• Tidak ada hasil yang ditemukan

s sej 0807006 chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "s sej 0807006 chapter5"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

129

Nur’afifah, 2013

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Menumbuhkan Keterampilan Menganalisis Siswa Pada Pembelajaran Sejarah

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Bab ini akan menyimpulkan hasil akhir dari penelitian dan

merekomendasikan terhadap berbagai pihak yang terkait baik dari pihak sekolah,

guru, siswa maupun peneliti sendiri. Adapun kesimpulan dan rekomendasinya

adalah sebagai berikut:

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan bab-bab sebelumnya dan hasil pengolahan pada

bab IV terhadap penelitian di kelas XI IPS 2 MAN 1 Kota Bandung dalam

penerapan asesmen kinerja untuk menumbuhkan keterampilan menganalisis

siswa pada pembelajaran sejarah dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pertama, desain perencanaan dalam menerapkan asemen kinerja untuk

menumbuhkan keterampilan menganalisis siswa pada pembelajaran sejarah

yaitu dilakukan melalui tahapan penyusunan Silabus dan RPP yang memuat

model asesmen kinerja dan disesuaikan dengan kondisi siswa. Task dirancang

oleh peneliti sebagai bentuk tugas yang harus dikerjakan siswa dengan rubrik

sebagai pedoman penilaian untuk memberi skor terhadap kinerja siswa secara

berkelompok. Task yang dirancang oleh peneliti disesuaikan dengan materi

sejarah yaitu mengenai kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Peneliti

merancang dan menyusun task yang membuat siswa menunjukkan kemampuan

dan keterampilan menganalisis.

Kedua, langkah-langkah pelaksanaan asesmen kinerja di kelas pada

(2)

130

Nur’afifah, 2013

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Menumbuhkan Keterampilan Menganalisis Siswa Pada Pembelajaran Sejarah

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

apersepsi untuk menggali pengetahuan awal siswa dan dilanjutkan dengan

kegiatan inti yang lebih terfokus pada kegiatan siswa dalam proses

pembelajaran. Guru menerapkan asesmen kinerja yang memberikan

kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kinerjanya secara berkelompok

dengan mengerjakan tugas yang diberikan guru, kemudian dipresentasikan di

depan kelas. Dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya menggambarkan

peta yang terkait dengan tugas, siswa juga menunjukkan kinerja dan

mempresentasikan sehingga terjadi interaksi dengan siswa lainnya. Pada

kegiatan akhir guru pun memberikan penilaian dengan menggunakan rubrik

dan memberikan apresiasi terhadap kelompok yang melakukan presentasi serta

siswa yang ikut berpartisipasi pada kegiatan diskusi.

Ketiga, hasil dari penerapan asesmen kinerja pada pembelajaran sejarah

ini adalah dapat menumbuhkan keterampilan menganalisis siswa melalui

pelaksanaan dalam tiga siklus. Dari hasil observasi aktivitas siswa

memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus I sampai III. Dengan

adanya peningkatan aktivitas siswa ini menyebabkan tumbuhnya keterampilan

menganalisis siswa pada materi pembelajaran sejarah. Tumbuhnya

keterampilan menganalisis siswa secara khusus dapat dilihat dari task yang

diberikan untuk siswa yang dikerjakan secara berkelompok. Dari perolehan

skor tiap siklusnya dapat digambarkan bahwa terjadi pertumbuhan

keterampilan menganalisis siswa yang berbeda dengan keadaan sebelumnya

(3)

131

Nur’afifah, 2013

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Menumbuhkan Keterampilan Menganalisis Siswa Pada Pembelajaran Sejarah

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Keempat, dalam menerapkan asesmen kinerja pada pembelajaran peneliti

menghadapi kendala sehingga memperhambat proses pembelajaran yang sudah

direncanakan dengan sebaik mungkin. Kendala yang dihadapi di antaranya

yaitu kurangya keterampilan guru dalam mengelola alokasi waktu

pembelajaran dan dalam mengkondisikan kelas ketika presentasi dan diskusi.

Namun, kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan upaya

perbaikan yakni mengelola alokasi waktu untuk pengerjaan tugas dan

presentasi dengan sebaiknya berdasarkan hasil revisi dan refleksi dengan mitra

peneliti.

B. Rekomendasi

Berdasarkan pengalaman peneliti selama menerapkan asesmen kinerja

pada pembelajaran sejarah, berikut ini rekomendasi bagi beberapa pihak yang

terkait dengan penelitian ini yang ditujukan untuk mengembangkan asesmen

kinerja adalah sebagai berikut:

Bagi pihak sekolah, peneliti berharap penerapan asesmen kinerja dapat

meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran di MAN 1 Kota Bandung. Pihak

sekolah mendukung dan memotivasi guru-guru dalam menghasilkan ide-ide

baru untuk pelaksanaan asesmen di sekolah yang tidak hanya mengukur hasil

belajar tetapi juga proses pembelajaran di kelas.

Bagi guru, dengan adanya penelitian ini diharapkan menjadi masukan

dan inspirasi untuk guru sehingga mampu memiliki kreativitas agar dapat

(4)

132

Nur’afifah, 2013

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Menumbuhkan Keterampilan Menganalisis Siswa Pada Pembelajaran Sejarah

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

tidak hanya sebagai pusat informasi, namun juga sebagai fasilitator dan

motivator bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Bagi siswa, dengan adanya penelitian penerapan asesmen kinerja untuk

menumbuhkan keterampilan menganalisis pada pembelajaran sejarah

diharapkan siswa mampu menunjukkan kinerja dan kompetensi yang dimiliki

didasarkan pada keterampilan menganalisis. Siswa tidak hanya memproses

informasi yang diterima dan dicari, tetapi juga dapat menyampaikan kepada

teman-temannya di kelas sehingga lebih berperan aktif dalam proses

pembelajaran.

Bagi peneliti, dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini telah

menumbuhkan keterampilan menganalisis siswa dengan diterapkannya

asesmen kinerja. Keterampilan menganalisis siswa pada pembelajaran sejarah

merupakan fokus penelitian yang menitikberatkan pada aspek kognitif. Namun,

penelitian ini tentu jauh dari kesempurnaan sehingga diharapkan ada

pengembangan penelitian selanjutnya mengenai asesmen kinerja pada fokus

penelitian yang berbeda.

Demikian kesimpulan dan rekomendasi yang dikemukakan. Semoga

dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di

Indonesia, secara khususnya sebagai bahan pertimbangan sekolah dalam

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis data terlihat bahwa petugas pengecekan karcis di Stasiun Lempuyangan memiliki kualitas pelayanan yang tergolong baik pada tahap I dan cukup baik pada tahap

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT MENGGUNTING DAN MENEMPEL PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B TK PERTIWI KOTA SERANG TAHUN PELAJARAN

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) beberapa ABK yang terdapat di MIM PK Kartasura tergolong Autis, Down sydrom, Gangguan Praksis, Kesulitan belajar, dan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel di Kelompok B TK Pertiwi Kota

Efek Yang dikeluarkan oleh reksa dana KIK disebut unit penyertaan (trust unit). Pembentukan reksa dana KIK dilakukan oleh perusahaan efek atau pihak lain yang telah

Sistem Koordinasi Antara Bank Indonesia Dan Otoritas Jasakeuangan Dalam Pengawasan Bank Setelah Lahirnya Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa

[r]

Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan, sehingga tidak akan mengganggu proses pembelajaran (Sudikin,.. Masalah-masalah yang