• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

66

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Lubuk Minturun Sungai Lareh merupakan salah satu Kelurahan yang

terdapat di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Kecamatan Koto Tangah

dibagi atas 13 Kelurahan dengan luas wilayah Kecamatan Koto Tangah

sebesar 232,25 Km². Letaknya diapit oleh empat batas wilayah sebagai

berikut: sebelah utara Kabupaten Padang Pariaman, sebelah selatan

Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Nanggalo, sebelah Timur Kabupaten

Solok dan Kecamatan Pauh, sebelah Barat Samudera Indonesia.1

Pada tahun 1980 Lubuk Minturun masuk ke wilayah administratif Kota

Padang yang mana pada tahun sebelumnya merupakan salah satu wilayah di

Kabupaten Padang Pariman. Hal ini terjadi karena adanya perluasan wilayah

Kota Padang. Sebelum tahun 2000 kelurahan ini terdiri dari kelurahan Lubuk

Minturun dan kelurahan Sungai Lareh. Berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun

2000, maka dijadikanlah kedua kelurahan tersebut menjadi Kelurahan Lubuk

Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.2

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meresmikan Lubuk Minturun

sebagai kawasan Agrowisata yang turut hadir pejabat di lingkungan Direktorat

Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementan RI dan Walikota Padang serta

pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar dan Pemkot Padang. Agrowisata ini di

1Badan Pusat Statistik Kota Padang 2

(2)

dalamnya terdapat jenis-jenis kawasan pertanian secara umum seperti

buah-buahan, holtikultura, perikanan, perkebunan, kehutanan, tanaman pangan, dan

peternakan. Namun agrowisata yang ada di Lubuk Minturun Sungai Lareh ini

adalah agrowisata yang menghandalkan para penjual bibit atau penangkar

bunga sebagai objeknya. Lubuk Minturun dahulunya memang sudah dikenal

sebagai kawasan yang memiliki banyak bibit tanaman, ini dibuktikan dengan

adanya PPA (Pusat Pembibitan dan Agrowisata) pada tahun 2001 di daerah

Lubuk Minturun. Kemudian pada tahun 2006 PPA ini berubah nama menjadi

UPT BPA (Balai Pembibitan dan Agrowisata) dan Balai Benih Induk (BBI).3

Lubuk minturun Sungai Lareh merupakan sebuah kelurahan yang

dikelilingi daerah perbukitan dan dialiri sebuah sungai. Terdapat lebih dari 20

penjual tanaman hias, setiap penjual memiliki toko masing-masing di

sepanjang pinggir jalan Lubuk Minturun Sungai Lareh. Diantaranya ada

Pertiwi Flower, Sauza Flower, Indah Flower, 354 Beringin Sejati, Pesona

Alam, Bunda Nursery, Putri Flower, Varilla Flower dan masih banyak

lainnya.4 Adapun jenis tanaman yang dijual adalah berbagai jenis tanaman

hias bunga-bunga, tanaman hias daun, dan bibit buah-buahan. Selain itu

mereka juga menjual pupuk UPK, pupuk kandang, sekam, dan berbagai

macam pot.

3www.sumbarprov.go.id

(3)

B. Hasil Analisis Deskriptif

1. Deskripsi Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100

responden maka kriteria responden yang diajdikan sampel dalam

penelitian ini adalah konsumen/pembeli Tanaman Hias di Kelurahan

Lubuk Minturun Sungai Lareh. Responden dapat digolongkan ke dalam

karakteristik berikut:

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin

yang dijadikan sampel pada penelitian dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

1 Laki-laki 18 18%

2 Perempuan 82 82%

Jumlah 100 100%

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Dari Tabel 4.1 di atas dapat dilihat responden yang dijadikan

sampel pada penelitian ini sebagian besar adalah konsumen yang

berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 82 orang (82%) dan

konsumen yang berjenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 18 orang

(4)

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan usia pada

penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia Frekuensi Persentase (%)

1 < 25 tahun 10 10% 2 25-35 tahun 12 12% 3 35-45 tahun 18 18% 4 45-55 tahun 45 45% 5 > 55 tahun 15 15% Jumlah 100 100%

