• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA UKM (DITINJAU DARI FAKTOR INTERNAL)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERAN KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA UKM (DITINJAU DARI FAKTOR INTERNAL)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Jur nal Riset Manajemen dan Bi snis (JRMB) Fakul tas Ekonomi UNIAT Vol.3, No.1 Februar i 2018: 1 - 10 P-ISSN 2527–7502 E-ISSN 2581-2165

PERAN KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA UKM

( DI TINJAU DARI FAKTOR I NTERNAL)

Basuki Toto Rahmanto1, Siti Nurjanah2, Ika Suhar tanti Dar mo3 1-3Fakultas Bisnis, Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, Jakar ta, Indonesia

*E-mail kor espondensi : [email protected] d i mpr ove t heir per formance, or gani zat ion (including SME) need t o enhance t heir knowledge, t hat t hey can get by j oi n some

UKM member i kan kont r i busi yang cukup besar dal am sebuah per ekonomian. Untuk itu, sangat penting untuk selalu mengembangkan UKM bai k secar a kuantitas maupun kuali tas, t er l ebih jumlah wir ausahawan di Indonesia masi h ter golong sedikit. Semua or ganisasi, pada dasar nya sel al u menghendaki adanya ki ner ja yang ter us meningkat, dengan ber gabung di suatu komuni tas, dihar apkan par a anggot a dapat memper ol eh i nsight bar u dan juga memper luas jar ingan yang akan membantu dalam kegiatan bisnis. Tangan Di Atas, mer upakan komunitas wi r ausaha t er besar di Indonesia dan cukup aktif.

(2)

1.

Pendahuluan

Per tumbuhan ekonomi suatu negar a tentunya ditunj ang oleh ber bagai aktivitas i ndividu – indi vi dunya, dalam ber bagai aktivit as, khususnya akt ivit as yang dilakukan oleh par a pel aku Usaha Mikr o Kecil dan Menengah. Pembangunan ekonomi akan lebi h mantap jika ditunjang oleh par a wir ausahaw an unt uk member ikan ber bagai pel uang dan menyediakan lapangan peker jaan yang tidak mungki n hanya diupayakan oleh pemer i nt ah dengan sumber daya yang t er bat as. Oleh kar ena itu, wi r ausaha mer upakan faktor pent ing dalam mendor ong per tumbuhan ekonomi, baik dalam

Sel ai n itu, dar i ber bagai kajian menyatakan bahwa UMKM memi liki t ingkat ket ahanan yang lebih baik dibandi ngkan dengan usaha besar di masa kr isi s. Hal t er sebut dapat di bukt i kan dar i per ist iwa kr i sis ekonomi 1997/ 1998 di mana t er dapat penur unan dr astis pangsa output usaha besar dar i 58.4% pada t ahun 1997 menjadi 49.8% pada tahun 1998. Sedangkan pangsa output untuk usaha mi kr o kecil dan menengah masi ng – masing mengalami peni ngkat an dar i 17.7% pada tahun 1996 menjadi 29% pada r entang tahun 2000. Data ter sebut menunjukkan bahwa UMKM memi liki sistem yang uni k yang didukung dar i fakt or i nter nal untuk ter us memper t ahankan dan meningkat kan ki ner janya (Bakce, 2008). Menur ut Kement er i an Koper asi dan Usaha Kecil dan Menengah (2005), pembangunan ekonomi hanya dapat dicapai dengan adanya siner gi kebijakan dan pr ogr am pembangunan ekonomi lintas sektor al, dan t entunya di per lukan adanya siner gi pr ogr am pembangunan antar inst ansi pemer intah, ser ta siner gi ant ar a kebijakan pemer intah dengan dunia usaha dan masyar akat. Untuk mewujudkannya, per lu adanya per an Koper asi dan UMKM sebagai motor inovasi dan per tumbuhan ekonomi nasional yang mampu member ikan lapangan ker ja bagi 99.45% tenaga ker ja di Indonesia, menyediakan 43.8% kebutuhan bar ang dan jasa nasi onal, ser ta member ikan kontr i busi ter hadap PDB Nasional sebesar 56.72%.

