PENELITIAN ILMIAH
Tugas ini diajukan untuk memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester
pada Mata Kuliah Agama dan Sains
Disusun oleh :
Siti Mahfudzoh :11140321000038
Semester : 5 (Lima)
Kelas : Perbandingan Agama (A)
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, M.A
PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
PENELITIAN ILMIAH
A. PENGANTAR
Penelitian Ilmiah sangat besar sumbangannya bagi perkembangan keilmuan di Dunia Islam. Banyak buku-buku besar dan pengetahuan-pengetahuan baru yang dihasilkan oleh para ilmuwan Muslim. Suatu cabang ilmu pengetahuan dapat mengembangkan dirinya apabila dia memiliki prinsip dasar yang jelas, fokus pembahasannya, dan metode penelitiannya. Sehingga kita bisa mengerti apa yang menarik untuk di teliti, dan sehingga kita mengerti apa harus dipertahankan dan dikembangkan dalam bidang-bidang kehidupan zaman sekarang ini.
Diskusi tentang Penelitian Ilmiah ini akan diklasifikasikan menjadi beberapa cabang Ilmu, sesuai menurut Ibn Khaldun (w.1406) dalam muqaddimahnya yang terkenal dalam kitab al-‘Ibar. Oleh karena itu sesuai dengan klasifikasi tersebut, maka ilmu pengetahuan akan dibagi secara garis besarnya ke-dalam al-‘Ulum al-Naqliyah (ilmu-ilmu agama) dan al-‘Ulum al-‘Aqliyah (ilmu-ilmu rasional).
Yang termasuk al-‘Ulum al-Naqliyah (ilmu-ilmu agama) adalah :
1. Ilmu-ilmu al-Qur’an (‘ulum al-Qur’an); menjadi ilmu teoritis dan ilmu praktis.
A. Ilmu teoritis, yaitu terdiri dari :
1. Kelompok ilmu-ilmu Fisika yaitu terdiri dari : a. Mineralogi;
3. Kelompok ilmu-ilmu Metafisika yang terdiri dari : a. Ontologi;
b. Teologi; c. Kosmologi; d. Antropologi; e. Dan eskatologi.
B. Ilmu Praktis, yaitu terdiri dari: 1. Etika
2. Ekonomi; 3. Dan Politik
C. Ilmu-ilmu Sosial : Sastra (puisi), bahasa (Arab) dll.
Marilah kita mulai dengan kelompok ilmu-ilmu Naqliyah (agama)
B. PENELITIAN BIDANG AGAMA
1. Al-Qur’an dan Ilmu-Ilmunya (‘Ulum al-Qur’an)
Al-Qur’an adalah dasar bagi setiap ilmu, kitab rujukan dan pedoman hidup bagi manusia. Al-Qur’an mengandung berbagai perintah dan larangan yang mana isinya adalah titahnya menjadi pedoman dan petunjuk bagi manusia. Dari keistimewaan tersebutlah, banyak peneliti al-Qur’an, maka lahirlah cabang ilmu al-Qur’an yaitu ‘Ulum AL-Qur’an. Maka semakin banyak para sarjana agama untuk meneliti al-Qur’an.
a) Qira’at al-Qur’an
macam bacaan al-Qur’an. Dengan standar utamanya yaitu Quraisy. Ketujuh bacaan ini dinisbatkan kepada nama-nama yang terkenal yaitu
1) Abdullah ibn Katsir (737)
Hasil penelitian mereka lahirlah beberapa karya Idhah wa al-Waqf wa al-Ibtida, karangan Muhammad bin Qasim al-Anbari (939). Al-Taysir fi al-Qira’at al-Sab, Jami’al Bayan dan Mufradat al-Qira’at karangan Ibn Shayrafi (w. 1052).1
b) Asbab An-Nuzul
Al-quran mengandung ayat-ayat perintah dan ayat-ayat larangan untuk melakukan sesuatu, tentu dengan alasan latar belakang yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Dengan Asbab An-Nuzul sebab-sebab turunnya ayat-ayat al-Qur’an dapat diketahui.
Turunnya al-Qur’an dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu pertama, kategori yang turun dengan tanpa didahului oleh suatu kejadian atau pertanyaan. Kedua, kategori yang turun dengan didahului suatu kejadian atau pertanyaan. Untuk kategori yang kedua, para ulama telah mengarahkan kesungguhannya untuk menyusun beberapa buku. Buku yang paling masyhur adalah Lubab An-Nuqul di Asbab an-Nuzul karya al-Hafidz As-Suyuthi.
