• Tidak ada hasil yang ditemukan

JABATAN WAKIL PRESIDEN MENURUT HUKUM TAT (7)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JABATAN WAKIL PRESIDEN MENURUT HUKUM TAT (7)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Mochamad Isnaeni Ramdhan JABATAN WAKIL PRESIDEN ( Menurut Hukum Tata Negara Indonesia )

Bab satu ini, merupakan pendahuluan atau pengenalan mengenai wakil presiden. Kekuasaan dan kewenangan presiden secara luas diatur dalam konstitusi, sedangkan wakil presiden umumnya ditentukan presiden, sehingga tampak ketidakberdayaan wakil presiden mewujudkan kedaulatan dari pemilihnya. Secara faktual kemenangan calon presiden dipengaruhi suara yang berhasil diperoleh dari calon wakil presiden. Bahkan acapkali calon wakil presiden memiliki energi lebih besar daripada calon presiden.

Wakil presiden merupakan jabatan yang ditemukan pada negara yang berbentuk republik. Demikian juga dengan negara indonesia, yang menganut bentuk pemerintahan republik ada beberapa ketentuan yang menyebut jabatan wakil presiden dalam konstitusinya.

Wakil presiden sebagai jabatan konstitusional seharusnya diatur dalam konstitusi tugas dan kewenangan Wakil Presiden, pertanggungjawaban, serta hubungannya dengan pejabat-pejabat negara yang lain. jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia tidak didukung oleh ketentuan konstitudional.

Wakil Presiden tidak bertanggung jawab kepada Presiden karena Wakil Presiden tidak dipilih dan diangkat oleh Presiden melainkan oleh rakyat. Dikaitkan dengan pasal 6A ayat (1) Perubahan Ketiga UUD 1945 yang menyatakan dengan tegas Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh rakyat. Tidak ada pasal dalam UUD 1945 dan perubahan yang mengatur pertanggungjawaban Wakil Presiden, baik sebagai Wakil Kepala Pemerintahan maupun sebagai Wakil Kepala Negara.

(2)

Sistem pemerintahan yang dianut di Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai ideologi negara Indonesia Pancasila. Pancasila sebagai ideologi dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hakikat dari Pancasila sebagai ideologi negara ada pada semangat kebersamaan, sehingga mengacu pada semangat tersebut antara Presiden dan Wakil Presiden harus terwujud kebersamaan demi terwujudnya tujuan negara.

Pada bab kedua, Wakil Presiden senantiasa ditemukan pada konstitusi negara-negara yang menganut bentuk pemerintahan republik dengan sistem pemerintahan presidensial seperti Amerika Serikat, Filipina, Afrika Selatan, dan Siprus. Pada negara-negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial, Wakil Presiden memiliki tugas dan kewenangan sebagai Wakil Kepala Pemerintahan dan Wakil Kepala Negara. Menjabat sebagai anggota salah satu dewan dalam parlemen bagi negara yang menganut sistem dua kamar ataupun sebagai anggota kabinet pemerintahan dibawah presiden.

Republik Amerika Serikat juga senantiasa dianggap sebagai model negara yang didasarkan pembagian Trias Politicanya Montesquieu sebagaimana dapat dibuktikan pada sistematika pembagian konstitusinya yang ditetapkan pada tahun 1787 dalam Konvensi Federal dan mulai berlaku efektif pada tahun 1789. Dalam konstitusi tersebut terdapat tiga lembaga negara yang diatur secara terpisah yakni: lembaga legislatif, eksekutif, dan yudisial.

Kekuasaan Presiden Amerika Serikat yang sedemikan besar secara praktis dibatasi melalui checks and balances system sebagaimana dapat dibuktikan dalam proses pembuatan undang-undang di Amerika Serikat. Meskipun Presiden Amerika Serikat memiliki hak veto terhadap rancangan undang-undang yang diusulkan oleh kongres, namun berdasarkan Supreme Court, putusan veto dari Presiden maupun rancangan undang-undang dari kongres tersebut dapat dinyatakan “bertentangan secara konstitusional” (inconstutional).

Dengan demikian dapat dipahami, bahwa keseimbangan antarlembaga negara di Amerika Serikat diatur baik secara yuridis konstitusional maupun secara politis, meskipun kekuasaan Presiden di Amerika Serikat cukup besar.

(3)

termasasuk salah negara anggota persemakmuran Amerika Serikat, serta menetapkan batas waktu pemberian kemerdekaan penuh terhadap Filipina selama sepuluh tahun terhitung mulai 4 Juli 1935 sampai dengan 4 juli 1946. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden diselenggarakan secara demokratis murni atau demokrasi langsung tanpa melalui lembaga perwakilan. Terkait dengan cara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Filipina dibuktikan, bahwa demokrasi langsung dapat diterapkan dalam masa modern.

Republik Afrika Selatan merupakan negara yang berbatasan dengan Samudra Atlantik dan Smudra India. Negara ini semula merupakan negara jajahan Belanda dan merdeka pada 31 Mei 1910 dengan nama “Kesatuan Afrika Selatan”. Terkait dengan tugas dan kewenangan yang diemban oleh Wakil Presiden Republi Afrika Selatan sebagai pembantu Presiden, pengisian jabatan Wakil Presiden bahkan pertanggungjawabannya menjadi kewenangan sepenuhnya dari Presiden.

Siprus sebuah negara yang berada dibagian barat benua Asia dengan ibu kota Nicosia merupakan negara terkecil. Dalam pasal 49 Konstitusi Siprus diatur kekuasaan eksekutif yang hanya mengatur tentang keberadaan presiden senantiasa dilakukan bersama-sama dengan Wakil Presiden, tetapi terdapat kewenangan secara khusus dilakukan oleh Wakil Presiden.

Republik Rakyat Cina, dengan ibu kota Beijing merupakan negara terbesar. Tugas Wakil Republik Rakyat Cina melakukan sebagian tugas dan kewenangan Presiden sebagaimana ditugaskan oleh Presiden. Adapaun negara lain yang menganut sistem pemerintahan lainnya seperti India, Bulgaria, Irak, Uganda.

Dari uraian tugas dan kewnangan Wakil Presiden yang dijelaskan dalam buku, di setiap negara tugas mereka memanglah berbeda-beda, karena ada undang-undang yang berlaku namunberbeda dalam isinya disetiap negara tersebut.

(4)

Dengan demikian UUD 1945 yang mengatur tentang sistem ketatanegaraan seharusnya dijadikan pola inti bagi optimalisasi jabatan Wakil Presiden, sehingga perbaikan tersebut tetap konsisten dengan ciri khas bangsa Indonesia. Salah satu objek penyelidikan dalam disiplin ilmu hukum tata negara yakni cara pengisian jabatan lembaga-lembaga negara dalam struktur ketatanegaraan yang dianut oleh suatu negara.

Pada bab keempat, penulis menyampaikan bahwa sejak kemerdekaan sampai dengan sekarang, Republik Indonesia memiliki tujuh orang Presiden dan sebelas orang Wakil Presiden. Tugas dan kewenangan wakil presiden ternyata dipengaruhi oleh faktor tingkat kedekatan antara presiden dan wakil presiden. Kewajiban dan hak antara Presiden dan Wakil Presiden tidak boleh dibeda-bedakan.

Pada bab kelima, penilis menjelaskan dibab-bab sebelumnya telah dipaparkan perbandingan tugas kewenangan wakil presiden di beberapa negara. Pengaturan tugas dan kewenangan wakil presiden dirumuskan secara tegas dalam konstitusi masing-masing negara, seperti di Amerika Serikat, Filipina, Siprus, Uganda serta RRC, India, Bulgaria, Afrika Selatan, dan Irak.

Di Amerika Serikat, Wakil Presiden diberi tugas sebagai Ketua Senat bukan anggota sebagaimana diatur dalam masing-masing konstitusi negara-negara tersebut. Di Filipina Wakil Presiden diberi tugas sebagai anggota kabinet. Kemudian di RRC wakil presiden lebih berfungsi sebagai wakil kepala negara yang bertugas membantu presiden atau melaksanakan tugas dan kekuasaan yang diberikan oleh presiden RRC. Filipina menganut sistem pemerintahan presidensial, sedangkan RRC menganut sistem pemerintahan parlementer.

Dalam bentuk negara serikat dengan sistem pemerintahan presidensial, pada umumnya tugas dan kewenangan Wakil Presiden merangkap sebagai Ketua Senat-bukan anggota seperti yang diemban oleh Wakil Presiden Amerika Serikat. Dalam negara kesatuan dengan sistem pemerintahan presidensial, tugas dan kewenangan yang diemban oleh wakil presiden merangkap sebagai anggota kabinet. Kewenangan sebagai pengganti presiden juga sebagai pelaksana tugas-tugas yang telah diberikan oleh presiden (sebagai Wakil Kepala Negara) diemban oleh Wakil Presiden Republik Rakyat Cina dan Republik India maupun Republik India.

(5)

sekarang telah dilakukan Perubahan keempat terhadap UUD 1945 hanya diatur dalam satu pasal saja, yakni pasal 4 ayat (2) UUD 1945. Tugas dan kewenangan Wakil Presiden dapat diberikan dalam ranah kekuasaan eksekutif riil sebagai Wakil Kepala Pemerintahan maupun dalam ranah kekuasaan eksekutif nominal sebagai Wakil Kepala Negara.

Analisis yang diajukan sebagai solusi pengaturan tugas dan kewenangan wakil presiden didasarkan pada teori induk yang dipengaruhi oleh variabel bebas sistem pemerintahan dan variabel terikat sistem pembagian kekuasaan, yang keduanya dirakit utuh dalam “sistem pemerintahan terpadu”. Istilah sistem pemerintahan terpadu merujuk pada pengertian pemerintahan dalam arti luas yang tidak hanya menyangkut pemerintahan dalam arti sempit, yakni Presiden dan Wakil Presiden serta para menteri tetapi juga menyangkut lembaga-lembaga negara lain yang terkait penyelenggaraan pemerintahan negara.

Dari penjelasan-penjelasan yang telah di sampaikan oleh penulis pada buku JABTAN WAKIL PRESIDEN MENURUT HUKUM TATA NEGARA INDONESIA dapat disimpuklan bahwa, pada setiap jabatan senantiasa melekat pembatasan kekuasaan baik berupa tugas dan kewenangannya maupun masa jabatan yang dapat diminta pertanggungjawabannya. Tidak satupun jabatan yang tidak dapat diminta pertanggungjawabannya. Pada pernyataan ini dapat ditafsikan bahwa tiap tiap jabatan atau kekuasaan merupakan kepercayaan dan seorang pejabat memiliki kewajiban memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan cara melakukan tugas dan kewenangan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nama : Devi Oktamala (B)

NBI : 1311700084

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa keterbukaan diri anak yang tinggal terpisah dengan orang tuanya mengenai hubungan asmara memiliki kedalaman

yakni pondok pesantren Darut Tawwabin dalam membina akhlak masarakat yang. tertuang dal am skripsi dengan judul “Peranan Pondok Pesantren

Apakah dengan adanya pabrik smelter ini Bantaeng sebagai wilayah yang berhasil dalam pembangunan juga berhasil dalam memberdayakan masyarakatnya sendiri

 Nama lain untuk fungsi adalah pemetaan

Adapun proses konflik India dan Pakistan yaitu konflik yang terjadi sejak bulan Agustus 1947.Peristiwa ini memiliki empat kejadian perang atau konflik ,tiga diantaranya

Profesional Mengembangkan materi pembelajaran penjasorkes secara kreatif Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik

judul “P eningkatan Pemahaman Konsep Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Melalui Model Student Facilitator and Explaining Kelas IV SD 02 Lau Dawe

Jadi, hasil dari kemampuan berbicara pada siswa kelas sebelas SMK Taman Siswa Kudus tahun pelajaran 2014/2015 sebelum diajarkan menggunakan wayang kulit adalah rendah.