©2015 oleh Ikatan Penerbit Indonesia
Penyiap Data : Bambang Trim, Junaidi Gafar, Izzudin Irsam Mujib Desain : Deden Sopandi
Diterbitkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia
Gedung IKAPI, Jalan Kalipasir, No. 32, Cikini-Jakarta Pusat 10330 Phone: +6221 3241907
Fax: +6221 3146050 www.ikapi.org
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . . . . VII
PENDAHULUAN . . . IX
IKATAN PENERBIT INDONESIA . . . 1
Sejarah Singkat . . . 3
Fase Awal Penerbitan di Indonesia . . . 4
Fase Penerbitan Modern . . . 6
Visi dan Misi Ikapi . . . 8
Visi IKAPI . . . 8
Misi IKAPI . . . 8
Keanggotaan Ikapi . . . . 9
PENERBITAN BUKU DALAM ANGKA . . . . 11
Jumlah Penerbit . . . 11
Penerbit Kecil (Small Publishers) . . . 13
Penerbit Menengah dan Penerbit Besar (Medium and Big Publisher) . . 14 Penerbit Yayasan, Lembaga Pendidikan, dan Lembaga Pemerintah . . . 15
Penerbit Non-Ikapi . . . 16
Keaktifan Penerbit . . . 17
Ukuran Penerbit . . . 18
Jumlah Judul Buku Terbit . . . 18
Produksi Judul Baru Penerbit Ikapi . . . 19
Produksi Judul Baru Nasional . . . 19
Tiras Buku Terbit . . . 20
iv
Jalur Pemasaran . . . 25
Pangsa Pasar . . . 26
Jumlah Buku Terjual . . . 27
Peringkat Penjualan . . . 28
Buku Pendidikan. . . 29
Indonesia International Book Fair. . . 31
MINAT BACA . . . 33
Jumlah Perpustakaan. . . 34
BIBLIOGRAFI. . . .35
Sumber lain: . . . 35
v
KATA PENGANTAR
A
dalah suatu kebanggaan dan prestasi bagi para insan perbukuan di Indonesia bahwa Indonesia telah ditetapkan sebagai tamu kehormatan pada ajang bergengsi Frankfurt Book Fair 2015. Momentum tersebut tentu dapat menjadi motivasi bagi kalangan industri perbukuan Indonesia untuk tetap berkiprah dalam industri berciri intelektual ini demi menghasilkan karya-karya baru sepanjang masa.Membentuk masyarakat membaca dan masyarakat menulis di tengah bangsa yang kental berbudaya lisan adalah sebuah perjuangan. Namun, tidaklah dimungkiri bahwa Indonesia memiliki kekayaan konten seni-budaya yang luar biasa sehingga tidak akan cukup dituliskan dalam ratusan ribu judul buku. Sejarah perbukuan di Indonesia sendiri adalah sebuah sejarah panjang yang dilatari sejarah penjajahan dan perjuangan mendapatkan kemerdekaan.
Kini di Indonesia terbit lebih dari 30.000 judul dalam setahun dari ribuan penulis yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pulau Jawa masih menjadi basis penerbitan buku di Indonesia meskipun para penulis berbakat muncul dari berbagai daerah di Indonesia.
Indonesia juga telah memiliki satu event bergengsi skala international yang diselenggarakan setiap tahun yaitu Indonesia International Book Fair (IIBF). Pada tahun 2014, IIBF mulai mengundang negara lain sebagai guest of honour dan focus country untuk memeriahkan ajang perbukuan terbesar di Indonesia.
vi
vii
PENDAHULUAN
I
ndustri penerbitan buku merupakan salah satu industri yang berkontribusi besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dimulai sejak masa penjajahan, buku memberi kontribusi bagi kemajuan intelektual bangsa Indonesia yang terus berlanjut sampai hari ini. Karena itu, perjuangan Ikapi sebagai satu-satunya asosiasi penerbit di Indonesia juga turut mewarnai dinamika industri buku di Indonesia.Tantangan industri buku Indonesia ke depan tidaklah mudah. Kalangan industri buku dihadapkan pada upaya keras menanamkan minat membaca di kalangan generasi muda di tengah masyarakat yang kental berbudaya lisan. Belum lagi budaya baca mengakar kuat, penetrasi teknologi digital sudah mulai mengalihkan perhatian orang dari membaca buku menjadi membaca gadget.
Memang kehadiran media baru seperti e-book tidak serta-merta mampu menggantikan buku konvensional atau buku cetak. Kalangan industri buku di Indonesia masih tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan meskipun dalam beberapa tahun terakhir terjadi kelesuan pasar. Faktanya masih banyak penerbit yang bertahan dan juga masih terjadi produksi karya tulis yang terbilang besar di Indonesia.
viii
sambungan telepon ke penerbit-penerbit yang bukunya terbit dan beredar di Indonesia. Ada 1.246 penerbit anggota IKAPI yang disurvei ditambah dengan 100 penerbit non-anggota yang bukunya beredar di pasar atau dijual di toko-toko buku.
IKATAN
PENERBIT
INDONESIA
I
katan Penerbit Indonesia (Ikapi) adalah asosiasi profesi penerbit pertama yang ada di Indonesia. Sampai tahun 2010, Ikapi eksis sebagai satu-satunya asosiasi yang menaungi para penerbit di Indonesia. Setelah itu berdiri juga Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) yang menaungi university press di Indonesia. Walaupun demikian, anggota APPTI sebagian besar juga adalah anggota Ikapi.Pertama dalam Sejarah IKAPI
Ketua IKAPI I Achmad Notosoetardjo (1950-1954 dan 1954-1959) Kongres IKAPI I Jakarta, 16-18 Maret 1954
Majalah IKAPI I Suara Penerbit Nasional, terbit perdana April 1954 Cabang IKAPI I Cabang Sumatera Utara
Pameran Buku I Pameran Buku IKAPI Cabang Sumatera Utara, April 1954 Pameran Buku
Nasional I
Pameran Buku Nasional yang diselenggarakan PT Gunung Agung di Decca Park (kini Lapangan Monas), September 1954. Pameran ini menjadi pameran bersejarah karena dihadiri oleh Soekarno-Hatta serta Menteri PP dan K, Mr. Mohammad Yamin.
Pameran IKAPI Pusat I Pameran IKAPI di Hotel Duta Indonesia (Des Indes), 17 Agustus 1955. Pameran ini menjadi pameran pertama dan terakhir yang diselenggarakan IKAPI hingga vakum selama 22 tahun.
Pameran Buku I di Luar Negeri
Singapura, 16-21 September 1956
Ketua Ikapi Pusat dari Masa ke Masa
Ketua Ikapi Periode
Acmad Notosoetardjo 1950-1954 1954-1959
Drs. Hazil Tanzil 1959-1963
M. Hoetaoeroek, S.H. 1963-1965
1965-1968
H. Machmoed 1968-1973
Ajip Rosidi 1973-1976
1976-1979
Ismid Hadad MPA 1979-1981
1982-1983
Rahmat M.A.S. 1981-1982
3 IKAtAn PEnERBiT INDONESIA
Ketua Ikapi Periode
H. Rozali Usman, S.H. 1983-1985 1988-1993 1993-1998
Dra. Arselan Harahap 1998-2002
Ir. Makhfudin Wirya Atmaja, M.M. 2002-2006
Setia Dharma Madjid 2006-2010
Drs. Lucya Andam Dewi, M.Si. 2010-2015
sejarah singkat
Ikapi didirikan pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta. Para pelopor dan inisiator pendirian Ikapi adalah Sutan Takdir Alisjahbana, M. Jusuf Ahmad, dan Nyonya A. Notosoetardjo. Pendirian IKAPI didorong oleh semangat nasionalisme setelah Indonesia merdeka tahun 1945.
