dunia usaha. Ketiga indikator tersebut—sumber PDB, vaksinasi, sinergi kebijakan nasional–dan didu-kung upaya maksimal dalam menjaga stabilitas makroekonomi diyakini kinerja pertumbuhan eko-nomi berangsur pulih.
Sementara itu, dana yang disiapkan untuk pe-mulihan ekonomi nasional (PEN) pada tahun ini dinaikkan menjadi Rp403,9 triliun dari sebelum-nya Rp372,3 triliun dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 tak kunjung surut. Rincian anggaran PEN meliputi kluster kesehatan sebesar Rp25,4 triliun. Angka tersebut masih bisa berubah menyusul kebijakan pemerintah yang menggratiskan vaksinasi untuk masyarakat. Selanjutnya dana perlindungan sosial Rp110,2 triliun.
Lalu, anggaran sektoral kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah mengalami peningkatan menjadi Rp184,2 triliun dari sebe-lumnya Rp136,7 triliun. Anggaran dukungan UMKM Rp63,7 triliun dan anggaran insentif usaha Rp20,26 triliun. Adapun realisasi anggaran PEN mencapai Rp579,78 triliun atau 83,4% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun tahun lalu.
Meski pemerintah menaruh harapan besar per-tumbuhan ekonomi tahun ini jauh lebih baik dari 2020, bahkan mendekati angka pertumbuhan dua tahun lalu, sejumlah lembaga internasional justru memberi prediksi pertumbuhan ekonomi jauh di bawah target pemerintah, tetapi keluar dari zona merah alias minus.
Jadi, pemerintah tetap harus mengeluarkan tenaga ekstrakeras untuk merealisasikan pertum-buhan ekonomi yang sudah dipatok hingga 5% tahun ini. Semua stakeholder harus bergerak ber-sama, seirama dalam menggelindingkan roda per-tumbuhan ekonomi nasional. Ini sebuah pekerjaan rumah yang amat berat dan sangat bergantung pada penanganan pandemi Covid-19 yang bisa meminimalkan kasus masyarakat yang terinfeksi virus mematikan itu.***
P
PENERBIT:
PT. Trimedia Sulteng Mandiri
No. Rek. Bank Sulteng, An. PT. Trimedia Sulteng Mandiri
Acc. 0010107770011 Rek. Bank Mandiri, No. 151-00-1205223-6
An. PT. TRIMEDIA SULTENG MANDIRI
PERWAKILAN JAKARTA: Jl. Tebet Timur IV F No. 6 Jakarta Selatan
(Ahmad Averus Toana, Sudarsono, Syafi i, Agung Ramadhan)
PERCETAKAN: TRIMEDIA GROUP
(Isi di luar tanggung jawab percetakan)
WARTAWAN HARIAN
SULTENG RAYA
, DIBEKALI KARTU PERS/SURAT TUGAS DAN NAMANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSIPENDIRI/PIMPINAN UMUM: Tri Putra Toana. DEWAN MANAJEMEN TRIMEDIA : Tri Putra Toana, Temu Sutrisno, Mahmud Matangara.
PIMPINAN PERUSAHAAN: Suyanto. PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: Irwan.
REDAKTUR: Amiluddin, Andi Nurhidayat, Hangga Nugracha. STAF REDAKSI: Irwan, Andi Hidayat, Amiludin, Hangga Nugracha, Rafi q, Rahmat Kuniawan, Nindhya Shinta Dewi, Jane Lestari Parabak, Ruth Damayanti. SEKRETARIS REDAKSI: Rahmawati. LITBANG: A. Madukelleng.
BIRO DONGGALA: Wahid Agus, Andika Pratama, Situr Wijaya. BIRO SIGI: Feri Fadli. BIRO PARMOUT: Aslan Laeho. BIRO TOUNA: Budi. BIRO POSO: Syamsuyadi. BIRO BALUT: Subianto. BIRO MOROWALI: Bambang Sumantri. BIRO MOROWALI UTARA: Ivan Tagora. BIRO TOLITOLI: Rustam.
BIRO BANGKEP: Pariaman Tambunan (Kepala Biro) Rizal Saenong (Pemasaran). BIRO BANGGAI: Pariaman T.
