KATA PENGANTAR. Maha Esa) karena atas berkat dan rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan skripsi

18  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hambatan dan Tantangan Ibu Menyusui dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat Tahun 2017” untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. dr. I Md. Ady Wirawan, MPH, Ph.D selaku Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

2. dr. Desak Putu Yuli Kurniati, M.KM selaku kepala bagian peminatan Promosi Kesehatan.

3. Dr.dr. Dyah Pradnyaparamita Duarsa, MSi selaku pembimbing I yang telah menyediakan waktu dalam memberikan masukan, bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi.

4. Ni Komang Ekawati, S.Psi.Psi.MPH selaku pembimbing II yang telah menyediakan waktu dalam memberikan masukan, bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi.

5. Seluruh staf Puskesmas II Denpasar Barat yang sudah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. 6. Semua informan-informan dalam penelitian yang sudah bersedia membantu

(2)

7. Seluruh staf dan dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Univeristas Udayana atas segala ilmu serta bimbingannya selama penulis mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

8. I Ketut Kain dan Ni Nengan Kerta selaku kedua Orang tua penulis yang sudah memberikan dukungan dan doa baik secara moril dan materil kepada penulis. 9. Seluruh keluarga besar penulis yang dengan tulus memberikan perhatian, doa,

dukungan baik secara moril dan materil selama penyusunan skripsi.

10. Teman-teman PSKM Matrikulasi 2015 yang sudah saling mendukung dan menyemangati dalam proses penyusunan skripsi

11. I Putu Adi Wiranata, S.Kom yang sudah membantu dan memberikan dukungan selama penyusunan skripsi.

12. Seluruh pihak terkait yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu kelancaran penulisan skripsi ini.

Akhir kata semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas semua kebaikan bantuan, perhatian dan segala jasa baik bapak dan ibu semua. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi kita semua.

Denpasar, Juni 2017

(3)

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA PEMINATAN PROMOSI KESEHATAN

SKRIPSI, JUNI 2017

Ni Luh Komang Mariasih

HAMBATAN DAN TANTANGAN IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR

BARAT

ABSTRAK

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Puskesmas di Kota Denpasar dengan capain ASI Eksklusif terendah yaitu Puskesmas II Denpasar Barat. Pada tahun 2015 cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas II Denpasar Barat sebesar 70,83 % masih dibawah target 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas II Denpasar Barat.

Rancangan penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian adalah 8 informan dan 1 informan kunci. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode analisis data secara thematical analysis.

Pada hasil penelitian diketahui hambatan dalam pemberian ASI Eksklusif yaitu ketidaktahuan mengenai keseimbangan pemberian ASI dari payudara kanan dan kiri, produksi ASI yang menurun saat ibu mengalami menstruasi, keadaan bayi setelah melahirkan yang dirawat di ICU dan memiliki bayi kembar yang dibantu susu formula untuk pemenuhan nurisi bayi. Terdapat pula kebiasaan memberikan MPASI menjadi hambatan dalam pelaksanaan ASI Ekskslusif. Untuk tantangan yang dirasakan diketahui kurangnya tenaga kesehatan dipuskesmas menyebabkan tidak terlaksana konseling kepada ibu hamil untuk persiapan menyusui serta kurangnya fasilitas ruang menyusui di tempat umum dan adanya sibling rivalry yang dirasakan oleh informan yang memiliki anak lebih dari satu menjadi tantangan dalam pemberian ASI Eksklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hambatan dan tantangan dalam pemberian ASI Eksklusif berasal dari faktor ibu seperti pengetahuan ibu yang kurang, serta kebiasaan dalam memberikan MPASI. Selain itu hambatan dan tantangan juga berasal dari faktor luar seperti keadaan bayi yang dirawat di ICU, keadaan bayi kembar, adanya sibling rivalry serta kurangnya fasilitas ruang menyusui di tempat umum. Disarankan bagi puskesmas dalam pelaksanaan promosi kesehatan terkait edukasi ASI Eksklusif dapat memberikan informasi mengenai manajemen laktasi.

