• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kacang Tanah dan padi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Kacang Tanah dan padi"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kacang tanah merupakan salah satu komoditas palawija yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam usaha pertanian. Kebutuhan akan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan setahun, diduga masih perlu ditingkatkan sejalan dengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah penduduk. Kemungkinan terjadinya peningkatan permintaan dicerminkan dari adanya kecendrungan meningkatnya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku industri hilirnya, antara lain untuk industri kacang kering, industri produk olahan lain yang siap dikonsumsi baik dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan dalam bentuk pasta. (awal menurut Tajibu, T. 2013. Kacang Tanah).

Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng atau disangrai.Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau (Anonim, 2016).

Dimasa kini, banyak orang yang tidak peduli akan tanaman. Padahal banyak sekali manfaat tanaman yang menguntungkan, salah satunya adaalah tumbuhan berbiji. Jika dibandingkan dengan jenis-jenis tumbuhan yang ada di dunia ini, tumbuhan berbiji merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki tingkat perkembangan paling tinggi sehingga jumlahnya sangat banyak dan mendominasi seluruh jenis tanaman (Anonim, 2016).

(2)

Saat ini tanaman kacang tanah menempati urutan kedua setelah kedelai. Para petani banyak yang menanam kacang tanah, yang merupakan salah satu komoditas pangan yang penting dalam rangka ketahanan pangan penduduk Indonesia (Anonim, 2016).

Dalam penanaman kacang tanah selain memilih bibit unggul yang baik, kita juga harus mengetahui keadaan tanah. Hal yang penting diperhatikan dalam penanaman kacang tanah yaitu tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung unsur-unsur hara (humus) (Anonim, 2016).

Dalam meningkatkan usaha produksi dan produktivitas, kacang tanah dapat ditempuh dengan cara alih teknologi hasil-hasil penelitian para pakar melalui pola tanaman yang serasi didaerah setempat dan didukung oleh ketersediaan varitas unggul. Disampingq itu juga, usaha para petani kacang tanah diarahkan kepola agribisnis dan agroindustri (Anonim, 2016).

Tujuan dan Kegunaan

Adapun tujuan dari praktikum Teknologi Budidaya Tanaman Legume, yaitu untuk mengetahui cara pembudidayaan tanaman kacang tanah dan waktu muncul bunga. Sedangkan kegunaan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan tanaman kacang tanah yang ditanaman di polybag.

(3)

Divisi : Tracheophyta

Spesies : Arachis hypogeae L.

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanamanpolong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia.Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil. Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor (Voandziea subterrane) yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah (Anonim, 2016).

Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis. Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol, Cina, atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597. Pada tahun 1863 Holle memasukkan kacang tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir Republik Rakyat Cina dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia. Kacang tanah bermula terpusat di India, China, Nigeria, Amerika Serikat dan Gombai, kemudian meluas ke negara lain. Sedangkan di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa, Sumatra Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia (Anonim, 2016).

(4)

sebagian besar (lebih dari 500.000 hektar) budidaya kacang tanah di Indonesia dilakukan di tanah Alfisol. Budidaya kacang tanah di beberapa daerah menghadapi kendala berupa pH tanah yang tinggi (alkalis) yang banyak tersebar di daerah sekitar gunung kapur, seperti di pantai utara dan bagian selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan DIY (Anonim, 2016).

Morfologi Tanaman Kacang Tanah

Tanaman kacang tanah memiliki batang yang kerdil dan berbuku-buku. Pada mulanya batang tanaman kacang tanah tumbuh tunggal, namun selanjutnya akan tumbuh cabang-cabang. Secara umum, tanaman kacang tanah tumbuh tinggi sekitar 30-50 cm, namun bisa lebih tinggi lagi sesuai dengan jenis dari kacang tanah tersebut (Anonim, 2016).

Daun yang dimiliki oleh tanaman kacang tanah ini berbentuk daun majemuk dengan bersirip genap, dan terdiri dari 4 anak dengan bentuk bulat, oval, maupun agak lancip. Selain itu, bunga yang dimiliki oleh tanaman kacang tanah berbentuk seperti kupu-kupu dengan warna agak kekuningan (Anonim, 2016).

Tanaman kacang tanah yang berumur 4 hingga 6 minggu setelah ditanam, memasuki tahap berbunga. Malam hari merupakan waktu bagi bunga kacang tanah untuk berbunga, bunga kacang tanah mekar selama 24 jam, setelah itu bunga akan kembali layu dan berguguran (Anonim, 2016).

