66
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Lubuk Minturun Sungai Lareh merupakan salah satu Kelurahan yang
terdapat di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Kecamatan Koto Tangah
dibagi atas 13 Kelurahan dengan luas wilayah Kecamatan Koto Tangah
sebesar 232,25 Km². Letaknya diapit oleh empat batas wilayah sebagai
berikut: sebelah utara Kabupaten Padang Pariaman, sebelah selatan
Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Nanggalo, sebelah Timur Kabupaten
Solok dan Kecamatan Pauh, sebelah Barat Samudera Indonesia.1
Pada tahun 1980 Lubuk Minturun masuk ke wilayah administratif Kota
Padang yang mana pada tahun sebelumnya merupakan salah satu wilayah di
Kabupaten Padang Pariman. Hal ini terjadi karena adanya perluasan wilayah
Kota Padang. Sebelum tahun 2000 kelurahan ini terdiri dari kelurahan Lubuk
Minturun dan kelurahan Sungai Lareh. Berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun
2000, maka dijadikanlah kedua kelurahan tersebut menjadi Kelurahan Lubuk
Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.2
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meresmikan Lubuk Minturun
sebagai kawasan Agrowisata yang turut hadir pejabat di lingkungan Direktorat
Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementan RI dan Walikota Padang serta
pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar dan Pemkot Padang. Agrowisata ini di
1Badan Pusat Statistik Kota Padang 2
dalamnya terdapat jenis-jenis kawasan pertanian secara umum seperti
buah-buahan, holtikultura, perikanan, perkebunan, kehutanan, tanaman pangan, dan
peternakan. Namun agrowisata yang ada di Lubuk Minturun Sungai Lareh ini
adalah agrowisata yang menghandalkan para penjual bibit atau penangkar
bunga sebagai objeknya. Lubuk Minturun dahulunya memang sudah dikenal
sebagai kawasan yang memiliki banyak bibit tanaman, ini dibuktikan dengan
adanya PPA (Pusat Pembibitan dan Agrowisata) pada tahun 2001 di daerah
Lubuk Minturun. Kemudian pada tahun 2006 PPA ini berubah nama menjadi
UPT BPA (Balai Pembibitan dan Agrowisata) dan Balai Benih Induk (BBI).3
Lubuk minturun Sungai Lareh merupakan sebuah kelurahan yang
dikelilingi daerah perbukitan dan dialiri sebuah sungai. Terdapat lebih dari 20
penjual tanaman hias, setiap penjual memiliki toko masing-masing di
sepanjang pinggir jalan Lubuk Minturun Sungai Lareh. Diantaranya ada
Pertiwi Flower, Sauza Flower, Indah Flower, 354 Beringin Sejati, Pesona
Alam, Bunda Nursery, Putri Flower, Varilla Flower dan masih banyak
lainnya.4 Adapun jenis tanaman yang dijual adalah berbagai jenis tanaman
hias bunga-bunga, tanaman hias daun, dan bibit buah-buahan. Selain itu
mereka juga menjual pupuk UPK, pupuk kandang, sekam, dan berbagai
macam pot.
3www.sumbarprov.go.id
B. Hasil Analisis Deskriptif
1. Deskripsi Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100
responden maka kriteria responden yang diajdikan sampel dalam
penelitian ini adalah konsumen/pembeli Tanaman Hias di Kelurahan
Lubuk Minturun Sungai Lareh. Responden dapat digolongkan ke dalam
karakteristik berikut:
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin
yang dijadikan sampel pada penelitian dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
1 Laki-laki 18 18%
2 Perempuan 82 82%
Jumlah 100 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Dari Tabel 4.1 di atas dapat dilihat responden yang dijadikan
sampel pada penelitian ini sebagian besar adalah konsumen yang
berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 82 orang (82%) dan
konsumen yang berjenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 18 orang
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan usia pada
penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Frekuensi Persentase (%)
1 < 25 tahun 10 10% 2 25-35 tahun 12 12% 3 35-45 tahun 18 18% 4 45-55 tahun 45 45% 5 > 55 tahun 15 15% Jumlah 100 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Dari Tabel 4.2 di atas dapat dilihat responden yang berumur
dibawah 25 tahun sebanyak 10 orang, responden yang berumur dalam
rentang 25 sampai 35 tahun adalah sebanyak 12 orang, responden yang
berumur dalam rentang 35 sampai 45 tahun sebanyak 18 orang,
responden yang berumur dalam rentang 45 sampai 55 sebanyak 45
orang, dan responden yang berumur diatas 55 tahun adalah sebanyak
15 orang.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan pekerjaan
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Frekuensi Peresentase (%)
1 Pelajar 6 6%
2 Mahasiswa/i 8 8%
3 PNS 24 24%
4 Wiraswasta 12 12%
5 Ibu Rumah Tangga 33 33%
6 Lainnya 17 17%
Jumlah 100 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Dari Tabel 4.3 di atas dapat dilihat responden yang bekerja sebagai
pelajar 6 orang, mahasiswa/i sebanyak 8 orang, pegawai negeri sipil
sebanyak 24 orang, wiraswasta sebanyak 12 orang, ibu rumah tangga
sebanyak 33 orang, dan lainnya sebanyak 17 orang. Jumlah
keseluruhan responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Per Bulan
Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan usia pada
penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Per Bulan
No Pendapatan Frekuensi Persentase (%)
1 < Rp 500.000 22 22% 2 Rp 500.000-1.000.000 26 26% 3 Rp 1.000.000-3.000.000 17 17% 4 Rp 3.000.000-5.000.000 29 29% 5 > Rp 5.000.000 6 6% Jumlah 100 100%
Berdasarkan Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa responden
dalam penelitian ini yang mempunyai penghasilan atau belanja
perbulan dibawah Rp 500.000 sebanyak 22 orang. Responden lainnya
berpenghasilan dalam rentang Rp 500.000 – Rp 1.000.000 adalah
sebanyak 26 orang, responden yang mempunyai penghasilan dalam
rentang Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000 adalah sebanyak 17 orang,
responden yang mempunyai penghasilan dalam rentang Rp 3.000.000
– Rp 5.000.000 adalah sebanyak 29 orang, dan responden yang mempunyai penghasilan diatas Rp 5.000.000 adalah sebanyak 6 orang.
e. Karakteristik Responden Berdasarkan Intensitas Pembelian
Tanaman Hias di Lubuk Minturun
Karakteristik responden berdasarkan intensitas pembelian tanaman
hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh pada penelitian ini
dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Pembelian Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh
No Intensitas Pembelian Frekuensi Persentase (%)
1 1 Kali Pembelian 8 8% 2 2 – 4 Kali Pembelian 23 23% 3 4 – 5 Kali Pembelian 27 27% 4 >5 Kali Pembelian 30 30% 5 Lainnya 12 12% Jumlah 100 100%
Berdasarkan Tabel 4.5 diatas dapat kita lihat bahwa responden
yang membeli tanaman hias 1 kali adalah sebanyak 8 orang, responden
yang membeli dalam rentang 2 sampai 4 kali sebanyak 23 orang,
responden yang membeli dalam rentang 4 sampai 5 kali sebanyak 27
orang, responden yang membeli lebih dari 5 kali sebanyak 30 orang,
dan yang lainnya sebanyak 12 orang. Jumlah keseluruhan responden
pada penelitian ini sebanyak 100 orang.
f. Karakteristik Responden Berdasarkan Membeli Tanaman
Hias Untuk Hiasan Semata dan Bukan Untuk di Jual Kembali
Karakteristik responden berdasarkan membeli tanaman hias untuk
hiasan semata dan bukan untuk di jual kembali pada penelitian ini
dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6
Distribusi Frekuensi Membeli Tanaman Hias Untuk Hiasan Semata
No Membeli Frekuensi Persentase (%)
1 Ya 100 100%
2 Tidak 0 0%
Jumlah 100 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Dari Tabel 4.6 diatas dapat kita lihat bahwa 100% responden dalam
penelitian ini membeli tanaman hias untuk hiasan semata dan bukan
untuk di jual kembali, ini fokus kepada kriteria penelitian keputusan
pembelian dimana responden (pembeli) membeli tanaman hias hanya
2. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Produk
(X1), Harga (X2), dan Lokasi (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Y).
Penyajian data masing-masing variabel adalah dalam bentuk distribusi
frekuensi dimana masing-masing konsumen memberikan penilaian sesuai
dengan keadaan sebenarnya. Hasil penelitian ini didasarkan pada isian
responden yang berjumlah 100 orang konsumen yang pernah membeli
Tanaman hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.
a. Variabel Produk (X1)
Pada variabel produk terdiri atas 4 indikator dengan 5 pernyataan
kepada pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi indicator-indikator
dari variabel produk dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7
Distribusi Frekuensi Variabel Produk
No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Produk sesuai keinginan 48 47 5 0 0 443 4,43 89 2 Keragaman tanaman hias 41 50 9 0 0 432 4,32 86 3 Tampilan menarik 46 53 1 0 0 445 4,45 89
4 Kualitas yang baik 61 35 4 0 0 457 4,57 91
5 Keunikan tanaman hias 31 44 20 5 0 401 4,01 80
Jumlah 2178 21,78 435
Berdasarkan Tabel 4.7 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan
nilai capaian konsumen pada indikator produk adalah lebih dari 80%,
ini berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan
bahwa hampir keseluruhan konsumen setuju bahwa Tanaman Hias di
Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh sangat baik. Yang lebih
harus diperhatikan adalah keunikan tanaman hias karena memiliki
TCR sebesar 80% dan mempertahankan kualitas dari tanaman hias
tersebut karena memiliki TCR yang tertinggi sebesar 91%.
b. Variabel Harga (X2)
Pada variabel harga terdapat 4 indikator dengan 5 item pernyataan
kepada pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi komponen-komponen
dari variabel dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8
Distribusi Frekuensi Variabel Harga
No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Keterjangkauan harga 31 47 20 2 0 407 4,07 81
2 Ragam pilihan harga 61 35 4 0 0 457 4,57 91
3
Harga sesuai dengan
manfaat 54 40 5 1 0 447 4,47 89
4
Harga sesuai dengan
kualitas 49 45 6 0 0 443 4,43 89
5 Persaingan harga 51 48 1 0 0 450 4,50 90
Jumlah 2204 22,04 440
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Berdasarkan Tabel 4.8 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan
berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan bahwa
hampir keseluruhan konsumen Tanaman Hias di Lubuk Minturun
Sungai Lareh tertarik dengan harga yang ditawarkan. Yang lebih harus
di perhatikan adalah keterjangkauan harga oleh konsumen karena
memiliki TCR terendah sebesar 81% dan mempertahankan keragaman
harga tanaman hias karena memiliki TCR tertinggi sebesar 91%.
c. Variabel Lokasi (X3)
Pada variabel lokasi terdapat 5 indikator dengan 5 item pernyataan
kepada pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi komponen-komponen
dari variabel dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9
Distribusi Frekuensi Variabel Lokasi
No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Lokasi strategis 55 38 6 1 0 447 4,47 89,4
2 Arus lalu lintas lancar 41 50 9 0 0 432 4,32 86,4
3 Kondisi lingkungan 47 43 10 0 0 437 4,37 87,4
4
Akses lokasi mudah
dijangkau 56 37 6 1 0 448 4,48 89,6
5
Luasnya tempat
penjualan 45 40 13 2 0 428 4,28 85,6
Jumlah 2192 21,92 438,4
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan
nilai capaian konsumen pada indikator lokasi adalah lebih dari 80%,
ini berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan
Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh memiliki lokasi yang sangat
baik dan strategis. Yang lebih harus diperhatikan adalah luasnya
tempat penjualan karena memiliki TCR terendah sebesar 85.6% dan
mempertahankan akses menuju lokasi karena memiliki TCR tertinggi
sebesar 89.6%.
d. Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Pada variabel keputusan pembelian terdapat 5 indikator dengan 5
item pernyataan kepda pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi
komponen-komponen dari variabel dapat dilihat pada Tabel 4.10
berikut:
Tabel 4.10
Distribusi Frekuensi Variabel Keputusan Pembelian
No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Keinginan membeli 47 51 2 0 0 445 4,45 89 2 Kebiasaan membeli 62 38 0 0 0 462 4,62 92.4 3 Perilaku pasca pembelian 51 44 5 0 0 446 4,46 89.2 4 Pembelian ulang 43 46 11 0 0 432 4,32 86.4 5 Rekomendasi pembelian 54 38 7 1 0 445 4,45 89 Jumlah 2230 22,3 446
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Berdasarkan Tabel 4.10 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan
nilai capaian konsumen pada indikator lokasi adalah lebih dari 80%,
ini berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan
Lareh sangat baik. Yang lebih harus diperhatikan adalah pembelian
ulang oleh konsumen karena memiliki TCR terendah sebesar 86.4%
dan mempertahankan kebiasaan membeli konsumen karena memiliki
TCR tertinggi sebesar 92,4%.
C. Hasil Analisis Data
1. Uji Instrumen Penelitian
Untuk memastikan apakah instrument yang digunakan ini merupakan
alat ukur yang akurat dan dapat digunakan, maka dilakukan dengan 2
macam pengujian, yaitu:
a. Uji Validitas
Kriteria pengujian adalah jika r hitung > r tabel berarti valid,
sebaliknya jika r hitung > r tabel berarti tidak valid. Dalam penelitian
ini, untuk mengetahui validitas dari instrument penelitian, dilakukan
uji coba penelitian dengan menyebarkan kuesioner uji coba kepada 30
responden. Untuk responden dengan jumlah 30 orang, instrument
penelitiannya dikatakan valid jika nilai r > 0.361 (pada taraf signifikan
5%).
Berikut hasil uji validitas variabel produk, harga, dan lokasi
terhadap keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun
Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas
Variabel Indikator Corrected
Item-Total Correlation
R tabel (α 5%)
Keterangan
Produk Produk sesuai keinginan
0,707 0,361 Valid
Keragaman produk 0,811 0,361 Valid
Tampilan produk 0,770 0,361 Valid
Kualias produk 0,821 0,361 Valid
Keunikan produk 0,661 0,361 Valid
Harga Keterjangkauan harga 0,615 0,361 Valid
Keragaman harga 0,671 0,361 Valid
Harga sesuai manfaat 0,618 0,361 Valid
Harga sesuai kualitas 0,602 0,361 Valid
Persaingan harga 0,634 0,361 Valid
Lokasi Lokasi strategis 0,580 0,361 Valid
Arus lalu lintas lancar 0,728 0,361 Valid
Kondisi lingkungan 0,684 0,361 Valid
Akses menuju lokasi 0,672 0,361 Valid
Tempat penjualan luas 0,470 0,361 Valid
Keputusan Pembelian Keinginan membeli produk 0,580 0,361 Valid Kebiasaan dalam membeli 0,728 0,361 Valid Perilaku pasca pembelian 0,684 0,361 Valid
Pembelian ulang 0,672 0,361 Valid
Memberikan
rekomendasi kepada orang lain
0,470 0,361 Valid
Sumber: Data primer yang diolah 2017
Dari Tabel 4.11 menunjukkan bahwa semua indicator yang
digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam
tabel sebesar 0,361 (nilai r tabel untuk 30 sampel), sehingga semua
indikator dari variabel penelitian ini adalah valid. Untuk itu semua
pernyataan dari variabel produk, harga, lokasi, dan keputusan
pembelian dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner.
Kuesioner dapat dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap
pernyataan yang diberikan adalah konsisten dari waktu ke waktu.
Pengujian realibilitas dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus
Cronbach Alpha.
Sebuah faktor dinyatakan reliabel/handal jika koefisien Alpha lebih
besar dari 0,6. Apabila Cronbach Alpha (α) lebih besar dari 0,60 maka
data penelitian dianggap sangat baik dan reliabel untuk digunakan
sebagai input dalam proses penganalisaan data guna menguji hipotesis
penelitian. Hasil pengujian realibilitas untuk masing-masing variabel
diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan Produk (X1) 0,809 Reliable Harga (X2) 0,694 Reliable Lokasi (X3) 0,664 Reliable
Keputusan Pembelian (Y) 0,691 Reliable
Dari Tabel 4.12 menunjukkan bahwa semua variabel yang
digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai cronbach alpha (α)
lebih besar dari 0,60 maka data penelitian dianggap sangat baik dan
reliabel untuk digunakan dalam proses penganalisaan data.
2. Uji Analisis Data
a. Analisis Korelasi Berganda
Untuk mengetahui pengaruh variabel produk, harga, dan lokasi
terhadap keputusan pembelian tanaman hias di Kelurahan Lubuk
Minturun Sungai Lareh, penelitian ini menggambarkan analisis
korelasi Pearson Product Moment. Korelasi bertujuan untuk
mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel
terikat. Hasil analisis korelasi berganda disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.13
Nilai Koefisien Korelasi Berganda
PRODUK HARGA LOKASI
KEPUTUSAN PEMBELIAN
PRODUK Pearson Correlation 1 .676**
.506** .605**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000
N 100 100 100 100
HARGA Pearson Correlation .676** 1 .490** .486**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000
N 100 100 100 100
LOKASI Pearson Correlation .506** .490** 1 .754**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 N 100 100 100 100 KEPUTUSAN PEMBELIAN Pearson Correlation .605** .486** .754** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 N 100 100 100 100
Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan analisis korelasi
berganda diperoleh nilai sebagai berikut:
1) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi berganda
sebesar 0,605 maka Produk (X1) berhubungan kuat terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Dari hasil tersebut terlihat bahwa
nilai signifikansi sebesar 0,000 < alpha (5%), maka hal ini
menunjukkan bahwa produk (X1) mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di
Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.
2) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi berganda
sebesar 0,486 maka Harga (X2) berhubungan sedang terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Dari hasil tersebut terlihat bahwa
nilai signifikansi sebesar 0,000 < alpha (5%), maka hal ini
menunjukkan bahwa harga (X2) mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di
Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.
3) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi berganda
sebesar 0,754 maka Lokasi (X3) berhubungan kuat terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Dari hasil tersebut terlihat bahwa
nilai signifikansi sebesar 0,000 < alpha (5%), maka hal ini
menunjukkan bahwa lokasi (X3) mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di
b. Hasil Uji T
Uji T adalah uji hipotesis tentang koefisien-koefisien slope regresi
secara individual. Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh
pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam
menerangkan variasi variabel dependen. Hasil Uji t disajikan pada
tabel berikut: Tabel 4.14 Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.169 1.471 3.514 .001 PRODUK .269 .074 .314 3.609 .000 HARGA -.023 .083 -.024 -.276 .000 LOKASI .538 .065 .607 8.268 .000
Sumber: Data Olahan 2017, SPSS v.16
Berdasarkan hasil dari tabel 4.14 di atas dapat diketahui bahwa
semua variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel
terikat. Variabel Produk memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000
angka signifikan tersebut lebih kecil dibanding 0,05. Koefisien regresi
jumlah produk tanaman hias di Lubuk Minturun adalah 0,269. Hal
tersebut menunjukan ada pengaruh positif antara produk dengan
keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minurun. Ketika produk
pembelian tanaman hias dari para pembeli akan mengalami kenaikan
sebesar 0,269 satuan.
Variabel Harga memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 jauh
lebih kecil dari 0,05. Koefisien regresi harga tanaman hias di Lubuk
Minturun adalah -0,023. Hal tersebut menunjukan ada pengaruh
negatif atau berbanding terbalik antara harga dengan keputusan
pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun. Apabila harga menurun
sebesar satu satuan maka akan meningkatkan keputusan pembelian
tanaman hias di Lubuk Minturun sebesar 0,023 satuan.
Variabel Lokasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 angka
signifikan tersebut lebih kecil dibanding 0,05. Koefisien regresi lokasi
tanaman hias di Lubuk Minturun adalah 0,538. Hal tersebut
menunjukan ada pengaruh positif antara lokasi dengan keputusan
pembelian tanaman hias di Lubuk Minurun. Ketika lokasi tanaman
hias meningkat sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan
keputusan pembelian tanaman hias sebesar 0,538 satuan.
Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas
berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian tanaman
hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh. Dengan demikian
pernyataan Ho yang menyatakan bahwa variabel produk, harga dan
lokasi tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel
keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun ditolak dan
lokasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan
pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun diterima.
c. Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengetahui sampai
seberapa besar persentase variasi variabel terikat pada model dapat
diterangkan oleh variabel bebas.
Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R²
yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan
variasi variabel dependen amat terbatas, nilai yang mendekati satu
berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua
informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel
dependen. Hasil perhitungan koefisien determinasi disajikan pada tabel
berikut :
Tabel 4.15 Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .797a .636 .625 1.103
Sumber: Data Olahan 2017, SPSS v.16
Berdasarkan hasil pengolahan data primer pada Tabel tersebut
berarti variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabelitas variabel
independen sebesar 63,6%. Sedangkan 36,4% dijelaskan oleh variabel
lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian. Artinya hasil
R-Square dari analisis determinasi dalam penelitian ini menunjukkan
bahwa 63,6% keputusan pembelian konsumen terhadap Tanaman Hias
di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh oleh pembeli adalah
produk, harga, dan lokasi. Sedangkan 36,4% faktor lain yang
dipertimbangkan dalam mempengaruhi adalah faktor eksternal lainnya.
D. Pembahasan
Pembahasan hasil penelitian bertujuan untuk menerangkan dan
menginterprestasikan hasil penelitian dengan tujuan penelitian.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terdapat pengaruh antara
variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu:
1. Pengaruh Produk Terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias
di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh
Berdasarkan hasil analisis korelasi berganda ditemukan bahwa
produk (X1) berhubungan kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,605
terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk
Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal ini
menunjukkan bahwa pembeli menganggap tanaman hias yang
memiliki kualitas yang baik, tampilan yang menarik, dan tanaman hias
yang semakin beragam, maka akan meningkatkan keputusan
Dapat dibuktikan juga berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa,
diperoleh nilai koefisien variabel produk (X1) sebesar 0,269 yang
berarti produk memiliki pengaruh positif terhadap keputusan
pembelian (Y) tanaman hias di Lubuk Minturun dengan signifikansi
sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Artinya jika produk meningkat
maka keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun akan
meningkat.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Rivo Setiadi dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Produk, Harga, dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian Pisang Krispy Balai Baru” bahwa persepsi produk (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Pisang Krispy Balai Baru, dengan nilai Exp
(B) sebesar 1.290 (positif). Hal ini menunjukkan bahwa konsumen
menganggap produk yang baik, akan mempunyai peluang yang
semakin meningkat dalam membeli Pisang Krispy Balai Baru.5
Dalam sebuah teori, Fandy Tjiptono mendefinisikan dasar
pengambilan keputusan dapat dilihat melalui atribut produk yaitu
unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan
dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian meliputi kualitas
produk, variasi produk, kemasan, fasilitas, pelayanan, dll.6 Oleh sebab
itu para pelaku usaha harus mampu mempertahankan dan terus
melakukan inovasi dalam menghasilkan produk.
5Rivo Setiadi, “Pengaruh Produk, Harga, dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian
Pisang Krispy Balai Baru” Skripsi Universitas Negeri Padang (2016)
Pada umumnya konsumen dalam membelanjakan uang mereka
akan memperhitungkan kualitas yang akan mereka peroleh dari uang
yang mereka keluarkan. Dengan demikian, konsumen akan
mempertimbangkan produk sebagai pertukaran pengorbanan uang
yang digunakan untuk membeli suatu produk. Dari hasil pengujian
diatas diperoleh adanya keputusan pembelian yang akan naik atau
semakin tinggi oleh konsumen terhadap Tanaman Hias di Lubuk
Minturun jika produk semakin baik.
Adanya kecenderungan pengaruh produk terhadap keputusan
pembelian yang dilakukan oleh konsumen, mengisyaratkan bahwa para
pelaku usaha perlu mempertimbangkan aspek-aspek keputusan
pembelian konsumen. Karena hal itu merupakan titik penting dari
usaha pemasar untuk mengetahui penyebabnya. Pelaku usaha dapat
mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian serta
dapat menganalisis konsumen dalam mempersiapkan produk. Pelaku
usaha yang mengetahui hal tersebut, tentu tidak hanya menjual produk
itu sendiri, tetapi juga manfaat dari produk tersebut dimana pada
akhirnya hal tersebut membawa pelaku usaha untuk meningkatkan
penjualan karena akan berpengaruh pada keputusan pembelian yang
dilakukan oleh konsumen.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin baik
produk yang ditawarkan maka semakin meningkatkan keputusan
kualitas yang baik dan faktor pendukung menarik lainnya yang
mendukung suatu produk akan mempengaruhi keputusan pembelian
Tanaman hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.
2. Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias
di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh
Berdasarkan hasil analisis korelasi berganda ditemukan bahwa
harga (X2) berhubungan sedang dengan nilai korelasi sebesar 0,486
terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk
Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal ini
menunjukkan bahwa pembeli menganggap semakin terjangkaunya
harga tanaman hias, maka akan meningkatkan keputusan pembelian
tanaman hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.
Dapat dibuktikan juga berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa,
diperoleh nilai koefisien variabel harga (X2) sebesar -0,023 yang
berarti harga memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan pembelian
(Y) tanaman hias di Lubuk Minturun dengan signifikansi sebesar 0,000
atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini bertolak belakang dengan hipotesis
penelitian. Artinya jika harga turun maka keputusan pembelian
tanaman hias di Lubuk Minturun akan meningkat.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Muhammad Ikhsan Syastra dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh
Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Sepeda
Negeri Padang” bahwa harga berpengaruh negative terhadap keputusan pembelian sepeda motor Suzuki Satria FU 150 dengan nilai pengaruh
sebesar -0,776 (Sig = 0,040). Angka ini menunjukkan bahwa semakin
turun harga maka akan meningkatkan keputusan pembelian sepeda
motor Suzuki Satria FU 150. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan
masyarakat dalam melakukan pembelian sepeda motor Suzuki Satria
FU 150.7
Hal ini sesuai dengan pendapat Assauri yang mendefenisikan
dalam mempengaruhi konsumen keberadaan harga dapat memberikan
dampak ekonomis dan psikologis. Dampak ekonomis berkaitan dengan
daya beli, sebab harga merupakan biaya bagi konsumen. Hal tersebut
dapat dilihat jika semakin tinggi harga suatu produk, maka semakin
sedikit produk yang dapat mereka beli. Sebaliknya jika semakin rendah
harga suatu produk, maka semakin banyak produk yang dibeli
konsumen. Efek psikologis dari harga, dapat dilihat dari persepsi
konsumen, bahwa bila suatu produk dengan harga tinggi maka akan
mencerminkan kualitas yang tinggi, dan produk dengan harga yang
rendah juga akan mencerminkan kualitas yang rendah.8
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga
menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat untuk melakukan
keputusan pembelian dimasa yang akan datang. Pernyataan yang
7Muhammad Ikhsan Syastra, “Pengaruh Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan
Pembelian Sepeda Motor Suzuki Satria FU 150 di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Padang”, Skripsi Universitas Negeri Padang (2014)
mendapat skor tertinggi pada variabel harga adalah keragaman harga
dengan skor rata-rata 4,57, ini berarti sebagian besar konsumen sangat
tertarik dengan harga yang beragam di Lubuk Minturun, sehingga
dapat terjangkau untuk semua kalangan dan meningkatkan keputusan
pembelian pada tanaman hias.
3. Pengaruh Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias
di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh
Berdasarkan hasil analisis korelasi berganda ditemukan bahwa
lokasi (X3) berhubungan kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,754
terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk
Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin strategis lokasi tanaman hias, maka
semakin besar kemungkinan konsumen dalam membeli tanaman hias
di Lubuk Minturun.
Dapat dibuktikan juga berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa,
diperoleh nilai koefisien variabel lokasi (X3) sebesar 0,538 yang
berarti lokasi memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian
(Y) tanaman hias di Lubuk Minturun dengan signifikansi sebesar 0,000
atau lebih kecil dari 0,05. Artinya jika lokasi meningkat maka
keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun akan
meningkat.
Menurut Dwi Setyaningsih dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Lokasi dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Serta
Dampak Loyalitas Konsumen” meyebutkan bahwa lokasi mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dan faktor penting
dalam pencarian tujuan badan usaha. Tempat yang strategis dan mudah
dijangkau mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang
pada tempat perbelanjaan.9
Dalam sebuah teori, Nandan Limakrisna mendefinisikan bahwa
tempat yang strategis dan mudah dijangkau mendorong konsumen
untuk melakukan pembelian ulang pada tempat perbelanjaan. Saluran
distribusi (lokasi) berdampak pada: dimana, kapan, dan bagaimana
akan diakses oleh konsumen.10
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar konsumen
menyatakan bahwa lokasi dari Tanaman Hias di Lubuk Minturun
menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat untuk melakukan
keputusan pembelian. Pernyataan yang mendapat skor tetinggi pada
variabel lokasi adalah akses menuju lokasi mudah dijangkau oleh
pembeli dengan skor rata-rata 4,48 dan nilai TCR sebesar 89,6%. Hal
ini menunjukkan bahwa pembeli tanaman hias di Kelurahan Lubuk
Minturun Sungai Lareh sangat setuju bahwa dengan akses lokasi yang
mudah dijangkau pembeli akan memudahkan para pembeli dalam
melakukan pembelian tanaman hias.
9Dwi Setyaningsih, “Pengaruh lokasi dan harga terhadap keputusan pembelian serta
dampak loyalitas konsumen”, jurnal manajemen, vol. 4, No. 3, (2009), h. 3
10
Nandan Limakrisna, Manajemen Pemasaran Edisi 1, (Jakarta: Mitra media wacana, 2012), h. 65