• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENDIDIKAN PRODI S2 BIOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEDOMAN PENDIDIKAN PRODI S2 BIOLOGI"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S2 BIOLOGI

KURIKULUM 2008 – 2012

Departemen Biologi

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Airlangga

(2)

Program Studi S2 Biologi Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Airlangga

Kampus C Unair Jl. Mulyorejo Surabaya 60115 Telp./Fax. (031)5926804

(3)

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, buku pedoman pendidikan program studi S2 Biologi untuk kurikulum 2008-2012 dapat diselesaikan. Buku ini berisi berbagai informasi mengenai program studi S2 Biologi yang meliputi, visi, misi, tujuan pendidikan, distribusi mata kuliah tiap semester, silabus mata kuliah, serta metode penilaian dan kriteria kelulusan.

Kurikulum program studi S2 Biologi disusun berdasarkan kurikulum yang diusulkan pada proposal pendirian program studi S2 Biologi yang telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Surat Keputusan No. 4013/D/T/2007. Kurikulum disusun untuk masa pendidikan 4 semester dengan beban studi 40 – 50 SKS dan dibagi menjadi 4 bidang minat yaitu Biologi Lingkungan, Mikrobiologi, Biologi Perkembangan, dan Kultur Jaringan Tumbuhan.

Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku pedoman pendidikan program studi S2 Biologi ini kami sampaikan terima kasih. Semoga buku ini dapat digunakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di program studi S2 Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Surabaya, Juli 2009 Ketua Program Studi S2 Biologi,

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

Visi, Misi, Tujuan dan Kompetensi Pendidikan 1

Distribusi Mata Kuliah Tiap Semester 3

Silabus Mata Kuliah 4

Kode Mata Kuliah BIU

 Metodologi Penelitian 6

 Biologi Molekuler 6

 Penulisan Karya Ilmiah 7

 Kolokium 7

 Seminar Proposal Tesis 8

 Tesis 8

 Biostatistika 9

Kode Mata Kuliah BIL

 Ilmu Lingkungan 9

 Ekotoksikologi 10

 Ekologi Terapan 11

 Teknik Sampling Lingkungan 11

 Praktikum Teknik Sampling Lingkungan 12

 Ekologi Eksperimental 12

 Biologi Populasi 13

 Ekologi Pesisir dan Laut 14

 Pengelolaan Lingkungan 14

 Teknik Analisis Mikroba 15

 Praktikum Teknik Analisis Mikroba 16

 Ekologi Mikroba 17

(5)

 Mikrobiologi Industri 18

 Mikrobiologi Pangan 19

 Biokonversi 19

Kode Mata Kuliah BIP

 Biologi Perkembangan 20

 Teratologi Eksperimental 21

 Teknik Immunohistokimia 21

 Embriologi Eksperimental 22

 Praktikum Embriologi Eksperimental 23

 Imunologi Reproduksi 23

 Kultur Sel dan Jaringan Reproduksi 24

 Neurobiologi Perkembangan 24

 Teknik Kultur Jaringan Tanaman 25

 Praktikum Teknik Kultur Jaringan Tanaman 26

 Morfogenesis Tumbuhan 26

 Fisiologi Zat Tumbuh 27

 Fisiologi Zat Hara 27

 Biokimia Tanaman 28

 Bioteknologi Tanaman 29

(6)

VISI, MISI, TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S2 BIOLOGI

VISI

Program Magister Biologi didirikan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam sains Biologi terutama di bidang Biologi Lingkungan, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Kultur Jaringan Tumbuhan dan aplikasinya, baik itu sebagai peneliti, pendidik maupun praktisi, yang berwawasan internasional dan bermoral agama.

MISI

1. Menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan masyarakat di bidang Biologi dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan penelitian ilmiah.

2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan diri dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan sains Biologi dan aplikasinya.

3. Mempersiapkan lulusan menjadi kandidat untuk mengikuti pendidikan doktor.

TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan pendidikan program studi S2 Biologi adalah menghasilkan lulusan yang berkemampuan berikut:

1. Memiliki integritas dan motivasi tinggi, bersifat terbuka seta memiliki prakarsa untuk kemajuan ilmu dan teknologi.

2. Mampu merancang, menyusun, dan melaksanakan pengembangan metode penelitian dalam ilmu Biologi.

(7)

4. Mampu menyampaikan hasil penelitian dalam bentuk tulisan dan lisan sesuai kaidah metode ilmiah dan bekerja sama dengan para pakar di bidang terkait.

KOMPETENSI LULUSAN

1. Mampu melakukan penelitian ilmiah sesuai bidang minat yaitu bidang Biologi Lingkungan, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Kultur Jaringan Tumbuhan. 2. Mampu mengikuti perkembangan ilmu Biologi sesuai bidang minat yaitu

bidang Biologi Lingkungan, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Kultur Jaringan Tumbuhan.

3. Mampu menulis publikasi ilmiah.

(8)

DISTRIBUSI MATA KULIAH TIAP SEMESTER

PROGRAM STUDI S2 BIOLOGI

SEMESTER I

Mata Kuliah Wajib Program Studi

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIU 001 Metodologi Penelitian 2

BIL 001 Ilmu Lingkungan 2

BIP 001 Biologi Perkembangan 2

BIU 007 Biostatistika 2

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat & Pilihan 6-8

Total SKS 14-16

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Biologi Lingkungan

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIL 003 Ekologi Terapan 2

BIL 006 Biologi Populasi 2

BIL 007 Ekologi Pesisir dan Laut 2

BIL 008 Pengelolaan Lingkungan 2

Total SKS 8

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Mikrobiologi

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIL 009 Teknik Analisis Mikroba 2

BIL009P Praktikum Teknik Analisis Mikroba 1

BIL 013 Mikrobiologi Pangan 2

BIL 014 Biokonversi 2

Total SKS 7

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Biologi Perkembangan

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIP 002 Teratologi Eksperimental 2

(9)

BIP 006 Kultur Sel dan Jaringan Reproduksi 2

Total SKS 6

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Kultur Jaringan Tumbuhan

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIP 008 Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan 2 BIP008P Praktikum Teknik Kultur Jaringan

Tumbuhan 1

BIP 009 Morfogenesis Tumbuhan 2

BIP 010 Fisiologi Zat Tumbuh 2

Total SK 7

SEMESTER II

Mata Kuliah Wajib Program Studi

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIU 002 Biologi Molekuler 2

BIU 003 Penulisan Karya Ilmiah 2

BIU 004 Kolokium 2

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat & Pilihan 6-8

Total SKS 12-14

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Biologi Lingkungan

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIL 002 Ekotoksikologi 2

BIL 004 Teknik Sampling Lingkungan 2 BIL 004P Praktikum Tek. Samp. Lingk. 1

BIL 005 Ekologi Eksperimental 2

Total SKS 7

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Mikrobiologi

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIL 010 Ekologi Mikroba 2

BIL 011 Bioremediasi 2

BIL 012 Mikrobiologi Industri 2

Total SKS 6

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Biologi Perkembangan

Kode Nama Mata Kuliah SKS

(10)

BIP 005 Imunologi Reproduksi 2 BIP 007 Neurobiologi Perkembangan 2

Total SKS 7

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat Kultur Jaringan Tumbuhan

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIP 011 Fisiologi Zat Hara 2

BIP 012 Biokimia Tanaman 2

BIP 013 Bioteknologi Tanaman 2

Total SKS 6

SEMESTER III

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIU 005 Seminar Proposal Tesis 2

Mata Kuliah Pilihan 2-6

Total SKS 2-8

SEMESTER IV

Kode Nama Mata Kuliah SKS

BIU 006 Tesis 6

Mata Kuliah Pilihan 2-6

Total SKS 2-12

Keterangan:

Mata Kuliah Wajib Program Studi adalah mata kuliah yang wajib diambil oleh semua mahasiswa program studi S2 Biologi.

Mata Kuliah Wajib Bidang Minat adalah mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa sesuai bidang minat.

(11)

SILABUS MATA KULIAH

PROGRAM STUDI S2 (MAGISTER) BIOLOGI

METODOLOGI PENELITIAN

Kode : BIU 001 SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan, Hubungan filsafat ilmu, logika dan penelitian, metode ilmiah, metode penelitian, hipotesis, variabel dan metode pngukurannya, Populasi dan pengambilan sampel, Analisis data, penulisan laporan penelitian

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan mampu merancang penelitian dan melakukan berdasarkan metode ilmiah

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip metode ilmiah

2. Mampu menganalisis penelitian berdasarkan prinsip metode ilmiah 3. Mampu menerapkan metode ilmiah dalam menyusun penelitian

Pustaka

1. Nazir, M., 1985. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta

2. Steel, R.G.D., Torrie, J.H. 1981. Principles and Procedures of Statistics. Mc Graw Hill International Book Co., Tokyo.

BIOLOGI MOLEKULER

Kode : BIU 002 SKS : 2

Deskripsi

(12)

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan mampu menganalisis permasalahan di bidang biologi secara molekuler

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip biologi molekuler

2. Mampu menganalisis fenomena alam dengan pendekatan molekuler 3. Mampu menerapkan prinsip biologi molekuler dalam penelitian

Pustaka

1. Bruce, Albert, Dennis Bray, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Robert, and James D.Watson. 2008. Molecular Biology of The Cell. 5th ed. New York: Garland Science, Taylor and Francis Group

2. Triwibowo Yuwono, 2005. Biologi Molekuler. Penerbit Erlangga, Jakarta

PENULISAN KARYA ILMIAH

Kode : BIU 003 SKS : 2

Deskripsi

Organisasi makalah ilmiah, gaya selingkung, teknik pengeditan. Langkah-langkah untuk memasukkan akalah ke suatu jurnal: pemilihan topik ilmiah, pemilihan jurnal. Praktek menyusun karya ilmiah dan pengeditan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami gaya selingkung jurnal dan cara menyiapkan suatu makalah ilmiah

Kompetensi

1. Mampu menyusun makalah ilmiah dengan baik dan benar

Pustaka

1. Berkala Penelitian Hayati, PBI Cabang Jatim 2. Journal of Crustacean Biology

3. Jurnal Ilmiah lainnya

KOLOKIUM

Kode : BIU 004 SKS : 2

Deskripsi

(13)

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menggunakan jurnal sebagai landasan empiris dalam melakukan penelitian

Kompetensi

1. Mampu mencari jurnal ilmiah sesuai bidang minat melalui internet 2. Mampu menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

3. Mampu mengomunikasikan materi jurnal secara lisan

Pustaka

Semua jurnal bidang Biologi Lingkungan, Mikrobiologi, Biologi Perkembangan, dan Kultur Jaringan Tumbuhan

SEMINAR PROPOSAL TESIS

Kode : BIU 005 SKS : 2

Deskripsi

Menyusun proposal penelitian yang akan digunakan sebagai tesis di bawah bimbingan 2 orang dosen pembimbing

Tujuan

Setelah melaksanakan kegiatan ini mahasiswa akan dapat menulis dan mengomunikasikan secara lisan suatu proposal penelitian

Kompetensi

1. Mampu menulis proposal penelitian

2. Mampu mengomunikasikan proposal penelitian secara lisan

TESIS

Kode : BIU 006 SKS : 6

Deskripsi

Melakukan penelitian laboratorium dan/atau lapangan sesuai bidang minat dan menyusun laporan tertulis dalam bentuk tesis di bawah bimbingan 2 orang dosen pembimbing. Mempublikasikan hasil penelitiannya baik dalam bentuk jurnal ilmiah atau prosiding seminar nasional atau internasional.

Tujuan

Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa akan dapat mengomunikasikan hasil penelitian baik secara lisan maupun tulisan

(14)

1. Mampu melakukan penelitian sesuai kidah metode ilmiah

2. Mampu mengomunikasikan hasil penelitian secara lisan dan tulisan

BIOSTATISTIKA

Kode : BIU 007 SKS : 2

Deskripsi

Membahas tentang pengertian, ruang lingkup, peranan Biostatistika di Bidang Biologi, Statistika Deskriptif, Konsep statistika inferensial, Estimasi, Teknik Pemilihan uji Statistik, teknik analisis statistik parametrik dan non parametrik, serta metode analisis multivariat.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami konsep dasar statistika dan menentukan metode analisis yang sesuai untuk data tertentu, baik analisis deskriptif maupun inferensial.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip dasar analisis statistik

2. Mampu menentukan teknik analisis yang sesuai dengan data 3. Mampu menginterpretasikan hasil analisis

Pustaka

1. Rosner B, 1990. Fundamental of Biostatistics. 3rd ed. PWS Kent Publishing Company

2. Sharma S, 1996. Applied Multivariate Techniques. University of South California.

3. Siegel S, Castellan NJ, 1988. Nonparametric Statistics for the Behavioral Sciences. 2nd ed. McGraw-Hill, Inc.

4. Steel RGD, Torrie JH, 1980. Principles and Procedures of Statistics. A Biometrical Approach. 2nd ed. McGraw-Hill Book Company

ILMU LINGKUNGAN

Kode : BIL 001 SKS : 2

Deskripsi

(15)

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan pentingnya ilmu lingkungan dalam mewujudkan masyarakat berkelanjutan serta mampu menganalisis permasalahan lingkungan yang terijadi di masyarakat.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan pentingnya ilmu lingkungan dalam mewujudkan masyarakat berkelanjutan

2. Mampu menganalisis permasalahan lingkungan yang terjadi di masyarakat

Pustaka

1. Holdgate,M.W. 1980. A Prespective of Environmental Pollution. Cambridge Univerity Press, Cambridge.

2. Lohani, B.N., North, A.M. 1984. Environmental Quality Management. South Asian Publishers, New Delhi.

3. Miller, Jr., G.T. 2002. Living in the Environment. Principles, Connections and Solutions. Wadsworth Group. Brooks/Cole. Thomson learning, Australia. 4. Soegianto, A. 2005. Ilmu Lingkungan, Sarana Menuju Masyarakat

Berkelanjutan. Airlangga University Press. Surabaya.

EKOTOKSIKOLOGI

Kode : BIL 002 SKS : 2

Deskripsi

Dasar-dasar dan perkembangan ekotoksikologi, jenis-jenis zat xenobion, penyerapan, transportasi dan metabolismenya di dalam tubuh organisme dan pengaruhnya pada dinamika populasi (ukuran populasi, struktur umur, genetika populasi) dan struktur komunitas. Prediksi dampak ekologis bahan-bahan pencemar dan pemantauannya.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan prinsip-prinsip ekotoksikologi, menjelaskan dan mengembangkan cara pengujian toksisitas, dan mengaplikasikan dan mengembangkan peranan ekotoksikologi dalam pengelolaan lingkungan.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip ekotoksikologi

2. Mampu menjelaskan pengaruh polutan, bahan kimia, bahan xenobiotik terhadap biota

3. Mampu menjelaskan dan mengembangkan peranan ekotoksikologi dalam pengelolaan lingkungan

Pustaka

1. Connell, D.W., Miller, G.J. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran, Terjemahan UI Press

(16)

3. Moriarty, F. 1983. Ecotoxicology, the Study of Pollutant in Ecosystem. Academic Press, Inc. London

4. Ramade, F. 1979. Ecotoxicology, 2nd ed., Mason, Paris

EKOLOGI TERAPAN

Kode : BIL 003 SKS : 2

Deskripsi

Mengingat kembali parameter populasi, analisis pertumbuhan dan interaksi populasi, komunitas, ekosistem, rantai makanan dan aliran energi. Pemanfaatan hasil analisis pertumbuhan populasi dalam menyusunan rencana pelestarian sumberdaya hayati secara parsial. Pemanfaatan hasil analisis pertumbuhan dan interaksi populasi, rantai makanan, jaring makanan, dan piramida ekologi dalam menyusunan rencana pelestarian sumberdaya alam secara terintegrasi. Penerapan konsep piramida ekologi dan aliran energi dalam penyusunan tata ruang.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mengingat kembali parameter populasi, komunitas, ekosistem dan menjelaskan pemanfaatan hasil analisis populasi dalam menyusun rencana pelestarian sumberdaya hayati dan tata ruang.

Kompetensi

1. Mampu memanfaatkan parameter ekologi dalam menyusun rencana pelestarian sumber daya alam secara terintegrasi

2. Mampu menerapkan konsep piramida ekologi dan aliran energi dalam penyusunan tata ruang

Pustaka

1. Silby dan Crow, Physiological Ecology 2. Pianka, E.R. 2004. Evolutionary Ecology

TEKNIK SAMPLING LINGKUNGAN

Kode : BIL 004

SKS : 2

Deskripsi

Mengingat kembali tentang pengertian sampel, random, dan nonrandom. Penentuan tujuan pengambilan sampel. Menentukan alat, lokasi, waktu, dan metoda pengambilan sampel. Faktor-faktor non ekologi: biaya dan keselamatan kerja. Penyusunan data ekologi.

Tujuan

(17)

Kompetensi

1. Mampu melakukan sampling faktor lingkungan dengan benar dan tepat

Pustaka

1. Brower, J.E. Zar, J.H., dan vonEnde, C.N. 1997. Field and Laboratory Methods for General Ecology. WBC McGrawHill, Boston.

PRAKTIKUM TEKNIK SAMPLING LINGKUNGAN

Kode : BIL 004P SKS : 1

Deskripsi

Praktek penentuan titik sampling, penggunaan alat sampling di air dan darat atau tanah.

Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat menggunakan alat sampling perairan dan tanah

Kompetensi

1. Mampu menggunakan peralatan sampling terutama untuk perairan dan tanah dengan benar

Pustaka

1. Baker, J.M., dan Wolff, W.J. 1987. Biological Survey of Estuaries and Coasts. Cambridge University Press.

2. Elliot, J.M. 1977. Some method for the statistical analysis of samples of benthis Invertebrates. Edisi ke dua. Freshwater Biological Association Scientific Publication No. 25

3. Hariyanto, S., dan Irawan, B., dan Soedarti, T. 2008. Teori dan Praktek Ekologi. Airlangga University Press.

EKOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIL 005 SKS : 2

Deskripsi

(18)

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat merencanakan, memilih metode, mengambil data, melakukan percobaan-percobaan ekologi pada skala yang luas dan interpretasi eksperimen ekologi, baik pada skala laboratorium maupun lapangan dan berguna bagi kesejahteraan rakyat, lingkungan dan makhluk hidup yang terdapat di bentang alam bumi.

Kompetensi

1. Mampu mengidentifikasi indikator-indikator dalam percobaan ekologi baik pada skala laboratories maupun lapangan

2. Mampu menjelaskan berbagai prinsip ekologi dan fungsinya dalam hubungan dengan keanekaan, kelimpahan dan pola sebaran organisme

3. Mampu menggunakan dan memanfaatkan prinsip-prinsip ekologi untuk pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkesinambungan, serta dapat mengantisipasi berbagai isu

4. Mampu menerapkan, mengevaluasi dan mengembangkan kaidah-kaidah metode ekologi untuk kesejahtaeraan manusia

5. Mampu memilih metode analisis yang sesuai di bidang eksperimen ekologi 6. Mampu menginterpretasikan data hasil eksperimen ekologi

7. Mampu mengembangkan minat dalam penerapan ekologi

Pustaka

1. Brower, J.E. Zar, J.H., dan von Ende, C.N. 1997. Field and Laboratory Methods for General Ecology. WBC McGrawHill, Boston.

2. Krebs, C.J. Experimental Ecology

BIOLOGI POPULASI

Kode : BIL 006 SKS : 2

Deskripsi

Pengertian populasi dalam ekologi; Parameter populasi, pertumbuhan populasi. Interaksi populasi. Metode pengukuran populasi, struktur populasi, matriks populasi. Pemantauan pertumbuhan populasi. Pengertian populasi dalam genetika. Frekuensi gen dan cara menghitungnya. Hukum Hardy-Weinberg, Keanekaragaman genetik, Deferensiasi populasi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mendeskripsikan populasi berdasar parameter populasi dan menerapkan metode menganalisis populasi

Kompetensi

1. Mampu menganalisis perbedaan dan keanekaragaman populasi

Pustaka

1. Caswell, H. 1989. Matrix Population Models; Construction, Analysys and Interpretation. Sinauer Associates, Inc. Publishers Sunderland.

