• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengumuman Addendum Kedua

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengumuman Addendum Kedua"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN

JI. Argulobang No. 19 Baciro, Yogyakarta 55225 Telp. (0274) 588518

PENGUMUMAN ADDENDUM KEDUA DOKUMEN PENGADAAN

Nomor : 027/6053

Tanggal : 26 Juni 2012

Pekerjaan : Pengadaan Bibit Tanaman

Instansi : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY

Diumumkan kepada para peserta pekerjaan Pengadaan Bibit Tanaman bahwa pada

hari Selasa tanggal Dua puluh enam bulan Juni tahun Dua ribu duabelas pukul 09.00 s/d

10.00 WIB, Pokja ULP yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Nomor:

188/864 tanggal 1 Februari 2012 telah mengadakan pencermatan terhadap isi Dokumen

Pengadaan No.027/5463 tanggal 11 Juni 2012. Berdasarkan hasil pencermatan tersebut

telah dilakukan addendum kedua dokumen pengadaan tersebut sebagai berikut:

1.

BAB XIII. Spesifikasi Teknis

A. Spesifikasi Teknis

I. Kegiatan Rehabilitasi Hutan Konservasi

a. Bibit Pemeliharaan II

1. Bibit berbatang 5. Untuk bibit yang

perbanyakannya 28 Bibit Beringin 400 Generatif/Vegetatif 35 ≤ 10 ≤

(2)

b. Pemeliharaan I

1 Bibit Salam 155 Generatif 50 ≤ 5 ≤ 2 Bibit Jambu Air 155 Generatif/Vegetatif 35 ≤ 10 ≤ 3 Bibit Jambu Dersana 155 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 4 Bibit Cengkeh 155 Generatif/Sertifikat

berlabel

35 ≤ 5 ≤

5 Bibit Ampupu 155 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 6 Bibit Duwet 155 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 7 Bibit Nangka 150 Generatif 50 ≤ 10 ≤ 8 Bibit Sukun 150 Vegetatif/Sertifikat 35 ≤ 10 ≤ 9 Bibit Kluwih 150 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 10 Bibit Petai 150 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 11 Bibit Kemiri 150 Generatif 40 ≤ 10 ≤ 12 Bibit Tanjung 385 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 13 Bibit Sawo Kecik 385 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 14 Bibit Sawo Beludru 385 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 15 Bibit Pulai 295 Generatif/Vegetatif 35 ≤ 10 ≤ 16 Bibit Bintoro 295 Generatif 35 ≤ 5 ≤

Jumlah : I.b. 3.425 Jumlah : I.a + I.b 12.485

c. Penanaman

1. Bibit Plamboyan 625 Generatif 40 ≤ 5 ≤ 2. Bibit Asam Jawa 700 Generatif 40 ≤ 10 ≤ 3. Bibit Johar 650 Generatif 40 ≤ 10 ≤ 4. Bibit Trengguli 650 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 5. Bibit Nam Naman 650 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 6. Bibit Tayuman 650 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 7. Bibit Jati 1.150 Generatif/Sertifikat

KBK

50 ≤ 5 ≤

8. Bibit Jati Malabar 1.150 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 9. Bibit Jati Kluwih 1.150 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 10. Bibit Laban 1.150 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 11. Bibit Govasa 1.150 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 12. Bibit Gemelina 1.150 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 13. Bibit Cemara Laut 750 Generatif/Sertifikat 40 ≤ 5 ≤ 14. Bibit Cemara Udang 750 Generatif/Sertifikat 40 ≤ 5 ≤ 15. Bibit Cemara Gunung 750 Generatif 40 ≤ 5 ≤ 16. Bibit Tusam 750 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 17. Bibit Bambu Apus 550 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 18. Bibit Bambu Ori 550 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 19. Bibit Bambu Petung 550 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 20. Bibit Bambu Wulung 550 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 21. Bibit Bambu Tutul 550 Generatif 35 ≤ 10 ≤

Jumlah : I.c 16.575

Jumlah : I.a +I.b + I.c 29.060

II. Kegiatan Pengembangan Konservasi Alam Wana Lestari

Gerakan Tanam Konservasi Alam Wana Lestari

1. Bibit Sengon 1.100 Generatif 40 ≤ 5 ≤ 2. Bibit Jati 1.200 Generatif/Sertifikat

KBK

50 ≤ 10 ≤

(3)

10. Bibit Nyamplung 1.200 Generatif/Sertifikat 40 ≤ 5 ≤

Jumlah II 11.900

III. Kegiatan Konservasi Sumber Mata Air

1. Bibit Durian 740 Vegetatif/Sertifikat 40 ≤ 10 ≤ 2. Bibit Ficus Sp 2.200 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 3. Bibit Gayam 2.500 Generatif 50 ≤ 10 ≤ 4. Bibit Angsana 2.000 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 5. Bibit Jabon 1.000 Generatif/Sertifikat 40 ≤ 5 ≤ 6. Bibit Kemiri 1.500 Generatif 50 ≤ 10 ≤ 7. Bibit Rambutan 1.000 Vegetatif/Sertifikat 40 ≤ 10 ≤ 8. Bibit Alpokat 1.000 Generatif 40 ≤ 10 ≤

Jumlah III 11.940

IV. Kegiatan Pengembangan Potensi Desa Konservasi

1. Bibit Mangga 750 Vegetatif/Sertifikat 40 ≤ 10 ≤ 2. Bibit Rambutan 525 Vegetatif /Sertifikat 40 ≤ 5 ≤ 3. Bibit Durian 400 Vegetatif/Sertifikat 40 ≤ 10 ≤ 4. Bibit Sawo Kecik 500 Generatif 35 ≤ 10 ≤ 5. Bibit Mahoni 800 Generatif/Sertifikat 50 ≤ 5 ≤ 6. Bibit Jati 700 Generatif/Sertifikat 40 ≤ 5 ≤ 7. Bibit Sukun 750 Vegetatif/Sertifikat 40 ≤ 10 ≤ 8. Bibit Munggur 500 Generatif 35 ≤ 5 ≤ 9. Bibit Kemiri 650 Generatif 50 ≤ 10 ≤

Jumlah IV 5.575

V. Kegiatan Pengembangan Konservasi Kawasan Pantai

1. Bibit Cemara Udang 3.700 Generatif/Sertifikat 50 ≤ 5 ≤ Jumlah V 3.700

Jumlah : I+II+III+IV+V 62.175

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian para peserta diucapkan terima

kasih.

Yogyakarta, 26 Juni 2012

Referensi

Dokumen terkait

Pengumpulan cabutan di hutan alam Gunung Lumut berhasil dikumpulkan dari 24 pohon induk baik untuk kegiatan populasi dasar maupun pemuliaan.. Rata-rata tinggi bebas cabang pohon

Dengan demikian pengembangan keterampilan teknis ini pada pendidikan tinggi teknik dapat dilakukan melalui kegiatan hands-on baik dalam bentuk tugas-tugas formal di

Selamat bekerja, hasil laporanmu merupakan langkah awal untuk kegiatan pembenihan udang... 2) Udang yang berasal dari alam lebih baik karena fekunditasnya tinggi, kualitas telur

Pengumpulan cabutan di hutan alam Gunung Lumut berhasil dikumpulkan dari 24 pohon induk baik untuk kegiatan populasi dasar maupun pemuliaan.. Rata-rata tinggi bebas cabang pohon

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Operasi tambang terbuka akan selalu merubah bentang alam dan aliran air permukaan, sebagai contohnya. Perlu sebuah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pertambangan yang baik untuk menghindari/meminimalkan dampak lingkungan yang besar, seperti lansekap yang tidak beraturan, lubang tambang yang ditinggalkan, erosi dan sedimentasi yang tinggi, kesuburan tanah yang rendah yang tidak layak untuk pertumbuhan tanaman, produksi air asam tambang yang dapat berlangsung hingga ratusan tahun sehingga dapat mematikan biota di perairan umum, dan lain sebagainya. Secara umum terdapat 4 lingkup kegiatan penting dalam pengelolaan lingkungan pertambangan, yaitu: 1. pengelolaan dan pemantauan kualitas air, 2. pengelolaan dan pemantauan kualitas udara, 3. pengelolaan tanah, reklamasi, dan keanekaragaman hayati, 4. pengelolaan sampah, bahan berbahaya dan beracun (B3), dan limbah B3. Pelaksanaan kegiatan penting tersebut perlu diatur dalam sebuah sistem manajemen pengelolaan dan pemantauan, termasuk aspek kepatuhan terhadap izin/peraturan/ standar yang diperlukan untuk kegiatan

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Operasi tambang terbuka akan selalu merubah bentang alam dan aliran air permukaan, sebagai contohnya. Perlu sebuah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pertambangan yang baik untuk menghindari/meminimalkan dampak lingkungan yang besar, seperti lansekap yang tidak beraturan, lubang tambang yang ditinggalkan, erosi dan sedimentasi yang tinggi, kesuburan tanah yang rendah yang tidak layak untuk pertumbuhan tanaman, produksi air asam tambang yang dapat berlangsung hingga ratusan tahun sehingga dapat mematikan biota di perairan umum, dan lain sebagainya. Secara umum terdapat 4 lingkup kegiatan penting dalam pengelolaan lingkungan pertambangan, yaitu: 1. pengelolaan dan pemantauan kualitas air, 2. pengelolaan dan pemantauan kualitas udara, 3. pengelolaan tanah, reklamasi, dan keanekaragaman hayati, 4. pengelolaan sampah, bahan berbahaya dan beracun (B3), dan limbah B3. Pelaksanaan kegiatan penting tersebut perlu diatur dalam sebuah sistem manajemen pengelolaan dan pemantauan, termasuk aspek kepatuhan terhadap izin/peraturan/ standar yang diperlukan untuk kegiatan