i PROPOSAL PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA
UJI EFEKTIFITAS ANTI INFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN PUDDING HITAM (Graptophyllum pictum L Griff) TERHADAP MENCIT
JANTAN (Mus musculus)
BIDANG KEGIATAN PKM PENELITIAN
DISUSUN OLEH:
FITRI WINARSIH (1360047) TAHUN ANGKATAN 2013 ANGGIE ARYATI (1360006) TAHUN ANGKATAN 2013 MELESTRI ELIYANTI (1360078) TAHUN ANGKATAN 2013 FERI PRATAMA (1470036) TAHUN ANGKATAN 2014 AMELIA TRI WULANDARI (1470003) TAHUN ANGKATAN 2014
AKADEMI FARMASI AL-FATAH YAYASAN AL-FATHAH
iii
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
DAFTAR ISI ... iii
RINGKASAN ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 2
2.1 Uraian Tanaman Daun Pudding Hitam ... 2
2.2 Inflamasi ... 3
BAB III METODE PENELITIAN ... 4
3.1 Alat dan Bahan ... 4
3.2 Pelaksanaan Penelitian ... 5
3.3 Analisis Data ... 9
BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ... 9
4.1 Anggaran Biaya ... 9
4.1 Jadwal Kegiatan Program ... 9
DAFTAR PUSTAKA ... 10
iv Daun pudding hitam (Graptophyllum pictum L Griff) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan seperti untuk obat berbagai penyakit dan penyembuh kulit, salah satunya adalah untuk menyembuhkan pembengkakan yang terjadi akibat luka. Dari uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun pudding hitam (Graptophyllum pictum L Griff) mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penggunaan daun puding hitam yang mempunyai khasiat anti inflamasi dalam pengobatan secara alamiah tanpa ada efek samping yang berbahaya dan membantu masyarakat yang ekonominya kurang mampu. Target yang ingin kami capai adalah masyarakat dapat memanfaatkan daun pudding hitam ini semaksimal mungkin. Metode yang di gunakan adalah Carrageenan-Induced Mice Paw Odema. Prosedur penelitian ini menggunakan mencit sebagai hewan uji sebanyak 30 Mencit di timbang dan di kelompokkan menjadi 6 kelompok (masing-masing 5 ekor) secara acak, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (asam mefenamat) dan kelompok perlakuan dengan dosis yang bebeda di berikan dalam setiap perlakuan (ekstrak etanol dari daun puding hitam). Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar penggunaan daun puding hitam sebagai anti inflamasi bernilai ekonomis dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Hasil dari penelitian kemudian di analisis dengan menggunakan program SPSS yaitu ANOVA satu arah dengan tingkat ketelitian 95%. Hasil penelitian ini nantinya akan dipublikasikan di jurnal ilmiah farmasi AKFAR Al-Fatah Bengkulu.
BAB 1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Daun pudding hitam merupakan tanaman yang biasa di tanam masyarakat, kebanyakan mereka hanya menanamnya sebagai tanaman hias bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai tanaman liar, jadi ketika tanaman ini tumbuh mereka tidak memanfaatkannya bahkan mereka membuang tanaman ini. Padahal banyak sekali manfaat dari daun pudding hitam, bahkan sebagian masyarakat telah memanfaatkan daun pudding hitam ini sebagai obat untuk sembelit, kaku-kaku, persendian, demam, bisul namun masih banyak masyarakat yang belum tahu manfaat dari daun pudding hitam sebagai anti inflamasi. (Dalimartah.S: 1999)
Daun ini termasuk tumbuhan berbatang tegak, ukurannya kecil dan tingginya hanya mencapai tiga meter, biasanya tumbuh liar di pedesaan. Paling mudah mengenali yakni batangnya berwarna ungu dan penampang batang berbentuk mendekati segitiga tumpul. Daun dari tumbuhan ini mempunyai struktur posisi yang letaknya berhadap-hadapan.
Daun yang memiliki nama latin Graptophyllum pictum ini, dapat disebut sebagai antiambien yang manjur. Hal ini dikarenakan daun pudding hitam bersifat antiradang. Selain mengurangi pembengkakan, daun ungu juga bersifat analgesic yakni mengurangi rasa sakit akibat nyeri.