Pada dasar nya, untuk mengembangkan usahanya, par a wir ausahawan selalu dituntut untuk melakukan evaluasi ter hadap pencapaiannya set iap t ahun mel al ui ber bagai faktor yang ada, khususnya fakt or – faktor inter nal pada UMKM. Unt uk i tu, par a wir ausahawan harus ter us updat e ter hadap ber bagai perkembangan, mel akukan eval uasi atas semua kebijakan yang dil akukan, dan mengembangkan jar ingan. Ti dak her an, saat ini banyak sekali komunit as – komuni tas wir ausahaw an yang di bentuk untuk menjadi wadah bagi par a w ir ausahawan untuk ter us meningkat kan pengetahuannya yang pada dasar nya, semua tujuan yang ingin dir aih adalah untuk meningkat kan ki ner janya. Salah sat u komunitas yang saat i ni memi liki banyak jar i ngan di sel ur uh wilayah I ndonesia adalah komuni tas bisnis Tangan di Atas atau dapat disebut TDA. Komuni tas bi sni s Tangan Di Atas (TDA) mer upakan komunitas wir ausaha ter besar di Indonesia yang mer upakan w adah ber gabungnya par a wir ausahaw an Indonesia. TDA didir ikan pada bul an Januar i tahun 2006 ol eh Badr oni Yuzir man dan 6 pengusaha lainnya yang memili ki visi membentu k pengusaha – pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontr ibusi posi tif bagi per adaban. Pada tahun 2017, TDA memil iki seki tar 15.000 anggot a komunitas dan hadir di 61 kot a di sel ur uh Indonesia dan di 4 negar a, yaitu Singapur a, Honkong, Mesi r , dan Austr alia (Tangan Di Atas, 2017) .

(3)

untuk di kaji . Mengingat, jejar ing dan peni ngkat an pengatahuan sangat penting bagi par a wir ausahaw an.

2.

Kajian Pustaka

Indonesia mer upakan negar a dengan pot ensi ekonomi yang sangat besar dengan sumber daya alam yang mel impah, t enaga ker ja muda dal am jumlah besar , dan mengal ami per tumbuhan ekonomi yang cukup st abil dengan r at a – r at a 5% per tahun. Hal t er sebut menunjukkan bahw a Indonesi a memi liki peluang besar untuk menjadi negar a ber pendapatan menengah pada t ahun 2025. Untuk mencapai tar get t er sebut, Indonesi a har us meningkat kan per tumbuhan ekonominya menjadi 7% per tahun. Pemanfaatan teknologi di gital, khususnya bagi par a pelaku UMKM dapat member i kan per tumbuhan yang dibutuhkan, yaitu sebesar 2% (Deloitte, 2015).

UMKM di Indonesia member ikan kont r ibusi yang besar bagi per ekonomian dan sudah membukt i kan eksitensi nya selama kr i sis ekonomi , di mana UMKM membukt ikan ketangguhannya dalam melewati kr isi s ekonomi pada tahun 1997/ 1998 jika di bandi ngkan dengan usaha besar . Menur ut Undang-Undang Nomor 20 t ahun 2008 tent ang Usaha Mi kr o, Keci l, dan Menengah (UMKM), maka definisinya dapat dijel askan sebagai ber ikut:

Usaha Mikr o

Mer upakan usaha pr odukti f milik or ang per or angan dan/ at au badan usaha per or angan yang memenuhi kr i ter ia Usaha Mikr o sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 denagn kepemi likan Asset maksimal Rp 50.000.000,- dan omset maksimal Rp 300.000.000,-

Usaha Kecil

Mer upakan usaha ekonomi pr oduktif yang ber dir i sendi r i, yang di lakukan oleh or ang per or angan atau badan usaha yang bukan mer upakan anak per usahaan at au bukan cabang per usahaan yang di miliki , dikuasai, ataumenjadi bagi an baik langsung maupun ti dak langsung dar i usaha menengah atau beasar yang memenuhi kr iter ia sesuai dengan Undang-Undang, dapat di ukur dengan ti ngkat kepemilikan aset lebih besar dar i Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- dan omset lebih besar dar i Rp 300.000.000,- sampai dengan Rp 3.000.000.000,-.

Usaha Menengah

Mer upakan usaha ekonomi pr oduktid yang ber dir i sendir i , yang dilakukan oleh or ang per seor angan atau badan usaha yang bukan mer upakan anak per usahaan at au cabang per usahaan yang dimili ki , dikuasai, atau menjadi bagian bai k langsung maupun tidak l angsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan ber si h at au hasi l penjualan t ahunan sebagaimana di at ur dalam Undang-Undang. Dalam hal ter sebut, t ingkat kepemilikan asset nya ber kisar lebih besar dar i Rp 500.000.000,- sampai dengan Rp 10.000.000,-, sedangkan omset nya ber kisar lebih besar dar i Rp 2.500.000.000,- sampai dengan Rp 50.000.000.000,-

(4)

membant u mengembangkan ki ner ja UMKM.

2.1 Kinerja UMKM

Set iap or ganisasi pasti menghendaki adanya ki ner ja or ganisasinya t er us mengalami peni ngkatan. Kiner ja yang r endah mencer mi nkan adanya pencapaian pada suatu or gani sasi yang masi h per lu di tingkat kan. Menur ut Ranto ( 2007), ki ner ja mer upakan ser angkai an kegi at an manajemen yang member ikan gambar an mengenai sejauh mana hasi l yang sudah di capai dalam melaksanakan tugas dan tanggung j awabnya dalam akuntabi litas publ ik bai k ber upa keber hasilan maupun kekur angan yang ter jadi. Sebagi an besar , per usahaan mengukur kiner janya ber dasar kan tingkat penjualan dan laba per usahaan dalam kur un w aktu ter tentu. Peni laian kiner ja suatu or ganisasi sendir i ser ing di ar t ikan dengan kata assessment, dan kiner ja per usahaan mer upakan sesuatu yang dihasilkan ol eh suat u per usahaan dalam per i ode ter tentu dengan mengacu pada standar yang dit et apkan. Penilaian kiner ja mer upakan penentuan secar a per iodi k efektivitas oper asional suatu or ganisasi, bagian or ganisasi, dan kar yaw annya ber dasar kan sasar an, standar , dan kr iter ia yang telah di tetapkan sebel umnya. Selain itu, kiner ja ser i ng diukur dengan membandi ngkan ant ar a kinerj a aktual dan kiner ja yang dir encanakan (Devani & Setiawar nan, 2015).

Ki ner ja mer upakan gambar an mengenai ti ngkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiat an/ pr ogr am/ kebi jakan dal am mewujudkan sasar an, tujuan, mi si , dan visi or gani sasi yang t er tuang dalam str at egic planning suatu or gani sasi (Mahsun, 2009). Pengukur an ki ner ja mer upakan hal yang sangat pent ing bagi manajemen dan pi hak – pihak yang ter libat dalam or ganisasi untuk melakukan eval uasi ter hadap ki ner ja per usahaan dan per encanaan di masa mendatang. Pengukur an kiner ja or ganisasi, tentunya tidak semata-mata diukur dengan menggunakan i ndikat or kiner ja keuangan, kar ena ada ber bagai indi kat or yang sebai knya diukur secar a kompr ehensif untuk melihat kiner ja or ganisasi secar a kesel ur uhan.

2.2 Faktor I nternal

Aspek Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia yang ada di sebuah per usahaan mer upakan asset, dengan sumber daya manusia yang ber kuali tas dihar apkan pr odukt ivitas dan kiner ja per usahaan dapat di tingkat kan. Ber bagai st udi mengenai bagai mana sumber daya manusi a ter hadap kiner ja per usahaan, khususnya mengenai pengel ol aan SDM menunjukkan bahwa pengelolaan SDM yang t epat dapat meningkat kan ki ner ja or ganisasi. Hasil peneli tian yang di lakukan oleh MacDuffie (1995) menunjukkan bahw a aspek pengel ol aan SDM ber pengar uh signifi kan ter hadap kiner ja per usahaan, ter ut ama jika aspek ter sebut memi liki keter kai tan ter hadap si st em pr oduksi. Sumber daya manusi a sendir i dapat diar tikan sebagai or ang atau penduduk dengan kesel ur uhan penget ahuan, kecakapan, per il aku, dan kemampuan nyat a ataupun pot ensi yang dapat digunakan untuk pembangunan sosial ekonomi masyar akat (Ngadi & Abdur abim, 2009).

