67
BAB V
LANDASAN PROGRAM
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
5.1. Program Dasar Perencanaan
5.1.1. Program Ruang
Kegiatan Penerima
Ruang Kapasitas
Indoor & Outdoor
Pengunjung 180 mobil 4.698
Motor
Sirkulasi 100% 5.946
Sub Total 52.8 12.660
Kegiatan Rekreasi Air
Ruang Kapasitas
Indoor & Outdoor tertutup (m2)
Outdoor terbuka (m2) Berenang di
68
- Food court 50 orang 95
Perahu Wisata - Dermaga
Kegiatan Rekreasi Darat
Ruang Kapasitas
Indoor & Outdoor tertutup (m2)
Outdoor terbuka (m2) Memancing di
Danau dan Sandplay
- Gazebo
50 org 8 buah
125 24 Jogging Track
60 orang -
Voli pantai
69
Sub Total 11.171 1.021
Kelompok Kegiatan Kegiatan Penunjang
Ruang Kapasitas
Indoor & Outdoor tertutup (m2)
Outdoor terbuka (m2) Area Panggung
Hiburan
tunggu VIP
8 45
70 Kelompok Kegiatan Pengelola
Ruang Kapasitas
Indoor & Outdoor
R.Staf Promosi, Inform & Sirkulasi 30% 113,9 Sub Total 493,59
Kelompok Kegiatan Pelayanan
71 P3K, Pos
Security dan SAR
Tabel 5.1 Tabel Program Ruang
Rekapitulasi jumlah luasan yang dibutuhkan tiap-tiap kelompok kegiatan dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :
No. Kelompok Kegiatan
Luas ( m2) Indoor dan
Outdoor Terbangun
Outdoor Tidak Terbangun
1. Kelompok Kegiatan Penerima 151.2 450.8
2. Kelompok Kegiatan Rekreasi 11.171 1.021
3. Kelompok Kegiatan Penunjang 607 1.487
4. Kelompok Kegiatan Pengelola 493,59 -
5. Kelompok Kegiatan Pelayanan 388.7 -
TOTAL 3.549 8.622
TOTAL 12.171
Tabel 5.2 Tabel Rekapitulasi Program Ruang
5.2. Program Dasar Perancangan
5.2.1. Aspek Kinerja
- Vegetasi
Vegetasi yang direncanakan pada kawasan ini meliputi : Tabel 5.3 Tabel Jenis Vegetasi Yang Direncanakan
No. Area/ Lokasi Fungsi Karakteristik Jenis Vegetasi
72 kiegiatan rekreasi Pembatas fisik
Pengendali iklim
Tidak merusak konstruksi Warna menarik Perawatan mudah
Angsana Elemen statis
Rimbun Tinggi
Tidak merusak konstruksi Tidak monoton
palm pembatas fisik
tidak terlalu tinggi warna menarik berfungsi sebagai pagar
bamboo kuning
4. Open space peneduh tinggi
cukup rapat menarik
palm the-tehan rumput jepang pada area taman - Air
Pada penataan taman dan area playground akan menggunakan kolam untuk penyejuk area tersebut, serta fountain di tengah-tengah plaza dekat dengan gate.
Gambar 5.1 Kolam di Taman Gambar 5.2 Fountain Sumber: desainic.com Sumber : en.wikipedia.org
- Perangkat Keras
Tabel 5.4 Tabel Perangkat Keras Yang Digunakan
1. Papan Informasi
Dipilih desain yang simple namun tetap dapat menyalurkan Informasi kepada pengunjung.
73 2. Sclupture
Bentuk menyerupai hal-hal yang berkaitan dengan laut.
Sumber: ryusukesyn.blogspot.com
3. area duduk (sitting group)
Dipilih dengan desain yang variatif sehingga Pengunjung tidak bosan.
Sumber :www.rumahku.com
4. penerangan
Dipilih menggunakan desain yang memiliki ornamen Untuk tiangnya.
74 5. kolam
Dipilih dengan bentuk-bentuk abstrak.
Sumber: www.inirumahkita.com
6. Pembatas
Pembatas digunakan untuk memisahkan area kegiatan Satu dengan yang lainnya. Menggunaan pembatas railing dan Pembatas dinding.
Sumber: breathnature.blogspot.com
- Pedestrian
Persyaratan jalur pedestrian menurut Peraturan Menteri Pekerja umum tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksebilitass Bangunan dan Lingkungan, Pekerja adalah sebagai berikut:
a. Permukaan : permukaan jalan harusstabil, kuat, tahan cuaca, bertekstur halus tapi tidak licin. Hindari sambungan atau gundukan pada permukaan kalaupun ada tingginya tidak lebih ari 1.25cm.
75 c. Area istirahat: terutama digunakan untuk membantu pengguna jalan penyandang cacat
dengan menyediakan tempat duduk santai dibagian tepi.
Gambar 5.3 Letak dan ukuran jalur pedestrian Sumber: Peraturan Menteri Pekerja umum 2010
d. Pencahayaan : berkisar antara 50-150 lux tergantung pada intensitas pemakaian, tingkat budaya dan kebutuhan keamanan.
e. Perawatan dibutuhkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
f. Drainase: dibuat tegak lurus dengan arah jalur dengan kedalaman maksimal 1.5m, mudah dibersihkan dan perletakan lubang dijauhkan dari tepi ram.
76 5.4 Ukuran jalur pedestrian
Sumber: Peraturan Menteri Pekerja umum 2010
h. Tepi pengaman : penting untuk penghentian roda kendaraan dan tongkat tuna netra ke area-area yang berbahaya. Tepi pengaman dibuat setinggi maksimal 10cm dan lebar 15cm sepanjang jalur pedestrian.
5.2.2. Aspek Teknis
Sebagai konsep arsitektural yang ramah lingkungan, dalam perwujudan eko-arsitektur dalam bangunan, terbagi beberapa tingkat sistim operasional untuk yang digunakan dalam penggunaan energy
- Optimalisasi vegetasi
77 Sama halnya dengan vertical garden , pengaplikasian roof garden juga memiliki banyak fungsi pada bangunan, sehingga selain nuansa hijau yang dihasilkan penghematan energy juga didapat.
Gambar 6.5: Fungsi Roof Garden & Sistem Aplikasinya sumber : Neufert,Data Arsitek
78 - Penggunaan Solar Cell pada Bangunan
solar-cell panel adalah merupakan piranti elektronik yang mampu mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung. Terdiri dari dua layer semi-konduktor yang memiliki karakteristik elektrik yang berbeda, sehingga saat terkena sinar matahari terjadi beda potensial diantara keduanya dan menimbulkan aliran listrik.
- Natural Ventilation
Merupakan sistem pengoptimalisasian penghawaan dengan metode pengaliran udara yang terencana dengan baik. memperbanyak bukaan agar energy yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Namun dalam pemanfaatan ventilasi harus memperhitungkan penyebaran udara yang merata dari luar ke dalam ruang sehingga dapat mengefisiensikan sirkulasi udara, dan diperlukan pertimbangan yang baik dalam menentukan ventilasi untuk keluar masuknya udara.
79 Gambar 5.7 posisi bukaan mempengaruhi tekanan udara yang masuk
(Dasar-dasar Eko Arsitektur:59)
5.2.3. Aspek Arsitektural
Dalam konsep aspek arsitektural beberapa bangunan yang akan didesain untuk melengkapi fasilitas yang ada di Objek Wisata Pantai Widuri akan menggunakan beberapa ruangan yang terbuka, lalu penggunaan material dari bahan bekas atau daur ulang.