• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Pendidikan dalam pembelajaran sastra (12)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Psikologi Pendidikan dalam pembelajaran sastra (12)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Setiap manusia yang mempunyai kemampuan tertentu yang mempunyai nilai dalam pandangan orang lain tentunya merupakan hasil dari belajar. Islam mewajibkan kepada ummatnya tanpa kecuali untuk belajar, “ Minal mahdi ilal lahdi” . Hal ini menggambarkan betapa keseriusan Islam dalam mendorong kepada ummatnya untuk belajar. Bahkan diamana tempat keberadaan ilmunya yang jauh-pun harus di kejara atau didatangi. (uthlul ilma walau bis-siin)

Kita sebagai ummat Islam harus bangga yang didorong untuk belajar dengan semangat dan tanpa lelah, yang seterusnya harus kira realisaikan dorongan tersebut dalam kehidupan kita, serta semangat itu kita jadikan modal mendorng keluarga, teman dan saudara muslim yang lain untuk mau belajar.

Banyak diantara anggota masyarakat yang terkadang merasa sudah cukup mempunyai ilmu atau alasan lain yang semestinya ia punya kesempatan untuk belajar, namun ia tidak mau belajar sehingga memilih aktitas yang lain, yang tidak terkait dengan kegiatan belajar. Namun disisi lain ada juga anggota masyarajak yang memiliki semangat yang cukup membara dalam belajar, namun biaya menjadi masalah buat meraka, sehingga kegiatan belajar mereka terhambat atau mungkin juru tidak bisa belajar sama sekali.

(2)

BAB II

PEMBAHASAN

1. BELAJAR

a. Pengertian Belajar

Witherington, dalam buku Educational Psychology, mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.” Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan. Definisi belajar menurut para ahli :

1. James O Wittaker:

Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atahu di ubah melalui latihan atau pengalaman. 1

2. Howard L. Kingsley

Belajar adalah proses dimana tingkah laku(dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.

3. Higard dan Bower

Belajar adalah perubahan tingah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat di jelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang. (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya).2

11 Drs. Wasty Soemanto,M.Pd. Psikologi Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta. 2012

22 Drs. M. Ngalim Purwanto,MP. “Psikologi Pendidikan” Bandung, PT Remaja Rosdakarya. 2011, Cet.

(3)

4. Morgan

Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

5. Witherington

Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang beruppa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.

Jadi, dari definisi di atas, terdapat elemen penting yang menciri khaskan pengertian tentang belajar. Di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada hal yang baik atau buruk.

b. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman. Sedangkan perubahan-perubahan yang terjadi disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar; seperti perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri seorang bayi.

c. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, atau pun sikap.1

b. Proses Belajar Berlangsung

Manusia, begitu juga dengan makhluk yang lainnya, membutuhkan dunia untuk pengembangan diri dan kelangsungan kehidupannya. Ia akan selalu berinteraksi dengan dunia luar dank arena itu, ia akan menggunakan dan mengubah dunia luar untuk memenuhi kebutuhannya. Ia selalu belajar untuk menyesuaikan diri melalui belajar dengan cara mereka sendiri. Dan berikut ini

(4)

adalah tentang cara menyesuaikan diri yang dilakukan oleh manusia, baik disengaja maupun tidak:

- Belajar dan kematangan

Kematangan adalah suatu proses pertumbuhan yang dialami oleh organ-organ dalam tubuh untuk mencapai kesanggupan dalam menjalankan fungsinya masing-masing. Kematangan tersebut tiba waktunya dengan sendirinya.

Sedangkan belajar berbeda dengan kematangan tersebut. Belajar merupakan kegiatan yang disadari melalui latihan-latihan dan konsentrasi dari orang yang bersangkutan. Proses belajar terjadi karena rangsangan dari luar, sedangkan kematangan terjadi karena rangsangan dari dalam.

- Bealajar dan penyesuaian diri

Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang dapat merubah tingkah laku manusia. Penyesuaian diri ada 2 macam:

a. Atuoplastisi: seseorang mengubah dirinya disesuaikan dengan keadaan lingkungan/dunia luar, dan

b. Alloplastis, yaitu mengubah lingkungan luar sesuai dengan kebutuhannya.

Kedua macam penyesuaian diri tersebut adalah bagian dari proses belajar sebab dari proses tersebut, terjadi perubahan-perubahan di dalam diri manusia. Setiap manusia belajar, tapi tidak semua belajar adalah menyesuaikan diri.

- Belajar dan pengalaman

Belajar dan pengalaman, keduanya mampu memberikan perubahan pada diri manusia. Mengalami sesuatu tidak berarti belajar dari segi pedagogis; tetapi belajar sudah berarti sedang mengalami. Contoh; seseorang yang mengalami pengalaman pahit, akan merasa sedih. Karena bodoh, ia tidak menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan untuk belajar dalam usaha merubah diri; sehingga ia tidak mendapatkan pengalaman yang baru.