Aspek Keuangan

(5)

Aspek Pemasar an

Pada dasar nya, kondisi bisnis ber sifat di namis dengan ber bagai per ubahan yang ada, ter ut ama ji ka di kai tkan dengan pr efer ensi masyar akat yang lebih fluktuatif mengi kuti per ubahan yang ada. Dengan perubahan per i laku konsumen, maka akan ber pengar uh juga ter hadap per mintaan bar ang/ jasa yang di konsumsi, sehi ngga par a pemangku kebi jakan har us l ebih jeli dalam mer umuskan kebijakan str at egi pemasar an yang dimul ai dar i pembuatan pr oduk, penetapan har ga, lokasi, dan yang ti dak kalah penti ng adalah str at egi pr omosi. Str ategi pemasar an yang ada hendaknya memper ti mbangkan situasi dan keadaan per usahaan bai k keadaan inter nal maupun ekst er nal. Li ngkungan int er nal per usahaan t er dir i dar i kekuatan – kekuat an yang langsung ber kai tan dengan per usahaan yang mempengar uhi kemampuannya untuk mel ayani pasar , yaitu antar a lai n: per usahaan, pemasok, par a pelanggan, par a pesaing, dan masyar akat umum. Sedangkan l ingkungan ekster nal per usahaan lebi h ber sifat kemasyar akatan yang lebi h besar dan mempengar uhi semua pelaku dal am per usahaan. Adapun l ingkungan t er sebut ter dir i dar i lingkungan demogr afis, kependudukan, lingkungan ekonomi, lingkungan fi sik, lingkungan teknologi, dan l ingkungan sosi al / budaya (Hidayat , Putong, & Sar i, 2014).

Aspek Tekni s, Oper asional , dan R&D

Per kembangan industr i yang pesat memaksa setiap or gani sasi har us lebi h i novatif. Baik dar i sisi pener apan si st em yang tepat dan pemanfaatan teknologi yang mengikuti per kembangan jaman, dan dengan sel al u menget ahui penggunaan teknologi ter kini di har apkan dapat menunjang kiner j a per usahaan, ter ut ama penggunaan t eknologi yang ser ba digital dan t er komputer isasi yang pada dasar nya har us dimi liki oleh semua pelaku usaha, ter masuk di dalamnya par a pelaku UMKM. Konsep pengaplikasian pener apan si st em yang baik juga akan menunjang adanya pener apan manajemen kuali tas yang lebih bai k yang pada akhi r nya akan ber dampak pada kiner ja suatu or ganisasi. Ar ti dar i kual itas dalam dunia industr i didasar kan pada tujuan dasar dalam mencapai kesuksesan dalam memper oleh pr ofi t dengan pr oduk at au jasa yang diber ikan kepada konsumen (Nugroho, 2015) . Sel at an. Begitu juga peneli tian yang dilakukan oleh (Riyar di, 2009). Penel itian yang dil akukan oleh Dr agni c (2014) menyatakan bahw a UMKM mer upakan pemicu utama per kembangn ekonomi, di mana ji ka dilakukan pengel ol aan yang benar t ent unya akan meningkat kan kiner janya, dar i peneliti an t er sebut ditemukan bahwa t er dapat pengar uh positif antar a fakt or int er nal dan ekster nal ter hadap kiner ja per usahaan. selain i tu, studi yang di lakukan oleh Radzi & et al (2017) di Malaysi a juga menunjukkan adanya pengar uh positi f dar i faktor – fakt or inter nal t er hadap kiner j a UMKM. H1: Ter dapat pengar uh faktor -fakt or internal ter hadap kiner ja UKM pada komuni tas TDA

3.