DESIGN & ARTISTIC: Azwar Anas (Manajer), Feryanto, Wiwis. PEMASARAN/SIRKULASI: Wanto, Zainuddin Ladoe. PERIKLANAN: Helmy Jatmika (Manajer), Ruth. KEUANGAN: Ratmin. EMAIL: [email protected] TARIF IKLAN: Warna (FC) Rp. 45.000/mmk. Hitam Putih (BW) Rp.30.000/mmk.
ALAMAT REDAKSI: Jl. Rusa No. 36 TLP: 0451 4012 445 ALAMAT PERCETAKAN: Jl. Rusa No.36 Palu.
Sejahtera “katanya”
menggunakan medsos apa bila ada keganjalan, diskri-minasi, bahkan ketidak adi-lan, ditanggapi seramai itu, maka persoalan dalam kehi-dupan bersosial akan lebih muda teratasi.” Begitu juga dengan persoalan ketidak merataan pembagian Kartu Sulteng Sejahtera (KSS) ini dapat sama-sama dikom-plain masyarakat yang me-menuhi kategori layak dapat yang tidak kebagian. Saya bertanya kepada salah satu kenalan di kota palu, “syarat untuk mendapatkan Kartu Sulteng Sejahtera adalah cukup menjadi pendukung paslon no. urut 2 dan mem-perlihatkan KTP atau Kartu Keluarga”.
Katanya sejahtera, kok harus ada syarat sebagai pendukung untuk dapat kartu itu? Bagaimna jika andai ada kelompok masy-arakat ekonomi menen-gah kebawah kontra ter-hadap paslon no. Urut 2 apakah mereka tidak layak mendapatkan Kartu Sulteng Sejahtera (KSS) sebab tidak memenuhi syarat? Dari ana-lisa pribadi terhadap kata dan maksud yang dikatakan teman saya seperti inilah ha-silnya. Semoga masyarakat Sulawesi Tengah tetap bisa disejahterakan tanpa men-genal ras, golongan, kelas, atau bahkan sekadar beda dukungan.
Muh Ali
i TPS rupanya penerapan pro-tokol kesehatan juga terjaga ke-tat walau seba-gian masih ada yang tidak
mengindahkannya. Dise-la-sela antrian saya mengo-brol dengan seorang warga yang hendak memilih. Ia sedikit kecewa soal pemba-gian Kartu Sulteng Sejahtera
D
Ekonomi
Nasional Berputar,
tapi Pelan
LAGU
yang diciptakan oleh musisi terkenal
di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan
Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah
dan memiliki makna yang dalam. Lagu ini
keluar pada tahun 2004 dalam album
“Senya-wa” milik mendiang Almarhum Chrisye ini
menceritakan seberapa besar seorang hamba
menyembah dengan tulus dan ikhlas kepada
tuhannya sebagai bentuk berserah diri dalam
seluruh jiwa dan raga yang dimiliki.
E S A N y a n g d i s a m p a i k a n dari lagu ini di-munculkan dari lirik yang terkan-dung di dalamnya. Lirik yang dibuat dirangkai se-makna dan seindah mung-kin ini seolah mengajak pendengar untuk meren-ungkan sejenak makna dan tujuan mereka selama hidup di dunia. Syair yang dirang-kai ini berorientasi den-gan kalimat-kalimat yang mempertanyakan sehingga mengajak para pendengar untuk merenungkan arti dari segala kehidupan ini dengan nada yang melow seakan lagu ini merasuki jiwa bagi pendengarnya.
Kata demi kata yang tersusun menjadi sebuah lirik ini terinsipirasi dari doa cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Robiah Al-Adawiyah, doa tersebut berbunyi “Ya Allah, jika aku menyembahMu Kare-na takut neraka, bakarlah aku di dalamnya…Dan jika aku menyembahMu Karena mengharap surga, campak-kanlah aku darinya… Teta-pi, jika aku menyembahMu Demi Engkau semata, Jan-ganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu Yang abadi pada-ku”. Doa yang ia panjatkan itu berisi curahan hati ia dari lubuk hati terdalam bahwa ia menyembah-Nya dengan tulus dan tidak mengharap-kan imbalan yang didapat yang ia inginkan hanyalah kasih sayang dari Tuhan
Seluruh Alam.