Daun ini mengandung senyawa flavonid yang bersifat antiinflamasi sehingga mampu mengurangi peradangan, nyeri dan pendarahan. Selain itu juga mengandung unsure kimia, antara lain alkaloid nontoksik, flavonid, glikosid, steroid, saponin, tannin, calcium oksalat, dan asam format.
Melihat dari kondisi masyarakat yang masih kurang pengetahuannya dan bahkan ada yang tidak tahu dalam memanfaatkan tanaman ini sebagai obat anti inflamasi maka kami menggunakan tanaman daun pudding hitam sebagai anti inflamasi sebagai judul dari penelitian kami.
Penelitian ini juga bermanfaat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat herbal dalam keadaan darurat. seperti diketahui bahwa masyarakat didesa mayoritas merupakan petani yang memiliki ladang yang berada jauh dari pemukiman. Sehingga daun pudding hitam dapat digunakan sebagai anti inflamasi bagi petani yang terluka atau mengalami infeksi sebelum dilakukan pengobatan medis.
B. Tujuan Khusus
C. Keutamaan Penelitian
Keutamaan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang daun puding hitam yang mempunyai manfaat dalam pengobatan secara alamiah tanpa ada efek samping yang berbahaya.
D. Luaran yang Diharapkan Dari penelitian ini diharap kan dapat memberikan manfaat :
1. Penelitian ini adalah agar penggunaan daun puding hitam sebagai anti inflamasi bernilai ekonomis dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
2. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam bentuk artikel yang akan di terbitkan di Jurnal ilmiah pharmacy Akademi Farmasi Al-fatah Bengkulu.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Tanaman Daun Pudding Hitam (Graptophylum pictum Griff) 2.1.1 Klasifikasi Tanaman
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom :Tracheobionta(Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi :Spermatophyta (menghasilkan biji) Divisi :Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas :Magnoliopsida (Berkeping dua/ dikotil) Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales Famili : Acanthaceae Genus : Graptophylum
Spesies : Graptophylum pictum Griff. (Dalimartha: 1980) 2.1.2 Morfologi
panjangnuya 3-12 cm, warna merah keunguan. Buahnya buah kotak, bentuknya lonjong, warnanya ungu kecoklatan. (Dalimartha, 1999)
Tumbuhan pudding hitam (Graptophyllum pictum L Griff) sering ditemukan tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Daun berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan, dan pelembut kulit, dan bunganya sebagai pelanacar haid. (Dalimartha, 1999)
2.1.3 Khasiat dan kandungan kimia
Dalam pengobatan tradisional sebagian besar ramuan berasal dari tumbuh-tumbuhan berupa akar, kulit batang, kayu dan bunga atau bijinya. Agar pengobatan secara tradisional dapat dipertanggungjawabkan maka diperlukan penelitian ilmiah seperti penelitian di bidang farmakologi, toksikologi dan lainnya yang terdapat dalam tumbuhan. (Sofia Lenny, 2006)
Tumbuhan ini umumnya mengandung senyawa aktif dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, flavanoid, steroid, triterpenoid, kumarin dan lain-lain. Senyawa bioaktif hamper selalu toksik pada dosis tinggi, oleh karena itu daya bunuh in vivo dari senyawa terhadap organism hewan dapat di gunakan untuk menapis ekstrak tumbuhan yang mempunyai bioaktifitas. (Sofia Lenny, 2006)
2.2 Inflamasi
Inflamasi merupakan respons protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan jaringan, yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau mengurung (sekuestrasi) baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu (Dorland, 2002).
Inflamasi (peradangan) merupakan reaksi kompleks pada jaringan ikat yang memiliki vaskularisasi akibat stimulus eksogen maupun endogen. Dalam arti yang paling sederhana, inflamasi adalah suatu respon protektif yang ditujukan untuk menghilangkan penyebab awal jejas sel serta membuang sel dan jaringan nekrotik yang diakibatkan oleh kerusakan sel (Robbins, 2004).
