• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015 SEMINAR NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015 SEMINAR NASIONAL"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL

TEMA:

PENINGKATAN PROFESIONALITAS

PENDIDIK MATEMATIKA DALAM

MENGHADAPI MEA 2015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

ISBN: 978-602-97671-7-8

EDITOR

Dra. Bintang Zaura, M.Pd.

Juanda Kelana Putra, S.Pd., M.Sc

(3)

iii

PENATA LETAK

Dra. Suryawati, M.Pd.

DESAIN COVER

Juanda BJ, S.Pd.

TEBAL BUKU

229 + x

PENERBIT

Program Studi Pendidikan Matematika

FKIP

Darussalam – Banda Aceh

Laman:

http://matematika.fkip.unsyiah.ac.id/

© FKIP Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala

Cetakan Pertama

ISBN: 978-602-97671-7-8

LAPORAN KETUA PANITIA

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tiada ucapan yang lebih pantas disampaikan kecuali puji dan syukur kepada

Allah S.W.T, karena hanya atas ridho-Nya kegiatan “Seminar Nasional Pendidikan”

sesuai dengan waktu yang direncanakan. Seminar ini akan menjadi kegiatan rutin

dimasa yang akan datang (setiap tahun) di FKIP Unsyiah.

Seminar Nasional Pendidikan yang berlangsung di Auditoruim FKIP

Unsyiah lantai 3 Darussalam Banda Aceh pada tanggal 16 Februari 2015,

diselenggarakan atas kerjasama FKIP UNSYIAH. Tema Seminar Nasional

Pendidikan adalah “Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam

Menghadapi MEA 2015”. Dalam acara seminar tersebut panitia mengundang 3

(4)

Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015

orang keynote speaker yaitu; (1) Prof. dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc. dan (2) Dr.

Rahmah Johar, M.Pd. (Pascasarjana Universitas Syiah Kuala - Indonesia)

Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan terimakasih yang

sebesarbesarnya kepada Rektor Unsyiah, Dekan FKIP Unsyiah, para tamu

undangan, para donatur, dan seluruh peserta seminar, atas segala partisipasi dan

bantuannya. Rasa bangga dan terimakasih juga kami sampaikan kepada seluruh

anggota panitia yang telah bekerja keras, bahu membahu untuk menyukseskan acara

ini. Akhirnya kami mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian seminar,

semoga bermanfaat.

Penanggung Jawab Seminar

Ketua Pelaksana

Ttd

Ttd

Dra. Suryawati, M.Pd.

Rifki

(5)

v

SAMBUTAN KETUA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSSALAM, BANDA ACEH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang paling utama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah

SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dapat bertemu di forum "Seminar

Nasional Pendidikan" dalam kondisi sehat jiwa dan raga. Tema seminar ini adalah

“Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA

2015”. Tema tersebut sangatlah urgen dan up to date saat ini dalam rangka

meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Provinsi Aceh dan umumnya di

Indonesia.

Saya selaku Ketua Program Studi begitu gembiranya melihat antusias para

panitia, dan para praktisi matematika, para alumni dan sarjanawan matematika dari

berbagai instansi beserta partisipasi dari himpunan mahasiswa pendidikan

matematika yang ikut ambil bagian dalam mensukseskan acara Seminar Nasional

Pendidikan Matematika (Seminar Nasional).

Penelitian dan pengembangan yang terkait dengan dunia pendidikan harus

terus digalakkan dan dikomunikasikan kepada semua stakeholder. Karenanya,

upaya mengundang keynotespeaker, baik dari tingkat internasional dan nasional pun

kami tempuh untuk menyemarakkan Seminar Nasional ini.

Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada;

Rektor Unsyiah yang telah memberikan arahan dan berkenan membuka seminar ini;

Bapak Dekan FKIP Unsyiah, Bapak Prof. Dr. Ahmad, M.Pd., M.Sc, dan Ibu Dr.

Rahmah Johar, M.Pd. sebagai keynotespeaker pada seminar ini. Saya mengucapkan

terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan

seluruh panitia yang terlibat dalam merancang kegiatan tersebut, atas upaya kreatif

yang cukup mendasar sehingga pelaksanaannya cukup mengesankan.

Demikianlah sambutan saya, mudah-mudahan Seminar Nasional Pendidikan

Matematika ini berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan

pemikiran-pemikaran segar bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di Aceh.

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

Ketua Program Studi

Matematika FKIP Unsyiah

Ttd

(6)

Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015

DAFTAR ISI

HAL

A. KATA PENGANTAR

PEMAKALAH SESI STADIUM GENERAL

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU

Dr. Rahmah Johar, M.Pd.

PEMAKALAH SESI PARALEL

PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA PEMBELAJARAN PERSAMAAN

LINIER SATU VARIABEL

1

Linda Vitoria

PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN

PENGALAMAN MENGAJAR GURU SMP NEGERI 15 BANDA ACEH

14

Salasi R, Putri Lestari

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS

IX SMPN 6 BANDA ACEH DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTES

LITERASI MATEMATIKA (KLM)

24

Ellianti, Rahmah Johar, Asmaul Husna

THE MATH BODY, UNTUK EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS

PEMBELAJARAN MATEMATIKA

31

Asmudi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PLANTET

QUESTION PADA MATERI SEGI EMPAT DI KELAS VII

SMP NEGERI 3 BANDA ACEH

(7)

vii

Tuti Zubaidah, Khairul Umam, Baniar Rideni Putri

59

LEVEL PROBLEM POSING SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG DI

KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH

Bintang Zaura

HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL

PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH PADA MATERI

STATISTIKA DI SMP NEGERI 17 BANDA ACEH

65

Leviani, Musafir Kumar

PERAN TECHNOLOGY PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE

(TPACK) GURU MATEMATIKA SMA LABSCHOOL BANDA ACEH

73

Ellianti, Mukhlis Hidayat, Maulana Saputra

PENGARUH KEGIATAN LESSON STUDY PADA PENINGKATAN

KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN

PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SDN LAMSAYEUN

81

Monawati, Cut Khairunnisak

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA PADA

MATERI LOGARITMA DI KELAS X-IPS2 MAN 3 BANDA ACEH TAHUN

AJARAN 2014-2015.

91

Mutia Fariha, Sri Ekayanti

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM

MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PISA DI KELAS VIII SMP NEGERI 6

BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2013-2014

101

Ellianti, Rahmah Johar, Nana Mulya

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 19

PERCONTOHAN MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN

PROBLEM BASED LEARNING DAN PENDEKATAN SAINTIFIK

107

(8)

Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015

IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH BERBASIS MASALAH DALAM

PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Sumarno Ismail, Satra Hamzah

AL-KHAWARIZMI DAN PERSAMAAN KUADRAT

131

Budiman, Suryawati, Herizal

PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

141

Yuhasriati

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI LIMIT DI

KELAS X SMAN 3 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2013/2014

148

Erni Maidiyah, Roza Yefissa

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX

SMP NEGERI 1 BANDA ACEH DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL

PISA PADA KONTEN SPACE AND SHAPE

156

Yusrina, Rahmah Johar

PENGGUNAAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA NEGERI 2 SIGLI

165

Zuraida IM

PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

KELAS XI-B1 SMK-PP NEGERI SAREE

178

Yustina

KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA

MELALUI MODEL LEARNING CYCLE “5E” DI KELAS VIII SMP PLUS

AL-‘ATHIYAH ACEH BESAR

190

Suhartati

208

KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PADA MATERI

(9)

ix

THINK-PAIR-SHARE

Suryawati, Bainuddin Yani, Lisa Ramadhani 214

PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS

KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD PADA

PEMBELAJARAN SOAL CERITA MATEMATIKA: PENGEMBANGAN

MODEL PEMBELAJARAN

(10)

Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model

Pembelajaran Index Card Match pada Materi Statistika

di Smp Negeri 17 Banda Aceh

Leviani1 dan Musafir Kumar2

1Departemen Matematika, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh E-mail:

[email protected]

2Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala

Abstrak:

Pada pelaksanaan pembelajaran materi statistika, siswa tidak dibiasakan untuk menemukan

sendiri konsep-konsep statistika, sehingga menjadi pasif dalam belajar yang berdampak pada ketuntasan belajar. Model pembelajaran Index Card Match adalah model mencari kartu. Melalui penerapan model pembelajaran tersebut diharapkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa melalui pembelajaran model Index Card Match pada materi statistika di Kelas VII Semester II di SMP Negeri 17 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh tahun ajaran 2013/2014. Sampel diambil secara acak 1 kelas dan yang terpilih adalah kelas VII-8. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji-t satu pihak (uji pihak kiri) pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan dk = 29. Hasil analisis data diperoleh = -2,848 dan = - 1,70 karena < ini menunjukkan bahwa Ha diterima, sehingga dapat

disimpulkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model Index Card Match pada materi statistika di SMP Negeri 17 Banda Aceh tidak dapat mencapai ketuntasan belajar.

Kata Kunci : Hasil belajar, model pembelajaran Index Card Match, materi statistika

1.

Pendahuluan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, menyebabkan pemerintah memperhatikan lembaga pendidikan baik dari segi teknis maupun operasionalnya. Sehingga tenaga-tenaga yang dihasilkan memiliki keahlian dan keterampilan serta kemampuan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan yang sedang giat-giatnya dilaksanakan. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri. Kompleksnya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia handal dan mampu berkompetensi. Selain itu pendidikan merupakan wadah yang dapat dipandang sebagai pembentuk sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Berhasil atau tidaknya suatu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh pembelajaran yang berlangsung. Pembelajaran adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru tetapi melibatkan berbagai kegiatan dan tindakan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.

Matematika merupakan ilmu dasar, sehingga matematika memiliki peran yang penting dalam berbagai ilmu dan perkembangan teknologi. Hal ini ditegaskan oleh Nasution (1982:82) yaitu:

Matematika merupakan inti perkembangan ilmu lainnya. Matematika boleh dikatakan yang terlebih dahulu timbul dari semua pengetahuan yang ada. Sejalan dengan itu timbullah fisika dan astronomi yang saling isi mengisi dengan matematika. Kemudian matematika menyusup memperkuat perkembangan ilmu kimia, sains kebumian dan sains hayat. Akhirnya sampai juga pemikiran matematika yang menyusup ke sains sosial.

(11)

11

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh penulis di SMP Negeri 17 Banda Aceh, penulis menemukan bahwa aktivitas belajar matematika siswa kelas VII tergolong rendah. Hanya beberapa siswa yang hasil belajarnya baik yang lebih aktif menjawab pertanyaan guru sedangkan siswa yang kurang pandai tidak berusaha menjawab dan tidak berani bertanya kepada guru, masih ada siswa yang hanya berdiam diri dan masih banyak siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri selama proses belajar mengajar berlangsung. Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan, penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan data dan penganalisisan yang dilakukan. Statistika dipilih sebagai materi dalam penelitian ini karena statistika merupakan materi yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa maka oleh sebab itu penulis memilih pelajaran statistika di SMP Negeri 17 Banda Aceh.

Untuk mengatasi masalah di atas, perlu dikembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat dan aktivitas siswa. Salah satunya ialah melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match (ICM). Strategi Belajar Aktif Tipe Index Card Match merupakan strategi pengulangan (peninjauan kembali) materi. Index Card Match adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran, ia membolehkan peserta didik untuk berpasangan dan memainkan kuis dengan kawan sekelas. Model Index Card Match (mencari pasangan) adalah suatu strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreatifitas. Sehubungan dengan hasil penelitian Fitria (2010) yang berjudul “Efektivitas Metode Index Card Match pada materi Pokok Bilangan dalam meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII di MTs Negeri 1 Pamotan Rembang Tahun Ajaran 2010-2011.” Dari penelitian didapat hasil belajar matematika yang diajar dengan pembelajaran langsung dengan metode ekspositori. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis berkeinginan untuk melalukan penelitian dengan judul “Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match Pada Materi Statistika Di SMP Negeri 17 Banda Aceh. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat mencapai ketuntasan pada materi statistika di Kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh?”. Maka tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa melalui pembelajaran model Index Card Match pada materi statistika di Kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh. Serta yang menjadi hipotesisnya dalam penelitian ini adalah: “Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match Pada Materi Statistika Di SMP Negeri 17 Banda Aceh” dapat mencapai ketuntasan belajar”.

2.

Tinjauan Pustaka

Belajar adalah keyterm, ‘istilah kunci’ yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan, misalnya psikologi pendidikan dan psikologi belajar. Karena demikian pentingnya arti belajar, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen psikologi belajar pun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu.

Hilgard dan Bower dalam Thobroni dan Arif (2011:19) belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tetentu yang disebabkan oleh pengalamaannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. Perubahan tingkah laku tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respons pembawaan, atau keadaan-keadaan sesaat, misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya.

Selanjutnya Pidarta (1997:197) menyatakan, “Belajar adalah perubahan prilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain”. Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap dan fungsional, satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikut.

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal.

(12)

Isjoni (2011:15) “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher”. Ini berarti bahwa cooperative learning atau pembelajaran koopeatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar.

Slavin (2008) menyatakan bahwa “Model pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran”.

Index Card Match adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran, ia membolehkan peserta didik untuk berpasangan dan memainkan kuis dengan kawan sekelas. Model Index Card Match (mencari pasangan) adalah suatu strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar aktif dan bertujuan agar siswa mempunyai jiwa kemandirian dalam belajar serta menumbuhkan daya kreatifitas.

Hasil Belajar

Menurut Hamalik (2009:31) menyatakan “Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai pengertian-pengertian, sikap-sikap, apersepsi, abilitas dan keterampilan setelah mengalami proses belajar”.

Menurut Suprijono (2011:5-6), hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian- pengertian, sikap-sikap, apersepsi, dan keterampilan. Merujuk pemikiran Gagne, hasil belajar berupa hal-hal berikut.

a. Informasi verbal, yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespon secara spesifik terhadap rangsangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan masalah, maupun penerapan aturan.

b. Keterampilan intelektual, yaitu kemampuan mempersentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep, dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan. Keterampilan intelektual merupakan kemampuan melakukan aktivitas kognitif bersifat khas.

c. Strategi kognitif, yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.

d. Keterampilan motorik, yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.

e. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai. Sikap merupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar prilaku.

Menurut Suprijono (2009:120) menyatakan, “Model pembelajaran Indek Card Match adalah model mencari kartu cukup menyenangkan digunakan untuk mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya.

a) Langkah-langkah model pembelajaran Index Card Match (ICM)

1. Buatlah potongan-potongan kertas sebanyak jumlah siswa yang ada di dalam kelas. 2. Bagilah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.

3. Pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang materi yang akan dibelajarkan. Setiap kertas bersisi satu pertanyaan.

4. Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dibuat. 5. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.

6. Setiap siswa diberi satu kertas. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh siswa akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.

7. Mintalah kepada siswa untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, mintalah kepada mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.

(13)

13

9. Akhiri proses ini denagan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

b) Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Index Card Match (ICM) menurut Handayani (2009) adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan dari model pembelajaran Index Card Match (ICM)

1. Menumbuhkan kegembiraan dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa.

3. Mampu menciptakan suasana belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar. 4. Mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar. 5. Penilaian dilakukan bersama pengamat dan pemain.

b. Kekurangan dari model pembelajaran Index Card Match (ICM)

1. Membutuhkan waktu yang lama bagi siswa untuk menyelesaikan tugas dan prestasi. 2. Guru harus meluangkan waktu yang lebih.

3. Lama untuk membuat persiapan.

4. Guru harus memiliki jiwa demokratis dan keterampilan yang memadai dalam hal pengelolaan kelas. 5. Menurut sifat tertentu dari siswa atau kecenderungan untuk bekerja sama dengan menyelesaikan

masalah.

6. Suasana kelas menjadi “gaduh” sehingga dapat mengganggu kelas lain.

Materi dalam penelitian ini yaitu tentang statistika. Sebelum bicara lebih lanjut tentang statistika, kita perlu mencari tahu apa sebenarnya statistika itu. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam kehidupan.

Statistika menurut Zaelani, dkk (2006:223-366) adalah sebagai berikut:

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, engolahan, penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan data penganalisisan yang dilakukan. Sedangkan statistika adalah kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang menggambarkan atau melukiskan suatu masalah.

Statistika merupakan cabang dari matematika yang mempelajari cara pengumpulan data, pengolahan, dan penganalisisan data, serta penarian kesimpulan dan pengambilan keputusan secara logis Banendro (2013:37).

3. Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 17 Banda Aceh kelas VII Semester II di kelas VII-8 waktu penelitian dilakukan mulai tanggal 19 Mei 2014 sampai dengan tanggal 26 Mei 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa VII SMP Negeri 17 Banda Aceh tahun ajaran 2013/2014 yang diambil 9 kelas dipilih secara acak sedangkan sampel yang dipilih yaitu kelas VII-8. Kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh hanya terdiri satu kelas dengan jumlah murid 30 orang siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes. Tes digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa di SMP Negeri 17 Banda Aceh. Banyak butir soal tes 5 item dalam bentuk Essay. Hasil tes dalam lembar jawaban sampel diperiksa oleh penulis sebagai data penelitian untuk kemudian diolah. Untuk melihat hasil belajar siswa, data yang diperoleh dalam penelitian ini diuji dengan statistik uji-t pada taraf signifikan 5% α = 0,05. Namun sebelum data diuji dengan statistik uji-t terlebih dahulu diuji persyaratan analisis yaitu normalitas sebaran data.

(14)

Dalam penelitian ini hasil penelitian yang diadakan di SMP Negeri 17 Banda Aceh, yaitu melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Index Card Match pada pokok bahasan statistika di kelas VII-8. Sesuai dengan metode pengolahan data yang telah di tentukan pada bab III. Peneliti akan mengolah data berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari tes awal dan tes akhir pada pokok bahasan statistika dengan penerapan model Index Card Match di kelas VII-8.

Tabel 4.1 Nilai Tes Akhir Siswa

No Kode Siswa Nilai Ketuntasan

1 Siswa 1 55 Belum Tuntas

2 Siswa 2 55 Belum Tuntas

3 Siswa 3 60 Belum Tuntas

4 Siswa 4 60 Belum Tuntas

5 Siswa 5 65 Belum Tuntas

6 Siswa 6 70 Belum Tuntas

7 Siswa 7 70 Belum Tuntas

8 Siswa 8 70 Belum Tuntas

9 Siswa 9 70 Belum Tuntas

10 Siswa 10 70 Belum Tuntas

11 Siswa 11 70 Belum Tuntas

12 Siswa 12 70 Belum Tuntas

13 Siswa 13 78 Tuntas 14 Siswa 14 78 Tuntas 15 Siswa 15 78 Tuntas 16 Siswa 16 78 Tuntas 17 Siswa 17 78 Tuntas 18 Siswa 18 78 Tuntas 19 Siswa 19 78 Tuntas 20 Siswa 20 78 Tuntas 21 Siswa 21 78 Tuntas 22 Siswa 22 78 Tuntas 23 Siswa 23 80 Tuntas 24 Siswa 24 80 Tuntas 25 Siswa 25 80 Tuntas 26 Siswa 26 80 Tuntas 27 Siswa 27 80 Tuntas 28 Siswa 28 85 Tuntas 29 Siswa 29 85 Tuntas 30 Siswa 30 90 Tuntas

Keterangan: Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) = 78

Adapun yang menjadi data dalam penelitian ini adalah hasil tes akhir siswa. Berdasarkan rekapitulasi nilai tersebut, data disusun dalam bentuk distribusi frekuensi serta menghasilkan rata-rata ̅ = 73,5 dan simpangan baku sebesar = 8,68. Selanjutnya dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji chi kuadrat dengan kriteria pengujiaannya menurut Sudjana (2005:273) adalah tolak H0 jika

χ

2 hitung >

χ

2 tabel dengan α = 0.05 dalam hal

(15)

15

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

H0 : µ = 78 : Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Index Card Match pada materi statistika di SMP

Negeri 17 Banda Aceh sudah mencapai ketuntasan belajar.

: μ < : Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Index Card Match pada materi statistika di SMP Negeri 17 Banda Aceh belum mencapai ketuntasan belajar.

Dalam penelitian ini diambil = 78 yang merupakan nilai standar minimal atau KKM yang ditetapkan sekolah SMP Negeri 17 Banda Aceh untuk menyatakan bahwa siswa harus menguasai 78 % dari materi yang diajarkan. Karena pengujian ini pihak kiri yaitu tolak H0 jika t < − ( !) dan terima H0 jika t > −( !). Dengan ( !) didapat dari

lampiran daftar distribusi student t menggunakan peluang ( 1 – α ) dan dk = ( n – 1 ).

Sehingga diperoleh yaitu -2,848 < - 1,70, dengan demikian H0 pada taraf signifikan α = 0,05 ditolak. Berarti

dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa SMP Negeri 17 Banda Aceh tidak mencapai ketuntasan belajar karena siswa baru saja menggunakan kurikulum 2013 bukan berarti siswa tidak mampu untuk mencapai ketuntasan belajar tetapi kurikulum 2013 ini baru saja berlaku disekolah ini pada materi statistika di kelas VII-8 SMP Negeri 17 Banda Aceh.

5.

Pembahasan

Setelah proses pembelajaran pada kelas sampel, peneliti memberikan tes. Hasil dari tes itu peneliti langsung melakukan pengolahan data dengan pengujian normalitas sebaran data, ternyata data yang diperoleh menyebar secara normal. Sehingga untuk pengujian hipotesis dapat dilakukan uji-t. Dari hasil uji-t, diperoleh

= - 2,848 dan = - 1,70, sehingga < − (-2,848 < - 1,70), artinya terima H0 dan tolak Ha. Dengan

demikian rata-rata tes akhir siswa tidak mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan uji-t secara keseluruhan pembelajaran tersebut dengan pemakaian model pembelajaran Index Card Match belum mencapai pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Karena proses pembelajaran dengan metode permainan terutama pada permainan kartu Index Card Match belum pernah dilakukan di SMP Negeri 17 Banda Aceh maka siswa sangat sulit untuk di arahkan saat mencari pasangan kartunya.

Pada penelitian ini kriteria hasil belajar yang sudah ditetapkan sekolah belum tercapai, dikarenakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) disekolah SMP Negeri 17 Banda Aceh terlalu tinggi buat siswa yaitu 78 sedangkan rata-rata siswa dibawah 78 yaitu $ = 73,5 dan juga dalam pemakaian model pembelajaran Index Card Match masih belum dirasakan efektif karena penggunakan waktu yang terlalu banyak digunakan guru untuk menjelaskan materi. Daari 30 orang siswa hanya 12 orang yang tidak tuntas.

Hasil penelitian ini mendukung berdasarkan penelitian dari Fitria (2010) yang berjudul “Efektivitas Metode Index Card Match pada materi Pokok Bilangan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII di MTs N 1 Pamoran Rembang Tahun Ajaran 2010-2011.” Dari penelitian didapat hasil belajar matematika yang diajar dengan pembelajaran langsung dengan metode ekspostori.

Dalam penelitian ini, peneliti menemukan beberapa kendala. Salah satunya yaitu dalam mencari pasangan kartu siswa mendapat kebingungan dan membuat kelas jadi ribut, dikarenakan siswa belum pernah mendapatkan cara pembelajaran seperti ini. masing – masing siswa menggunakan cara sendiri – sendiri untuk mencari pasangannya ada yang berteriak, ada yang saling mendorong untuk segera bertemu dan mencari pasangannya. Siswa tidak mengikuti langkah – langkah yang telah dijelaskan dalam permainan index card match. Pembelajaran sangat ramai dan tidak bisa dikendallikan karena masing – masing siswa ribut sendiri tidak mau mendengar arahan dari guru. Kendala lainnya saat siswa membentuk kelompok juga siswa tidak serius mengerjakan sehingga saat siswa di beri soal tes siswa banyak tidak menjawab dengan alasan soalnya terlalu susah. Kendala lainnya waktu dalam penelitian yang sangat terbatas, hanya 3 kali mengajar itu pun tidak begitu sempurna dan juga masalah kesiapan siswa dalam mencari pasangan kartu. Hasil tes akhir yang mencapai kriteria ketuntasan itu dikarenakan juga pada penyelesaian jawabannya, siswa tidak membuat secara sempurna hasil penyelesaiannya seperti yang diajarkan pada pembelajaran. Hasil tes akhir dapat mencapai kriteria dengan ̅ = 73,5 dan apa bila diambil KKM pada materi ini yaitu 78.

(16)

6.

Simpulan dan Saran

Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan adalah: Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Index Card Match pada materi statistika di kelas VII-8 SMP Negeri 17 Banda Aceh tidak mencapai ketuntasan belajar. Dan Adapun beberapa saran yang dapat penulis berikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a) Dalam menerapkan model pembelajaran Index Card Match sebaiknya tahap-tahap dari pembelajaran tersebut harus benar-benar dipahami agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.

b) Diharapkan pada peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match dengan materi yang berbeda.

c) Penulis menyarankan guru yang ingin menggunakan model pembelajaran Index Card Match untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan model tersebut dan memiliki keterampilan dalam menciptakan suasana belajar yang baik agar waktu yang digunakan lebih efisien.

7.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian sebagai suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Banendro. 2013. Strategi Tepat Anak Pintar Buku Pengayaan Matematika. Jakarta: Putra Kertonatan. Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Handayani. 2009. Stategi Belajar Aktif dengan ICM. http://pelawiselatan.blogspot.com/2009/04/stategibelajar-aktif.html. Diakses tanggal 07 Januari 2009.

Hisyam, Zaini dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani. Isjoni. 2009. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Pekan Baru: Alfabeta. Isjoni. 2011. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta. Johar, Rahmah. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Lie, Anita. 2002. Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Thobrani Muhammad dan Arif Mustafa. 2011. Belajar dan Pembelajaran Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembelajaran Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ratumanan, Tanwey Gerson. 2004. Belajar dan Pembelajaran. IKAPI: Unesa University Press. Riduwan dan Sunarto. 2007. Pengantar Statistika. Bandung: Alvabeta

Roberte. Slavin. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Mdia. Setiawati. 1993. Upaya Uptimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin, R,E. 2008. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.

Skripsi. Khasanah, Uswati. 2011. Pengaruh Pembelajaran Make A-Match dan Index Card Match Terhadap Pemahaman Siswa Kelas X SMA Institut Indonesia Semarang. IKIP PGRI: Semarang.

Skripsi. Fitria Catur, Wulandari. 2010. Efektivitas Metode Index Card Match Pada Materi Pokok Bilangan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII di MTs Negeri 1 Pamoran Rembang. Semarang: IAIN Walisongo.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Zaelani, Ahmad dkk. 2006. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan. Bandung: Yrama Widya. Zaini, Hisyam. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD.

(17)

Gambar

Tabel 4.1 Nilai Tes Akhir Siswa

Referensi

Dokumen terkait

mengadopsi smartphone. Berdasarkan hasil analisis penelitian, adanya perbedaan yang signifikan pada karakteristik pendidikan terjadi karena baik responden. berpendidikan

Saya merasa dalam suatu penugasan, saya mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan lebih dari satu orang, tetapi saya kerjakan sendiri3. Saya merasa bahwa

Surat Keputusan Kepala Desa Kedungpanjang tentang pembentukan kelompok usaha bersama KUBE PKK WRSE 3.. Rencana Anggaran Biaya

Adrian Sutedi, Hukum Hak Tanggungan, Sinar Grafika, edisi 1 Cetakan kedua, Jakarta, 2012.. Agus Yudha Hernoko, Hukum Perjanjian Asas Proposionalitas

Dalam rangka evaluasi dokumen kualifikasi untuk paket Pekerjaan Pembangunan Konstruksi Workshop BLK pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, dengan ini perusahaan tersebut

“Behavior of spent HTR fuel elements in aquatic phases of repository host rock formations,” 2 nd International Topical Meeting on High Temperature Reactor Technology.. Beijing,

Hapus file README dan License Files yang ada di folder website wordpress anda melalui Cpanel -&gt; File Manager seperti gambar berikut:.. Pindahkan sebagian Script pada Wp-Config

Pada musim kemarau ketika hutan rawa sudah mulai mengering, sebagian besar juvenil ikan yang memanfaatkan hutan rawa sebagai habitat asuhan telah keluar dari hutan