Manfaat kita mengetahui asbab an-Nuzul adalah diantaranya mengetahui hikmah yang menjadi dasar penetapan hukum-hukum syara’, dan merupakan cara yang kuat untuk memhami makna-makna al-Qur’an. Hal ini karena sebab akan melahirkan akibat.2
c) Makkiyah dan Madaniyah
Untuk mengetahui suatu ayat turun kepada siapa ayat ini dialamatkan pada masa Rasulullah SAW. Untuk orang Mekkah kah atau u ntuk orang Madinah. Tetapi ada juga ayat yang diturunkan di Madinah tetapi ditujukan kepada orang Mekkah, begitupun sebaliknya.
Ulama merumuskan Makkiyah dan Madaniyah berdasarkan teori geografis (lokasi, kawasan) sebagai berikut :
Al-Makkiyah adalah sesuatu yang diturunkan di Mekkah, kendati terjadi setelah Hijrah. Sedangkan al-Madaniyah adalah sesuatu yang diturunkan di Madinah. Ada juga ulama yang merumuskan Makkiyyah dan Madaniyyah berdasarkan seruan (Khithab) sebagai berikut
Al-Makkiy adalah suarta atau ayat al—Qur’an yang khithabnya untuk penduduk Mekkah, sedangkan Madaniy adalah suarat atau ayat al-Qur’an yang khithabnya untuk penduduk Madinah.
Adapun ulama yang mendasarkan rumusan al-Makkiy dan al-Madany pada kriteria masa Nuzul sebagai berikut:
Al-Makkiy adalah surat atau ayat yang dinuzulkan seelum nabi Hijrah, kendati nuzul ayat atau surat iu di Madinah, sedangkan al-Madaniy adalah ayat atau surat yang di nizilkan setelah beliau hijrah, kendati nuzul surat atau ayat itu di Mekkah.
Sejarahnya adalah ayat makkiyah adalah ayat-ayat y Mekah sekalipun turun setelah Hijrah ang diturunkan yang memkana waktu selama 12 tahun, 5 bulan dan 13 hari yang tepatnya sejak tanggal 7 Ramadhan tahun ke-41 hingga awal Rabi’ul Awwalmadaniyah adalah ayat yang diturunkan di Madinah menghabiskan waktu 9 tahun, 9 bulan dan 9 hari yakni sejak Rabi’ul Awal 54 hingga tanggal 9 Dzulhijjah tahun 63 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. 3
d) Tafsir Qur’an.
Untuk mengetahui kandungan dan maksud al-Qur’an sangat dibutuhkan terjemahan, dan tafsiran, serta lbih jauh lagi takwil. Dalam hal ini ulama banyak sekali menafsirkan al-Qur’an seperti Tafsir Ibn Katsir yang ditulis oleh Ibn Katsir, kemudian Al-Misbah di tulis oleh Quraish Shihab, dan masih banyak lagi karya-karya Tafsir yang telah masyhur lainnya,
Secara etimologis, tafsir berarti menjelaskan, dan mengungkapkan. Sedangkan menurut istilah, tafsir ialah ilmu yang membahas tentang tata cara mengucakan lafadz-lafadz al-Qur’an dan makna-makna yang ditunjukkan dan hukum-hukumnya, baik ketika berdiri sendiri atau tersusun, serta makna-makna yang memungkinkannya ketika dalam keadaan tersusun.
Menurut para ulama Tafsir secara etimologis, merupakan bentuk masdar dari kata fassara-yufassiru, tafsiiran. Yang berarti kasyafa atau membuka bias dikatakan, bahwa kata fassara merupakan isytiqaq al-Akbar (pecahan
kata yang kompleks) dari Safara yang berarti membuka dan rafasa yang berarti izalah (membuang), yang sejenis dengan membuka.
Secara terminologis, Ali al-Hasan menjelaskan, bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas al-Qur’a dari aspek penunjukkannya pada maksud Allah SWT, berdasarkan kemampuan manusia.4
e) I’jaz Al-Qur’an
Al-Qur’a merupakan mukjizat yang nyata bagi seluruh umat Islam yang diturunkan kepad aNabi Muhammad SAW. Salah satu aspek kemukjizatannya adalah keindahan redaksi dan balagah-nya erta ramalan-ramalannya tentang hal-hal yang gaib. Ramalan-ramalan itu terbukti kebenarannya oleh setiap zaman yang dilaluinya. Ini tentu saja mnunjukkan kebenaran dakwah yang disampaikan Nabi. Mukjizat al-Qur’an dapat dirasakan melalui perenungan yang mendalam. Maka hasil penelitian ini telah melahirkan cara khusus memahami mukjizat yg ada didalam al-Qur’an yaitu ‘I’jaz al-Qur’an”5
2. Hadis dan Ilmu-Ilmunya
Selain al-Qur’an sumber hukum utama umat Islam adalah Hadis, yang mana segala be0ntuk perkataan, perbuatan, taqrir nabi Muhammad SAW.
Adapun ilmu-ilmu yang meneliti hadis-hadis ialah sebagai berikut: 1) Ilmu Riwayat
Dalam ilmu-ilmu hadis yang menentukan sebagai seorang perawi atau periwayat suatu hadis harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut a. Baligh, artinya cukup umur ketika ia meiwayatkan hadits, meskipun ia
masih kecil waktu menerima hadits itu.
b. Muslim, yaitu beragama Islam waktu menyampaikan hadits.
c. ‘Adalah, yaitu seorang Muslim Balighdan berakal yang tidak mengerjakan dosa besar dan dosa kecil.
d. Dhabith, artinya tepatmenangkap apa yang didengarnya, dan dihapalnya dengan baik, kuat hapalannya, tidak lupa dan berbohong. sehingga ketika dibutuhkan, ia dapat mengeluarkan atau menyebutkan kembali.
e. Tidak syadz, artinya hadits yang diriwayatkan tidak berlawanan dngan hadits yang lebih kuat atau dengan al-Qur’an.6
2) Ilmu Al-Jarh Wa Al-Ta’dil
Menurut bahasa, kata al-Jarh adalah bentuk mashdar dari kata jaraha-yajrahu, artinya melukai. Keadaan luka dalam hal ini dapat berkaitan
4 Hasani Ahmad Syamsuri, Studi Ulumul Qur’an, Cet.-1 : (Jakarta : Penerbit Zikra Multi Service (Zikra-Press)) hal. 150
dengan fiik, misalnya luka kena senjata tajam, atau, dengan non-fisik, misalnya luka hati karena kata kasar yang dilontarkan oleh sesorang. Apabila kata Jarh dipakai oleh hakim dipengadilan yang ditujukan kepada kesaksian, maka kata tersebut mempunyai arti “menganggurkan keabsahan saksi”.
Dalam kitab ushulul hadits dinyatakan abahwa al-Jarh ialah sifat pribadi periwayat yang tidak adil, atau yang buruk hapalannya dan kurang kecermatannya, sehingga menyebabkan gugurnya atau lemahnya riwayat yang disampaikan rawi tersebut.
Menurut istilah ilmu Hadits, al-Jarh adalah kecacatan para perawi hadits disebabkan oleh semua yang dapat merusak keadilan dan kedhabitan perawi. Definisi lain menyebutkan bahwa al-Jarh adalah mengungkapan keadaan perawi tentang sifat-sifatnya yang tercela, menyebabkan lemah atau ditolaknya riwayat yang disampaikan oleh periwayat tersebut.
Adapun kata al-ta’dil adalah bentuk mashdar dari kata kerja ’addala-yu’addilu, artinya mengemukakan sifat-sifat adil yang dimiliki seseorang. Menurut istilah, al-ta’dil adalah mengungkapkan sifat-sifat bersih yang ada pada diri periwayat, sehingga tampak jelas keadilan perawi itu karenanya riwayat yang disampaikannya dapat diterima.7
3) Ilmu Rijal al-Hadits
Ilmu riwayah membentuk kelompok hadits yang dibedakan dari kelompok ilmu hadits lainnya disebut ilmu Dirayah, yang melibatkan banyak penelitian. Sebagai hasilnya timbullah beberapa cabang ilmu hadits. Ilmu Rijal al-Hadis yaitu studi tentang biografidari para perawi hadits. Ilmu ini biasanya membicarakan tentang kelahiran, kematian, keturunan, pasangan, pekerjaan, status sosial, kondisi ekonomii, tempat tinggal perjalanan, sikap keputusan, kecerdasan, ingatan, dan semua data-data lain yang relevan dari seorang perawi hadits.
4) Ilmu Gharib al-Hadits
5) Penelitian juga dilakukan untuk menguji setiap hadits untuk memastikan kebebasannya dari sebab-sebab yang bisa merusak, dengan cara meneliti diskrepansi historis, atau untuk menliti hadits dari sudut keanehan atau keganjilannya, dengan cara melakukan studi perbandingan terhadap semu hadits yang serumpun untuk memastikan apakah sebuh hadits itu ganjil
atau tidak. Dari penelitian ini terciptalah cabang lain ilmu-ilmu hadits, yaitu ‘Ilal hadits dan Gharib al-Hadits.
6) Ilmu Mukhtalaf al-Hadits
Sering dijumpai bahwa diantara hadits-hadits yang ada terjadi pertentangan satu sama lain, yang satu sering membatalkan keabsahan yang lain. Diskrepansi, variasi, atau kontradiksi yang nyata bisa bersifat sungguhan dan bisa bersifat hanya penampakan saja dan sebuah kekeliruan yang tidak membahayakan. Dari sinilah muncul ilmu Mukhtalaf al-Hadits. 3. Fiqh dan Ushul Fiqh
Setiap elemen dikehidupan ini selalu ada tindakan baik dan tindakan buruk, positif dan negatif, lemah atau tidak, begitupun dalam islam, para sarjana muslim sibuk melakukan mana yang trmasuk tindakan yang baik dan tindakan yang buruk, dari sinilah muncul katgorisasai wajib, haram, sunnah, mubah dan makruh.
4. Ilmu Kalam
Dalam bahasa Arab ‘Kalam” biasa diartikan dengan “kata-kata” yakni sabda Tuhan atau kata-kata manusia. Disini ilmu kalam dimaknai dengan ilmu pembicaraan, karena dengan ilmu pembicaraan lah pengetahuan dapat dijelaskan, dan dengan pembicaraan yang tepat kepercayaan yang benar dapat ditanamkan. Disebut “ilmu kalam” karena yang dibahas adalah kalam Tuhan dan kalam manusia. Jika yang dimaksud dengan kalam ialah “firman Tuhan”, maka kalam Tuhan perdebatan sengit dikalangan umat Islam pada abad kedua dan abad ketiga hijriah. Jika yang dimaksud Kalam adalah kata-kata manusia, maka kaum teologi dalam Islam selalu menggunakan dalil logika untuk memeprtahankan pendapat dan pendirian masing-masing. Kaum teologi dalam Islam memang dinamakan Mutakallimin, karena mereka ahli debat yang pintar memainkan kata-kata.
Selanjutnya, ilmu Kalam adalah ilmu yang dikaitkan dengan Allah, perbuatan dan sifat-sifat-Nya. Oleh sebab itu ilmu kalam biasa disebut juga sebagai Ilmu Ushuluddin atau Ilmu Tawhid, yakni ilmu kalam yang membahas tentang penetapan aaid diniyah dengan dalil (petunjuk) yang konkret. Maka ilmu Kalam adalah rangkaian argumentasi rasional yang disusun secara sistematik untuk memperkukuh kebenaran akidah agama Islam.8
5. Ilmu Tasawuf
Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa Arab: فوصت , ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada
awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi[butuh rujukan]. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam; yang lain berpendapat bahwa sufisme adalah filosofi perennial yang eksis sebelum kehadiran agama, ekspresi yang berkembang bersama agama Islam.9
C. PENELITIAN DI BIDANG ILMU RASIONAL: ILMU-ILMU TEORITIS
Sudah menjadi kewajiban bagi seorang ilmuan Muslim yang membagi ke dalam ilmu rasional atau teoritis (‘Ulum Nazhariyah) dan ilmu praktis (‘Ulum al-Amaliyah), ilmu-ilmu teoritis bertujuan untuk meneliti benda sebagaimana adanya. Objeknya adalah benda-benda yang fisik maupun non-fisik. Sedangkan objek ilmu raktis adalah tindakan bebas manusia, dan tujuannnya adalah untuk membimbing manusia untuk menjadi baik dan mulia. Berikut adalah ilmu-ilmu teoritis.
1. Fisika (Natural Science) a. Mineralogi
Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik (anorganik). Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya.10
b. Botani
Botani merupakan Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan & peran tumbuhan bagi kehidupan. Mempelajari botani tidak hanya mempelajari tumbuhan secara teoritis tapi mendalami ilmu botani untuk lebih menghargai & menyadari peran penting tumbuhan secara fungsional bagi kehidupan.
