• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Guru Matematika SMP Penilaian (0035100250) Bab 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Buku Guru Matematika SMP Penilaian (0035100250) Bab 4"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Persamaan dan Pertidaksamaan

Linear Satu Variabel

Sumber:

(2)

• Menjelaskan persamaan dan pertidaksamaan linear satu

variabel dan penyelesaiannya.

• Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan

pertidaksamaan linear satu variabel. Kompetensi Dasar

mengenal persamaan linear satu variabel (PLSV) dan

pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) dalam beberapa bentuk dan variabel,

menentukan bentuk yang setara (ekuivalen) dari PLSV dan

PtLSV dengan cara kedua ruas ditambah, dikurang, dikali, atau dibagi dengan bilangan yang sama,

menentukan akar atau penyelesaian dari PLSV dan PtLSV

dengan cara kedua ruas ditambah, dikurang, dikali, atau dibagi dengan bilangan yang sama,

menentukan akar atau penyelesaian dari PLSV dan PtLSV

bentuk pecahan,

menentukan model matematika dari masalah matematika dan

kejadian sehari-hari terkait dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel,

menggunakan konsep persamaan dan pertidaksamaan linear

satu variabel untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari.

(3)

Paris mempunyai menara

Eiffel yang dirancang oleh

Alexandre Eiffel untuk

Pekan Raya Dunia tahun

1889. Menara Eiffel dengan

tinggi 300 meter tersebut

pernah menjadi bangunan

tertinggi di dunia selama

beberapa tahun. Jakarta

juga mempunyai menara,

yaitu Monumen Nasional

(Monas), yang dibangun

pada masa pemerintahan

Presiden Soekarno. Jika

tinggi Monumen Nasional

dikalikan dua dan ditambah

36 meter maka tingginya

akan sama dengan menara

Eiffel. Berapa meterkah

tinggi Monas?

Paris mempunyai menara

Eiffel yang dirancang oleh

Alexandre Eiffel untuk

Pekan Raya Dunia tahun

1889. Menara Eiffel dengan

tinggi 300 meter tersebut

pernah menjadi bangunan

tertinggi di dunia selama

beberapa tahun. Jakarta

juga mempunyai menara,

yaitu Monumen Nasional

(Monas), yang dibangun

pada masa pemerintahan

Presiden Soekarno. Jika

tinggi Monumen Nasional

dikalikan dua dan ditambah

36 meter maka tingginya

akan sama dengan menara

Eiffel. Berapa meterkah

tinggi Monas?

(4)

4.1.1 Kalimat Benar dan Kalimat Salah

1. Rudy Hartono Kurniawan adalah maestro bulu tangkis

dunia.Kalimat tersebut sepakat kita katakan benar.

2. Semua benda akan memuai bila dipanaskan. Kalimat

tersebut salah, sebab terdapat benda yang tidak

memuai bila dipanaskan, misalnya kayu.

3. Pluto adalah salah satu planet dalam galaksi Bima

Sakti.Kalimat tersebut salah, karena menurut Persatuan

Astronomi Internasional (International Astronomical

Union), Pluto bukan merupakan planet.

4.1 KALIMAT BENAR, KALIMAT SALAH,

DAN KALIMAT TERBUKA

(5)

Contoh:

1. Bilangan prima selalu bilangan ganjil. Kalimat

tersebut adalah kalimat yang salah, sebab

bilangan prima ada juga yang genap, yaitu 2.

2. Hasil penjumlahan 9 dan 17 adalah 26. Kalimat

tersebut benar, sebab 9 + 17 = 26.

3. Hasil perkalian bilangan ganjil dengan bilangan

genap adalah bilangan ganjil. Kalimat tersebut

salah, sebab perkalian bilangan ganjil dengan

bilangan genap akan selalu menghasilkan bilangan

genap.

Contoh:

1. Bilangan prima selalu bilangan ganjil. Kalimat

tersebut adalah kalimat yang salah, sebab

bilangan prima ada juga yang genap, yaitu 2.