Ikapi kemudian dibentuk sebagai organisasi profesi penerbit buku berasaskan Pancasila, gotong royong, dan kekeluargaan.Atas dasar kesepakatan para pendiri Ikapi diangkatlah Achmad Notosoetardjo sebagai ketua umum Ikapi pertama, Ny. Sutan Takdir Alisjahbana sebagai wakil ketua, Machmoed sebagai sekretaris, M. Jusuf Ahmad sebagai bendahara, dan John Sirie sebagai komisaris. Pada masa awal tersebut bergabung tiga belas penerbit, sesuai dengan buku yang disusun oleh Mahbub Djunaidi dan versi lain dari Zubaidah Isa menyebutkan jumlah empat belas penerbit bergabung pada masa awal Ikapi tersebut. Namun, baik Mahbub maupun Zubaidah tidak menyebutkan siapa saja penerbit yang bergabung tersebut.
Lima tahun setelah berdiri, Ikapi mampu menghimpun 46 anggota penerbit yang sebagian besar berdomisili di Jakarta dan sisanya di Pulau Jawa dan Sumatera. Kantor Ikapi dipusatkan di Jakarta sebagai ibu kota negara.
menghimpun penerbit dan pedagang buku lokal sejak 1952. Organisasi itu bernama Gabungan Penerbit Medan (Gapim) dengan 40 anggota dan 24 di antaranya adalah pedagang buku. Ikapi kemudian merangkul Gapim melalui kunjungan ketua Ikapi ke Medan pada September 1953. Gapim bersedia melebur ke dalam wadah Ikapi sehingga terbentuklah Ikapi Cabang Sumatera Utara pada Oktober 1953 dengan 16 anggota sebagai cabang Ikapi pertama.
Kongres Ikapi I diadakan pada tanggal 16-18 Maret 1954 di Jakarta. Kongres I ini mengesahkan terbentuknya cabang-cabang Ikapi untuk wilayah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sebagai organisasi penerbit, Ikapi juga meluncurkan majalah di bidang perbukuan bernama Suara Penerbit Nasional yang diluncurkan pada bulan Maret 1954. Namun, majalah ini hanya bertahan enam nomor dan selanjutnya tidak terbit lagi.
Fase Awal Penerbitan di Indonesia
Sejarah penerbitan buku di Indonesia sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa fase sebagai berikut.
Fase Hindia Belanda adalah fase berkembangnya penerbitan awal di Indonesia yang dipelopori pemerintahan kolonial Belanda, terutama untuk menjalankan misi penyebaran agama. Mesin cetak pun didatangkan pada 1624 meski kemudian tidak berfungsi karena tidak ada tenaga ahlinya. Kegiatan penerbitan dan pencetakan baru dimulai pada 1659. Adalah Cornelis Pijl yang memprakarsai penerbitan dan pencetakan Tijtboek—meski kini tiada yang tahu apa sebenarnya konten
5 IKAtAn PEnERBiT INDONESIA
Fase Cina Peranakan yang berkembang disebabkan meluasnya pemakaian bahasa Melayu di kalangan masyarakat Indonesia. Fase ini ditandai berkembangnya juga penerbitan surat kabar berbahasa Melayu, di samping surat kabar berbahasa Jawa kala itu. Surat kabar sebagai media informasi juga digunakan sebagai media iklan bagi para pedagang yang kebanyakan adalah kaum perantau dari Cina. Mereka pun akhirnya merasa berkepentingan dengan penguasaan bahasa, terutama bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Akhirnya, anak-anak mereka pun disekolahkan untuk dapat menguasai bahasa Melayu plus bahasa Belanda. Generasi peranakan Cina inilah yang kemudian memelopori penerbitan buku-buku selanjutnya dengan mengalihbahasakan kisah-kisah dari negeri mereka ke dalam bahasa Melayu. Tercatat pada dasawarsa 1880-an, sedikitnya ada 40 karya terjemahan dari cerita-cerita asli Cina. Pada 1903–1928, bahkan penerbitan peranakan Cina ini mampu menghasilkan seratusan novel asli karya 12 pengarang peranakan Cina—jauh dibandingkan Balai Poestaka yang pada 1928 hanya menerbitkan 20-an novel.
menjadi Kantoor voor de Volkslectuur. Lembaga ini kemudian diberi nama menjadi Balai Poestaka dan dipimpin lagi oleh D.A. Rinkes. Pada tahun 1921, Balai Poestaka pun sudah memiliki percetakan sendiri. Balai Poestaka kemudian dikenal sebagai ukuran gengsi intelektual karena pembacanya adalah kaum elite serta menggunakan bahasa tinggi.
Fase Penerbitan Modern
Dunia penerbitan buku Indonesia mengalami berbagai masa dan fase yang menunjukkan bagaimana perjalanan bangsa ini juga terbangun dari perjalanan intelektual lewat industri perbukuannya. Pasang surut terjadi dalam konteks industri perbukuan. Terkadang ada gerak dinamis yang memberikan secercah harapan. Namun, tidak jarang juga berbagai fenomena ikut membuat para penerbit terpuruk. Kalau didaftar, sedikit sekali penerbit-penerbit yang muncul pada era 1950-an dan 1960-an masih bertahan hingga kini, seperti Tiga Serangkai, Erlangga, Rosdakarya, Bumi Aksara, Dian Rakyat, dan tentunya penerbit tertua Balai Pustaka yang kini telah menjadi BUMN.
Tidak dimungkiri peranan pemerintah sangat berpengaruh pada pasang surut industri perbukuan di Indonesia. Kebijakan pemerintah seperti yang terjadi pada tahun 1969 hingga akhir 1970-an dengan mengadakan proyek pengadaan buku yang populer disebut Proyek Inpres sangatlah menggairahkan dunia penulisan dan penerbitan buku di Indonesia meskipun tidak dimungkiri pula terdapat ekses kurang baik, seperti munculnya penerbit musiman sehingga menghasilkan penerbitan yang tidak berkualitas.
7 IKAtAn PEnERBiT INDONESIA
publik pembaca Indonesia sangat mengenal penulis bernama Freddy S. ataupun Abdullah Harahap. Era selanjutnya, dikenal beberapa novelis laris yang melahirkan novel bertemakan percintaan, seperti Motinggo Boesje dan Marga T.
Walaupun demikian, buku-buku sastra yang lebih serius juga berkembang. Beberapa sastrawan papan atas Indonesia tetap menghasilkan karya-karya terbaik, seperti Umar Kayam, Kuntowijoyo, Ahmad Tohari, Rendra, dan N.H. Dini.
