ABSTRAK
要旨
Hubungan antara sastra dengan kehidupan masyarakat sangat erat. Bisa
dikatakan bahwa sastra merupakan sebuah tulisan dengan memakai bahasa yang
ekspresif dan memiliki ciri khas karena berisi kisah yang dialami manusia
sehari-hari.
Karya sastra adalah suatu media untuk mentransfer informasi mengenai
konflik batin, sosia ldan budaya dari suatu masyarakat yang diceritakan dalam
novel. Sedangkan novel adalah suatu cerita prosa fiktif dalam panjang tertentu
yang melukiskan para tokoh, gerak, serta adegan kehidupan yang nyata dalam
suatu alur.
Novel yang berjudul The Devil’s Whisper dikarang oleh Miyuki Miyabe,
seorang penulis novel misteri terkenal di Jepang. Novel setebal 413 halaman ini
diterjemahkan ke Bahasa Indonesia yang berarti Bisikan Ghaib oleh Nadya
Andwiani.
Novel ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Mamoru
Kusaka. Saat ia berusia 4 tahun, ayahnya dituduh sebagai pelaku kasus pencurian
dana masyarakat sebesar 5 juta yen. Akibatnya, Mamoru serta ibunya menjadi
korban pengucilan oleh masyarakat.
小
Bisa dikatakan bahwa novel ini mengandung jalan cerita yang sulit ditebak
dan memakai alur campuran sehingga para pembaca seolah-olah larut di dalamnya.
Dan yang menjadi sorotan adalah psikologis sang tokoh utama.
Dalam kajian psikologis tokoh menggunakan psikologi sastra. Psikologi
sastra adalah kajian sastra yang memandang karya sebagai aktivitas kejiwaan.
Pengarang akan menggunakan cipta, rasa, dan karsa dalam berkarya. Begitu pula
dengan pembaca yang dalam menanggapi karya juga tak akan lupa dari kejiwaan
masing-masing.
Psikologi sastra akan berusaha mengungkapkan psikoanalisa kepribadian
yang dipandang meliputi tiga unsure kejiwaan, yaitu Id, Ego, dan Super Ego.
文 学 心 理 学 個性
Ketika Mamoru berumur 16 tahun, ibunya meninggal dunia dan menitipkan
Mamoru kepada kakak perempuani bunya di Tokyo. Sang bibi memiliki suami
dan anak perempuan yang menerima Mamoru dengan baik. Mereka memberikan
kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada Mamoru.
Sampai suatu ketika, suami sang bibi yang bekerja sebagai supir taksi
menabrak seorang mahasiswi hingga tewas. Padahal ia terkenal taat aturan dan
tak pernah melanggar peraturan lalu lintas sekalipun. Mamoru akhirnya berusaha
membantu pamannya keluar dari kasus tersebut dan malah mengungkap
kebenaran tentang masa lalunya.
い タ ク 運 転 手
Konflik batin muncul dari dalam diri Mamoru ketika tahu bahwa saksi mata
dalam kasus pamannya merupakan pembunuh ayahnya. Ia ingin membalas
dendam, apalagi dengan hadirnya seorang penghipnotis sekaligus pembunuh
berantai yang bersedia membantu Mamoru.
件 目 撃 者 父 殺 人 知 い
Ruang lingkup penelitian dibatasi pada pembahasan mengenai beban
psikologis tokoh utama.
研 究 範
う い
主 人 公 う
Dengan menggunakan pendekatan semiotic dan teori psikoanalisa Sigmund
Freud maka dapat dilihat keterkaitannya dengan Id, Ego, dan Super Ego.
記 号 論 的 観
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan psikologis yang dialami
oleh tokoh utama serta untuk memberikan gambaran sikap dan perilaku Id, Ego,
dan Super Ego yang dilatarbelakangi budaya malu yang diungkapkan oleh Miyuki
Miyab edalam novel The Devil’s Whisper.
研 究
Dalam melakukan analisis digunakan beberapa metode penelitian berupa
metode deskriptif dan metode studi kepustakaan (Library Research).
析 行 い 明 方 法
berusaha memengaruhi perilaku tokoh utama, namun Id tidak selalu menang. Ada
beberapa peristiwa di mana Ego dan Super Ego berhasil menekan Id. Misalnya
sebagaimana yang kita ketahui bahwa kemarahan merupakan salah satu bentuk
perbuatan Id, Ego tahu benar bahwa sikap marah merupakan hal yang tidak baik,
karena amarah tidak disukai oleh siapa pun dan cenderung akan melakukan
tindakan yang buruk. Ego bekerja sebagai prinsip realitas. Oleh sebab itu, rasa
析 結果 主 人 公
Mamoru berkeinginan untuk membunuh Yoshitake karena secara tidak sengaja
telah membunuh ayah Mamoru. Super Ego yang bertugas melakukan hal yang
sesuai dengan hati nurani memaksa Mamoru untuk memilih memaafkan
Yoshitake dan melupakan dendamnya.
超自
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kehidupan dengan tidak
mengontrol keinginan-keinginan pribadi berupa Id yang bertentangan dengan Ego
dan Super Ego akan mengakibatkan dampak negative di dalam kehidupan
dipatuhi dan norma-norma yang harus dijalankan, baik secara tertulis maupun
tidak tertulis.
う 人 生
い
自 超自
う
反 対 い
う 個人
願 望 う
抑 え 社 会 生 活
い い
否定的 い
影 響
えい う
与 あ
え
社 会環 境
い う
中 書 い あ 書 い い い
服 従
う
い規則 行 動
う う
い 基 準 あ