2. Hasil penjumlahan 9 dan 17 adalah 26. Kalimat

tersebut benar, sebab 9 + 17 = 26.

3. Hasil perkalian bilangan ganjil dengan bilangan

genap adalah bilangan ganjil. Kalimat tersebut

salah, sebab perkalian bilangan ganjil dengan

bilangan genap akan selalu menghasilkan bilangan

genap.

4.1.1 KALIMAT BENAR DAN

KALIMAT SALAH

(6)

a. Pengertian Kalimat Terbuka

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

1. adalah faktor dari 4. 3. 2 + 9 < 7.❍

2. 12 adalah kelipatan 3. 4. x + 7 = 15.

Dari contoh-contoh kalimat di atas didapat hal-hal berikut. • Contoh 2 merupakan kalimat benar dan contoh 3

merupakan kalimat salah.

• Contoh 1 dan 4, yaitu “ adalah faktor dari 4” dan “❍ x + 7 = 15” merupakan kalimatkalimat yang belum dapat ditentukan benar atau salahnya. Kalimat-kalimat seperti ini disebut

kalimat terbuka.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

1. adalah faktor dari 4. 3. 2 + 9 < 7.❍

2. 12 adalah kelipatan 3. 4. x + 7 = 15.

Dari contoh-contoh kalimat di atas didapat hal-hal berikut. • Contoh 2 merupakan kalimat benar dan contoh 3

merupakan kalimat salah.

• Contoh 1 dan 4, yaitu “ adalah faktor dari 4” dan “❍ x + 7 = 15” merupakan kalimatkalimat yang belum dapat ditentukan benar atau salahnya. Kalimat-kalimat seperti ini disebut

kalimat terbuka.

(7)

A. PENGERTIAN KALIMAT

TERBUKA

A. PENGERTIAN KALIMAT

TERBUKA

Kalimat yang memuat variabel sehingga

belum diketahui nilai kebenarannya(benar

atau salah) disebut

kalimat terbuka.

Variabel atau peubah adalah lambang

(8)
(9)

Pengganti variabel (peubah) sehingga kalimat terbuka

menjadi

kalimat benar disebut

penyelesaian.

Contoh:

1. x + 6 = 25.

Pengganti x yang benar adalah 19. Jadi, penyelesaiannya adalah x = 19.

2. x adalah bilangan ganjil dan x adalah variabel pada bilangan 3, 6, 9, 12, dan 15.

Pengganti x yang benar adalah 3, 9, dan 15. Jadi, penyelesaiannya adalah x = 3, 9, dan 15. Catatan:

Jika tidak ada pengganti variabel yang membuat kalimat terbuka menjadi kalimat benar, maka kalimat terbuka tersebut tidak

mempunyai penyelesaian. Contoh:

1. x + 6 = 25.

Pengganti x yang benar adalah 19. Jadi, penyelesaiannya adalah x = 19.

2. x adalah bilangan ganjil dan x adalah variabel pada bilangan 3, 6, 9, 12, dan 15.

Pengganti x yang benar adalah 3, 9, dan 15. Jadi, penyelesaiannya adalah x = 3, 9, dan 15. Catatan:

Jika tidak ada pengganti variabel yang membuat kalimat terbuka menjadi kalimat benar, maka kalimat terbuka tersebut tidak

mempunyai penyelesaian.

B. PENYELESAIAN KALIMAT

TERBUKA

(10)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(11)

Persamaan linear satu variabel

adalah kalimat

terbuka dengan satu variabel yang memiliki

hubungan sama dengan, dan variabelnya

hanya berpangkat satu.

4.2 PENGERTIAN PERSAMAAN LINEAR

SATU VARIABEL (PLSV)

(12)

Pengganti dari variabel (peubah) sehingga suatu

persamaan menjadi kalimat benar disebut akar atau

penyelesaian dari persamaan tersebut.

Perhatikan persamaan 3n – 7 = 20!

Jika n diganti dengan 9 atau n = 9, maka dari persamaan

tersebut dapat ditulis menjadi 3 × 9 – 7 = 20 yang merupakan kalimat benar, di mana n = 9 disebut akar atau penyelesaian dari persamaan tersebut.

