• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAAN RISIKO FISKAL PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGELOLAAN RISIKO FISKAL PEMERINTAH"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN

PENGELOLAAN RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

PEMERINTAH

PEMERINTAH

PEMERINTAH

PEMERINTAH

PEMERINTAH

PEMERINTAH

PEMERINTAH

PEMERINTAH

Semarang , 12 April 2012

Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal

(2)

OUTLINE

OUTLINE

OUTLINE

OUTLINE

OUTLINE

OUTLINE

OUTLINE

OUTLINE

KONSEP MANAJEMEN RISIKO

Risiko dan Risiko Fiskal

Klasifikasi/Jenis Risiko

RISIKO FISKAL

Definisi Risiko Fiskal

Tujuan Pengelolaan Risiko Fiskal

Perlunya Unit Pengelola Risiko Fiskal

Potensi Sumber Risiko Fiskal

Potensi Sumber Risiko Fiskal

Pengungkapan Risiko Fiskal

Risiko Fiskal dalam NK dan APBN tahun 2012

OVERVIEW BADAN KEBIJAKAN FISKAL

Tugas Pokok dan Fungsi

Peran BKF

UNIT PENGELOLA RISIKO FISKAL

Latar Belakang

Perlunya Unit Pengelola Risiko Fiskal

Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF)

(3)

Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan

3

IDR/USD Exchnage Rate

9070 8,600 8,850 9,100 9,350 9,600 Ja n-07 Fe b-07 Mar -07 Apr -07 May -07 Ju n-07 Jul-0 7 Aug -07 Sep -07 Oct -07 Subprime Effect IDR/USD Exchnage Rate

9070 8,600 8,850 9,100 9,350 9,600 Ja n-07 Fe b-07 Mar -07 Apr -07 May -07 Ju n-07 Jul-0 7 Aug -07 Sep -07 Oct -07 Subprime Effect

GDP growth before and after crisis

-15% -10% -5% 0% 5% 10% 1 9 9 0 1 9 9 1 1 9 9 2 1 9 9 3 1 9 9 4 1 9 9 5 1 9 9 6 1 9 9 7 1 9 9 8 1 9 9 9 2 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 2 0 0 7 2 0 0 8 GDP Grow th Avarage Avarage : 8% Avarage : 4.86%

(4)

the 'effect of uncertainty on objectives‘. It includes both negative and positive impacts on objectives (ISO 31000 : 2009)

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko dan

dan

dan

dan

dan

dan

dan

dan Risiko

Risiko fiskal

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

fiskal

fiskal

fiskal

fiskal

fiskal

fiskal

fiskal

Risiko

the chance of something happening that will have an impact on Objectives (AS/NZS 4360:2004)

4

Risiko

Fiskal

Cebotari, Aliona, dkk (2008)

•“the possibility of deviations in fiscal variables from what was

expected at the time of the budget or other forecast”.

Brixi, Hanna Polackova dan Allen Shick (2002)

•“a source of financial stress that could face a government in the

future”.

Nota Keuangan dan APBN Tahun 2012

•potensi tambahan defisit APBN yang disebabkan oleh sesuatu di luar kendali Pemerintah

(5)

Risiko Pasar

Risiko Keuangan

fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan karena gejolak berbagai variabel makro

Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar

Dalam konteks negara, risiko pasar diartikan sebagai perubahan asumsi makro ekonomi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN.

Klasifikasi

Klasifikasi

Klasifikasi

Klasifikasi

Klasifikasi

Klasifikasi

Klasifikasi

Klasifikasi/

/

/

/

/

/

/Jenis

/

Jenis

Jenis

Jenis Risiko

Jenis

Jenis

Jenis

Jenis

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

Risiko

makro ekonomi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN.

Risiko

Operasional

Risiko Hukum

Risiko yang timbul akibat kelemahan aspek yuridis antara lain

disebabkan adanya tuntutan hukum, tiadanya undang undang yang mendukung atau kelemahan perikatan.

Risiko ini timbul karena tidak berfungsinya proses internal (process factors), adanya kecurangan (human factors) dan kegagalan sistem (system factors).