(4)

SCHOOL OF PUBLIC HEALTH

MEDICAL FACULTY OF UDAYANA UNIVERSITY DEPARTMENT OF HEALTH PROMOTION

Mini-Thesis, June 2017

Ni Luh Komang Mariasih

BARRIERS AND CHALLENGES OF BREASTFEEDING MOTHERS IN EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN THE WORK AREA PRIMARY CARE II

WEST DENPASAR

ABSTRACT

Breast milk is the best food for babies because it contains the most appropriate nutrients for growth and development of infants.Primary care in Denpasar with the achievement of the lowest exclusive breastfeeding is primary care II west Denpasar. On 2015 the achievements of exclusive breastfeeding in Primary Care II West Denpasar is 70,83% and it still below the 2015 targets. The purpose of this research is to find the barriers and challenges that mothers faced when breastfeeding on the work area of primary care II West Denpasar.

The plan of the research is descriptive with a qualitative approaching. The number of informant in this research were 8 informants, and 1 key informant. The method used is in-depth interview and observation. The sample is selected by purposive sampling technique. The method of data analysis is thematical analysis.

The results of the research revealed that barriers to exclusive breastfeeding is ignorance regarding breastfeeding balance of right and left breast, the production of milk that decreased during menstruation, the state of the baby after delivery treated in the ICU and have a twin babies which should be assisted with formula milk to fullfill the babies nutritions. There is also a habit of giving MPASI a barrier in the implementation of exclusive breastfeeding. For the perceived challenge is the lack of health personnel in primary care has resulted in inadequate counseling of pregnant women to preparation for breastfeeding, the lack of breastfeeding facilities in public places and the existence of sibling rivalry perceived by informants who have more that one children as one of the perceived challengs.

The conclusion of this research is the barriers and challenges in exclusive breastfeeding are derived from mother factors such as inadequate mother's knowledge, as well as the habit of giving MPASI. Barriers and challenges also come from external factors such as the state of the baby treated in the ICU, have a twin babies, the exitence of sibling rivalry and lack of breastfeeding facilities in public places. In health promotion implementation that related to exclusive breastfeeding education the primary care is recommend to provide information about lactation management.

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………..… i

HALAMAN JUDUL DENGAN SPESIFIKASI ………... iii

PERNYATAAN PERSETUJUAN ……… iv

KATA PENGANTAR ………...… vi

ABTRAK ……...……….. viii

ABSTRACK ……….…. ix

DAFTAR ISI ……….…. x

DAFTAR TABEL ………...… xiii

DAFTAR GAMBAR ……….……….. xiv

DAFTAR SINGKATAN ……….………. xv

DAFTAR LAMPIRAN ……… xvi

BAB I PENDAHULUAN ……….. 1 1.1. Latar Belakang ……….... 1 1.2. Rumusan Masalah ………... 4 1.3. Pertanyaan Penelitian ……….. 5 1.4. Tujuan Penelitian ……… 6 1.5. Manfaat Penelitian ……….. 6

1.6. Ruang Lingkup Penelitian ……….. 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA……… 8

2.1 ASI Eksklusif ……….. 8

2.1.1 Pengertian ASI Eksklusif ……….... 8

2.1.2 Tingakatan ASI Eksklusif ………...… 9

2.2 Program ASI Eksklusif di Indonesia ………. 10

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif …………,………. 12

2.3.1 Pengetahuan ………... 12 2.3.2 Pekerjaan ……… 12 2.3.3 Kepercayaan Ibu ……….… 13 2.3.4 Pelayanan Kesehatan………... 13 2.3.5 Penolong Persalinan ……….…………...… 14 2.3.6 Dukungan Keluarga ……….………...… 14

(6)

