• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DINIYAH KEAGAMA INDONEISA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DINIYAH KEAGAMA INDONEISA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DINIYAH (KEAGAMAAN) : SUATU ALTERNATIF DALAM UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

Penulis :

Drs. Amron Rosyidi ( Pembina Ekstrakurikuler Diniyah (Keagamaan) SMPN 3 Kec. Sawoo).

ABSTRAK

Degradasi moral anak-anak bangsa ini semakin hari semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini dapat kita lihat dimedia masa elektronik maupun koran.

Kegiatan ekstra kurikuler diniyah (keagamaan), merupakan sebuah upaya alternatif dalam pembentukan karakter siswa. Dimana Kegiatan ektrakurikuler adalah kegiatan yang menunjang kegiatan intrakurikuler yang pelaksanaannya di luar jam kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler diniyah adalah upaya pemantapan dan pengayaan

(2)

pembentukan karakter siswa.

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di media masa baik elektronik maupun koran, kita setiap hari disuguhi oleh berita-berita yang memprihatinkan tentang anak-anak bangsa ini. Degradasi moral yang terus menerus, yang semakin hari semakin rusak dan semakin parah.

Seperti beberapa berita dari internet dibawah ini :

Merdeka.com.Informasi yang dihimpun, Jumat (14/11/2014) pemicu tawuran tersebut karena provokasi akun Twitter @JalurSma. Akun Twitter itu berkicau kalau SMA 60 berhasil

mengalahkan SMA 109.

Tak terima dengan cuitan akun tersebut, siswa SMA 109 dan SMA 60 saling ejek di dunia maya. Akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu dan 'perang'.

Tawuran pun tak terhindarkan. Bermodal senjata tajam dan benda tumpul, mereka saling serang. Akhirnya Andy tergeletak bersimbah darah dan dibawa ke RS JMC, Mampang. Andy

menghembuskan napas terakhir karena menderita luka yang cukup parah.

http://www.merdeka.com/peristiwa/ibunda-sebut-andy-ikut-tawuran-karena-diajak-teman.html, 22/02/2015

Liputan 6.com- Hanya dengan bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek, MY warga Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo hanya duduk terdiam ketika dimintai

keterangan warga di pinggir kebun jagung Desa Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Pelajar sebuah SMK ini mengaku baru saja berbuat mesum dengan pacarnya YS, seorang siswi kelas 8 sebuah SMP di sebuah gubuk kebun jagung. Ia sering menganiaya pacarnya jika keinginannya berbuat mesum ditolak.

http://news.liputan6.com/read/2108913/berbuat-mesum-di-kebun-jagung-sepasang-pelajar-ditangkap-warga, 22/02/2015

Merdeka.com - Kasus tragis seorang anak membunuh kedua orangtua kandung ini terjadi di Brebes, Jawa Tengah. Selain membunuh kedua orangtua, remaja bernama Tasdik B Warno (19), warga Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ini juga menganiaya dua saudara kandungnya.

http://www.merdeka.com/peristiwa/kejamnya-anak-di-brebes-tega-bunuh-kedua-orangtua-kandung.html 22/02/2015

(3)

Hal ini menunjukkan perlu penanganan yang serius dari semua pihak, yaitu antara pemerintah, masyarakat yang didalamnya adalah keluarga khususnya orang tua anak dan sekolah sebagai lembaga pendidikan.

Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Jelasnya bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.

Ekstrakurikuler Keagamaan adalah upaya pemantapan dan pengayaan

nilai-nilai dan norma serta pengembangan kepribadian, bakatdan minat peserta didik pendidikan agama yang dilaksanakan di luar jamintrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka. (Permenag Nomor 16 Tahun 2010).

Membangun karakter (character building) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga berbentuk unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. (Jihad ,dkk:2010 : 44)

(4)

I. PEMBAHASAN

A. Kegiatan Ektrakurikuler 1. Pengertian ektrakulikuler

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.

(PermenDikbud RI no.81A tahun 2013 )

2. Fungsi dan Tujuan kegiatan ektra kurikuler

a. Fungsi

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi : (1). Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan, (2). Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan

internalisasi nilai moral dan nilai sosial., (3). Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan

menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik., (4). Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

b.. Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah: (1) Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkankemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik., (2). Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat

mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya. (Permendikbud RI no. 81 A tahun 2013)

B. Kegiatan ekstrakurikuler diniyah (keagamaan) 1. Pengertian ektrakurikuler diniyah (keagamaan)

Ekstrakurikuler Keagamaan adalah upaya pemantapan dan pengayaan

(5)

agama yang dilaksanakan di luar jamintrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka. (Permenag Nomor 16 Tahun 2010).

2. Jenis Ekstrakurikuler Keagamaan

Jika dibuat klasifikasi, maka jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan pada pendidikan dasar bisa dikelompokkan ke dalam lima hal, yaitu: pengenalan kitab suci, ibadah, kegiatan sosial, pembiasaan akhlak mulia, dan penanamannilai sejarah keagamaan.

a.Pengenalan kitab suci

Kegiatan pengenalan kitab suci dilakukan dalam

rangka peningkatan kecintaaan dan pemahaman terhadap kitab suci dari agamayang

dianutnya karena di dalam kitab suci terdapat tuntunan di dalammenjalani sebuah kehidupan. Di samping itu memahami kitab suci jugamerupakan upaya agar peserta didik bisa

meningkatkan keimanan danketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. b.Ibadah

Kegiatan ibadah merupakan kegiatan ritual dilakukan oleh wargasekolah sesuai dengan agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan bimbingan ibadah diharapkan dapat meningkatkan mutu pelaksanaan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.

c.Kegiatan Sosial

Kegiatan sosial merupakan kegiatan yang mengarahkan siswauntuk memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.Contoh kegiatan sosial adalah: membersihkan tempat ibadah, gotongroyong/bakti sosial, kantin kejujuran, dan mengunjungi teman.

Kegiatantersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan d.Pembiasaan Akhlak Mulia

Kegiatan ini ditujukan untuk membiasakan dan

meningkatkan pengamalan siswa terhadap nilai-nilai akhlak mulia dalam pergaulansehari-hari. Sebagai contoh: membudayakan senyum, sapa, salam, sopan,santun, saling berbagi, saling memaafkan, dan menghargai keragaman baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

e.Penanaman Nilai Sejarah Keagamaan

Kegiatan ini menekankan kepada kemampuan siswa dalammengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa bersejarah, meneladanitokoh agama yang berprestasi, mengaitkannya dengan fenomena-fenomena sosial untuk melestarikan dan

mengembangkankebudayaan/peradaban. Sebagai contoh pementasan drama, pemutaranfilm sejarah keagamaan, wisata rohani, dan tafakur alam.

C.Pembentukan Karakter 1. Pengertian karakter

Pendidikan karakter adalah gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika, bertangung jawab, dan peduli melalui permodelan dan

mengajarkan karakter baik dengan penekanan pada nilai universal yang kita setujui bersama. (Jihad,dkk: 2010 : 60). Menurut Lickona (jihad,dkk:2010:56), pendidikan yang

mengembangkan karakter adalah upaya yang dilakukan pendidikan untuk membantu anak didik, supaya mengerti, memedulikan, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika. Anak didik bisa menilai mana yang benar, sangat memedulikan tentang yang benar, dan melakukan apa yang mererka yakini sebagi yang benarwalaupun ada tekanan dari luar dan godaan dari dalam.

(6)

Dalam implementasinya di kelas menurut Jihad,dkk (2010:64) pendidikan karakter bisa dikembangkan melalui point-point sebagai berikut :

1. Cinta Tuhan dan kebenaran

2. Tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian 3. Amanah

4. Hormat dan santun

5. Kasih sayang, kepedulian, kerja sama 6. Percaya diri, kreatif dan pantang menyerah 7. Keadilan dan kepemimpinan

8. Baik dan rendh hati 9. Toleransi dan cinta damai

Berdasarkan Inpres No 1 Tahun 2010 tentang Pendidikan Karakter, bahwa nilai karakter yang dikembangkan pada kegiatan sekolah ada 18, sebagai berikut :

1.Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakanajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukundengan pemeluk agama lain.

2.Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikandirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercayadalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3.Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaanagama, suku, etnis,pendapat, sikap dan tindakan oranglain yang berbeda dari dirinya

4.Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peratura.

5.Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguhdalam mengatasi berbagai habatan belajar dan tugasserta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya 6.Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkancara atau hasil baru dari apa yang telah dimiliki

7.Mandiri

Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung padaorang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas

8.Demokratis

cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilaisama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain

9.Rasa InginTahu

sikap dan tindakan yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yangdipelajarinya, dilihat, dan didengar

10.SemangatKebangsaan

cara berpikir, bertindak, dan wawasan yangmenempatkan kepentingan bangsa dan negara di ataskepentingan diri dan kelompoknya.

11.Cinta TanahAir

Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang

(7)

12.MenghargaiPrestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untukmenghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat,dan mengakui dan menghormati keberhasilan oranglain. 13.Bersahabat/Komuniktif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain.

14.Cinta Damai

Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkanorang lain merasa senang dan aman atas kehadirandirinya

15.GemarMembaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk

membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagidirinya. 16.PeduliLingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegahkerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, danmengembangkan upaya-upaya untuk memperbaikikerusakan alam yang sudah terjadi

17.Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan

18.Tanggung- jawab

Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakantugas dan kewajibannya terhadap diri sendiri,masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya),negara dan Tuhan YME (dikutip dari

https://id.scribd.com/doc/180905723/Ekstra-Kurikuler-Keagamaan-dlm-Kurikulum-2013-docx#scribd, 22/02/2015)

D Keterkaitan Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan dengan PendidikanKarakter

Pendidikan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki orientasi yang sama, bahwa keduanya sama-sama menaruh perhatian pada persoalan nilai yang baik yang harus dimiliki oleh siswa. Hal ini dapat dicermati dari pengertian pendidikan karakter yang disebutkan oleh Jihad (2010) dan pengertian ekstrakurikuler keagamaan yang disebutkan dalam Permenag Nomor 16 Tahun 2010.

Jihad,dkk (2010) dalam bukunya mengatakan bahwa Pendidikan karakter adalah gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika, bertangung jawab, dan peduli melalui permodelan dan mengajarkan karakter baik dengan penekanan pada nilai universal yang kita setujui bersama.

Sedangkan dalam Permenag Nomor 16 Tahun 2010 disebutkan bahwa Ekstrakurikuler Keagamaan adalah upaya pemantapan dan pengayaan nilai

nilai dan norma serta pengembangan kepribadian, bakat dan minat peserta didik pendidikan agama yang dilaksanakan di luar jam intrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka.

Pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler keagamaan juga sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dalam Permendikbud RI no. 81 A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum pedoman kegiatan ekstakurikuler, yaitu: (1). Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkankemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik., (2). Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

(8)

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, nilai karakter yang ditanamkan/ditekankan bisa disesuaikan dengan jenis kegiatannya, sebagaimana contoh pada tabel berikut.

Nilai karakter Bentuk sikap dan perilaku

1 Sholat Religius

Keihlasan

agamasendiri dan agama orang lain Membiasakan senyum, sapa, dansalam kepada orang tua, guru, danteman.

Terbiasa melakukan ibadah

agamasendiri dan agama orang lain Membiasakan senyum, sapa, dansalam kepada orang tua, guru, danteman.

(9)

3 Ahlaq

Terbiasa menepati janji denganorang lain

Senang menyapa orang laindengan ramah

Terbiasa dengan berpakaian bersihdan rapih

Senang melihat temannya mendapatkan keberhasilan

Senang mendengarkan keluhan orang lain

Senang berbagi ilmu dengan sesama

Senang mencari pengetahuan dalam kitab suci

Patuh dengan tatacara membaca dan menulis alqur’an

Menempatkan kitab suci pada tempatnya

Senantiasa suci dari hadas ketika membaca alqur’an

Menghormati kitab suci sendiri fdan kitab suci orang lain

Senang melakukan kegiatan bersama di masyarakat

Terbiasa menyelesaikan tugasyang di bebankan dengan baik

Menerima tugas dengan senanghati

(10)

Bersahabat

Toleransi

orang yang membutuhkan

Senang memberikan pertolongan kepada orang lain.

Senang bekerja sama untukmembantu orang lain.

Senang membantu siapapun tanpa pandang perbedaan

F.Evaluasi Program Ekstrakurikuler Diniyah (keagamaan)

Program ekstrakurikuler diniyah ( keagamaan) merupakan program yang dinamis. Berdasarkan hasil evaluasi satuan pendidikan dapat melakukan revisi

“Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler diniyah (keagamaan)” yang berlaku pada tahun ajaran berikutnya.

Penilaian diberikan terhadap hasil belajar peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler diniyah dan dinyatakan dalam bentuk raport.. Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler diniyah (keagamaan) pada setiap semester. Contoh raport kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sebagai berikut :

LAPORAN HASIL BELAJAR EKSTRAKURIKULER

SMPN 3 KECAMATAN SAWOO

NAMA :... PROGRAM EKSTRAKURIKULER : DINIYAH

KLAS : ... SEMESTER/TAHUN PELAJARAN : ….. / …../……..

NO MATA PELAJARAN NILAI PREDIKAT DISKRIPSI 1. Risalah Sholat

2. Dzikir dan Doa 3. Akhlaq dan Adab 4. Al-qur’an

NO NILAI PREDIKAT DISKRIPSI KETERANGAN

1. 86 - 100 A Sangat Baik Tuntas

2. 76 - 85 B Baik Tuntas

3. 60 - 75 C Cukup Tidak Tuntas

(11)

Catatan : Wali Kelas :

... ...

... ...

Wali Murid :

... ...

... ...

Sawoo, ……….. 20….

Wali Murid

. ... ...

Ketua Program

... ...

Wali Kelas /Pembina Kelas

. ... ...

Selain raport sebaiknya sekolah dapat dan perlu memberikan penghargaan

kepada peserta didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam kegiatan ekstrakurikuler diniyah (keagamaan) .

Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu; misalnya pada setiap akhir semester, akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajarannya. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi seseorang.

Kebiasaan satuan pendidikan memberikan penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari

(12)

III. Simpulan

Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga memiliki daya dukung positif bagi optimalisasi keberhasilan pendidikan karakter.

Sebab dalam kegiatanekstrakurikuler keagamaan jika dicermati secara mendalam mengandung banyak nilai karakter.

Pustaka Acuan / Daftar Rujukan

https://id.scribd.com/doc/180905723/Ekstra-Kurikuler-Keagamaan-dlm-Kurikulum-2013-docx#scribd, diakses tgl. 22/02/2015

http://news.liputan6.com/read/2108913/berbuat-mesum-di-kebun-jagung-sepasang-pelajar-ditangkap-warga, 22/02/2015

http://www.merdeka.com/peristiwa/ibunda-sebut-andy-ikut-tawuran-karena-diajak-teman.html, 22/02/2015

http://www.merdeka.com/peristiwa/kejamnya-anak-di-brebes-tega-bunuh-kedua-orangtua-kandung.html 22/02/2015

Jihad, Asep ,dkk. 2010.Pendidikan Karakter ,Teori dan Aplikasi,Jakarta,Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional

Permen Dikbud No. 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi KurikulumPedoman Kegiatan Ekrakurikuler

Permen Kementerian Agama No 16 Tahun 2010, Tentang Ektra Kurikuler Keagamaan

Gambar

tabel berikut.

Referensi

Dokumen terkait

Metode pendekatan dan pengembangan sistem yang dilakukan di BKPPMD provinsi Jawa Barat adalah dengan melakukan pengujian akan sistem yang sedang berjalan pada

Hasil penelitian pada proses penyusunan APBD berbasis kinerja menunjukkan bahwa i Penyusunan anggaran identik dengan anggaran inkremental incremental budgeting ii Dokumen

[r]

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kehidupan ekonomi dan sosial budaya serta strategi adaptasi dalam kehidupan ekonomi dan sosial budaya penduduk di daerah

Hal itu dikarenakan semakin dalam nail dipasang maka akan semakin besar beban yang diterima oleh nail tersebut, sehingga akan semakin rawan terjadinya putus. Pada Grafik 3

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap citra merek, kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan

implementation of task-based instruction in teaching speaking through the stages and.. the basic principles of task-based

STUDI KASUS KEWIRAUSAHAAN. Bidang usaha