Doa tersebut tertuang dalam lirik lagu “Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada” memberi tamparan keras kepada para pen-dengar bahwa jika bila apa yang dilakukan sepanjang hidup ini dilakukan hanya dilandasi rasa takut kepada neraka dan hanya inginkan surga maka celakalah orang tersebut. QS al- An’am ayat 162, Nabi Muhammad SAW berkata, “Katakanlah ses-ungguhnya shalatku, iba-dahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam.”
Sebagaimana perkataan Rasulullah merupakan se-buah janji hidup bahwa segala yang ia lakukan ia-lah murni ketaatan kepada Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita, apakah mua yang dilakukan se-mata-mata hanya untuk memenuhi kewajiban dari Tuhan dan menghindari larangan karena takut siks-aan dan bagaimana den-gan hubunden-gan kita denden-gan Tuhan, apa hanya sebatas tindakan yang dilakukan secara paksaan? Atau hanya karena kita mengikuti ajaran agama yang dianut turun menurun? Semua jawaban itu hanya kita yang tahu dan hanya kita sajalah yang dapat menjawab pertanyaan tersebut karena semuanya kembali ke hati masing-ma-sing setiap manusia.
Sebagaimana banyak para tokoh agama berkata apakah beribadah yang kita
laku-P
Arthur Calvin
kan untuk menjauhi neraka adalah ibadah para budak karena takut dengan siks-aan yang didapat dan iba-dah yang dilakukan untuk menginginkan surga adalah ibadah para pedagang ka-rena dari apa yang telah dilakukan harus mendapat-kan ganjaran yang imbas. Apakah kita termasuk dari salah satu ataupun malah keduanya?
Ibadah yang benar ialah ibadah yang tulus mengha-rap ridho-Nya karena semua yang dilakukan berdasarkan niat bahwa kita mencin-tai-Nya melebihi cinta kita yang ada di seluruh alam semesta. Rasa cinta inilah seharusnya dijadikan salah satu landasan kita dalam ibadah menyembah kepa-da-Nya.
Syair lagu ini juga memuat jika kedua tempat akhir ke-hidupan yang dijanjikan ti-dak pernah ada, apa diri kita
Memaknai Syair Lagu
Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada
masih tetap bersujud dan menyebut nama-nya dengan sepenuh hati karena tidak ada imbalan yang diganjar dari setiap perbuatan yang dilakukan.
Apa kita masih sudi menyembah kepadanya atau kita malah bebas un-tuk melakukan hal yang kita senangi? Bila memang hamba sahaja yang benar pasti mereka akan tetap ikhlas sujud dan menyebut nama-Nya hingga ajal men-jemput karena itulah yang dinamakan tingkat berserah diri yang begitu tinggi di dalam hati seorang hamba yang bersahaja.
Lagu ini merupakan se-buah karya lagu yang di-ciptakan oleh Ahmad Dhani dan dinyanyikan Almarhum Chrisye untuk memberikan peringatan kepada masyara-kat tentang hubungan anta-ra manusia dengan Tuhan. Hubungan yang terjadi itu
semestinya dilandasi den-gan rasa ikhlas dan cinta kepada Tuhan seperti pesan
salah satu tokoh sufi yaitu
Yahya bin Mu’adz yang berpesan ”Cinta seberat biji sawi lebih kusukai daripada ibadah selama tujuh puluh tahun tanpa disertai cinta.”
Arti dari pesan yang disampaikan beliau ialah Tuhan lebih menyukai se-orang hamba yang mela-kukan ibadah berdasarkan rasa cinta kepada Tuhan daripada seorang hamba yang melakukan ibadah yang didasarkan pamrih. Dialah yang pantas dipuja dan disembah, maka dari itu apa kalian ikhlas untuk selalu memuja dan menyem-bah-Nya dengan hati yang ikhlas dan tulus?.***(Sumber: Geotimes)
Penulis adalah Mahasis-wa Universitas Pemban-gunan Jaya
SENIN, 18 JANUARI 2021
6
warta sulteng
SULTENG RAYA
"Patroli dilaksanakan oleh Ditsamapta Polda Sulteng, Sabtu (16/1) malam, den-gan rute dari Kota Palu menuju perbatasan Provinsi Sulawesi Barat," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kom-bes Pol. Didik Supranoto di Palu, Ahad (17/1/2021).