2.4 Landasan Teori ……….…….. 15

2.4.1 Teori Lawrence Green ……….... 15

2.4.2 Teori Kurt Lewin ……….... 16

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ………. 17

3.1. Kerangka Konsep ……… 17

3.2. Variabel dan Definisi Operasional ……….. 19

BAB IV METODE PENELITIAN ………...… 20

4.1. Karakteristik Penelitian ……….. 20

4.2. Peran Peneliti ……….. 20

4.3. Sumber dan Jenis Data ……… 20

4.3.1 Sumber Data ……… 20

4.3.2 Jenis Data ……… 21

4.4. Strategi Pengumpulan Data ……… 21

4.5. Analisis Data ……….….. 22

4.6. Strategi Validasi Data ……….…… 21

4.6.1 Triangulasi ……….. 23

4.6.2 Peer Debriefing ………... 23

4.6.3 Studi Literatur ……….… 23

BAB V HASIL PENELITIAN ………. 25

5.1 Gambaran Lokasi Penelitian ……….. 25

5.2 Karakteristik Informan Penelitian ……….. 25

5.2.1 Informan Wawancara Mendalam ………... 25

5.2.2 Informan Kunci (key informan) ……….. 27

5.3 Hasil Penelitian ……….. 27

5.3.1 Hasil Wawancara Mendalam ………. 27

5.3.2 Hasil Observasi ……….. 42

BAB VI PEMBAHASAN ……… 44

6.1. Faktor Predisposisi dalam Pemberian ASI Eksklusif ………. 44

6.2. Faktor Pendukung dalam Pemberian ASI Eksklsuif ……….. 48

6.3. Faktor Pendorong dalam Pemberian ASI Eksklsuif ………... 51

(7)

BAB VII PENUTUP ……… 54

7.1. Simpulan ……… 54

7.2. Saran ……….. 55

DAFTAR PUSTAKA ……….. 57 LAMPIRAN

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional………. 19 Tabel 5.1 Karakteristik Informan Penelitian ……….. 26

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 3.1 Kerangka Konsep hambatan dan tantangan dalam pemberian ASI Eksklusif di sesuaikan dengan teori Lawrence Green dan Kurt Lewin..17

(10)

DAFTAR SINGKATAN

PHBS : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kemenkes : Kementrian Kesehatan

ASI : Air Susu Ibu

ASIP : Air Susu Ibu Perahan

Depkes : Departemen Kesehatan

SDKI : Survey Demografi Kesehatan Indonesia

Renstra : Rencana Strategi

Posyandu : Pos pelayanan terpadu

MPASI : Makanan pendamping ASI

BKPP-ASI : Badan koordinasi pelindung dan pendukung Air Susu Ibu

PP-ASI : Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu

UNICEF : United Nations International Children’s Emergency Fund

WHO : World Health Organization

IDAI : Ikatan Dokter Anak Indonesia

KIA : Kesehatan Ibu Anak

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Halaman

1 Lembar Persetujuan Responden ……… 60

2 Identitas Responden ……….. 61

3 Pedoman Wawancara Mendalam ………..……… 62

4 Pedoman Wawancara Mendalam (untuk petugas kesehatan)…… 65

5 Pedoman Observasi ………... 67

6 Ijin Penelitian ……… 68

7 Matrik Koding Hasil Wawancara Mendalam………. 73

8 Tabel Hasil Observasi ………... 86

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Indonesia keberhasilan pembangunan kesehatan sering dilihat dari berbagai macam indikator salah satunya dapat dilihat dari pelaksanaan PHBS baik oleh individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat. PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Salah satu indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga yaitu pemberian ASI Eksklusif. (Kemenkes, 2011).

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi (Depkes, 2004).

Pelaksanaan perilaku bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga dapat menciptakan keluarga yang sehat dan aktif dalam setiap upaya kesehatan masyarakat. Program pemerintah melalui pelaksanaan PHBS sudah dijalankan oleh beberapa daerah salah satunya Kota Denpasar. Dapat dilihat berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Denpasar dari target cakupan PHBS rumah tangga pada tahun 2014 yaitu sebesar 78,4 % dan mengalami peningkatan pada tahun 2015 yaitu sebesar 81,5 %. Pada dua tahun terakhir puskesmas II Denpasar Barat diketahui memiliki capaian tertinggi untuk PHBS dalam tatanan rumah tangga, yaitu pada tahun 2014 sebesar 91 %, dan tahun 2015 sebesar 93,5 %.