(19)

3. Nei, M. 1975. Molecular Population Genetics and Evolution North-Holland Pub. Company. Amsterdam.

EKOLOGI PESISIR DAN LAUT

Kode : BIL 007 SKS : 2

Deskripsi

Sifat fisika dan kimia laut, plankton dan produktivitas bahari, nekton bahari, biologi laut dalam, ekologi intertidal, ekologi perairan sub-tidal, ekologi daerah interstitial, estuary dan wetland, ekologi terumbu karang, ekologi mangrove, dan dampak manusia terhadap laut.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan parameter fisik-kimia yang mempegaruhi distribusi dan komposisi biota laut, menganalisis hubungan parameter fisik-kimia dengan distribusi dan komposisi biota laut dan mengaplikasikan ekologi pesisir dan laut dalam pengelolaan pesisir dan laut.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan parameter fisik-kimia yang mempengaruhi distribusi dan komposisi biota laut

2. Mampu menganalisis hubungan parameter fisik-kimia dengan distribusi dan komposisi biota laut

3. Mampu mengaplikasikan ekologi pesisir dan laut dalam pengelolaan pesisir dan laut

Pustaka

1. Nybakken, J.W., 1993. Marine Ecology, an ecological approach. Harper Collins College Publisher, New York

2. Levinton, J. 1982. Marine Ecology. Prentice Hall. Inc. Englewood Cliffts, New Jersey.

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Kode : BIL 008 SKS : 2

Deskripsi

(20)

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami permasalahan lingkungan hidup, mengobservasi, dan memformulasikan cara dan teknik penanganan permasalahan lingkungan, dan menguasai metode pengelolaan lingkungan khususnya di Indonesia dan negara-negara yang telah maju.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan definisi, dasar dan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup

2. Mampu menjelaskan kebijakan pembangunan dan perundang-undangan lingkungan

3. Mampu menganalisis dampak lingkungan suatu proyek pembangunan dan upaya pegelolaannya

4. Mampu menjelaskan proses dan metode, penyusunan dokumen AMDAL, serta tata cara penilaian dokumen AMDAL

5. Mampu menjelaskan metoda dan teknik penilaian dokumen KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL

6. Mampu mengidentifikasi masalah pengelolaan limbah, bahan berbahaya dan beracun dan pencemaran oleh limbah dan bahan berbahaya dan beracun (B-3), pengaturan dan kebijakan pengendaliannya

Pustaka

1. Anonim, 1999. Peraturan Sanksi Lingkungan Hidup di Indonesia, E tata cara penilaian ko Jaya

2. Chanlett, E.T. 1979. Environment Protection, Mc Graw Hill

3. Soemarwoto, O. 1994. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Penerbit Jambatan, Jakarta.

4. Soeratmo, F.G. 2000. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, UGM Press.

TEKNIK ANALISIS MIKROBA

Kode : BIL 009 SKS : 2

Deskripsi

Teknik sampling mikrobiologi, Teknik isolasi dan identifikasi mikroba, Teknik penghitungan mikroba, Teknik analisis mikroba pangan, mikroba air, mikroba udara, mikroba tanah dan tanaman (mikroba nitrogen), Teknik biomonitoring perairan, Teknik screening mikroba potensial, Teknik isolasi bakteri anaerob, Uji sensitivitas mikroba, Teknik isolasi dan identifikasi bakteri lignoselulolitik, Teknik analisis kualitas udara.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mengenal berbagai metode dan teknik standar yang digunakan dalam analisis mikrobiologi untuk berbagai keperluan

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam teknik analisis mikroba 2. Mampu menerapkan berbagai teknik analisis mikroba untuk berbagai

(21)

biomassa mikroba, uji potensi mikroba, evaluasi dan kontrol keamanan bahan dan produk industri serta monitoring kualitas lingkugan

3. Mampu melakukan penelitian ilmiah dengan mengaplikasikan berbagai teknik analisis mikroba

Pustaka

1. Eaton, AD., Clesceri, L.S., Rice, E.W., Greenberg, A.E. 2005. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. 21 st edition. Continental edition

2. Cappucino, J.G., Sherman, N., 1983. Microbiology : A Laboratory Manual. Addison –Wesley Publishing Company.

3. Grainger, J.M. Lynch, J.M., 1984. Microbiological Methods for Environmental Biotechnology. Academic Press, Inc.

4. Labeda, D.P., 1990. Isolation of Biotechnological Organism from Nature. Mc Graw-Hill Publishing Company.

PRAKTIKUM

TEKNIK ANALISIS MIKROBA

Kode : BIL 009P SKS : 1

Deskripsi

Teknik sampling mikrobiologi, Teknik isolasi dan identifikasi mikroba, Teknik penghitungan mikroba, Teknik analisis mikroba (pangan, perairan, udara, tanah dan tanaman), Teknik biomonitoring perairan secara mikrobiologi, Teknik skrining mikroba potensial, Teknik isolasi bakteri anaerob dan bakteri fastidieus, Uji sensitivitas mikroba, Teknik isolasi dan identifikasi bakteri lignoselulolitik, Teknik analisis kualitas udara dan Presentasi tugas praktikum.

Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat mempraktekkan berbagai teknik analisis mikroba untuk berbagai keperluan

Kompetensi

1. Mampu melakukan berbagai analisis mikroba seperti identifikasi mikroba, deteksi mikroba patogen, penghitungan biomassa mikroba, uji potensi mikroba, evaluasi dan kontrol keamanan bahan dan produk industri serta monitoring kualitas lingkungan

2. Mampu melakukan penelitian ilmiah dengan mengaplikasikan berbagai teknik analisis mikroba

3. Mampu menganalisis hasil praktikum dan dapat bekerja sama dalam kelompok

Pustaka

(22)

2. Cappucino, J.G., Sherman, N., 1983. Microbiology : A Laboratory Manual. Addison –Wesley Publishing Company.

3. Grainger, J.M. Lynch, J.M., 1984. Microbiological Methods for Environmental Biotechnology. Academic Press, Inc.

4. Labeda, D.P., 1990. Isolation of Biotechnological Organism from Nature. Mc Graw-Hill Publishing Company

EKOLOGI MIKROBA

Kode : BIL 010 SKS : 2

Deskripsi

Karakteristik lingkungan hidup mikroba (air, udara, tanah, tanaman, hewan dan manusia); Keanekaragaman mikroorganisme (bakteri, yeast dan kapang) di lingkungan; Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme; Peran mikroba di lingkungan; Berbagai type interaksi antara mikroorganisme dengan lingkungannya; Berbagai permasalahan di lingkungan yang membutuhkan kajian ekologi mikroba seperti: Pencemaran logam berat, hidrokarbon dan pestisida lingkungan dan mekanisme biodegradasinya oleh mikroba, Mikroba phytopatogenik dan pengendaliannya; Mikroba patogen manusia dan pengendaliannya; Biofertiliser, dan Biokontrol haati.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis berbagai peran mikroba terkait dengan interaksi dengan lingkungannya