Penyebab inflamasi antara lain mikroorganisme, trauma mekanis, zat-zat kimia, dan pengaruh fisika. Tujuan akhir dari respon inflamasi adalah menarik protein plasma dan fagosit ke tempat yang mengalami cedera atau terinvasi agar dapat mengisolasi, menghancurkan, atau menginaktifkan agen yang masuk, membersihkan debris dan mempersiapkan jaringan untuk proses penyembuhan (Corwin, 2008).
infiltrasi sel leukosit dan fagosit. c. fase proliferatif kronik, dengan ciri terjadinya degenerasi dan fibrosis (Wilmana, 2007).
Respon antiinflamasi meliputi kerusakan mikrovaskular, meningkatnya permeabilitas kapiler dan migrasi leukosit ke jaringan radang. Gejala proses inflamasi yang sudah dikenal ialah:
1. Kemerahan (rubor) Terjadinya warna kemerahan ini karena arteri yang mengedarkan darah ke daerah tersebut berdilatasi sehingga terjadi peningkatan aliran darah ke tempat cedera (Corwin, 2008).
2. Rasa panas (kalor) Rasa panas dan warna kemerahan terjadi secara bersamaan. Dimana rasa panas disebabkan karena jumlah darah lebih banyak di tempat radang daripada di daerah lain di sekitar radang. Fenomena panas ini terjadi bila terjadi di permukaan kulit. Sedangkan bila terjadi jauh di dalam tubuh tidak dapat kita lihat dan rasakan (Wilmana, 2007).
3. Rasa sakit (dolor) Rasa sakit akibat radang dapat disebabkan beberapa hal: a. Adanya peregangan jaringan akibat adanya edema sehingga terjadi
peningkatan tekanan lokal yang dapat menimbulkan rasa nyeri
b. Adanya pengeluaran zat – zat kimia atau mediator nyeri seperti prostaglandin, histamin, bradikinin yang dapat merangsang saraf – saraf perifer di sekitar radang sehingga dirasakan nyeri (Wilmana, 2007).
4. Pembengkakan (tumor) Gejala paling nyata pada peradangan adalah pembengkakan yang disebabkan oleh terjadinya peningkatan permeabilitas kapiler, adanya peningkatan aliran darah dan cairan ke jaringan yang mengalami cedera sehingga protein plasma dapat keluar dari pembuluh darah ke ruang interstitium. (Corwin, 2008)
5. Fungsiolaesa Fungsiolaesa merupakan gangguan fungsi dari jaringan yang terkena inflamasi dan sekitarnya akibat proses inflamasi. (Wilmana, 2007)
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1 ALAT DAN BAHAN 3.1.1 ALAT
a. Handscoon
b. Masker
c. spuit untuk oral
d. Spuit Injeksi dan jarum (needle) e. beaker glass
i. stopwatch j. plantysmometer k. Labu Ukur 5 ml l. Labu Ukur 10 ml m. Labu Ukur 25 ml n. Labu Ukur 50 ml o. Pipet volume p. Erlenmeyer q. Spatula r. Pisau
s. Tabung reaksi t. Telenan
u. Gelas ukur 10 ml v. Rotary evaporator 3.1.2 BAHAN
a. Aquadest
b. Asam mefenamat c. Karagenan
d. Ekstrak Daun puding hitam e. Etanol 96%
f. Tisu
g. Kapas 500 gr h. Mencit
3.2 PELAKSANAAN PENELITIAN 3.2.1 Pengambilan Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daun Pudding Hitam (Graptophyllum pictum L Griff) terhadap mencit jantan (Mus Musculus)
3.2.2 Identifikasi Sampel
Identifikasi sampel dilakukan di herbarium jurusan Biologi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universaitas Bengkulu.
3.2.3 Persiapan Sampel
Sampel dari Daun Pudding Hitam (Graptophyllum pictum L Griff) yang telah berbentuk serbuk dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Filtrat yang di peroleh dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator.