(6)

Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan

6

IDR/USD Exchnage Rate

9070 8,600 8,850 9,100 9,350 9,600 Ja n-07 Fe b-07 Mar -07 Apr -07 May -07 Ju n-07 Jul-0 7 Aug -07 Sep -07 Oct -07 Subprime Effect IDR/USD Exchnage Rate

9070 8,600 8,850 9,100 9,350 9,600 Ja n-07 Fe b-07 Mar -07 Apr -07 May -07 Ju n-07 Jul-0 7 Aug -07 Sep -07 Oct -07 Subprime Effect

GDP growth before and after crisis

-15% -10% -5% 0% 5% 10% 1 9 9 0 1 9 9 1 1 9 9 2 1 9 9 3 1 9 9 4 1 9 9 5 1 9 9 6 1 9 9 7 1 9 9 8 1 9 9 9 2 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 2 0 0 7 2 0 0 8 GDP Grow th Avarage Avarage : 8% Avarage : 4.86%

(7)

DEFINISI RISIKO FISKAL

DEFINISI RISIKO FISKAL

DEFINISI RISIKO FISKAL

DEFINISI RISIKO FISKAL

1. World Bank (Fiscal Risk Matrix)

Sumber Risiko Fiskal

Tingkat Kepastian Timbulnya Kewajiban

Direct Contingent

Explicit -Utang pemerintah -Dukungan/Jaminan pemerintah

pada proyek kerjasama infrastruktur

Implicit Future health care and social

security financing

-Bencana alam

7 Sumber:Polackova (1998), World Bank (1998)

Pemerintah dihadapkan pada empat jenis risiko fiskal yang merupakan kombinasi dari empat karakteristik :

 Unsur explicit dan implicit: dasar timbulnya kewajiban pemerintah (peraturan /perjanjian yang tersurat atau kewajiban moral yang tidak tersurat).

 Unsur direct dan contigent : gambaran tingkat kepastian timbulnya kewajiban pemerintah

Pemerintah dihadapkan pada empat jenis risiko fiskal yang merupakan kombinasi dari empat karakteristik :

 Unsur explicit dan implicit: dasar timbulnya kewajiban pemerintah (peraturan /perjanjian yang tersurat atau kewajiban moral yang tidak tersurat).

 Unsur direct dan contigent : gambaran tingkat kepastian timbulnya kewajiban pemerintah

(8)

2. International Monetery Fund

Definisi

Definisi

Definisi

Definisi

Definisi

Definisi

Definisi

Definisi Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

(Cont)

(Cont)

(Cont)

(Cont)

 Broadly defined as short- to medium-term variations in the level of

government expenditures, revenues, assets, and liabilities, that are not anticipated in the budget estimates .

 Include assessment of the impact of variations in key assumptions underlying the macroeconomic forecasts, as well as contingent expenditures and other sources of uncertainty that might impact spending and public debt

3. Australia Budget Paper

8

sources of uncertainty that might impact spending and public debt

 Fiscal Risk: General developments or specific events which may have an effect on the fiscal outlook . Fiscal risks may affect expenses and revenue and may be

positive or negative.

 Contingent liabilities: Possible liabilities that may arise from past events but which can only be confirmed by the incidence or non-occurrence of uncertain future events that are not within the control of the entity. They include legal proceedings and disputes, loan guarantees, warranties, indemnities, uncalled capital, and letters of comfort

(9)

TUJUAN PENGELOLAAN

TUJUAN PENGELOLAAN

TUJUAN PENGELOLAAN

TUJUAN PENGELOLAAN

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL

RISIKO FISKAL



Transparansi

pengungkapan risiko fiskal diperlukan

untuk menciptakan keterbukaan

tentang posisi fiskal Pemerintah

9

Kesinambungan APBN

dan untuk lebih menjamin terjaganya

kesinambungan pendapatan negara,

belanja negara, dan pembiayaan

(10)

Perlunya Unit Pengelola

Perlunya Unit Pengelola

Perlunya Unit Pengelola

Perlunya Unit Pengelola

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Kebijakan Kesinambungan Fiskal (Fiscal Sustainability) 1. Max defisit: 3% dari PDB

Untuk menjaga dan memantau keadaan tersebut diperlukan Manajemen Risiko

Fiskal

2. Max Pinjaman Pem : 60% dari PDB Tekanan Risiko Fiskal : Dibentuk Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF)

Dukungan Pemerintah terhadap Proyek Infrastruktur

Dukungan Pemerintah terhadap Proyek Infrastruktur

Perubahan Keadaan Ekonomi Global Perubahan Keadaan Ekonomi Global Aksi Korporasi BUMN