Kompetensi

1. Mampu mengevaluasi keanekaragaman jenis mikroba dan peran mikroba di lingkungan

2. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar kehidupan mikroba dan menguraikan berbagai faktor yang mempengaruhi kehidupan mikroba

3. Mampu menganalisis berbagai permasalahan di lingkungan dari aspek ekologi mikroba

4. Mampu mengikuti perkembangan di bidang ekologi mikroba

Pustaka

1. Lynch, J.M., and Poole, N.J., 1979. Microbial Ecology : A Conceptual Approach. Blackwell Scientific Publications. New York.

2. Varnam, A.H., Evans, M.G., 2000. Environmental Microbiology. Manson. London.

BIOREMEDIASI

Kode : BIL 011 SKS : 2

Deskripsi

(23)

penanggulangan pencemaran, Berbagai metode dalam bioremediasi, Mikroorganisme potensial dalam bioremediasi, Faktor-faktor yang mempengaruhi proses bioremediasi, Bioremediasi di lingkungan air (limbah organik dan anorganik), Bioremediasi di lingkungan tanah (sampah organik), Bioremediasi limbah industri di tanah (logam berat dan pestisida), Bioremediasi dan pengawasan pemerintah.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis jenis-jenis pencemar di lingkungan air dan tanah dengan berbagai metoda bioremediasi pencemar lingkungan menggunakan mikroba

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan jenis-jenis pencemar di lingkungan tanah dan air

2. Mampu mengidentifikasi jenis mikroba potensial sebagai agen bioremediasi pencemar

3. Mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada bioremediasi pencemar lingkungan oleh mikroba

4. Mampu menganalisis mekanisme bioremediasi pencemar lingkungan oleh mikroba

Pustaka

1. Baker, K.H. Herson, D.S. 1994. Bioremediation, Mc Graw-Hill, Inc. 2. Guthrie, F.E., Perry J.J. 1980. Introduction to Environmental Toxicology.

Elsevier, New York. Oxford.

MIKROBIOLOGI INDUSTRI

Kode : BIL 012 SKS : 2

Deskripsi

Prospek perkembangan teknologi fermentasi mikroba, Isolasi mikroba potensial, Teknologi penyimpanan mikroba, Skreening potensi mikroba, Berbagai jenis media pertumbuhan mikroba, Kinetika pertumbuhan mikroba, Pengukuran biomassa mikroba, Analisis produk mikroba, Mekanisme fermentasi mikroba, Berbagai jenis fermentasi mikroba, Bioteknologi dalam fermentasi mikroba.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami proses perkembangan teknologi fermentasi mikroba untuk bidang industri

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan teknik dan mekanisme fermentasi mikroba

2. Mampu mendeskripsikan teknologi skreening mikroba potensial untuk industri 3. Mampu menjelaskan analisis produk mikroba

4. Mampu menganalisis peran fermentasi mikroba dalam bioteknologi

(24)

1. Fardiaz, S. 1988. Fisiologi Fermentasi. PAU IPB Bogor.

2. Prescott, S.C., Dunn, C.G. 1959. Industrial Microbiology. McGraw-Hill Book Company, Inc.

3. Said, E.G.1987. Bioindustri : Penerapan Teknologi Fermentasi. Melton Putra. Jakarta.

4. Suharto, I. 1995. Bioteknologi dalam Dunia Industri. Andi Offset Yogyakarta.

MIKROBIOLOGI PANGAN

Kode : BIL 013 SKS : 2

Deskripsi

Penyakit asal makanan; Toksin pada makanan; Mikroba pada daging dan produknya; Mikroba pada susu dan produknya; Mikroba pada telur dan unggas; Mikroba pada sereal; Mikroba pada buah dan sayur; Mikroba pada makanan kaleng; Mikroba pada produk fermentasi; Mikroba pada minuman; dan Teknik Pengawetan makanan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami mikroba pangan, baik mikroba penyebab penyakit dan penghasil toksin maupun mikroba yang berguna untuk pangan dan teknik pengawetan makanan

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan berbagai mikroba pangan penyebab penyakit dan penghasil toksin pada makanan segar seperti susu, daging, telur, unggas, sereal, buah dan sayur

2. Mampu menganalisis berbagai mikroba pada makanan dan minuman kaleng 3. Mampu menerapkan teknik pengawetan makanan

Pustaka

1. Supardi, I.S., Sukamto. 1999. Mikrobiologi dalam pengolahan dan keamanan pangan. Alumni Bandung.

2. Food microbiology

BIOKONVERSI

Kode : BIL 014 SKS : 2

Deskripsi

Sejarah biokonversi mikroba, Prospek biokonversi dalam menunjang pembangunan, Keanekaragaman mikroorganisme yang dapat melakukan proses biokonversi, Syarat–syarat berlangsungnya biokonversi, Berbagai jenis substrat potensial sebagai bahan biokonversi, Pemanfaatan limbah dalam biokonversi, Mekanisme biokonversi mikroba, Analisis produk biokonversi mikroba.

(25)

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis prospek pemanfaatan mikroba dalam biokonversi berbagai jenis bahan/limbah organik di lingkungan menjadi produk yang bermanfaat

Kompetensi

1. Mampu mengevaluasi keanekaragaman sumber dan kelimpahan bahan baku di alam yang berpeluang untuk dkonversi

2. Mampu mengevaluasi keanekaragaman jenis mikroba potensial yang dapat melakukan proses biokonversi

3. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip yang diperlukan dalam proses konversi bahan/limbah organik oleh mikroba

4. Mampu melakukan penelitian ilmiah dengan memanfaatkan potensi mikroba dalam biokonversi berbagai jenis limbah organik di lingkungan

Pustaka

1. Judoamidjoyo, R.M., Said, E.G., Dartoto, L., 1989. Biokonversi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi PAU Bioteknologi IPB.