(5)

Di dalam bermain, terjadi proses belajar dan keduanya mampu merubah perilaku pada diri manusia. Tetapi perbedaannya, ketika dilihat dari sisi sifatnya, adalah bahwa bealajar memiliki tujuan untuk masa depan, sedangkan bermain ditujukan untuk situasi di waktu itu saja, sebab tujuan bermain terletak di dalam situasinya.

- Belajar dan menghafal

Menghafal tidak sama dengan belajar sebab menghafalkan sesuatu belum menjamiin bahwa dengan demikian orang sudah belajar daloam arti yang sebenarnya. Sebab untuk mengetahui sesuatu tidak cukup hanya dengan menghafal saja, tetapi harus dengan pengertian pula.

Dengan kata lain, maksud belajar adalah menyediakan pengalaman-pengalaman untuk menghadapi berbagai persoalanb di masa depan. Jika pengalaman-pengalaman tersebut tidak digunakan atau bersifat statis sehingga tidak mampu memberikan perubahan terhadap tingkah-lakunya, maka dalam hal ini, tidak terjadi proses belajar.

- Belajar dan latihan

Keduanya memiliki kesamaan yaitu mampu memberikan perubahan terhadap tingkah laku. Tetapi, keduanya juga memiliki perbedaan. Diantaranya; proses belajar bias terjadi tanpa latihan, seperti contoh seorang anak yang tangannya terbakar, ia sudah belajar bahwa api itu panas. Akibatnya, ia akan menjaga diri dari api agar tidak terbakar kembali.

Itulah gambaran tentang bagaimana proses belajar berlangsung. Dari sudut pendidikan, belajar adalah proses untuk mendapatkan perubahan diri kea rah yang lebih baik. Dan perubahan utama adalah perubahan diawali dari factor psikis yang akan mendasari perubahan tingkah laku; termasuk perubahan dalam pengetahuan, minat dan perhatian.2

(6)

2. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI DALAM BELAJAR

A. Faktor-faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis.

1. Faktor Fisiologis

Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam:

a. Keadaan Jasmani.

Keadaan jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal.

b. Keadaan Fungsi Jasmani/Fisiologis.

Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar, terutama panca indra. Panca indra yang berfungsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula.

Dalam proses belajar, merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. Sehingga manusia dapat menangkap dunia luar. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga.

(7)

Faktor – faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motifasi , minat, sikap dan bakat.3

- Kecerdasan

Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa,karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi iteligensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat intelegensi individu, semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Oleh karena itu, perlu bimbingan belajar dari orang lain, seperti guru, orang tua, dan lain sebagainya. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar, maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional, sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya.4

- Motifasi

Sebuah motivasi yang muncul di dalam diri individu bias menjadi factor pendukung keberhasilannya dalam belajar. Seseorang yang memahami betapa pentingnya untuk menjadi seorang dokter, akan belajar dengan tekun sehingga ia menjadi spesialis di di bidang kedokteran.5

- Minat

Secara sederhana,minat (interest) mengandung kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (Syah, 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya

3 http://majalahsiantar.blogspot.com/2012/10/faktor-yang-mempengaruhi-proses-belajar.html.

4http://ekosuprapto.wordpress.com/2009/04/18/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses-belajar/

(8)

terhadap berbagai faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, moativasi, dan kebutuhan.

Namun lepas dari kepopulerannya, minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi, karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar, ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. Oleh karena itu, dalam konteks belajar di kelas, seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya.

Untuk membangkitkan minat belajar tersebut, banyak cara yang bisa digunakan. Antara lain, pertama, dengan membuat materi yang akan dipelajari semenarik mungkin dan tidak membosankan, baik dari bentuk buku materi dan desain.6

- Sikap

Sikap merupakan penentu yang paling penting dalam tingkah laku manusia. Setiap orang menpunyai sikap yang berbeda-beda terhadap sesuatu perangsang. Ini disebabkan oleh berbagai faktor yang ada pada individu masing-masing seperti adanya perbedaan dalam bakat, mianat, pengalaman, pengetahuan, dan juga situasi lingkungan. Demikian pula sikap pada diri seseorang terhadap sesuatu atau perangsang yang sama mungkin juga tidak selalu sama.7

- Bakat.

Anak berbakat adalah mereka yang diidentifikasikan oleh orang2 profesional,bahwa mereka memiliki kemampuan-kemampuan yang menonjol,dapat memberikan prestasi yang tinggikemampuan-kemampuan tersebut baik secara potensial maupun secara aktual meliputi salah satu atau beberapa kemampuan tersebut di bawah ini:kemampuan intelektual umum, kemampuan akademik khusus, kemampuan berfikir produktif dan kreatif, kemampuan dalam bidang seni, kemampuan memimpin dan kemampuan psikomotor.8

6http://majalahsiantar.blogspot.com/2012/10/faktor-yang-mempengaruhi-proses-belajar.html

7 M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya, 2013), h. 141.

(9)

B. Faktor – faktor Eksternal

Selain karakteristik siswa, faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. Diantaranya

- Keadaan keluarga

Keadaan keluarga itu bermacam-macam; kaya dan miskin, terpelajar dan bukan terpelajar, berfasilitas dan tidak berfasilitas untuk belajar; suasana yang tentram atau tidak. Semua itu memberikan peran untuk proses belajar. Edward L. Deci dari Universitas Rochester.9 mengatakan bahwa lingkungan sekitar anak bias

mempengaruhi keingnan belajar anak. Dalam hal ini, dorongan dari keluarga sangatlah penting.

- Guru dan cara mengajar

Di dalam sekolah, guru dan cara bagaimana ia mengajar memainkan peran penting di dalam proses belajar peserta didik. Kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dikuasai, dan bagaimana guru mengajar adalah hal yang penting.

- Alat-alat pelajaran

Sekolah yang memiliki alat atau fasilitas yang memadai, ditambah lagi dengan cara mengajar guru yang baik, akan memberikan kemudahan dan efektivitas di dalam proses belajar para siswa.

- Motivasi sosial

Karena belajar itu adalah suatu proses yang timbul dari dalam, maka factor motivasi memegang peranan penting pula. Jika guru atau orangtua mampu memotivasi anak untuk belajar, maka kemungkinan di dalam diri anak akan muncul dorongan untuk belajar lebih baik; bahkan ia juga memahami pentingnya belajar serta

(10)

tujuan yang ingin dicapai melalui belajar tersebut. Motivasi yang diterima oleh anak bias disengaja maupun tidak disengaja.

- Lingkungan dan kesempatan

Semua factor social yang disebutkan di atas, walaupun sudah didapatkan, belum tentu menjamin memberikan kemudahan dalam proses belajar. Jika ternyata jarak antara rumah dan sekolah jauh dan di dalam perjalanan dihadapkan dengan kemacetan, maka factor kelelahan bias menyebabkan proses belajar menjadi tidak baik. Begitu juga dengan factor kesempatan. Walaupun uang ada, fasilitas lengkah, guru yang cerdik juga teersedia, tetapi jika tidak ada kesempatan untuk belajar karena kesibukan, maka proses belajar pun tidak efektif.10

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Seiring dengan tumbuh kembang seorang menusia, seiring itu pula, manusia pasti akan mengalami perubahan-perubahan menuju kematangan, baik secara fisik maupun mental; bahkan spiritual. Perubahan tersebut akan menjadi lebih baik ketika seseorang memiliki motivasi untuk belajar; khususnya kemampuan untuk menyesuaikan diri di tengah perubahan yang terus terjadi. Mereka yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan akan mampu pula menguasai diri dalam mengambil suatu tindakan yang bijaksana. Akhirnya, ia pun tetap berada dalam

(11)

kondisi yang diinginkan oleh dirinya sendiri, bukan yang diinginkan oleh kondisi luar dirinya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi 2 macam, yakni :

1. Faktor internal. 2. Faktor eksternal.

DAFTAR PUSTAKA

Leci, Edward L, Motivation and Education: The Self-Determination Perspective, Lawrence Erlbaum Associates, Inc. 1991

Prianto, Pudji lestari, Psikologi dan pendidikan anak luar biasa, (Jakarta: Lpsp3 UI, 1998), h. 216-217

Purwanto, M. Ngalim, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaj Rosdakarya, 2013), h.84-86.

Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta. 2012

(12)

http://ekosuprapto.wordpress.com/2009/04/18/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-proses-belajar

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat terjadinya deformasi plastis, akan melibatkan pergerakan dislokasi dengan nilai yang besar, sebuah dislokasi sisi bergerak sebagai respons

Dalam rangka penelitian Tugas Akhir yang berjudul “PENGARUH KEBERHASILAN SERVICE RECOVERY TERHADAP KEPUASAN NASABAH DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG SEMARANG” maka saya

Puji syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, atas berkat dan anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan Paparan Karbon Monoksida

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul

Strain potensial BbEd 10 yang diunggulkan dalam penelitian akan diuji lebih lanjut apabila bersifat patogenik pula terhadap hama utama kapas yang lain, baik terhadap

Untuk domain APO2 atau proses menetapkan strategi didapatkan nilai 2,25 artinya proses ini masih berada pada tingkat kematangan Repeatable (dapat diulang) yakni kondisi

ADE SYAHPUTRA L 4 Akademi Kebidanan Pamenang KQD Musabaqah Khaththil Qur'an Golongan Dekorasi 151302043 MELI PUSPITA PAMOLASARI P 5 Institut Seni Indonesia