(11)

Potensi Sumber Risiko

Potensi Sumber Risiko

Potensi Sumber Risiko

Potensi Sumber Risiko

Fiskal

Fiskal

Fiskal

Fiskal

Dukungan Pemerintah terhadap Proyek Infrastruktur:

Surat dukungan Pemerintah (guarantee letter, Confirmation note, dll)

Dukungan Pemerintah lainnya (Viability Gap Fund/VGF, Subsidi bunga kredit investasi, dll)

Perubahan Keadaan Ekonomi Global: Perubahan Keadaan Ekonomi Global:

Perubahan harga komoditas (khususnya minyak mentah)

Kondisi ekonomi global

Perubahan rating Pemerintah, dll.

Aksi Korporasi BUMN:

Investasi (Pinjaman Komersial Luar Negeri, Penyertaan Modal Negara, Privatisasi[IPO]) Inefisiensi BUMN (PMN, Restrukturisasi) Kebijakan yang mengikat BUMN (PSO)

(12)

Pengungkapan

Pengungkapan

Pengungkapan

Pengungkapan Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Risiko Fiskal

Mulai tahun 2008, di dalam nota keuangan yang disampaikan Pemerintah kepada DPR dicantumkan subbab mengenai risiko fiskal.

Mulai tahun 2008, di dalam nota keuangan yang disampaikan Pemerintah kepada DPR dicantumkan subbab mengenai risiko fiskal.

Subbab ini memberikan informasi mengenai risiko fiskal yang dihadapi oleh pemerintah tahun anggaran yang bersangkutan, termasuk mencantumkan di dalamnya mengenai kewajiban kontinjensi.

Subbab ini memberikan informasi mengenai risiko fiskal yang dihadapi oleh pemerintah tahun anggaran yang bersangkutan, termasuk mencantumkan di dalamnya mengenai kewajiban kontinjensi.

12

dalamnya mengenai kewajiban kontinjensi. dalamnya mengenai kewajiban kontinjensi.

Subbab ini akan terus dicantumkan pada Nota

Keuangan tahun 2009 dan tahun-tahun berikutnya.

Subbab ini akan terus dicantumkan pada Nota

Keuangan tahun 2009 dan tahun-tahun berikutnya.

Pengungkapan risiko fiskal memiliki empat tujuan:

• peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan

(stakeholder) dalam pengelolaan kebijakan fiskal,

• meningkatkan keterbukaan (transparency) fiskal ,

• meningkatkan tanggung jawab (accountability) fiskal,

• menciptakan kesinambungan fiskal (fiscal sustainability).

Pengungkapan risiko fiskal memiliki empat tujuan:

• peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan

(stakeholder) dalam pengelolaan kebijakan fiskal,

• meningkatkan keterbukaan (transparency) fiskal ,

• meningkatkan tanggung jawab (accountability) fiskal,

(13)

Risiko Fiskal dalam Nota

Keuangan dan APBN Tahun 2012

Analisis Sensitivitas

•Pengaruh dinamika ekonomi makro terhadap APBN dapat digambarkan dalam suatu analisis sensitivitas.

•Dalam analisis ini, indikator-indikator ekonomi makro memengaruhi APBN secara langsung terhadap perubahan besaran-besaran pendapatan, belanja, dan

pembiayaan yang bermuara pada perubahan besaran defisit APBN dan secara tidak langsung melalui kontribusi BUMN terhadap APBN.

Risiko Utang Pemerintah

Risiko Utang Pemerintah

•Interest Rate Risk: potensi tambahan beban anggaran akibat perubahan tingkat bunga di pasar yang berpotensi meningkatkan biaya pemenuhan kewajiban utang Pemerintah.

•Exchange Rate Risk: potensi peningkatan beban kewajiban Pemerintah dalam memenuhi kewajiban utang akibat peningkatan kurs nilai tukar valuta asing terhadap mata uang Rupiah.

•Refinancing Risk: potensi naiknya tingkat biaya utang pada saat melakukan pembiayaan kembali (refinancing).

(14)

Risiko Fiskal dalam Nota

Keuangan dan APBN Tahun 2012

Kewajiban Kontinjensi Pemerintah Pusat

• Kewajiban kontinjensi merupakan kewajiban potensial bagi Pemerintah

yang timbul akibat adanya peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi

pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya suatu peristiwa (event), yang

tidak sepenuhnya berada dalam kendali Pemerintah.

• Terealisasinya kewajiban kontinjensi merupakan risiko fiskal bagi

• Terealisasinya kewajiban kontinjensi merupakan risiko fiskal bagi

Pemerintah karena mengakibatkan terjadinya tambahan pengeluaran.

Desentralisasi Fiskal

• Risiko fiskal dari kebijakan desentralisasi fiskal diantaranya bersumber dari:

• kebijakan alokasi dana transfer ke daerah,

• kebijakan pemekaran daerah,

• pinjaman daerah, serta

• pengalihan pajak pusat menjadi pajak daerah, yaitu BPHTB serta

PBB-Perdesaan dan Perkotaan.

(15)

Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan

15

IDR/USD Exchnage Rate

9070 8,600 8,850 9,100 9,350 9,600 Ja n-07 Fe b-07 Mar -07 Apr -07 May -07 Ju n-07 Jul-0 7 Aug -07 Sep -07 Oct -07 Subprime Effect IDR/USD Exchnage Rate

9070 8,600 8,850 9,100 9,350 9,600 Ja n-07 Fe b-07 Mar -07 Apr -07 May -07 Ju n-07 Jul-0 7 Aug -07 Sep -07 Oct -07 Subprime Effect

GDP growth before and after crisis

-15% -10% -5% 0% 5% 10% 1 9 9 0 1 9 9 1 1 9 9 2 1 9 9 3 1 9 9 4 1 9 9 5 1 9 9 6 1 9 9 7 1 9 9 8 1 9 9 9 2 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 2 0 0 7 2 0 0 8 GDP Grow th Avarage Avarage : 8% Avarage : 4.86%

(16)

Melaksanakan

Melaksanakan analisisanalisis didi bidangbidang kebijakankebijakan fiskalfiskal, , dan kerja sama dan kerja sama internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri internasional sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan

Keuangan, , dandan berdasarkanberdasarkan peraturanperaturan perundangperundang--undanganundangan yang yang berlaku

berlaku..

1. perumusan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro serta proyeksi ekonomi makro;

2. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN, Laporan Semester I

BKF : TUGAS & FUNGSI

2. penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN, Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN, RAPBN Perubahan, bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden, Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD, jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang ekonomi makro, pendapatan negara, belanja negara dan risiko fiskal;

3. analisis, perumusan rekomendasi dan evaluasi kebijakan pendapatan negara, belanja negara, dan ekonomi dan keuangan;

4. analisis, perumusan rekomendasi dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi dan keuangan, risiko BUMN, dan risiko dukungan pemerintah;

5. analisis dan perumusan rekomendasi terhadap kelayakan pemberian dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur;

6. analisis, perumusan rekomendasi dan pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional;

(17)

Peran BKF

(PMK 44/2007 & PMK 100/2008)

MENKEU

Perumusan Rekomendasi

Proses Bisnis

Perumusan Kebijakan Fiskal

BKF mengkoordinasikan

pembahasan dengan

DPR RI atas :

Pokok Pokok

Kebijakan Fiskal

BKF

 Koordinasi  Evaluasi Rekomendasi Kebijakan Perumusan feedback

Kebijakan Fiskal

Asumsi Makro

Pendapatan Negara

Defisit dan

Pembiayaan Anggaran

Risiko Fiskal

Unit

Eselon I

(18)



Latar Belakang



Perlunya Unit Pengelola Risiko Fiskal

2. UNIT PENGELOLAAN RISIKO FISKAL



Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF)



Skema Pengelolaan Risiko Fiskal

(19)

Pengalaman Great Depression 30-an



Pemulihan berlangsung dalam waktu 10 tahun, 1929-1940.

Black Thursday, 1929

19

Black Thursday, 1929

1930-1935 setiap tahun PHK 3 juta

(20)

Pengalaman Krisis 1998



Periode Pemulihan 5 tahun, 1998-2003

Krisis Moneter dan Pasar Uang, 1997

Mahasiswa turun ke jalan & Soeharto jatuh

1998

Likuidasi 16 Bank Nasional, 1997

Pemulihan: keluar dari Program IMF, 2003 1998

Belajar dari pengalaman krisis…..

 Mulai tahun 2008, di dalam nota keuangan yang disampaikan Pemerintah kepada DPR dicantumkan subbab mengenai risiko fiskal.

 Subbab ini memberikan informasi mengenai risiko fiskal yang dihadapi oleh pemerintah tahun anggaran yang bersangkutan, termasuk mencantumkan di dalamnya mengenai kewajiban kontinjensi.

 Subbab ini akan terus dicantumkan pada Nota Keuangan tahun 2009 dan tahun-tahun berikutnya.

(21)

Mengambil pelajaran dari krisis 1997/1998, Kemenkeu (BKF)

membangun EWS dan Model Sensitivitas Dampak Fiskalnya

EWS

(Early Warning

System)

Real Time

Monitoring

•IHSG dan Nilai Tukar Rupiah

•Pertumbuhan GDP

•Net Selling Saham BEI

•Net Selling Obligasi Pemerintah

•Yield Spread Global Bond RI

•Nilai Ekspor dan Impor

Model Dana Cadangan Risiko

Fiskal Model Analisis Risiko Dukungan Pemerintah :

Penyediaan Infrastruktur

Penyusunan Asumsi APBN dan Revisi Asumsi APBN

•Nilai Ekspor dan Impor

Model Analisis Risiko Ekonomi Model Sensitivitas Asumsi Makro Infrastruktur APBN : Penerimaan, Belanja, Pembiayaan dan

(22)

Mengapa Perlu Unit Pengelola Risiko Fiskal ?

Kebijakan

Kesinambungan Fiskal

(Fiscal Sustainability)

1. Max defisit:

3% dari PDB memantau keadaanUntuk menjaga dan

tersebut diperlukan Manajemen Risiko Fiskal 2. Max Pinjaman Pem :

60% dari PDB

Tekanan Risiko Fiskal :

Dibentuk Pusat

Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF)

Dukungan Pemerintah terhadap Proyek Infrastruktur

Dukungan Pemerintah terhadap Proyek Infrastruktur

Perubahan Keadaan Ekonomi Global Perubahan Keadaan Ekonomi Global

Aksi Korporasi BUMN Aksi Korporasi BUMN

(23)

Struktur Organisasi Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal

Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal Bidang Rekomendasi Pengelolaan Risiko Bidang Analisis Risiko Ekonomi, Keuangan dan Bidang Peraturan Pengelolaan Risiko Fiskal Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah Bidang Analisis Risiko BUMN

Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis, perumusan rekomendasi, dan evaluasi pengelolaan risiko ekonomi, keuangan, sosial, BUMN, dan dukungan pemerintah (Proyek Infrastruktur & Investasi Pemerintah).

Pengelolaan Risiko Fiskal Keuangan dan Sosial Pengelolaan Risiko Fiskal Risiko Dukungan

(24)

Terima Kasih

24 24

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

c. Penilaian seorang guru terhadap siswa-siswanya. Mutu barang yang diproduksi. Jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 1990 menurun. Banyak kendaraan roda dua yang

Koefisien korelasi parsial adalah ukuran yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel acak pada korelasi biasa dengan mengkaji pengaruh beberapa

Merode Pemulusan ( smoothing ) adalah metode peramalan dengan mengadakan penghalusan atau pemulusan terhadap data masa lalu yaitu dengan mengambil rata- rata dari

audiovisual sedangkan pendampingan diberikan untuk membantu guru-guru dalam berlatih mendesain membuat layout, animasi, efek warna, membuat kontras, memasukkan

Infrastruktur yang saling terhubung nantinya akan siap melayani pemrosesan transaksi domestik dengan menggunakan berbagai instrumen, dimulai dari ATM/debit, diikuti

Manfaat praktis hasil penelitian ini diharapkan memperjelas sumbangan efektif nilai-nilai agama terhadap pekerja yang mempunyai sikap moral dalam bekerja yang tinggi yang

Code yang kebanyakan berada di daerah Kota Yogyakarta (Gambar 3b), air sudah mulai berubah warna menjadi agak coklat keruh, agak berbau, dan di bantaran

Sekalipun demikian, tulisan ini tidak cukup hanya menampilkan posisi kekurangterwakilan perempuan Minang dalam realitas politik, tetapi juga menyinggung posisi