BIOLOGI PERKEMBANGAN

Kode : BIP 001 SKS : 2

Deskripsi

Dasar-dasar perkembangan organisme, peran substansi sel (inti sel, sitoplasma), terhadap perkembangan, peran regulasi gen dalam perkembangan, dasar-dasar morfogenesis dan peran protein ekstraseluler dalam morfogenesis, proses fertilisasi sebagai awal perkembangan, cleavage sebagai awal munculnya individu multiseluler, mekanisme neurulasi, mekanisme induksi primer sebagai awal dasar organogenesis sumbu tubuh dan induksi sekunder dalam pembentukan beberapa organ, mekanisme pembentukan anggota, mata, sex determinasi pada mamalia, proses regenerasi jaringan tubuh dan metamorfosis pada hewan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis dan merangkaikan beberapa peran substansi sel (sitoplasma dan inti sel beserta DNA) ekstrasel dan jaringan dalam proses perkembangan organisme dari embrio menjadi hewan dewasa termasuk proses regenerasi dan metamorfosis.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan peran mRNA dalam sitoplasma, komponen sitoplasma dan DNA dalam inti pada proses perkembangan embrio

2. Mampu menganalisis beberapa faktor/substansi sel dan jaringan yang mempengaruhi perkembangan normal embrio

3. Mampu menjelaskan proses induksi pembentukan organ primer embrio/neurulasi

(26)

Pustaka

1. Gilbert, S.F. 1997. Developmental Biology. Sinauer Associate Publisher. 2. Phillip Grant. 1978. Biology of Developing System.

3. Carlson, B.M. 1988. Pattern’s foundation of Embryology. Mc Graw Hill Book Co. New York.

4. Journal Development, Growth and Differentiation.

TERATOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIP 002 SKS : 2

Deskripsi

Faktor-faktor penyebab munculnya kelainan janin, dasar-dasar teratologi, mekanisme terjadinya kelainan, waktu organogenesis, mekanisme terjadinya kelainan eksternal (kelainan otak, medulla spinalis, badan, anggota badan, sistem urogenital) dan internal (kelainan rangka dan tulang belakang, sistem kardiovascular, sistem pencernaan), desain kerangka eksperimental teratologi meliputi: penanganan hewan coba, metode perlakuan, prosedur pengamatan eksperimen teratologi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis mekanisme proses terjadinya cacat bawaan pada organisme, khususnya hewan Vertebrata akibat bahan teratogen

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan beberapa efek bahan teratogen terhadap perkembangan embrio

2. Mampu mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan cacat bawaan

3. Mampu menganalisis mekanisme proses munculnya kelainan cacat bawaan 4. Mampu mendesain model penelitian efek bahan teratogen terhadap cacat

bawaan serta cara pengamatannya

Pustaka

1. Wilson, J.P. and Warkani, J. 1982. Teratology. The University of Chicago Press. Chicago.

2. Taylor, P. 1986. Practical Teratology. Academic Press London

3. Carlson, B.M. 1988. Pattern’s foundation of Embryology. Mc Graw Hill Book Co. New York.

TEKNIK IMMUNOHISTOKIMIA

Kode : BIP 003 SKS : 2

Deskripsi

(27)

maupun dengan cara crysection method, dasar-dasar imunologi dalam identifikasi protein dalam jaringan dengan antibodi berlabel diaminobensidine yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya maupun berlabel flourecence yang diamati dengan mikroskp flourescene, dasar-dasar insitu hibridisasi, teknik dasar pembuatan antibodi, cara pembacaan hasil imunohistokimia dan insitu hibridisasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis hasil publikasi pada jurnal yang memaparkan data immunohistokimia maupun insitu hibridisasi dan dapat mendesain penelitian dengan mengevaluasi ekspresi protein maupun mRNA dengan metode immunohistokimia maupun insitu hibridisasi

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan tahapan proses immunohistokimia dan insitu hibridisasi dan peran masing-masing tahapan tersebut

2. Mampu menganalisis jurnal penelitian yang memaparkan hasil immunohistokimia maupun insitu hibridisasi

3. Mampu mendesain model penelitian yang ingin mengevaluasi hasil ekspresi protein maupun kadar mRNA secara kualitatif maupun semi kuantitatif dengan metode immunohistokimia maupun insitu hibridisasi

Pustaka

1. Goer, J. 1993. Immunocitochemical techniques laboratory manual, Academic Press Publisher, San Diego, California.

2. Naish S., Boenisch T., Farmilo A.J., Stead R.H. Handbook Immunochemical Staining Methods

EMBRIOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIP 004 SKS : 2

Deskripsi

Dasar-dasar embriologi dan biologi perkembangan, peranan substansi sel (inti sel, sitoplasma) terhadap perkembangan, peranan lapisan embrional dalam morfogenesis dan atau organogenesis, eksperimen yang mempelajari proses perkembangan abnormal mulai dari tahap cleavage, neurulasi dan perkembangan syaraf, eksperimen yang menunjukkan peran induksi primer oleh notocord dalam pembentukan sumbu tubuh dan induksi sekunder pada saat organogenesis.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis dan mendesain model penelitian tentang embrio dan proses pertumbuhannya mulai dari perkembangan embrio preimplantasi, organogenesis sampai pembentukan fetus

Kompetensi

(28)

2. Mampu menjelaskan proses pertumbuhan embrio preimplantasi menjadi implantasi dan awal organogenesis

3. Mampu mendesain model penelitian tentang beberapa faktor yang berpengaruh pada embrio preimplantasi dan cara pengamatannya

4. Mampu menjelaskan dan menganalisis jurnal penelitian yang berhubungan dengan peneliian embriologi, khususnya secara in vitro

Pustaka

1. Scott, F., Gilbert. 1997. Development Biology. Sinauer Associates Publisher. 2. Phillip Grant. 1978. Biology of Developing Systems.

3. Sharpe, P. and Mason, I. 1998. Molecular Embryology: Method and Protocols. Human Press otowa, New Jersey.

4. Journal Development, Growth and Differentiation.

PRAKTIKUM EMBRIOLOGI EKSPERIMENTAL

Kode : BIP 004P SKS : 1

Deskripsi

Teknik superovulasi, pengamatan embrio preimplantasi, teknik koleksi oosit dan sel kumulus, koleksi ovum dari ovarium, pengamatan ovum, teknik pengambilan oosit kambing, pengamatan embrio kambing dan plasenta, teknik mengawinkan dan uji toksisitas, perlakuan hewan coba, pengamatan embrio mencit.

Pustaka

1. Scott, F., Gilbert. 1997. Development Biology. Sinauer Associates Publisher 2. Sharpe, P. and Mason, I. 1998. Molecular Embryology: Method and Protocols.

Human Press otowa, New Jersey.

IMUNOLOGI REPRODUKSI

Kode : BIP 005 SKS : 2

Deskripsi

Proses-proses dan teknik dasar imunologi untuk diterapkan dalam bidang reproduksi hewan (meningkatkan fertilisasi spermatozoa maupun pembuatan antibodi sebagai antifertilitas) mampu mengembangkan kerangka konseptual dalam penelitian untuk penyusunan tesis, konsep kontrasepsi (imunokontrasepsi), konsep pembuatan antibodi poliklonal dan monoklonal.