Polong pada tanaman kacang tanah berwarna putih kecoklatan dengan cangkang yang keras, setiap polong pada kacang tanah memiliki 1 hingga 4 biji. Pembentukan polong pada kacang tanah terjadi setelah masa pembuahan, bakal buah tersebut tumbuh secara memanjang, hal ini disebut sebagai ginopor. Ginopor merupakan tangkai polong pada kacang tanah yang terbentuk di udara, sedangkan di dalam tanah terbentuk polong (Anonim, 2016).

Selain itu biji yang dimiliki oleh kacang tanah berbentuk bulat atau lonjong, dengan terbungkus oleh suatu lapisan tipis berwarna putih dan juga merah (Anonim, 2016).

Manfaat Kacang Tanah

(5)

dibuat oncom melalui fermentasi jamur. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus, digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak 40,50%, protein 27%, karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D, E dan K), juga mengandung mineral antara lain kalcium, klorida, ferro, magnesium, phospor, kalium dan sulphur (Anonim, 2016).

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Tanah 1. Iklim

a. Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1.300

mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. Selain itu, hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar tanaman kacang tanah.

b. Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit, karena suhu udara

minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32°C. Bila suhunya dibawah 10°C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.

c. Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75

persen. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar tanaman.

d. Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman

kacang tanah, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

2. Media Tanam

a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.

b. Derajat keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah 6,0–6,5.

c. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.

d. Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.

(6)

Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl (Anonim, 2016).

Tahap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah

Perkecambahan adalah salah satu tahap yang termasuk ke dalam rangkaian proses pertumbuhan dan perkembangan berupa tumbuhnya embrio yang terdapat pada biji. Embrio tersebut akan tumbuh menjadi plantula (tumbuhan kecil) yang akan tumbuh semakin besar menjadi tumbuhan dewasa. Perkecambahan suatu biji dipengaruhi oleh faktor-faktor. Dalam perkecambahan biji rambutan ini, dasar teori yang digunakan adalah teori Totipotensi yang ditulis oleh SCHLEIDEN dan SCHWANN, yang menyatakan bahwa teori totipotensi adalah bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, kalau dibudidayakan di dalam media yang sesuai, akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang sempurna, artinya dapat bereproduksi, berkembang biak secara normal melalui biji atau spora (Ahmad Sabiq Mubarok, 2014). Faktor yang mempengaruhi Perkecambahan: 1. Faktor Dalam

Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : Tingkat kemasakan benih. Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna (Sutopo, 2002). Pada umumnya sewaktu kadar air biji menurun dengan cepat sekitar 20 persen, maka benih tersebut juga telah mencapai masak fisiologos atau masak fungsional dan pada saat itu benih mencapat berat kering maksimum, daya tumbuh maksimum atau dengan kata lain benih mempunyai mutu tertinggi. (Kamil, 1979).

2. Ukuran Benih

(7)

3. Dormansi

Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (lasti) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah, seperti kelembaban yang cukup, suhu dan cahaya yang sesuai (Anonim, 2016).

4. Penghambat perkecambahan

Menurut Kuswanto (1996), penghambat perkecambahan benih dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih, adanya larutan dengan nilai lastik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan lastikatau menghambat laju respirasi.

Dalam perkecambahan, biji selalu mengalami pertumbuhan dan mengalami perkembangan. Pertumbuhan dalam suatu perkecambahan biji dapat langsung diukur apabila tunasnya sudah keluar dan tumbuh. Sama halnya dengan pertumbuhan, perkembangan juga dapat dilihat dari tunas atau awal, hanya saja tidak diukur melainkan melihat apa saja struktur tubuh kecambah yang mulai ada dari awal atau tunas. Seperti pada awalnya, berkembang batang, akar, dan sebagainya. Pertumbuhan dan perkembangan suatu kecambah biji akan selalu berbeda-beda tergantung media tanam yang dipakai dan lasti-unsur yang terdapat dalam media tanam tersebut (Ahmad Sabiq Mubarok, 2014).

(8)

Dalam media tanam atau tumbuh, tanah memiliki peran yang penting di bidang pertanian maupun perkebunan. Sebelumnya, dijelaskan terlebih dahulu, sifat fisik tanah dan apa saja yang terkandung dalam tanah sehingga menyebabkan tanah sering dipakai sebagai media tanam. Ada dua jenis menia tanam, yaitu : a. Media Tanam Anorganik

Media tanam anorganik adalah Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan lastik umumnya berasal dari komponen benda mati.

b. Media Tanam Lastik

Media tanam lastik adalah Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan lastik umumnya berasal dari komponen organisme hidup (Sutopo, 2002).

Pemupukan Tanaman Kacang Tanah

Cara pemupukan dibagi menjadi 2 dilihat dari cara inputnya yaitu cara pemupukan lewat akar dan cara pemupukan lewat daun. Untuk cara pemupukan lewat akar merupakan salah satu kegiatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman melalui akar yang ada dalam tanah. Cara ini dapat dibagi sebagai berikut: disebar (broad casting), ditempatkan di antara larikan atau barisan, ditempatkan dalam lubang. Sedangkan untuk cara pemupukan lewat daun merupakan cara penambahan nutrisi bagi tanaman yang dibutuhkan oleh tanaman melalui daun tanaman yang diserap oleh pori-pori daun tersebut (Anonim, 2016).

Untuk tanaman kacang tanah awal dalam budidaya tanaman ini dilakukan pengapuran. Pengapuran dilakukan terhadap tanah-tanah yang memiliki pH yang rendah. Pengapuran ini dilakukan untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam, perlu dilakukan pengapuran. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2,5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata. Pengapuran ini sebaiknya dilakukan 1 bulan sebelum tanam. (Anonim, 2016).

(9)

Pemupukan pada tanaman kacang tanah ini digunakan jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm (Anonim, 2016).

Pupuk bram evolution adalah sebuah inovasi terbaru dalam dunia pertanian yang menggabungkan antara pupuk dengan pestisida alami dalam sebuah produk pupuk organik cair yang diformulasikan dari bahan-bahan alami sehingga aman dan sangat ramah lingkungan. Dari hasil fermentasi bahan-bahan pilihan, POC Bram Evolution sangat efektif digunakan sebagai pupuk organik dan pestisida alami. Pupuk ini juga di formulasikan setelah melalui penelitian yang mendalam membuat POC Bram Evolution disamping berfungsi sebagai recovery kerusakan tanah yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk kimia, POC Bram Evolution juga berfungsi sebagai pestisida yang mampu membasmi hama dan penyakit tanaman, patogen dan jamur (Anonim, 2016).

Formulasi POC Bram Evolution dibuat agar dapat berfungsi sebagai pupuk berbagai macam tanaman dalam berbagai tingkat usia tanam dan semua jenis tanaman mulai dari sayuran hingga tanaman keras, sehingga penggunaannya sangat mudah dan tidak ada kekhawatiran over dosis yang dapat menyebabkan keracunan pada tanaman (Anonim, 2016).

(10)

Streptomycetes, Yeast dan lain-lain hingga mencapai 100% dari keseluruhan komposisi yang sangat bermanfaat untuk tanaman (Anonim, 2016).

METODOLOGI Waktu dan Tempat

Praktikum Teknologi Budidaya Tanaman Legume dan Umbi-umbian, dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 01 April sampai 13 Mei 2016, pukul 16:00 WITA di Perkarangan Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Alat dan Bahan

(11)

pulpen. Sedangakan bahan yang digunakan, yaitu tanah, pupuk kandang dan pupuk bram evolution.

Prosedur Kerja

Adapun metode pelaksanaan praktikum teknologi budidaya tanaman legume dan umbi-umbian, yaitu :

1. Mencampur tanah dengan pupuk kandang. 2. Setelah dicampur, dimasukkan kedalam polybag. 3. polybag diberi label untuk membedakan perlakuan.

4. Sebelum benih ditanam terlebih dahulu tanah didalam polybag disiram kemudian ditanam.

5. Setelah satu minggu ditanami bibit kacang tanah dengan lubang yang tidak terlalu dalam.

6. Satu polybag berisi satu sampai tiga bibit kacang tanah. 7. Tanaman disiram tiap pagi hari sesuai kapsitas lapang.

8. Mengamati laju pertumbuhan tanaman kacang tanah setelah tumbuh. 9. Pada minggu ke-4 disemprotkan dengan pupuk bram evolution.

