ASPEK HUKUM DALAM
ASPEK HUKUM DALAM
EKONOMI & PENGANTAR
EKONOMI & PENGANTAR
HUKUM BISNIS
HUKUM BISNIS
OLEH :
OLEH :
HUKUM (LAW)
HUKUM (LAW)
Hukum adalah seperangkat kaidah atau aturan yang
Hukum adalah seperangkat kaidah atau aturan yang
mengatur kehidupan manusia yang berupa perintah dan
mengatur kehidupan manusia yang berupa perintah dan
larangan, jika dilanggar akan mendapatkan sanksi baik
larangan, jika dilanggar akan mendapatkan sanksi baik
secara pidana maupun perdata.
secara pidana maupun perdata.
Hukum adalah a
Hukum adalah aturan-aturan yang dapat diberlakukan turan-aturan yang dapat diberlakukan untuk mengatur hubungan-hubungan antar manusia dan
untuk mengatur hubungan-hubungan antar manusia dan
antara manusia dengan masyarakatnya
antara manusia dengan masyarakatnya..
Hukum dapat dipahami sebagai perangkat asas dan
Hukum dapat dipahami sebagai perangkat asas dan
aturan yang diberlakukan oleh negara untuk mengatur
aturan yang diberlakukan oleh negara untuk mengatur
suatu perilaku dan atau diterapkan oleh hakim untuk
suatu perilaku dan atau diterapkan oleh hakim untuk
menyelesaikan perkara.
PEMBAGIAN HUKUM
PEMBAGIAN HUKUM
Hukum Publik----Hukum Pidana, Hukum Tata Negara,
Hukum Publik----Hukum Pidana, Hukum Tata Negara,
Hukum Administrasi negara, hukum Internasional,
Hukum Administrasi negara, hukum Internasional,
Hukum Laut Internasional.
Hukum Laut Internasional.
Hukum Privat--- Hukum Perdata, Hukum Dagang,
Hukum Privat--- Hukum Perdata, Hukum Dagang,
Hukum Perdata Internasional.
Hukum Perdata Internasional.
Hukum Privat inilah yang melahirkan apa yang disebut
Hukum Privat inilah yang melahirkan apa yang disebut
sebagai hukum ekonomi atau hukum bisnis.
TUJUAN HUKUM SECARA
TUJUAN HUKUM SECARA
UMUM
UMUM
KEPASTIAN HUKUM
KEPASTIAN HUKUM
KEADILAN
KEADILAN
KEMANFAATAN
FUNGSI HUKUM
FUNGSI HUKUM
Law As Tool Of Social
Control-Law As Tool Of Social Control---- hukum sebagai --- hukum sebagai control sosial--- hukum lahir dari masyarakat untuk
control sosial--- hukum lahir dari masyarakat untuk
masyarakat.
masyarakat.
Law As Tool Of Social
Enggenering-Law As Tool Of Social Enggenering-----hukum sebagai ----hukum sebagai rekayasa sosial ---agar ketertiban dan keamanan
rekayasa sosial ---agar ketertiban dan keamanan
dapat tercipta--- hukum dalam ini berupa peraturan
dapat tercipta--- hukum dalam ini berupa peraturan
perundang-undangan.
SUBJEK HUKUM
SUBJEK HUKUM
SUBJEK HUKUM adalah pemangku hak dan
SUBJEK HUKUM adalah pemangku hak dan
kewajiban.
kewajiban.
Yang termasuk dalam subjek hukum yaitu :
Yang termasuk dalam subjek hukum yaitu :
1.
1. Orang Orang (Naturlijk Persoon)----orang perorangan.(Naturlijk Persoon)----orang perorangan.
2.
2. Badan Hukum Badan Hukum (Recht Persoon)(Recht Persoon)----PT, CV, FIRMA, ----PT, CV, FIRMA, KOPERASI dan YAYASAN.
KOPERASI dan YAYASAN.