3.2.4 Prosedur Kerja Penelitian Pembuatan Ekstrak Daun Pudding Hitam (Graptophyllum pictum L Griff)
2. Keringkan Daun Pudding Hitam sebanyak 1 kg kemudian dihaluskan 3. Sampel yang telah berbentuk serbuk tersebut dimaserasi menggunakan
pelarut etanol selama dua hari sambil sekali-kali dikocok
4. Filtrat yang di peroleh dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator.
A. Perhitungan Dosis Diketahui :
1. Faktor konversi dari manusia ke mencit adalah 0,0026
2. Maksimal volume Pemberian Per Oral untuk mencit adalah 1 ml/20gr BB mencit
3. Dosis Asam Mefenamat untuk dewasa adalah 100mg/70kg BB Manusia
4. Kadar karagenan diinjeksikan dengan carageenan 1ml/200gr BB Tikus
5. Dosis empiris untuk Daun Puding Hitam adalah 3mg/70kg BB Manusia
Perhitungan :
1. Konversi dosis Asam Mefenamat : 100mg/70kg BB manusia x 0,0026 = 0,26mg/20gr BB mencit
2. Konversi dosis karagenan : 1ml/200gr BB Tikus x 0,14 = 0,14ml/20gr BB mencit 3. Konversi dosis Konversi ke mencit :
a.Dosis perlakuan I
= 3mg/70kg BB manusia = 3mg/70kgBB x 0,0026 = 0,0078mg/ 20 gram BB mencit b.Dosis perlakuan II
= 3mg/70kg BB manusia = 3mg/70kgBB x 0,0026
= 0,0078mg/ 20 gram BB mencit x 2 = 0,0156mg/20 gram BB mencit c.Dosis perlakuan III
= 3mg/70kg BB manusia = 3mg/70kgBB x 0,0026
d.Dosis perlakuan IV
= 3mg/70kg BB manusia = 3mg/70kgBB x 0,0026
= 0,0078mg/ 20 gram BB mencit x 4 =0,0312 mg/20 gram BB mencit B. Pembuatan Larutan
1. Larutan Asam Mefenamat
Timbang Asam Mefenamat sesuai kebutuhan (banyaknya Asam Mefenamat yang dibutuhkan, dihitung berdasarkan berat badan dari masing-masing mencit), kemudian dilarutakan dalam aquadest (banyaknya aquadest yang dibutuhkan, dihitung berdasarkan konversi volume per oral dari masing-masing mencit).
2. Larutan Karagenan
Timbang Karagenan sesuai kebutuhan (banyaknya Karagenan yang dibutuhkan, dihitung berdasarkan berat badan dari masing-masing mencit).
3. Larutan Daun Pudding Hitam (Graptophyllum pictum L Griff) Ambil filtrate Daun pudding hitam (Graptophyllum pictum L Griff) sesuai kebutuhan perlakuan I,II,III dan IV. Kemudian larutkan dalam aquadest dihitung berdasarkan konversi volume per oral dari masing – masing mencit).
C. Penggunaan Plantysmometer
1. Setiap mencit diberi tanda sebatas mata kaki, volume kaki mencit diukur untuk mengetahui volume awal menggunakan plantysmometer. 2. tiga puluh menit setelah pemberian obat mencit kemudian diinjeksikan dengan karagenan dihitung berdasarkan berat badan dari masing-masing mencit yang dibutuhkan, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
D. Uji Pendahuluan
Pada penelitian ini akan dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui interval waktu pengukuran efek inflamasi yang tepat, yang akan dilakukan pengecekan tingkat udem setiap 10 menit. Adapun perlakuan yang dilakukan untuk melakukan uji pendahuluan adalah 2 kelompok terdiri dari 3 ekor mencit Sebelum perlakuan, mencit di puaskan makan selama sekitar 18 jam tetapi tetap diberi minum ad libitum. Kemudian masing-masing kelompok diberi perlakuan sebagi berikut:
selama 3 jam.