Jika n diganti dengan bilangan yang bukan 9, misalnya n = 10,

maka persamaan tersebut menjadi 3 × 10 – 7 = 20 yang merupakan kalimat salah, sehingga n = 10 bukan

penyelesaian dari persamaan tersebut. Perhatikan persamaan 3n – 7 = 20!

Jika n diganti dengan 9 atau n = 9, maka dari persamaan

tersebut dapat ditulis menjadi 3 × 9 – 7 = 20 yang merupakan kalimat benar, di mana n = 9 disebut akar atau penyelesaian dari persamaan tersebut.

Jika n diganti dengan bilangan yang bukan 9, misalnya n = 10,

maka persamaan tersebut menjadi 3 × 10 – 7 = 20 yang merupakan kalimat salah, sehingga n = 10 bukan

penyelesaian dari persamaan tersebut.

(13)

Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika

mempunyai penyelesaian atau akar yang sama.Notasi

untuk ekuivalen pada persamaan adalah .

Dari persamaan-persamaan di atas, dapat dinyatakan

pasangan-pasangan persamaan

yang

ekuivalen

dalam bentuk berikut:

i)

x

+ 5 = 12 2

x

+ 10 = 24.

ii)

x

+ 5 = 12 2

x

+ 15 = 29.

iii) 2

x

+ 10 = 24 2

x

+ 15 = 29.

Dari persamaan-persamaan di atas, dapat dinyatakan

pasangan-pasangan persamaan

yang

ekuivalen

dalam bentuk berikut:

i)

x

+ 5 = 12 2

x

+ 10 = 24.

ii)

x

+ 5 = 12 2

x

+ 15 = 29.

iii) 2

x

+ 10 = 24 2

x

+ 15 = 29.

4.2.2 PERSAMAAN YANG

EKUIVALEN

(14)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(15)

4.3.1 Menyelesaikan Persamaan dengan

Cara Substitusi

Menyelesaikan persamaan dengan cara substitusi

artinya menyelesaikan persamaan dengan cara

mengganti variabel dengan bilangan-bilangan yang

telah ditentukan, sehingga persamaan

tersebut menjadi kalimat benar.

Menyelesaikan persamaan dengan cara substitusi

artinya menyelesaikan persamaan dengan cara

mengganti variabel dengan bilangan-bilangan yang

telah ditentukan, sehingga persamaan

tersebut menjadi kalimat benar.

4.3 MENYELESAIKAN PERSAMAAN

LINEAR SATU VARIABEL (PLSV)

4.3 MENYELESAIKAN PERSAMAAN

(16)

1. Tentukan penyelesaian dari persamaan 2x – 1 = 5, x adalah variabel pada bilangan asli!

Jawab: Untuk x = 1, maka 2 × 1 – 1 = 5 (merupakan kalimat

1. Tentukan penyelesaian dari persamaan 2x – 1 = 5, x adalah variabel pada bilangan asli!

(17)

Setiap persamaan tetap ekuivalen jika kedua

ruas persamaan ditambah atau dikurang

dengan bilangan yang sama.

4.3.2 MENAMBAH ATAU MENGURANG

KEDUA RUAS DENGAN BILANGAN

YANG SAMA

(18)

Contoh :

1. Tentukan penyelesaian atau akar persamaan x – 5 = 9, jika x adalah variabel pada bilangan cacah!

Jawab:

Sebagai ilustrasi proses penyelesaian persamaan di atas, perhatikan gambar berikut!

Jadi, supaya tetap seimbang, beban sebelah kiri maupun sebelah kanan harus ditambah atau dikurang dengan beban yang sama. Hal seperti ini juga berlaku untuk persamaan.

Contoh :

1. Tentukan penyelesaian atau akar persamaan x – 5 = 9, jika x adalah variabel pada bilangan cacah!

Jawab:

Sebagai ilustrasi proses penyelesaian persamaan di atas, perhatikan gambar berikut!

(19)

2. Tentukan penyelesaian persamaan x + 7 = –8, jika x

variabel pada bilangan bulat!

Jawab:

x = –15 Penyelesaiannya adalah x = –15.

Perhatikan! Menambah atau mengurangi kedua ruas

persamaan dengan bilangan yang sama dapat juga

dilakukan tanpa menuliskannya (cukup dalam pikiran saja),

seperti contoh soal berikut!

2. Tentukan penyelesaian persamaan x + 7 = –8, jika x

variabel pada bilangan bulat!

Jawab:

x = –15 Penyelesaiannya adalah x = –15.

Perhatikan!

Menambah atau mengurangi kedua ruas

persamaan dengan bilangan yang sama dapat juga

(20)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(21)

4.3.3 MENGALI ATAU MEMBAGI KEDUA

RUAS DENGAN BILANGAN YANG

SAMA

4.3.3 MENGALI ATAU MEMBAGI KEDUA

RUAS DENGAN BILANGAN YANG

SAMA

KEGIATAN SISWA

HALAMAN 110

(22)

Catatan:

Untuk menentukan pengali atau pembagi, yang

harus diperhatikan

adalah

koefisien

dari variabel sehingga koefisiennya

(23)

Penyelesaian dari suatu persamaan dapat ditunjukkan

pada garis bilangan yang disebut grafik

penyelesaian. Pada garis bilangan, grafik

penyelesaian dari suatu persamaan dinyatakan

dengan noktah (titik tebal). Untuk membuat grafik

penyelesaian dari suatu persamaan, terlebih dahulu

harus kita tentukan penyelesaiannya, baru kemudian

dibuat grafik penyelesaiannya.

Penyelesaian dari suatu persamaan dapat ditunjukkan

pada garis bilangan yang disebut grafik

penyelesaian. Pada garis bilangan, grafik

penyelesaian dari suatu persamaan dinyatakan

dengan noktah (titik tebal). Untuk membuat grafik

penyelesaian dari suatu persamaan, terlebih dahulu

harus kita tentukan penyelesaiannya, baru kemudian

dibuat grafik penyelesaiannya.

Buatlah grafik penyelesaian dari

persamaan-persamaan berikut!

1.

x

+ 12 = 9,

x

bilangan bulat

2.

2

x

– 3 = 7,

x

bilangan cacah

4.3.4 GRAFIK PENYELESAIAN

PERSAMAAN DENGAN SATU

VARIABEL

4.3.4 GRAFIK PENYELESAIAN

(24)

Jawab:

1. 2x – 3 = 7, x ∈ bilangan cacah. ⇔ 2x = 7 + 3

⇔ 2x = 10 ⇔ x = 5

Penyelesaiannya adalah x = 5.

Grafik penyelesaian dari persamaan di atas adalah: Jawab:

1. 2x – 3 = 7, x ∈ bilangan cacah. ⇔ 2x = 7 + 3

⇔ 2x = 10 ⇔ x = 5

Penyelesaiannya adalah x = 5.

(25)

Untuk menyelesaikan persamaan bentuk pecahan

dengan cara yang lebih mudah, ubahlah persamaan

tersebut menjadi persamaan lain yang ekuivalen

tetapi tidak lagi memuat pecahan. Hal ini dapat

dilakukan dengan cara mengalikan kedua ruas

persamaan dengan Kelipatan Persekutuan Terkecil

(KPK) dari penyebut-penyebutnya.

Untuk menyelesaikan persamaan bentuk pecahan

dengan cara yang lebih mudah, ubahlah persamaan

tersebut menjadi persamaan lain yang ekuivalen

tetapi tidak lagi memuat pecahan. Hal ini dapat

dilakukan dengan cara mengalikan kedua ruas

persamaan dengan Kelipatan Persekutuan Terkecil

(KPK) dari penyebut-penyebutnya.

4.3.5 MENYELESAIKAN PERSAMAAN

BENTUK PECAHAN

(26)
(27)
(28)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(29)

4.4.1 Model Matematika

Untuk menyelesaikan soal cerita dengan kondisi

seperti di atas, terlebih dahulu perlu dibuat kalimat

matematika berdasarkan pada informasi yang

terdapat pada soal tersebut, yang disebut dengan

model matematika.