Metode Penelitian

3.1. Desain Penelitian

Peneliti an ini menggunakan pendekat an kor elasional dimana akan diuji hubungan antar var iabel yang di hi potesiskan. Ber dasar kan w aktu pengumpulan data, peneliti an ini mer upakan peneli tian cr oss-sectional, yait u data yang di per oleh dal am satu wakt u mel al ui kegi at an sur vey.

3.2. Populasi dan Sampel

(6)

sampling di mana seti ap UKM tidak memil iki kesempat an yang sama untuk ambil bagi an dal am peneliti an. Justifi kasi wil ayah penelit ian di lakukan di wilayah Jabot abek.

3.3. Data dan Variabel Penelitian

Dalam peneli tian ini menggunakan dat a pr i mer dan dat a sekunder . Populasi dalam peneliti an i ni adalah Usaha Keci l Menengah di bawah komunitas TDA di Indonesia dan metode pengambilan sampel di lakukan dengan car a nonpr obabili ty sampl ing di mana setiap UKM tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dar i peneliti an. Peneliti an ini dianal isis menggunakan r egr esi linear dengan SPSS. Ber ikut mer upakan var iabel dan indikator dalam penel itian i ni:

Tabel 1. Variabel Indepent

Variabel I ndependent Deskripsi

Variabel Variabel I ndikator

Aspek SDM mel iputi tingkat pendidikan, kepemi mpinan, pengal aman, moti vasi dan ketr ampil an.

Variabel Laten Deskripsi Variabel Variabel I ndikator

(7)

Gambar 1. Usia Responden

Gambar 2. Alasan menjadi anggota TDA

Ber dasar kan gambar 2, sebagaian besar anggot a TDA ter tar ik untuk menj adi anggota TDA kar ena ingi n menambah ilmu dan wawasan (60%), kemudian untuk menambah jar ingan/ r elasi (33%), dan unt uk mengembangkan bisnis (7%).

Ber dasar kan gambar 3, mayor itas anggota TDA dalam penelitian ini memiliki lama ber w ir ausaha dalam jangka w aktu 2-4 tahun, yait u sebesar 71%, selanjutnya 5-7 tahun sebesar 24%, lainnya sebesar 7%, dan jangka w aktu 8-10 tahun sebesar 2%.

(8)

Gambar 4. Omset

Dalam penelitian ini, anggot a TDA yang memiliki omset >100 juta memiliki pr opor si paling besar dengan pr osentase sebesar 33%, kemudian 0-10 juta sebesar 29%, 11-50 juta sebesar 24%, 51-100 juta sebesar 11%, dan lainnya sebesar 3%.

4.2. Regr esi Linier Berganda

Uji nor malit as dil akukan untuk mel ihat data yang sudah disebar melalui kuesioner t er di str ibusi nor mal. Pada peneli tian i ni , nilai si gnifikansi lebih besar dar i 0.05, sehingga dapat di simpulkan bahw a data ber distr i busi nor mal .

Tabel 3. Uji Normalitas

Tabel 4. Uji Heterokedastisitas

(9)

> 0,05, dan dar i tabel 4, nilai si gnifikansi nya 0,73 yang ber art i di atas >0,05, sehingga dapat disimpulkan bahw a tidak ter jadi heter oskedastisit as.

Tabel 5 . Koefisien dan Uji T

Ber dasar kan tabel 5, maka per samaan regr esi l inear dapat disimpul kan sebagai ber ikut: Y (Ki ner ja) = 0.153 + 0.325 X1 (Fakt or Int er nal) + e

Sehingga, dengan nilai konst ant a 0.153, ber ar ti jika fakt or inter nal ber nilai (0), maka kiner ja (Y) ber nilai 0.153. Akan t etapi, jika var iabel independen mengalami kenai kan sebesar 1, maka kiner j a (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.325.

