• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALAT ALAT RADIOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ALAT ALAT RADIOLOGI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG

Pada zaman yang semakin modern ini kemajuan teknologi telah menunjang dalam bidang Pada zaman yang semakin modern ini kemajuan teknologi telah menunjang dalam bidang ke

kedokdokteteraran n khkhususususnynya a dadalam lam pepengongobabatatan n yayang ng yayang ng memengngacacu u padpada a prprakaktetek k kekedodoktktereranan radiografi. Dalam hal ini sangat membutuhkan diagnosis yang akurat dalam bentuk gambar pada radiografi. Dalam hal ini sangat membutuhkan diagnosis yang akurat dalam bentuk gambar pada  pemeriksaannya.

 pemeriksaannya. Sebagai tenaga

Sebagai tenaga paramedparamedic, ic, seoraseorang ng radiogradiographer dapat rapher dapat menyajmenyajikan gambar ikan gambar radioradiografi yanggrafi yang  berkualitas, terutama saat

 berkualitas, terutama saat pelayanan di pelayanan di rumah sakit-rumah sakit, rumah sakit-rumah sakit, atau labolatorium atau labolatorium klinik swastaklinik swasta yang sudah banyak tersebar dimasyarakat.

yang sudah banyak tersebar dimasyarakat.

Dalam menjaga kualitas kerja, seorang radiographer harus dapat memahami suatu bayangan Dalam menjaga kualitas kerja, seorang radiographer harus dapat memahami suatu bayangan tersebut dapat terbentuk pada film radiografi. Dikarenakan hal ini dapat mempengaruhi kualitas tersebut dapat terbentuk pada film radiografi. Dikarenakan hal ini dapat mempengaruhi kualitas dari hasil gambar yang terbentuk.Faktor alat dan bahan serta processing film radiografi juga dari hasil gambar yang terbentuk.Faktor alat dan bahan serta processing film radiografi juga dapat mempengaruhi suatu bayangan pada film radiografi tersebut terbentuk.

dapat mempengaruhi suatu bayangan pada film radiografi tersebut terbentuk. B.

B. RUMUSAN MASALAHRUMUSAN MASALAH .

. !agaimana penjelasan tentang radiofotografi"!agaimana penjelasan tentang radiofotografi" #.

#. !agaimana bayangan laten dapat terbentuk"!agaimana bayangan laten dapat terbentuk" $.

$. !agaimana proses pada film radiografi"!agaimana proses pada film radiografi" C.

C. TUJUANTUJUAN .

. %ntuk mengetahui penjelasan tentang radiofotografi%ntuk mengetahui penjelasan tentang radiofotografi #.

#. %ntuk mengetahui terbentuknya bayangan laten pada film radiografi%ntuk mengetahui terbentuknya bayangan laten pada film radiografi $.

$. %ntuk mengetahui proses pada film radiografi%ntuk mengetahui proses pada film radiografi   D.

D. MANFAATMANFAAT .

. Dapat menjelaskan tentang radiofotografiDapat menjelaskan tentang radiofotografi #.

#. Dapat memahami terbentuknya bayangan laten pada film radiografiDapat memahami terbentuknya bayangan laten pada film radiografi $.

$. Dapat mengetahui proses pada film radiografiDapat mengetahui proses pada film radiografi

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN A. A. RADIOFOTOGRAFIRADIOFOTOGRAFI

&adiofotografi adalah proses pencatatan bayangan dengan menggunakan radiasi atau sinar-' &adiofotografi adalah proses pencatatan bayangan dengan menggunakan radiasi atau sinar-' ya

yang ng kukualalititasasnynya a bebergrgantantunung g papada da kuakualilitatas s sisinanar-r-'. '. DaDalalam m prpraktaktekeknynya a raradidiofofototogrografafii memerlukan beberapa perlengkapan diantaranya(

memerlukan beberapa perlengkapan diantaranya( 1.

1. Pesawat sinar!Pesawat sinar! Pes

Pesawaawat t sinsinarar-' -' memmemililki ki bagbagian ian tabtabung ung ronrontgetgen n ataatau u tabtabung ung sinsinarar-). -). **ababung ung sinsinarar-'-' memproduksi sinar-' yang digunakan pada proses radiofotografi.