Ia mengatakan bahwa pe-laksanaan patroli jarak jauh tersebut untuk memberi rasa aman kepada masyarakat dan sukarelawan dari Kota Palu yang akan menuju Ka-bupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
"Hal ini untuk memasti-MOBIL patroli Ditsamapta Polda Sulteng yang melaksanakan pa-troli mulai dari Kota Palu, Sulawesi Tengah sampai perbatasan Provinsi Sulteng-Sulbar, Ahad (17/1/2021). FOTO:
ANT/HO-HU-MAS POLDA SULTENG
ANTISIPASI PENJARAHAN BANTUAN
Polisi Patroli Perbatasan Sulteng-Sulbar
SULTENG RAYA –
Polda Sulawesi Tengah
(Sulteng) mengelar patroli mulai dari Kota
Palu sampai perbatasan Provinsi Sulawesi
Barat (Sulbar) guna mengantisipasi
terja-dinya aksi penjarahan bantuan sosial untuk
korban bencana.
kan jalur distribusi logistik bantuan kemanusiaan dan para sukarelawan dari Palu menuju Kabupaten Mamuju aman,” katanya menegas-kan. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan patroli secara dialogis, artinya setiap ada kerumunan di pinggir Jalan Trans-Sulawesi, personel pa-troli berhenti, kemudian ber-dialog sambil memberikan
pesan kamtibmas dan pesan menaati protokol kesehatan.
"Apabila berpotensi gang-gu keamanan, langsung dibubarkan," katanya.
Pada hari Minggu pukul 01.00 Wita, kata Kombes Pol. Didik Supranoto, per-sonel tiba di perbatasan Provinsi Sulteng dan Sul-bar menyambangi yang melaksanakan tugas di pos
dapur umum Pasang Kayu, Bundaran Mesjid Agung Pa-sang Kayu, kemudian pada pukul 03.36 Wita kembali ke Mako Ditsamapta Polda Sulteng.
Didik Supranoto mengata-kan bahwa Polda Sulteng membantu penanganan ben-cana alam gempa bumi yang terjadi di Majene, Mamuju, Sulbar, dengan
mengirim-kan ratusan personelnya. Selain itu, mengirim tena-ga medis tim SAR bersa-ma peralatan pendukung, mengirim bantuan logistik, bahan makan, dan bantuan lainnya.
Ia mengatakan bahwa bantuan-bantuan tersebut merupakan bentuk kepedu-lian Polri, khususnya Polda Sulteng bersama jajaran,
ter-hadap para korban bencana di Sulawesi Barat.
Sebelumnya, pada Jumat (15/1) dini hari terjadi gem-pa dengan magnitudo 6,2 di wilayah Kabupaten Majene, Mamuju, Sulawesi Barat, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasili-tas umum, dan bangunan pemerintah maupun milik warga. ANT
SULTENG RAYA - Satu-an Reserse Kriminal (Satres-krim) Polres Banggai melim-pahkan tersangka dan ba-rang bukti kasus pungutan liar (Pungli) oknum Kepala Desa (Kades) Eteng, Keca-matan Masama, Kabupaten Banggai ke Kejaksaan Ne-geri (Kejari) Banggai, Jumat (15/1/2021).
Kasus pungli dengan tersangka berinisial BOU (44) ini dilimpahkan setelah penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banggai menyatakan berkas perkara tersebut lengkap atau P21.
Kapolres Banggai, AKBP Satria Adrie Vibrianto melal-ui Kasat Reskrim AKP Pino Ari mengatakan, oknum Kades Eteng ini ditetapkan tersangka atas kasus dugaan pungli dalam penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) serta Surat Peryataan Tanda Batas.
“Dan setelah dilakukan penyidikan dan cukup buk-ti, pada 13 Juni 2019 BOU ini kita ditetapkan sebagai
TERSANGKA oknum Kades Eteng inisial BOU saat dilimpahkan ke Kejari Banggai, Jumat (15/1/2021). FOTO: DOK SATRESKRIM
POLRES BANGGAI
Kasus Pungli Oknum Kades Eteng Dilimpahkan
tersangka,” sebut AKP Pino Ary.
Perwira tiga balak ini menjelaskan, kasus ini ter-jadi pada bulan September 2018 lalu. Dimana saat itu tersangka melakukan pun-gutan biaya penerbitan SKT serta Surat Peryataan Tanda Batas.
“Biaya pengurusan ber-variasi yaitu sebesar Rp.
50 ribu hingga Rp. 200 ribu per orang tergantung jenis dan luas tanahnya,” sebut AKP Pino.
Atas perbuatannya, kata AKP Pino, tersangka di-kenakan Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No-mor 31 Tahun 1999 Tentang
Pemberantasan Tindak Pi-dana Korupsi dengan an-caman hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.
“Serta pidana denda pa-ling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp. 1 Miliar,” tegas AKP Pino Ary.
AKP Pino berharap, kasus ini bisa menjadi peringatan
kepada para kepala desa di Kabupaten Banggai agar tidak melakukan hal serupa dalam penerbitan SKT ser-ta Surat Peryaser-taan Tanda Batas.
“Semoga ini juga bisa menjadi peringatan buat para Kepala Desa lainnya agar kasus ini tidak terjadi kembali,” harap AKP Pino. */MAN
SULTENG RAYA - Apa-rat Polsek Pagimana me-nangkap seorang pria beri-nisial KL (38) warga Keca-matan Luwuk Utara, karena membawa minuman keras (miras) jenis cap tikus yang akan diedarkan ke wilayah kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Kamis (14/1/2021) dini hari.
“Miras sebanyak 40 liter ini diangkut menggunakan mobil dengan tujuan Luw-uk,” kata Kapolsek Pagima-na, AKP Syukri Larau.
Dikatakannya, saat itu pihaknya sedang melaku-kan patroli dan KRYD di Jalan Trans Sulawesi, Desa Taloyon, Kecamatan Pagi-mana, dengan sasaran miras, narkoba dan barang-barang berbahaya lainnya.
“Barang bukti miras cap tikus dua jeriken ukuran 20 liter, bersama pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Pagimana untuk dilakukan penyelidikan,” tegasnya.
Terpisah, Kapolres Bang-gai AKBP Satria Adrie Vi-brianto di ruang kerjanya menegaskan, pihaknya harus berperang terhadap peredaran minuman beral-kohol tanpa izin di wilayah Kabupaten Banggai. Sebab minuman haram ini juga bisa menjadi pintu awal ter-jadinya tindak kriminilatas atau tindak kejahatan lain.
APARAT Polsek Pagimana saat mengamankan warga Luwuk yang mengangkut miras cap tikus yang akan diedarkan di kota Luwuk, Ka-mis (14/1/2021) dini hari. FOTO: DOK POLSEK PAGIMANA
Polsek Pagimana Tangkap
Warga Pembawa Cap Tikus
“Setelah mengkonsumsi minuman keras, seseorang dalam kondisi tidak se-penuhnya nalar. Dari kon-disi ini orang tersebut bisa tergerak untuk melakukan tindak kejahatan lain seperti pencurian atau kejahatan lainnya,” terang Kapolres.
Kapolres berharap, se-luruh lapisan masyarakat
dapat aktif berperan serta dalam memberantas pereda-ran miras demi terciptanya kondusifitas kamtibmas.
“Semua warga memiliki peran penting dalam pem-berantasan miras. Laporkan ke pihak kepolisian jika mengetahui adanya pere-daran minuman haram itu,” tegasnya. */MAN
APARAT Polsek Luwuk saat mengamankan penjual miras cap tikus beserta puluhan kantong isi cap tikus, Rabu (13/1/2021). FOTO: DOK POLSEK LUWUK
SULTENG RAYA - Aparat Polsek Luwuk me-razia minuman keras (miras) dengan menyasar rumah maupun kios-kios yang diduga menjual minuman beralkohol, Rabu (13/1/2021) malam sekira pukul 22.45 wita.
Kapolsek Luwuk, AKP Petrus A. Matasik mengatakan, dari hasil razia tersebut petugas menyita puluhan kantong minuman keras jenis cap tikus di salah satu rumah milik warga bersinisial MR (41), di kompleks Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk.
“Kami mendapatkan informasi dari masyara-kat bahwa di rumah warga itu sering menjual miras jenis cap tikus,” katanya.
Hasil penggeledahan petugas dari rumah
pelaku kata Kapolsek, polisi berhasil menemu-kan 67 menemu-kantong miras cap tikus di bagian dapur yang disembunyikan dalam gabus ikan.
“Seluruh barang bukti miras bersama pelaku langsung di amankan ke Mapolsek Luwuk un-tuk dimintai keterangan lebih lanjut,” terang-nya.
Pihaknya akan terus berupaya memberantas peredaran minuman haram tersebut karena sudah sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu kondusifitas kamtibmas.
“Miras merupakan pemicu utama terjadinya tindak kriminilatas atau tindak kejahatan lain, jadi pemberantasan miras ini akan terus digen-carkan,” tegasnya. */MAN
Polsek Luwuk Tangkap Penjual Cap Tikus
SULTENG RAYA - Bupa-ti Buol Provinsi Sulawesi Tengah, Amirudin Rauf menjadikan Masjid Agung kabupaten sebagai pusat kajian Islam, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama tersebut.
"Masjid ini harus menjadi pusat kajian Islam di daerah. Dari tempat ini, kita akan mulai dan rutin mengkaji ajaran Islam di daerah," ucap Bupati Buol Amirudin Rauf, di Buol, Sabtu (16/1/2021).
Amirudin menyebut Masjid Agung Buol tidak ha-nya menjadi tempat ibadah/ shalat semata bagi umat Islam di daerah tersebut.
"Jadi selain sebagai tempat beribadah, Masjid Agung Buol akan menjadi pusat pendalaman ilmu Islam di daerah," kata Amirudin.
Bupati mengemukakan dengan membiasakan dan mengaktifkan kegiatan pengkajian tentang Islam, maka masjid tersebut akan berdampak terhadap pem-bangunan peradaban ma-nusia.
Hal ini tidak sekedar un-tuk peningkatan pemaha-man semata, tetapi bisa men-dongkrak upaya pemerintah dalam hal mewujudkan keamanan dan ketertiban
MASJID Agung Buol Provinsi Sulawesi Tengah. FOTO: ANTARA/
HO-IQBAL
Bupati Jadikan Masjid Agung
Buol Pusat Kajian Islam
di masyarakat, karena le-wat kajian Islam akan lahir pemahaman yang huma-nis dan moderat, sehingga terbentuk wawasan untuk menghargai dan menjun-jung tinggi nilai-nilai
per-bedaan yang ada di masy-arakat.
"Saya inginkan, kita jaga bersama keagungan masjid ini. Karena masjid ini adalah milik kita bersama. Mari kita bangun peradaban
daer-ah kita saldaer-ah satunya dari masjid ini," imbuh Bupati.
Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Masjid Agung Buol menjadi suatu kebangga tersendiri bagi masyarakat, khususnya umat Islam di Kabupaten Buol.
"Kita harus bangga atas berdirinya Masjid Agung Buol ini. Kebanggan kita harus sejalan dengan keme-gahan gedung ini. Tetapi kita ingin bangunan nan megah ini, akan menjadi simbol bahwa Kabupaten Buol adalah daerah yang mengedepankan nilai-nilai religius," ujarnya.
Masjid Raya Buol telah diresmikan oleh Bupati Amirudin Rauf, pada Jumat (15/1). Masjid yang diban-gun di atas lahan seluas kurang lebih empat hektare memiliki luas bangunan 3.888 meter persegi.
Dengan luas tersebut, ti-dak heran bila anggaran yang dialokasi oleh Pemda Buol untuk pembangunan Masjid Agung Buol terbi-lang besar karena mencapai kurang lebih sekitar Rp62 miliar lebih.
Dengan luas tersebut, Masjid Agung Buol bisa menampung jamaah seba-nyak 2.500 orang. ANT