Ber dasar kan tabel 5, faktor i nt er nal memili ki t hi tung sebesar 6,585, sedangkan nil ai t tabel adalah sebsar 2.023 dan nil ai signifikansi sebesar 0.000. Hal ter sebut menunjukkan bahwa fakt or inter nal ber pengar uh ter hadap kiner ja UKM anggota komunitas TDA. Hal ter sebut menunjukkan bahw a pada dasar nya par a anggot a komunitas har us memi liki kesadar an unt uk melakukan pengel ol aan dar i fakt or inter nal or ganisasi dengan melihat ber bagai aspek, seper ti sumber daya manusia, aspek keuangan, aspek tekni k oper asioanl , dan aspek pasar dan pemasar an unt uk ter us meningkat kan kiner janya. Selain i tu, ber dasar kan hasil penel itian t er sebut, per an TDA dalam mengembangkan kiner ja anggota sudah cukup bagus, akan tetapi masi h per lu dimaintain dan di tingkat kan.

5.

Keter batasan dan Agenda Penelitian Mendatang

Keter bat asan dalam penel itian i ni adalah bel um mengakomodi r demogr afi sektor usaha kecil menengah ber ger ak di sektor usaha. Agenda peneli tian mendatang di har apkan demogr afi bisa di br eakdown ke sektor usaha par a anggota TDA sehingga bi sa di kaji lebih dalam t er kai t sektor usaha par a anggot a komunitas TDA,

6.

Kesimpulan

Peneliti an ini ber tujuan untuk menganal isa faktor int er nal ter hadap ki ner ja UKM yang t er gabung pada Komunitas TDA. Dal am penel itian ini,. Begi tu, semaki n besar juga har apan par a anggot anya untuk dapat melakukan shar ing penget ahuan, dan meningkat kan kiner janya melalui komuni tas TDA. Untuk i tu, TDA juga per lu dit ingkat kan dengan car a melakukan edukasi mengenai ber bagai hal ter kait dengan aspek sumber daya manusia, aspek keuangan, aspek teknik oper asonal, aspek pasar dan pemasar an. Selain i tu, per lu juga bagi par a anggota TDA dan juga pengurus untuk keper luan per baikan mengenai faktor yang dapat juga mempengar uhi suatu bisnis.

Daftar Pustaka

Agustin, E. (2016). Analisi s Rasio Keuangan untuk Penilai an Kiner ja Keuangan pada PT Indofar ma (Per ser o) Tbk. (Ber dasar kan Keputusan Menter i BUMN Nomor : KEP-100/ MBU/ 2002). eJour nal Il mu Administr asi Bisnis, 4 (1) , 103-115.

(10)

Industr i. Jur nal Poeli tik Vol ume 4, No.1, 233-266. Deloitte. (2015). UKM pemi cu kemajuan Indonesia. Deloitt e.

Devani, V., & Setiawar nan, A. (2015). Pengukur an Ki ner ja Per usahaan dengan Menggunakan Met oda Bal ance Scor ecar d. Jur nal Sains, Teknologi dan Industr i, Vol . 13, No.1, 83-90.

Dr agni c, D. (2014) . Impact of Inter nal and Ext er nal Factor s on the Per for mance of Fast-Gr owing Small and Medium Busi ness. Management, Vol. 19, I ssue 1, 119-159.

Er l ina. (2009). Anali sis Ki ner ja Per usahaan dengan Met ode Balance Scor e Car d ( BSC) dan SWOT. Jur nal Penel itian I lmu Tekni k Vol.9, No.1, 48-57.

Hidayat, C., Put ong, I., & Sar i, R. K. (2014). Inter depensi St r at egi Pemasar an ter hadap Kiner ja Per usahaan ( Suatu Penel itian pada Per usahaan Asur ansi Indonesi a yang Sudah Go Publ ic). Binus Business Review Vol. 5, No.1, 18-27.

Kement er i an Koper asi dan Usaha Keci l dan Menengah. (2005). Per an Usaha Mi kr o, Kecil, dan Menengah dalam Pembangunan Ekonomi Nasional. Kement er ian Koper asi dan Usaha Kecil dan Menengah.