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Dari Tabel 4.2 di atas dapat dilihat responden yang berumur

dibawah 25 tahun sebanyak 10 orang, responden yang berumur dalam

rentang 25 sampai 35 tahun adalah sebanyak 12 orang, responden yang

berumur dalam rentang 35 sampai 45 tahun sebanyak 18 orang,

responden yang berumur dalam rentang 45 sampai 55 sebanyak 45

orang, dan responden yang berumur diatas 55 tahun adalah sebanyak

15 orang.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan pekerjaan

(5)

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

No Pekerjaan Frekuensi Peresentase (%)

1 Pelajar 6 6%

2 Mahasiswa/i 8 8%

3 PNS 24 24%

4 Wiraswasta 12 12%

5 Ibu Rumah Tangga 33 33%

6 Lainnya 17 17%

Jumlah 100 100%

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Dari Tabel 4.3 di atas dapat dilihat responden yang bekerja sebagai

pelajar 6 orang, mahasiswa/i sebanyak 8 orang, pegawai negeri sipil

sebanyak 24 orang, wiraswasta sebanyak 12 orang, ibu rumah tangga

sebanyak 33 orang, dan lainnya sebanyak 17 orang. Jumlah

keseluruhan responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang.

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Per Bulan

Karakteristik responden dikelompokkan berdasarkan usia pada

penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Per Bulan

No Pendapatan Frekuensi Persentase (%)

1 < Rp 500.000 22 22% 2 Rp 500.000-1.000.000 26 26% 3 Rp 1.000.000-3.000.000 17 17% 4 Rp 3.000.000-5.000.000 29 29% 5 > Rp 5.000.000 6 6% Jumlah 100 100%

(6)

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa responden

dalam penelitian ini yang mempunyai penghasilan atau belanja

perbulan dibawah Rp 500.000 sebanyak 22 orang. Responden lainnya

berpenghasilan dalam rentang Rp 500.000 – Rp 1.000.000 adalah

sebanyak 26 orang, responden yang mempunyai penghasilan dalam

rentang Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000 adalah sebanyak 17 orang,

responden yang mempunyai penghasilan dalam rentang Rp 3.000.000

– Rp 5.000.000 adalah sebanyak 29 orang, dan responden yang mempunyai penghasilan diatas Rp 5.000.000 adalah sebanyak 6 orang.

e. Karakteristik Responden Berdasarkan Intensitas Pembelian

Tanaman Hias di Lubuk Minturun

Karakteristik responden berdasarkan intensitas pembelian tanaman

hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh pada penelitian ini

dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Pembelian Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh

No Intensitas Pembelian Frekuensi Persentase (%)

1 1 Kali Pembelian 8 8% 2 2 – 4 Kali Pembelian 23 23% 3 4 – 5 Kali Pembelian 27 27% 4 >5 Kali Pembelian 30 30% 5 Lainnya 12 12% Jumlah 100 100%

(7)

Berdasarkan Tabel 4.5 diatas dapat kita lihat bahwa responden

yang membeli tanaman hias 1 kali adalah sebanyak 8 orang, responden

yang membeli dalam rentang 2 sampai 4 kali sebanyak 23 orang,

responden yang membeli dalam rentang 4 sampai 5 kali sebanyak 27

orang, responden yang membeli lebih dari 5 kali sebanyak 30 orang,

dan yang lainnya sebanyak 12 orang. Jumlah keseluruhan responden

pada penelitian ini sebanyak 100 orang.

f. Karakteristik Responden Berdasarkan Membeli Tanaman

Hias Untuk Hiasan Semata dan Bukan Untuk di Jual Kembali

Karakteristik responden berdasarkan membeli tanaman hias untuk

hiasan semata dan bukan untuk di jual kembali pada penelitian ini

dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6

Distribusi Frekuensi Membeli Tanaman Hias Untuk Hiasan Semata

No Membeli Frekuensi Persentase (%)

1 Ya 100 100%

2 Tidak 0 0%

Jumlah 100 100%

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Dari Tabel 4.6 diatas dapat kita lihat bahwa 100% responden dalam

penelitian ini membeli tanaman hias untuk hiasan semata dan bukan

untuk di jual kembali, ini fokus kepada kriteria penelitian keputusan

pembelian dimana responden (pembeli) membeli tanaman hias hanya

(8)

2. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Produk

(X1), Harga (X2), dan Lokasi (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Y).

