• Tidak ada hasil yang ditemukan

Y. Ariesanti, F. Sandra, L. Astuti, M.N.P. Lubis, C. Cloudya P., dan Irvan Septrian S.P.R.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Y. Ariesanti, F. Sandra, L. Astuti, M.N.P. Lubis, C. Cloudya P., dan Irvan Septrian S.P.R."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1 Diterima November 2020 Revisi Maret 2021 Disetujui Maret 2021 Terbit Online Maret 2021 *Penulis Koresponden: yessy.ariesanti@tris akti.ac.id

Kesehatan dan Mencegah Infeksi Rongga Mulut Selama

Pandemi Covid-19

Community Empowerment in Improving Health and

Preventing Oral Cavity Infections During the Covid-19

Pandemic

Yessy Ariesanti

1*

, Ferry Sandra

2

, Luki Astuti

3

, M. Novo P. Lubis

4

,

Caesary Cloudya P

5

, Irvan Septrian S.P.R.

1

1Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat 11440, Indonesia 2Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat 11440, Indonesia

3Bagian Periodonti, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat 11440, Indonesia 4Bagian Radiologi Dental, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat 11440, Indonesia 5Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat - Pencegahan, Jl. Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat

11440, Indonesia

Abstrak

Pandemi Covid-19 berdampak pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Kunjungan ke dokter gigi selama pandemi disarankan untuk kasus-kasus darurat seperti infeksi. Edukasi pada masyarakat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah infeksi pada rongga mulut. Bahan alam seperti larutan air garam memiliki efek antiseptik dan rebusan daun sirih memiliki efek bakterisid, antioksidan dan antijamur sehingga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan dan mengatasi infeksi ringan rongga mulut. PkM ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pendidikan dan latihan menjaga kesehatan dan mencegah infeksi rongga mulut dengan cara menyikat gigi yang benar, penggunaan obat kumur larutan air garam dan rebusan daun sirih. Kegiatan diikuti oleh 31 anggota komunitas Pemuda Pancasila sebagai kader di Kabupaten Bogor yang terdiri dari pelajar SMA/sederajat, D4 dan S1 dengan pekerjaan wirausaha, wiraswasta dan karyawan. Kegiatan dilakukan secara daring (Zoom), diawali pre-test, pemaparan materi pendidikan dan latihan, kemudian diakhiri post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukan peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai 56 menjadi 81. Usia dewasa (74%) dan remaja (26%), pendidikan terakhir SMA/sederajat (74%), D4 (3%), S1 (23%), belum bekerja (55%), wirausaha (6%), wiraswasta (29%) dan karyawan (10%). Kesimpulan: Pendidikan dan latihan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat diterapkan oleh komunitas sebagai kader masyarakat Kabupaten Bogor.

Kata Kunci:

● Covid-19

● Infeksi rongga mulut

● larutan kumur

Keywords:

Covid-19

Oral Cavity Infection

Mouthwash Abstract

The Covid-19 pandemic has an impact on dental and oral health services. Visits to the dentist during the pandemic are recommended for emergency cases such as infection. Education in the community is needed to maintain health and prevent infection of the oral cavity. Natural ingredients such as salt-water solution have antiseptic effect and betel leaf decoction has bactericidal, antioxidant and antifungal effects so that it can be used to overcome mild infections of the oral cavity. PkM aims to empower the community by providing education and exercises to maintain health and prevent infection of the oral cavity by brushing teeth correctly, the use of salt-water solution and betel leaf decoction. The activity was attended by 31 members of the Pemuda Pancasila cadres in Bogor Regency consisting of high school students, D4 and S1 with entrepreneurial, self-employed and employee jobs. The activity is conducted online (Zoom), starting with pre-test, exposure of educational materials and exercises, then ending post-test. Pre-test and post-test results showed an increase in participants' knowledge with an average score of 56 to 81. Adult age (74%) and adolescents (26%), students (74%), D4 (3%), S1 (23%), unworked (55%), entrepreneur (6%), self-employed (29%) and employees (10%). Conclusion: Education and training to maintain dental and oral health can be applied by the community as a cadre of Kabupaten Bogor community.

(2)

2

1. PENDAHULUAN

Kasus corona yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tengah mewabah dunia, khususnya pada Indonesia. Saat ini, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, diketahui bahwa hingga tanggal 24 Juli 2020, jumlah penderita terkonfirmasi sebanyak 93,657, positif sebanyak 36,917 orang, jumlah sembuh sebanyak 52,164 orang dan yang meninggal sebanyak 4,576 orang (SATGAS Penanganan Covid-19, 2020). Provinsi Jawa Barat termasuk dalam salah satu dari lima Provinsi yang memiliki angka kasus corona tertinggi di Indonesia dan cenderung terus meningkat. Total jumlah kasus di Provinsi Jawa Barat adalah 5.824 kasus (Juli 2020), dengan rentang usia 0 hingga di atas 70 tahun. Jumlah terbanyak berada di antara 40-49 tahun, dan tidak terpaut pada jenis kelamin (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19, Provinsi Jawa Barat, [Pikobar] 2020). Salah satu kabupaten dengan kasus tertinggi di Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Bogor, menduduki peringkat ke empat dari 27 kota/kabupaten yang dinyatakan sebagai zona merah pada Provinsi Jawa Barat (Gambar 1). Hal ini disebabkan karena masih banyak masyarakat Kabupaten Bogor yang belum memahami cara penularan dan pencegahan Covid-19. (Fatbun, 2020; Fauzy, 2020)

Seperti yang sudah diketahui transmisi penularan utama Covid-19 dapat melalui percikan atau droplets yang dapat dihasilkan saat seseorang berbicara atau bersin dan batuk, maka perlu pembatasan fisik dan penggunaan masker di era pandemi ini. Masyarakat dianjurkan menjaga jarak minimal satu meter satu sama lain untuk mencegah terjadinya transmisi virus antar individu. Tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik merupakan salah satu tempat yang ramai didatangi dan memiliki resiko tinggi

terjadinya penularan (Umasugi, 2020; Ahli AS, 2020). Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat perlu agar tidak terjadi infeksi pada rongga mulut, maka masyarakat perlu mengetahui dan memahami beberapa cara sederhana dalam mencegah dan mengatasi infeksi rongga mulut selama pandemi Covid-19, sehingga kerumunan di tempat pelayanan kesehatan dapat dikurangi hanya pada kasus-kasus darurat yang tidak dapat diatasi secara mandiri. Beberapa cara menjaga kesehatan dan mencegah infeksi rongga mulut yang perlu diterapkan masyarakat selama pandemi yaitu mencuci tangan pakai sabun dengan benar, cara menyikat gigi dengan benar, dan cara membuat larutan kumur dari bahan alam seperti larutan garam dan rebusan daun sirih. Mencuci tangan merupakan salah satu kewajiban dimasa pandemi ini, karena tangan merupakan salah satu media transmisi pertukaran kuman, virus dan bakteri dari satu individu ke individu lainnya. WHO dan Kemenkes menganjurkan melakukan enam langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan anjuran lima waktu penting CTPS yaitu, setiap sebelum makan, setelah BAB, sebelum menyusui, dan setelah beraktifitas (Kemenkes RI, 2020). Upaya dalam menjaga kebersihan rongga mulut maka masyarakat perlu diajarkan tentang teknik dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar. Masih banyak masyarakat indonesia yang menyikat gigi dengan arah horizontal dengan tekanan kuat, dan waktu menyikat gigi yang kurang tepat. Waktu menyikat gigi yang dianjurkan oleh para dokter gigi adalah di pagi hari setelah sarapan dan pada malam hari sebelum tidur, dengan teknik menyikat gigi memutar 45° menghadap gusi, dengan tekanan ringan sampai sedang dan dilakukan selama 2-3 menit untuk mencegah pengikisan atau abrasi pada gigi (Sintanaya, 2017).

(3)

3

Gambar 1. Zona merah pada Kabupaten Bogor. (Pikobar, 24 Juli 2020).

Infeksi rongga mulut yang umum terjadi pada masyarakat Indonesia adalah, peradangan gusi atau yang disebut dengan

gingivitis yang dapat menyebabkan gusi

mudah berdarah dan bau pada mulut merupakan keluhan utama yang paling sering menjadi alasan utama seseorang pergi ke dokter gigi untuk mencari pengobatan (Khoiriyah, 2019). Salah satu cara untuk menghindari dan mengurangi terjadinya penularan dari pasien dengan gejala maupun tanpa adanya gejala (OTG) yaitu masyrakat dianjurkan untuk tidak melakukan kunjungan ke dokter gigi bila tidak berada dalam kondisi yang darurat (Siyahailatua, 2020).

Masih kurangnya pengetahuan masyarakat di Kabupaten Bogor mengenai penularan Covid-19, kesehatan gigi dan mulut serta infeksi pada rongga mulut, mengakibatkan masih banyak masyarakat yang melakukan kunjungan ke dokter gigi atau pelayanan fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu masih banyak masyarakat yang mengobati infeksi rongga mulut dengan membeli obat antibiotik secara bebas tanpa resep dokter. Kondisi ini dapat diminimalisir bila masyarakat pada zona merah khususnya Kabupaten Bogor memiliki pengetahuan

mengenai penularan Covid-19, menjaga kesehatan gigi dan mulut, infeksi rongga mulut dan cara mengatasinya. Kebiasaan penggunaan obat antibiotik dapat diatasi dengan pemberian edukasi mengenai efek penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi pada bakteri sehingga antibiotik tidak lagi berpengaruh dan akan sangat merugikan bagi tubuh (Tristiawati, 2020). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi ringan rongga mulut yaitu dengan menggunakan obat kumur. Beberapa bahan alam yang mudah diperoleh selama masa pandemi dan dapat digunakan sebagai obat kumur yaitu larutan air garam hangat dan rebusan air daun sirih.

Berkumur dengan menggunakan larutan kumur air garam hangat terbukti berkhasiat secara kimia membantu mengatasi infeksi pada rongga mulut seperti peradangan pada gusi. Hal ini disebabkan karena adanya efek antiseptik (Aravinth dkk, 2017). Menurut Cawson & Spector (1982) larutan kumur air garam hangat (NaCl) dengan konsentrasi 0.9 - 2% memiliki sifat antiseptik yang bersifat hipertonik yang dapat menarik air dari sel bakteri sehingga mengakibatkan sel tersebut mengalami lisis dan mati. Penggunaan

(4)

4 larutan kumur air garam hangat sebagai obat

kumur juga dapat meningkatkan aliran darah secara lokal pada mukosa mulut sehingga memberikan efek vasodilatasi pada pembuluh darah, menyebabkan sel-sel pertahanan akan terangsang dan terlokalisir di daerah yang mengalami peradangan (Kurniawati, 2011). Larutan kumur air rebusan daun sirih memiliki efek bakterisid, antioksidan dan antijamur, karena daun sirih mengandung betlephenol, seskuiterpen, hidroksikaviko, cavibetol, estragol, eugenol, karvakol dan kaviko (Kurniawati, 2011). Larutan kumur air rebusan daun sirih juga terbukti mengurangi jumlah bakteri pada rongga mulut dan memiliki efektifitas yang sama dengan beberapa merek obat kumur

dipasaran yang mengandung

Cetylpyridinium chloride (Gema dkk, 2016;

Yanti, 2016).

Identifikasi masalah pada Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah: 1. Kurangnya pengetahuan komunitas

Pemuda Pancasila di Kabupaten Bogor mengenai Covid-19, penularan dan pencegahanya.

2. Kurangnya pengetahuan komunitas Pemuda Pancasila mengenai kesehatan dan infeksi rongga mulut serta pencegahannya selama pandemi Covid-19 menyebabkan kunjungan ke pelayanan kesehatan selama pandemi tidak dapat dihindari.

3. Masih banyaknya masyarakat yang membeli obat antibiotik secara bebas tanpa resep dokter.

Adanya beberapa permasalahan tersebut maka dilakukan PkM pada komunitas Pemuda Pancasila sebagai kader masyarakat di Kabupaten Bogor dengan tujuan sebagai berikut:

1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kabupaten Bogor mengenai Covid-19 serta penularan dan pencegahannya.

2. Meningkatkan kemampuan masyarakat di Kabupaten Bogor agar mengetahui cara untuk mencegah dan mengatasi infeksi ringan rongga mulut selama pandemi Covid-19 dengan cara pendidikan dan latihan cuci tangan dan menyikat gigi dengan benar serta penggunaan larutan kumur air garam hangat dan air rebusan daun sirih, sehingga kunjungan ke fasilitas kesehatan sebagai salah satu resiko tertularnya virus Covid-19 dapat dihindari, dan program PSBB yang diterapkan oleh pemerintah dapat optimal.

3. Memberikan edukasi untuk mengindari kebiasaan pembelian antibiotik tanpa resep dokter sehingga mengurangi risiko terjadinya resistensi antibiotik.

2. METODE

Kegiatan PkM dilakukan secara daring

dengan menggunakan aplikasi

telekonferensi Zoom, sebagai bentuk kepatuhan terhadap anjuran Permenkes nomor 9 tahun 2020, tentang pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan

Corona Virus Disease 2019. Sebelum

dilakukan pendidikan dan pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat, yaitu komunitas Pemuda Pancasila sebagai kader, dilakukan persiapan PkM seperti diagram alir pada Gambar 2. Diagram ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi permasalahan pada mitra. Materi pendidikan dan latihan diberikan dalam bentuk PPT, pemutaran video dan diskusi interaktif. Sebelum dan setelah kegiatan PkM diberikan kuesioner sebagai pre-test dan

post-test sehingga dapat diketahui tingkat

(5)

5

Gambar 2. Diagram alir tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan PkM pada Komunitas Pemuda Pancasila sebagai kader masyarakat di Kabupaten Bogor.

2.1 Sasaran Pengabdian Kepada

Masyarakat (PkM) Sebagai Kader

Masyarakat Kabupaten Bogor

Dari hasil pencarian data dan survei melalui situs SATGAS Penanganan Covid-19 dan PIKOBAR diputuskan daerah sasaran PkM kali ini adalah masyarakat pada zona merah Kabupaten Bogor. Hal ini sesuai dengan permohonan dari komunitas Pemuda Pancasila (PP) selaku kader masyarakat di Kabupaten Bogor, untuk dilakukan penyuluhan dan pelatihan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut selama pandemi Covid-19.

Indikator kompetensi komunitas PP sebagai kader masyarakat di Kabupaten Bogor dievaluasi dari hasil pre-test dan

post-test mengenai pengetahuan tentang

Covid-19, infeksi rongga mulut dan

pencegahannya, serta pemahaman para kader pada saat pelatihan cara enam langkah cuci tangan menurut WHO, teknik menyikat gigi yang benar, cara membuat larutan kumur air garam hangat dan rebusan daun sirih.

2.2 Pelaksanaan PkM

Pelaksanaan PkM dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Trisakti ini dilaksanakan pada hari Minggu 2 Agustus 2020 dengan susunan acara pada tabel 1. Kegiatan ini dilakukan secara daring (Zoom) dan dihadiri oleh 31 peserta. Sebanyak 26 peserta menghadiri secara daring dari lokasi kediaman masing-masing dan lima peserta lainya menghadiri secara daring dari kantor komunitas PP, di Gedung

(6)

6 Pemuda, Kabupaten Bogor (Gambar 3).

Panitia pelaksana PkM memberikan pendidikan dan pelatihan melalui zoom dari kediaman masing-masing.

Tabel 1. Jadwal pelaksanaan PkM yang dilakukan secara daring (Zoom)

Gambar 3. Lokasi kantor komunitas PP di Gedung Pemuda Kabupaten Bogor.

2.3 Metode Pelaksanaan PkM

Pendidikan dan latihan pada PkM ini menggunakan metode kuliah interaktif dengan pemaparan materi dan pelatihan 6 langkah CTPS menurut WHO, cara menyikat gigi yang benar, pemutaran video tutorial pembuatan larutan air kumur garam hangat dan rebusan air daun sirih. Selanjutnya diberikan pelatihan secara langsung melalui zoom tentang cara enam

langkah CTPS dan cara menyikat gigi yang benar dengan menggunakan set alat kebersihan diri yang sudah didistribusikan kepada peserta sebelum pelaksanaan PkM. Beberapa alat tersebut yaitu terdiri dari sikat gigi, pasta gigi, sabun cair dan masker kain. Materi pendidikan dan latihan terdiri dari:

1. Covid-19 secara umum.

2. Infeksi sederhana pada rongga mulut 3. Bahaya penggunaan antibiotik tanpa

pengawasan dokter.

4. Enam langkah mencuci tangan menurut WHO.

5. Teknik menyikat gigi yang baik dan benar.

6. Cara pembuatan larutan air kumur garam hangat untuk mengobati masalah gigi dan mulut dimasa pandemi.

7. Cara membuat larutan kumur air rebusan daun sirih untuk mengobati masalah gigi dan mulut dimasa pandemi.

Empat hari sebelum dilaksanakan PkM (Rabu, 29 Juli 2020), tim PkM telah menyerahkan peralatan kesehatan dan kebersihan diri (masker kain, pasta gigi, sikat gigi dan sabun cair) kepada perwakilan komunitas PP untuk di distribusikan kepada seluruh peserta PkM agar dapat digunakaan pada saat pelatihan cara cuci tangan dan menyikat gigi.

Pada saat pelaksanaan PkM hari Minggu, 2 Agustus 2020 para peserta diminta mengisi pre-test berupa pilihan ganda, untuk mengetahui pengetahuan para peserta mengenai kesehatan gigi dan mulut dimasa pandemi. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pendidikan dan latihan cara mencuci tangan serta menyikat gigi yang benar. Kegiatan PkM diakhiri dengan post-test berupa pilihan ganda dengan soal yang sama dengan pre-test untuk evaluasi perubahan sikap dan pengetahuan peserta tentang kesehatan gigi dan mulut dimasa pandemi.

No Waktu Acara 1 8.30-9.00 Persiapan peserta memasuki Zoom 2 9.00 -9.30 Pembukaan Sambutan oleh: 1. Ketua Panitia PKM 2. Ketua Pemuda Pancasila

Kab. Bogor Foto Bersama 3 9.30 – 9.40 Doa Bersama 4 9.40 – 11.15

Pemberian materi oleh narasumber

Pemutaran Video Pelatihan 5 11.15 – 11.45 Tanya Jawab

6 11.45 – 12.00 Postest 7 12.00 – 12.10 Penutupan

(7)

7

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah pengumpulan data dan pemilihan sasaran mitra, tim PkM mulai melakukan persiapan dan koordinasi dengan pembuatan surat kerjasama antara komunitas PP Kabupaten Bogor dan FKG Usakti untuk dilaksanakan pendidikan dan latihan sederhana dalam mencegah dan mengatasi infeksi rongga mulut selama pandemi Covid-19 kapada komunitas PP Kabupaten Bogor sebagai kader masyarakat di Kabupaten Bogor, yang di wakili oleh bapak Fuad K, ST selaku ketua SAPMA PP Kabupaten Bogor (Gambar 4).

Persiapan dimulai dari: 1. Pembuatan proposal 2. Penyusunan materi 3. Pembuatan video tutorial 4. Pembuatn e-poster dan flyer 5. Pembelian alat kesehatan 6. Pendistribusian alat kesehatan

Gambar 4. Surat permintaan pelaksanaan dari komunitas Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor.

Setelah seluruh rangkaian persiapan dilakukan, tim PkM melakukan kunjungan ke kantor komunitas PP di Kabupaten Bogor untuk melakukan survey tempat, briefing

dan penyerahan alat kesehatan yang akan di gunakan pada saat pendidikan dan latihan pada hari Minggu 2 Agustus 2020 (Gambar 5).

Pada hari pelaksanaan (Minggu, 2 Agustus 2020) satu orang perwakilan tim PkM melakukan persiapan pendidikan dan latihan di kantor komunitas PP yang bertempat di Gedung Pemuda, Kabupaten Bogor. Pelaksanaan PkM dihadiri oleh 31 peserta dari komunitas PP secara daring (Gambar 6).

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang dibuka oleh ketua tim PkM yaitu drg. Yessy Ariesanti, Sp.BM dan ketua komunitas PP Kabupaten Bogor, bapak Muhammad Yunus, PBA yang kemudian dilanjutkan dangan pemberian pre-test kepada peserta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan para peserta mengenai Covid-19 dan kesehatan gigi dan mulut dimasa pandemi. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi kuliah interaktif yang dibawakan oleh narasumber dari FKG Usakti (Gambar 7), mengenai Covid-19 secara umum mulai dari cara penyebaran, gejala-gejala orang yang positif terkena corona, dan langkah-langkah pencegahan tertular virus Covid-19 seperti physical

distancing, rajin mencuci tangan dan

menggunakan masker bila berpergian. Materi dilanjutkan dengan infeksi rongga mulut sederhana yang sering terjadi seperti karies atau gigi berlubang, kemudian infeksi pada jaringan penyangga gigi seperti

gingivitis, periodontitis dan komplikasi

infeksi yang lebih berat sehingga menyebabkan terjadinya abses. Materi lainnya yaitu penjelasan tentang bahaya penggunaan obat antibiotik secara bebas tanpa pengawasan dokter yang dapat menyebabkan resistensi bakteri sehingga obat antibiotik tidak dapat lagi bekerja dengan maksimal terhadap bakteri dalam tubuh.

Materi tentang cara pencegahan pada masalah yang sudah dipaparkan diatas

(8)

8 adalah dengan menjaga kebersihan tangan

dengan melakukan enam langkah CTPS menurut WHO, mulai dari membasuh tangan dengan air mengalir, menggunakan

sabun atau cairan antiseptik, kemudian langkah-langkah cuci tangan dimulai dari menggosokan kedua telapak tangan, lalu

Gambar 5. Tim PkM melakukan survey dan penyerahan alat kesehatan untuk pelatihan kepada ketua komunitas Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor.

Gambar 6. Pelaksanaan pendidikan dan latihan secara daring dengan media aplikasi telekonferensi Zoom.

gosok kedua punggung tangan, gosok sela-sela jari, kemudian kunci kedua tangan dan gerakan dengan arah memutar, lalu gosok kedua ibu jari kanan dan kiri, dan terakhir usapkan ujung kuku ke telapak tangan, dan basuh dengan air mengalir lalu keringkan (Gambar 8). Dilanjutkan dengan penjelasan teknik cara menyikat gigi yang baik dan benar, dilakukan dua kali sehari setiap habis sarapan dan sebelum tidur, dengan gerakan memutar dengan arah bulu sikat 45° kearah gusi (Gambar 9).

Setelah materi pencegahan dilanjutkan dengan materi pengobatan sederhana dengan penjelasan cara pembuatan larutan kumur dari bahan alam yang mudah didapatkan dimasa pandemi ini, yaitu menggunakan

garam sebagai bahan larutan air kumur dengan cara melarutkan garam dapur sebanyak ¼ - ½ sendok teh (1,2 – 2,4 gr) dengan 1 gelas cangkir (200 – 250 ml) air hangat (±40°C), lalu aduk hingga seluruh garam larut, kemudian kumurkan sekitar 15 detik lalu seluruh larutan dibuang, dan proses kumur bisa diulang sampai larutan pada gelas habis.

Bahan alam kedua yang dapat digunakan sebagai larutan kumur adalah rebusan air daun sirih, cara membuatnya dengan sebanyak 8 lembar daun sirih (± 25 gram), dimasukkan ke dalam 500 ml air (2 gelas air), kemudian direbus sampai air rebusan berkurang menjadi setengahnya), (250 ml / 1 gelas). Setelah berkurang, air

(9)

9 rebusan diangkat dan didiamkan sampai

dingin, baru dikumurkan selama 30 detik.

Gambar 7. Penjelasan materi PkM oleh para narasumber.

Gambar 9. Teknik menyikat gigi yang baik dan benar dengan metode Bass.

(Sumber: European Journal of Molecular &

Clinical Medicine, 2020)

Gambar 8. 6 Langkah CTPS menurut WHO.

Setelah rangkaian materi pendidikan berakhir, acara dilanjutkan dengan pemutaran pelatihan enam langkah CTPS dan teknik menyikat gigi dengan mengajak para peserta untuk mempraktikan secara langsung cara cuci tangan yang benar (Gambar 10) dan cara menyikat gigi yang benar (Gambar 11) dengan menggunakan

sabun cair, sikat gigi dan pasta gigi yang sudah didistribusikan empat hari sebelum pelaksanaan PkM (Rabu, 29 Juli 2020).

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan tim PkM, serta pengisian post-test sebagai bahan evaluasi pengetahuan dan perubahan sikap peserta terhadap kesehatan gigi dan mulut di masa

(10)

10

Gambar 10. Peserta PkM mempraktikan 6 langkah CTPS dipandu oleh panitia PkM.

Gambar 11. Peserta PkM melakukan pelatihan cara menyikat gigi yang baik dan benar dipandu oleh panitia PkM.

Skor rata-rata dari pre-test adalah 56 dengan 30 sebagai skor terendah dan 75 sebagai skor tertinggi, sementara pada

post-test didapatkan skor rata-rata adalah 81

dengan 60 sebagai skor terendah dan 95 sebagai skor tertinggi (Gambar 12). Hal ini

menunjukkan adanya peningkatan

pengetahuan pada komunitas PP, Kabupaten Bogor sebesar 25% setelah dilakukan pendidikan dan latihan sederhana dalam mencegah dan mengatasi infeksi sederhana

dalam rongga mulut selama pandemi Covid-19.

Peserta PkM komunitas PP Kabupaten Bogor memiliki latar belakang yang beragam, maka dilakukan perhitungan presentase secara statistik untuk mengetahui latar belakang usia, pendidikan akhir dan pekerjaan para peserta. Didapatkan data rata-rata usia, pendidikan terakhir dan pekerjaan dari komunitas Pemuda Pancasial Kabupaten Bogor sebagai peserta PkM.

Gambar 12. Grafik perbandingan hasil pre-test dan post-test pada peserta PkM. 0 20 40 60 80 100 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 H asi l T e st Peserta PkM

PERBANDINGAN HASIL PRE-TEST dan POST-TEST

PRE TEST POST TEST

(11)

11 Presentase usia peserta PkM

berdasarkan kategori WHO didapatkan dari jumlah peserta PkM sebanyak 31 peserta yaitu: kategori remaja (19-23 tahun) sebesar 26% dan kategori dewasa (24-28 tahun) sebesar 74% (Gambar 13).

Gambar 13. Presentase usia peserta PkM (Pembagian usia menurut WHO).

Pendidikan terakhir peserta PkM di peroleh data sebesar 74% memiliki pendidikan akhir SMA/sederajat, sebesar 23% peserta memiliki pendidikan terakhir S1, dan 3% memiliki pendidikan terakhir Sarjana Terapan atau D4 (Gambar 14).

Gambar 14. Presentase pendidikan terakhir peserta Pkm.

Pekerjaan dari peserta PkM diperoleh data sebesar 55% belum bekerja, 29% peserta bekerja sebagai wiraswasta, 10% bekerja sebagai karyawan dan sebesar 6% bekerja sebagai wirausaha (Gambar 15).

Gambar 15. Presentase pekerjaan peserta PkM.

4. KESIMPULAN

Dari hasil perbandingan nilai pre-test dan

post-test yang telah dilakukan pada peserta

PkM terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 25% dengan indikator keberhasilan pembentukan kader sebagai berikut:

1. Rangkaian kegiatan PkM ini dapat menambah pengetahuan peserta, mengenai cara penularan dan pencegahanya Covid-19.

2. Rangkaian kegiatan PkM ini dapat menambah pengetahuan peserta

mengenai pentingnya menjaga

kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi Covid-19.

3. Rangkaian kegiatan PkM ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai cara mencuci tangan dan menyikat gigi dengan cara yang benar.

4. Rangkaian kegiatan PkM ini memberikan ketrampilan kepada peserta untuk memanfaatkan larutan garam hangat dan rebusan daun sirih untuk mencegah dan mengatasi infeksi ringan rongga mulut.

5. Rangkaian kegiatan PkM ini bermanfaat untuk membentuk kaderisasi komunitas Pemuda Pancasila sehingga informasi yang sudah diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat sekitarnya.

Saran yang dapat diberikan pada PkM ini adalah sebagai berikut:

26% 74%

Usia

Remaja 11 - 19th dewasa 20-60th 74% 3% 23%

Pendidikan Terakhir

SMA/Sederajat Sarjana Terapan (D4) S1 55% 10% 29% 6%

Pekerjaan

Belum Bekerja Karyawan Wiraswasta

(12)

12 1. Dilakukan PkM kembali pada

masyarakat sekitar yang telah dibina oleh kader dari komunitas Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. 2. Dilakukan PkM dengan kader yang lebih banyak dan mencakup beberapa kota/kabupaten.

Ucapan Terima kasih

Tim PkM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti mengucapkan terimakasih banyak kepada komunitas Pemuda Pancasila, Kabupaten Bogor, atas kesediaannya dan antusiasme dalam mengikuti rangkaian acara pendidikan dan pelatihan ini. Serta kepada Universitas Trisakti yang telah mendanai kegiatan PkM sehingga bisa berjalan dengan baik.

Referensi

CNN Indonesia. (2020). Ahli AS: Droplet Bersin atau Batuk Bisa Menjangkau 8 Meter

https://www.cnnindonesia.com/teknolo gi/20200401141538-199-489170/ahli- as-droplet-bersin-atau-batuk-bisa-menjangkau-8-meter. (diakses 13 Juli 2020)

Aravinth, V. dkk. (2017). Comparative evaluation of salt water rinse with chlorhexidine against oral microbes: A school-based randomized controlled trial. Journal of Indian Society of Pedodontics and Preventive Dentistry. 35

Kurniawati, D. (2011). Efektifitas Berkumur Air Garam Hangat 2% Terhadap Gingivitis. Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Surya Medika. 7(2):49-56.

Fatubun, A. (2020). Kecamatan dengan Status Zona Paling Merah di Kabupaten Bogor

https://www.ayobogor.com/read/2020/

06/10/7335/kecamatan-dengan-status- zona-paling-merah-di-kabupaten-bogor. (diakses 11 Juli 2020)

Fauzy, N. (2020). Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Daftar Lengkap Zona Merah di Kabupaten Bogor, Tambah Lagi Jadi 24 Kecamatan, Terbaru Parungpanjang, https://wartakota.tribunnews.com/2020 /06/15/daftar-lengkap-zona-merah-di- kabupaten-bogor-tambah-lagi-jadi-24- kecamatan-terbaru-parungpanjang?page=4. (diakses 11 Juli 2020)

Kemenkes RI. (2014). Pusat Data dan Informasi KEMENKES RI. 2014. Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia

file:///C:/Users/HP/Downloads/infodati n-ctps.pdf. Artikel. (diakses 11 Juli 2020)

Khoiriyah, NY, Sri W. (2019). Aplikasi Kombinasi Air Rebusan Daun Sirih Dan Kayu Siwak Pada Penurunan Indeks Plak Gigi. Jurnal Vokasi Kesehatan. JVK 5(2):115 – 120 Pikobar Jabar. (2020). Pusat Informasi &

Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat.

https://pikobar.jabarprov.go.id/data (diakses 11 Juli 2020)

Umasugi, RA. (2020). Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta". https://megapolitan.kompas.com/read/ 2020/07/13/19430641/rs-dan-pasar- jadi-lokasi-penularan-covid-19-tertinggi-di-jakarta?page=all. (diakses 13 Juli 2020)

SATGAS Penanganan Covid-19. (2020). Data sebaran 2020.

https://Covid19.go.id/ (diakses 11 Juli 2020)

Sintanaya, RI. (2017). Pengaruh Teknik Menyikat Gigi Terhadap Terjadinya

(13)

13 Abrasi Pada Servikal Gigi. Journal

Poltekkes. 16(1):49-44

Siyahailatua, S. Mitra, T. (2020). Ahli Imbau Tunda ke Dokter Gigi Kala Pandemi Corona, Mengapa?. https://gaya.tempo.co/read/1322661/ah li-imbau-tunda-ke-dokter-gigi-kala- pandemi-corona-mengapa/full&view=ok. (diakses 13 Juli 2020)

Suhasini JS. Mohan V. (2020). Brushing Techniques. European Journal of Molecular & Clinical Medicine. 7(2):6601-6611.

Tristiawati, P. (2018). Bahaya Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter

https://www.liputan6.com/health/read/ 3795937/bahaya-konsumsi-antibiotik-tanpa-resep-dokter

(diakses 13 Juli 2020)

Yanti, GN dan Elizabeth L. (2016). Efektifitas Berkumur Rebusan Daun Sirih 10% Dibandingkan Obat Kumur Yang Mengandung Cetylpyridinium

Chloride Terhadap Penurunan Jumlah

Bakteri Rongga Mulut. Jurnal PDGI. 65(1):1-5

WHO. (2013). Age Groups And

Populations.

https://www.who.int/hiv/pub/guideline s/arv2013/intro/keyterms/en/

Gambar

Gambar 3. Lokasi kantor komunitas PP di  Gedung Pemuda Kabupaten Bogor.
Gambar 4. Surat permintaan pelaksanaan dari  komunitas Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor
Gambar 6. Pelaksanaan pendidikan dan latihan secara daring   dengan media aplikasi telekonferensi Zoom
Gambar 7. Penjelasan materi PkM oleh para narasumber.
+3

Referensi

Dokumen terkait

duduk terisi dengan jumlah tempat duduk tersedia dalam satu kali perjalanan angkutan, dinyatakan dalam prosentase (%).. 2) Frekwensi dan Waktu Antara. Frekwensi menunjukan

01 Persentase pemangku kepentingan yang menerima bimbingan/pelayanan penyusunan laporan dana kampanye, audit dana kampanye, pendaftaran Partai Politik dan Anggota DPD sesuai

Kebijakan Umum UIN Walisongo Semarang 2015-2038 Bidang Penelitian Tahap Pemantapan Universitas (2015- 2019) Tahap Konsolidasi menuju universitas riset (2020-2024) Tahap

Fokus diatas dilakukan agar para client dan calon client mampu memilih dan menggunakan produk dan layanan perusahaan sehingga mampu mendapatkan implementasi sistem aplikasi yang

Tentukan titik A’ sehingga garis yang menghubungkan titik A dan A’ (disebut garis AA’) tegak lurus terhadap sumbu x dan sumbu x membagi garis AA’ menjadi 2 bagian sama

Alhamdulillah, dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Taufik dan Hidayah serta Inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

dibebankan yang Depresiasi (harga) Biaya buku Nilai = − made charges on Depreciati Cost Book value = − i teralokas belum yang asset biaya Book value =... Straight Line

Miskonsepsi yang paling banyak dialami oleh siswa dalam belajar fotosintesis, jika dilihat dari hasil analisis gambar adalah konsep tempat terjadinya fotosintesis,