(13)

Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan jumlah ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya selama 6 bulan mencapai 42% dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 80%. Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan sebesar 55,7 % telah mencapai target, mengacu pada target renstra pada tahun 2015 yang sebesar 39%.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2014 Capaian bayi usia 0 - 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Provinsi Bali tahun 2014 sebesar 71,7%, capaian ini belum mencapai target renstra sebesar 76% yang telah ditetapkan. Pada tahun 2015 berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 72,8%, masih belum mencapai target program pada tahun 2015 sebesar 80%. Capaian ASI Eksklusif dimasing - masing kabupaten di Provinsi Bali masih ada yang belum mencapai target. Dari 9 kabupaten di Provinsi Bali terdapat 2 kabupaten yang sudah mencapai target pada tahun 2015, dan masih terdapat 7 kabupaten atau kota yang belum mencapai target, salah satunya Kota Denpasar.

Di Kota Denpasar target cakupan pemberian ASI Eksklusif tahun 2014 sebesar 76% sedangkan cakupan pemberian ASI Eksklusif sebesar 73.33 %. Pada tahun 2015 cakupan pemberian ASI Eksklusif sebesar 75,47 % dan belum mencapai target 2015 sebesar 77% (Dinkes Kota Denpasar). Dari data cakupan pemberian ASI Eksklusif pada tahun 2014 dan 2015 terdapat beberapa puskesmas di Kota Denpasar yang belum mencapai target, puskesmas dengan capaian target terendah sampai saat ini yaitu Puskesmas II Denpasar Barat, tahun 2014 cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas II Denpasar Barat sebesar 75,44 %, tetapi masih belum mencapai target 2014 sebesar 76%. Pada tahun 2015 cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas II Denpasar Barat sebesar 70,83 % masih dibawah target 2015 yaitu 77 %.

(14)

Puskesmas II Denpasar Barat membawahi 5 Desa 1 Kelurahan diantaranya Desa Pemecutan Kelod, Desa Dauh Puri Kauh, Desa Dauh Puri Kelod, Desa Padang Sambian Kelod, Desa Dauh Puri Kangin dan Kelurahan Dauh Puri. Untuk pencapain ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat pada bulan November 2016 Desa Pemecutan Kelod memiliki persentase pemberian ASI Eksklusif tertinggi yaitu 70 % dan Desa Padang Sambian Kelod memiliki persentase pemberian ASI Eksklusif terendah yaitu 50%. Dimana dari catatan terakhir pada Bulan November 2016 Desa Padang Sambian Kelod memiliki bayi usia 0-6 bulan tertinggi kedua setelah Desa Pemecutan Kelod yaitu sebanyak 18 Bayi, begitu pula pada Bulan Desember 2016 Desa Padang Sambian Kelod memiliki bayi usia 0-6 bulan tertinggi kedua yaitu sebanyak 16 Bayi.

Berdasarkan study pendahuluan yang telah dilakukan di puskesmas II Denpasar Barat diketahui pelaksanaan pemberian ASI Eksklusif di puskesmas di evaluasi saat kegiatan posyandu berlangsung. Namun pada pelaksanaanya sulit karena tidak semua orang tua yang memiliki bayi usia 0-6 bulan datang ke posyandu. Hal itu menjadi kendala oleh petugas puskesmas untuk memantau serta menggalangkan pelaksanaan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas II Denpasar Barat.

Rendahnya cakupan ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, Berdasarkan penelitian Rahmawati (2010) terkait faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui antara lain usia ibu, status pekerjaan ibu, urutan kelahiran bayi dan dukungan petugas kesehatan dimana faktor yang paling dominan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik yakni status pekerjaan

(15)

Hasil penelitian Dewi (2010) terkait faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif dari hasil penelitian ini pengetahuan ibu merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif. Hal ini berarti ibu yang mempunyai pengetahuan baik berpengaruh 9,839 kali lebih besar dalam pemberian ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan kurang baik.

