• Tidak ada hasil yang ditemukan

destilasi vakum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "destilasi vakum"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

destilasi vakum

TUGAS MAKLAH DESTILASI VAKUM Oleh Kelompok 1 Eka Fitri 10130230 Elisabet Kartika 1113023021 Fadilla Amelia 1113023023 Kesdik Tria Sayekti 1113023033 Tiyas Abror Huda 1113023067 Yeni Deva Pratika 1113023071

(2)

PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk

memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya destilasi air laut menjadi air murni .

(3)

Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat.

B. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui definisi dari destilasi vakum.

2. Mengetahui tujuan dari destilasi vakum.

3. Mengetahui produk yang dihasilkan serta alat yang digunakan dalam destilasi vakum.

4. Memahami treatment dan proses destilasi vakum.

5. Menghetahui aplikasi destilasi vakum pada skala laboratorium dan skala industri.

(4)

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian Destilasi Vakum

Proses distilasi dengan tekanan dibawah tekanan atmosfer. Destilasi vaccum adalah merupakan destilasi tekanan dibawah 1 atmosfer tekanan operasinya 0,4 atm (≤300 mmHg absolut), untuk memisahkan fraksi –fraksi yang tidak dapat dipisahkan dengan destilasi atmosferik seperti gas oil berat, parafine destilate atau vakum distilate yang masih terkandung didalam long residu dari hasil destilasi atmosferik. Residu yang terdapat dari destilasi atmosferik ini tidak dapat dipisahkan dengan destilasi atmosferik, apabila dipanaskan pada tekanan atmosferik akan terjadi cracking sehingga akan merusak mutu produk dan menimbulkan tar (coke) yang kemudian dapat diberikan

(5)

kenutuhan pada tube dapur. Dengan cara penyulingan di bawah tekanan atmosferik atau tekanan vakum fraksi–fraksi yang terkandung di dalam long residudapat dicovery(?).

Prinsip ini didasarkan pada hukum fisika dimana zat cair akan mendidih dibawah titik didih normalnya apabila tekanan pada permukaan zat cair itu diperkecil atau vakum. Untuk memperkecil tekanan permukaan zat cair dipergunakan dengan alat jet ejector dan barometric condensor. Pada prinsipnya proses vakum ini tidak jauh dari proses destilasi atmosferik. Proses destilasi vakum pada sistem vakum proses berlangsung dibawah kondisi normal ±30 –35 mmHg dengan tujuan menurunkan titik didihnya.

2. Fungsi dari Destilasi Vakum

Untuk menurunkan titik didih pada minyak berat atau long residu sehingga menghasilkan produk – produknya.

3. Produk yang dihasilkan dan Alat yang digunakan a. Produk yang dihasilkan

Produk-produk yang dihasilkan pada destilasi vakum antara lain :

1. Produk Hight Vacum Gas Oil ( HVGO ), produk ini digunakan untuk bahan baku proses cracking (hydro cracking unit / HCU).produk POD bila tidak diolah di wax plant digabungkan dengan produk HVGO untuk unpan di HCU

(6)

2. Produk Light Vacum Sloop ( LVS ), adalah produk Light Vacum Gas Oil (LVGO) , digunakan untuk komponen blending solar.

3. Produk Light Vacum Gas Oil ( LVGO ),

4. Produk Parafine Oil Distillate ( POD ), produk ini adalah bahan baku bagi proses pembuatan lilin atau wax, di unit proses wax plant. Produk ini

merupakan produk yang khusus, jadi tidak semua HVU mempunyai produk ini.

5. Produk bottom kolom HVU berupa Short Residue yang digunakan untuk fuel oil di dapur atau digunakan untuk aspal jalan. Produk-produk tersebut keluar dari kolom kemudian diambil panasnya dipreheater atau

heat-exchager dan didinginkan dengan fin fan dan selanjutnya dikirim ke tangki produksi atau ke proses selanjutnya.

b. Alat yang digunakan

Alat-alat yang digunakan pada pross destilasi vakum antara lain :

1. Pompa adalah alat pemindahan fluida cair dari suatu tempat ke tempat lain melalui suatu media pipa dengan memberikan energi dan dilakukan secara terus menerus/kontinyu. Pompa mempunyai bermacam–macam jenisnya misalnya pompa centrifugal, pompa piston dan lain –lain.

2. Kolom distilasi merupakan alat yang paling vital karea proses destilasi terjadi pada alat ini. Kolom destilasi biasanya berbentuk silinder yang terbuat dari bahan baja dimana di dalamnya dilengkapai alat kontak (tray) yang berfungsi untuk memisahkan komponen campuran larutan. Di dalam kolom tersebut dilengkapi dengan sambungan untuk saluran umpan, hasil samping reflux, reboiler, produk dan produk bottom dan steam stripping.

(7)

1. Kolom stripper berfungsi untuk menajamkan pemisahan komponen-komponendengan cara mengusir atau melucuti fraksi-fraksi yang lebih ringan didalam produk yang dikehendaki.

2. Heat Exchanger Berfungsi untuk berlangsungnya proses pemindahan panas antara fluida satu ke fluida lain yang saling mempunyai

kepentingan.

3. Condensor berfungsi untuk mengembunkan uap yaitu mengubah fase uap menjadi fase cair, dan umumnya yang dipakai sebagai pendingin adalah air.

4. Separator berfungsi untuk memisahkan dua zat yang saling

melarutkan, misalnya gas dan cairan, minyak dan air dan sebagainya. 5. Furnace berfungsi sebagai tempat mentransfer panas yang diperoleh

dari hasil pemabakaran bahan bakar. Di dalam dapur terdapat pipa pemanasan yang disusun sedemikian rupa sehingga proses pemindahan panas dapat berjalan sebaik mungkin.

6. Cooler berfungsi sebagai peralatan untuk mendinginkan produk yang masih mempunyai suhu tinggi yang tidak diijinkan untuk disimpan dalam tangki.

7. Perpipaan adalah suatu sistem jaringan pipa yang menghubungkan dari peralatan satu dengan peralatan lainnya. Pipa berfungsi sebagai alat penyaluran/mengalirkan cairan atau gas. Pipa dibuat dari bermacam-macam jenis bahan misalkan dari baja, karet, PVC dan lain – lain bergantung biasanya jenis baja dengan panduan carbon.

8. Instrumentasi adalah suatu alat kontrol yang digunakan di

dalamproses pengolahan minyak agar proses dapat terkendali dan aman sehingga apa yang diharapkan dalam proses pengolahan dapat tercapai. 9. Jet Ejektor adalah suatu alat untuk membuat kevakuman yang tinggi

didalam HVU(High Vaccum Unit).

Ada 2 macam ejektor yang umum dioperasikan: 1. Dengan Steam

2. Dengan Air yang disebut proses cair Ejektor cair yang dipakai untuk membuat kevakuman yang sedang atau proses pencampuran cairan, sedangkan ejektor dengan steam yang penting untuk membuat dan

(8)

mempertahankan kevakuman suatu system dan dapat dilaksanakan dengan single atau multiejektor.

3.

4. Treatment dan Proses Destilasi Vakum a. Treatment Destilasi Vakum

Proses distillasi dengan tekanan dibawah tekanan atmosfer, bertujuan untuk mengambil minyak midle distillate yang tidak terambil diproses CDU, dengan cara menarik ( vacum ) produk tersebut dari long residue, sebenarnya

minyak midle distillate tersebut mungkin dapat dipisahkan dengan menaikkan suhu inlet kolom pada proses distillasi atmosfer.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa minyak bumi bila dipanaskan pada suhu 370 derajat Celcius minyak bumi akan mengalami cracking, patahan yang terjadi dapat membentuk senyawa hydrocarbon tidak jenuh berupa olefin, dimana senyawa ini dalam produk minyak bumi tidak

dikehendaki karena sifatnya yang tidak stabil. Untuk menyiasati supaya suhu tidak tinggi maka tekanan prosesnya yang dibuat rendah sehingga tujuan menguapkan minyak midle distillate dapat diuapkan pada temperatur kurang dari 370 derajat celcius ( ± 345 oC ).

b. Proses Destilasi Vakum

Long Residue hasil dari proses distilasi atmosfer dipanaskan pada preheater dan dapur sampai temperatur ± 345 OC, kamudian dimasukkan dalam kolom

distilasi vacum yang tekanannya ± 13 mmH2O. Dalam kolom ini terdapat

tray-tray seperti halnya di kolom distilasi atmosferik. Untuk memperluas kontak uap dan cairan biasanya kolomnya dibuat lebih lebar. Untuk

mendapatkan tekanan dibawah atmosfer digunakan peralatan yang disebut ejektor dan kondensor.

(9)

Ø Top kolom berupa produk Light Vacum Sloop ( LVS ), produk ini merupakan produk yang jelek, yang biasa nya di tampung sebagai minyak sloop.

