• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keywords: Decision Support System, Assessment Criteria, Methods SAW. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keywords: Decision Support System, Assessment Criteria, Methods SAW. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN

PEMBERIAN KREDIT PADA NASABAH DENGAN

MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE

WEIGHTING STUDI KASUS PT BPR SEHAT EKONOMI

CABANG CIAMIS

Shinta Siti Sundari 1, Dede Syahrul Anwar 2, Atik Jumiati3

STMIK Tasikmalaya, Jl. RE. Martadinata No. 272A Kota Tasikmalaya, Telp. 310830 Program Studi Teknik Informatika-S1, STMIK Tasikmalaya

e-mail: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected] ABSTRAK

Perkreditan adalah penyedia uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dan dengan jumlah bunga yang telah ditentukan pula. Dalam hal ini bank dituntut untuk dapat mengambil keputusan dengan cepat dan cermat mengingat lingkungan bisnis perbankan yang semakin kompetitif. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat membantu dalam membuat keputusan, meningkatkan dalam pengolahan data, mempercepat prosesnya dan dapat meningkatkan mutu serta pelayanan dari pihak bank dalam memberilkan kredit. Untuk mendukung aplikasi ini digunakan suatu metode penyelesaian yaitu metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis. Hal ini disebabkan konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien, dan memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan. Dengan dirancang sistem pendukung keputusan ini dapat Membantu Direksi PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis dalam menentukan layak atau tidaknya kredit yang akan diberikan pada calon nasabah dengan melihat variable-variabel yang mempengaruhi keputusan, meningkatkan efektifitas dan efesiensi serta mengurangi subjektifitas pengambilan keputusan dan proses pemberian kredit. Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Kriteria Penilaian, Metode SAW

ABSTRACT

Credit is the provision of funds or equivalent claims based on a lending agreement or contract between the bank and other parties who require the borrower to repay the debt after a certain period of time and the amount of interest that has been determined as well. In this case the bank is required to be able to make decisions quickly and carefully considering the banking business environment that is increasingly competitive. To achieve this required the existence of a System Decision Support (DSS) that can assist in making decisions, increase in data processing, speeding up the process and to improve the quality and service of the bank in the credit.To support this application used a method of settlement that is Simple Additive weighting method (SAW). This method is widely used to solve practical decision-making. This is due to the concept is simple and easy to understand, efficient computation, and has the ability to measure the relative performance of alternatives decision. With tailored decision support system can Assisting the Board of Directors of PT BPR Health Economics Branch Ciamis in determining whether or not the credit to be given to the prospective customer by looking at the variables that influence decisions, increase effectiveness and efficiency and reduce the subjectivity of decision-making and the credit approval process.

(2)

1. PENDAHULUAN

Demi kelancaran kegiatan perkreditan antara pihak bank dengan nasabah, pihak bank perlu menilai dan menentukan calon nasabah terlebih dahulu sebelum memberikan keputusan untuk menerima atau menolak permintaan kreditnya, hal ini dilakukan mengingat resiko tidak dapat tercapai tagihan kredit cukup besar. Jadi seorang nasabah harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh pihak bank untuk bisa mendapatkan kredit. Dalam hal ini bank dituntut untuk dapat mengambil keputusan dengan cepat dan cermat mengingat lingkungan bisnis perbankan yang semakin kompetitif.

Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat membantu manager dalam membuat keputusan, meningkatkan dalam pengolahan data, mempercepat prosesnya dan dapat meningkatkan mutu serta pelayanan dari pihak bank dalam memberilkan kredit.

Dalam penelitian Dian Napita (2014) yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kelayakan Pemberian Kredit di PT. BPR Delanggu Raya” menyoroti tentang keamanan dari kredit agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah yang menyulitkan pihak bank akibat pengembalian kredit yang kurang lancar, diragukan dan macet. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem pendukung keputusan untuk kelayakan pemberian kredit berdasarkan kriteria kemampuan angsuran, watang peminjam, modal yang dimiliki peminjam, kondisi ekonomi, dan nilai jaminan yang ditawarkan[1].

Dalam penelitian Humairoh Zein (2014) berjudul “Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Usaha Rakyat Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Medan)” penelitian ini menyoroti tentang proses penentuan siapa yang layak menerima Kredit Usaha Rakyat atau tidak. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi SPK dengan menggunakan metode SAW dengan cara mencari nilai terbobot menggunakan Visual Basic 2008 dengan database MySql[2].

Berdasarkan uraian permasalahan diatas maka penulis mengambil judul “Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit pada Nasabah dengan menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) Studi Kasus PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis” sehingga diharapkan mampu mangatasi permasalahan dalam menentukan calon kreditur di PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis.

2. METODE PENGEMBANGAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi penelitian waterfall. Metodologi waterfall (air terjun) sering juga disebut sekuensial linier atau alur hidup klasik. Model ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung[4]. Berikut ini adalah gambar dari model waterfall

Gambar 1. Metode Waterfall 2.1 Tahapan Review

2.1.1 Sistem Pendukung Keputusan

Secara khusus, Sistem Pendukung Keputusan (SPK) didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan

(3)

2.1.2 Metode Simple Additive Weighting(SAW)

Menurut Harsiti dan Roikotuljanah (2014)Metode Simple Additive Weighting(SAW)merupakan Simple Additive Weighting sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot[3].

Metode Simple Additive Weighting membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Metode ini merupakan metode yang paling terkenal dan paling banyak digunakan dalam menghadapi situasi Multiple Attribute Decision Making (MADM). MADM itu sendiri merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencari alternative optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu.

Formula untuk melakukan normalisasi tersebut adalah :

Gambar 2 Rumus Formula Normalisasi

Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai:

Gambar 3 Nilai Akhir Langkah-langkah dalam metode SAW adalah : 1. Menentukan Kriteria (C).

2. Menentukan Alternatif (A).

3. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria 4. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria(Ci).

5. Melakukan Normalisasi matriks (R).

6. Melakukan proses perengkingan sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Analisis Masalah

Analisa sistem dalam perancangan aplikasi sistem pendukung keputusan ini bertujuan untuk mendapatkan semua kebutuhan user sistem, yaitu mencangkup input dan output yang harus disediakan okeh sistem serta informasi yang dibutuhkan oleh user. Analisis sistem dalam penelitian ini akan dilakukan dalam beberapa tahap yakni analisa permasalahan, analisa proses pemberian kredit pada PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis, penerapan metode Simple Additive Weighting pada sistem pendukung keputusan kelayakan pemberian kredit.

3.2 Analisis Sistem yang sedang Berjalan

Setelah melakukan penelitian didapatlah suatu prosedur sistem yang sedang berjalan sebagai prosedur pemberian pinjaman kredit pada PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis, yang mana prosedur pemberian pinjaman kredit ini didalamnya mencangkup pengecekan, serta pengambilan keputusan. Sistem yang sedang berjalan adalah sistem pemberian pinjaman kredit secara manual yang belum terstruktur, selain itu pembuatan laporan yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit menjadi alas an pembangunan sistem baru harus dilakukan.

(4)

3.3 Analisis Kebutuhan Untuk Metode SAW

Analisa sistem dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan– kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya serta mengetahui permasalahan yang sebenarnya mengenai kelayakan pemberian kredit pada PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis.

Adapun permasalahan yang dihadapi oleh uraian permasalahn – permasalahn yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a. PT BPR Sehat Ekonomi Cabang Ciamis masih belum menggunakan sistem dalam menentukan debitur yang layak mendapat kredit.

b. Dengan penyeleksian debitur secara manual hasil yang diperoleh kurang akurat.

c. Sering terjadi keterlambatan dalam penyeleksian debitur dan dalam pembuatan laporan. d. Sering terjadinya kesalahan yang diakibatkan kesalahan manusia dalam menentukan

suatu keputusan

e. Kurangnya keamanan data, sehingga data dapat diakses oleh orang atau bagian yang tidak berkepentingan.

Langkah awal metode Simple Additive Weighting adalah pemberian nilai bobot di setiap kriteria nasabah kredit. Adapun kriteria tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 1 Kriteria No Kriteria Bobot K1 Pekerjaan 20 % K2 Penghasilan 25 % K3 Nilai Jaminan 25 % K4 Jumlah Tanggungan 10 % K5 Status Rumah 20 %

Dari kriteria table 4.1 dibuat suatu tingkatan kriteria berdasarkan alternatif (nasabah) yang telah ditentukan kedalam nilai. Rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria sebagai berikut :

Tabel 2 Kriteria Pekerjaan

Kriteria Kriteria Nasabah Nilai

PNS/BUMN 5

Wiraswasta 4

Pekerjaan Karyawan Swasta

3

Pensiunan 2

Petani/Peternak 1

Tabel 3 Kriteria Penghasilan

Kriteria Kriteria Nasabah Nilai

<1,5 Juta 1

Penghasilan

1,5 s/d 3 Juta 2

3 s/d 5 Juta 3

> 5 Juta 4

Tabel 4 Kriteria Jamian

Kriteria Kriteria Nasabah Nilai

Sertifikat 5

Nilai Ijazah 4

Jaminan BPKB 3

SK Golongan 2

SPPT & Surat Nikah 1

Tabel 5 Kriteria Jumlah Tanggungan

Kriteria Kriteria Nasabah Nilai

Jumlah >= 10 Orang 1

Tanggungan 7 s/d 9 Orang 2

(Anak & 5 s/d 6 Orang 3

Istri)

(5)

X Tabel 6 Kriteria Status Rumah

Kriteria Kriteria Nasabah Nilai

Kontrak/Kost 1

Status KPR 2

Rumah Milik Orang Tua/Dinas

3

Milik Sendiri 4

Berdasarkan kriteria dan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria yang telah ditentukan, selanjutnya penjabaran alternatif setiap kriteria yang telah dikonfersi dengan nilai. Berikut perhitungan berdasarkan contoh kasus. Tabel 7 Alternatif Alternatif Kriteria Pekerjaan Penghasilan Nilai Jaminan A1 PNS 5 Juta Ijazah

A2 Karyawan 1,5 Juta Sertifikat

A3 BUMN 4,5 Juta BPKB

A4 Pedagang 2 Juta SPPT

Tabel 8 Alternatif

Alternatif Kriteria

Jumlah Tanggungan Status Rumah

A1 5 Orang Milik Sendiri

A2 0 Orang Kontrak

A3 3 Orang Dinas

A4 3 Orang Milik Sendiri

Berdasarkan data table 7, dibentuk matriks keputusan dengan label [X] yang dikonversikan dengan nilai seperti tabel berikut :

Tabel 9 Rating Kecocokan

Alternatif Kriteria K1 K2 K3 K4 K5 A1 5 3 4 3 4 A2 3 2 5 4 1 A3 5 3 3 4 3 A4 4 2 1 4 4

Semua kriteria yang diberikan diasumsikan sebagai kriteria keuntungan (benefit). Pengambilan keputusan pemberian

bobot preferensi sebagai berikut : K1: 20%, K2: 25%, K3: 25%, K4: 10%, K5: 20%.

W = (20,30,30,10,20)

Matriks keputusan dibuat dari tabel kecocokan sebagai berikut:

{

5 3 4 3 4

3 2 5 4 1

5 3 3 4 3

4 2 1 4 4}

Pertama-pertama dilakukan normalisasi matriks X berdasarkan persamaan diatas.

R11 = 5 𝑀𝑎𝑥 {5,3,5,4} = 5 5 = 1 R21 = 3 𝑀𝑎𝑥 {5,3,5,4} = 3 5 = 0.6 R31 = 5 𝑀𝑎𝑥 {5,3,5,4} = 5 5 = 1 R41 = 4 𝑀𝑎𝑥 {5,3,5,4} = 4 5 = 0.8 R12 = 3 𝑀𝑎𝑥 {3,2,3,2} = 3 3 = 1 R22 = 2 𝑀𝑎𝑥 {3,2,3,2} = 2 3 = 0.7 R32 = 3 𝑀𝑎𝑥 {3,2,3,2} = 3 3 = 1 R42 = 2 𝑀𝑎𝑥 {3,2,3,2} = 2 3 = 0.7 R13 = 4 𝑀𝑎𝑥 {4,5,3,1} = 4 5 = 0.8 R23 = 5 𝑀𝑎𝑥 {4,5,3,1} = 5 5 = 1 R33 = 3 𝑀𝑎𝑥 {4,5,3,1} = 3 5 = 0.6 R43 = 1 𝑀𝑎𝑥 {4,5,3,1} = 1 5 = 0.2 R14 = 3 𝑀𝑎𝑥 {3,4,4,4} = 3 4 = 0.75 R24 = 4 𝑀𝑎𝑥 {3,4,4,4} = 4 4 = 1 R34 = 4 𝑀𝑎𝑥 {3,4,4,4} = 4 4 = 1 R44 = 4 𝑀𝑎𝑥 {3,4,4,4} = 4 4 = 1 R15 = 4 𝑀𝑎𝑥 {4,1,3,4} = 4 4 = 1 R25 = 1 𝑀𝑎𝑥 {4,1,3,4} = 1 4 = 0.25 R35 = 3 𝑀𝑎𝑥 {4,1,3,4} = 3 4 = 0.75 R45 = 4 𝑀𝑎𝑥 {4,1,3,4} = 4 4 = 1

Sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R sebagai berikut:

1 1 0.8 0.75 1

0.6 0.7 1 1 0.25

1 1 0.6 1 0.75

0.8 0.7 0.2 1 1

(6)

Proses perangkingan diperoleh berdasarkan persamaan diatas sebagai berikut : V1 = (1x0.20) + (1x0.25) + (0.8x0.25) + (0.75x0.10) + (1x0.20) = 0.925 V2 = (0.6x0.20) + (0.7x0.25) + (1x0.25) + (1x0.10) + (0.25x0.20) = 0.695 V3 = (1x0.20) + (1x0.25) + (0.6x0.25) + (1x0.10) + (0.75x0.20) = 0.85 V4 = (0.8x0.20) + (0.7x0.25) + (0.2x0.25) + (1x0.10) + (1x0.20) =0.685

Jadi Nilai terbesar ada pada V1 dengan nilai 0.925 sehingga alternatif A1 adalah alternatif yang terpilih sebagai alternative terbaik. Dengan kata lain, Hermanto akan terpilih untuk mendapatkan pinjaman Kredit.

3.4 Model Perancangan UML 3.4.1 Use Case Diagram

Use case diagram merupakan kontruksi untuk mendeskripsikan hubungan-hubungan yang terjadi antara actor dengan aktivitas yang terdapat pada sistem. Sasaran pemodelan use case diantaranya adalah mendefinisikan kebutuhan fungsional dan operasional sistem dengan mendefinisikan skenario pengguna sistem yang akan dibangun.

3.4.2 Class Diagram

Class diagram digunakan untuk menggambarkan struktur logis dan statis dari suatu sistem. Adapun class diagram untuk aplikasi SPK kelayakan pemberian kredit adalah sebagai berikut:

3.5 Implementasi Sistem

Di dalam Implementasi antar muka ini, menerangkan kegunaan form-form yang ada di dalam program Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Nasabah dengan Metode AHP beserta desain formnya.

4.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Setelah melakukan penelitian didapatlah suatu prosedur yang masih dilakukan secara

manual sehingga memerlukan waktu cukup lama dalam pengambilan keputusan.

2. Metode Simple Additive Weighting dapat diterapkan dalam menentukan kelayakan pemberian kredit pada nasabah dengan kriteria pekerjaan, penghasilan, nilai jaminan, jumlah tanggungan dan status rumah. Pengambilan keputusan dengan menambahkan alternatif statis dengan nilai bobot setiap kriteria paling tinggi sehingga mendapatkan hasil akhir alternatif yang direkomendasikan layak atau tidak layak menerima kredit pinjaman. 3. Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan yang dirancang dengan bahasa pemograman

Delphi 2010 dapat menentukan kelayakan pemberian kredit pada nasabah yang didalamnya terdapat form login, menu utama, login admin, menu admin, form data nasabah, form tambah data, menu data user, login user, menu utama user, proses SPK, form proses perhitungan saw, form help, form biodata, form laporan.

(7)

[1] Dian Napita (2014) . “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kelayakan Pemberian Kredit di PT. BPR Delanggu Raya”. Pelita Informatika Budi Darma. Vol.IX. No.2 Maret 20115. ISSN : 2301 – 9425

[2] Zein, Humairoh et al. (2014). “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Usaha Rakyat Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Studi Kasus Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Medan”. Pelita Informatika Budi Darma. Vol.VI. No.(1) Maret 2014. ISSN : 2301 – 5425

[3] Harsiti dan Roikotuljanah, et al. (2014). “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Mikro Utama pada PT. Bank Bjb Kcp Cikande dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)”. SeminarNasional Aplikasi Teknologi Informasi. ISSN 2406 – 7768

[4]

Rosa & M.Shalahuddin. 2011. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak. Bandung : Modula

Gambar

Tabel 1 Kriteria  No  Kriteria  Bobot  K1  Pekerjaan  20 %  K2  Penghasilan  25 %  K3  Nilai Jaminan  25 %  K4  Jumlah Tanggungan  10 %  K5  Status Rumah  20 %
Tabel 8 Alternatif

Referensi

Dokumen terkait

Potensi dan daya tarik wisata yang dimiliki Vihara Buddhagaya Watugong ini terdiri dari 4 unsur yaitu : sejarah, religi, arsitektur dan wisata. Dari unsur sejarah vihara

01-10 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Pengesahan Badan Hukum dan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar, Penyampaian Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dan

Permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha kuliner di klaster ini cukup beragam, antara lain promosi usaha kuliner baik lokal dalam Malang maupun luar Malang yang kurang,

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah, yang telah memberikan rahmat dan hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul “Zonasi Kualitas Airtanah

a) Definisi Konseptual : Minat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro berinvestasi adalah mendorong atau keinginan mahasiswa untuk

Bahan – bahan yang digunakan Bahan yang akan digunakan untuk pembuatan kartu adalah dari bahan kertas, untuk bahan papan permainan juga akan menggunakan kertas

Beberapa daerah termasuk di Wakatobi, kasus pemilu kepada daerah langsung telah melahirkan kondisi sosial politik yang tidak menguntungkan untuk pembangunan

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Perubahan Kabupaten Klaten Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 Tingkat kabupaten Klaten.