Kelompok II : diberi larutan Asam Mefenamat secara per oral 0,26mg/20gr BB mencit, kemudian di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam. E. Uji Aktivitas
Uji aktivitas dilakukan dengan membagi hewan uji menjadi 6 kelompok kelompok (masing-masing 4 ekor) secara acak, yang di puaskan makan selama sekitar 18 jam tetapi tetap diberi minum ad libitum sebelum perlakuan. Kemudian masing-masing kelompok diberi perlakuan sebagi berikut:
1. Kelompok I : sebagai kontrol positif diberi Asam Mefenamat secara per Oral 0,26mg/20gr BB mencit, tiga puluh menit setelah pemberian obat mencit kemudian diinjeksikan dengan karagenan 0,14ml/20gr BB mencit, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
2. Kelompok II :sebagi kontrol negatif diinjeksikan dengan karagenan 0,14ml/20gr BB mencit, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
3. Kelompok III :.sebagai perlakuan I
diberi secara per Oral 0,0078mg/ 20 gram BB mencit daun pudding hitam, tiga puluh menit setelah pemberian mencit kemudian diinjeksikan dengan karagenan 0,14ml/20gr BB mencit, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
4. Kelompok IV : sebagai perlakuan II
diberi secara per Oral 0,0156mg/20 gram BB mencit daun pudding hitam, tiga puluh menit setelah pemberian mencit kemudian diinjeksikan dengan karagenan 0,14ml/20gr BB mencit, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
5. Kelompok V : sebagai perlakuan III
diberi secara per Oral 0,0234mg/20 gram BB mencit daun pudding hitam, tiga puluh menit setelah pemberian mencit kemudian diinjeksikan dengan karagenan 0,14ml/20gr BB mencit, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
6. Kelompok VI :sebagai perlakuan IV
mencit, dan di lakukan pengukuran tiap 30 menit selama 3 jam.
Waktu penginjeksian larutan karagenan dan interval waktu yang digunakan untuk pengujian inflamasi pada kaki mencit menyesuiakan dengan hasil uji pendahuluan.
3.3 ANALISIS DATA
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program spss, dengan menggunakan analisa Anova satu arah tingkat ketelitian 95%.
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya
1 Peralatan penunjang Rp. 2.695.000,-
2 Bahan habis pakai Rp. 3.795.000
3 Perjalanan Rp. 2.750.000,-
4 Lain-lain Rp. 1.570.000,-
Jumlah Rp. 10.810.000,-
4.2 Jadwal Kegiatan Program
No Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V 1. Persiapan
Tempat
2. Pembelian Alat 3. Pembelian
Bahan
4. Persiapan Sampel
5. Ekstraksi
6. Penelitian
7. Penyusunan Laporan Penelitian
8. Pengenalan Daun Puding hitam Sebagai Anti inflamasi kepada
masyarakat
9. Penyusunan Laporan Hasil Pengenalan
DAFTAR PUSTAKA
Corwin, E.J., 2008. Handbook of Pathophysiology 3th edition. Philadelphia: Lippincort Williams & Wilkins.
Dewi Putri Sartika, Sandi Oktalina. 2014. Penuntun Praktikum FArmakologi II. Akademi Farmasi Al-Fatah, Bengkulu
Dalimartha. 1980. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Bandung: PT Karya Nusantara Jakarta.
Dalimartah.S, 1999, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, Cetakan 1, Trubus Agriwidya, Jakarta
Dorland, W.A.N., 2002. Kamus Kedokteran Dorland. (Penerjemah: Setiawan, A., Banni, A.P., Widjaja, A.C., Adji, A.S., Soegiarto, B., Kurniawan, D., dkk.). Jakarta: EGC.
Harbornej.B, 1987. Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata. ITB Bandung.
Robbins. 2004. Buku Ajar Patologi Robbins Edisi 7 Volume 1. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Rowe, R.C., Sheskey, P.J., dan Quinn, M.E., 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth edition. London: Pharmaceutical Press.
Sofia.Lenny, 2006, Isolasi dan Uji Bioaktifitas Kandungan Kimia Daun Puding Hitam, USU Repositiry.
Tjay, T.H., dan Rahardja, K., 2007. Obat-obat Penting (Khasiat penggunaan dan efek-efek sampingnya) Edisi VI. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Lampiran-Lampiran
Lampiran 1. Biodata ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing 1. Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Fitri Winarsih
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi DIII
4 NIM/NIDN 1360047
5 Tempat dan Tanggal Lahir Mekarsari, 29 Mei 1995
6 E-Mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 082377435825
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD N Mekarsari SMP N Campursari SMA Al-Ikhlas Lubuk Linggau
Jurusan Tahun
Masuk-Lulus
2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakaian Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1
2 3
D. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, Asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1 Saka Wira Kartika KODIM 0406 MURA Linggau 2012 2 Lomba Taligrafi
Nasional Dinas Pendidikan LubukLinggau 2007 3 Antinarkoba, Tawuran
dan HIV
Badan Rakyat
2. Pembimbing A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Setya Enti Rikomah, M.Farm.,Apt
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Farmasi
4 NIM/NIDN 0228038801
5 Tempat dan Tanggal Lahir Lampung Utara/ 28 Maret 1988
6 E-Mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP (0736) 27508
B. Riwayat Pendidikan
Bidang Ilmu Farmasi Farmasi klinik
Tahun Masuk-Lulus 2006-2010 2011-2013
Judul Skrispsi/Tesis Deteksi Gen Virulen Bakteri Parahaemolyticus
kajian DRPs Penggunaan obat antikonvulsan pada pasien pediatric dibangsal anak RS.M.Djamil Padang
C. Pemakaian Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1
2 3
D. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, Asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan Tahun
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan Penunjang
Material Justifikasi Pemakaian
Jumlah Harga Total Harga
Spuit Oral Penyuntikan bahan penelitian
10 Rp. 15.000,- Rp. 150.000,-
Beker glass Untuk meletakkan sampel uji
5 buah Rp. 40.000,- Rp. 200.000,- Erlemeyer Melarutkan zat
pembanding
5 buah Rp. 50.000,- Rp. 250.000,- Labu ukur 5 ml Melarutkan larutan
uji
2 buah Rp. 150.000,- Rp. 300.000,- Labu ukur 10 ml Melarutkan larutan
uji
2 buah Rp. 120.000,- Rp. 240.000,- Labu ukur 25 ml Melarutkan larutan
uji
2 buah Rp. 90.000,- Rp.180.000,- Labu ukur 50 ml Melarutkan larutan
uji Pipet volume Mengukur cairan 1 buah Rp. 135.000,- Rp. 135.000 Gelas ukur Mengukur cairan
yang digunakan
5 buah Rp. 45.000,- Rp. 225.000,- Stopwatch Mengukur waktu
penurunan efek
1 buah Rp. 250.000,- Rp. 250.000,- Botol Hitam Untuk aserasi 2 buah Rp. 65.000,- Rp.130.000,- Kandang Mencit Unruk tempat
mencit
6 buah Rp. 25.000,- Rp. 150.000,- USB Flashdisc Sarana
penyimpanan data laporan
1 buah Rp. 125.000,- Rp.125.000,-
Compact Disc Sarana
2. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Pemakaian
Perjalanan Tujuan Kuantitas Biaya satuan Total Biaya Pembelian Alat Untuk
mendapatkan alat yang di perlukan
5 orang Rp. 150.000,- Rp. 750.000,-
Pembelian Bahan Untuk
4. Lain-lain
Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga satuan (Rp)
Harga per Tahun (Rp) Biaya
publikasi
Pendaftaran jurnal 1 artikel Rp. 400.000,- Rp. 400.000,- Biaya
Seminar Hasil Penelitian
Seminar hasil penelitian 1 kali Rp. 450.000,- Rp. 450.000,-
Pembuatan proposal dan penyusunan laporan
Penyiapan proposal dan laporan
2 kali Rp. 100.000,- Rp. 200.000,-
Dokumentasi Penelitian
Dokumentasi kegiatan penelitian
1 set Rp. 100.000,- Rp. 100.000,-
Hotel Penginapan pada saat penyuluhan/seminar
2 kamar Rp.220.000,- Rp. 440.000
Lampiran 3. SusunanOrganisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
No Nama/NIM Program studi
Bidang Ilmu
Alokasi
Waktu(jam/minggu) Uraian Tugas 1 Fitri Winarsih
(1360047) D3 Farmasi 3 jam / minggu
Preparasi Penelitian
2 Anggie Aryati
(1360006) D3 Farmasi 3 jam / minggu
Uji Sampel
Penelitian 3
Melestri Eliyanti (1360078)
D3 Farmasi 3 jam / minggu Uji efek Anti Inflamasi 4 Feri Pratama
(14070036) D3 farmasi 3 jam / minggu Ekstraksi Sampel 5
Amelia Tri Wulandari (14070003)