Model matematika dapat

diperoleh dengan cara memisalkan besaran yang

belum diketahui dengan sebuah variabel, misalnya x.

4.4 MODEL MATEMATIKA DAN

PENERAPAN PERSAMAAN PADA SOAL

CERITA

4.4 MODEL MATEMATIKA DAN

(30)

Contoh:

1.

Jumlah dua bilangan genap berurutan adalah 54.

Buatlah model matematikanya!

(31)

2. Harga sebuah spidol lebih murah Rp3.500 dari harga sebuah

Jadi, model matematika dari situasi di atas adalah: 6p – 7.000 = 50.000.

2. Harga sebuah spidol lebih murah Rp3.500 dari harga sebuah pensil (mekanik).

(32)

Untuk menyelesaikan soal-soal dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk

cerita, langkah-langkah berikut dapat membantu mempermudah penyelesaiannya.

1. Jika memerlukan diagram (sketsa), misalnya untuk soal yang berhubungan dengan geometri, buatlah diagram (sketsa)

berdasarkan kalimat cerita tersebut.

2. Salah satu besaran yang belum diketahui dimisalkan dengan sebuah variabel.

3. Menerjemahkan kalimat cerita menjadi model matematika dalam bentuk persamaan.

4. Menyelesaikan persamaan tersebut, kemudian menjawab sesuai yang ditanyakan.

Untuk menyelesaikan soal-soal dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk

cerita, langkah-langkah berikut dapat membantu mempermudah penyelesaiannya.

1. Jika memerlukan diagram (sketsa), misalnya untuk soal yang berhubungan dengan geometri, buatlah diagram (sketsa)

berdasarkan kalimat cerita tersebut.

2. Salah satu besaran yang belum diketahui dimisalkan dengan sebuah variabel.

3. Menerjemahkan kalimat cerita menjadi model matematika dalam bentuk persamaan.

4. Menyelesaikan persamaan tersebut, kemudian menjawab sesuai yang ditanyakan.

4.4.2 PENERAPAN PERSAMAAN LINEAR

SATU VARIABEL (PLSV)

(33)

Contoh:

1.

Jumlah dua bilangan ganjil berurutan adalah 36.

a.

Tentukan bilangan kedua, jika bilangan pertama

adalah

n

!

b.

Susunlah persamaan dalam

n

, kemudian

selesaikan!

(34)

2.

Umur Adik sekarang lebih muda 28 tahun dari umur

Ayah. Empat tahun yang akan datang, jumlah umur

mereka 52 tahun. Berapa tahunkah umur Adik

sekarang?

2.

Umur Adik sekarang lebih muda 28 tahun dari umur

Ayah. Empat tahun yang akan datang, jumlah umur

mereka 52 tahun. Berapa tahunkah umur Adik

(35)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(36)

Pengganti dari variabel sehingga suatu pertidaksamaan Menjadi kalimat benar disebut penyelesaianatau akar dari

pertidaksamaan tersebut. Himpunan yang memuat semua anggota penyelesaian disebut himpunan penyelesaian.

Pengganti dari variabel sehingga suatu pertidaksamaan Menjadi kalimat benar disebut penyelesaianatau akar dari

pertidaksamaan tersebut. Himpunan yang memuat semua anggota penyelesaian disebut himpunan penyelesaian.

Perhatikan pertidaksamaan berikut!

2n + 5 > 16 dengan n variabel pada bilangan bulat yang kurang dari 10.

Jika n diganti 6, maka pertidaksamaan menjadi 2 × 6 + 5 > 16 (kalimat benar).

Jika n diganti 7, maka pertidaksamaan menjadi 2 × 7 + 5 > 16 (kalimat benar).

Jika n diganti 8, maka pertidaksamaan menjadi 2 × 8 + 5 > 16 (kalimat benar).

Dari uraian di atas, ternyata jika n diganti dengan 6, 7, 8, dan 9 diperoleh kalimat

benar. Dalam hal ini, 6, 7, 8, dan 9 adalah penyelesaian dari pertidaksamaan 2n + 5 > 16.

Himpunan yang beranggotakan semua penyelesaian disebut himpunan penyelesaian.

Perhatikan pertidaksamaan berikut!

2n + 5 > 16 dengan n variabel pada bilangan bulat yang kurang dari 10.

Jika n diganti 6, maka pertidaksamaan menjadi 2 × 6 + 5 > 16 (kalimat benar).

Jika n diganti 7, maka pertidaksamaan menjadi 2 × 7 + 5 > 16 (kalimat benar).

Jika n diganti 8, maka pertidaksamaan menjadi 2 × 8 + 5 > 16 (kalimat benar).

Dari uraian di atas, ternyata jika n diganti dengan 6, 7, 8, dan 9 diperoleh kalimat

benar. Dalam hal ini, 6, 7, 8, dan 9 adalah penyelesaian dari pertidaksamaan 2n + 5 > 16.

Himpunan yang beranggotakan semua penyelesaian disebut himpunan penyelesaian.

4.6 MENYELESAIKAN PERTIDAKSAMAAN

LINEAR SATU VARIABEL (PTLSV)

(37)

KEGIATAN SISWA

HALAMAN 118

4.6.1 MENAMBAH ATAU

MENGURANG KEDUA RUAS

DENGAN BILANGAN YANG

SAMA

4.6.1 MENAMBAH ATAU

(38)

Contoh:

1. Tentukan himpunan penyelesaian dari x + 12 > 16 untuk x ∈

bilangan cacah kurang dari 10! Jawab:

x + 12 > 16

⇔ x + 12 – 12 > 16 – 12 kedua ruas dikurang 12 agar ruas kiri tidak lagi memuat 12

⇔ x > 4

Penyelesaiannya adalah x = 5, 6, 7, 8, dan 9.

Himpunan penyelesaiannya adalah {5, 6, 7, 8, 9}.

Contoh:

1. Tentukan himpunan penyelesaian dari x + 12 > 16 untuk x ∈

bilangan cacah kurang dari 10! Jawab:

x + 12 > 16

⇔ x + 12 – 12 > 16 – 12 kedua ruas dikurang 12 agar ruas kiri tidak lagi memuat 12

⇔ x > 4

Penyelesaiannya adalah x = 5, 6, 7, 8, dan 9.

Himpunan penyelesaiannya adalah {5, 6, 7, 8, 9}.

Perhatikan!

Menambah atau mengurang kedua ruas

(39)

3. Tentukan himpunan penyelesaian dari 3 < x + 2 < 9 dengan x bilangan cacah!∈

Jawab:

3 < x + 2 < 9

⇔ 3 – 2 < x < 9 – 2 setiap ruas dikurang 2,

⇔ 1 < x < 7 di ruas tengah, 2 – 2 = 0 tidak ditulis Himpunan penyelesaiannya adalah {2, 3, 4, 5, 6}.

3. Tentukan himpunan penyelesaian dari 3 < x + 2 < 9 dengan x bilangan cacah!∈

Jawab:

3 < x + 2 < 9

⇔ 3 – 2 < x < 9 – 2 setiap ruas dikurang 2,

⇔ 1 < x < 7 di ruas tengah, 2 – 2 = 0 tidak ditulis Himpunan penyelesaiannya adalah {2, 3, 4, 5, 6}.

4.7.1 MENAMBAH ATAU MENGURANG KEDUA

RUAS DENGAN BILANGAN YANG SAMA

(40)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(41)

Catatan:

Untuk menentukan pengali atau pembagi, yang harus diperhatikan adalah koefisien dari variabel sehingga koefisiennya menjadi 1.

4.6.2 MENGALI KEDUA RUAS DENGAN

BILANGAN POSITIF YANG SAMA

4.6.2 MENGALI KEDUA RUAS DENGAN

BILANGAN POSITIF YANG SAMA

(42)

4.7.3 MENGALI KEDUA RUAS DENGAN

BILANGAN NEGATIF YANG SAMA

4.7.3 MENGALI KEDUA RUAS DENGAN

BILANGAN NEGATIF YANG SAMA

(43)

Catatan:

(44)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(45)

Untuk menyelesaikan pertidaksamaan dalam bentuk pecahan,

terlebih dahulu ubahlah bentuknya sehingga tidak lagi memuat bentuk pecahan.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengalikan kedua ruas

pertidaksamaan dengan KPK dari penyebut-penyebutnya.

Untuk menyelesaikan pertidaksamaan dalam bentuk pecahan,

terlebih dahulu ubahlah bentuknya sehingga tidak lagi memuat bentuk pecahan.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengalikan kedua ruas

pertidaksamaan dengan KPK dari penyebut-penyebutnya.

4.6.4 MENYELESAIKAN

PERTIDAKSAMAAN BENTUK

PECAHAN

4.6.4 MENYELESAIKAN

(46)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(47)

4.7.1 Model Matematika

1.

Berat badan Paman kurang 5 kg dari 3 kali berat

badan Indra. Jumlah berat badan mereka kurang

dari 96 kg. Tentukan model matematikanya!

Jawab:

Misal berat badan Indra =

x

kg, maka:

berat badan Paman = (3

x

– 5) kg.

Jumlah berat badan Indra dan Paman < 96

x

+ (3

x

– 5) < 96

4

x

– 5 < 96.

Jadi, model matematikanya adalah 4

x

– 5 < 96.

1.

Berat badan Paman kurang 5 kg dari 3 kali berat

badan Indra. Jumlah berat badan mereka kurang

dari 96 kg. Tentukan model matematikanya!

Jawab:

Misal berat badan Indra =

x

kg, maka:

berat badan Paman = (3

x

– 5) kg.

Jumlah berat badan Indra dan Paman < 96

x

+ (3

x

– 5) < 96

4

x

– 5 < 96.

Jadi, model matematikanya adalah 4

x

– 5 < 96.

4.7 MODEL MATEMATIKA DAN

PENERAPAN PERTIDAKSAMAAN PADA

SOAL CERITA

4.7 MODEL MATEMATIKA DAN

(48)

2.

Panjang sisi-sisi sebuah persegi adalah 3

p

cm. Jika

keliling persegi tersebut tidak lebih dari 48 cm,

buatlah model matematikanya!

Jawab:

Panjang sisi persegi = 3

p

cm, maka:

Keliling persegi = 4 × 3

p

= 12

p

cm.

Keliling persegi

tidak lebih

dari 48 cm, berarti keliling

persegi tersebut

kurang dari

48 cm atau

sama dengan

48 cm.

Jadi, model matematikanya adalah 12

p

≤ 48.

(49)

Untuk mempermudahdalam menyelesaikan soal-soal dalam bentuk cerita yang berkaitan dengan pertidaksamaan, dapat ditempuh langkah-langkah berikut.

1. Jika memerlukan diagram atau sketsa, misalnya untuk soal yang berkaitan dengan geometri, buatlah diagram atau sketsanya berdasarkan keterangan yang ada pada soal sehingga menjadi semi konkret.

2. Salah satu besaran yang belum diketahui dimisalkan dengan sebuah variabel.

3. Menerjemahkan kalimat cerita menjadi model matematika dalam bentuk pertidaksamaan.

4. Menyelesaikan pertidaksamaan tersebut, kemudian menjawab sesuai yang ditanyakan.

Untuk mempermudahdalam menyelesaikan soal-soal dalam bentuk cerita yang berkaitan dengan pertidaksamaan, dapat ditempuh langkah-langkah berikut.

1. Jika memerlukan diagram atau sketsa, misalnya untuk soal yang berkaitan dengan geometri, buatlah diagram atau sketsanya berdasarkan keterangan yang ada pada soal sehingga menjadi semi konkret.

