Modul
Pengembalian
Pengembalian
Investasi
Investasi
dan
dan
Biaya Modal
Biaya Modal
Pengembalian
Pengembalian
Investasi
Investasi
dan
dan
Biaya Modal
Biaya Modal
Penciptaan Nilai
Biaya Modal Keseluruhan dari
Perusahaan
Tingkat Pengembalian Investasi dari
Proyek Tertentu
Tingkat Pengembalian Investasi dari
Sekelompok Proyek
Evaluasi Total Risiko
Penciptaan Nilai
Biaya Modal Keseluruhan dari
Perusahaan
Tingkat Pengembalian Investasi dari
Proyek Tertentu
Tingkat Pengembalian Investasi dari
Sekelompok Proyek
Sumber Kunci dari
Sumber Kunci dari
Penciptaan Nilai
Penciptaan Nilai
Sumber Kunci dari
Sumber Kunci dari
Penciptaan Nilai
Daya Tarik Industri
Biaya Modal Keseluruhan
Biaya Modal Keseluruhan
dari Perusahaan
dari Perusahaan
Biaya modal adalah tingkat
pengembalian yang diminta dari berbagai jenis pembiayaan. Biaya
modal keseluruhan adalah suatu bobot rata-rata tertimbang dari
Jenis Pembiayaan Nilai Psr Bobot
Hutang Jk. Panjang Rp 35M 35%
Saham Preferen Rp 15M 15%
Ekuitas Saham Biasa Rp 50M 50% Rp 100M 100%
Nilai Pasar dari Pembiayaan
Nilai Pasar dari Pembiayaan
Jangka Panjang
Biaya Hutang
Biaya Hutang adalah tingkat
pengembalian investasi yang diminta oleh para pemberi pinjaman perusahaan.
ki = kd ( 1 - T )
Biaya Hutang
Biaya Hutang
P
0=
Ij + Pj
(1 + kd)j
nMisalkan Basket Wonders (BW) memiliki obligasi tanpa kupon dengan nominal
Rp10.000. Obliasi BW tsb saat ini
diperdagangkan dengan harga Rp 3.855,4 dengan jatuh tempo 10 tahun. Pajak
perusahaan BW adalah 40%.
Penentuan Biaya Hutang
Penentuan Biaya Hutang
Rp3.855,4 = 0 + Rp10.000
(1 + kd)10 = Rp10.000 / Rp3.855,4 = 2,5938
(1 + kd) = (2,5938) (1/10) = 1,1
kd = 0,1 atau 10%
ki = 10% ( 1 – 0,40 )
k
k
ii= 6%
6%
Biaya saham preferen
Biaya saham preferen
adalah
tingkat pengembalian
investasiyang diminta dari
pemegang saham preferen
perusahaan.
k
P= D
P/ P
0Misalkan Basket Wonders (BW)
memiliki saham preferen yang beredar dengan nilai nominal Rp. 1.000,
dividend per sahamnya Rp630, dan nilai pasarnya saat ini adalah Rp700
per saham.
k
P= Rp630 / Rp700
k
k
PP= 9%
9%
Menentukan Biaya
Menentukan Biaya
Model Diskonto Dividen
Model Diskonto Dividen
Model Capital-Asset Pricing
Model Capital-Asset Pricing
Biaya Hutang Sebelum-
Biaya Hutang
Sebelum-Pajak plus Premi Risiko
Pajak plus Premi Risiko
Model Diskonto Dividen
Model Diskonto Dividen
Model Diskonto Dividen
Model Diskonto Dividen
Biaya modal ekuitas, ke, merupakan
tingkat diskonto yang menyamakan present value dari semua pembayaran
dividend y.a.d dengan harga pasar saat ini dari saham.
Model Pertumbuhan Konstan
Model Pertumbuhan Konstan
Model Pertumbuhan Konstan
Model Pertumbuhan Konstan
Asumsi pertumbuhan dividen yang
konstan
menyederhanakan model
menyederhanakan model
menjadi
menjadi:
k
e= ( D
1/ P
0) + g
Misalkan Basket Wonders (BW) memiliki saham biasa yang beredar dengan harga pasar saat ini sebesar Rp 6.480 per saham, besarnya dividen
saat ini Rp300 per saham, dan tingkat
pertumbuhan dividennya sebesar 8% selamanya.
k
e= ( D
1/ P
0) +
g
k
e= (
300
(1,
08
) / 6480) +
0,08
k
k
e= .05 +
0,08
= 0,13
0,13
atau 13%
13%
Menentukan Biaya
Menentukan Biaya
Model Fase Pertumbuhan
Model Fase Pertumbuhan
Model Fase Pertumbuhan
Model Fase Pertumbuhan
D0(1+g1)t D
a(1+g2)t-a
(1+ke)t (1+k
e)t
P
0=
Asumsi fase pertumbuhan
Asumsi fase pertumbuhan mengikuti mengikuti rumus berikut (misalkan ada 3 fase
rumus berikut (misalkan ada 3 fase
Capital Asset
Capital Asset
Pricing Model
Pricing Model
Capital Asset
Capital Asset
Pricing Model
Pricing Model
Biaya modal ekuitas
,
k
e,
menyamakan tingkat pengembalian
yang diminta pada keseimbangan
pasar. Hubungan
risiko-pengembalian ini digambarkan
dengan Security Market Line (SML).
Misalkan Basket Wonders (BW) memiliki beta perusahaan sebesar 1.25. Penelitian
menyatakan bahwa tingkat bunga bebas risiko adalah 4% dan tingkat
pengembalian pasar yang diharapkan sebesar 11.2%
k
e= R
f+ (R
m- R
f)
j= 4% + (11.2% - 4%)1.25
k
k
= 4% + 9% = 13%
13%
Menentukan Biaya
Menentukan Biaya
Biaya Hutang
Biaya Hutang
Sebelum-Pajak Plus Premi Risiko
Pajak Plus Premi Risiko
Biaya Hutang
Biaya Hutang
Sebelum-Pajak Plus Premi Risiko
Pajak Plus Premi Risiko
Biaya modal ekuitas
,
k
e, merupakan
penjumlahan dari biaya hutang
sebelum pajak dan suatu premi risiko
pada pengembalian yang diminta
untuk saham biasa setelah hutang.
k
e= k
d+ Premi Risiko*
Misalkan Basket Wonders (BW)
umumnya menambahkan premi 3% pada biaya hutang sebelum pajak.
k
e= k
d+ Premi Risiko
= 10% + 3%
k
k
ee= 13%
13%
Menentukan Biaya
Menentukan Biaya
Ekuitas (k
Model Pertumbuhan Konstan 13%
13%
Capital Asset Pricing Model 13%
13%
Biaya Hutang + Premi Risiko 13%
13%
Biasanya, ketiga metode tsb
hasilnya
tidak
selalu sama.
Perbandingan ke-3
Perbandingan ke-3
Biaya Modal
= k
x(W
x)
WACC
=
.35(6%)
+
.15(9%)
+
.50(13%)
WACC
=
.021
+
.0135
+
.065
=
.0995
atau
9.95%
Rata-rata Tertimbang
Rata-rata Tertimbang
Biaya Modal (WACC)
Biaya Modal (WACC)
n1.
1.
Sistem Pembobotannya
Sistem Pembobotannya
Biaya Modal Marjinal
Modal meningkat pada
proporsi yang
berbeda
daripada
WACC
2.
2.
Biaya Pengambangan
Biaya Pengambangan
adalah
biaya yang berhubungan dengan
penerbitan surat berharga, seperti
biaya pertanggungan emisi, hukum,
pendaftaran, dan percetakan.
a.
Penyesuaian Investasi Awal
b. Penyesuaian Tingkat Diskonto
Merupakan ukuran kinerja bisnis.
Merupakan cara lain untuk
mengukur bahwa perusahaan memperoleh pengembalian dari modal yang diinvestasikannya melebihi biaya modalnya.
Merupakan ukuran khusus yang
dibangun oleh Stern Stewart and Company di akhir tahun 1980an.
Nilai Tambah Ekonomi
Nilai Tambah Ekonomi
(Economic Value Added)
EVA
= NOPAT – [
Cost of
Capital
x
Capital Employed
]
Karena biaya dibebankan pada modal
ekuitas juga, maka EVA yang positif
menunjukkan kenaikan nilai pemegang saham.
Didasarkan pada laba Economi BUKAN
Accounting.
Tambahkan Biaya Pengambangan
(Flotation Costs = FC) kepada pengeluaran investasi awal (ICO).
Dampaknya: MengurangiMengurangi NPV
Penyesuaian Investasi Awal
Penyesuaian Investasi Awal
(Adjustment to Initial Outlay = AIO)
(Adjustment to Initial Outlay = AIO)
NPV =
nt=1
CF
tKurangi
Flotation Costs
dari
perhitungan (harga) saham dan
hitung kembali hasilnya.
Dampak: meningkatkanmeningkatkan biaya tiap komponen modal dengan biaya
pengambangan.
Hasilnya: Meningkatkan WACC, yang akan mengurangimengurangi NPV.
Penyesuaian Tingkat Diskonto
Pertama-tama tentukan pembiayaan awal
seluruh ekuitas.
Tentukan beta proyek.
Hitung pengembalian yang diharapkan.
Sesuaikan dengan struktur modal
perusahaan.
Bandingka biayanya dengan IRR proyek.
Menentukan Tingkat Pengembalian
Menentukan Tingkat Pengembalian
yang Diminta dari Proyek Tertentu
yang Diminta dari Proyek Tertentu
Kesulitan dalam Menentukan
Kesulitan dalam Menentukan
Pengembalian yang Diminta
Pengembalian yang Diminta
Tetapkan pendekatan (proxy) bagi
proyek ybs (lebih mudah jika aset diperdagangkan).
Gambar hubungan garis karakteristik
antara portofolio pasar dengan proxy aset ekses pengembalian.
Estimasikan beta dan gambar SML.
Penerimaan dan/
RISIKO SISTEMATIS (Beta)
1. Hitung pengembalian yang Diharapkan bagi Proyek k (all-equity financed).
Rk = Rf + (Rm - Rf)k
2. Sesuaikan dengan struktur modal perusahaan (bobot pembiayaan).
Rata-rata Tertimbang dari Pengembalian yang
Diharapkan = [ki][% Hutang] + [Rk][% Ekuitas]
Menentukan Tingkat Pengembalian yang
Menentukan Tingkat Pengembalian yang
Diharapkan dari Proyek-Tertentu
Sebuah proyek membangun jaringan komputer
memiliki IRR sebesar 19%.
Penelitian pada perusahaan2 di industri jaringan menunjukkan perkiraan beta
ekuitas-keseluruhan sebesar 1.5. Perusahaan kita
dibiayai dari 70% Equity dan 30% Debt pada
ki=6%.
Tingkat pengembalian pasar diharapkan sebesar 11.2% dan tingkat bunga bebas risiko sebesar
4%.
Contoh Pengembalian yang Diharapkan
Contoh Pengembalian yang Diharapkan
dari suatu Proyek-tertentu
k
e= R
f+ (R
m- R
f)
j= 4% + (11.2% - 4%)1.5
k
k
ee= 4% + 10.8% = 14.8%
14.8%
WACC
WACC
=
.30(6%)
+
.70(14.8%)
=
1.8%
+
10.36%
= 12.16%
12.16%
IRR
IRR
= 19%
19%
> WACC
WACC =
12.16%
12.16%
Apakah anda akan
Apakah anda akan
menerima proyek ini?
Menentukan Tingkat Pengembalian yang
Menentukan Tingkat Pengembalian yang
Diminta dari Sekelompok-Proyek
Diminta dari Sekelompok-Proyek
Penggunaan CAPM dalam Pemilihan Proyek:
Pertama-tama tentukan pembiayaan awal
seluruh ekuitas.
Tentukan beta proyek.
Hitung pengembalian yang diharapkan.
Sesuaikan dengan struktur modal
perusahaan.
Pengembalian Diminta Dari Sekelompok Proyek
Biaya modal perusahaan
Risiko Sistematis (Beta)
T
Membandingkan Tingkat Pengembalian
Membandingkan Tingkat Pengembalian
yang Diminta dari Sekelompok-Proyek
Jumlah pembiayaan bukan-ekuitas
dibanding proxy perusahaan. Jika perlu sesuaikan beta proyek.
Masalah standar dalam pengunaan
CAPM. Potensi kurang likuid
merupakan masalah risiko total daripada hanya masalah risiko sistematis (CAPM).
Kualifikasi Menggunakan Tingkat
Kualifikasi Menggunakan Tingkat
Pengembalian Sekelompok Proyek
Pendekatan Tingkat Diskonto
Risiko yang Disesuaikan
Pengembalian yang Diminta
meningkat (berkurang) dibanding
keseluruhan biaya modal
perusahaan untuk proyek-proyek
yang menunjukkan lebih besar
(lebih kecil) dari risiko rata-rata.
Evaluasi Proyek
Evaluasi Proyek
Berdasarkan Risiko Total
Pendekatan Distribusi
Probabilitas
Penerimaan sebuah proyek
tunggal dengan NPV yang positif
tergantung pada sebaran
NPVnya dan preferensi utilitas
dari manajemen.
Evaluasi Proyek
Evaluasi Proyek
Berdasarkan Risiko Total
Pendekatan Portofolio Perusahaan
Pendekatan Portofolio Perusahaan
B Risk Aversion Yang “MODERAT”
Pendekatan Portofolio Perusahaan
B
C
A
Pendekatan Portofolio Perusahaan
Pendekatan Portofolio Perusahaan
jj=
=
juju[ 1 + (B/S
[ 1 + (
B/S
)(1-T
)(1-
T
CC) ]
) ]
j: Beta perusahaan yang berhutang (levered).
ju: Beta perusahaan yang unlevered
(an all-equity financed firm).
B/S: Debt-to-Equity ratio dalam istilah Nilai Pasar.
TC : Tingkat corporate tax.
Menyesuaikan Beta untuk
Menyesuaikan Beta untuk
Pengungkit Keuangan
Adjusted Present Value (APV)
merupakan jumlah nilai yang telah
didiskonto dari arus kas proyek plus nilai manfaat penghematan pajak karena
bunga pendanaan proyek minus biaya pengambangan.
Adjusted Present Value
Adjusted Present Value
Basket Wonders mempertimbangkan utk membeli
sebuah mesin otomatis seharga $425,000 yang
dapat biaya operasi sebesar $100,000 per tahun
selama 6 tahun. Tingkat bunga diminta pada
ekuitas unlevered sebesar 11%.
BW dapat meminjam $180,000 pada 7% dengan
$10,000 biaya pengambangan setelah pajak. Pinjaman pokok akan dibayar kembali sebesar $30,000 per tahun (+ bunga). Pajak perusahaan
saat ini sebesar 40%.
Berapa
NPV
NPV
pada pendanaan
pada pendanaan
sendiri perusahaan
sendiri perusahaan?
NPV
=
$100,000
[PVIFA
11%,6] -
$425,000
NPV
=
$423,054
-
$425,000
NPV
NPV
= -$1,946
-$1,946
Pemecahan NPV
Pemecahan NPV
Berapa
APVnya
APVnya
?
Pertama, hitung biaya bunganya.
Bunga Th-1 ($180,000)(7%) = $12,600 Bunga Th-2 ( 150,000)(7%) = 10,500 Bunga Th-3 ( 120,000)(7%) = 8,400 Bunga Th-4 ( 90,000)(7%) = 6,300 Bunga Th-5 ( 60,000)(7%) = 4,200 Bunga Th-6 ( 30,000)(7%) = 2,100
Pemecahan APV
Pemecahan APV
Kedua, hitung manfaat pajaknya.
TSB Yr 1 ($12,600)(40%) = $5,040 TSB Yr 2 ( 10,500)(40%) = 4,200 TSB Yr 3 ( 8,400)(40%) = 3,360 TSB Yr 4 ( 6,300)(40%) = 2,520 TSB Yr 5 ( 4,200)(40%) = 1,680 TSB Yr 6 ( 2,100)(40%) = 840
Pemecahan APV
Pemecahan APV
Ketiga, hitung PV dari manfaat pajaknya.
TSB Yr 1 ($5,040)(.901) = $4,541 TSB Yr 2 ( 4,200)(.812) = 3,410 TSB Yr 3 ( 3,360)(.731) = 2,456 TSB Yr 4 ( 2,520)(.659) = 1,661 TSB Yr 5 ( 1,680)(.593) = 996
TSB Yr 6 ( 840)(.535) = 449 PV = PV =
$13,513
$13,513