• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Barat"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

!

!

!" " # $ # " $ # " % # # # " " $ # & ' # $ # $ # # " $ & ' # ( ) # " # *+&,&-. # " $/ 0 - # " $ # " % # # # " " ) " ( " # $ 1 $ # & ' ! # ) # " " # $ $ # - # " ) " ( # ) # " # $ 1 $ # # " $ & ' # " $ # $ 0 $ 2 $ & ' # " 1 $ # ( # 1 # # * - $ " # $ # # # " $ ) 0 " $ # " % # # # " " #

(2)

PENDAHULUAN " $ # $ # # # 1 # % " & $ % # # $ $ 2 3 ' * 23'- $ " + % # 23' % # # # " % $ $ $ 4 $ 23' # $ " $ $ & # " $ # # # " $ $ % $ # " " (" ( % $ $ $ " $ % # " " & ' # " $ % $ $ " 1 $ # " $ & '

dalam kurun waktu 12 tahun terakhir memang terus mengalami fluktuasi. Pertumbuhan PDRB Sumatera Barat terendah terjadi pada tahun 2000 yaitu 3,44 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2008 yakni mencapai 6,36 persen. Terjadinya peningkatan pertumbuhan pada tahun ini

1 (1 % # $ %

Begitu pula dengan perkembangan $ #

# " " % " 1 1 / # # & ' ) # 5 6 77 % # $ # # $ " 8 # " 9 5 589 % # $ " # $ 7 % ) # 9 :5 # + % # " # $ 1 (1 % # $ % # $ " # " $ % " " # # " $ 7 9: # 7 : # $ #

(3)

" % # # # " " # # " $ $ " % 4 $ # $ # $ # " $ # " % # # # " " $ # & ' & # $ # $ # # " $ & ' ( % $ & / &/ # " $ # # % 1 (1 # 3 " & / *! 1 -# " $ # " 0 ; < 1 * , =================== * -> # " $/ # $ # 1 # ( # % # # % $ 1 * - 1 *,- > # $ 1 (1 % % " " % # # % # # " # $ # # % % " # $ # # # " $ 2 " 1 (1 % # $ # " $ $ % * / - " $/ * # $ $ # # # " * -% " # # " $ # $ / # # # $ % ? <

C

@ );============= * -2

C

$ $ # # $ ) $ ) A ) B

(4)

? $ ; $ # #

Konsumsi ditentukan oleh pendapatan disposibel, Dimana semakin tinggi tingkat pendapatan disposibel, semakin besar konsumsi dan kecenderungan mengkonsumsi rata-rata (average propensity to consume) turun ketika pendapatan naik. Untuk itu dapat dibuat suatu model persamaan yang menyatakan bahwa konsumsi dipengaruhi oleh pendapatan disposibel. Dengan model persamaan sebagai berikut :

Ct = f (Ydt ) ……….(4)

Persamaan di atas menyatakan bahwa konsumsi merupakan fungsi dari Yd, Dimana Yd didefenisikan sebagai pendapatan pada periode tertentu dan pada periode sebelumnya.

Kemudian dapat dijelaskan bahwa konsumsi dapat diprediksi dari konsumsi pada periode sebelumnya sesuai dengan perubahan pendapatan baik yang dapat diprediksi maupun konsumsi yang lemah bereaksi terhadap perubahan pendapatan. Untuk itu dapat dibuat suatu model persamaan yang menyatakan bahwa konsumsi dipengaruhi oleh konsumsi periode sebelumnya.

Ct = f (Ct-1) ………(5) + $ % # $ $ " & # % $ " $/ # % $ " % " " # " # # % " & " # $ # % " & " " # $ % " $ ) % " & " % $ " $ % " $ % " " % $ " " # % $ % " 2 " % # % *& -' # " # $ " $/ $ " 0

(5)

9 ? < 1 * - ====================*8-$ $ " " " " # # # " C # # " " $ # " $ !# " # " % # " $ & " % # " # # " $ # 2 # # % # # " $ 2 # " % # $ # " $ ' " % # " # $ # " $ # & % # # $ $ # " % # # # " " + % # $ # # # # " % " " % & " % # # # # " " % # 2 # # " # " % # # " % # & " % # " # " % # # % # " " & " % # " " # ' # # # # # $ # % # / " # ! # $ # % $ " " 0 " $ # " % # # # " " " # $ 1 $ # & ' # $ " # $ 1 $ # # " $ & '

(6)

7 + # $ # 1 1 ! # 1 " " # % # $ # " 1 % # $ # 1 " " # # $ % # " # D * 0: :- # # # " $ " " " " $ # ! # # ( # # $ " " , ? < E @ E @ E ?( @ E ; @ E9 @ F ==== *:-< G @ G ? @ G @ G ,@ F = ====== *5-0 ? < < " $ ?( < & " % ; < # 2 # " < + & ' < # H , < + ! " ! " # " $ # # # " " # # & " # " % " # $ " # $ # ( % / /

(7)

8 ! " # ! ( # # " # % # " $/ " " $ # * - # % ! " ! ! $ # 2 $ D # ( # " " *?- $ # # " $ * - # " $ * - $ # *?- # % $ " $ # $ ! " !% ! ! ! # % $ $ 2 # # # # " $ # # # ( # ! " % ! # # " $ % $ $ # # # $ # # # ( &' ! ( ! ! ) , ? < :99 @ 7:5 @ 5 :8 , ?( @ 6:587 , ; I 7 ======================== =================