(2)

Sinar-' atau sinar &+ntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik   dengan  panjang gelombang berkisar antara  nanometer ke  picometer mirip dengan frekuensi dalam jangka $ Pz to / 0z1. Sinar-' umumnya digunakan dalam diagnosis gambar dan 2ristalografi sinar-'. Sinar-' adalah bentuk dari radiasi io n dan dapat berbahaya.

3iri-ciri sinar-'(

4 Sinar-' tidak dapat dipengaruhi atau dibelokkan oleh medan listrik karena tidak bermuatan1. 4 Sinar-' tidak dapat dipengaruhi atau dibelokkan oleh medan magnet krn tidak bermuatan1. 4 Daya tembusnya besar karena tidak memiliki masa1.

4 5erupakan 6el 0lektromagnetik  memancar tanpa zat perantara1.

4 5ata tidak mampu merespon tidak tampak1. 2arena sinar-' memiliki panjang gelombang sangat pendek,karena 5ata dapat merespon jika panjang gelombang -7 8 -9 meter.

4 Sinar-' : - meter ;  <.

4  Daya ionisasi  tidak langsung1 sangat besar contoh = proses radiolisis air  ". Fi#$ r%nt&en

Suatu media perekam > penyimpan hasil radiografi terdiri dari bahan peka cahaya. ?enie-jenis Film '

4 5enurut emulsi .

# Film Single 0mulsi

#. Film Double 0mulsi

4 5enurut Sensitifitas > kepekaannya ( . !lue sensiti@e

#. 6reen sensiti@e $. *hermal

A. Baser 

!ahan yang digunakan dalam film radiografi( 1. S()er*%at+ C%,er*%at + $ante#

5erupakan lapisan terluar, berupa &e#atin tipis pada permukaan emulsi. Fungsi dari supercoat adalah(

- Pelindung emulsi dari tekanan-goresan yang bisa menimbulkan bayangan yang tdk diinginkan  pada hasil radiograf.

- 5embuat permukaan emulsi berkilau tapi tidak terlalu licin, agar film dapat diproses dengan automatik pocesing.

". E$(#si - Ge#atin  Pera/ 0a#%&en

E$(#si - a0an )e/a *a0a2a3 ter4iri 4ari *a$)(ran' a. 6elatin

Seperti Bem, tapi hanya memiliki sifat chohesi yang kuat. *erbuat dari *ulang dan 2ulit ewan. 0kstrak gelatin dpt diregangkan sampai beberapa kali hingga menyerupai agar#. Dalam larutan alkali akan membengkak melebihi batas normal dan tdk dapt di kembalikan lagi. 6elatin harus bersifat(

- *idak berubah oleh waktu

(3)

- 5udah menyerap proses kimia, tapi tanpa merubah sifat> struktur kimia Perak alogen tersebut.

Fungsi dari gelatin(

- 5engikat perak halida dalam bahan pembuatan film 1

- 5elindungi butiran perak halogen yang belum terkena sinar dari reduksi bahan pencucian film  de@eloper > pembangkit1

- 5emberi kecepatan menyerap bagi bahan reduksi pada proses merobah butiran <g perak1 yg telah mendapat sinar dari <g-laten menjadi <g#  logam perak1

- 5empertinggi kecepatan dan kepekaan film.  b. Perak alogen

*erdiri dari ( A& Br > <g 3l > <g C - 5erupakan bahan peka cahaya.

- Dalam radiografi Perak halogen yg terkena sina akan menjadi flak hitam> warna pada film dalam proses pencucian film1.

- Perak halogen yang tdk terkena sinar ' akan direduksi larut1 oleh cairan fi)er pada proses  pencucian.

5. Fi#$ Base + 4asar 6i#$

*erbuat dari cellulos tri accetat dan bahan polyster, dengan sebagian kecil dari celupan biru yang ditambahkan pada dasar film, hal ini akan mempertajam pandangan pada radiografi.

Polyster !ase, sifatnya

- Fleksibel>kuat>tidak mudah robek  - *idak 5enyerap air > cairan prosesing - *idak mudah di kontaminasi zat radioaktif - arna bening dan tdk bernoda

- Bebih tipis  9 >  Cnc 1 - *idak mudah lengkung 7. A40esi,e 8S(strat($9

<dalah campuran gelatin dan cellulose 4 Dilarutkan dalam aceton > etil-acetat

4 Dilumarkan pada base dan dibiarkan kering 4 Sebagai perekat emulsi film

4 5erupakan lapisan tipis yang kekal melekat pada base 5. Kaset ra4i%&ra6i

2aset ' - &ay Film adalah sebuah tempat untuk meletakkan film '-&ay baik yang sudah di ekspose maupun yang belum di ekspose. !agian-bagian kaset(

- !agian Depan ; Plastik> aluminium - 5udah ditembus '-&ay

- <da Screen  depan lebih tipis 1 - Film '-&ay

- Screen !elakang  lebih tebal 1 - !antalan > spon

(4)

3asette Cntensifying screen  CS 1 ( - Digunakan dalam casette radiografi

- CS akan merubah '-&ay menjadi cahaya, karena hanya sedikit saja '-&ay yang mampu mempengaruhi emulsi

- Sebagian besar '-&ay diserap screen dan dirubah menjadi cahaya - 2ejadian tersebut berlangsung sangat pendek

- Dengan menggunakan CS, &adiasi '-&ay yang diperlukan menjadi sedikit B. TERBENTUKN:A BA:ANGAN LATEN PADA FILM RADIOGRAFI

Setelah melakukan pengeskposan maka akan menimbulkan bayangan laten pada emulsi film. !ayangan laten merupakan bayangan yang sudah ada tetapi tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan microscope electron. Dalam film yang telah dilakukan pengeksposan maka akan terjadi peristiwa kon@ersi perak bromide menjadi  perak metalik.

!agian film yang berperan sebagai pembentuk bayangan atau gambar adalah bagian>lapisan emulsi yang tersusun dari 2ristal-kristal perak bromide <g!r1. &eaksi yang terjadi pada  bayangan laten yaitu(

E$(#si 6i#$ - A&Br  &a#atin A&Br i%n A& i%n Br

Pada saat eksposi, ion !r akan melepaskan electron bebas dan menjadi atom !r. <tom !r  tersebut akan diserap oleh bahan gelatin. &eaksi yang terjadi yaitu(

Br  *a0a2a Br  e

Setelah electron bebas itu terbentuk, elektreon tersebut ditangkap oleh bagian sensiti@ity speck bintik peka1 sehingga sensiti@ity speck bermuatan negati@e.

Selanjutnya ion <gE yang terbentuk masuk kedalam sensiti@ity speck sehingga terjadi netralisasi pada ion <g oleh electron.

I%n A&eas  e4a#a$ sensiti,it2 s)e*/ at%$ A& 8netra#isasi9

2umpulan sensiti@ity speck berisi atom <g akan membentuk pola film radiografi menjadi gambar latent latent image1.

Pembentukan bayangan dari suatu organ melalui proses radiografi tidak terlepas dari  pemakaian detector radiasi yang dalam hal ini adalah film radiografi. Selain film radiografi pada  proses pembentukan bayangan radiografi sering digunakan suatu bahan garam fosfor yang memancarkan cahaya apabila terkena radiasi yang mengubah berkas sinar-' kedalam pola yang serupa tetapi sebagai cahaya tampak. %ntuk mendapatkan bayangan tampak dari suatu bayangan laten hasil radigrafi perlu adanya suatu proses pengembangan yang dilakukan di kamar gelap,  baik secara manual maupun secara otomatis dengan menggunakan automatic processing unit.

Factor eksposi untuk proses radiografi suatu organ yang diikuti dengan pemilihan film dan tabir penguat yang sesuai, serta teknik pengolahan film yang baik dikamar gelap sangat membantu terbentuknya bayangan radiografi yang berkualitas tinggi. Penelitian secara mendalam menunjukkan bahwa 2ristal yang dipasang parallel di permukaanbn film memiliki ukuran-ukuran kira-kira > mm. 0fek fotografi pada kristal muncul dari kesalah atau ketidakmurnian ukuran dan jumlah 2ristal yang ada, hal ini dapat mempengaruhi proses  pembentukan radiografi. Dengan keragaman ukuran-ukuran bentuk dapat menghasilkan film

(5)

C. PROSES PADA FILM RADIOGRAFI

Pengertian Prosessing Film &adiografi yaitu proses pembentukan bayangan laten menjadi  bayangan tampak dan permanen

Fungsi Prosessing Film &adiografi

4 5erubah bayangan Baten 5enjadi bayangan tampak belum permanen 4 5erubah bayangan tampak belum permanen menjadi permanen

4 5eluruhkan Perak halogen yang belum tereksposi ke dalam larutan fi)er  4 5engeraskan emulsi film sehingga tahan terhadap gesekan mekanik

?enis Prosessing Film &adiografi( 5anual (  8  De@eloping  8  &insing  8  Fi)ing  8  ashing  8  Drying tomatis (  8  De@eloping  8  Fi)ing  8  ashing  8  Drying 1. De,e#%)in& 8Pe$an&/it9

5erubah perak halogen menjadi perak logam hitam bayangan hitam1 a. 5etode pembangkitan ( waktu 7 menit dengan suhu #

 b. Fungsi ( 5ereduksi kristal Perak bromida menjadi perak metalik c. !ahan dasarnya adalah !enzena

o !ahan Pokok pada Saat Cni yaitu benzena dlm bentuk larutan ( • 5etol 0lon1 >3 9   G1 # S A (

 !ekerja sangat cepat

 5enghasilkan kontras yang rendah

 Pemakaiannya biasanya dikombinasikan dengan ydroHuinone ; metol ydroHuinone 5I [email protected]

• Phenidone (

 Sangat cepat

2emampuan reduksi tinggi (  - 7 ) metol

Digunakan kombinasi dengan ydroHinone PI [email protected]

o !ahan tambahan (

1 <kselerator 

 5embengkakkan emulsi film sehingga mudah ditembus oleh bahan reduksi  !ahan (

 8  <lkali lemah ( Ga, 2, Ga#3$, #3$, G a#!A9 !oraks1 #1 Preser@ati@e

(6)

 !ahan ( Ga#S$ $1 &estrainer 

 Penahan agar tidak terlalu aktif   !ahan ( 2!r ---J 2 EE !r 8  A1 Sol@ent

<ir yang digunakan tidak kotor> air asin.

d. Faktor yang mempengaruhi waktu pembangkitan  De@eloping *ime 1

o 2epekatan

o Suhu

o <gitasi ( menghindari K<ir !ubblesL

Proses pembangkitan lebih merata, kekurangan agitasi akan menimbulkan Kedge effectL dan K!romide low linesL garis hitam didaerah yang densitasnya tinggi1

o De@eloper !aru > lama

o ?enis film  Screen > non screen 1

e. Cnspeksi ( metode ini kurang menguntungkan karena (

o aktu kurang e@isien

o 2emungkinan terjadinya oksidasi

o 2emungkinan terjadinya Bight Fongging o 2emungkinan cairan akan terbuang

f. al-hal yang menimbulkan kelemahan de@eloper (

o )idation meningkat

o 0ndapan bromide ( 5encuci !anyak film  bisa 7 lbr1

g. 2husus untuk manual processing

o Satu tangki persegi berukuran  gallon atau # lt o Dari bahan plastik> fiber > acrelik> stainless steel o Standar urutan paling kiri

o Setelah penggunaan harus selalu ditutup

o 5emuat hangger film dengan ukuran terbesar ; $7 ) A$ cm o 5emuat beberapa hanger sekaligus

o %ntuk film yg sedikit> film gigi dapat menggunakan tangki yg melebar seperti mampan

". Rinsin& 8Pe$i#asan9

5enghilangkan sisa-sisa de@eloper yang masih menempel pada film dengan air bersih yang mengalir dan dingin supaya tidak masuk ke larutan fi)er.

!ila sisa-sisa de@eloper masuk ke fi)er maka akan terjadi(

o 2easaman fi)er akan menurun sehingga cepat lemah

o Pembangkit bayangan masih berlanjut di fi)er sehingga menimbulkan dichroic fog noda

 berwarna pink pada foto dan warna biru atau hijaubila dilihat melalui cahaya1

o *imbul noda coklat akibat oksidasi dari sisa-sisa de@eloper 

*ujuan dari proses &insing antara lain adalah (

a. 5enghindari terbawanya larutan pembangkit yang masih aktif dari de@eloper ke dalam fi)er.  b. 5eminimalkan terjadinya kabut dikroik, noda coklat hasil de@eloping yang teroksidasi,

(7)

d. 5enghentikan proses de@eloping

!ahan bahan yang digunakan pada rinse( . Plain &ise !ath

Disebut juga pembilasan air bersih selama $ detik. Fungsinya(

a. 5emperlambat aksi pembangkitan.

 b. 5enghilangkan sisa larutan dari permukaan film dengan cara melarutkannya dalam air. #. Stop !ath adalah

a. Pembilasan yang dilakukan dengan cara menetralisir larutan de@eloper yang terbawa dalam emulsi

 b. 5enghilangkannya dari permukaan film dengan tujuan menghentikan kerja de@eloper. Dalam hal ini metode atau tata cara rinsing dapat dilakukan dengan dua cara yaitu ( a. Plain &ise !ath, terdiri dari(

4 Ka spray rinseL 4 Ka running rinseL  b. Stop !ath

4 <cid

2euntungan dan kerugian menggunakan rise( . 2euntungan

Plain &ise !ath a1 a spray rinse 4 <irnya selalu baru

4 0konomis karena air mengalir hanya ketika film melewati tahap pembilasan  b1 a running rinse

4 <liran air melalui tangki, masuk pada le@el rendah dan keluar saat di le@el puncak 

4 5etode ini banyak digunakan karena tidak memerlukan larutan asam pada tahap rinsing karena asam sudah terdapat pada fi)er.

<cid Stop !ath

2euntungan dari metode ini adalah penghentian aksi pembangkitan lebih cepat karena dapat dilakukan pada tahap pembilasan yang menggunakan larutan asam tanpa menunggu sampai tahap fi)ing.

#. 2erugian

Plain &ise !ath a1 < spray rinse

2urang efisien karena dapat timbul kerusakan bila melalui tekanan tinggi air, kecerobohan  penggunaan rinse, kesalahan posisi pancaran , dan kurangnya pemeliharaan spraya

 b1 < running rinse

4 *idak ekonomis dalam penggunaan air 

4 &endam film ke dalam tangki bilas selama dengan terus-menerus agitasi. <cid Stop !ath

(8)

arus membutuhkan larutan asam lebih banyak yaitu untuk pembilasan awal dan fi)ing. 2esalahan yang mungkin terjadi yaitu munculnya noda coklat hasil pembangkitan yang teroksidasi.

5. Fi;in& 8Peneta)an9 !erfungsi untuk (

a1 5endapatkan gambaran yang permanen dan jelas  b1 5enghentikan pembangkit

c1 5engeraskan emulsi film untuk mencegah kerusakan

d1 5erubah bayangan tampak belum permanen menjadi permanen e1 5elarutkan <g!r yang belum tereksposi

f1 5enyamakkan emulsi film agar tidak rusak g1 !esifat <sam ; ph A.7 8 /

!ahan (

. !ahan Pokok > Fi)ing agent

a.  bereaksi dengan perak halogen belum tereksposi menjadi kompone yang larut dalam air   b. tidak merusak gelatin

c. tidak memberi efek terhadap bayangan

d.  bahan yang digunakan ( Ga#S#$ Gatrium thiosulfat1 atau GA1# S#$ <monium thiosulfat1 --J fi)er jenis rapid #. !ahan *ambahan

 8  A/se#erat%r+A*i4

<kselerator ><cid> <cetid  3$3 1 > asam cuka, fungsinya (

4 5enyetop> menghentikan aksi de@eloper secara merata dan cepat dikala film masuk ke fi)er   bahan (

4 #SA asam kuat1

4 3$ 3 asam lemah1  8  Preser,ati,e 8 stai#iser 9

4 5enghilangkan dan mencegah sulfurisasi 4 !ahan ( Ga#S$ Gatrium sulfida1

 8  Har4ener  bahan (

. <lumunium 3hlorida > <l#3l

#. 3rom potasium alum 2#SA, 3r# SA1$, #A # 4 !ekerja efektif pada p $,7 8 9

$. Potasium alum k#SA, <B# SA1$, #A # 4 !ekerja efektif pada bentuk cair yang pekat 4  p A,7 - 7,

 8  B(66er 8Pen2an&&a9

4 5enjaga agar p larutan konstan 4 !ahan ( 3$ 3Ga

 8  S%#,ent

Factor yang mempengaruhi waktu fiksasi( a1 ?enis fi)ing agent

(9)

Dengan bahan <monium *hiosulfat waktu fiksasi lebih cepat disbanding dengan Gatriun *hiosulfat

 b1 2onsentrasi dari fi)ing agent

c1 *emperature ( Suhu berkisar /-#13 d1 ?enis emulsi

e1 <gitasi f1 %mur fi)ing

*erminologi ( 3learing *ime dan Fi)ing *ime  3learing *ime

<dalah waktu yang diperlukan untuk proses pembeningan  pada proses fi)ing1.  Fi)ing *ime

<dalah waktu yang diperlukan untuk seluruh proses penetapan . Pada umumnya fi)ing time adl # kali clearing time meski lebih baik apabila fi)ing time ag ak lama misal sampai  menit

Faktor yang !erpengaruh pada 3learing *ime dan Fi)ing *ime

 !ahan yang digunakan ( Ga#S#$ punya 3learing *ime yang lebih baik pada agen yang lain  2onsentrasi agen atau kepekatan penetap ( 2onsentrasi /M akan menghasilkan 3learing *ime

lebih singkat dibanding konsentrasi AM  Suhu (

4 3learing *ime akan menurun jika suhu larutan meningkat. 4 Barutan fi)er tidak menggunakan suhu standar, suhunya,

4 Suhunya tidak boleh terlalu beda dgn suhu de@eloper untuk menghindari kerusakan emulsi

<danya pengeras spt ( potassium alum N <lumunium chlorida akan memperlambat 3learing *ime N Fi)ing *ime, karena memperlambat larutnya perak bromida dlm emulsi

?enis film ( Film dgn emulsi tebal 3learing *ime lebih lama dibanding dengan emulsi tipis. %kuran kristal yang lebih kecil memerlukan waktu pelarutan yang lebih pendek

 <gitasi ( 5empercepat 3learing *ime N Fi)ing *ime Factor-faktor yang mempengaruhi umur larutan fi)er( a1 ?umlah dan jenis serta ukuran film yang diproses  b1 Substansi perak halogen pada emulsi

c1 *erjadinya komponen-komponen perak mengendap1 dalam Ga<gS#$1# d1 *erjadinya komponen bromida dalam bentuk Ga!r

e1 <danya air yang terbawa film dari tahap procesing sebelumnya yaitu tahap rinsing f1 <danya sisa de@eloper yang terbawa film karena kurang bersih di tahap rinsing

g1 !erkurangnya bahan-bahan aktif dengan adanya reaksi melarutkan <g!r yang tidak tereksposi 0fek menggunakan fi)er yang lemah(

a. 3leaning time akan lama dan proses fiksasi kurang sempurna  b. Fungsi pengeras emulsi tidak sempurna

c. <kan timbul noda pada film

d. 3learing *ime menjadi panjang N Fi)ing *ime tidak cukup. e. Film tidak cukup mengalami pengerasan > mudah tergores f. Film mungkin mengandung noda pembangkit> noda dichroic.

g. Film mengandung sisa larutan lain yg tdk lepas dari permukaan film. 7. <as0in& 8Pen*(*ian9

(10)

5embersihkan sisa-sisa larutan fi)er yang menempel pada permukaan film dengan menggunakan air yang mengalir, dingin dan bersih.

*ujuannya untuk menghilangkan bahan-bahan yang diperoleh selama fi)ing yang jika dibiarkan menetap pada film akan berdampak merusak gambaran.

ashing rate adalah pernyataan yang tepat untuk menyatakan kecepatan penghilangan thiosulfat dalam bak air, dan ini dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi washing rate(

. 2onsentrasi thiosulfat dalam emulsi dan bak pencucian #. *emperatur pencucian

ashing rate meningkat jika suhu air dinaikkan. ?ika air menjadi lebih hangat dari 99oF #7o31 gelatin akan terlepas dari dasar film secara sebagian jika tidak dikeraskan secara cukup  pada tahap sebalumnya. Pada temperatur di bawah /oF /o31 washing rate sangat lambat.

$. <gitasi

?ika agitasi dilakukan, air segar terbawa melawan film secara terus menerus, dan washing rate lebih cepat.

aktu yang digunakan pada proses washing rate 4 hasing pada automatik processing ; O 8 /7 detik,

4 sedangkan pada film manual film biasanya berada pada tangki pembilasan  8 $ menit

4 ?angan biarkan film dalam air cuci untuk diperpanjang periode waktu lebih dari # jam1 karena kerusakan gambar dapat terjadi.

=. Dr2in& 8Pen&erin&an9

*ujuan drying yaitu 5enghilangkan kadar air dalam emulsi sehingga hasil akhir dari  prosesing adalah emulsi yang tidak rusak,bebas dari partikel debu,endapan kristal,noda dan

artefak

Faktor yang 5empengaruhi Drying *ime

. Suhu udara diatur cukup untuk mengeringkan dalam wadah yang diisolasikan.

#. 2elembaban udara diatur sedemikian rupa sehingga perbedaan kelembaban antara emulsi dan ruangan pengeringan cukup tinggi. Semakin rendah kelembaban ruangan pengeringan akan  semakin cepat proses pengeringan terjadi.

$. <liran udara yang melewati emulsiyang memiliki peranan yang penting dimana udara yang mengalir cukup dapat mengeringkan film

Catatan'

 Suhu pengeringan daerah tidak boleh melebihi #  F AQ  31.

 Pengeringan manual dapat dilakukan dengan menjemur film dengan sinar matahari.  Bemari pengering seharusnya tdk di ruang pemeriksaan > 2amar gelap.

5engeringkan film dengan (

a1 Drying cabinet dengan temperature sekitar 73  b1 &apid film drying

c1 <utomatic processo

(11)

BAB III PENUTUP

A. Kesi$)(#an

*erbentuknya bayangan pada film radiografi berawal dari kumpulan sensiti@ity speck berisi atom <g yang akan membentuk pola pada film radiografi menjadi gambar latent latent image1. Dan kemudian setelah terbentuknya bayangan laten harus melalui beberapa proses lagi diantaranya de@eloper, rinsing, fi)er, washing dan drying kecuali pada manual proses tanpa memalui proses rinsing1.

Dari proses tersebut terbentuklah bayangan tampak pada film radiografi yang digunakan untuk membantu mendiagnosa penyakit pada pasien melalui media dua dimensi atau disebut juga dengan foto rontgen.

B. Saran

Demikianlah makalah yang telah kelompok kami susun. 2ami berharap makalah ini berguna sebagaimana mestinya dan dapat diterima dengan baik. Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan, kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga kami sebagai pemakalah dapat memperbaiki kekurangan dan mempertahankan kelebihan yang ada  pada makalah kami. *erima kasih.

Proses Keuntungan Kerugian

Manual

Leluasa

memperoleh densitas yang diinginkan

Waktu lebih lama

Dapat memanipulasi faktor eksposi Ruangan diperlukan lebih besar  Tidak tergantung pada listrik

Kualitas hasil kurang stabil

Otomatis

Kualitas hasil stabil Tidak dapat memanipulasi developing timr Waktu proses lebih

cepat

 Tidak leluasa memperoleh densitas yang diinginkan

Ruangan lebih kecil Sangat bergantung pada listrik

Roller rusak akan mengakibatkan lm rusak

(12)

/ DAFTAR PUSTAKA

!aines, . Q/$1, *he Science of Photography, Fountain Press, Bondon. ?ohn, D..., Q/$1, Photographic 3hemistry, 3hapman all Btd, Bondon

aus, <rthur 6., Susan 5. ?askulski, QQ91, 5edical Physics Publishin, 5adison isconsin ?enkins, Da@id, QO1, &adiographic Photography and Cmaging Process, <spen Publisher,

5aryland

&obert, Derrick P., Gigel B. Smith, QOO1, &adiographic Cmaging a Practical <pproach, 3hurchill Bi@ingstone, Gew Rork 

Referensi

Dokumen terkait

Mikrograf yang diperoleh bagi sampel dengan x = 0.15, 0.20 dan 0.25, seperti dalam Rajah 2, menunjukkan apabila x meningkat, butiran berbentuk rod yang berselirat dengan

Pengaruh pH terhadap aktivitas a-amilase kasar Nocardia no.7 diuji dengan mereaksikan larutan enzim padaberbagaiderajatkeasaman(pH).Hasilpengamatan menunjukkan bahwa apabila

Batasan penelitian ini pada ruang lingkup identifikasi dini penyakit diabetes dengan gejala-gejala awal yang meliputi knowledge base rules, table decision, dan

Sarung tangan yang kuat, tahan bahan kimia yang sesuai dengan standar yang disahkan, harus dipakai setiap saat bila menangani produk kimia, jika penilaian risiko menunjukkan,

Penembakan anak panah pada KUALIFIKASI nomor perorangan untuk semua nomor yang berlaku adalah sebagai berikut :.. Untuk babak kualifikasi terdiri dari 10 seri

Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan – perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan

Kegiatan pengabdian dengan judul Workshop Bela Negara Pada Himpunan Mahasiswa Jurusan/ Program Studi Tadris IPS IAIN Metro dilaksanakan pada hari sabtu 16 Maret

Jika elemen-elemen nilai kesantunan, disiplin, tangguh, adaptatif, waspada, sabar, kebersamaan, jujur, hati-hati, dan bijaksana telah ditransfer atau telah menjelma