Hasil penelitian yang dilakukan di puskesmas II Denpasar Barat oleh Meila (2015) menyatakan bahwa faktor sosial yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah umur < 20 tahun atau > 35 tahun, bekerja diluar rumah, pendapatan rata-rata keluarga tinggi, kurang mendapatkan dukungan dari keluarga dan kurang mendapatkan dukungan dari petugas kesehatan. Pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan menggunakan rancangan penelitian data kuantitatif, sehingga hasil penelitian tidak dapat menggambarkan secara mendalam mengenai faktor sosial yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas II Denpasar Barat.

Berdasarkan fakta diatas melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian kualitatif mengenai Hambatan dan Tantangan ibu menyusui dalam pemberikan ASI eksklusif diwilayah kerja puskesmas II Denpasar Barat.

1.2 Rumusan Masalah

Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia dilihat dari berbagai macam indikator salah satunya di lihat dari pelaksanaan PHBS baik oleh individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Diketahui Salah satu indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga yaitu pemberian ASI Eksklusif. Capaian ASI Eksklusif dimasing -masing kabupaten di provinsi Bali masih ada yang belum mencapai target. Dari 9 kabupaten di provinsi Bali terdapat 2 kabupaten yang sudah mencapai target pada tahun 2015, dan masih terdapat 7 kabupaten atau kota yang belum mencapai

(16)

target, salah satunya kota Denpasar. Salah satu puskesmas yang ada di Kota Denpasar dengan cakupan ASI Eksklusif yang belum mencapai target adalah Puskesmas II Denpasar Barat.

Cakupan ASI Eksklusif tahun 2015 di Puskesmas II Denpasar Barat sebesar 70,83 % masih dibawah target 2015 yaitu 77 %. Untuk pencapain ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat pada bulan November 2016 Desa Padang Sambian Kelod memiliki persentase pemberian ASI Eksklusif terendah yaitu 50%. Di puskesmas II Denpasar Barat diketahui pelaksanaan pemberian ASI Eksklusif di puskesmas dipantau saat kegiatan posyandu berlangsung, namun kendala dilapangan pada orang tua yang memiliki bayi usia 0 - 6 bulan tidak semua datang ke posyandu. Penelitian terkait yang sudah pernah dilakukan di puskesmas II Denpasar Barat berupa penelitian data kuantitatif sehingga penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian kualitaitf untuk dapat menggali lebih mendalam mengenai permasalah ASI eksklusif di wilayah puskesmas II Denpasar Barat.

Berdasarkan latar belakang dan permasalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan permasalahan penelitian adalah hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberikan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas II Denpasar Barat tahun 2017.

1.3 Pertanyaan Penelitian

“Apakah hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas II Denpasar Barat”

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dibagi menjadi dua yaitu :

1.4.1 Tujuan umum :

Mengetahui hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas II Denpasar Barat.

(17)

1.4.2 Tujuan Khusus :

Penelitian ini ingin mengetahui secara mendalam hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif berdasarkan :

1. Faktor predisposisi (Pengetahuan, pekerjaan dan kepercayaan) dalam pemberian ASI eksklusif

2. Faktor Pendukung (Pelayanan kesehatan dan penolong persalinan) dalam pemberian ASI eksklusif

3. Faktor pendorong (Dukungan keluarga) dalam pemberian ASI eksklusif

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dibagi menjadi dua yaitu : 1.5.1 Manfaat Teoritis :

Melalui penelitian ini penulis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang promosi kesehatan terkait penelitian kualitatif mengenai hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat pada tahun 2017. Selain itu hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

1.5.2 Manfaat Praktis :

Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terhadap dinas kesehatan yang membawahi puskesmas untuk perencanaan program promosi kesehatan yang terkait dengan pemberian ASI eksklusif. Serta dapat digunakan dasar dalam pembuatan regulasi dan pelaksanaan program mengenai ASI eksklusif di puskesmas II Denpasar Barat.

(18)

1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah promosi kesehatan yang meneliti hambatan dan tantangan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran yang sedang menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) kesehatan masyarakat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif. Dalam rancangan penelitian ini, informasi yang didapatkan berupa deskriptif dan dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2017.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di