MacDuffie, J. (1995). Human Resour ce Bundles and Manufactur ing Per for mance: Or gani zati onal. Industr ial & Labour Rel at ions Review 48 (2), 197-221.

Mahsun, M. (2009). Pengukur an Ki ner ja Sekt or Publi k Edisi 1. Yogyakar t a: BPFE-Yogyakar t a. Munizu, M. (2010). Pengar uh Fakt or -Faktor Ekster nal dan Int er nal ter hadap Ki ner ja Usaha Mi kr o

dan Kecil (UMK) di Sul awesi Sel atan. Jur nal Manajemen dan Kewir ausahaan, Vol. 12, No. 1, 33-41.

Ngadi , & Abdur abi m, A. Y. (2009). Per spekti f Sumber Daya Manusia dal am Pengembangan Badan Usaha. Jur nal Kependudukan Indonesia Vol. IV, No. 2, 79-96.

Nugr oho, M. (2015). Model Peningkatan Kiner ja Oper asional melalui Pr aktek-pr akt ek Manajemen Kualitas pada Industr i Kecil Menengah (IKM) di Kot a Semar ang. Pr oceedi ng, 2nd CBAM Confer ence in Busi ness, Accounti ng, and Management , 422-434.

Radzi, K. M., & et al. (2017). The Impact of Inter nal Factor s on Small Business Success: A Case of Small Enter pr ises Under the Felda Scheme. Asian Academy of Management Jour nal, Vol. 22, No. 1, 27-55.

Ranto, B. (2007). Analisi s Hubungan Antar a Moti vasi, Pengetahuan Kewir ausahaan, dan Kemandir ian Usaha ter hadap Kiner ja Pengusaha pada Kawasan Industr i Kecil di Daer ah Pulogadung. Jur nal Usahaw an No.10 TH XXXVI.

Ri yar di, A. (2009). Fakt or Inter nal dan Ekster nal yang Mempengar uhi Kiner ja Keuangan PDAM Kota Sur akar ta. JEJAK, Vol. 2, No.1, 44-51.

Siyamt inah, Sulistyo, H., & Rahmani , E. (2011). Model Peningkatan Kiner ja Mel al ui Kapabili tas Inovasi Pada UKM di Semar ang. Semi nar Nasi onal I lmu Ekonomi Ter apan Fakultas Ekonomi UNI MUS.

Tangan Di Atas. (2017). www.t angandiatas.com. Di ambil kembal i dar i htt ps:/ / w ww.tangandiat as.com/ sejar ah-pr ofil-pendir i /

Gambar

Tabel 1. Variabel Indepent
Gambar 3. Lama Berwirausaha
Tabel 3. Uji Normalitas
Tabel 5. Koefisien dan Uji T

Referensi

Dokumen terkait

Vol.. Sedang yang tak berpenghuni adalah 9 rumah. Hal ini karena mereka telah memiliki rumah di luar Kampung Naga. Tetapi para keturunan Kampung Naga yang tinggal di luar,

Title of the thesis : THE EFFECT OF THE EFFECT OF MIND MAPPING TECHNIQUE ON THE ABILITY OF WRITING DESCRIPTIVE TEXT GAINED BY THE 10 th GRADERS OF MAN MODEL

[r]

Berdasarkan Hasil dokumen kualifikasi Publikasi Kementerian Melalui Advertorial Media Cetak Full Color tahun 2017 kementerian desa, Pembangunan daerah Tertinggal dan

Oleh karena hal tersebut diatas, kepada Penyedia Barang yang telah ditetapkan dan telah melewati masa sanggah, dapat diberikan Surat Penunjukan Penyedia Barang

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat dikatakan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen kepada konsumen untuk dicari, dibeli, dan digunakan

To increase the number in 2013 , the Karang Setra Waterland management do the personal selling that include , determining customer needs and wants, recommending

 Coastal, particularly waterfront: attractive area Coastal, particularly waterfront: attractive area  Growth point: attracts people & their activities Growth point: