• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENGELOLAAN RISIKO DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PENGELOLAAN RISIKO DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

jdih.pontianakkota.go.id

LAMPIRAN

PERATURAN WALIKOTA NOMOR 82 TAHUN

TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN

RISIKO DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK

PEDOMAN PENGELOLAAN RISIKO DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, khususnya bagian ketiga pasal 13 ayat (1) yaitu Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan penilaian risiko; dan

2. Dalam rangka peningkatan kualitas penerapan SPIP diperlukan Pedoman Pengelolaan Risiko.

B. Tujuan Penyusunan Pedoman

1. mengelola risiko dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pemerintah daerah;dan

2. mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko serta memantau aktifitas pengendalian risiko di lingkungan Pemerintahan Kota Pontianak.

II. KEBIJAKAN PENGELOLAAN RISIKO A. Penetapan konteks pengelolaan risiko

Konteks pengelolaan risiko pada Pemerintah Kota Pontianak dilakukan atas tujuan strategis Pemerintah Daerah, tujuan strategis (entitas) Perangkat Daerah, dan tujuan pada tingkat kegiatan (operasional) Perangkat Daerah.

1. Pengelolaan Risiko Strategis Pemerintah Daerah

Pengelolaan risiko strategis Pemerintah Daerah bertujuan mengendalikan risiko-risiko prioritas atas tujuan dan sasaran strategis pemerintah daerah yang tertuang dalam dokumen RPJMD. Pengelolaan risiko strategis tingkat Pemerintah Daerah dilakukan oleh Kepala Daerah bersama Wakil Kepala Daerah, dibantu oleh Kepala Perangkat Daerah selaku Unit Pemilik Risiko Tingkat Pemerintah Daerah di bawah koordinasi Sekretariat Daerah.

2. Pengelolaan Risiko Strategis (Entitas) Perangkat Daerah

Pengelolaan risiko strategis Perangkat Daerah bertujuan mengendalikan risiko-risiko prioritas atas tujuan dan sasaran strategis Perangkat Daerah yang tertuang dalam dokumen

Perencanaan Strategis Perangkat Daerah

(2)

jdih.pontianakkota.go.id

Pengelolaan risiko strategis Perangkat Daerah dilakukan oleh masing-masing Pimpinan Perangkat Daerah bersama jajaran manajemennya, sebagai Unit Pemilik Risiko Tingkat Eselon II dan Unit Pemilik Risiko Tingkat Eselon III dan EselonIV.

3. Pengelolaan Risiko Operasional Perangkat Daerah

Pengelolaan risiko operasioal Perangkat Daerahbertujuan mengendalikan risiko-risiko prioritas atas tujuan dan sasaran operasional kegiatan utama Perangkat Daerah yang tertuang dalam dokumen perencanaan kerja tahunan Perangkat Daerah, sepertiPenetapan Kinerja Perangkat Daerah (Perkin), dan Rencana

Kerja Perangkat Daerah (RencanaKerja dan/atau

RencanaKerjaPerangkat Daerah).

Pengelolaan risiko strategis dan operasional tingkat Perangkat Daerah dilakukan oleh masing-masing Pimpinan Perangkat Daerah bersama jajaran manajemennya, dibantu sebagai Unit Pemilik Risiko Tingkat Eselon II dan Unit Pemilik Risiko Tingkat Eselon III danEselon IV.

B. Penetapan kriteria penilaian risiko

Penetapan kriteria penilaian risiko bertujuan memberikan pemahaman yang sama bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan risiko di lingkup pemerintah daerah mengenai kriteria penilaian dan analisis atas risiko-risiko yang telah diidentifikasi, sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai tingkat risiko yang dapat diterima maupun tingkat risiko yang tidak dapat diterima dan memerlukan respon penanganan lebih lanjut. Kriteria peniaian risiko terdiri dari 3 (tiga) komponen, yaitu Skala Dampak Risiko, Skala Kemungkinan Terjadinya (Probabilitas) Risiko, dan Skala Tingkat Risiko (Nilai Risiko).

1. Skala Dampak Risiko

(Agar diuraikan skala dampak risiko yang digunakan oleh Pemerintah Daerah)

2. Skala Probabilitas Risiko

(Agar diuraikan skala probabilitas risiko yang digunakan oleh Pemerintah Daerah)

3. Skala Nilai Risiko

(Agar diuraikan skala nilai risiko yang digunakan oleh Pemerintah Daerah)

C. Waktu, tahapan dan pihak terkait dalam pengelolaan risiko

Waktu, tahapan, dan pihak terkait dalam pengelolaan risiko, adalah sebagai berikut:

(3)

jdih.pontianakkota.go.id Tahapan Tahapan Tahapan Output No. Waktu Manajem en Pelaksana Pengelolaan Pengelolaan Risiko Pemda Risiko

1. Proses Proses - Arahan dan - Komite - Dokumen penyusunan penyusunan kebijakan pengelolaan Arahan dan RPJMD (Satu RPJMD penilaian risiko 5 Risiko kebijakan

tahun

sebelum tahunan - Sekda selaku

penilaian risiko

RPJMD 5 - Penyusunan Koordinator 5 Tahunan tahunan

Risiko

Strategis - UPR Pemda - Daftar Risiko berjalan sd Pemda

(Kepala

Daerah dan RTP RPJMD dan Kepala Strategis Pemda ditetapkan) Perangkat Daerah) 2 Proses Proses Penyusunan Risiko - Komite Daftar Risiko dan

penyusunan penyusunan Strategis (Entitas) pengelolaan RTP Strategis Renstra Perangkat Daerah Renstra Perangkat Daerah Perangkat Daerah risiko (Entitas) Perangkat Daerah

(Satu tahun - Sekda selaku

sebelum Koordinator

RPJMD 5

- UPR Tingkat

Es. 1

tahunan / Es. 2 (Kepala berjalan sd

Perangkat

Daerahdan

RPJMD Kabag/Kabid

ditetapkan) Perangkat Daerah)

3 Januari – Mei Tahun 201X-1 Penyusuna n RKPD dan Renja Perangkat Daerah Arahan dan kebijakan penilaian tahunan Komite Pengelolaan Risiko Dokumen Arahan dan kebijakan penilaian risiko 4 Agustus- September20 1X-1 Penyusuna n RKAPerang kat Daerah(Pe netapan rencana sasaran &PaguAngg aran per Kegiatan) Penyusunan Risiko Operasional Perangkat Daerah Kepala Perangkat Daerah Unit PemilikresikoTi ngkat Eselon III dan Risiko Eselon IV Perangkat Daerah Daftar risiko dan RTP OperasionalPe rangkat

(4)

jdih.pontianakkota.go.id Tahapan Tahapan Tahapan Output No. Waktu Manajem en Pelaksana Pengelolaan Pengelolaan Risiko Pemda Risiko 5 Oktober Tahun201X -1 Penyusun an RAPBD, Perda APBD - Pengomunik asian Risiko dan RTP, - Kepala Perangkat Daerah - Perbaikan RTP KSOP - Komite Pengelolaan - - Penyusunan atau Revisi

KSOP Risiko - Notulen 6 November –

Penyusun an

- UPR Tingkat pengomunika Desember Rancangan Pemda, Tingkat sian Tahun 201X-1 DPA Perangkat Daerah, - Pengomunik asi Eselon 1, 2, 3, dan - Finalisasi dan an perubahan 4 Daftar risiko penetapan

KSOP - Sekda selaku koordinator dan RTP

DPA Perangkat Daerah

7 Januari sd Pelaksanaan Penyusunan atau - Komite KSOP

Desember APBD penyempurnaan Pengelolaan

Tahun

201X KSOP (Tindak Risiko lanjut RTP) - UPR Tingkat Pemda, Tingkat Eselon 1, 2, 3, dan

4

Pelaksanaan KSOP - Komite Bukti pelaksanaan Pengelolaan KSOP Risiko Kepala Perangkat Daerah - Pelaksana Program dan kegiatan

Berkala Pelaporan dan - UPR Tingkat - Form (Triwulanan ) monitoring risiko Pemda, Tingkat Monitoring dan KSOP Eselon 1 dan 2, Risiko Tingkat - Form

(5)

jdih.pontianakkota.go.id Eselon 3 dan 4 Monitoring TL - Unit Kepatuhan RTP - Sekda selaku koordinator

Pemantauan - Unit Kepatuhan - Notulen rapat

kinerja, risiko,

dan Pengelolaan - Laporan efektifitas KSOP Risiko pemantauan yang dibangun (triwulana,

tahunan, 5

tahunan)

Juni-Juli

Penyusun

an Reviu dan - UPR Pemda

Daftar Risiko dan

Tahun

201X KUA PPAS pemutakhiran

(Kepala

Daerah RTP Strategis (Penetapan Risiko Strategis dan Kepala Pemerintah Daerah yang sasaran Pemerintah Daerah. Perangkat Daerah dimutakhirkan

makro

dan - Sekda selaku

pagu Catatan: Koordinator

anggaran

Pemda)

Risiko strategis

Pemda akan diriviu

dan

dimutakhirkan

setiap tahun

Agustus- Penyusunan Reviu dan - Kepala Daerah Daftar Risiko dan September

RKA Perangkat

Daerah pemutakhiran - Sekda selaku RTP Strategis 201X

(Penetapa

n Risiko Strategis Koordinator

(Entitas) Perangkat Daerah rencana (Entitas) Perangkat

Daerah - Unit Pemilik sasaran dan Catatan: Risiko Tingkat Es. pagu Risiko strategis 2 (Kepala anggaran (entitas) Perangkat Daerah akan Perangkat Daerahdan per

kegiatan) diriviu dan Kabag/Kabid dimutakhirkan Perangkat Daerah)

(6)

jdih.pontianakkota.go.id Tahapan Tahapan Tahapan Output No. Waktu Manajem en Pelaksana Pengelolaan Pengelolaan Risiko Pemda Risiko

8 Januari – Pelaporan Pelaporan - Kepala Daerah Laporan Februari Keuangan

Pengelolaan

Risiko - Kepala OPD Pengelolaan Tahun 201X+1 Tahun 201X - UPR Tingkat Risiko Tahun Pemda, Tingkat 201X Eselon 2, Tingkat Eselon 3 dan 4 - Unit Kepatuhan - Sekda selaku koordinator

9 Februari – Reviu APIP Evaluasi - Inspektorat (APIP Laporan Evaluasi Maret Tahun pengelolaan risiko Daerah) Pengelolaan 201X+1 oleh APIP Risiko

Penilaian Maturitas - Kepala Daerah Laporan Penilaian SPIP - Kepala OPD Maturitas SPIP

- Inspektorat

(APIP) Daerah

III. PENGELOLAAN RISIKO PEMERINTAH KOTA A. Struktur Pengelolaan Risiko

Struktur pengelolaan risiko Pemerintah Kota Pontianak adalahsebagai berikut:

(7)

jdih.pontianakkota.go.id

Struktur pengelolaan risiko diuraikan sebagai berikut:

(Agar dijelaskan pihak yang mengisi posisi pengelolaan risiko dan tanggung jawab/wewenangnya)

1. Penanggung jawab;

2. Koordinator penyelenggaraan; 3. Unit pemilik risiko;

4. Komite pengelolaan risiko tingkat Pemda 5. Unit kepatuhan; dan

6. Penanggungjawab pengawasan. B. Proses Pengelolaan Risiko

Pengelolaan risiko dilakuka oleh seluruh jajaran manajemen dan segenap pegawai di Lingkungan Pemerintah

Provinsi/Kabupaten/Kota XXX dengan tahapan sebagai berikut:

Diadaptasi dari AS/NZS: 2004

Tahapan proses pengelolaan risiko pemerintah daerah, terinci sebagai berikut : (Agar dijelaskan rincian dan langkah-langkah setiap tahapan, form-form yang digunakan)

1. Identifikasi kelemahan lingkungan pengendalian

a. persiapan penilaian kelemahan lingkungan pengendalian; b. penilaian awal atas kerentanan lingkungan pengendalian

melalui reviu dokumen;

c. survei terhadap lingkungan pengendalian melalui Control EnvirontmentEvaluation (CEE); dan

d. simpulan kelemahan lingkungan pengendalian urusan wajib/pilihan.

2. Penilaian Risiko

a. penetapan konteks/tujuan

1) menetapkan konteks/tujuan dan pemilihan tujuan urusan wajib/pilihan yang akan dilakukan penilaian risiko;

2) persiapan penilaian risiko urusan wajib/pilihan;

a) menetapkan kriteria dan skala dampak dan kemungkinan risiko;dan

(8)

jdih.pontianakkota.go.id

b. identifikasi risiko; c. analisis risiko

1) melakukan analisis dampak dan kemungkinan risiko; 2) memvalidasi risiko;

3) melakukan evaluasi pengendalian yang ada dan yang dibutuhkan;

4) menyusun RTP:

a) merumuskan tindakan untuk mengatasi kelemahan lingkungan pengendalian;

b) merumuskan kegiatan pengendalian yang dibutuhkan dalam rangka mengatasi risiko;

c) menyelaraskan rencana tindak pengendalian;

d) menyusun rancangan informasi dan komunikasi atas RTP; dan

e) menyusun rancangan monitoring dan evaluasi risiko dan RTP.

3. Kegiatan Pengendalian

a. pembangunan infrastruktur yang meliputi penyusunan atau penyempurnaan kebijakan dan prosedur sebagai tindak lanjut dari RTP;dan

b. pelaksanaan kebijakan dan prosedur pengendalian. 4. informasi dan komunikasi

Pengkomunikasian pengendalian yang dibangun. 5. Pemantauan

a. pemantauan atas implementasi pengendalian;dan b. pemantauan kejadian risiko.

IV. PELAPORAN

Dalam rangka mendukung akuntabilitas pengelolaan risiko, pemerintah daerah perlu menyusun laporan terkait dengan pengelolaan risiko berupa Laporan Pelaksanaan Penilaian Risiko dan Laporan Berkala Pengelolaan Risiko Pemerintah Daerah.

a. pelaporan pelaksanaan penilaian risiko

(Agar dijelaskan kapan, siapa yang menyusun laporan dan bentuk pelaporan)

b. pelaporan berkala pengelolaan risiko oleh unit pemilik risiko (Agar dijelaskan kapan, siapa yang menyusun laporan dan bentuk pelaporan)

c. pelaporan berkala pemanatauan pengelolaan risiko oleh unit kepatuhan internal (Agar dijelaskan kapan, siapa yang menyusun laporan dan bentuk pelaporan)

WALIKOTA PONTIANAK, ttd

Referensi

Dokumen terkait

Langkah ARKL yang terakhir adalah karakterisasi risiko yang dilakukan untuk menetapkan tingkat risiko atau dengan kata lain menentukan apakah agen risiko pada

Framework lain yang cukup terkenal adalah COSO dengan delapan pengelolaan komponen risiko, konteksnya adalah terkait dengan sifat dasar strategis,

bahwa Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak Nomor 02 tahun 1992 yang telah dirubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II

(2) Kop naskah dinas perangkat daerah menggunakan lambang daerah berwarna pada bagian kiri atas dan memuat sebutan pemerintah daerah, nama satuan kerja perangkat

Keterkaitan antara tujuan pada masing-masing unit kerja (organisasi) dengan tingkat penilaian risiko disajikan pada Gambar 3.6. Tujuan dari tahap penetapan

Maksud dilakukan penelitian Analisis Tingkat Risiko Dan Mitigasi Bencana Longsor Sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Pada Daerah Rawan Gerakan Tanah di Kecamatan

Risiko selalu ada dan melekat dalam setiap kegiatan Instansi Pemerintah. Namun demikian, para pelaksana kegiatan umumnya kurang menyadari risiko tersebut sehingga tidak dapat

SPIP MRI Instansi Pemerintah telah menentukan prioritas risiko Perangkat Daerah telah menentukan prioritas risiko pada seluruh risiko operasional dan strategis unit kerja yaitu