2. Salah satu besaran yang belum diketahui dimisalkan dengan sebuah variabel.

3. Menerjemahkan kalimat cerita menjadi model matematika dalam bentuk pertidaksamaan.

4. Menyelesaikan pertidaksamaan tersebut, kemudian menjawab sesuai yang ditanyakan.

4.97.2 PENERAPAN PERTIDAKSAMAAN

LINEAR SATU VARIABEL (PTLSV)

(50)

Contoh:

4.7.2 PENERAPAN PERTIDAKSAMAAN

LINEAR SATU VARIABEL (PTLSV)

4.7.2 PENERAPAN PERTIDAKSAMAAN

(51)

2

p

+ 2

l

< 42

Karena panjang dan lebar

tidak bernilai negatif

,

maka penyelesaiannya adalah

Karena panjang dan lebar

tidak bernilai negatif

,

maka penyelesaiannya adalah

0 <

x

< 5

4.7.2 PENERAPAN PERTIDAKSAMAAN

LINEAR SATU VARIABEL (PTLSV)

4.7.2 PENERAPAN PERTIDAKSAMAAN

(52)

2. Sebuah truk bermuatan semangka dan melon. Berat muatan melon kurang 200 kg dari muatan semangka. Truk tersebut tidak boleh membawa muatan melebihi 9 ton.

a. Jika berat muatan semangka adalah x kg, tentukan berat muatan melon dinyatakan dengan x!

b. Susunlah pertidaksamaan dalam x, kemudian selesaikanlah!

2. Sebuah truk bermuatan semangka dan melon. Berat muatan melon kurang 200 kg dari muatan semangka. Truk tersebut tidak boleh membawa muatan melebihi 9 ton.

a. Jika berat muatan semangka adalah x kg, tentukan berat muatan melon dinyatakan dengan x!

b. Susunlah pertidaksamaan dalam x, kemudian selesaikanlah!

Jawab:

a. Berat muatan semangka = x kg, maka: berat muatan melon = (x – 200) kg.

b. Muatan melon + semangka ≤ 9.000

x + (x – 200) ≤ 9.000

Karena berat muatan truk tidak nol dan juga tidak bernilai negatif, maka

penyelesaiannya adalah 0 < x ≤ 4.600.

Jawab:

a. Berat muatan semangka = x kg, maka: berat muatan melon = (x – 200) kg.

b. Muatan melon + semangka ≤ 9.000

x + (x – 200) ≤ 9.000

Karena berat muatan truk tidak nol dan juga tidak bernilai negatif, maka

(53)

Kamu bisa menguji

pemahaman dengan

mengerjakan soal

(54)

TUGAS PROYEK

HALAMAN 127

Gambar

Grafik penyelesaian dari persamaan di atas adalah:Grafik penyelesaian dari persamaan di atas adalah:

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kondisi yang seperti diuraikan, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi dan disiplin kerja dosen yayasan pada

Naime zdravi životni stil je vrlo širok pojam te obuhvaća mnoge sastavnice (vidjeti pogavlje 2.2.2.), a tijekom ovoga istraživanja uzet je samo dio tih sastavnica. U svrhu

Namun demikian, implementasi dalam layanan bimbingan masih dapat dilaksanakan walaupun dengan keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki guru BK di madrasah, mereka dalam

Pemanasan larutan dengan kadar garam (NaCl) lebih tinggi menggunakan kompor listrik memerlukan waktu lebih lama sedangkan pemanasan menggunakan ohmic heating (OH) terjadi

Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 tentang Jenis Pajak Daerah Yang Dipungut Berdasarkan Penetapan Kepala Daerah Atau Dibayar Sendiri Oleh Wajib Pajak (Lembaran

Sedangkan hasil analisis bivariat mengenai hubungan sikap kerja dengan keluhan low back pain pada perawat rawat inap di rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta

Karya Tulis IIlmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir Program Studi D3 Analis Kesehatan Fakultas IImu Kesehatan Universitas

Bila dalam kalender Matahari Gregorian tanggal 1 Januari pada satu tahun.. kabisat bertepatan dengan hari Ahad/Minggu maka pada setiap awal