Subjek hukum berarti orang yang berwenang dalam
Subjek hukum berarti orang yang berwenang dalam
melakukan perbuatan hukum. Kriterianya adalah
melakukan perbuatan hukum. Kriterianya adalah
diatas umur tertentu atau telah menikah dan tidak
diatas umur tertentu atau telah menikah dan tidak
cacat mental serta tidak berada dibawah pengampuan
cacat mental serta tidak berada dibawah pengampuan
(miderjarig)
PERBUATAN HUKUM
PERBUATAN HUKUM
Perbuatan Hukum adalah setiap perbuatan yang
Perbuatan Hukum adalah setiap perbuatan yang
menimbulkan akibat hukum. Misalnya jual beli, perjanjian
menimbulkan akibat hukum. Misalnya jual beli, perjanjian
atau kontrak, perkawinan, perceraian, kematian yang
atau kontrak, perkawinan, perceraian, kematian yang
tidak wajar
tidak wajar
Peristiwa hukum---perstiwa yang menimbulkan akibat
Peristiwa hukum---perstiwa yang menimbulkan akibat
hukum. Misalnya perkawinan dan kematian.
hukum. Misalnya perkawinan dan kematian.
Perbuatan yang melanggar hukum adalah perbuatan
Perbuatan yang melanggar hukum adalah perbuatan
menyimpang dari aturan hukum/ peraturan
menyimpang dari aturan hukum/ peraturan
perundang-undangan.
undangan.
Perbuatan melangar hukum berimplikasi pada kerugian
Perbuatan melangar hukum berimplikasi pada kerugian
yang diderita oleh seseorang.----Pasal 1365 KUH Pdt.
OBJEK HUKUM
OBJEK HUKUM
Objek hukum berkaitan dengan kebendaan yang
Objek hukum berkaitan dengan kebendaan yang
digunakan oleh subjek hukum untuk melakukan
digunakan oleh subjek hukum untuk melakukan
perbuatan hukum.
perbuatan hukum.
Objek hukum----apa yang diperjanjikan dalam suatu
Objek hukum----apa yang diperjanjikan dalam suatu
kontrak oleh subjek hukum.
kontrak oleh subjek hukum.
Objek hukum yang berkaitan dengan kebendaan
Objek hukum yang berkaitan dengan kebendaan
yaitu :
yaitu :
1.
1. Benda bergerak--- emas, sepeda motor, mobilBenda bergerak--- emas, sepeda motor, mobil 2.
EKONOMI
EKONOMI
Kegiatan ekonomi selalu dihubungkan dengan produksi
Kegiatan ekonomi selalu dihubungkan dengan produksi
(penciptaan), distribusi (peredaran) dan konsumsi
(penciptaan), distribusi (peredaran) dan konsumsi
(pemakaian), barang dan jasa.
(pemakaian), barang dan jasa.
Kegiatan ekonomi tidak hanya itu saja tetapi lebih luas
Kegiatan ekonomi tidak hanya itu saja tetapi lebih luas
lagi seperti menyangkut perseroan terbatas,
lagi seperti menyangkut perseroan terbatas,
pengangkutan darat , laut dan udara, kontrak, pasar
pengangkutan darat , laut dan udara, kontrak, pasar
modal dlll.
modal dlll.
Ekonomi saat ini sering disebut orang sebagai “Bisnis”
Ekonomi saat ini sering disebut orang sebagai “Bisnis” Kata “ Bisnis “ itu sendiri diambil dari bahasa Inggris “ Business “ yang berarti kegiatan usaha.
Dalam arti luas, kata bisnis sering
diartikan : sebagai keseluruhan kegiatan
usaha yang dijalankan oleh orang atau
badan secara teratur dan terus menerus,
yaitu berupa kegiatan mengadakan
barang-barang atau jasa-jasa maupun
fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan,
dipertukarkan atau disewagunakan
KEGIATAN BISNIS
KEGIATAN BISNIS
1.
1. Kegiatan perdagangan Kegiatan perdagangan (Commerce)(Commerce)----kegiatan jual ----kegiatan jual beli yang dilakukan orang atau badan baik dalam
beli yang dilakukan orang atau badan baik dalam
negeri maupun luar negeri dengan tujuan untuk
negeri maupun luar negeri dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan. Exs : produsen/pabrik,
memperoleh keuntungan. Exs : produsen/pabrik,
dealer, agen, grosir, toko.
dealer, agen, grosir, toko.
2.
2. Kegiatan industri Kegiatan industri (industry)(industry)---kegiatan memproduksi ---kegiatan memproduksi atau menghasilkan barang-barang yang lebih berguna
atau menghasilkan barang-barang yang lebih berguna
Exs : industri kehutanan, perkebunan, pertambangan,
Exs : industri kehutanan, perkebunan, pertambangan,
jembatan, makanan dan pakaian dll
jembatan, makanan dan pakaian dll
3.
