Ujian Tengah Semester Manajemen SDM Lanjutan
Dosen: Wijiharta, SP., MM.
1. Jelaskan pengaruh motivasi dalam peningkatan kinerja Kapan munculnya problem motivasi ?
2. Bekerja dalam perspektif Islam, bagaimana menyelaraskan motivasi spiritual dengan tujuan madiyah (mendapat upah) ? 3. Jelaskan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja
4. Ilustrasikan kesesuaian antara kompetensi inti organisasi, kompetensi jabatan dan kompetensi individu
5. Jelaskan perbedaan:
• reward dan insentif;
• perbedaan insentif dengan bonus
Penghargaan (Reward)
• Penghargaan (reward) adalah imbalan yang diberikan organisasi/perusahaan kepada anggota/pegawai, baik bersifat materi maupun non materi
• Penghargaan diberikan kepada pegawai segera setelah penyelesaian pekerjaan prestatifnya. Jarak waktu
pemberian penghargaan yang terlalu lama
menyebabkan penghargaan menjadi tidak efektif, pegawai sudah lupa terhadap prestasinya
u’thu al-ajiir ajrah qabla an yajiff ‘irquh, “bayarlah gaji buruh sebelum keringatnya kering”.
Jenis reward/penghargaan/imbalan langsung
• Upah/gaji pokok
• Tunjangan tunai sebagai suplemen upah/gaji rutin • Tunjangan THR, gaji ke-14
• Bonus • Insentif
Jenis reward/penghargaan/imbalan tidak langsung
• Fasilitas transportasi, pemeliharaan kesehatan • Upah/gaji selama cuti/izin
• Santunan musibah
• Bantuan biaya pendidikan
• Iuran asuransi yang dibayarkan perusahaan
Insentif
• Insentif diartikan sebagai bentuk pembayaran langsung yang didasarkan atau dikaitkan langsung dengan kinerja
Insentif
• Sehingga insentif sering disebut sebagai upah variabel atau kompensasi non tradisional, (sementara gaji
merupakan kompensasi tradisional)
• Dalam pengertian imbalan yang lebih luas, insentif
termasuk komponen imbalan langsung, disamping gaji pokok, tunjangan, bonus. Adapun imbalan tidak
Standar sistem insentif
Bonus
• Bonus diartikan sebagai pemberian pendapatan bagi
pekerja yang hanya diberikan setahun sekali, jika syarat-syarat terpenuhi
– Pertama, jika perusahaan memperoleh laba
– Kedua, dikaitkan prestasi kerja individu, tidak pukul rata
Program penghargaan non finansial
• Pemberian cuti tambahan
• Kesempatan beasiswa pendidikan dari perusahaan • Naik haji atas biaya perusahaan
• Seremonial pemberian penghargaan
• Faktor yang berhubungan dengan prestasi kerja: – Motivasi
– kemampuan
– Persepsi tentang peran (role perception)
• Yaitu pengertian tentang perilaku mana yang
Motivasi dan kinerja
• Problem motivasi kerja terjadi karena pekerja tidak bekerja secara maksimal sehingga produktivitas tidak sesuai dengan kemampuan dan potensi riilnya.
• Hal ini menimbulkan pertanyaan, metode apa yang tepat untuk membantu pekerja meningkatkan tingkat
• Motivasi kerja adalah kondisi yang berpengaruh
Prinsip-prinsip dalam memotivasi pegawai
1. Prinsip partisipasi. Pegawai perlu diberi kesempatan ikut berpartisipasi dengan sumbangan ide, inisiatif dan kreatifitasnya dalam mencapai tujuan
2. Prinsip komunikasi. Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas 3. Prinsip mengakui andil/peran. Pemimpin
mengungkapkan bahwa pegawai/bawahan
4. Prinsip pendelegasian wewenang. Pemimpin memberi otoritas/wewenang (sebatas tertentu) kepada bawahan untuk mengambil keputusan
Teknik memotivasi kerja pegawai
• Pemenuhan kebutuhan pegawai
– Pemimpin memperhatikan kebutuhan pegawai agar lebih mudah memotivasi kerjanya
• Komunikasi persuasif
– Pemimpinmemberikan perhatian kepada pegawai tentang pentingnya tujuan suatu pekerjaan, agar menimbulkan minat, menguatkan hasrat
Motivasi berprestasi
• Motivasi berprestasi adalah dorongan dalam diri
seseorang untuk melaksanakan suatu tugas dengan
sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat terpuji
• Menumbuhkan kesadaran nilai ruhiyah pada setiap
PEMELIHARAAN HUBUNGAN DENGAN
KARYAWAN
• Sumber daya manusia adalah unsur terpenting dalam organisasi, maka pemeliharaan hubungan yang kontinu dan serasi dengan karyawan menjadi sangat penting
KOMUNIKASI KERJA
• Pemeliharaan hubungan dengan karyawan memerlukan komunikasi yang efektif
Arah Arus Komunikasi
• Komunikasi vertikal ke bawah
Manajemen menyampaikan berbagai hal kepada bawahan: perintah, instruksi, kebijakan baru,
pengarahan, pedoman kerja, nasihat dan teguran
• Komunikasi vertikal ke atas
• Komunikasi horisontal
Berlangsung antara orang-orang yang berada pada level setara dalam hirarki organisasi, dengan tugas yang berbeda, menghindarkan mispersepsi agar langkah seirama
• Komunikasi diagonal
Komuniasi antara dua satuan kerja yang berada pada jenjang hirarki organisasi berbeda, misal antara
Proses Komunikasi
Proses komunikasi menyangkut hal-hal sebagai berikut: • Pihak yang terlibat: subyek dan obyek komunikasi
• Pesan yang akan disampaikan
• Cara/metode komunikasi: lisan, tertulis
• Pemahaman metode penyampaian pesan oleh obyek • Penerimaan pesan oleh obyek
• Subyek dan obyek komunikasi
Dalam kehidupan organisasional bentuk komunikasi
bersifat dua arah. Tergantung pada maksud komunikasi tersebut, maka dapat ditentukan siapa yang menjadi subyek dan siapa yang menjadi obyek komunikasi
• Pesan yang hendak disampaikan
Perintah dari atas ke bawah, laporan dari bawah ke atas, informasi secara horisonntal, usul secara diagonal;
• Metode penyampaian pesan
Pesan yang disampaikan secara tertulis, gaya bahasa dan istilah yang digunakan harus dapat dipahami dengan
mudah oleh pihak lain. Dalam penyampaian pesan secara lisan, maka ekspresi dan nada suara akan berpengaruh pada jalannya komunikasi
• Pemahaman metode oleh obyek
Komunikasi tidak akan berjalan lancar apabila terjadi
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi:
• Pihak sender/komunikator
Ketrampilan, sikap, pengetahuan, media saluran yang komunikasi
• Receiver/komunikan
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dari pihak sender/komunikator
• Ketrampilan sender:
Sender sebagai pengirim informasi, ide, berita, pesan, perlu menguasai cara-cara penyampaian pikiran baik secara tertulis maupun lisan
• Sikap sender:
• Pengetahuan sender:
Sender yang mempunyai pengetahuan luas dan menguasai materi yang disampaikan akan dapat menginformasikan kepada receiver lebih jelas, sehingga receiver akan lebih mudah mengerti
• Media saluran yang digunakan sender:
Rintangan komunikasi
• Rintangan pribadi: emosi, kebiasaan yang berlaku pada norma budaya tertentu
• Rintangan fisik: jarak
Jendela komunikasi Johari
Arena
Blind spot
Facade
Unknown
Known by self Unknown by self
Hal yang harus diperhatikan agar komunikasi
dengan bawahan mencapai hasil yang diharapkan
• Tidak mendominasi pembicaraan
• Mampu menciptakan suasana yang tidak tegang • Menunjukkan kemauan mendengar
• Menghilangkan hal yang dapat mengalihkan perhatian • Mampu menempatkan diri pada posisi orang lain
• Sabar
• Mampu mengendalikan emosi
1. Kinerja (Pengantar) Sudarmanto, 2009 bab 1-2; Dharma, S., 2009 bab 1-2; Sutrisno, E, 2009 bab 8,10
Bohlander, G. et.al., 2001, bab 8 2. Kompetensi Sudarmanto, 2009 bab 3-4;
Sutrisno, E, 2009 bab 14
Bohlander, G. Et.al., 2001; hal 4-5, 6-19, 125, 199, 228-229, 222, 277, 694
Dharma, S., 2009. hal 287-290 Winardi, 2008, hal 66, 71-72 3. Budaya Organisasi dan
Kepemimpinan Sudarmanto, 2009 bab 5Sutrisno, E, 2009 bab 15
Manullang & M. Manullang, 2001 bab 6 4. Reward System dan Insentif Sudarmanto, 2009 bab 6
Dessler, G., 1997 bab 13;
Bohlander, G. et.al., 2001, bab 10 Hariandja, M.T.A, 2002 bab 12
Bahan Bacaan
• Atwood, M & S. Dimmock, 1999. Manajemen Personalia, Penerbit ITB, Bandung. • Bohlander, G., S. Snell and A. Sherman, 2001. Managing Human Resources, Ed. 12,
Shouth-Western College Publishing, Ohio.
• Dessler, G., 1997. Human Resource Management, 7ed., Prentice Hall, New-Jersey. • Dharma, S., 2009. Manajemen Kinerja Falsafah Teori dan Penerapannya, Pustaka
Pelajar, Yogyakarta.
• Handoko, H., 1987. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Ed. 2, BPFE, Yogyakarta.
• Hariandja, M.T.A, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Grasindo, Jakarta. • Al-Maliki, A., 2001. Politik Ekonomi Islam, Penerbit Al-Izzah, Bangil.
• Mangkunegara, A.P., 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
• Manullang, M. dan M. Manullang, 2001, Manajemen Sumber daya Manusia, BPFE, Yogyakarta.
• Mathis, R.L. dan J.H. Jackson, 2001, Manajemen Sumber daya Manusia, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta.
• An-Nabhani, 2001. Mafahim HT, Penerbit HTI, Jakarta.
• Siagian, S.P., 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.
• Sudarmanto, 2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
• Sutrisno, 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia, Prenada Media Group, Jakarta. • Winardi, 2008. Manajemen Perubahan (Management of Change), Prenada Media
Group, Jakarta.