Masa-masa selanjutnya adalah masa-masa kreatif dunia perbukuan Indonesia dengan munculnya beberapa penerbit buku umum dan buku religi (Islam) yang tampil lebih modern. Pemicunya adalah peningkatan semangat keberagamaan yang muncul di perkotaan dan kampus-kampus. Penerbit yang memulai debutnya dalam buku religi dan dengan cepat berkembang, di antaranya Mizan dan Gema Insani Press pada tahun 1980-an.
Masa tersebut juga merupakan masa berseminya karya-karya tokoh pemikir Islam Indonesia modern, yaitu Amien Rais, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid, dan Jalaluddin Rakhmat. Tokoh Islam lain yang patut disebutkan dan karyanya berpengaruh adalah Emha Ainun Nadjib. Itulah fase baru yang kemudian menjadikan buku-buku Islam menyumbang omzet tinggi dalam transaksi buku secara nasional—seperti yang disampaikan beberapa toko buku.
Fenomena politik, sosial, dan budaya sangat berpengaruh pada dunia penerbitan buku selanjutnya, terutama menjelang terjadinya krisis moneter yang berujung pada reformasi tahun 1998 di Indonesia. Buku-buku politik pun mengalir deras saat itu.
novel, seperti Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy dan
Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang mengusung tema pendidikan. Kedua novel itu menjadi fenomenal karena meraih predikat best seller.
Kini industri buku di Indonesia makin menampilkan tema dan genre yang beragam hasil karya para penulis Indonesia. Beberapa buku motivasi dan pengembangan diri terus mencetak hit. Demikian pula dengan buku anak dan buku religi yang masih menempati penjualan buku tertinggi, khususnya di toko-toko buku modern.
Gairah penerbitan dan pemasaran buku juga tampak dari agenda rutin yang dilakukan Ikapi yaitu pameran buku di ibu kota negara dan juga kota-kota lain di Indonesia. Beberapa Ikapi Daerah memelopori agenda pameran buku rutin di kota-kota.
Visi dan Misi ikapi
Visi IKAPI
Menjadikan industri penerbitan buku di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan
dapat berkiprah di pasar internasional.
Misi IKAPI
Ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif, dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para
9 IKAtAn PEnERBiT INDONESIA
keanggotaan ikapi
Keanggotaan Ikapi terbuka untuk semua tingkatan penerbit, baik itu penerbit kecil, penerbit menengah, maupun penerbit besar, termasuk
self-publisher dengan syarat memiliki badan usaha atau badan hukum. Saat ini keanggotaan Ikapi di seluruh Indonesia mencapai 1.328 penerbit yang tersebar di 26 provinsi (dari 34 provinsi yang ada di Indonesia). Sebagian besar penerbit terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Anggota Ikapi juga terdiri atas penerbit perguruan tinggi, yayasan atau lembaga pendidikan, serta lembaga riset pemerintah Indonesia. Penilaian buku ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi dan lembaga riset juga mewajibkan buku diterbitkan oleh penerbit anggota Ikapi.
Setiap tahun anggota Ikapi mengalami penambahan meskipun tidak tertutup kemungkinan adanya anggota Ikapi yang tidak lagi beroperasi ataupun vakum dengan berbagai alasan yang melatarinya. Sebagian besar penerbit anggota Ikapi awalnya adalah penerbit buku pelajaran. Namun, kini jumlah penerbit buku pelajaran terkalahkan oleh penerbit buku umum. Banyak penerbit buku pelajaran yang tutup atau tidak lagi menerbitkan buku pelajaran setelah munculnya kebijakan pemerintah Indonesia dalam satu dekade ini yang mencoba melakukan sendiri pengadaan buku pelajaran. Adapun keterlibatan penerbit swasta sangat minim kontribusinya.
PENERBITAN
BUKU DALAM
ANGKA
A
dalah penting untuk menyajikan data penerbitan buku di Indonesia sebagai sebuah industri yang diakui keberadaannya. Untuk itu, dalam pendataan ini, kami sangat mengandalkan partisipasi dari penerbit anggota Ikapi dan juga mitra lembaga pemerintah yaitu Perpustakaan Nasional.Kami telah melakukan survei berdasarkan data riil yang diperoleh melalui responden yaitu para penerbit sehingga dapat memunculkan data tentang jumlah penerbit di Indonesia beserta fenomenanya dan jumlah buku terbit di Indonesia beserta data serta fakta yang melatarinya.
Jumlah Penerbit
tetapi, pada survei yang dilakukan diketahui bahwa ada beberapa penerbit yang sudah vakum meskipun masih terdaftar sebagai anggota Ikapi.
No. Wilayah Jumlah
2012 2013 2014 2015
1 DKI Jakarta 450 473 497 504 2 Jawa Barat 227 249 273 278 3 Jawa Tengah 131 136 145 145
4 Yogyakarta 80 85 89 91
5 Jawa Timur 144 148 156 159 6 Sumatera Selatan 1 1 1 1 7 Kalimantan Barat 11 13 13 13 8 Sulawesi Selatan 1 1 1 1 9 Sulawesi Tengah 10 10 11 12
10 Bali 3 3 3 3
11 Banten 1 1 1 1
12 Sumatera Barat 11 11 12 12 13 Nanggroe Aceh Darussalam 3 3 3 3
14 Sumatera Utara 1 1 1 1
15 Riau 16 16 16 16
16 Jambi 4 4 4 4
17 Kalimantan Selatan 2 2 2 2 18 Kalimantan Timur 6 9 13 14 19 Kalimantan Tengah 1 1 1 1 20 Sulawesi Utara 22 22 22 22
21 NTT 10 10 10 10
22 NTB 11 14 18 18
23 Papua 8 8 8 8
24 Lampung 2 5 5 5
25 Batam 2 2 2 2
26 Gorontalo 0 0 2 2
13 PenerbItAn Buku DAlAM ANGKA
Dari data tampak persebaran penerbit di Indonesia tidak merata dan terkonsentrasi di lima wilayah utama, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Dari hasil survei, kami mendata penerbit berdasarkan entitasnya, yaitu penerbit kecil, penerbit menengah, penerbit besar, dan penerbit dalam bentuk yayasan dan lembaga pemerintah yang termasuk anggota Ikapi. Selain itu, terdata juga penerbit non-anggota Ikapi yang aktif memasarkan bukunya di toko buku. Entitas penerbit utamanya dilihat dari badan usaha dan badan hukum yang menaunginya.
Penerbit Kecil (Small Publishers)
Penerbit kecil yaitu penerbit dengan berbagai badan usaha, seperti UD, Firma, dan Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV). Model penerbit seperti ini mendominasi keanggotaan Ikapi.
Lokasi Jumlah Penerbit
Entitas Penerbit Kecil
Jakarta 114 17%
Jawa Barat 161 25%
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur 313 48%
Luar Jawa 64 10%
Jumlah 652 100%
17% 25% 48% 10% Jakarta Jawa Barat
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur
Dari data di atas dapat dilihat bahwa penerbit kecil terbanyak di wilayah Jawa yang meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, yaitu sebanyak 48% dari seluruh perusahaan penerbitan yang berbadan usaha CV. Di wilayah Jawa Barat sekitar 25%. Di Jakarta penerbit kecil tidak begitu banyak yaitu hanya sekitar 17% dari seluruh penerbit kecil di Indonesia. Adapun di luar Jawa ada sekitar 10%.
Penerbit Menengah dan Penerbit Besar (Medium
and Big Publisher)
Penerbit dalam kategori menengah dan besar adalah penerbit yang berbadan hukum perseroan terbatas (PT). Ada 548 penerbit anggota Ikapi yang memiliki badan hukum PT. Jakarta menyumbang sebanyak 377 penerbit atau sekitar 60%. Jawa Barat sebanyak 17.1%, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebanyak 18%, sedangkan luar Jawa sebanyak 3%.
Lokasi Jumlah Penerbit
Entitas Penerbit Menengah-Besar
Jakarta 327 60%
Jawa Barat 94 17.1%
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur 109 19.9%
Luar Jawa 18 3%
Jumlah 548 100%
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur
Luar Jawa 60%
17% 20%
15 PenerbItAn Buku DAlAM ANGKA
Penerbit Yayasan, Lembaga Pendidikan, dan
Lembaga Pemerintah
Kami memisahkan entitas penerbit berdasarkan badan hukum yayasan yang umumnya didirikan bukan untuk tujuan mencari proit dan juga penerbit dengan badan hukum sebagai lembaga pendidikan ataupun lembaga pemerintah.
Dari data dapat dilihat bahwa Jakarta masih merupakan daerah dengan jumlah penerbit berbadan hukum yayasan, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintah yang besar yaitu 38%. Di Jawa Barat terdapat 30%, di Jawa Tengah dan Jawa Timur 22,3%, dan luar Jawa sebesar 10,6%.
Lokasi Jumlah Penerbit
Entitas Penerbit Yayasan/Lembaga
Jakarta 39 30,9%
Jawa Barat 40 31%
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur 35 27%
Luar Jawa 14 12%
Jumlah 128 100%
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur
Luar Jawa 31%
31% 27%
Penerbit Non-Ikapi
Kami juga mendata penerbit non-Ikapi yang aktif memasarkan bukunya di jejaring toko buku modern dan toko buku tradisional. Ada 109 penerbit terdata sebagai penerbit bukan anggota Ikapi yang aktif memasarkan bukunya. Sebanyak 43% penerbit berdomisili di Jawa, sedangkan di Jakarta terdapat 35 penerbit (32%).
Lokasi Jumlah Entitas Penerbit Non-Ikapi
Jakarta 35 32%
Jawa Barat 27 25%
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur 47 43%
Luar Jawa 0 0%
Total 109 100%
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur
Luar Jawa 32%
25% 43%
17 PenerbItAn Buku DAlAM ANGKA
Keakifan Penerbit
Dari 1.328 penerbit yang tercatat sebagai anggota ditemukan fakta bahwa banyak sekali penerbit yang menerbitkan judul buku dalam jumlah judul dan eksemplar yang terbatas. Data di bawah ini menunjukkan sebaran anggota penerbit yang aktif dan tidak aktif. Penerbit yang masuk kategori aktif adalah penerbit yang secara rutin menerbitkan sekurangnya 10 judul buku dalam 1 tahun. Jumlahnya 711 penerbit.
Lokasi Jumlah Tidak Aktif Aktif %
Jakarta 505 212 293 42%
Jawa Barat 283 140 143 49% Jawa Tengah,
Yogyakarta, dan Jawa Timur
378 168 210 44%
Luar Jawa 160 97 63 60%
Total 1.328 617 711 46%
Ukuran Penerbit
Selain dapat ditengarai dari jenis badan usaha atau badan hukum, besar kecilnya penerbit juga dapat dilihat dari skala usaha di organisasi penerbit itu sendiri. Dengan memperhitungkan jumlah judul, varian produk (jenis buku yang diterbitkan), jumlah pegawai, dan jumlah kantor perwakilan dari penerbit yang masuk kategori penerbit aktif maka diperoleh data sebagai berikut.
Kriteria Penerbit Judul per Tahun Jumlah Pegawai Varian Produk Jumlah Perwakilan Jumlah Penerbit 1 >200 >200 >10 >10 20 2 50-150 50-200 5-9 5-9 228 3 10-50 10-50 1-4 1-5 463
Kesimpulannya kategori penerbit besar di Indonesia hanya ada 20 penerbit, sedangkan penerbit menengah ada 228 penerbit, dan 463 penerbit adalah kategori penerbit kecil.
Jumlah Judul Buku Terbit
Untuk jumlah buku terbit di Indonesia, kami menggunakan data dari Perpustakaan Nasional RI dan membandingkannya dengan jumlah buku yang masuk ke TB Gramedia. Buku-buku yang masuk ke TB Gramedia adalah buku-buku yang memiliki nomor ISBN. Dengan demikian, buku yang masuk sudah pasti telah diajukan ke Perpustakaan Nasional RI.
19 PenerbItAn Buku DAlAM ANGKA
Produksi Judul Baru Penerbit Ikapi
Jumlah buku baru yang diterbitkan 711 penerbit aktif di tahun 2015 cukup beragam. Ada 80% penerbit menerbitkan buku baru dalam rentang 10 sampai 50 judul. Sebanyak 17% penerbit menerbitkan judul baru dalam rentang 50 sampai 200 judul dan terdapat 3% penerbit yang menerbitkan lebih dari 200 judul buku baru dalam tahun 2015.
80% 17%
3%
10-50 Judul 50-200 Judul
> 200 Judul
Produksi Judul Baru Nasional
Dalam data dua tahun terakhir yaitu 2013 dan 2014 terdapat angka penerbitan buku di Indonesia di atas 30.000 judul dalam setahun. Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa tidak semua buku diterbitkan oleh anggota Ikapi, penerbit non-anggota Ikapi yang berbadan usaha atau berbadan hukum juga dapat menerbitkan buku dengan nomor ISBN. Selain itu, banyak sekali lembaga pemerintah serta Badan Usaha Milik Negara yang notabene bukanlah institusi penerbit, juga menerbitkan buku. Sebagai contoh lembaga negara yang menerbitkan buku, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan beberapa kementerian.
Sumber Data 2013 2014
Penerimaan Judul Baru TB Gramedia 26.628 24.204
Penerimaan Pengajuan ISBN Perpusnas 36.624 44.327
Tiras Buku Terbit
Terdapat kecenderungan bahwa jumlah eksemplar yang dicetak tidak dipengaruhi besar kecilnya penerbit. Penerbit-penerbit buku anak dan buku sekolah mencetak dalam tiras yang lebih besar daripada buku untuk orang dewasa dan buku perguruan tinggi. Sebanyak 66% penerbit menerbitkan buku dalam jumlah tiras 3.000 eksemplar per judul. Penerbit yang menerbitkan dengan tiras 5.000 eksemplar sebanyak 19%, tiras 10.000 eksemplar sebesar 12%. Adapun pencetakan 15.000 ekemplar per judul sebesar 3%.
66% 19%
12% 3%
Oplah < 3.000
Oplah 5.000
Oplah 10.000
Oplah 15.000
21 PenerbItAn Buku DAlAM ANGKA
5.000 sampai 10.000 eksemplar per judul jilid. Total judul keseluruhan dari SD sampai SMA adalah SD sebanyak 72 judul buku, SMP sebanyak 36 judul buku, SMA dan SMK sebanyak 36 judul buku.
Kontribusi buku pelajaran sekolah terhadap jumlah buku yang beredar di Indonesia adalah sebagai berikut.
Level Penerbit Judul Tiras Total
SD 20 72 15.000 21.600.000 SMP 20 36 10.000 7.200.000 SMA 20 36 10.000 7.200.000 SMK 10 36 5.000 1.800.000
Total 37.800.000
Untuk buku nonpelajaran yang dipasarkan melalui toko buku dapat dilihat dari data judul yang beredar di TB Gramedia sebanyak 24.204 judul. Sebanyak 10% dari judul ini merupakan buku-buku impor, 5% merupakan buku pelajaran sekolah. Karena itu, terdapat 20.572 judul dari penerbit yang jika kita kalikan dengan rata-rata tiras 3.000 eksemplar per judul, akan didapat angka sebanyak 61.720.200 eksemplar. Jika angka ini dibagi dengan jumlah TB Gramedia sebanyak 108 gerai, rata-rata buku yang beredar dalam satu toko buku adalah 571.483 eksemplar buku. Dengan kata lain, secara rata-rata buku penerbit yang beredar dalam 1 toko buku adalah 3.000/108 sekitar 27 eksemplar per toko buku.
Kelompok Penerbit Jumlah Judul
Rata-rata/ Tahun Tiras Total
Penerbit Besar 20 200 3.000 12.000.000 Penerbit Menengah 228 100 3.000 68.400.000 Penerbit Kecil 463 15 3.000 20.835.000
Total 711 101.235.000
Dengan membandingkan hasil survei terhadap judul buku yang beredar di TB Gramedia maka bisa disimpulkan bahwa TB Gramedia menampung sebesar 61% dari seluruh buku umum yang beredar di Indonesia. Sebanyak 36% lainnya beredar melalui toko buku kecil, perwakilan penerbit, proyek pengadaan buku, dan direct selling.
Adapun buku pelajaran sebagian besar dipasarkan lewat penjualan langsung. Data di TB Gramedia memperlihatkan penjualan buku pelajaran atau buku sekolah pada tahun 2014 menyumbang 12,04% dengan jumlah eksemplar terjual hanya 3.427.888 eksemplar. Penjualan ini menempati peringkat keempat setelah buku anak, buku religi-spiritual, dan buku iksi.
Penerbitan Buku Digital
Pertumbuhan signiikan dari pengguna internet di Indonesia menciptakan prospek penjualan buku digital di Indonesia. Beberapa penerbit besar di Indonesia telah menerbitkan buku-buku mereka dalam format buku digital atau format digital lainnya. Hal ini menunjukkan munculnya kebutuhan akan buku-buku digital di Indonesia dan juga mendorong munculnya berbagai toko buku digital. Meskipun bertumbuh, penjualan
e-book masih kurang dari 2% pada pasar buku lokal.
23 PenerbItAn Buku DAlAM ANGKA
Beberapa toko buku digital yang kini mulai berkiprah di Indonesia, di antaranya Qbaca (Telkom), Bookmate Indonesia (Indosat), Wayang Force, Scoop, Aksara Maya, Buqu.
Selain itu, beberapa penerbit mengembangkan e-Book store sendiri, yaitu eRosda (Rosdakarya), Gramediana (Gramedia), Lumos (Mizan), UI Press, IPB Press, Penerbit ITB, Unair Press, dan Unsri Press.
Dari survei ini dapat dilihat bahwa jumlah penerbit Aktif yang bergerak ke arah e-book sangat signiikan jumlahnya. Persentasenya mencapai 20%. Ini mengindikasikan bahwa penerbit sudah mulai memikirkan perubahan yang akan terjadi seiring dengan kemajuan dalam bidang komunikasi sehingga media baca konvensional mulai mengalami pergeseran ke media digital
E-Book Non E-Book
80%
20%
Akan tetapi, dari 20% penerbit yang sudah bergerak ke arah e-book, persentase judul buku mereka yang telah dikonversi menjadi e-book
masih sangat rendah. Hal itu bisa dilihat dari diagram berikut ini.
74% 14%
8% 4%
< 5% 6-10%
11-20%
PEMASARAN
BUKU DALAM
ANGKA
P
asar buku di Indonesia untuk berbagai segmen sejatinya sangatlah potensial, termasuk buku-buku untuk pasar khusus. Dengan potensi populasi sebesar 252,2 juta jiwa, Indonesia adalah pasar yang masih akan tumbuh untuk produk-produk literasi. Data berikut ini menggambarkan bagaimana pasar buku di Indonesia bertumbuh kembang.Jalur Pemasaran
Penerbit dengan produk buku sekolah merupakan penerbit-penerbit dengan jumlah kantor perwakilan terbanyak yaitu rata-rata di atas 10 kantor perwakilan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Perwakilan penerbit buku sekolah atau buku pelajaran ini merepresentasikan aktivitas penjualan langsung yang banyak dilakukan mereka.
Pangsa Pasar
Potensi pangsa pasar buku di Indonesia dapat diukur dari potensi kelas menengah Indonesia. Berdasarkan Buku Pintar Kompas 2011 ada lonjakan jumlah kelas menengah Indonesia sejak 2003 ke 2010 hingga 53 juta jiwa (66% lonjakan). Bank Dunia menurunkan laporan ada 56,3% dari 237 juta populasi Indonesia yang termasuk kategori kelas menengah. Artinya, tahun 2010 diperkirakan ada 134 juta warga kelas menengah di Indonesia. Jumlah itu diprediksi meningkat menjadi 150 juta jiwa pada tahun 2014.
Dari sisi nilai uang yang dibelanjakan tahun 2010 tercatat belanja pakaian dan alas kaki mencapai Rp113,4 triliun, belanja barang rumah tangga dan jasa Rp194,4 triliun, belanja di luar negeri Rp59 triliun, dan biaya transportasi Rp238,6 triliun.
27 PeMAsArAn Buku DAlAM ANGKA
Jumlah Buku Terjual
Dari survei ini diketahui bahwa mayoritas penerbit hanya bisa menghabiskan maksimal 50% dari stok buku mereka yang baru terbit dalam satu tahun. Ada 27% penerbit yang penjualan mereka dalam rentang 50%–60% setahun dari stok, dalam rentang 60%–70% ada sekitar 14% penerbit, dan dalam rentang 70%–80% hanya sekitar 5%.
54% 27%
14% 5%
0%
<50%
50%-60%
60%-70%
70%-80%
>80%
Penerbit-penerbit yang menjual buku pelajaran sekolah merupakan penyumbang terbesar untuk persentase penjualan dari 60%–80%. Adapun penerbit buku-buku nonpelajaran secara rata-rata buku mereka terjual di bawah 50% dalam satu tahun.
Peringkat Penjualan
Data peringkat penjualan buku kami peroleh dari TB Gramedia dengan urutan penjualan sebagai berikut pada tahun 2014. Berapa jumlah judul yang berkontribusi pada setiap jenis buku sesuai dengan peringkatnya tidak tersajikan dalam data.
Peringkat Jenis Buku Eksemplar
1 Buku Anak 10.135.778
2 Buku Religi & Spiritual 3.421.197
3 Buku Fiksi 3.264.185
4 Buku Pelajaran/Sekolah 3.427.828 5 Buku Referensi dan Kamus 1.687.873 6 Buku Bisnis dan Ekonomi 954.045 7 Buku Pengembangan Diri 823.324 8 Buku Ilmu Sosial 720.519 9 Buku Psikologi 749.677 10 Buku Masakan 669.046
Terlihat bahwa buku anak memberi kontribusi penjualan tertinggi dari sisi jumlah eksemplar terjual. Tingginya jumlah penjualan karena terdorong oleh faktor harga rata-rata buku anak yang murah yaitu Rp30.000,00 dibandingkan jenis buku lain. Dari segi pendapatan, buku anak menyumbang angka Rp304.073.340.000 (22,64% dari total penjualan buku di TB Gramedia 2014).
29 PeMAsArAn Buku DAlAM ANGKA
Buku Pendidikan
Industri penerbitan buku pelajaran atau buku pendidikan di Indonesia memang menarik untuk digeluti karena besarnya potensi penjualan buku pelajaran. Total populasi peserta didik untuk sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia dari tingkat pendidikan usia dini dan pendidikan dasar-menengah adalah 48.346.091 orang. Selain itu, masih ada sekolah agama Islam di bawah pembinaan Kementerian Agama dengan jumlah populasi peserta didik 7.203.666.
Sekolah di Bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tingkat Pendidikan Jumlah Peserta Didik Jumlah Sekolah
Taman Kanak-Kanak 4.174.783 74.982 Sekolah Dasar 26.504.160 148.272 Sekolah Menengah Pertama 9.715.203 35.448 Sekolah Menengah Atas 4.292.288 12.409 Sekolah Menengah Kejuruan 4.199.657 11.726
Total 48.346.091 282.837
Sumber: BPS 2014
Sekolah Agama di Bawah Pembinaan Kementerian Agama
Tingkat Pendidikan Jumlah Peserta Didik Jumlah Sekolah
Madrasah Ibtidaiyah 3.290.240 23.678 Madrasah Tsanawiyah 2.817.027 16.283 Madrasah Aliyah 1.096.399 7.260
Total 7.203.666 47.221
Demikian pula dengan pasar buku ajar atau buku teks perguruan tinggi juga memiliki potensi pengembangan dari tahun ke tahun karena banyaknya populasi mahasiswa dan juga jumlah perguruan tinggi, baik di bawah Kementerian Ristek Dikti maupun Kementerian Agama.
Jenis Jumlah Peserta Didik Jumlah Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi
Kemenristek Dikti 4.012.347 3.181
Perguruan Tinggi
Kemenag 14.669 625
Total 4.027.016 3.806
Sumber: BPS 2014
Berdasarkan perkiraan pendapatan dari penjualan buku pendidikan dengan potensi yang sangat besar diperoleh angka berikut.
• Pendapatan proyek pemerintah senilai Rp510 miliar.
• Pendapatan penjualan buku sekolah Rp3 triliun.
31 PeMAsArAn Buku DAlAM ANGKA
indonesia international Book Fair
Event pameran terbesar dan penting di Indonesia adalah Indonesia International Book Fair yang diselenggarakan di Jakarta. Pada tahun 2015,
event ini telah memasuki penyelenggaraan ke-35 sejak diselenggarakan kali pertama tahun 1955.
Tahun 2014, IIBF mulai menghadirkan tamu kehormatan sebagai lazimnya pameran buku internasional. Tamu kehormatan pertama adalah Arab Saudi, lalu tahun 2015 Korea Selatan menjadi tamu kehormatan kedua.
IIBF diselenggarakan tiap tahun pada bulan September. Tahun 2015 IIBF diselenggarakan pada tanggal 2–6 September 2015. IIBF dikelola oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi).
Indonesia International Book Fair 2015 dalam Angka
Tempat Jakarta Convention Center
Luas Area Pameran 4.700 m2
Pengunjung 40.000
Negara Peserta Pameran 5 negara, 8 peserta
Peserta Pameran 62 peserta
Peserta International Right Fair 24 booth
Jumlah Booth 94 booth
Penyelenggaraan 5 hari
Program 80 acara
Tamu Kehormatan 2014 Arab Saudi
MINAT
BACA
P
ersentase penduduk Indonesia di atas usia 15 tahun yang melek huruf berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 mencapai 96,07%. Dengan demikian, penduduk Indonesia secara dominan berpotensi sebagai calon pembaca buku. Namun, dari sisi angka minat baca, Indonesia termasuk menempati posisi yang memprihatinkan dibandingkan negara lain.Data Unesco 2012 menunjukkan bahwa angka minat baca di Indonesia adalah 0,001. Artinya, hanya ada 1 dari 1.000 orang penduduk Indonesia yang memiliki minat baca serius. Jika jumlah penduduk Indonesia pada 2014 sebanyak 252,2 juta penduduk, hanya ada 252.200 orang yang memiliki minat baca serius. Angka tersebut tentu jauh dari angka kelas menengah Indonesia yang mencapai 150 juta orang.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mewajibkan sekolah memberi waktu peserta didik membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan membaca buku diarahkan pada buku-buku non-buku pelajaran.
Ikapi juga turut membantu program pemerintah untuk menumbuhkan minat membaca hingga akhirnya mengembangkan budaya membaca lewat berbagai kampanye minat baca dan juga pameran-pameran buku di berbagai daerah. Akses masyarakat terhadap buku dipermudah, termasuk penyediaan buku-buku murah.
Jumlah Perpustakaan
Untuk mendukung kegiatan membaca, fasilitas perpustakaan di Indonesia juga dibangun di berbagai daerah. Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional RI, kini terdapat jumlah perpustakaan dan taman bacaan masyarakat seperti berikut ini.
Perpustakaan Nasional 1 Perpustakaan Umum 23.777 Perpustakaan Khusus 2.743 Perpustakaan Sekolah 259.766 Perpustakaan Perguruan Tinggi 1.525 Perpustakaan Komunitas 15.000
35
BIBLIOGRAFI
Litbang Kompas, 2012. Buku Pintar Kompas 2011. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Setiawan, Hawe, dkk. 2000. 50 Tahun Ikapi 1950-2000. Jakarta: Ikatan Penerbit Indonesia.
Trim, Bambang. 2012. Apa & Bagaimana Menerbitkan Buku: Sebuah Pengalaman Bersama Ikapi. Jakarta: Ikatan Penerbit Indonesia.