9 https://id.wikipedia.org/wiki/Sufisme diakses pada tanggal 20 Januari 2017 pukul 07:33
Botani juga tidak hanya mempelajari kelompok dari Kerajaan Tumbuhan saja tetapi juga mempelajari Jamur (mikologi), Bakteri (bakteriologi), Lumut kerak (lichenology), fikologi Orang yang menekuni bidang botani disebut sebagai botanis.11
c. Zoologi
Zoologi adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Ilmu ini antara lain meliputi anatomi perbandingan, psikologi hewan, biologi molekular, etologi, ekologi perilaku, biologi evolusioner, taksonomi, dan paleontologi. Kajian ilmiah zoologi dimulai sejak sekitar abad ke-16.
Istilah zoologi tersusun dari dua kata, yaitu zoo dan logi. kata zoo memiliki arti hewan sedangkan logi memiliki arti ilmu pengetahuan. jadi yang dimaksud dengan zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan. selanjutnya ilmu zoologi berkolaborasi dengan ilmu botani sehinga secara bersama - sama membentuk ilmu biologi atau ilmu hayat.
zoologi ilmiah benar-benar dimulai pada abad ke 16 dengan kebangkitan semangat baru observasi dan eksplorasi, tetapi untuk waktu yang lama berlari kursus terpisah tidak dipengaruhi oleh kemajuan penelitian medis anatomi dan fisiologi. Semangat penyelidikan yang sekarang untuk pertama kalinya menjadi umum menunjukkan diri di sekolah-sekolah anatomi universitas Italia abad ke-16 dan lima puluh tahun kemudian menyebar ke Universitas Oxford. Yang pertama didirikan untuk hidup akademi Eropa, Akademisi naturae Curiosorum (1651) membatasi diri dengan deskripsi dan ilustrasi struktur tanaman dan hewan; sebelas tahun kemudian, Royal Society of London didirikan oleh piagam kerajaan.
Sedikit kemudian Akademi Ilmu Pengetahuan Paris didirikan oleh Louis XIV. Kolektor dan systematisers jatuh tempo pada paruh kedua abad ke-18 di Linnaeus, ahli anatomi lainnya seperti John Hunter juga mulai bekerja untuk memeriksa anatomi kerajaan hewan keseluruhan dan untuk mengklasifikasikan anggotanya dengan bantuan dari hasil studi yang cermat. Leeuwenhoek, seorang naturalis penjahit dan Belanda, diperkenalkan revolusi
lain dengan konstruksi tentang mikroskop pertama. Tidak sampai abad ke-19 yang mikroskop diperbaiki dan diselesaikan untuk zoologi apa yang beberapa anggap sebagai layanan yang paling penting. Menyempurnakan mikroskop mengarah ke peningkatan pemahaman struktur sel dan pembentukan Teori Cell.12
d. Anatomi (Tasyrih)
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.13
e. Kedokteran (Thibb)
Kedokteran (bahasa Inggris: medicine) adalah ilmu dan praktik dari diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit. Kata medicine berasal dari bahasa Latin medicus, yang berarti "dokter". Kedokteran meliputi berbagai praktik perawatan kesehatan yang berkembang untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit. Kedokteran kontemporer menggunakan ilmu biomedis, penelitian biomedis, genetika, dan teknologi medis untuk mendiagnosis, mengobati, dan mencegah cedera dan penyakit, biasanya melalui obat-obatan atau bedah, tetapi juga melalui terapi yang beragam, antara lain, psikoterapi, splint dan traksi eksternal, peralatan medis, biologis, dan radiasi pengionisasi.
Kedokteran telah ada selama ribuan tahun, selama sebagian besar dari itu adalah seni (area dari keterampilan dan pengetahuan) yang sering memiliki hubungan dengan keyakinan agama dan filsafat dari budaya lokal. Misalnya, seorang dukun akan menggunakan tanaman obat dan berdoa untuk kesembuhan, atau filsuf dan dokter kuno akan mengeluarkan darah menurut teori humoralisme. Dalam abad-abad terakhir, sejak munculnya ilmu pengetahuan modern, kebanyakan dari kedokteran telah menjadi kombinasi seni dan ilmu pengetahuan (baik dasar dan terapan, di bawah payung ilmu
12 http://www.spirit-guru.com/2015/08/pengertian-zoologi.html diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 07:50
kedokteran). Sedangkan teknik jahitan untuk jahitan adalah seni yang dipelajari melalui praktek, pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tingkat sel dan molekuler pada jaringan yang dijahit muncul melalui ilmu pengetahuan.14
f. Psikologi (Fi al-Nafs)
Psikologi berasal dari perkataan yunanipsyche yang artinya adalah jiwa, dan logosyang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi {menurut kata} psikologi artinya adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya15
2. Matematika
a. Aritmatika (Ilmu Hisab)
Aritmetika (kadang salah dieja sebagai aritmatika) (dari kata bahasa Yunani αριθμός - arithnos = angka) atau dulu disebut ilmu hitung merupakan cabang (atau pendahulu) matematika yang mempelajari operasi dasar bilangan. Oleh orang awam, kata "aritmetika" sering dianggap sebagai sinonim dari teori bilangan. Silakan lihat angka untuk mengetahui lebih dalam tentang teori bilangan.16
b. Geometri (Handasah)
Geometri (Yunani Kuno: γεωμετρία, geo-"bumi",-metron "pengukuran") adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk, ukuran, posisi relatif tokoh, dan sifat ruang. Seorang ahli matematika yang bekerja di bidang geometri disebut ahli ilmu ukur. Geometri muncul secara independen di sejumlah budaya awal sebagai ilmu pengetahuan praktis tentang panjang, luas, dan volume, dengan unsur-unsur dari ilmu matematika formal yang muncul di Barat sedini Thales (abad 6 SM). Pada abad ke-3 SM geometri dimasukkan ke dalam bentuk aksiomatik oleh Euclid, yang dibantu oleh geometri Euclid, menjadi standar selama berabad-abad. Archimedes mengembangkan teknik cerdik untuk menghitung luas dan volume, dalam banyak cara mengantisipasi kalkulus integral yang modern. Bidang astronomi, terutama memetakan posisi bintang dan planet pada falak dan menggambarkan
14 https://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 07:57
15 http://www.kompasiana.com/irfandharmawan/apa-pengertian-psikologi-itu_54f987e7a33311d0588b4936
diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 08:01
hubungan antara gerakan benda langit, menjabat sebagai sumber penting masalah geometrik selama satu berikutnya dan setengah milenium. Kedua geometri dan astronomi dianggap di dunia klasik untuk menjadi bagian dari Quadrivium tersebut, subset dari tujuh seni liberal dianggap penting untuk warga negara bebas untuk menguasai.17
c. Aljabar
Aljabar adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dari bidang aritmetika. Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau bisa juga "penyelesaian". Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang. Penemu aljabar adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi.
d. Musik
Dalam tradisi ilmiah islam, musik temasuk pada salah satu cabang imu matematika, yang didefinisikan oleh Ibn Khaldun sebagai “ilmu tentang proporsi suara dan modus-modus serta pengukuran numerik mereka”. Hasil dari ilmu seperti itu adalah melodi musik. Penelitian dibidang musik diarahkan pada bagaimana menciptakan meldi-melodi musik yang akan menimbulkn rasa senang dalam jiwa seseorang melalui proporsi-proporsi tertentu yang telah mengetahui dengan baik.18
e. Astronomi (‘Ilm al-Hay’ah)
Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi dari benda-benda langit — seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak — dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.
Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia,
17 https://id.wikipedia.org/wiki/Geometri diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 08:06
Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.19
3. Metafisika
a. Ontologi
Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret.Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles. Pada masanya, kebanyakan orang belum membedakan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri). Ontologi terdiri dari dua suku kata, yakni ontos dan logos . Ontos berarti sesuatuyang berwujud (being ) dan logos berarti ilmu. Jadi ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu yang ada menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebab akibat yaitu ada manusia, ada alam, dan ada kausa prima dalam suatu hubungan yang menyeluruh, teratur, dan tertib dalam keharmonisan (Suparlan Suhartono, 2007). Ontologi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujud hakikat yang ada. Obyek ilmu atau keilmuan itu adalah dunia empirik, dunia yang dapat dijangkau panca indera.Dengan demikian, obyek ilmu adalah pengalaman inderawi. Dengan kata lain,ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan pada logika semata. Pengertian ini didukung pula oleh pernyataan Runes bahwa “ ontology is the theory of being qua being ” , artinya ontologi adalah teori tentang wujud.Obyek telaah ontologi adalah yang ada. Studi tentang yang ada, pada dataran studi filsafat pada umumnya dilakukan oleh filsafat metafisika. Istilah ontologi banyak
digunakan ketika kita membahas yang ada dalam konteks filsafat ilmu.Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan, atau dalam rumusan Lorens Bagus; menjelaskan yang ada yang kita lihat atau yang dapat ditangkap dengan panca indera senantiasa berubah.karena itu, ia bukanlah hakikat, tetapi hanya bayangan, kopi atau gambaran dari idea-ideanya.20
b. Teologi
Teologi (bahasa Yunani θεος, theos, "Allah, Tuhan", dan λογια, logia, "kata-kata," "ucapan," atau "wacana") adalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas dan Tuhan (Lih. bawah, "Teologi dan agama-agama lain di luar agama-agama Kristen"). Dengan demikian, teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Para teolog berupaya menggunakan analisis dan argumen-argumen rasional untuk mendiskusikan, menafsirkan dan mengajar dalam salah satu bidang dari topik-topik agama. Teologi memampukan seseorang untuk lebih memahami tradisi keagamaannya sendiri ataupun tradisi keagamaan lainnya, menolong membuat perbandingan antara berbagai tradisi, melestarikan, memperbaharui suatu tradisi tertentu, menolong penyebaran suatu tradisi, menerapkan sumber-sumber dari suatu tradisi dalam suatu situasi atau kebutuhan masa kini, atau untuk berbagai alasan lainnya.
Kata 'teologi' berasal dari bahasa Yunanikoine, tetapi lambat laun memeroleh makna yang baru ketika kata itu diambil dalam bentuk Yunani maupun Latinnya oleh para penulis Kristen. Karena itu, penggunaan kata ini, khususnya di Barat, mempunyai latar belakang Kristen. Namun, pada masa kini istilah tersebut dapat digunakan untuk wacana yang berdasarkan nalar di lingkungan ataupun tentang berbagai agama. Di lingkungan agama Kristen sendiri, disiplin 'teologi' melahirkan banyak sekali sub-divisinya.
Dalam gereja Kristen, teologi mula-mula hanya membahas ajaran mengenai Allah, kemudian artinya menjadi lebih luas, yaitu membahas keseluruhan ajaran dan praktik Kristen. Dalam upaya merumuskan apa itu ilmu teologi, maka ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu tidak akan ada teologi Kristen tanpa keyakinan bahwa Allah bertindak atau berfirman secara khusus dalam Yesus Kristus yang menggenapi perjanjian dengan umatIsrael.
Pada Abad Pertengahan, teologi merupakan subyek utama di sekolah-sekolah universitas dan biasa disebut sebagai "The Queen of the Sciences". Dalam hal ini ilmufilsafat merupakan dasar yang membantu pemikiran dalam teologi.21
c. Antropologi
Antropologi adalah ilmu tentang manusia, masa lalu dan kini, yang menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal") atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang memelajari manusia.
Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan mengapresiasi manusia sebagai spesies homo sapiens dan makhluk sosial dalam kerangka kerja yang interdisipliner dan komprehensif. Oleh karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam memberikan arti dan fakta sejarah dalam menjelaskan perjalanan umat manusia di bumi sejak awal kemunculannya. Antropologi juga menggunakan kajian lintas-budaya (Inggris cross-cultural) dalam menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok manusia dalam perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa, dan pandangan hidup (worldview).
Dengan orientasinya yang holistik, antropologi dibagi menjadi empat cabang ilmu yang saling berkaitan, yaitu: antropologi biologi, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan linguistik. Keempat cabang tersebut memiliki
kajian konsentrasi tersendiri dalam kekhususan akademik dan penelitian ilmiah, dengan topik yang unik dan metode penelitian yang berbeda.22
d. Eskatologi
Eskatologi (dari bahasa Yunani ἔσχατος, Eschatos yang berarti "terakhir" dan -logi yang berarti "studi tentang") adalah bagian dari teologi dan filsafat yang berkaitan dengan peristiwa-perisitwa pada masa depan dalam sejarah dunia, atau nasib akhir dari seluruh umat manusia, yang biasanya dirujuk sebagai kiamat (akhir zaman). Dalam mistisisme, ungkapan ini merujuk secara metaforis kepada akhir dari realitas biasa, dan kesatuan kembali dengan Yang Ilahi. Dalam banyak agama tradisional, konsep ini diajarkan sebagai kejadian sesungguhnya pada masa depan yang dinubuatkan dalam kitab suci atau cerita rakyat. Dalam pengertian yang lebih luas, eskatologi dapat mencakup konsep-konsep terkait seperti, misalnya Era Mesianik atau Mesias, akhir zaman, dan hari-hari terakhir.23
D. PENELITIAN ILMU-ILMU RASIONAL: ILMU-ILMU PRAKTIS
1. Etika
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan
tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di
dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain.[1]
Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
2. Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu ο κος (oikos)ἶ yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi, dan data dalam bekerja.
3. Politik
Politik (dari bahasa Yunani: politikos, yang berarti dari, untuk, atau yang berkaitan dengan warga negara), adalah proses pembentukan dan pembagian
kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan
keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya
penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional
maupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan
kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan
dan negara
politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan
politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan
kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik,
partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk
mengetahui seluk beluk tentang partai politik.24
E. SASTRA
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās-yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
F. BAHASA ARAB
Imu bahasa Arab adalah cabang ilmu yang lahir dalam memahami sumber-sumber utama agama Islam, khususnya al-Qur’an dan Hadits. Oleh karena itu, bahasa Arab sering dikategorikan sebagai cabang ilmu agama, dan karena itu biasanya dipelajari dalam satu pakt dengan pelajaran-pelajaran agama.25
G. ILMU-ILMU SOSIAL
Ilmu-ilmu sosial belakangan ini mendapat perhatian yang cukup besar dikalangan ilmuwan Muslim yaitu pada periode akhir kejayaan Islam, ditangan seorang sosiolog Muslim, Ibn Khaldun (w.1406). walaupun sebelumnya banyak yang fokus dibidang tersebut seperti at-Thabari dengan karyanya Tarikh at-Thabari, karangan Muhammad bin Jarir al-Thabari, Tajarib al-Umam karangan Miskawayh dan Tarikh al-Mas’di karangan al-Mas’udi. Namun In Khaldun lah yang mendapat cukup perhaian besar dan pantas disebut sebagai sosiolog Muslim sejati,dan juga telah di akui oleh para sarjana barat.
24 https://id.wikipedia.org/wiki/Politik diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 8:40
Dalam pandangan Ibn Khaldun, sosiologi yang ia sendiri sebut sebagi ‘Ulum al-Umran (Science of Culture), merupakan bagian dari sejarah, sedangkan sejarah bagian dari ilmu politik. Tapi sementara sejarah berkenaan dengan aspek lahiriah dari sebuah peristiwa historis, maka ‘ulum al-Umran adalah ilmu yang menyelidiki sebab-sebab internal yang lebih fundamental dari peristiwa lahiriah tersebut. Ilmu budaya ini tentu diciptakan agar kita mampu memahami sejarah dengan lebih baik dengan cara menyelami peristiwa lahiriah atau fenomena historis menuju sebab-sebab internal yang bertanggung jawab atas peristiwa historis tersebut. Proses ini ia namakan Ibrah atau ‘ibar (bentuk jamak), yakni menyelami makna terdalam dari sebuah peristiwa historis. Maka dari itu peristiwa sejarahnya bernama Kitab ‘Ibar, yang mana al-Muqaddimah, sesuai dengan namanya, hanya bertindak sebagai ‘pendahuluan”.26
DAFTAR PUSTAKA
Al-Hasni, Muhammad bin Alawi al-Maliki, Mutiara Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, Bandung: Pustaka
Setia
Burhauddin, Nunu Ilmu Kalam dari Tauhid menuju Keadilan, cet.1, Jakarta : Kencana, 2016
Kartanegara, Mulyadhi, Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam, Jakarta : Baitul Ihsan 20016
Sulaiman, M. Noor PL, Antologi Ilmu Hadits, Jakarta: Gaung Persada Press 2008 Syamsuri, Hasani Ahmad Studi Ulumul Qur’an, Cet.-1 , Jakarta : Penerbit Zikra Multi Service Zikra-Press
https://id.wikipedia.org/wiki/Sufisme diakses pada tanggal 20 Januari 2017 pukul
07:33
https://ptbudie.com/2010/12/23/definisi-mineralogi-dan-mineral/ diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 07:44
http://bscbotani.blogspot.co.id/2012/06/apa-itu-botani_16.html diakses pada tanggal
20 januari 2017 pukul 07:47
http://www.spirit-guru.com/2015/08/pengertian-zoologi.html diakses pada tanggal 20
januari 2017 pukul 07:50
https://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
07:54
https://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
07:57
http://www.kompasiana.com/irfandharmawan/apa-pengertian-psikologi-itu_54f987e7a33311d0588b4936 diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 08:01
https://id.wikipedia.org/wiki/Aritmetika diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
08:04
https://id.wikipedia.org/wiki/Geometri diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
08:06
https://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
8:16
http://erwindahapsari.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-ontologi.html diakses pada
tanggal 20 januari 2017 pukul 08:20
https://id.wikipedia.org/wiki/Teologi diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
08:25
https://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
08:28
https://id.wikipedia.org/wiki/Eskatologi diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul
8:31