• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Materi Bhs. Ind MKU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ringkasan Materi Bhs. Ind MKU"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN MATERI

BAHASA INDONESIA

(2)

Ragam Bahasa

Resmi » Lisan

Tidak Resmi

Ragam Bahasa

(3)

Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Bahasa yang baik adalah yang sesuai

dengan situasi komunikasi

Bahasa yang benar adalah yang sesuai

dengan kaidah

Bahasa yang baik dan benar adalah yang

sesuai dengan situasi dan sekaligus

(4)

Kaidah Bahasa

1. Tata Tulis (Ejaan)

2. Tata Bentukan Kata

3. Tata Kalimat

(5)

Ejaan (EYD) adalah kaidah bahasa yang

mengatur penulisan huruf, penulisan kata,

dan penggunaan tanda baca.

Misalnya, penempatan tanda baca pada

kalimat berikut akan mempengaruhi

informasi yang disampaikan.

Menurut kabar burung Pak Amat mati

(6)

1. Huruf Miring

a. Untuk menuliskan judul buku, nama

majalah, dan nama surat kabar yang

dikutip di dalam teks;

b. Untuk menuliskan huruf, kata, atau

istilah yang dikhususkan/ditegaskan;

c. Untuk menuliskan kata atau istilah

(7)

2. Huruf Kapital

Huruf kapital seluruhnya digunakan untuk

menuliskan

a. judul utama ,

b. judul bab,

(8)

Huruf Kapital Awal Kata

Huruf kapital pada setiap awal kata

digunakan untuk menuliskan

a. judul-judulsubbab,

b. namaTuhan, nabi, agama, dan kitab suci

c. nama diri,

d. nama tahun

, bulan

, dan hari

,

(9)

Penulisan Kata

1. Penulisan Gabungan Kata

a. Gabungan kata ditulis serangkai jika mendapat awalan dan akhiran sekaligus atau salah satu unsurnya berupa unsur terikat.

b. Gabungan kata ditulis terpisah jika tidak berimbuhan atau hanya mendapat imbuhan awalan/akhiran.

2. Penulisan Bentuk di, per, dan pun

3. Penulisan Bentuk Ulang

(10)

Penulisan Unsur Serapan

1. Penerjemahan

shophouse ---ruko (rumah toko) industrial estate ---kawasan industri balanced budget ---anggaran

berimbang

2. Penyesuaian ejaan

energy ---energi

standardization ---standardisasi

3. Penerjemahan dan Penyerapan

(11)

Penulisan Singkatan

Singkatan ialah kependekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya. Misalnya:

a. LHP [el- ha pe ] b. sdr. [saudara]

PT [pe te] dst.[dan seterusnya] BPK [be-- pe - ka] dsb.[dansebagainya ] c. a.n. [atas nama], bukan a/n

(12)

PenulisanAkronim

Akronim ialah kependekan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, atau huruf awal dan suku kata yang ditulis dan dilafalkan seperti kata biasa.

Misalnya:

a. raker b. SIM rapim FISIP taplus IKIP b. Bappenas

(13)

BENTUK KATA

1. Kata Dasar

2. Kata Bentukan

a. Penggabungan kata dasar dan

kata dasar

b. Penggabungan unsur terikat dan

kata dasar

(14)

PILIHAN KATA

KriteriaPemilihanKata

1. Ketepatan

(15)

Ketepatan

Agar pilihan kata yang digunakan tepat, hal-hal

berikut perlu dipahami

a. Perbedaan makna denotasi dan konotasi

b. Perbedaan makna kata-kata yang

bersinonim

c. Penggunaan kata atau ungkapan eufisime

d. Penggunaan kata-kata generik dan spesifik

e. Penggunaan kata-kata konkret dan abstrak,

(16)

Kecermatan

Agar cermat dalam pemilihan kata, penyebab

kemubaziran kata berikut ini perlu dipahami

a. Penggunaan kata yang bermakna jamak

secara ganda

b. Penggunaan kata yang fungsi dan

maknanya bermiripan secara ganda

c. Penggunaan kata yang bermakna saling

secara ganda

(17)

Keserasian

Agar pilihan kata yang digunakan serasi, hal-hal

berikut perlu dipahami

a. Penggunaan bentuk gramatikal suatu kata

b. Penggunaan idiom

c. Penggunaan kata atau ungkapan idiomatik

d. Penggunaan majas

e. Penggunaan kata atau ungkapan yang lazim

(18)

Pengertian Kalimat

Kalima

t

Penanda

Informasi

(19)

Penanda

Kalimat (dalam ragam tulis)

diawali dengan huruf kapital dan

diakhiri dengan tanda titik, tanda

tanya, atau tanda seru.

Informasi

Kalimat merupakan rangkaian

(20)

Contoh Kasus

1. Surat tugas itu sudah ditandatangani.

2. Surat tugas yang sudah ditandatangani itu

Catatan

(21)

Struktur

Kalimat sekurang-kurangnya mengandung dua

unsur, yaitu subjek dan predikat. Namun jika

predikatnya berupa kata kerja transitif, sebuah

kalimat selain memerlukan unsur subjek dan

predikat juga memerlukan unsur lain, yaitu objek,

misalnya:

(22)

P

S

O

Pel

K

(23)

Ciri-Ciri Unsur Kalimat

1. Subjek (S) merupakan jawaban pertanyaan

apa

atau

siapa.

2. Predikat (P) merupakan jawaban pertanyaan

bagaimana

atau

apa yang dilakukan (oleh S).

3. Objek (O) keberadaannyabersifat wajib dan

dapat menjadi S dalam kalimat pasif.

4. Pelengkap (Pel.) keberadaannyabersifat wajib

dan tidak dapat menjadi S dalam kalimat pasif.

5. Keterangan (K) keberadaannya bersifat

opsional (tidak wajib) dan posisinya dapat

(24)

Contoh Kasus

1. Dalam bab ini akan membahas metode pengumpulan data.

2. Pembangunan itu untuk menyejahterakan masyarakat

Kalimat (1) tidak lengkap

karena tidak

ada subjeknya

,

sedangkan (2)

tidak

ada predikatnya

. Perhatikan

Perbaikannya di bawah ini

(25)

Pola Dasar Kalimat

1. Pola SP

Hasil pemeriksaan itu sudah dilaporkan.

2. Pola SPO

Auditor BPK sedang melakukan pemeriksaan.

3. Pola SPPel.

Mantan direktur bank itu sekarang menjadi auditor.

4. Pola SPOPel.

(26)

Jenis-Jenis Kalimat

-1. KalimatTunggal

2. KalimatMajemuk

a. MajemukSetara

(27)

Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara ditandai

dengan penggunaan kata penghubung

sebagai berikut.

dan

tetapi

atau

sedangkan

lalu

melainkan

(28)

Contoh Kasus

1. Jenis KKP Indeks B hasil pemeriksaan

proyek irigasi terdiri atas dokumen

pembangunan dam.

Sedangkan

KKP

Indeks B hasil pemeriksaandi BUMN

terdiri atas dokumenkegiatan produksi.

1a.Jenis KKP Indeks B hasil pemeriksaan

proyek irigasi terdiri atas dokumen

(29)

Majemuk Bertingkat

Penanda Ketidaksetaraan

Jika

agar

meskipun

Kalau

supaya

walaupun

Apabila

sebab

akibat

Andaikata

akibat

sesudah

Seandainya

karena

setelah

(30)

Contoh Kasus

1. Karena

biaya produksinya tinggi

sehingga

perusahaan itu sering rugi.

Struktur kalimat majemuk tersebut tidak tepat

di dalamnya terdapat dua kata penghung yang

fungsinya sama. Kata penghubung tersebut

seharusnya satu saja yang digunakan, seperti

pada perbaikannya berikut ini.

(31)

PENGERTIAN PARAGRAF

Rangkaian beberapa kalimat

yang mengandung satu

(32)

PENANDA

1. Bertakuk

……… ……….. ………..