sumber lain:
37
LAMPIRAN
Data Ringkas Perbukuan indonesia
Data Umum Indonesia
Luas 1.910.931 km2
Populasi 252,2 juta 2014
Pertumbuhan Populasi 1,35 2014 Angka Melek Huruf 95,9% 2014 Pengguna Internet 88,1 juta 2014 Produk Domestik Bruto Rp10.542.7 triliun 2014 PDB per Kapita Rp41,8 juta 2014 Pertumbuhan Ekonomi 5,0% 2014
Angka Inflasi 8,4% 2014
Data Perbukuan Indonesia
Jumlah Penerbit Ikapi dan Non-Ikapi 1.437 Jumlah Penerbit Aktif Ikapi 711 Jumlah Judul Buku Terbit 30.000/tahun Pangsa Pasar Buku Umum 2014 Rp14,10 triliun Pendapatan Penerbit Buku Umum Tahun 2014 Rp2,034 triliun Pendapatan Penerbit Buku Sekolah dan Proyek
Pemerintah Rp3,51 triliun
38
Ketua Umum: Dra. Lucya Andam Dewi, M.Si. (Bumi Aksara) Sekretaris Umum: Husni Syawie (Serambi)
Bendahara: Kuslistyarini (Penebar Swadaya) Ketua Kompartemen
• Hukum dan Hak Cipta: Kartini Nurdin (Yayasan Obor Indonesia)
• Hubungan dan Kerja Sama Antarlembaga: Nova Rasdiana
(Gramata)
• Promosi Buku dan Pengembangan Minat Baca: Ir. Rosidayati
Rozalina (Rosdakarya)
• Pendidikan dan Latihan, Penelitian, dan Pengembangan dan
Informasi: Bambang Trimansyah (Trim Komunikata)
• Buku Pelajaran, Perguruan Tinggi, Umum, dan Agama: Dharma
Hutauruk (Erlangga)
Kepala Bidang
• Hak Cipta: Kartini Nurdin (Yayasan Obor Indonesia)
• Hubungan dan Kerja Sama Dalam Negeri dan Timur Tengah: M.
Nurkholis Ridwan (Pustaka Alkautsar)
• Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri: Remon Agus (Zikrul
Hakim)
• Informasi: M. Sholeh Isrey (LKIS)
• Promosi Buku: Bien Pasaribu (Papas Sinar)
• Pengembangan Minat Baca: B. Sugiharta (Gramedia)
• Buku Pelajaran: I Ketut Astawa (Acarya Media)
• Buku Umum dan Agama: Syafrizal hasril (Armico)
39
susunAn PEnguRus ikAPi
DAERAh suMATERA uTARA
Ketua : DR. Rizali H. Nasution (Pustaka Widyasarana) Wakil Ketua I : Rimson Tambun, S.H. (Mitra)
Wakil Ketua II : Doni Irfan Alian (Madju)
Sekretaris : Azhari Marzuqie Nasution (Naspar Jaya) Wakil Sekretaris : Asrul Daulay (IAIN Press)
Bendahara : Drs. Chairil Anwar (Monora)
40
DAERAh suMATERA BARAT
PERioDE 2011–2016
Dewan Penasehat
1. H. Gamawan Fauzi SH, MM 2. H. Azhar Muhammad
3. H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa 4. H. Arizal Indramaharaja
Pengurus Daerah:
Ketua : Nita Indrawati, SE (Citra Budaya Indonesia) Sekretaris : Resthy Anggreta Sari, SE (Anggrek Media) Bendahara : Anton (Sukabina Kharsa)
Ketua Bidang Organisasi: Purwadi ( Jasa Surya)
Ketua Bidang Buku Pelajaran dan Umum: Drs. Alis Dasni (Gunung Bungsu)
41
susunAn PEnguRus ikAPi
DAERAh RiAu
PERioDE 2012–2017
Dewan Pertimbangan
Syaukani Al-Karim (Pusaka Riau) Pengurus Ikapi Daerah Riau
Ketua : Fadillah Om, S.Ag. (Usaha Putra Riau) Wakil Ketua : Herryanto Asmara, SE. (Persada Riau) Sekretaris : H. Djunaidi Marzuki, SE. (UNRI Press) Bendahara : Zulkarnaini S. Sos., M.Si. (Penerbit Alaf ) Bidang Organisasi
Ketua : Burhanuddin (Usaha Putra Riau)
Anggota : Peri Pirmansah, MH. (Universitas Islam Negeri Riau) Bidang Sumber Daya Manusia
Ketua : Muhammad Abdi Al-Maktsur, M.Ag. (Universitas Islam Negeri Riau)
Anggota : Imam Hanai, MA.(Universitas Islam Negeri Riau) Bidang Perbukuan
Ketua : M. Kafrawi (Pusaka Riau) Anggota : Wendi Kurniawan (UNRI Press) Bidang Humas
42
Ketua : Husnu Abadi SH,. M.Hum. (Universitas Islam Negeri Riau)
Anggota : Muhammad Iqbal, SH. (Usaha Putra Riau) Bidang Penelitian dan Pengembangan
Ketua : Hendi Sayuti, MH., M.Ag. (Universitas Islam Negeri Riau)
43
susunAn PEnguRus ikAPi
DAERAh suMATERA sElATAn
PERioDE 2011–2016
Dewan Pertimbangan Daerah
Ketua : Prof. Muchtar Efendy, SE., Phd. (Al Muchtar) Pengurus Daerah
Ketua : Hartati Ali (Al Muchtar)
44
Dki JAkARTA
ikAPi Dki JAkARTA 2011–2016
Ketua : H.E. Afrizal Sinaro (Almawardi Prima) Wakil Ketua I : Hikmat Kurnia (Gagas Media)
Wakil Ketua II : M. Anis Baswedan (Akbar Media Ekasarana) Wakil Ketua III : Abdullah Fanani (Pustaka hariqul Izzah) Sekretaris : Muharizal Umar (Al Ghuraba)
Wakil Sekretaris : Dian Priyani (Rineka Cipta) Bendahara : Endah M. (Prenada Media)
Pengembangan Budaya Baca: Andreas Haryono (Yayasan Obor Indonesia)
Pendidikan dan Latihan: Tatang T. Sundesyah (Media Dakwah) Litbang dan Database: Junaidi Gafar (Kandel)
Pameran dan Sarana Usaha: Khaerudin (Cakrawala Publishing) Organisasi dan Keanggotaan, Kegiatan Sosial: H.R. Harry (Hambali
Swadaya Putra)
Humas dan Kerja Sama Antarlembaga: Laura Sri Ulina Bangun (Kesaint Blanc)
Hukum dan Advokasi: Abdul Hakim (Gema Insani)
Pemberdayaan Penerbit: Vanda Yunita (Toko Gunung Agung) Pemberantasan Pembajakan Buku: Heri Wawan (Raja Graindo
Persada)
Buku Agama Islam: Dedi Esmardi (Mirqat Ilmu Ihsani)
Buku Pelajaran/Perguruan Tinggi: Polmas Sihombing (Literatur Media Sukses)
45
susunAn DEWAn PERTiMBAngAn
DAERAh ikAPi
Dki JAkARTA 2011–2016
Fahmi Umar (Mutiara Sumber Widya) Mappa Tutu (Pustaka Bina Bangsa) Tohir Bawazir (Pustaka Al Kautsar) Firdaus Efendi (Nuansa Madani)
46
DAERAh JAWA BARAT
PERioDE 2011–2016
Ketua : Drs. H. Anwaruddin (Anwar Press)
Wakil Ketua I : Rachmat Tauik Hidayat (Kiblat Buku Utama) Wakil Ketua II : Drs. Mahpudi, S.I.K., M.T. (Paramedia
Komunikatama)
Sekretaris : Dra. Hj. Rema K. Soenendar (Simbiosa Rekatama Media)
Bendahara : Drs. Arfan Rozali (Reika Aditama) Bidang-Bidang
Pengembangan Organiasi: Drs. Erwan Juhara, S.M.M. (Nuansa Majalengka)
Hukum dan Hak Cipta: H. Hasan Sagita, S.H. (Wahana Iptek) Hubungan Antarlembaga: Tauik Rahman, A.Md. (P&G Kilat Jaya) Pendidikan dan Latihan Penelitian & Pengembangan dan Informasi:
Idham Fitriadi, S.Sos. (Khazanah Intelektual) Promosi Buku : Ir. H. Sumbodo (Irsyad Baitus Salam)
Pengembangan Minat Baca: Drs. Gun Gun Waldi Gumilar (ITB Press)
Buku Pelajaran : Iwan Syah Putra Ginting, S.T.P., M.M. (Karya Kita) Buku Umum : Gesang Samijo Sudarman (Mitra Utama)
47
susunAn DEWAn PEnAsEhAT ikAPi
DAERAh JAWA BARAT
PERioDE 2011–2016
Ketua : Drs. H. Aan Soenendar, Ak. (Remaja Rosdakarya) Anggota : Drs. H. Asril Das (Lubuk Agung)
R.H. Bambang Rochyadi, S.Psi., M.M. (Andira) Drs. H. Bahrudin, M.M. (Epsilon Grup)
48
DAERAh JAWA TEngAh
PERioDE 2011–2016
Dewan Pertimbangan Daerah
1. Ir. H. Tomy Utomo Putro, M.M. (Intan Pariwara) 2. H. Sutarno (Harapan Baru)
3. H. Gatot Wahyudi, S.H. (Tiga Serangkai) 4. H. Hasan Toha (Toha Putra)
5. H. Arif Mudzakir, S.H. (Aneka Ilmu) Pengurus Harian
Ketua : Drs. H. Siswanto (Tiga Serangkai)
Wakil Ketua I : H. Ali Aksun Wijaya, S.H. (Duta Nusindo) Wakil Ketua II : Nugroho Arief Hermawan, S.T. (Putra Nugraha) Sekretaris : Ir. Heri Sulistyanto, M.Si. (Era Adicitra Intermedia) Wakil Sekretaris : H. Slamet Harjono, M.Si (Bengawan Ilmu) Bendahara : Petra Setyani, S.Pd. (Seti Aji)
Wakil Bendahara : H. Sriyanto (Sarana Ilmu) Bidang-Bidang
Promosi dan Pengembangan Minat Baca 1. YB Suryadi (Intan Pariwara)
49
Diklat dan Litbang
1. Karunya Budiawan, A.Md. Graf., S.E. (Widya Duta) 2. Drs.Kuswilono (Pakar Raya)
3. Yulianto Yudanta, S.E., M.M. (Wangsa Manggala) 4. Drs. Maskudi, M.M. (Sindur Press)
5. Drs. Arif Setio Nugroho (Mei Caraka) Organisasi, Hukum, dan Hak Cipta 1. H. Lukman Markani (Manunggal Jaya) 2. Bambang Sugianto, S.H. (Cempaka Putih) 3. Ryananda (Pustaka Bengawan)
4. Yatim Arrahman, S.Pd. (Sindhunata) 5. Leonanto Agusta (Efhar)
6. Arif Rahman Hakim, S.E. (Ar-Rahman) Humas dan Kerja Sama Antarlembaga
1. H. Muh Natshir Budianto (Wangsa Jatra Lestari) 2. H. Budi Purnomo, S.E. (Usaha makmur)
3. Vera Oktrianawati, S.E., Akt. (Teguh Karya) 4. Susilo, S.E. (Mediatama)
5. Adi Pramasto, S.E. (Era Adicitra Intermedia)
Buku Pelajaran, Perguruan Tinggi, Umum, dan Agama 1. Indramurti, S.E., M.M. (Grahadi)
2. Tri Jaya Suranto (Pustaka Mitra Aksara) 3. Achmintarto, S.Kom. (Dian Nuswantoro) 4. Suwaris, S.E. (Media Insani Press) 5. Yusuf Hardiyanto, S.E. (Sahabat) Sekretaris Operasional
50
DAERAh YogYAkARTA
PERioDE 2011–2016
Dewan Pertimbangan 1. R. Syarif holib 2. Hadi Wasikun 3. Sobirin Melian Pengurus Harian
Ketua : Akhmad Fikri AF (LKIS)
Wakil Ketua I : Abdullah Masrur (Ar- Ruz Media) Wakil Ketua II : Apri Dhian Purwantoro ( Jalasutra)
Sekretaris : Agus Hariyanto (Diandra Primamitra Media) Wakil Sekretaris : Wawan Arif Rahman (Relasi Inti Media) Bendahara : H. Listiyanto (Gava Media)
Bidang Hubungan Antarlembaga 1. Indra Ismawan (Media Presindo) 2. Mg.Sulistyorini (Kanisius) Bidang Hukum dan Hak Cipta Sholeh UG (Navila)
Bidang Promosi dan Minat Baca 1. Arif Abdulrochim (Pustaka Pesantren) 2. Iqbal Aji Daryono (Diandra Primamitra) Bidang Pemberdayaan Anggota
1. Edy Mulyono (Diva Press)
51
susunAn PEnguRus ikAPi
DAERAh JAWA TiMuR
PERioDE 2011–2016
Ketua : H. Abdul Muiz Nahari, S.E. (CV Pelita Hati) Wakil Ketua I : Drs. H. Fatkul Anam, M.Si. (CV Media Ilmu) Wakil Ketua II : Drs. H. Mursyid Burhanuddin (CV Arta Sarana
Media)
Wakil Ketua III : H. Moch. Abdan Dadang, S.E. (CV Karunia) Sekretaris : Drs. Soegeng Boedhyanto (CV Duta Graha
Pustaka)
Wakil Sekretaris : Irawan Novianto Pratama, S.T. (CV Iranti Mitra Utama)
Bendahara : Oky Narna Putra, S.E. (CV Kartika Mulya) Bidang-Bidang
1. Organisasi dan Keanggotaan
Ketua : H. Abiratno, S.T., M.Sc. (PT Bina Ilmu) Anggota : Agus Djafad Husni Arnowo (CV Iravi Jaya) 2. Hukum dan Hak Cipta
Ketua : Ananto Ilman, S.H. (PT Al-Fath Putra) Anggota : Rusli Tuasikal, S.Ag. (CV Graha Ilmu) 3. Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Ketua : H. Koko Prihandoko, A.Md.,Graf. (PT Antar
Surya Jaya)
52
Ketua : H. Rochmat Budi Utomo, S.Pi. (CV Dian Prima Lestari)
Anggota : Indra Kristiawan, S.E. (PD Nusa Jaya) 5. Buku Pelajaran, Umum, Agama, dan Perguruan Tinggi Ketua : Drs. Ei Efendi, M.M. (CV Citra Malang) Anggota : Dra. Yayuk Ngesti Rahayu, M.M. (Unidha Press
Malang) 6. Pameran dan Sarana Usaha
Ketua : Nur Shoiani, S.Psi. (CV Citra Pelajar)
Anggota : Deddy Ardiansyah Suis (PT eLBA Fitrah Mandiri Sejahtera)
7. Promosi Buku dan Pengembangan Minat Baca
53
susunAn DEWAn PERTiMBAngAn
ikAPi DAERAh JAWA TiMuR
PERioDE 2011–2016
Ketua : Ir. H. Misbahul Huda, M.B.A. (PT JePe Press Media Utama) Sekretaris : H. Agus Winarno (CV Bintang)