3. Kegiatan jasa-jasa Kegiatan jasa-jasa (service)(service)----kegiatan yang ----kegiatan yang
menyediakan jasa-jasa yang dilakukan oleh orang dan
menyediakan jasa-jasa yang dilakukan oleh orang dan
badan. Exs : jasa perhotelan, konsultan, asuransi,
badan. Exs : jasa perhotelan, konsultan, asuransi,
pariwisata dan pengacara.
ASAL HUKUM EKONOMI DAN
ASAL HUKUM EKONOMI DAN
HUKUM BISNIS
HUKUM BISNIS
Hukum ekonomi atau hukum
Hukum ekonomi atau hukum
bisnis merupakan pengembangan
bisnis merupakan pengembangan
dari hukum privat yaitu hukum
dari hukum privat yaitu hukum
perdata (BW) dan hukum dagang
perdata (BW) dan hukum dagang
(WVK)
HUKUM BISNIS DI INDONESIA
HUKUM BISNIS DI INDONESIA
Dasar hukumnya yaitu KUHD dan KUH
Dasar hukumnya yaitu KUHD dan KUH
Perdata---Tahun 1848 berdasarkan asas korkondansi.
Tahun 1848 berdasarkan asas korkondansi.
Dasar fundamental dari hukum bisnis secara
Dasar fundamental dari hukum bisnis secara
tradisional yaitu hukum kontrak atau perjanjian adat,
tradisional yaitu hukum kontrak atau perjanjian adat,
hukum jual beli dagang secara sederhana yang
hukum jual beli dagang secara sederhana yang
mengatur interaksi antara rakyat Indonesia dengan
mengatur interaksi antara rakyat Indonesia dengan
saudagar asing.
saudagar asing.
Dasar Hukum Bisnis di Indonesia adalah :
Dasar Hukum Bisnis di Indonesia adalah :
1. KUH Dagang yang belum banyak diubah---- seperti
1. KUH Dagang yang belum banyak diubah---- seperti
keagenan dan distributor (makelar dan
keagenan dan distributor (makelar dan
komisioner),Surat berharga (cek, wesel),
komisioner),Surat berharga (cek, wesel),
Pengangkutan Laut.
2.
2. KUH Dagang yang sudah banyak berubah--- pembukuan dagang KUH Dagang yang sudah banyak berubah--- pembukuan dagang dan asuransi (pertanggungan)
dan asuransi (pertanggungan)
3. KUH Dagang yang sudah diganti dengan perundang-undangan yang
3. KUH Dagang yang sudah diganti dengan perundang-undangan yang
baru--- perseroan terbatas, pembukuan perseroan dan reklame
baru--- perseroan terbatas, pembukuan perseroan dan reklame
dan penuntutan kembali dalam kepailitan
dan penuntutan kembali dalam kepailitan
4. KUH Perdata yang belum banyak diubah---- prinsipnya masih
4. KUH Perdata yang belum banyak diubah---- prinsipnya masih
berlaku seperti kontrak, jual beli, hipotik.
berlaku seperti kontrak, jual beli, hipotik.
5. KUH Perdata yang sudah banyak berubah--- Perkreditan
5. KUH Perdata yang sudah banyak berubah--- Perkreditan
(Perjanjian Pinjam Meminjam )
(Perjanjian Pinjam Meminjam )
6. KUH Perdata yang sudah diganti dengan perundang-undangan yang
6. KUH Perdata yang sudah diganti dengan perundang-undangan yang
baru--- Hak Tanggungan (dahulu Hipotik atas Tanah dan
baru--- Hak Tanggungan (dahulu Hipotik atas Tanah dan
Perburuhan)
Perburuhan)
7. Perundang-undangan yang terkait degan KUH Dagang maupun
7. Perundang-undangan yang terkait degan KUH Dagang maupun
KUH Perdata – perusahaan go publik dan pasar modal, penanaman
KUH Perdata – perusahaan go publik dan pasar modal, penanaman
modal asing, kepailitan dan likuidasi, akuisis dan merger,
modal asing, kepailitan dan likuidasi, akuisis dan merger,
pembiayaan, HKI, Anti Monopoli, Perlindungan Konsumen,
pembiayaan, HKI, Anti Monopoli, Perlindungan Konsumen,
Penyelesaian Sengketa Bisnis, Bisnis Internasional.
Peranan Hukum Dalam Kegiatan
Peranan Hukum Dalam Kegiatan
Ekonomi
Ekonomi
Agar kehidupan ekonomi berjalan dengan lancar, wajar,
Agar kehidupan ekonomi berjalan dengan lancar, wajar,
tertib, aman dan nyaman maka diperlukan hukum dalam
tertib, aman dan nyaman maka diperlukan hukum dalam
bentuk peraturan perundang-undangan untuk
bentuk peraturan perundang-undangan untuk
menciptakan hal tersebut diatas.
menciptakan hal tersebut diatas.
Hukum juga berperan untuk mencegah dan menangani
Hukum juga berperan untuk mencegah dan menangani
kasus persaingan usaha tidak sehat atau kecurangan
kasus persaingan usaha tidak sehat atau kecurangan
dalam dunia ekonomi atau bisnis seperti monopoli, katel
dalam dunia ekonomi atau bisnis seperti monopoli, katel
dan posisi dominan.
dan posisi dominan.
Jika tidak ada hukum atau aturan main maka kegiatan
Jika tidak ada hukum atau aturan main maka kegiatan
ekonomi atau bisnis akan mengalami kekacauan sebab
ekonomi atau bisnis akan mengalami kekacauan sebab
semua diserahkan kepada mekanisme pasar yang seba
semua diserahkan kepada mekanisme pasar yang seba
tidak menentu.
PERANAN HUKUM SECARA
PERANAN HUKUM SECARA
UMUM DALAM PEMBANGUNAN
UMUM DALAM PEMBANGUNAN
EKONOMI
EKONOMI
STABILITY---STABILITAS KEAMANAN, POLITIK DAN
STABILITY---STABILITAS KEAMANAN, POLITIK DAN
HUKUM.
HUKUM.
PREDIKTIBILITY---DENGAN ADANYA KEPASTIAN
PREDIKTIBILITY---DENGAN ADANYA KEPASTIAN
HUKUM AKAN DAPAT MEMPREDIKSI USAHA/ BISNIS
HUKUM AKAN DAPAT MEMPREDIKSI USAHA/ BISNIS
VERNESS--- DENGAN ADANYA HUKUM DAPAT
VERNESS--- DENGAN ADANYA HUKUM DAPAT
MENCIPTAKAN KEADILAN BAIK BAGI PENGUSAHA
MENCIPTAKAN KEADILAN BAIK BAGI PENGUSAHA
DAN INVESTOR.----BERGUNA DALAM HAL
DAN INVESTOR.----BERGUNA DALAM HAL
PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS.
Dibanyak negara berkembang, perangkat
Dibanyak negara berkembang, perangkat
hukum dan institusionalnya, kalaupun ada masih
hukum dan institusionalnya, kalaupun ada masih
sangat lemah guna mendukung beroperasinya
sangat lemah guna mendukung beroperasinya
ekonomi pasar secara efektif dan efesien
ekonomi pasar secara efektif dan efesien
Efektifitas pasar memerlukan adanya dukungan
Efektifitas pasar memerlukan adanya dukungan
institusional, kultural dan perangkat hukum
institusional, kultural dan perangkat hukum
tertentu, yang kebanyakan tidak atau belum
tertentu, yang kebanyakan tidak atau belum
dimiliki oleh negara-negara berkembang
Tanpa adanya sistem hukum yang mapan,
Tanpa adanya sistem hukum yang mapan,
misalnya segala kontrak dan perjanjian
misalnya segala kontrak dan perjanjian
bisnis hanya akan tinggal diatas kertas;
bisnis hanya akan tinggal diatas kertas;
hak cipta hanya sebuah buah bibir; dan
hak cipta hanya sebuah buah bibir; dan
kurs atau mata uangpun bisa berubah
kurs atau mata uangpun bisa berubah
kapan saja
kapan saja
.
.
Jika kepastian hukum begitu minim,
Jika kepastian hukum begitu minim,
jelaslah bisnis tidak akan berkembang
jelaslah bisnis tidak akan berkembang
begitu baik
Target terpenting dalam kegiatan bisnis adalah
Target terpenting dalam kegiatan bisnis adalah
peningkatan profesionalisme para pelaku pasar
peningkatan profesionalisme para pelaku pasar
sehingga terhindar dari praktek persaingan
sehingga terhindar dari praktek persaingan
usaha tidak sehat/ monopoli dan perbuatan
usaha tidak sehat/ monopoli dan perbuatan
yang merugikan konsumen/pengguna barang
yang merugikan konsumen/pengguna barang
dan jasa.
dan jasa.
Praktek-praktek seperti persaingan usaha tidak
Praktek-praktek seperti persaingan usaha tidak
sehat/ monopoli dan perbuatan yang merugikan
sehat/ monopoli dan perbuatan yang merugikan
konsumen/pengguna barang dan jasa akan
konsumen/pengguna barang dan jasa akan
membuat pasar menjadi tidak efisien.
CONTOH KETERLIBATAN
CONTOH KETERLIBATAN
HUKUM DALAM EKONOMI
HUKUM DALAM EKONOMI
Dalam kegiatan penanaman modal (PMA
Dalam kegiatan penanaman modal (PMA
&PMDN)---hukum harus dapat menciptakan
hukum harus dapat menciptakan stabilitystability (stabilitas), (stabilitas),
prediktibility
prediktibility (prediksi) dan (prediksi) dan VernessVerness (keadilan) dalam (keadilan) dalam
bentuk aturan. UU No 1 Tahun 1967 tentang PMA diganti
bentuk aturan. UU No 1 Tahun 1967 tentang PMA diganti
dengan UU No 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman
dengan UU No 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman
Modal, UU No 6 Tahun 1968 tentang PMDN
Modal, UU No 6 Tahun 1968 tentang PMDN
Dalam Pasar Modal
Dalam Pasar Modal (Capital Market)(Capital Market)---hukum harus ---hukum harus dapat menciptakan kepastian hukum dan perlindungan
dapat menciptakan kepastian hukum dan perlindungan
terhadap investor, kewajaran dan larangan praktek
terhadap investor, kewajaran dan larangan praktek
curang serta pasar yang tertib---maka dibentuklah
curang serta pasar yang tertib---maka dibentuklah
BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) dll
Dalam kontrak bisnis ----hukum berperan dalam hal
Dalam kontrak bisnis ----hukum berperan dalam hal
pembuatan kontrak yang berkaitan dengan syarat sah
pembuatan kontrak yang berkaitan dengan syarat sah
tentang perjanjian (Pasal 1320 KUH Perdata).
tentang perjanjian (Pasal 1320 KUH Perdata).
Dalam hal pendirian PT, hukum berperan dalam proses
Dalam hal pendirian PT, hukum berperan dalam proses
pendirian PT, seperti tahap akta notaris, tahap
pendirian PT, seperti tahap akta notaris, tahap
pengesahan, tahap pendaftaran dalam daftar
pengesahan, tahap pendaftaran dalam daftar
perusahaan dan tahap pengumuman.
perusahaan dan tahap pengumuman.
Dalam hal perlindungan konsumen----hukum berperan
Dalam hal perlindungan konsumen----hukum berperan
untuk melindungi konsumen dari praktek curang dari
untuk melindungi konsumen dari praktek curang dari
produsen yaitu memberikan sanksi secara pidana
produsen yaitu memberikan sanksi secara pidana
maupun perdata. Dalam bentuk UU No. 8 Tahun 1999
maupun perdata. Dalam bentuk UU No. 8 Tahun 1999
Tentang Perlindungan Konsumen.
Hukum juga berperan dalam hal peyelesaian sengketa Hukum juga berperan dalam hal peyelesaian sengketa
bisnis seperti litigasi maupun non litigasi (ADR)----mediasi, bisnis seperti litigasi maupun non litigasi (ADR)----mediasi,
konsiliasi dan arbitrase. konsiliasi dan arbitrase.
Hukum berperan dalam hal mencegah dan menangani Hukum berperan dalam hal mencegah dan menangani kasus serta memberikan hukuman pidana, perdata dan kasus serta memberikan hukuman pidana, perdata dan
administratif bagi para pengusaha yang melakukan praktik administratif bagi para pengusaha yang melakukan praktik
kecurangan seperti monopoli dengan dikeluarkannya UU kecurangan seperti monopoli dengan dikeluarkannya UU
No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli
dan Persaingan usaha tidak sehat. dan Persaingan usaha tidak sehat.
Hukum berperan dalam bidang perburuhan dan Hukum berperan dalam bidang perburuhan dan
ketenagakerjaan dalam hal jaminan sosial, pengupahan, ketenagakerjaan dalam hal jaminan sosial, pengupahan,
Hukum berperan dalam bidang Hak kekayaan
Hukum berperan dalam bidang Hak kekayaan
Intelektual (HKI) yaitu melindungi karya cipta seseorang
Intelektual (HKI) yaitu melindungi karya cipta seseorang
sebagai hasil dari cipta rasa karya yang tentunya memiki
sebagai hasil dari cipta rasa karya yang tentunya memiki
keuntungan secara komersial. Seperti Hak Cipta, Merek,
keuntungan secara komersial. Seperti Hak Cipta, Merek,
Paten, Desain Industri, Tata Letak Sirkuit Terpadu.
SUBSTANSI DARI ASPEK
SUBSTANSI DARI ASPEK
HUKUM DALAM EKONOMI
HUKUM DALAM EKONOMI
Kontrak Bisnis .
Kontrak Bisnis .
Jual Beli
Jual Beli
Tentang Perusahaan
Tentang Perusahaan
Perusahaan Go Public dan Pasar Modal
Perusahaan Go Public dan Pasar Modal
Investasi---PMA dan PMDN
Investasi---PMA dan PMDN
Kepailitan dan Likuidasi Perusahaan
Kepailitan dan Likuidasi Perusahaan
Perkreditan dan Pembiayaan
Perkreditan dan Pembiayaan
Jaminan
Jaminan
Surat Berharga
Perburuhan dan Ketenagakerjaan
Perburuhan dan Ketenagakerjaan
HKI
HKI
Anti Monopoli dan Praktek Curang
Anti Monopoli dan Praktek Curang
Perlindungan Konsumen
Perlindungan Konsumen
Pengangkutan Darat, Laut dan Udara
Pengangkutan Darat, Laut dan Udara
Francise/Waralaba
Francise/Waralaba
Penyelesaian Sengketa Bisnis
Penyelesaian Sengketa Bisnis
Tentang Internet Dan
KONTRAK
KONTRAK
Pengertian Kontrak
Pengertian Kontrak
Kontrak dan Perikatan
Kontrak dan Perikatan
Asas-Asas Kontrak
Asas-Asas Kontrak
Syarat Sah Kontrak
Syarat Sah Kontrak
Prestasi dan Wanprestasi
Prestasi dan Wanprestasi
Force Majeure
Force Majeure
Ganti Rugi
JUAL -BELI
JUAL -BELI
Pengertian Jual-Beli
Pengertian Jual-Beli
Metode Pembayaran Dalam Transaksi Jual Beli
Metode Pembayaran Dalam Transaksi Jual Beli
Wanprestasi dan Ganti Rugi
Wanprestasi dan Ganti Rugi
Force Majeure dan Masalah Resiko
TENTANG PERUSAHAAN
TENTANG PERUSAHAAN
Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas
Firma
Firma
Commanditaire Vennootshap
Commanditaire Vennootshap
Usaha Dagang
Usaha Dagang
Badan Usaha Milik Negara
Badan Usaha Milik Negara
Koperasi
Koperasi
Yayasan
PERUSAHAAN GO PUBLIC DAN
PERUSAHAAN GO PUBLIC DAN
PASAR MODAL
PASAR MODAL
Perusahaan Tertutup dan Perusahaan Terbuka
Perusahaan Tertutup dan Perusahaan Terbuka
Proses Go Public Suatu Perusahaan
Proses Go Public Suatu Perusahaan
Para Pelaku Pasar Modal
Para Pelaku Pasar Modal
Penegakan Hukum di Pasar Modal
PENANAMAN MODAL ASING
PENANAMAN MODAL ASING
Pengertian penanaman modal asing
Pengertian penanaman modal asing
Proses pendirian PT MA
Proses pendirian PT MA
Bidang usaha yang terbuka dan tertutup untuk investasi.
Bidang usaha yang terbuka dan tertutup untuk investasi.
Struktur PT Joint Venture
Struktur PT Joint Venture
Kemudahan investasi
KEPAILITAN DAN LIKUIDASI
KEPAILITAN DAN LIKUIDASI
PERUSAHAAN
PERUSAHAAN
Kepailitan Perusahaan
Kepailitan Perusahaan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
Likuidasi Perusahaan.
PERKREDITAN DAN
PERKREDITAN DAN
PEMBIAYAAN
PEMBIAYAAN
Pengertian dan Dasar Hukum
Pengertian dan Dasar Hukum
Teori Hukum Tentang Tanggung Jawab Kreditur
Teori Hukum Tentang Tanggung Jawab Kreditur
Perjanjian Kredit
Perjanjian Kredit
Jaminan Kredit
Jaminan Kredit
Kredit Sindikasi
Kredit Sindikasi
Sbjek Pembiayaan
Sbjek Pembiayaan
Model-Model Pembiayaan
JAMINAN HUTANG
JAMINAN HUTANG
Latar Belakang dan Pengertian Jaminan Hutang
Latar Belakang dan Pengertian Jaminan Hutang
Hak Tanggungan----UU No. 4 Tahun 1996
Hak Tanggungan----UU No. 4 Tahun 1996
Hipotik---Kapal Laut yang beratnya 20M3
Hipotik---Kapal Laut yang beratnya 20M3
Findusia----UU NO 42 Tahun 1999
SURAT BERHARGA
SURAT BERHARGA
Pengertian dan Dasar Hukum
Pengertian dan Dasar Hukum
Wesel
Wesel
Cek
Cek
Surat Sanggup
Surat Sanggup
Bilyet Giro
Bilyet Giro
Surat Berharga Lainnya
PERBURUHAN DAN
PERBURUHAN DAN
KETENAGAKERJAAN
Pengupahan dan kesejahtraan pekerja
Pengupahan dan kesejahtraan pekerja
Mogok kerja
Mogok kerja
Pemutusan hubungan kerja (PHK)
Pemutusan hubungan kerja (PHK)
Keselamatan dan Perlindungan Kerja
Keselamatan dan Perlindungan Kerja
Perselisihan Perburuhan
Perselisihan Perburuhan
Penyidikan, Pemidanaan dan Snksi-Sanksi.
HAK MILIK INTELEKTUAL
HAK MILIK INTELEKTUAL
Pengertian
Pengertian
Merek
Merek
Paten
Paten
Hak cipta
ANTI MONOPOLI DAN
ANTI MONOPOLI DAN
PERSAINGAN CURANG
PERSAINGAN CURANG
Pengertian monopoli dan persaingan curang
Pengertian monopoli dan persaingan curang
Ruang lingkup aturan anti monopoli
Ruang lingkup aturan anti monopoli
Perjanjian yang dilarang
Perjanjian yang dilarang
Kegiatan yang dilarang
Kegiatan yang dilarang
Posisi dominan yang dilarang
Posisi dominan yang dilarang
Hal-hal yang dikecualikan
Hal-hal yang dikecualikan
Penegakan hukum anti monopoli.
PERLINDUNGAN KONSUMEN
PERLINDUNGAN KONSUMEN
Pengertian dan Dasar hukum—UU No 8 Tahun 1999
Pengertian dan Dasar hukum—UU No 8 Tahun 1999
Hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha
Hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha
Perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha
Perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha
Penegakan hukum konsumen
PENYELESAIAN SENGKETA
PENYELESAIAN SENGKETA
BISNIS
BISNIS
Pengertian dan urgensi alternatif penyelesaian sengketa
Pengertian dan urgensi alternatif penyelesaian sengketa
Model-model alternatif penyelesaian sengketa
Model-model alternatif penyelesaian sengketa
Berbagai macam arbitrase
Berbagai macam arbitrase
Kelebihan dan kekuarangan arbitrase
Kelebihan dan kekuarangan arbitrase
Prosedur arbitrase
Prosedur arbitrase
Eksekusi putusan arbitrase
Eksekusi putusan arbitrase
Kontrak arbitrase
Kontrak arbitrase
Arbitrase internasional
FRANCISE/WARALABA
FRANCISE/WARALABA
Pengertian Francise
Pengertian Francise
Karakteristik yuridis dari francise
Karakteristik yuridis dari francise
Biaya-biaya dalam francise
Biaya-biaya dalam francise
Dasar hukum francise
Dasar hukum francise
Tertib hukum francise
INTERNET DAN E-COMMERCE
INTERNET DAN E-COMMERCE
Pengertian
Pengertian
E-Commerce dalam hubungan dengan hukum kontrak
E-Commerce dalam hubungan dengan hukum kontrak
Hukum yang berlaku dan pengadilan yang berwenang
Hukum yang berlaku dan pengadilan yang berwenang
Persentuhan dengan hukum bidang lain
Persentuhan dengan hukum bidang lain
Kekuatan bukti
Kekuatan bukti
Tranfer dana secara elektronik
Tranfer dana secara elektronik
Berlaku UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan
Berlaku UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik.