• Tidak ada hasil yang ditemukan

POST BIOS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "POST BIOS"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Saat kita menekan tombol

ON

untuk

menjalankan komputer, maka

hal

pertama

yang dilakukan CPU -

Central

Processing Unit

komputer adalah memulai

proses

POST

P

ower

O

n

S

elf

T

est

.

Proses ini berjalan singkat,

(3)

Proses POST (umumnya) akan muncul

dilayar seperti

gambar-1

. Bentuknya berbeda,

tergantung jenis BIOS yang digunakan pada

motherboard.

Kadang POST BIOS ini

tidak muncul

di layar,

tetapi diganti

logo merk

komputer. Dengan

men-

disable

tampilan logo (dari dalam BIOS ),

(4)
(5)

POST, Power On Self Test adalah suatu deretan perintah program (routine) untuk melakukan

bermacam test (pemeriksaan) terhadap hardware.

Hardware tersebut antara lain: prosesor, memori RAM, hard drive, floppy drive, CD drive, bus system, video adapter, keyboard dll.

• Test ini diperlukan untuk memastikan bahwa komputer dapat berjalan dengan benar.

• Hal paling penting dalam POST ini adalah menentukan perangkat boot (boot device), yang berisi Sistem

(6)

• Pada komputer dengan BIOS modern, sudah bisa dilakukan perubahan boot device, kita bisa memilih apakah akan booting dari floppy drive, CDdrive, atau dari hard drive ( harddisk ), bahkan

dari removable device, misalnya USB-flash, eksternal drive dll.

• Hal terakhir yang dilakukan dalam proses POST BIOS adalah memeriksa sector-1, yang

(7)
(8)

• Setelah proses POST BIOS selesai, komputer akan mulai proses boot ( booting ) yang ditandai dengan munculnya Report Result of POST sepertigambar-2.

• Tampilan laporan hasil POST BIOS di atas berisi

data hasil test hardware selama proses POST BIOS. Sampai disini berarti semua hardwaredalam kondisi normal. Bila ditemukan kondisi abnormal selama POST BIOS, maka proses Post akan berhenti, disertai

munculnya error message - pesan error. Satu contoh, bila ditemukan battery CMOS rusak/mati, akan muncul pesan "CMOS checksum error“

Referensi

Dokumen terkait

Cobalah untuk masuk di CMOS(BIOS) dan pastikan apakah harddisk sudah di set dengan benar. Jika perlu lakukan kembali proses Auto Detect. Device boot tidak di set

 Jadi ketika komputer booting dan sudah selesai melakukan POST, maka CPU membaca sistem operasi dari harddisk, tetapi karena prosesor tidak bisa langsung membaca data tetapi

Jika urutan boot default pada Utilitas Computer Setup (F10) mencantumkan perangkat USB tersebut pada urutan sebelum hard drive, maka komputer dapat di-boot dari perangkat media

You’ll need a boot diskette, and if using a PCMCIA device during the installation, a PCMCIA support diskette, when installing from a hard drive.. 2.5 Need a Network

CATATAN: Jika Anda tidak dapat menjalankan boot (pengaktifan) pada komputer dari partisi hard drive dengan sistem operasi utama atau dari partisi pemulihan, dan tidak membuat

Pada bagian Boot Sequence, ini digunakan untuk urutan mencari lokasi Device yang ingin di Boot-Up, jadi apabila anda memilih CDROM/A/C maka pertama sistem akan mencari adanya CD

Virus boot-sector menggantikan atau memasukkan dirinya ke dalam boot- sector sebuah area pada hard drive (atau jenis disk lainnya) yang akan diakses pertama kali saat

Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer.. Hard