(8)

*6-: ? 11 ) & (& ) " ? :99 6:5 :7 66 7 7:5 89 8 696 ,4D*?+( - 5 :8 756 6 959 ,4D*;2- 6:587 5585 7 :588 78 3 ( 7 59 7 ( 6 : 686 3( J 66:7 7 >( ) 9 7 "*>( )-2 " (K 7:: 2 # ) " ( # " $ # " % # # # " " " # $ 1 $ # & ' + # % # $ % 1 # " $ " $/ % # $ $ # " $ # " # " $ # # # # # # % " % $ # $ # " # # " % ' # " % # " # " $ # # # # # # % " % $ # $ # " # # " % # # " % " # $ 1 $ # & ' + # % # $ % 1 # " % " $/ # $ $ # " % 2 # " # " % # # % #

(9)

5 % $ # # " # " % # & " % # " # " % # # % # % # # " # " % # ' % # $ % 1 # # # " % # $ $ # # # " " " % # $ # # # # " % " " % # % $ # # # # " $ % " % 2 % " % " # $ # # & " % # # # # " % " " % # # % $ # # # # # " % $ % " % 2 % " % " # $ # # . # % $ % * / -" $/ % # $ $ # # # " !# " # # # " & " % # " # # # " # # 2 # # % % % " $/ # $ $ # # # " # " % & " " # $ 1 $ # & ' + # % # $ % 1 " $ # " $/ # $ $ " . " $/ " $ % " # $ # % % " # $ % % " # $ % # % " + % # " % " # $ $ # " # % " $ " " # " # $ % & %

(10)

6 % " # $ $ % # % " " $ # % " 4 $ # " % # $ # & ' " " # 1 $ # . # % $ % % * / - % " $/ $ " " # % $ % " 2 " % # % . " " % " $ $ " " # # " # # " % " " $/ " # # % " # $ % # $ " % " # " $ # " % # # # " " $ # & ' $ " 66 :7 # % 7 # " $ " % " # &' ! ( ! ! < 9: : @ ::8 9 , ? @ :6:7 , @ 85668 , , = * -? 11 ) & (& ) " ? 9: : 6 : 6 5:66 :756 ,4D*?- ::8 9 :5 9 75 6 ,4D* - :6:7 77687 5 : 7 ,4D*,- 85668 5 98 9 :6 3( J 68 576 >( ) 69 85866 "*>( )-2 " (K 66 6

(11)

2 # # " $ ) " ( # " # $ 1 $ # # " $ & ' " # $ 1 $ # # " $ & ' + # % # $ % 1 $ # # " $ " $/ % # " $ # $ $ . # " " # $ # " # " # # " # " % " " # $ # # & " % # " & ' # # " $ # . " " $ % # " $ % # # $ # " " # # " # # " % " " # $ # # " $ " # $ 1 $ # # " $ & ' ! % # # # % # 2 # # # # # $ # " # # % $ " 2 # # " $ # # " " " # " $ & ' & $ " # $ 1 $ # # " $ & ' ! % % # $ " # $ # % # " $ !# " # $ $ # " % % # % $ # & # $ $ % # # % # % # " # # # " + % # % # " # "

(12)

# " # % # " $ & " % # " $ # # " $ # # $ % " " # " " $ # # " " # $ # # # " $ . # # % $ + * 9- " $/ # " $ $ ) # " $ 1 % ) # " # $ % " $ " " " $ # # " $ # % " $ " " # % " $ " $ " % " $ $ # # " $ & ' $ " 68 6 # % 6 # " $ " % " # . " $/ # " $ # " % # # # " " # $ 1 $ # & ' " # $ # ( # $ # & ' ' # " # $ # 1 $ # # " $ & ' . " " $/ # " $ & ' % # 2 $ 2 $ & ' # " 1 $ # ( # 1 # # # ) # " $ # # * - $ # # # % % # $ %

(13)

% " $ 1 # # & ' # # *# # # " - % # 1 % ) # " % # $ " # $ # # # " $ # ) $ " " % ) # " # " $ & ' % % % # % # $ # $ $ % " # $ " 1 # 1 * ! 1 & 0 " + ? D 2 0 " ! $ ' $ & L / D % ! " $ / #& )$ / 2 )$ / M . * 8-$ % 0 , > ( 3 $ $ M ! 0 " , > & & ! ! 0 " + 3 D 1 + )$ & #$ ? & $ 9 0 2 #

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang ada dalam cerpen tersebut saling berkaitan, di antaranya adalah unsur tema dengan tokoh

pendidikan al-Qur’an merupakan sebuah proses pemberian pengetahuan atau pemahaman terhadap al-Qur’an itu sendiri. Sedangkan pengertian Al Qur’an menurut istilah, antara lain yaitu

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (1a) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang

Hasil analisa dengan menggunakan metode RULA adalah untuk sisi kanan dan kiri masih dapat diterima namun, perlu diadakan perubahan karena dapat menimbulkan

Nunung Prihatining Tias (2009) Tesis MIL Undip, dengan judul Efektivitas Pelaksanaan Amdal dan UKL UPL Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Kudus hasil

Metode berbasis lexicon umumnya menggunakan kamus yang berisi kata-kata opini untuk menentukan suatu sentimen atau polaritas (positif atau negatif) dari suatu data teks,

In the past negative paradigm as well the patient is indicated by a prefix and the negative auxiliary ma is inflected for tense and agrees with the