Bentuk-Bentuk
Kepemilikan
Kelompok 4 : Dwi Yugo Permono Hadi Akbar Pratama
A. Bentuk-Bentuk Kepemilikan
1. Kepemilikan Tunggal
2. Kongsi
Kongsi dapat dirumuskan sebagai sebuah asosiasi dari dua atau lebih, yang bertindak sebagai pemilik bersama dari sebuah bisnis. Ayat-ayat perjanjian dari kongsi biasanya dirumuskan untuk menentukan sumbangan masing-masing rekanan kepada bisnis dan peran dari setiap partner didalamnya.
3. Perseroan
B. Go Public
1. Keuntungan Go Public
Terdapat empat keuntungan utama yang diperoleh ketika melakukan go public. Keuntungan tersebut antara lain:
1.
Diperoleh modal ekuitas baru2.
Diperolehnya nilai dan kemampuan dialihkan dari aktiva organisasi3.
Kemampuan untuk mendapatkan dana dimasa depan dengan relatif lebih mudah2. Kerugian Go Public
1.
Terbukanya rahasia perusahaan dan potensi hilangnya kendali dari perusahaan yang melakukan go public2.
Hilangnya fleksibilitas dan meningkatnya beban administrasi yang diakibatkannyaC. Proses Go Public
1. Emisi Melalui Bursa Efek Regular 1.1. Persiapan
Sebelum perusahaan menyampaikan maksud untuk go public kepada Bapepam, perusahaan perlu melakukan konsultasi baik pihak intern perusahaan itu sendiri, Bapepam, maupun instansi lainnya.
1.3 Penelaahan Bapepam
Setelah pernyataan pendaftaran emisi berikut lampirannya diterima, maka Bapepam segera melakukan penelaahan.
1.4 Pemberian Izin Emisi
Tahap selanjutnya adalah mendengar pendapat terbatas yang dilaksanakan antara Bapepam dengan emiten dan lembaga penunjang emisi.
1.5 Pasar Perdana
Pemasaran efek tersebut secara langsung dari emiten melalui perjanjian emisi efek dan agen penjual kepada masyarakat atau pemodal dalam pasar perdana dilakuan atas dasar kesepakatan emiten dan penjamin emisi efek.
1.6 Pencatatan Efek di Bursa
2. Emisi Melaui Bursa Paralel
2.1 Evaluasi dari Penjamin Emisi
Dalam emisi melalui bursa paralel dipersyaratkan juga bahwa setiap penyampaian persyaratan pendaftaran emisi efek harus dilampiri dengan laporan dari penjamin emisi kepada ketua Bapepam.
2.2 Persyaratan Modal Disetor
Persyaratan mengenai modal yang disetor yaitu sekurang-kurangnya Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
2.3 Persyaratan Laporan Keuangan