(29)

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis mekanisme penghambatan proses kekebalan sistem reproduksi dengan munculnya antisperm antibody (ASA) dan proses sintesisnya

Kompetensi

1. Mampu mengevaluasi prinsip imunologi pada sistem reproduksi jantan dan betina

2. Mampu mengembangkan kerangka konseptual bidang imunokontrasepsi dan pembuatan antibodi (poliklonal dan monoklonal)

Pustaka

1. Jeneway, C., Travers, P. Immunobiology: The imune system in health and disease. 4th ed. W.B. Sounders, Philadelphia

2. Glick, B.R. and J.J. Pasternak. 1994. Molecular Biotechnology:Principles and Application of Recombinant DNA. American Society for Microbiology, Washington D.C.

3. Watson, J.D., Gilman, M., Witkowski, J. Zoller, M. 1992. Recombinant DNA, 2nd

edition. Scientific American Books, New York.

4. Jhonson, M. And Everitt, B. 1999. Essential Reproduction, 3th Ed. Blackwell

Scientific Publication.

KULTUR SEL DAN JARINGAN REPRODUKSI

Kode : BIP 006 SKS : 2

Deskripsi

Membahas dan mengembangkan teknologi kultur sel dan jaringan reproduksi sebagai penunjang teknologi fertilisasi in vitro (FIV) dan perkembangannnya. Pembahasan meliputi jenis media kultur, isolasi sel/jaringan, sistem kultur in vitro dan pembekuan sel/jaringan reproduksi.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat mengevaluasi prinsip pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi melalui teknik kultur sel dan jaringan reproduksi

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip dasar kultur sel dan jaringan reproduksi 2. Mampu mengembangkan teknologi fertilisasi in vitro

3. Mampu menganalisis manipulasi embrio pre-implantasi dan perkembangannya

Pustaka :

1. Frehney, RI., 1986. Animal Cell Culture, A Practical Approach. IRL Press, Oxford

(30)

3. Lisa SS., G. Stoica, R. Tilley and RC. Burghardt, 1991. Rat Ovarian Granulosa Cell Culture: A Model System for the Study of Cell-Cell Communication during Mutistep Transformation, J. Cancer Reseacrh, 51, 696-706

NEUROBIOLOGI PERKEMBANGAN

Kode : BIP 007 SKS : 2

Deskripsi

Membahas perkembangan sistem saraf pada tingkat molekular dan selular, meliputi: Struktur dan Fungsi neuron, biologi sel glia, komunikasi interneuron dan neurotransmitter, plastisitas neuron, mielinasi, kematian sel, perbaikan dan regenerasi neuron, induksi neural dan neurulasi, neurogenesis dan migrasi sel, pertumbuhan akson dan axonal guidance, pembentukan sinaps (synaptogenesis), faktor-faktor neurotropik dan retrograde signaling, dan developmental disorders.

Tujuan

Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan bagaimana saraf tumbuh dan berkembang dari sel-sel yang belum terdiferensiasi, mentranspor material sel jarak jauh, berkomunikasi, dan mengendalikan aktivitas, serta terjadinya kondisi patologi karena kegagalan dalam perkembangan neural.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan proses perkembangan sistem saraf 2. Mampu menjelaskan fisiologi sistem saraf

3. Mampu menjelaskan kaitan antara kegagalan dalam proses perkembangan saraf dengan kondisi patologi tertentu

Pustaka

1. Gilbert, Scott F. 2006. Developmental Biology. 6th. Ed. Sunderland: Sinauer

Associates

2. Rao, Mahendra S., and M. Jacobson. 2005. Developmental Neurobiology. 4th

ed. New York: Kluwer Academic/Plenum Publisher

3. Bruce, Albert, et al. 2008. Molecular Biology of The Cell. 5th ed. New York:

Garland Science, Taylor and Francis Group

TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN

Kode : BIP 008 SKS : 2

(31)

Kultur jaringan tanaman beserta latar belakang teorinya: kultur sel, kultur jaringan, kultur organ, proses proliferasi, diferensiasi dan regenerasi, medium kultur dan faktor pertumbuhan, perbanyakan klonal, teknik sanitasi tanaman, penyelamatan plasma nutfah, pengantar bioteknologi tanaman.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan konsep dasar kultur jaringan tumbuhan, berbagai aspek teknis untuk melaksanakan kultur jaringan dan berbagai manfaat kultur jaringan tumbuhan, serta dapat merancang laboratorium kultur jaringan untuk menunjang aplikasi kultur jaringan tumbuhan.

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip kultur jaringan tumbuhan

2. Mampu mengikuti perkembangan kultur jaringan tumbuhan dan teknologi terkait

3. Mampu mengembangkan minat dalam bidang kultur jaringan tumbuhan 4. Mampu menganalisis dan melaporkan hasil penelitian kultur jaringan

tumbuhan

5. Mampu merancang laboratorium kultur jaringan tumbuhan

Pustaka

1. George, E.F. and Sherrington, P.D. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Exegeticts Limited. England

2. Pierik, R.L.M. 1987. In Vitro Culture of Higher Plants. Martinus Nihoff Publishers. Boston.

PRAKTIKUM TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN

Kode : BIP 008P SKS : 1

Deskripsi

Pengenalan Laboratorium; Teknik Aseptik; Medium Kultur jaringan tanaman (pembuatan stok mikronutrien, zat besi, vitamin, dan zat pengatur tumbuh); Pembuatan Medium Murashige and Skoog; Metode sterilisasi eksplan; Induksi kalus dari eksplan daun; Subkultur: overplanting (penjarangan), Pengamatan dan analisis data hasil; Medium untuk induksi morfogenesis; Morfogenesis dari eksplan daun; Morfogenesis dari eksplan nodus kotiledon.

Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan terampil dalam melakukan sterilisasi alat, media, eksplan, ruang; terampil membuat media , terampil menanam eksplan dan melakukan subkultur

Kompetensi

1. Mampu melakukan prosedur sterilisasi alat, ruang, dan eksplan

(32)

4. Mampu melakukan penanaman eksplan daun, nodus kotiledon untuk menginduksi terbentuknya kalus dan atau tunas

5. Mampu melakukan deskripsi hasil dan membuat laporan hasil pengamatan

Pustaka

1. Y. Sri Wulan Manuhara, 2007. Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Tanaman, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya

MORFOGENESIS TUMBUHAN

Kode : BIP 009 SKS : 2

Deskripsi

Perkembangan struktur dasar, pertumbuhan iterative: struktur dan fungsi meristem, organogenesis pucuk, asal dan pengaturan heterogenitas, pengendalian bentuk dan arah pertumbuhan, pola diferensiasi tubuh tanaman, polarisasi jaringan, komunikasi, gerakan dan pengenalan sel dalam morfogenesis, cell lineages, system hormone dan sinyal tumbuhan, kompetensi dan determinasi jaringan, koordinasi perkembangan, informasi posisi dan integrasi pertumbuhan.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis proses perkembangan tumbuhan baik secara struktural maupun fungsional

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar morfogenesis tumbuhan

2. Mampu menganalisis pola-pola pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Pustaka

1. Sachs, T. 1991. Pattern formation in plant tissues. Cambridge University Press, New York.

2. Steeves, T.A. and Sussex, I.M. 1989. Patterns in plant development. Cambridge University Press, New York

3. Graham, C.F. and Wareing, P>F. (eds). 1984. The development biology of plants and animals. Blackwell Scientific Pub. Oxford.

FISIOLOGI ZAT TUMBUH

Kode : BIP 010 SKS : 2

Deskripsi

(33)

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan dan menganalisis biosintesis dan metabolisme bermacam-macam fitohormon

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan biosintesis dan mekanisme kerja fitohormon 2. Mampu menganalisis metabolisme fitohormon

Pustaka

1. Krishnamoorthy H.N., 1981. Plant Growth Substances. Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited. New Delhi.

2. Watimena, G.A. 1987. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. IPB, Bogor.

FISIOLOGI ZAT HARA

Kode : BIP 011 SKS : 2

Deskripsi

Unsur-unsur hara tanaman yang meliputi pendahuluan dan sejarah, siklus biogeokimia zat hara di alam, media nutrisi tanaman, komponen anorganik tanaman. Sistem transport yang meliputi transpor aktif dalam sel dan jaringan, pergerakan air dan nutrisi dari bawah ke atas, pergerakan nutrien dari atas ke organ-organ tumbuhan. Aspek energi dan metabolisme dari masing-masing zat hara. Pengaruh hereditas dan lingkungan dalam mempengaruhi nutrisi tanaman.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis kebutuhan zat hara pada tanaman da menerapkannya untuk mengatasi permasalahan di bidang pertanian

Kompetensi

1. Mampu menganalisis kebutuhan zat hara tanaman

2. Mampu mengidentifikasi gejala-gejala defisiensi zat hara pada tanaman 3. Mampu menerapkannya untuk mengatasi permasalahan di bidang pertanian

Pustaka

1. Epstein, M. 1972. Mineral Nutrition of Plants: Principles and Perspectives. John Wiley & Sons, Inc. Canada.

2. Paul J. Kramer. 1983. Plant and Soil Water Relationships: A Modern Synthesis. Tata McGraw-Hill Publishing Co. Ltd. New Delhi.

BIOKIMIA TUMBUHAN

Kode : BIP 012 SKS : 2

Deskripsi

(34)

produksi ATP oleh fotosintesis, asimilasi CO2 dalam siklus Calvin, Fotosintesis dan

konsumsi air, fotorespirasi, metabolisme karbohidrat, fungsi metabolit sekunder dalam tumbuhan, regulasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, genom sel tanaman, biosintesis tanaman

Tujuan

Setelah megikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan dan menganalisis proses-proses biokimia pada tanaman

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip biokimia pada tumbuhan

2. Mampu menganalisis berbagai mekanisme biokimia pada tumbuhan

3. Mampu menerapkannya untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan biokimia tumbuhan

Pustaka

1. Hans-Walter Heldt. 1999. Plant Biochemistry and Molecular Biology. Oxford University Press.

2. P.M. Dey; J.B. Harborne. 1997. Plant Biochemistry. Academic Press Ltd 3. Heldt, H.W. 2004. Plant Biochemistry.OxfordUniversity Press.

BIOTEKNOLOGI TANAMAN

Kode : BIP 013 SKS : 2

Deskripsi

Pendahuluan yang meliputi Perkembangan dan peran bioteknologi dalam pemuliaan tanaman. Biologi Molekuler tanaman, Konstitusi genetik tanaman, Analisis genetik tanaman, Strategi pemuliaan tanaman secara bioteknologi, Vektor kloning gen tanaman, prospek masa depan pemuliaan tanaman dengan teknik rekayasa genetik, Perakitan tanaman transgenik.

Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menganalisis dan mengeksplorasi bidang-bidang biologi yang berkaitan dengan bioteknologi tanaman

Kompetensi

1. Mampu menjelaskan perkembangan dan peran bioteknologi dalam pemuliaan tanaman

2. Mampu menganalisis strategi pemuliaan tanaman secara bioteknologi

3. Mampu mengeksplorasi bidang-bidang biologi yang berkaitan dengan biotekologi tanaman

Pustaka

1. Howel, S.H. 1998. Molecular Genetics of Plant Development. Cambridge University Press. United Kingdom.

(35)

3. Kung, S. And Wu, R. 1993. Transgenic Pants, Vol. I. Academic Press Inc. New York.

METODE PENILAIAN DAN

KRITERIA KELULUSAN

METODE PENILAIAN

Penilaian mata kuliah dilakukan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP),

sebagai berikut:

NILAI HURUF NILAI MUTU NILAI ANGKA

A 4  75,0

AB 3,5 70,0-74,9

B 3 65,0- 69,9

BC 2,5 60,0-64,9

C 2 55,0-59,9

D 1 40,0-54,9

E 0 < 40,0

KRITERIA KELULUSAN

1. Telah menempuh minimal 40 SKS dengan tidak ada nilai C untuk mata kuliah wajib program studi dan mata kuliah wajib bidang minat.

2. Lulus ujian tesis.

(36)

Referensi

Dokumen terkait

Sampai pada akhirnya semua alumni Program Studi Pendidikan Biologi bisa sukses sesuai dengan bidang yang ditekuninya masing-masing. Nilai-nilai inilah yang akan terus dijaga

Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam mengenali nama lokal maupun nama ilmiah tumbuhan, maka dalam proses pembelajaran keanekaragaman hayati di sekolah

Salah satu hal yang perlu mendapat tekanan di sini adalah mengenai keterbaruan referensi , yang mana dalam penelitian usahakan selalu menggunakan jurnal ilmiah

Menurut guru biologi kelas XI SMAN 4 Solok Selatan bahwa materi yang paling sulit dipahami siswa pada semester 1 kelas XI ini adalah materi jaringan tumbuhan karena

Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Astrisan Faadhilah yang melakukan penelitian tentang minat mahasiswa terhadap prestasi belajar program studi pendidikan biologi

Setelah SRE Writing Strategy diterapkan, mahasiswa dapat terbantu untuk mengembangkan keterampilannya dalam menulis ilmiah, terlihat dari adanya perkembangan

Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UKI pada berbagai tingkatan memiliki pengetahuan yang berbeda terhadap nama lokal, nama ilmiah maupun nama famili.. Nama lokal