Penyajian data masing-masing variabel adalah dalam bentuk distribusi

frekuensi dimana masing-masing konsumen memberikan penilaian sesuai

dengan keadaan sebenarnya. Hasil penelitian ini didasarkan pada isian

responden yang berjumlah 100 orang konsumen yang pernah membeli

Tanaman hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.

a. Variabel Produk (X1)

Pada variabel produk terdiri atas 4 indikator dengan 5 pernyataan

kepada pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi indicator-indikator

dari variabel produk dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7

Distribusi Frekuensi Variabel Produk

No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Produk sesuai keinginan 48 47 5 0 0 443 4,43 89 2 Keragaman tanaman hias 41 50 9 0 0 432 4,32 86 3 Tampilan menarik 46 53 1 0 0 445 4,45 89

4 Kualitas yang baik 61 35 4 0 0 457 4,57 91

5 Keunikan tanaman hias 31 44 20 5 0 401 4,01 80

Jumlah 2178 21,78 435

(9)

Berdasarkan Tabel 4.7 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan

nilai capaian konsumen pada indikator produk adalah lebih dari 80%,

ini berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan

bahwa hampir keseluruhan konsumen setuju bahwa Tanaman Hias di

Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh sangat baik. Yang lebih

harus diperhatikan adalah keunikan tanaman hias karena memiliki

TCR sebesar 80% dan mempertahankan kualitas dari tanaman hias

tersebut karena memiliki TCR yang tertinggi sebesar 91%.

b. Variabel Harga (X2)

Pada variabel harga terdapat 4 indikator dengan 5 item pernyataan

kepada pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi komponen-komponen

dari variabel dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8

Distribusi Frekuensi Variabel Harga

No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Keterjangkauan harga 31 47 20 2 0 407 4,07 81

2 Ragam pilihan harga 61 35 4 0 0 457 4,57 91

3

Harga sesuai dengan

manfaat 54 40 5 1 0 447 4,47 89

4

Harga sesuai dengan

kualitas 49 45 6 0 0 443 4,43 89

5 Persaingan harga 51 48 1 0 0 450 4,50 90

Jumlah 2204 22,04 440

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan

(10)

berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan bahwa

hampir keseluruhan konsumen Tanaman Hias di Lubuk Minturun

Sungai Lareh tertarik dengan harga yang ditawarkan. Yang lebih harus

di perhatikan adalah keterjangkauan harga oleh konsumen karena

memiliki TCR terendah sebesar 81% dan mempertahankan keragaman

harga tanaman hias karena memiliki TCR tertinggi sebesar 91%.

c. Variabel Lokasi (X3)

Pada variabel lokasi terdapat 5 indikator dengan 5 item pernyataan

kepada pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi komponen-komponen

dari variabel dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut:

Tabel 4.9

Distribusi Frekuensi Variabel Lokasi

No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Lokasi strategis 55 38 6 1 0 447 4,47 89,4

2 Arus lalu lintas lancar 41 50 9 0 0 432 4,32 86,4

3 Kondisi lingkungan 47 43 10 0 0 437 4,37 87,4

4

Akses lokasi mudah

dijangkau 56 37 6 1 0 448 4,48 89,6

5

Luasnya tempat

penjualan 45 40 13 2 0 428 4,28 85,6

Jumlah 2192 21,92 438,4

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan

nilai capaian konsumen pada indikator lokasi adalah lebih dari 80%,

ini berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan

(11)

Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh memiliki lokasi yang sangat

baik dan strategis. Yang lebih harus diperhatikan adalah luasnya

tempat penjualan karena memiliki TCR terendah sebesar 85.6% dan

mempertahankan akses menuju lokasi karena memiliki TCR tertinggi

sebesar 89.6%.

d. Variabel Keputusan Pembelian (Y)

Pada variabel keputusan pembelian terdapat 5 indikator dengan 5

item pernyataan kepda pembeli tanaman hias. Dimana deskripsi

komponen-komponen dari variabel dapat dilihat pada Tabel 4.10

berikut:

Tabel 4.10

Distribusi Frekuensi Variabel Keputusan Pembelian

No Pernyataan SS S KS TS STS Skor Rata-rata TCR Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) Fi (%) 1 Keinginan membeli 47 51 2 0 0 445 4,45 89 2 Kebiasaan membeli 62 38 0 0 0 462 4,62 92.4 3 Perilaku pasca pembelian 51 44 5 0 0 446 4,46 89.2 4 Pembelian ulang 43 46 11 0 0 432 4,32 86.4 5 Rekomendasi pembelian 54 38 7 1 0 445 4,45 89 Jumlah 2230 22,3 446

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas, dapat dilihat bahwa keseluruhan

nilai capaian konsumen pada indikator lokasi adalah lebih dari 80%,

ini berarti indikator produk memiliki kategori kuat. Dapat diartikan

(12)

Lareh sangat baik. Yang lebih harus diperhatikan adalah pembelian

ulang oleh konsumen karena memiliki TCR terendah sebesar 86.4%

dan mempertahankan kebiasaan membeli konsumen karena memiliki

TCR tertinggi sebesar 92,4%.

C. Hasil Analisis Data

1. Uji Instrumen Penelitian

Untuk memastikan apakah instrument yang digunakan ini merupakan

alat ukur yang akurat dan dapat digunakan, maka dilakukan dengan 2

macam pengujian, yaitu:

a. Uji Validitas

Kriteria pengujian adalah jika r hitung > r tabel berarti valid,

sebaliknya jika r hitung > r tabel berarti tidak valid. Dalam penelitian

ini, untuk mengetahui validitas dari instrument penelitian, dilakukan

uji coba penelitian dengan menyebarkan kuesioner uji coba kepada 30

responden. Untuk responden dengan jumlah 30 orang, instrument

penelitiannya dikatakan valid jika nilai r > 0.361 (pada taraf signifikan

5%).

Berikut hasil uji validitas variabel produk, harga, dan lokasi

terhadap keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun

(13)

Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas

Variabel Indikator Corrected

Item-Total Correlation

R tabel (α 5%)

Keterangan

Produk Produk sesuai keinginan

0,707 0,361 Valid

Keragaman produk 0,811 0,361 Valid

Tampilan produk 0,770 0,361 Valid

Kualias produk 0,821 0,361 Valid

Keunikan produk 0,661 0,361 Valid

Harga Keterjangkauan harga 0,615 0,361 Valid

Keragaman harga 0,671 0,361 Valid

Harga sesuai manfaat 0,618 0,361 Valid

Harga sesuai kualitas 0,602 0,361 Valid

Persaingan harga 0,634 0,361 Valid

Lokasi Lokasi strategis 0,580 0,361 Valid

Arus lalu lintas lancar 0,728 0,361 Valid

Kondisi lingkungan 0,684 0,361 Valid

Akses menuju lokasi 0,672 0,361 Valid

Tempat penjualan luas 0,470 0,361 Valid

Keputusan Pembelian Keinginan membeli produk 0,580 0,361 Valid Kebiasaan dalam membeli 0,728 0,361 Valid Perilaku pasca pembelian 0,684 0,361 Valid

Pembelian ulang 0,672 0,361 Valid

Memberikan

rekomendasi kepada orang lain

0,470 0,361 Valid

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Dari Tabel 4.11 menunjukkan bahwa semua indicator yang

digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam

(14)

tabel sebesar 0,361 (nilai r tabel untuk 30 sampel), sehingga semua

indikator dari variabel penelitian ini adalah valid. Untuk itu semua

pernyataan dari variabel produk, harga, lokasi, dan keputusan

pembelian dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner.

Kuesioner dapat dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap

pernyataan yang diberikan adalah konsisten dari waktu ke waktu.

Pengujian realibilitas dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus

Cronbach Alpha.

Sebuah faktor dinyatakan reliabel/handal jika koefisien Alpha lebih

besar dari 0,6. Apabila Cronbach Alpha (α) lebih besar dari 0,60 maka

data penelitian dianggap sangat baik dan reliabel untuk digunakan

sebagai input dalam proses penganalisaan data guna menguji hipotesis

penelitian. Hasil pengujian realibilitas untuk masing-masing variabel

diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan Produk (X1) 0,809 Reliable Harga (X2) 0,694 Reliable Lokasi (X3) 0,664 Reliable

Keputusan Pembelian (Y) 0,691 Reliable

(15)

Dari Tabel 4.12 menunjukkan bahwa semua variabel yang

digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai cronbach alpha (α)

lebih besar dari 0,60 maka data penelitian dianggap sangat baik dan

reliabel untuk digunakan dalam proses penganalisaan data.

2. Uji Analisis Data

a. Analisis Korelasi Berganda

Untuk mengetahui pengaruh variabel produk, harga, dan lokasi

terhadap keputusan pembelian tanaman hias di Kelurahan Lubuk

Minturun Sungai Lareh, penelitian ini menggambarkan analisis

korelasi Pearson Product Moment. Korelasi bertujuan untuk

mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel

terikat. Hasil analisis korelasi berganda disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.13

Nilai Koefisien Korelasi Berganda

PRODUK HARGA LOKASI

KEPUTUSAN PEMBELIAN

PRODUK Pearson Correlation 1 .676**

.506** .605**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000

N 100 100 100 100

HARGA Pearson Correlation .676** 1 .490** .486**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000

N 100 100 100 100

LOKASI Pearson Correlation .506** .490** 1 .754**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 N 100 100 100 100 KEPUTUSAN PEMBELIAN Pearson Correlation .605** .486** .754** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 N 100 100 100 100

(16)

Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan analisis korelasi

berganda diperoleh nilai sebagai berikut:

1) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi berganda

sebesar 0,605 maka Produk (X1) berhubungan kuat terhadap

Keputusan Pembelian (Y). Dari hasil tersebut terlihat bahwa

nilai signifikansi sebesar 0,000 < alpha (5%), maka hal ini

menunjukkan bahwa produk (X1) mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di

Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.

2) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi berganda

sebesar 0,486 maka Harga (X2) berhubungan sedang terhadap

Keputusan Pembelian (Y). Dari hasil tersebut terlihat bahwa

nilai signifikansi sebesar 0,000 < alpha (5%), maka hal ini

menunjukkan bahwa harga (X2) mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di

Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.

3) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi berganda

sebesar 0,754 maka Lokasi (X3) berhubungan kuat terhadap

Keputusan Pembelian (Y). Dari hasil tersebut terlihat bahwa

nilai signifikansi sebesar 0,000 < alpha (5%), maka hal ini

menunjukkan bahwa lokasi (X3) mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di

(17)

b. Hasil Uji T

Uji T adalah uji hipotesis tentang koefisien-koefisien slope regresi

secara individual. Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh

pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam

menerangkan variasi variabel dependen. Hasil Uji t disajikan pada

tabel berikut: Tabel 4.14 Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.169 1.471 3.514 .001 PRODUK .269 .074 .314 3.609 .000 HARGA -.023 .083 -.024 -.276 .000 LOKASI .538 .065 .607 8.268 .000

Sumber: Data Olahan 2017, SPSS v.16

Berdasarkan hasil dari tabel 4.14 di atas dapat diketahui bahwa

semua variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel

terikat. Variabel Produk memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000

angka signifikan tersebut lebih kecil dibanding 0,05. Koefisien regresi

jumlah produk tanaman hias di Lubuk Minturun adalah 0,269. Hal

tersebut menunjukan ada pengaruh positif antara produk dengan

keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minurun. Ketika produk

(18)

pembelian tanaman hias dari para pembeli akan mengalami kenaikan

sebesar 0,269 satuan.

Variabel Harga memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 jauh

lebih kecil dari 0,05. Koefisien regresi harga tanaman hias di Lubuk

Minturun adalah -0,023. Hal tersebut menunjukan ada pengaruh

negatif atau berbanding terbalik antara harga dengan keputusan

pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun. Apabila harga menurun

sebesar satu satuan maka akan meningkatkan keputusan pembelian

tanaman hias di Lubuk Minturun sebesar 0,023 satuan.