2. Merenggang

……… ……… …………

(33)

PARAGRAF YANG BAIK

1. Kesatuan

2. Kepaduan

3. Ketuntasan

(34)

KESATUAN

Sebuah paragraf yang baik harus

memiliki satu gagasan utama

sebagai pengikat kalimat dalam

paragraf tersebut. Artinya, dalam

paragraf mungkin terdapat

beberapa gagasan tambahan,

(35)

KEPADUAN

Untuk mendukung satu kesatuan gagasan

utama, kalimat-kalimat di dalam sebuah

paragraf harus terpadu dan berkaitan satu

sama lain.

Sarana Pemadu Kalimat dalam Paragraf

1. Pengulangan (kata kunci)

2. Penggantian

(36)

Pengulangan

Kepaduan paragraf dapat dibangun dengan

mengulang kata yang sama yang merupakan

kata kunci. Kata atau ungkapan yang sama itu

sesekali dapat diulang kembali dalam kalimat

berikutnya.

Misalnya:

Minggu lalu kami mengadakan rapat. Dalam

rapat itu ada berbagai hal yang kami bicarakan.

Salah satu di antaranya adalah masalah

(37)

Penggantian

Selain dengan mengulang kata kunci,

kepaduan paragraf juga dapat dibangun

dengan menggunakan penggantian atau

kata lain yang bersinonim dengan kata

kunci, misalnya

virus HIV

sesekali dapat

disebut

virus itu, virus penyebab AIDS,

virus tersebut,

atau

virus yang mematikan

itu.

Penggantian dapat pula dilakukan

(38)

Penghubung Antarkalimat

Selain dengan menggunakan pengulangan kata kunci dan penggantian, kepaduan paragraf juga dapat dibangun

dengan menggunakan penghubung antarkalimat. Misalnya:

Oleh karena itu, Oleh sebab itu, Dengan demikian, Meskipun demikian, Jadi,

Namun,

(39)

Keparalelan

Keparalelan yang dimaksud adalah adanya kesejajaran bentuk atau struktur pengungkapannya. Jika pada

bagian yang satu bentuknya aktif, bagian yang lain pun harus demikian. Begitu pula sebaliknya, jika bagian yang satu berbentuk pasif, agar sejajar, bagian yang lain pun harus berbentuk pasif, seperti yang tampak pada contoh berikut.

Misalnya:

(40)

KETUNTASAN

Sebuah paragraf yang baik juga harus dapat mengungkapkan

gagasan secara tuntas. Artinya, paragraf itu harus dapat menyajikan informasi secara lengkap sehingga pembaca tidak dibuat bertanya-tanya tentang kelanjutannya. Sebagai contoh, kalau dalam perincian atau penjelasan digunakan kata pertama, berarti

sekurang-kurangnya harus ada kedua, dan bisa juga ada ketiga, tidak seperti pada paragraf berikut: ada kata pertama, tetapi kata kedua tidak ada.

Misalnya:

(41)

KONSISTENSI SUDUT PANDANG

Sudut pandang adalah cara yang digunakan penulis untuk menempatkan diri di dalam tulisannya. Sudut pandang itu

harus konsisten, termasuk dalam pelibatan pembaca. Sebagai contoh, kalau penulis mewakili dirinya dengan menggunakan kata peneliti atau penulis, kata itu hendaknya tetap digunakan secara konsisten sampai dengan akhir tulisannya. Sebaliknya, kalau ia menggunakan kata kita—dengan maksud melibatkan pembaca dalam tulisannya—kata itu pun sebaiknya digunakan secara konsisten sampai pada akhir tulisannya. Begitu pula, untuk menjaga objektivitas—kalau penulis tidak ingin

(42)

KERUNTUTAN

Informasi disajikan secara runtut dalam

Informasi disajikan secara runtut dalam

pola urutan yang mudah diikuti pembaca.

pola urutan yang mudah diikuti pembaca.

Ada beberapa model urutan penyajian

Ada beberapa model urutan penyajian

informasi dalam paragraf, dan tiap model

informasi dalam paragraf, dan tiap model

mempunyai kelebihannya masing

mempunyai kelebihannya masing

-

-

masing.

masing.