Parameter Pengamatan

Adapun parameter pengamatan pada praktikum teknologi budidaya tanaman legume dan umbi-umbian, yaitu :

1. Mengukur jumlah cabang tanaman kacang tanah.

Pengukuran dilakukan dengan cara menghitung jumlah cabang tanaman kacang tanah yang sudah terbentuk. Pengukuran dimulai pada saat tanaman berumur 5 minggu setelah tanam.

2. Menghitung jumlah daun (helai) tanaman kacang tanah.

Jumlah daun dihitung dengan cara menghitung setiap daun yang telah terbuka secara sempurna yang tumbuh pada tanaman kacang tanah. Perhitungan dimulai pada saat tanaman berumur 5 minggu setelah tanam. 3. Menghitung jumlah bunga tanaman kacang tanah.

(12)

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Tabel 1. Hasil Pengamatan Jumlah Cabang Tanaman Kacang Tanah Waktu

Pengamatan I Polybag (Perlakuan)II III

08 April 2016 0 0 0

15 April 2016 1 0 0

22 April 2016 2 1 1

29 April 2016 2 2 2

13 April 2016 4 3 2

Rata-rata 2 1 1

Sumber: Data Primer 2016

(13)

Polybag 10 Polybag 2 Polybag 3

Tabel 2. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Kacang Tanah (helai) Waktu

(14)

Polybag 10 Polybag 2 Polybag 3

Tabel 3. Hasil Pengamatan Jumlah Bunga Tanaman Kacang Tanah Waktu

(15)

Polybag 10 Polybag 2 Polybag 3

Pada praktikum Teknologi Budidaya Tanaman Legume ini, salah satunya menggunakan kacang tanah (Arachis hypogaea L.), yang bertujuan untuk mengamati laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji hingga mencapai ukuran tetap pada tanaman tersebut. Praktikum ini menggunakan 9 biji, 3 biji ditanam di masing-masing polybag setiap kacang tanah yang tumbuh disetiap polybag dihitung jumlah daunnya, jumlah cabangnya dan jumlah bunganya. Pengamatan ini dilakukan selama 5 minggu setelah tumbuh tanaman, dengan pengukuran di minggu ke-1, ke-2, ke-3, ke-4 dan minggu ke-5.

Berdasarkan hasil pengamatan tanaman kacang tanah diperoleh, perhitungan jumlah daun dalam pengamatan selama 5 minggu, yaitu pada polybag I jumlah daun sebanyak 27 helai dengan rata-rata sebanyak 5 helai, pada polybag II jumlah daun sebanyak 30 helai dengan rata-rata sebanyak 6 helai, sedangkan pada polybag III jumlah daun sebanyak 20 helai dengan rata-rata sebanyak 4 helai.

Jumlah cabang tanaman kacang tanah dalam pengamatan selama 5 minggu, yaitu pada polybag I sebanyak 9 cabang dengan rata-rata jumlah cabang sebanyak 2 cabang, pada polybag II jumlah cabang sebanyak 6 cabang dengan rata-rata jumlah cabang sebanyak 2 cabang, sedangkan pada polybag III jumlah cabang sebanyak 5 cabang dengan rata-rata jumlah cabang sebanyak 2 cabang yang terbentuk.

(16)

sebanyak 5 bunga yang keluar dengan rata-rata bunga yang keluar sebanyak 1 bunga, sedangkan pada polybag III selama 5 minggu pengamatan tidak ada bunga yang keluar atau 0 bunga yang keluar.

(17)

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah pertumbuhan kacang tanah (layaknya tanaman lainnya) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor ini secara garis besar dibagi ke dalam dua bagian yakni faktor eksternal dan juga internal. Faktor eksternal sendiri merupakan pengaruh dari luar yang mempengaruhi proses tumbuh tanaman kacang. Faktor eksternal antara lain mencakup air juga mineral, kelembaban udara dan tanah, suhu dan juga cahaya. Sementara itu faktor internal yakni hal-hal yang berasal dari dalam tanaman itu sendiri mencakup hormon antara lain auksin, giberelin, gas etilen, asam absisat, kalin, dan sitokinin. Secara mendetil, hormon kalin terdiri dari rhizokalin yang berfungsi merangsang pembentukan akar, kaulokalin yang bertanggungjawab merangsang pembentukan batang, anthokalin yang berfungsi merangsang pembentukan bunga dan yang terakhir hormon fitokalin yang bertugas merangsang pembentukan daun.

Dalam proses pertumbuhan kacang tanah, catatan kritis haris digaris bawahi terkait faktor eksternal yakni cahaya. Cahaya sangat penting sebab berperan sebagai energi yang digunakan untuk proses fotosintesis dan juga berperan penting dalam pembentukan klorofil pada tanaman. Akan tetapi dalam proses perkecambahan, cahaya berpotensi menjadi penghambat atau inhibitor sebab cahaya bisa memacu difusi auksin. Oleh sebab itu, penting untuk diketahui, pada proses perkecambahan harus dilakukan di tempat yang cenderung gelap.

Saran

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. http:// semuatentangpertanian.blogspot.co.id /2013/05/06/makalah - kacang-tanah.html. Diakses pada tanggal 04 Mei 2016.

Anonim. 2016.

http://khimenkbima.blogspot.co.id/2012/01/budidaya-kacang-tanah- arachis-hypogaea.html. Diakses pada tanggal 04 Mei 2016.

Anonim. 2016.

dan-produksi-tanaman.html. Diakses pada tanggal 04 Mei 2016.

Anonim. 2016. bramevolution.blogspot.co.id/2013/pocbram-evolution-introduction

.html. (Diakses pada tanggal 22 Mei 2016).

Ahmad Sabiq Mubarok, 2014/07/02/. Teknik Budidaya Tanaman Kacang Tanah. Diakses pada tanggal 04 Mei 2016.

Anonim. 2016/02/9/. http://agroteknologi.web.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman

kacang-tanah/. Diakses pada tanggal 01 Juni 2016.

Kamil, 1979/. Tahap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah.Diakses pada tanggal 04 Mei 2016.

Sutopo, 2002. 09/02/ Tahap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah. Diakses pada tanggal 04 Mei 2016.

(19)

LAPORAN PRAKTEK

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN LEGUME “Budidaya Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)”

SUPIANTO 08220140003

PEKARANGAN FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

(20)

2016

LEMBAR ASISTENSI

NO

. HARI/TGL/BULAN/TAHUN

PARAF ASISTEN

I II III

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

(21)
(22)
(23)
(24)

METODOLOGI ...

Tabel 1. Hasil Pengamatan Tinggi Tanaman Kangkung ... 12Tabel 2. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Kangkung ... 13

(25)

Kurva 2. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Kangkung ... 13

Tabel 3. Hasil Penimbangan Berat Basah Tanaman Kangkung ... 14 Tabel 4. Hasil Penimbangan Berat Kering Tanaman Kangkung... 14

(26)

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya. Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta petunjuk-Nya yang sungguh tiada berkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunanlaporanKesuburan Tanah dan Pemupukan yang membahas tentang Pengaruh Dosis Pupuk N Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung.

Saya menyadari bahwa manusia tak luput dari kekurangan, mungkin dalam penyusunan laporan ini banyak kekurangan baik dari segi sisi penyusunannya, maka dari itu saya mohon maaf atas kekurangan-kekurangan yang disengaja maupun tak sengaja, saran dan kritik dari asisten dosen dan teman-teman sangat saya butuhkan. Tanpa ada kritikan maupun saran dari mereka semua tak mungkin tau dan bisa untuk memperbaiki kekurangan laporan yang saya susun ini. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Makassar, Januari 2016

Penyusun

(27)

Dengan Rahmat Allah SWT, pada hari Senin 13 Juni 2016, Asisten mata kuliah Kesuburan Tanah Universitas Muslim Indonesia, Makassar menerangkan bahwa :

Nama : Supianto Stambuk : 08220140003 Kelompok : I (satu) Fakultas : Pertanian Jurusan : Agroteknologi

Tempat : Laboratorium Tanah dan Green House (Rumah Kaca) Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Waktu : Selasa, tanggal 02 November - 13 Desember 2015, pukul 16:00 WITA.

Demikian lembar pengesahan ini saya buat sebagai bukti telah melakukan atau mengikuti praktikum mata kuliah Kesuburan Tanah dan Pemupukan dengan judul Perlakuan Pupuk Urea (N) yang digunakan pada tanaman kangkung (Ipomoea reptana)sebagaimana mestinya.

Menyetujui

Asisten Paraf

1. Sohra ( )

2. Zainal Manggellang ( )

3. Darmanto ( )

Mengetahui

Koordinator Praktikum

(28)
(29)

Hasil ... 11

Pembahasan ... 11

KESIMPULAN DAN SARAN ... Kesimpulan ...

13

Saran... 13

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Kacang Tanah... 13

Kurva 1. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Kacang Tanah... 13

(30)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikumWr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya. Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta petunjuk-Nya yang sungguh tiada berkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan Teknologi Budidaya Tanaman Legume yang membahas tentang Budidaya Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.).

Saya menyadari bahwa manusia tak luput dari kekurangan, mungkin dalam penyusunan laporan ini banyak kekurangan baik dari segi sisi penyusunannya, maka dari itu saya mohon maaf atas kekurangan-kekurangan yang disengaja maupun tak sengaja, saran dan kritik dari asisten dosen dan teman-teman sangat saya butuhkan. Tanpa ada kritikan maupun saran dari mereka semua tak mungkin tau dan bisa untuk memperbaiki kekurangan laporan yang saya susun ini. Terima kasih.

(31)

Makassar, Juni 2016

Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN

Dengan Rahmat Allah SWT, pada hari Senin 07 Juni 2016, Asisten mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman Legume dan Umbi-umbian Universitas Muslim Indonesia, Makassar menerangkan bahwa :

Nama : Supianto Stambuk : 08220140003 Kelompok : I (satu) Fakultas : Pertanian Jurusan : Agroteknologi

Tempat : Perkarangan Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia Makassar.

(32)

Menyetujui

Asisten Paraf

1. Cahyo Wicaksono ( )

2. Novi Lestari ( )

3. Elviana Hastasari ( )

Mengetahui Koordinator Praktikum

Ir. Hj. Andi Ralle, M.Si DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... v

PENDAHULUAN... 1

(33)
(34)

KESIMPULAN DAN SARAN ... 16

Kesimpulan ... 16

Saran... 16

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Pengamatan Jumlah Tunas Tanaman Ubi Kayu ... 12 Kurva 1. Pengamatan Jumlah Tunas Tanaman Ubi Kayu ... 13

(35)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikumWr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya. Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta petunjuk-Nya yang sungguh tiada berkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan Teknologi Budidaya Tanaman Umbi-umbian yang membahas tentang Budidaya Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta).

Saya menyadari bahwa manusia tak luput dari kekurangan, mungkin dalam penyusunan laporan ini banyak kekurangan baik dari segi sisi penyusunannya, maka dari itu saya mohon maaf atas kekurangan-kekurangan yang disengaja maupun tak sengaja, saran dan kritik dari asisten dosen dan teman-teman sangat saya butuhkan. Tanpa ada kritikan maupun saran dari mereka semua tak mungkin tau dan bisa untuk memperbaiki kekurangan laporan yang saya susun ini. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(36)

Gambar

Tabel 1. Hasil Pengamatan  Jumlah Cabang Tanaman Kacang Tanah
Tabel 2. Hasil Pengamatan  Jumlah Daun Tanaman Kacang Tanah (helai)
Tabel 3. Hasil Pengamatan  Jumlah Bunga Tanaman Kacang Tanah

Referensi

Dokumen terkait

Organisasi profesi guru di Indonesia adalah PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), sedangkan dosen mempunyai organisasi profesi tersendiri yaitu ADI (Asosiasi Dosen Indonesia).

Catatan: penghitungan nilai lihat contoh penilaian halaman lain 3. Tugas peserta didik menemukan dan menuliskan informasi tentang karakteristik bentang alam: pantai, dataran

Lebih jauh Anderson (1975: 24) menjelaskan, konsep kebijakan publik mempunyai beberapa implikasi yakni: (a) titik perhatian dengan orientasi pada maksud dan tujuan yang

Pengamatan terhadap struktur mikro dilakukan untuk mengetahui struktur mikro maupun ukuran butir di daerah weld metal, HAZ, dan base metal sehingga dapat

Nasabah perseorangan, nasabah di sini tidak hanya pihak yang menggunakan jasa bank, tetapi termasuk pula pihak yang tidak memiliki rekening namun memanfaatkan

dalam pengolahan data nilai Siswa di SMK Yadika Sumedang yaitu : Pengolahan data nilai siswa yang sedang berjalan masih dicatat dalam buku ledger sehingga rentan

WWF sebagai organisasi internasional bukan-pemerintah yang bergerak dalam pelestarian lingkungan hidup memiliki misi untuk menjaga ekosistem laut dan memperbaiki sesuatu yang