Variabel Lokasi memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 angka

signifikan tersebut lebih kecil dibanding 0,05. Koefisien regresi lokasi

tanaman hias di Lubuk Minturun adalah 0,538. Hal tersebut

menunjukan ada pengaruh positif antara lokasi dengan keputusan

pembelian tanaman hias di Lubuk Minurun. Ketika lokasi tanaman

hias meningkat sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan

keputusan pembelian tanaman hias sebesar 0,538 satuan.

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas

berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian tanaman

hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh. Dengan demikian

pernyataan Ho yang menyatakan bahwa variabel produk, harga dan

lokasi tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel

keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun ditolak dan

(19)

lokasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan

pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun diterima.

c. Koefisien Determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengetahui sampai

seberapa besar persentase variasi variabel terikat pada model dapat

diterangkan oleh variabel bebas.

Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R²

yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan

variasi variabel dependen amat terbatas, nilai yang mendekati satu

berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua

informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel

dependen. Hasil perhitungan koefisien determinasi disajikan pada tabel

berikut :

Tabel 4.15 Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .797a .636 .625 1.103

Sumber: Data Olahan 2017, SPSS v.16

Berdasarkan hasil pengolahan data primer pada Tabel tersebut

(20)

berarti variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabelitas variabel

independen sebesar 63,6%. Sedangkan 36,4% dijelaskan oleh variabel

lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian. Artinya hasil

R-Square dari analisis determinasi dalam penelitian ini menunjukkan

bahwa 63,6% keputusan pembelian konsumen terhadap Tanaman Hias

di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh oleh pembeli adalah

produk, harga, dan lokasi. Sedangkan 36,4% faktor lain yang

dipertimbangkan dalam mempengaruhi adalah faktor eksternal lainnya.

D. Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian bertujuan untuk menerangkan dan

menginterprestasikan hasil penelitian dengan tujuan penelitian.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terdapat pengaruh antara

variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu:

1. Pengaruh Produk Terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias

di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh

Berdasarkan hasil analisis korelasi berganda ditemukan bahwa

produk (X1) berhubungan kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,605

terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk

Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal ini

menunjukkan bahwa pembeli menganggap tanaman hias yang

memiliki kualitas yang baik, tampilan yang menarik, dan tanaman hias

yang semakin beragam, maka akan meningkatkan keputusan

(21)

Dapat dibuktikan juga berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa,

diperoleh nilai koefisien variabel produk (X1) sebesar 0,269 yang

berarti produk memiliki pengaruh positif terhadap keputusan

pembelian (Y) tanaman hias di Lubuk Minturun dengan signifikansi

sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Artinya jika produk meningkat

maka keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun akan

meningkat.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

Rivo Setiadi dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Produk, Harga, dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian Pisang Krispy Balai Baru” bahwa persepsi produk (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Pisang Krispy Balai Baru, dengan nilai Exp

(B) sebesar 1.290 (positif). Hal ini menunjukkan bahwa konsumen

menganggap produk yang baik, akan mempunyai peluang yang

semakin meningkat dalam membeli Pisang Krispy Balai Baru.5

Dalam sebuah teori, Fandy Tjiptono mendefinisikan dasar

pengambilan keputusan dapat dilihat melalui atribut produk yaitu

unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan

dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian meliputi kualitas

produk, variasi produk, kemasan, fasilitas, pelayanan, dll.6 Oleh sebab

itu para pelaku usaha harus mampu mempertahankan dan terus

melakukan inovasi dalam menghasilkan produk.

5Rivo Setiadi, “Pengaruh Produk, Harga, dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian

Pisang Krispy Balai Baru” Skripsi Universitas Negeri Padang (2016)

(22)

Pada umumnya konsumen dalam membelanjakan uang mereka

akan memperhitungkan kualitas yang akan mereka peroleh dari uang

yang mereka keluarkan. Dengan demikian, konsumen akan

mempertimbangkan produk sebagai pertukaran pengorbanan uang

yang digunakan untuk membeli suatu produk. Dari hasil pengujian

diatas diperoleh adanya keputusan pembelian yang akan naik atau

semakin tinggi oleh konsumen terhadap Tanaman Hias di Lubuk

Minturun jika produk semakin baik.

Adanya kecenderungan pengaruh produk terhadap keputusan

pembelian yang dilakukan oleh konsumen, mengisyaratkan bahwa para

pelaku usaha perlu mempertimbangkan aspek-aspek keputusan

pembelian konsumen. Karena hal itu merupakan titik penting dari

usaha pemasar untuk mengetahui penyebabnya. Pelaku usaha dapat

mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian serta

dapat menganalisis konsumen dalam mempersiapkan produk. Pelaku

usaha yang mengetahui hal tersebut, tentu tidak hanya menjual produk

itu sendiri, tetapi juga manfaat dari produk tersebut dimana pada

akhirnya hal tersebut membawa pelaku usaha untuk meningkatkan

penjualan karena akan berpengaruh pada keputusan pembelian yang

dilakukan oleh konsumen.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin baik

produk yang ditawarkan maka semakin meningkatkan keputusan

(23)

kualitas yang baik dan faktor pendukung menarik lainnya yang

mendukung suatu produk akan mempengaruhi keputusan pembelian

Tanaman hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.

2. Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias

di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh

Berdasarkan hasil analisis korelasi berganda ditemukan bahwa

harga (X2) berhubungan sedang dengan nilai korelasi sebesar 0,486

terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk

Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal ini

menunjukkan bahwa pembeli menganggap semakin terjangkaunya

harga tanaman hias, maka akan meningkatkan keputusan pembelian

tanaman hias di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh.

Dapat dibuktikan juga berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa,

diperoleh nilai koefisien variabel harga (X2) sebesar -0,023 yang

berarti harga memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan pembelian

(Y) tanaman hias di Lubuk Minturun dengan signifikansi sebesar 0,000

atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini bertolak belakang dengan hipotesis

penelitian. Artinya jika harga turun maka keputusan pembelian

tanaman hias di Lubuk Minturun akan meningkat.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

Muhammad Ikhsan Syastra dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh

Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Sepeda

(24)

Negeri Padang” bahwa harga berpengaruh negative terhadap keputusan pembelian sepeda motor Suzuki Satria FU 150 dengan nilai pengaruh

sebesar -0,776 (Sig = 0,040). Angka ini menunjukkan bahwa semakin

turun harga maka akan meningkatkan keputusan pembelian sepeda

motor Suzuki Satria FU 150. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan

masyarakat dalam melakukan pembelian sepeda motor Suzuki Satria

FU 150.7

Hal ini sesuai dengan pendapat Assauri yang mendefenisikan

dalam mempengaruhi konsumen keberadaan harga dapat memberikan

dampak ekonomis dan psikologis. Dampak ekonomis berkaitan dengan

daya beli, sebab harga merupakan biaya bagi konsumen. Hal tersebut

dapat dilihat jika semakin tinggi harga suatu produk, maka semakin

sedikit produk yang dapat mereka beli. Sebaliknya jika semakin rendah

harga suatu produk, maka semakin banyak produk yang dibeli

konsumen. Efek psikologis dari harga, dapat dilihat dari persepsi

konsumen, bahwa bila suatu produk dengan harga tinggi maka akan

mencerminkan kualitas yang tinggi, dan produk dengan harga yang

rendah juga akan mencerminkan kualitas yang rendah.8

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga

menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat untuk melakukan

keputusan pembelian dimasa yang akan datang. Pernyataan yang

7Muhammad Ikhsan Syastra, “Pengaruh Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan

Pembelian Sepeda Motor Suzuki Satria FU 150 di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Padang”, Skripsi Universitas Negeri Padang (2014)

(25)

mendapat skor tertinggi pada variabel harga adalah keragaman harga

dengan skor rata-rata 4,57, ini berarti sebagian besar konsumen sangat

tertarik dengan harga yang beragam di Lubuk Minturun, sehingga

dapat terjangkau untuk semua kalangan dan meningkatkan keputusan

pembelian pada tanaman hias.

3. Pengaruh Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Tanaman Hias

di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh

Berdasarkan hasil analisis korelasi berganda ditemukan bahwa

lokasi (X3) berhubungan kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,754

terhadap keputusan pembelian (Y) Tanaman Hias di Kelurahan Lubuk

Minturun Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal ini

menunjukkan bahwa semakin strategis lokasi tanaman hias, maka

semakin besar kemungkinan konsumen dalam membeli tanaman hias

di Lubuk Minturun.

Dapat dibuktikan juga berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa,

diperoleh nilai koefisien variabel lokasi (X3) sebesar 0,538 yang

berarti lokasi memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian

(Y) tanaman hias di Lubuk Minturun dengan signifikansi sebesar 0,000

atau lebih kecil dari 0,05. Artinya jika lokasi meningkat maka

keputusan pembelian tanaman hias di Lubuk Minturun akan

meningkat.

Menurut Dwi Setyaningsih dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Lokasi dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Serta

(26)

Dampak Loyalitas Konsumen” meyebutkan bahwa lokasi mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dan faktor penting

dalam pencarian tujuan badan usaha. Tempat yang strategis dan mudah

dijangkau mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang

pada tempat perbelanjaan.9

Dalam sebuah teori, Nandan Limakrisna mendefinisikan bahwa

tempat yang strategis dan mudah dijangkau mendorong konsumen

untuk melakukan pembelian ulang pada tempat perbelanjaan. Saluran

distribusi (lokasi) berdampak pada: dimana, kapan, dan bagaimana

akan diakses oleh konsumen.10

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar konsumen

menyatakan bahwa lokasi dari Tanaman Hias di Lubuk Minturun

menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat untuk melakukan

keputusan pembelian. Pernyataan yang mendapat skor tetinggi pada

variabel lokasi adalah akses menuju lokasi mudah dijangkau oleh

pembeli dengan skor rata-rata 4,48 dan nilai TCR sebesar 89,6%. Hal

ini menunjukkan bahwa pembeli tanaman hias di Kelurahan Lubuk

Minturun Sungai Lareh sangat setuju bahwa dengan akses lokasi yang

mudah dijangkau pembeli akan memudahkan para pembeli dalam

melakukan pembelian tanaman hias.

9Dwi Setyaningsih, “Pengaruh lokasi dan harga terhadap keputusan pembelian serta

dampak loyalitas konsumen”, jurnal manajemen, vol. 4, No. 3, (2009), h. 3

10

Nandan Limakrisna, Manajemen Pemasaran Edisi 1, (Jakarta: Mitra media wacana, 2012), h. 65

Gambar

Tabel 4.11  Hasil Uji Validitas  Variabel  Indikator   Corrected
tabel  sebesar  0,361  (nilai  r  tabel  untuk  30  sampel),  sehingga  semua  indikator  dari  variabel  penelitian  ini  adalah  valid
Tabel 4.15  Model Summary

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel di atas, pengaruh simultan variabel produk, promosi dan harga terhadap kepercayaan keputusan pembelian diperoleh nilai F hitung sebesar 159,318 dengan

Pengaruh Harga dan Kualitas Produk terhadap keputusan pembelian Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara harga

Pemilik berani mengambil keputusan tersebut karena didasari oleh produk yang dibuatnya antara lain, barang yang diberikan kepada konsumen merupakan barang yang masih baru,

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lifestyle memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah pada Mahasiswi IAIN Kudus

Jadi dari hasil uji hipotesis ini dapat disimpulkan bahwa marketing syariah, kualitas produk, dan kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap Keputusan

Hal ini didukung dengan kuatnya hubungan respon teknik ini dengan berbagai pernyataan konsumen antara lain penempatan produk di rak sesuai lokasi, karyawan ramah

Total 103 100% Sumber : Hasil Data Penulis, 2019 Berdasarkan tabel IV.10 menunjukkan persepsi responden terhadap pernyataan “Mengetahui ukuran size dari produk yang ditawarkan”,

PengaruhkKomunikasi X1, Motivasi X2, dan Disiplin kerja X3 terhadap Kinerja karyawan secara Simultan Berdasarkan hasil uji f diketahuibahwa Komunikasi X1, Motivasi X2, Disiplin