Model yang dimaksud, antara lain, adalah

Model yang dimaksud, antara lain, adalah

model urutan waktu, urutan tempat, urutan

model urutan waktu, urutan tempat, urutan

umum

umum

-

-

khusus atau khusus

khusus atau khusus

-

-

umum, urutan

umum, urutan

pertanyaan dan jawaban, serta urutan

(43)

JENIS PARAGRAF

:

Berdasarkan Fungsinya

Paragraf Pengantar

Paragraf pengantar/pembuka merupakan jenis

paragraf yang berfungsi mengantarkan pembaca

pada pokok persoalan yang akan dikemukakan.

Sebagai pengantar, paragraf ini hendaknya dibuat

semenarik mungkin agar dapat memikat perhatian

atau minat pembaca. Di samping itu, paragraf ini

hendaknya juga mempunyai kemampuan

(44)

Paragraf Pengembang

Paragraf pengembang merupakan jenis

paragraf yang berfungsi mengembangkan

pokok persoalan yang telah ditentukan. Di

dalam paragraf ini pula penulis menyatakan

pokok pikiran yang akan disampaikan dan

sekaligus menerangkan atau

mengembang-kannya. Pengembangan itu dapat dilakukan

(45)

Paragraf Penutup

Paragraf penutup merupakan jenis

paragraf yang berfungsi mengakhiri tulisan

atau sebagai penutup karangan. Isinya

dapat berupa suatu simpulan atau

(46)

Berdasarkan Struktur Informasinya

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah suatu jenis paragraf yang menempatkan informasi utama —yang terkandung pada kalimat topik —pada akhir paragraf. Dengan demikian, struktur paragraf ini diawali dengan

beberapa kalimat penjelas yang mendukung informasi utama. Setelah itu, baru informasi utama ditampilkan pada bagian akhir. Paragraf ini sering disebut sebagai paragraf yang diawali dengan informasi yang umum ke informasi yang khusus. Sebagai contoh, perhatikan paragraf berikut.

Komputer dapat dijadikan alat hiburan. Banyak komputer yang

(47)

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif boleh dikatakan sebagai kebalikan dari paragraf induktif. Kalau paragraf induktif menampilkan informasi utama pada akhir paragraf, paragraf deduktif menampilkan informasi utama pada awal paragraf.

Informasi utama itu kemudian diikuti dengan informasi

penjelas yang terungkap pada kalimat -kalimat pengembang. Orang sering menyebut paragraf ini diawali dengan hal yang umum ke hal yang bersifat khusus. Sebagai contoh,

perhatikan paragraf berikut.

Kondisi kebun binatang Taru, Solo, makin

(48)

BerdasarkanGaya Penyajiannya

Paparan/Eksposisi

Paparan merupakan corak tulisan yang bertujuan menginformasikan, menerangkan, dan menguraikan suatu gagasan. Oleh karena itu, par

menerangkan, dan menguraikan suatu gagasan. Oleh karena itu, par ragraf agraf eksposisi harus dapat memberikan tambahan pengertian dan

eksposisi harus dapat memberikan tambahan pengertian dan

pengetahuan pembacanya.

pengetahuan pembacanya.

Obat ini mengandung bahan

Obat ini mengandung bahan--bahan yang secara klinis telah terbukti bahan yang secara klinis telah terbukti mempunyai khasiat tinggi dan efektif untuk mengatasi flu dan sin

mempunyai khasiat tinggi dan efektif untuk mengatasi flu dan sinusitis. usitis. DiDi samping

(49)

Kisahan/Narasi

Kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan

menceritakan peristiwa atau pengalaman manusia

berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu

agar pembaca terkesan.

Gadis itu bernama Ratih Kulitnya kuning langsat

Rambutnya dipotong pendek ala Demi More.

Setiap pagi kulihat ia lewat di depan rumahku.

Setiap kali kusapa, ia tampak enggan di depan

rumahku. Setiap kali kusapa ia tampak enggan

menjawab. Meskipun begitu, senyumnya

(50)

Pemerian/Deskripsi

Pemerian atau deskripsi merupakan gaya tulisan yang

bertujuan menggambarkan sejelas-jelasnya suatu

objek sehingga pembaca seolah-olah mengalami

sendiri sesuatu yang digambarkan itu.

Sebuah mobil bercat biru yang ditumpangi oleh

sepasang muda-mudi meluncur dengan pelan

(51)

Bahasan/Argumentasi

Bahasan atau argumentasi merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan penulis dan meyakinkan atau

mempengaruhi pembaca agar menerima pendapatnya . Perbedaannya dengan eksposisi adalah bahwa

argumentasi berusaha meyakinkan pembaca , sedangkan eksposisi berusaha menjelaskan sesuatu kepada pembaca .

Kedisiplinan berlalu lintas masyarakat Jakarta cenderung menurun. Hal itu terbukti pada bertambahnya jumlah

pelanggaran yang tercatat di kepolisian. Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan pun makin

(52)

KRITERIA SURAT YANG BAIK

1. Surat sebaiknya ditulis dalam bentuk dan isi yang menarik serta disusun secara sistematis sesuai dengan aturan

yang berlaku dalam penyusunan surat.

2. Surat sebaiknya disusun secara sederhana dan tidak terlalu panjang karena surat yang panjang dan bertele -tele dapat menjemukan pembacanya.

3. Surat sebaiknya disusun secara jelas, lugas, dan

komunikatif agar dapat dipahami secara tepat sesuai dengan maksud yang dikehendaki oleh penulis.

(53)

BAHASA SURAT

1.

Agar pesan atau informasi yang disampaikan mudah

dipahami, surat hendaknya ditulis dengan menggunakan

bahasa efektif, yaitu jelas, lugas, dan komunikatif.dapat

mengungkapkan pesan secara tepat sesuai dengan

maksud yang ingin dikemukakan oleh penulis.

2.

Bahasa surat dikatakan

jelas

jika isi atau informasi yang

disampaikan mudah dipahami dan unsur-unsurnya pun

dinyatakan secara tegas atau eksplisit.

3.

Bahasa surat dikatakan

lugas

jika kata-kata yang

digunakan langsung mengungkapkan pokok persoalan

yang akan disampaikan, tidak berbunga-bunga atau

berbasa-basi.

(54)

BAGIAN

-

BAGIAN

SURAT

1. Kepala surat/kop surat 2. Tanggal surat

3. Nomor surat 4. Lampiran

5. Hal/Pokok surat 6. Alamat yang dituju 7. Salam pembuka 8. Paragraf pembuka 9. Paragraf isi

(55)

Kepala Surat/Kop

Surat

Kepala surat berfungsi untuk memberikan

informasi kepada penerima surat mengenai

nama, alamat, nomor telepon, faksimile, dan

keterangan lain yang berkaitan dengan

(56)

Contoh Kepala Surat

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI

Jalan Bina Warga 2, Kalibata Raya, Jakarta Telepon (021) 79190864, 791960885, 79182720

(57)

Tanggal Surat

1. Tanggal surat perlu dicantumkan pada setiap surat dinas. 2. Fungsinya adalah untuk memberitahukan kepada penerima

surat tentang waktu penulisan surat itu.

Contoh yang tidak tepat:

Tanggal 25 Bulan Juni Tahun 2010 Bandung, 31-08-2010

24 Sept. ‘10

Contoh yang tepat:

25 Juni 2010

31 Agustus 2010

(58)

Lampiran

Lampiran digunakan untuk memberitahukan kepada

penerima surat bahwa ada sesuatu yang disertakan

bersama surat. Oleh karena itu, jika memang tidak

ada sesuatu yang disertakan, kata

lampiran

tidak

perlu dicantumkan.

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Lampiran: 5 (lima) lembar

Lampiran: Satu (1) berkas

Lampiran:

(59)

Hal

Surat

Hal surat atau pokok surat berfungsi untuk

memberitahukan kepada penerima surat tentang

pokok masalah yang ditulis di dalam surat. Agar

efektif, hal surat sebaiknya tidak ditulis terlalu panjang,

tetapi jelas dan dapat mencakup seluruh isi surat.

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Hal: Undangan untuk menghadiri Rakernas

tanggal 5 Oktober 2010

Contoh penulisan yang tepat:

(60)

Alamat yang

Dituju

Alamat yang dituju berfungsi sebagai petunjuk langsung mengenai pihak yang harus menerima surat. Untuk itu, unsur hendaknya ditulis lengkap

-unsur alamat yang digunakan tidak disingkat.

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Kepada Yth. Bapak Kepala Pusat Bahasa Jl. Daksinapati Barat IV

Rawamangun JAKARTA

Contoh penulisan yang tepat:

(61)

Salam

Pembuka

Salam pembuka selain merupakan tanda hormat penulis surat kepada penerima surat, juga merupakan salah satu penanda surat yang sopan dan beradab. Salam itu dapat diibaratkan sebagai ketukan pintu atau ucapan salam ketika seseorang akan bertamu ke rumah orang lain. Pencantuman salam pembuka itu dianjurkan pada sebelah kiri sejajar dengan margin kiri.

Misalnya:

Dengan hormat,

Bapak ... yang terhormat, Salam sejahtera,

(62)

Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka merupakan bagian pengantar yang

berfungsi untuk mengantarkan pembaca pada permasalahan utama yang ditulis. Dengan demikian, fungsi utama paragraf pembuka adalah untuk menghubungkan pikiran pembaca dengan pokok masalah yang disampaikan.

Misalnya:

(1) Sehubungan dengan surat Saudara No.

005/1180/I/Bangda, tanggal 25 Juni 2006, kami beri tahukan hal-hal berikut.

(2) Melalui surat ini kami beri tahukan bahwa ....

(63)

Paragraf

Isi

Paragraf isi dapat dipandang sebagai bagian inti dari

sebuah surat. Pada paragraf ini penulis

mengemukakan pokok persoalan yang ingin

disampaikan. Pokok persoalan itu diharapkan

memperoleh tanggapan, jawaban, atau reaksi yang

positif sesuai dengan harapan penulis surat.

Sehubungan dengan itu, paragraf isi hendaknya

hanya mengungkapkan satu masalah. Oleh karena

itu, jika ada dua masalah atau lebih, masing-masing

-

hendaknya diungkapkan dalam paragraf yang

(64)

Paragraf Penutup

Paragraf penutup merupakan bagian akhir dari sebuah surat. Paragraf ini berfungsi untuk menyatakan bahwa pembicaraan sudah selesai. Oleh karena itu, paragraf ini biasanya

mengungkapkan harapan dan ucapan terima kasih.

Misalnya:

(1) Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih. (2) Atas kesediaan Saudara, kami ucapkan terima kasih. (3) Atas perhatian dan kerja sama Bapak, kami sampaikan

terima kasih.

(65)

Contoh yang Tidak Tepat

(1)

Atas perhatiannya, diucapkan terima

kasih.

(2)

Demikian atas bantuan Saudara, kami

ucapkan terima kasih.

(3)

Demikian harap maklum, dan atas

perhatian dan kerja samanya,

diucapkan terima kasih.

(66)

Salam Penutup

Salam penutup dicantumkan di pojok kanan bawah,

tepatnya di antara paragraf penutup dan tanda tangan

pengirim surat. Salam ini dapat diibaratkan sebagai

ucapan permisi atau pamitan setelah seseorang

bertamu atau berkomunikasi dengan orang lain.

Misalnya:

(67)

Tanda Tangan

Tanda tangan merupakan pelengkap surat

dinas yang bersifat wajib karena sebuah

surat belum dapat dianggap sah jika

belum ditandatangani oleh pejabat yang

berwenang. Untuk surat-surat dinas di

Indonesia, tanda tangan penulis surat

lazimnya juga dilengkapi dengan cap atau

stempel instansinya sebagai penanda

(68)

Nama,

Jabatan,

dan NIP

Nama penanda tangan surat dinyatakan secara jelas di bawah tanda

tangan, tepatnya sejajar di bawah salam penutup. Nama penanda tatangan surat hanya huruf awal tiap unsur nama yang ditulis kapital, bukan kapital seluruhnya. Selain itu, nama penanda tangan surat juga tidak perlu diapit tanda kurung ataupun digarisbawahi. Nomor induk pegawai atau NIP dapat pula disertakan di bawah nama penanda tangan surat.

Misalnya:

(Tanda tangan)

Drs. Hartono, M.Hum.

NIP 19660605 199303 1 006

atau:

(69)

Tembusan

Tembusan berfungsi untuk memberitahukan kepada penerima surat ba hwa surat yang sama juga dikirimkan kepada pihak lain yang dipandang perlu mengetahui isi surat yang

bersangkutan. Jika tidak ada pihak lain yang diberi tembusan, kata tembusan tidak perlu dicantumkan. Dalam hubungan itu, jika pihak yang diberi tembusan lebih dari satu,

pencantumannya disertai dengan nomor urut. Namun, jika pihak yang ditembusi hanya satu nomor urut itu tidak perlu dicantumkan.

Misalnya:

Tembusan:

1. Direktur Jenderal Pembangunan Daerah 2. Kepala Biro Organisasi

3. Kepala Biro Keuangan Contoh yang tidak tepat:

Tembusan

1. Kepada Yth. Direktur Jenderal Pembangunan daerah (sebagai laporan) 2. Kepada Yth. Kepala Biro Organisasi

(70)

Inisial

Inisial adalah tanda atau kode pengenal yang berupa

singkatan, yaitu singkatan nama pengonsep surat dan

pengetik surat. Inisial ini bermanfaat untuk

mengetahui nama pengonsep dan pengetik surat

sehingga—jika terjadi kekeliruan dalam surat itu —

pimpinan dengan mudah dapat mengecek dan

(71)

Komunikasi Lisan

1. Pengertian

Komunikasi lisan adalah suatu bentuk komunikasi atau penyampaian pesan dari pembicara kepada lawan bicara yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat bicara

(mulut) manusia. Komunikasi lisan dapat bersifat langsung (hadir di tempat yang sama) dan dapat pula bersifat tidak langsung, yaitu melalui media tertentu, misalnya telepon. 2. Ciri-Ciri Komunikasi Lisan

a. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan alat-alat bicara manusia.

b. Ada pembicara dan lawan bicara.

(72)

Teknik Komunikasi Lisan dalam Pemeriksaan

1. Teknik membuka dan menutup percakapan, 2. Teknik meminta dan menyatakan pendapat, 3. Teknik mengatur pembicaraan,

4. Teknik menanyakan dan mengklarifikasi maksud, 5. Teknik memberi komentar,

6. Teknik menyela percakapan,

7. Teknik mengecek pemahaman dan menghapus kesalahpaman,

(73)

Komunikasi Melalui Telepon

1. Gunakan bahasa atau tutur kata dan

nada suara yang sopan serta bersikap

ramah;

2. Awali pembicaraan dengan salam;

3. Sampaikan maksud dengan baik, sopan,

dan ramah;

(74)

Komunikasi Lisan dalam Pertemuan Resmi

1. Pertemuan resmi: rapat, seminar, lokakarya ,

kongres, simposium, konferensi, dsb .;

2. Awal dan akhiri pembicaraan dengan

salam;

3. Gunakan bahasa lisan yang resmi/baku;

4. Ucapkan kata-kata dengan jelas dan

fasih;

(75)

Referensi

Dokumen terkait

Ada hubungan yang bermakna pada laki- laki penderita DM yang memiliki status merokok dan tingkat aktivitas fisik tidak sesuai anjuran WHO ( World Health Organization )

Dari hasil penelitian, dirumuskan strategic demand/ supply planning serta rencana inovasi berdasarkan arahan strategis, 7 deliverable dalam value- chain, dan diketahui bahwa

Tujuan dari pengambilan sampel / contoh adalah untuk mengumpulkan sebagian material / bahan dalam volume yang cukup kecil yang mewakili material / bahan yang akan

Apabila layanan yang di butuhkan tidak memadai atau tidak ada, maka pasien akan di rujuk ke rumah sakit lain yang memiliki kebutuhan jenis layanan yang dibutuhkan pasien saat itu

39 Analisa tingkat akurasi penetapan nilai jual onjek pajak (NJOP) bumi terhadap nilai pasar dengan metode Assesment sales ratio (Studi Kasus pada Kantor pelayanan pajak

Dari hasil analisis data dan penulisan karya ilmiah ini dapat ditarik benang merah bahwa memang rentenir menggunakan system bunga, sedangkan BMT menggunakan

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan

Jenis tanaman tingkat (fase) pertumbuhan pohon yang mendominasi kebun talun di Kasepuhan Ciptagelar Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Sukabumi adalah jenis Aren (Arenga