Ø Dibawah Light Vacum Sloop ( LVS ) adalah produk Light Vacum Gas Oil ( LVGO ), digunakan untuk komponen blending solar.

Ø Selanjutnya produk Parafine Oil Distillate ( POD ), produk ini adalah bahan baku bagi proses pembuatan lilin atau Wax di unit proses Wax Plant. Produk ini merupakan produk yang khusus, jadi tidak semua HVU mempunyai produk ini.

Ø Produk selanjutnya adalah produk Hight Vacum Gas Oil ( HVGO ). Produk ini digunakan untuk bahan baku proses cracking ( Hydro Cracking Unit / HCU ). Produk POD bila tidak di olah di wax plant di gabungkan dengan produk HVGO untuk umpan di HCU.

Ø Produk bottom kolom HVU berupa Short Residue yang digunakan untuk Fuel Oil di dapur atau digunakan untuk asphal jalan.

Ø Produk-produk tersebut keluar dari kolom kemudian diambil panasnya di preheater atau heat exchanger dan didinginkan dengan fin fan dan

selanjutnya di kirim ke tanki produksi atau ke proses selanjutnya.

5. Aplikasi Destilasi Vakum a. Dalam Skala Laboratorium

Skala laboratorium penyulingan vakum adalah ketika cairan untuk disuling memiliki titik didih atmosfer tinggi atau perubahan kimia pada suhu

mendekati titik didih atmosfer mereka. Suhu bahan sensitif (seperti beta karoten) juga memerlukan distilasi vakum untuk menghapus pelarut dari campuran tanpa merusak produk. Alasan lain penyulingan vakum digunakan adalah bahwa dibandingkan dengan penyulingan uap ada tingkat yang lebih

(10)

rendah residu membangun. Hal ini penting dalam aplikasi komersial dimana transfer suhu diproduksi menggunakan penukar panas.

b. Dalam Skala Industri

Vakum skala industri penyulingan memiliki beberapa keunggulan. Tutup mendidih campuran mungkin memerlukan banyak tahap kesetimbangan untuk memisahkan komponen-komponen. Satu alat untuk mengurangi

jumlah tahapan yang diperlukan adalah dengan memanfaatkan penyulingan vakum. Vacuum kolom distilasi biasanya digunakan dalam penyulingan minyak telah diameter berkisar sampai sekitar 14 meter (46 kaki), tinggi badan berkisar sampai sekitar 50 meter (164 kaki), dan harga berkisar sampai sekitar 25.400 meter kubik per hari (160.000 barel per hari).

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

· Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk.

· Distilasi vakum adalah distilasi yang tekanan operasinya 0,4 atm (≤300 mmHg absolut). Proses distillasi dengan tekanan dibawah tekanan atmosfer.

· Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik

(11)

didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat).

B. SARAN

Sebaiknya pembuatan makalah ini harus diiringi dengan praktikum terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Destilasi Vakum. Http//:wikipedia.com/destilasi-vakum/2010/.

(12)

Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta : PT Kalman Media

Pendahuluan kudik Pengertian

Edit dan print ppt tiyas Fungsi

Contoh plus gambar ebet

Proses cari video yeni suci

Aplikasi bunga

(13)

Referensi

Dokumen terkait

keselamatan yang ketat, bersifat terbuka dan mengutamakan pelanggan. Persoalan kajian yang keempat, dapatan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan di antara kebiasaan

Hal ini untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang berhubungan dengan teori tentang pengasuhan Islami dan identitas diri pada remaja sehingga dapat menjadi dasar bagi remaja

Selain daripada menjadikan komputer sebagai ABBM di dalam proses P&P bagi tujuan pembangunan dan kemajuan masyarakat akan datang, penggunaan komputer sebagai satu medium

menjadi objek kajian dalam Penelitian Hukum ini, yaitu permasalahan mengenai kedudukan hukum Pengalihan Bersyarat Atas Hak Yang Timbul Dari Kontrak Jasa Konstruksi,

Bagi Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar sebagai Perusahaan Dalam Negeri wajib menyerahkan surat pernyataan sebagai Perusahaan Dalam Negeri yang dilengkapi dengan / For

Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat indikasi bahwa pelatihan pengetahuan matematika wawasan untuk mengajar pembagian bilangan pecahan efektif untuk

Hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian yaitu sebagai berikut :

Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan.. Siswa berikutnya juga ikut