MANA YANG LEBIH MUDAH MENGAMPUNI ATAU ME

20 

Teks penuh

(1)

Bab I PENDAHULUAN

Mujizat orang lumpuh disembuhkan adalah salah satu mujizat yang dilakukan oleh Yesus

semasa pelayanannya. Mujizat yang terjadi itu di lakukan lazimnya berdasarkan oleh belas

kasihan yang muncul dalam hati Yesus. Mujizat orang lumpuh disembuhkan ini dicatat dalam

tiga injil sinoptik. Dari masing-masing kitab injil itu memberikan gambaran peristiwa yang

saling melengkapi. Sehingga ketika membaca kitab injil yang satu pemahaman tentang peristiwa

itu akan semakin jelas. Mujizat orang lumpuh disembuhkan itu diceritakan oleh Matius pastilah

mempunyai makna baginya. Mujizat ini adalah sebagai bukti untuk menunjukkan kepada para

pembacanya masa itu bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian

Lama. Dengan salah satu mujizat ini akan menjadi gambaran bahwa Yesus adalah Allah dengan

mengampuni dosa orang lumpuh itu dan membuktikan bahwa diri-Nya Allah dengan

menyembuhkan orang yang lumpuh itu.

Mujizat orang lumpuh disembuhkan ini diceritakan Matius untuk membuktikan bahwa

Yesus adalah Allah. Dalam Teks Matius 9:1-8 ini muncul beberapa pertanyaan yang akan

menjadi pembahasan dalam paper ini. Mengapa Orang lumpuh itu harus meneguhkan hatinya?

Pertanyaan yang lain juga muncul, mengapa Yesus harus mengampuni dosa-dosa orang lumpuh

itu?, bagaimana Yesus bisa berkata lebih mudah mengampuni dari pada berkata bangkitlah dan

berjalanlah? Dan mengapa orang-orang pada saat itu takut dan memuliakan Allah melihat

peristiwa itu?.

Paper ini akan berusaha untuk menjelaskan dari beberapa pertanyaan itu dan diakhir paper ini

akan memberikan kesimpulan dan aplikasi yang bisa di terapkan bagi orang percaya dalam

(2)

Bab II.

ANALISA-ANALISA A. Analisa Historis.

a. Konteks Historis Tingkat Satu. 1. Situasi Politik.

Kekaisaran Romawi berkuasa pada saat Perjanjian baru itu ditulis, kekaisaran Romawi pada

saat itu di kuasai oleh seorang Kaisar yang juga disebut raja (1 Petrus 2:17), dan kaisar ini juga

dikenal sebagai Agustus (Lukas 2:1). Dibawah pemerintahan Kaisar Agustus, kekuasaan Romawi

benar-benar ditegakkan. Agustus ini memerintah dengan bijaksana, ia memerintah dengan

menggabungkan sistem pemerintahan yang lama (Republik), dan juga dengan menggabungkan

bentuk pemerintahan didaktor yang disokong oleh Julius Caesar. Pada pemerintahan Agustus ini

dilakukan pemberishan dengan senat-senat yang tidak bermutu. Agustus juga mengambil

kebijakan dengan memperbaiki moral rakyatnya. Kaisar Agustus ini menghidupkan kembali

agama dan negara dan banyak membangun kuil-kuil tempat ibadah. 1

Untuk menata negaranya, Agustus mengadakan sensus penduduk dan harta kekayaannya

untuk yang pertama kalinya. Kaisar Agustus ini memerintahkan untuk mendaftarkan dirinya

masing-masing ditempat kelahirannya. Perintah untuk mendaftarkan diri ini ternyata juga diikuti

oleh Yusuf dan Maria orang tua Yesus. Kitab injil mencatat bahwa Yusuf dan Maria pergi ke

suatu kota yang disebut Betlehem utuk mendaftarkan dirinya.2

(3)

2. Situasi Sosial.

Kedaan dunia abad pertama dan abad ke duapuluh satu ini tidak begitu berbeda. Adanya

perbedaan status sosial dari golongan orang kaya dan orang miskin begitu terlihat. Dikalangan

Yudaisme sendiri tedapat kelompok beberapa kelompok orang baik itu kelompok orang yang

kaya (Ningrat), kelompok menengah, rakyat jelata, kaum budak dan penjahat.

Mayoritas kehidupan masyarakat Palestina hidup dalam kemiskinan. Pekerjaan mereka

biasanya dalah petani, seniman, dan sebagian kecil adalah pedagang. Pekerjaan masyarakat

palestina biasanya hanya dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan layak, seperti para

nelayan yang menjadi murid Yesus. Pembagian status sosial di sini terlihat dalam menjalankan

kewajiban keagamaan. Orang Yahudi menganggap orang kaya adalah orang yang dikasihi Allah.3 3. Budaya.

Kebudayaan diabawah pemerinatahan Kaisar Agustus ini bangkit kembali. Munculnya

Penyair seperti Vergil yang menjadi pujangga dizaman yang baru ini. Penyair ini menyebutkan

akan adanya masa keemasan yang akan datang. Dan pada saat pemerintahan Kaisar Agustus

inilah masa keemasan itu bagi karya puisi romawi. Namun pada masa pemerintahan Agustus

tidak ada hasil karya tulis yang dihasilkan. Namun di abad yang pertama ini pembangunan fisik

di Romawi ini maju dengan pesat. Banyaknya didirikan bangunan seperti jembatan, gedung

kesenian yang masih berdiri sampai sekarang menjadi saksi kehebatan bangsa Romawi saat itu.

Selain itu pada masa pemerintahan Kaisar Agustus ini muncul juga kesenian musik dan drama

yang bertujuan unuk mneghibur rakyat jelata. Pada masa itu muncul lelucon dan lawakan badut

yang bertema kehidupan yang rendah dan memalukan dalam penyajiannya.4 4. Keagamaan.

(4)

Agama romawi pada awalnya adalah agama animisme. Namun seiring pertumbuhan negara

militer dan kebudayaan Yunani mengakibatkan peleburan agama mereka dan didominasi oleh

Pantheon Yunani. Meskipun pemujuaan terhadap dewi-dewi masih dilakukan, tetapi pada masa

itu penyembahan pemerintah juga mulai dilakukan.5 b. Konteks Historis Tingkat Dua.

1. Penulis Injil Matius.

Walaupun dokumen ini tidak mencantumkan nama penulisnya, namun kesaksian semua

bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis

oleh Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai (petugas pajak pada zaman itu) yang

menjadi salah satu dari kedua belas rasul Yesus.6

Menurut tradisi gereja, penulis kitab injil ini adalah Matius, Rasul, Bekas pemungut

cukai, ia juga disebut Lewi (Matius 9:9; 10:13; Markus 2:14; Lukas 5:27).7 Kepenulisan Matius

ini tidak mendapat banyak persoalan, hal ini dikarenakan Matius bukanlah seorang apostolik

yang terkenal. Keadaannya ini membuat adanya seseorang yang ingin memakai namanya sebagai

penulis bajakan. Namun dibalik itu semua ada hal yang penting yang tidak begitu diketahui.

Matius yang adalah pemungut cukai, pastilah ia seorang yang terpelajar dan sudah pasti bisa

membuat catatan dalam melakukan pekerjaannya.8

2. Tema Injil Matius.

Matius memapilkan Yesus sebagai Mesias penggenapan dalam nubuatan Perjanjian Lama.

Keinginan Matius ini untuk menyampaikan Yesus adalah Mesias adalah dengan melihat

5 Ibid, Survey Perjanjian Baru, 67-70.

6 Merril C. Tenney, Survey Perjanjian Baru (Malang: Gandum Mas, 2013), 183-184.

(5)

silsilah yang ditempatkan oleh penulis (Matius). Untuk mendukung tema yang diangkat

Matius ini, penulis kitab ini sering memakai ayat perjanjian lama khususnya nubuatan para

nabi dan menghubungkan pada diri Yesus. Jadi dapat disimpulkan bahwa Matius ingin

menuliskan injilnya dengan menyatakan Yesus adalah Mesias.9 3. Alamat Injil Matius.

Injil ini ingin disampaikan kepada orang-orang Yahudi. Matius menulis injil ini

pertama-tama dikhususkan untuk orang Yahudi dengan menjelaskan Yesus sebagai Mesias yang

sudah dijanjikan Allah dalam perjanjian Lama. Injil ini di sampaikan kepada orang

Yahudi dengan maksud supaya mereka mengerti bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah

dinantikan mereka sejak lama. Namun injil yang awalnya itu disampaikan kepada orang

Yahudi ini akhirnya juga sampai kepada orang yang bukan Yahudi, hal ini disebabkan

karena kebebalan orang Yahudi.10 B. Analisa Konteks.

1. Konteks Dekat.

Matius mencatat kisah ini dengan menghubungkan kisah sebelumnya dimana Yesus di desak

oleh orang Gadara untuk meninggalkan tempat atau daerah itu. Setelah Yesus di tolak di daerah

Gadara ini maka Yesus bertolak keseberang, dan menuju ke kotanya sendiri atau kapernaum.

Ketika Yesus berada di kapernaum Yesus melakukan mujizat dengan menyembuhkan orang yang

sakit lumpuh itu.

Selain itu matius mencatat dengan kisah selanjutnya dimana Penulis kitab Injil ini

menghubungkan dengan pemanggilan Matius pemungut cukai. Dan injil ini mencatat bahwa

(6)

Yesus pergi kerumah Matius pemungut cukai atau yang disebut juga Matius Lewi. Matius yang

telah dipanggil Yesus ini akhirnya menjadi murid Yesus.

2. Konteks Jauh.

Orang lumpuh disembuhkan ternyata ini juga terjadi ketika Petrus dan Yohanes hendak pergi

kerumah ibadah. Mujizat yang dilakukan Petrus berbeda polanya dengan yang dilakukan oleh

Yesus. Petrus juga mengatakan hal yang berbeda yaitu “demi nama Yesus, orang Nazaret itu

berjalanlah. Disini dapat dilihat ada perintah yang sama dengan Yesus, Petrus memberikan

perintah kepada orang yang lumpuh itu berjalan.

Hal ini tidaklah mudah bagi orang lumpuh itu, bagaimana mungkin ia akan berjalan

sedangkan ia lumpuh. Dalam kisah ini pastilah orang yang lumpuh ini mempunyai kepercayaan

kepada Petrus dengan percaya apa yang dikatakannya itu benar-benar mempunyai kuasa. Orang

yang lumpuh itu pasti juga mempunyai keteguhan hati untuk bisa bangkit dan berjalan.

Keinginan dan keteguhan hati serta imannya itu membuahkan hasil yang manis dimana orang

yang lumpuh itu bisa berjalan. Dan akhirnya orang yang melihat itu memuliakan Allah.11 C. Analisa Teks.

1. ITB

1Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.

2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." 4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan

hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?

11 http://katarinahalimloves.wordpress.com/2012/05/12/kis-31-10-petrus-menyembuhkan-orang-lumpuh/,

(7)

6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu :"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

7 Dan orang itupun bangun lalu pulang.

8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

2. KJV

1 And he entered into a ship, and passed over, and came into his own city.

2 And, behold, they brought to him a man sick of the palsy, lying on a bed: and Jesus seeing their faith said unto the sick of the palsy; Son, be of good cheer; thy sins be forgiven thee.

3 And, behold, certain of the scribes said within themselves, This man blasphemeth. 4 And Jesus knowing their thoughts said, Wherefore think ye evil in your hearts? 5 For whether is easier, to say, Thy sins be forgiven thee; or to say, Arise, and walk?

6 But that ye may know that the Son of man hath power on earth to forgive sins, (then saith he to the sick of the palsy,) Arise, take up thy bed, and go unto thine house.

7 And he arose, and departed to his house.

8 But when the multitudes saw it, they marvelled, and glorified God, which had given such power unto men.

3. NIV

1 Jesus stepped into a boat, crossed over and came to his own town.

2 Some men brought to him a paralytic, lying on a mat. When Jesus saw their faith, he said to the paralytic, "Take heart, son; your sins are forgiven."

3 At this, some of the teachers of the law said to themselves, "This fellow is blaspheming!" 4 Knowing their thoughts, Jesus said, "Why do you entertain evil thoughts in your hearts? 5 Which is easier: to say, 'Your sins are forgiven,' or to say, 'Get up and walk'?

6 But so that you may know that the Son of Man has authority on earth to forgive sins..." Then he said to the paralytic, "Get up, take your mat and go home."

7 And the man got up and went home.

8 When the crowd saw this, they were filled with awe; and they praised God, who had given such authority to men.

4. NAS

1 And getting into a boat, He crossed over, and came to His own city.

2 And behold, they were bringing to Him a paralytic, lying on a bed; and Jesus seeing their faith said to the paralytic, "Take courage, My son, your sins are forgiven."

3 And behold, some of the scribes said to themselves, "This fellow blasphemes." 4 And Jesus knowing their thoughts said, "Why are you thinking evil in your hearts? 5 "For which is easier, to say, 'Your sins are forgiven,' or to say, 'Rise, and walk '?

6 "But in order that you may know that the Son of Man has authority on earth to forgive sins "-- then He said to the paralytic-- "Rise, take up your bed, and go home."

7 And he rose, and went home.

(8)

5. Teks Yunani (BGT)

Seorang lumpuh dalam terjemahan aslinya menggunakan kata “παραλυτικὸν”

Paralutikon yang berarti the lame person, sick of palsy, (one) that has the palsy, the paralytic.

Dalam Terjemahan baru diartikan orang yang lumpuh, orang lumpuh, seorang lumpuh, yang

goyah dan orang yang dilumpuhkan. Kata ini juga berarti seorang yang tidak mempunyai

kemampuan untuk melakukan aktivitas karena sakit lumpuh yang dideritanya.12

Percayalah atau dalam terjemahan Yunaninya “Θάρσει” kata Tharsei ini merupakan kata

kerja Present imperative active orang ke-2 tunggal yang berarti “Teguhkanlah hatimu”. Jika

melihat arti dari terjemahan Yunani (BGT) ini mempunyai perbedaan yang jauh dengan

terjemahan baru (TB). Dalam terjemahan NAS “Take courage” Meneguhkan hati NIV “Take heart” Meneguhkan hati, KJV “be of good cheer” Bergembiralah. 13 Menurut Kamus The

Contemporary English-Indonesian kata Cheer ini lebih diartikan bergembiralah.14

12 Bible Works 8. 13 Ibbid, BibleWork 8.

(9)

Dari arti yang diperoleh itu maka Paper ini lebih memilih arti dari kata “Θάρσει” memakai

arti Teguhkanlah hatimu. Dalam Terjemahan Baru (TB) dan KJV, paper ini menganggap arti kata

atau terjemahan yang terlalu jauh dalam menafsirkan. Jika melihat kata yang sama dalam Matius

9:22 kata Tharsei “Θάρσει” diartikan sebagai “Teguhkanlah Hatimu”. Oleh karena itu Paper ini

lebih setuju dan memilih terjemahan “Teguhkanlah hatimu” untuk kata “Θάρσει” ini.

Kata teguhkan dalam bahasa inggris Courage ini mempunyai arti sebuah kepercayaan dalam

tingkatan yang tinggi atau baik. Perkataan Teguhkanlah ini akan memunculkan kekuatan/ kuasa/

tenaga yang besar. Sehingga kata teguhkanlah hatimu ini juga mempunyai makna untuk

membuat kita terhindar dari rasa takut. Dalam kamus Christian Etnichs & Pastoral The

Theology mengatakan: Courage belongs to a class of virtues* that we might call the virtues of

will power or strength. Courage enabels us not to be derailed by fear.15

Dosamu sudah diampuni (TB) atau dalam terjemahan Yunani “ φίενταί σου α ἀ

μαρτίαι

” (BGT) artinya (dosa-dosamu sudah diampuni), Dalam terjemahan KJV, NIV, NAS

juga memiliki arti yang sama dengan terjemahan TB. Perbedaannya adalah jika dalam

terjemahan Yunani dan Inggris (KJV, NIV, NAS) itu dalam memakai kata dosa menunjukkan hal

yang jamak (Banyak) tetapi dalam terjemahan TB menggunkan dalam bentuk tunggal.16

Kata ἀφίενταίAphienthai (Your sins have been forgiven) memberikan implikasi bahwa dosa-dosanya yang sudah terjadi masa lalu dan sekarang sudah diampuni. Dalam buku The

Exspositor’s Bible comentary menyatakannya hal yang demikian. Apheonthai (Your sins have

been forgiven) see notes. The latter might imply that the man’s sins were forgiven at some time

in the past and now remain forgiven.17

15 David J. Atkinson, David F. Field, New Dictionary of Christian Etnics & Pastoral Theology (USA:

InterVarsity Press, 1995), 265.

16 Ibbid, BibleWork 8.

17 Frank E. Gaebelein, The Exspositor’s Bible Comentary Vol. 8 (Michigan: Zondevan Publishing house,

(10)

Ahli Taurat dalam terjemahan bahasa Yunanai (BGT) “γραμματέων” Artinya Beberapa orang ahli Taurat (an expert in the law). Ada perbedaan dalam terjemahan bahasa Inggris NIV.

Dalam terjemahan NIV ini menggunakan kata “some of the teachers of the law”. Beberapa guru

Taurat. Dari arti ini semakin melengkapi pengertian dari beberapa ahli Taurat yang berada di

tempat dimana Yesus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh itu. Dari arti kata ini maka dapat

dilihat bahwa yang berada disitu adalah orang yang benar-benar ahli, ia bukan hanya seorang ahli

tetapi juga seorang Guru yang mengajar hukum Taurat.18

Berkata dalam hatinya dalam terjemahan bahasa aslinya adalah “ε παν ν αυτο ςἶ ἐ ἑ

artinya berkata dalam diri mereka sendiri, kata ini memiliki arti bahwa ini adalah wujud

ketidaksenangan ahli Taurat dengan apa yang dikatakan Yesus.19

Menghujat Allah dalam terjemahan bahasa aslinya adalah “βλασφημεῖ (Kata Kerja Present indikatif Aktif) yang berarti “Dia sedang menghujat Allah”. Para ahli taurat ini

mempunyai pandangan yang benar dimana hanya Allah saja yang bisa mengampuni dosa

manusia. Dengan demikian, ketika mereka mendengar Yesus berkata “dosamu sudah diampuni”

maka mereka berkata bahwa Yesus sedang menghujat Allah. Permasalahan yang muncul ini

dikarenakan mereka (Ahli Taurat) melihat bahwa Yesus adalah manusia biasa. Tetapi, Yesus

bukanlah manusia biasa. Yesus adalah sepenuhnya manusia dan Ia juga sepenuhnya Allah.

Sehingga dari penyataan Yesus itu juga membuktikan bahwa Yesus itu adalah Allah, sehingga Ia

layak untuk mengampuni dosa manusia.20

Mengetahui Pikiran Mereka dalam terjemahan aslinya adalah “ἰδὼνἐνθυμήσεις”.

Kata ini juga berarti “Melihat Pikiran”. Manusia tidak akan bisa mengetahui pikiran orang lain,

kecualoi dengan bantuan Tuhan, setan atau orang yang mengetahui itu adalah Tuhan sendiri.

(11)

Dalam ayat ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah, sehingga Yesus bisa mengetahui pikiran

dari ahli taurat yang berpikiran bahwa Yesus menghujat Allah.21

Manakah Lebih Mudah “τί γάρ στιν ε κοπώτερονἐ kata ini menunjukkan sesuatu

pilihan dimana Yesus mengatakan ini sebagai pilihan untuk memilih. Manakah yang lebih

mudah danlam terjemahan NIV “Which is easier” artinya yang lebih mudah. Didalam

terjemahan KJV dan NAS sama menggunakan kata “For which is easier” yang berarti “ untuk

yang lebih mudah.

Bangunlah dalam terjemahan bahasa aslinya adalah “ γερθε ςἐ Merupkan kata kerja Aorist. Kata ini memiliki arti “Bangunlah engkau “get up/ raise up”. Dari kata ini berarti Yesus

memerintahkan kepada orang lumpuh itu untuk bangkit/ berdiri. Ini adalah salah satu mukjizat

yang dilakukan Yesus dengan menyembuhkan orang yang sakit lumpuh itu.22

Mereka Ketakutan “ἐφοβήθησαν”. Kata Ephobetesan ini mempunyai arti mereka sangat

ketakutan. Tetapi dalam terjemahan KJV ini justru menunjuk kepada suatu kekaguman, atau

orang-orang yang meihat kejadian itu heran. Dalam terjemahan KJV kata Ephobetesan ini

diartikan “they marveled” yang artinya mereka kagum. Jadi dari arti ini bisa dikatakan bahwa

orang-orang yang melihat kejadian itu sangat takut. Penulis lebih setuju kata Ephobetesan ini

diartikan sebagai Takut bukan kagum. Alasannya karena dalam ayat yang lain seperti Kisah Para

Rasul 16:38 kata yang sama yaitu Ephobetesan diartikan sebagai Takut bukan kagum.23

Memuliakan Allah atau “ δόξασανἐ ”. Kata berasal dari kata δοξάζω yang berarti mamuliakan. Kata Edoxasan ini adalah kata kerja Aorist indikatif aktiv orang ke 3 jamak. Jadi

kata ini diartikan sebagai mereka memuliakan Allah. melihat dari terjemahan bahasa Inggris

(12)

baik itu KJV, NIV dan NAS, terjemahan Inggris itu juga memiliki arti yang sama Memuliakan

Allah.24

(13)

BAB III PENAFSIRAN

Kisah Yesus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh ini dilakukan Yesus ketika Yesus

berada di Kapernaum (kotanya sendiri). Ketika Yesus berada dirumah, maka datanglah banyak

orang berkerumun memenuhi rumah itu. Disana ada juga orang yang datang dengan membawa

seorang yang lumpuh. Dalam Markus disitu diceritakan ada empat orang yang berusaha

membawa orang yang lumpuh ini kepada Yesus. Usaha keempat orang yang membawa orang

lumpuh ini menemui jalan buntu, dimana tempat itu penuh dengan kerumunan orang yang

membuat mereka tidak bisa sampai kepada Yesus yang berada didalam rumah.

Seorang lumpuh“παραλυτικὸν” ini memiliki pengertian orang yang tidak bisa

berjalan atau orang yang sama sekali tidak bisa melakukan suatu pekerjaan. Orang yang lumpuh

ini dapat dikatakan adalah orang yang menderita karena penyakit ini membuat seorang lumpuh

ini tidak bisa melakukan aktivitas atau kesenangan yang ada dalam dirinya. Orang yang lumpuh

ini hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya.

Ketika keempat orang yang mengusung orang yang sakit lumpuh itu tidak masuk, mereka

kemudian mencari cara untuk tetap bisa membawa orang yang sakit ini kepada Yesus. Kemudian

mereka menemukan satu jalan yaitu dengan membongkar atap untuk menurunkan orang yang

sakit ini kehadapan Yesus. Usaha yang mereka lakukan ini ternyata membuahkan hasil yang

baik. Mereka berhasil menurunkan orang yang lumpuh ini tepat berada dihadapan Yesus. Usaha

mereka ini merupakan bentuk dan bukti bahwa mereka mau untuk saling menolong dan melayani

orang yang sakit ini.

Yesus melihat iman orang yang mengusung itu dan berkata “Teguhkanlah hatimu” atau

(14)

iman dari orang yang lumpuh ini Yesus memberikan perintah kepada orang yang lumpuh ini

untuk menguatkan hatinya. Kata Θάρσει” ini adalah merupakan kata kerja bentuk imperative. Kata kerja ini adalah bentuk perintah sehingga kata Θάρσει” dapat di artikan “Kuatkanlah hatimu/ Teguhkanlah hatimu”. Sehingga kata ini memiliki arti Kuatkanlah hatimu, karena

dosa-dosanya sudah diampuni. Orang lumpuh ini perlu mempunyai keteguhan hati sehingga orang itu

tidak mengalami keraguan dan ketakutan sehingga orang lumpuh ini bisa mengalami mujizat.

Melihat terjemahan KJV dari Matthew Henry Commentary disitu menyatakan The favour

of Christ, in what he said to him; Son, be of good cheer, thy sins be forgiven thee. This was a

sovereign cordial to a sick man, and was enough to make all his bed in his sickness; and to make

it easy to him. Yang dapat diartikan Kasih karunia Kristus, dengan apa yang dikatakan padanya;

Hai anak, bersukacitalah, dosa-dosamu dapat diampuni. Ini adalah kedaualatan Allah yang peduli

pada seorang yang sakit; dan sudah cukup untuk melakukan semua ditempat tidurnya karena

penyakitnya itu; dan untuk memudahkan baginya. Dapat dilihat bahwa Matthew Henry

menggunakan kata bahagia ini dengan menghubungkan dosa yang dapat diampuninya sehingga

orang itu patut bersukacita.25

Kata ini menimbulkan permasalahan yang baru. Dimana perkataan ini yang menjadi

persoalan bagi orang-orang Yahudi yang berada tempat peristiwa itu terjadi. Orang-orang

Yahudi memahami bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa manusia. Ketika Yesus

mengatakan “dosamu sudah diampuni” maka orang Yahudi menganggap bahwa Yesus

menyamakan diri dengan Allah dan hal ini dianggap sebagai penghujatan terhadap Allah.

Dosamu sudah diampuni atau dalam terjemahan Yunaninya menggunkan kata “ἀφίενταί σου α μαρτίαιἱ ἁ dari arti kata Aphientai sou ai amartiai ini mempunyai arti “Dosa-dosamu sudah diampuni. Dalam Terjemahan baru disitu dituliskan dalam bentuk tunggal, sedangkan dalam

(15)

terjemahan Yunaninya menggunakan bentuk jamak, sehingga arti kata itu seharusnya di artikan

dosa-dosamu.

Namun, dibalik perkataan Yesus ini menimbulkan problema yang baru. Dimana paham dari

Ahli Taurat mengatakan bahwa Yesus sedang menghujat Allah. Pengertian dari Ahli Taurat ini

sepertinya benar jika melihat Yesus dalam sisi manusianya. Tetapi yang perlu diketahui adalah

Yesus adalah sepenuhnya manusia dan juga sepenuhnya Allah. Memang benar apa yang

diketahui oleh Ahli Taurat dimana hanya Allah sendiri yang berkuasa untuk mengampuni dosa

manusia.

Akan tetapi, perkataan Yesus ini juga memberikan arti bahwa Yesus adalah memang Allah

sendiri. Ini juga bisa menjadi sebuah klaim yang Yesus berikan bahwa Yesus itu adalah Allah.

Walaupun Ia mengambil diri sebagai manusia. Pernyataan Yesus yang memberikan

pengampunan ini juga mempunyai arti bagi orang yang lumpuh itu. Hal ini juga memberikan arti

bahwa sakit penyakit (sakit lumpuh) yang diderita oleh orang itu adalah akibat dari dosa. Dengan

begitu Yesus juga memberikan pelajaran bahwa dosa itu harus diampuni terlebih dahulu dari

pada kesembuhan secara jasmani. Ketika penyebab penyakit itu sudah di sembuhkan

(kesembuhan secara batin) maka kesembuhan secara jasmani itu baru dilakukan oleh Yesus.

Ketika ahli taurat ini berpikir yang buruk terhadap Yesus. Yesus mengetahuinya walaupun

ahli taurat itu tidak mengungkapkan secara langsung dan itu masih berada dalam pikiran mereka.

Berpikir dalam hati, sungguh mustahil jika Yesus adalah manusia biasa bisa mengetahui pikiran

seseorang. Pikiran dalam hati ini disebabkan oleh perkataan Yesus yang mengatakan “Dosamu

sudah di Ampuni”. Tetapi pikiran yang timbul dalam hati itu bisa mengakibatkan hal yang buruk,

karena sesuatu yang buruk itu disimpan dalam hati dan akan menjadi sebuah kebencian dan akan

(16)

Setelah Yesus mengetahui hal itu Yesus mengambil tindakan dan berkata kepada mereka

dengan sebuah pertanyaan “Manakah lebih mudah mengampuni dosa manusia atau berkata

bangunlah dan berjalanlah?”. Memang jika dipikir akan lebih mudah berkata dosamu sudah

diampuni. Mengapa bisa demikian? Pengampunan itu tidak dapat di lihat secara mata jasmani.

Manusia cenderung meminta tanda dengan bukti yang dapat dilihat secara langsung dengan mata

jasmani. Tetapi pengampunan tidak dapat dirasakan dan juga dilihat. Ketika Yesus berkata

dosamu sudah diampuni. Orang yang sakit lumpuh itu belum merasakan apa-apa.

Namun Yesus tidak hanya mengampuni saja, Yesus tahu bahwa orang yang sakit lumpuh itu

tidak hanya menginginkan pengampunan, tetapi juga mengharapkan kesembuhan. Yesus

memberikan bukti pengampunan itu dengan menyuruh orang itu untuk bangkit dan berjalan.

Dengan melihat pola ini dapat diperkirakan Yesus melihat bahwa sakit lumpuh yang diderita itu

disebabkan oleh Dosa. Yesus mengetahui hal ini dan mendahulukan penyembuhan dosa-dosanya

dengan mengampuninya. Pengampunan dosa terlihat sangat mudah karena Yesus hanya berkata

dosamu sudah diampuni (Your sins have been forgiven). Pengampunan ini tidak bisa dirasakan

tetapi dampaknya adalah kesembuhan yang terjadi berikutnya.

Maka untuk hal ini dapat dikatakan bahwa pengampunan dosa yang diberikan Yesus ini juga

untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Untuk membuktikannya Yesus melanjutkan

dengan kata perintah kepada orang yang lumpuh itu “Bangunlah”atau ἐγερθε ςὶ dalam terjemahanInggrisnya memakai kata Raise Up. Kata ini berarti Yesus memerintahkan untuk

orang yang lumpuh itu berdiri/ bangkit dari tempat tidurnya. Yesus tidak hanya memerintahkan

orang yang lumpuh itu untuk bangkit tetapi juga memerintahkan untuk berjalan “περιπάτε”.

Ketika orang yang lumpuh itu bangkit diahadapan mereka semua, mereka pasti merasa heran

(17)

kata “ἐφοβήθησαν”. Kata ini memiliki arti Takutlah, ketakutan, ketakutanlah, kuatir,

menghormati, tidak berani. Melihat arti kata ini maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa

mereka takut, mereka segan dan mereka menghormati Yesus yang telah melakukan sebuah

perkara yang sangat mustahil bagi mereka.

Ketakutan orang-orang pada saat itu mengakibatkan suatu hal yang menarik. Dimana penulis

injil ini melanjutkan ayat ini dengan menyatakan orang-orang pada saat itu juga memuliakan

Allah karena perbuatan yang ajaib itu diberikan kepada manusia (Yesus). Orang banyak itu

memuliakan Allah “ δόξασανἐ Berasal dari kata “δοξαζω” doxazo, yang mempunyai definisi arti glorify, honour, have glory, magnify, make glorious, full of glory. Kata ini mempuanyai arti

dalam bahasa indonesia dianggap mulia, dihormati, dimuliakan, dimuliakan-Nya, kemuliaan,

mempermuliakan, memuji.26 Dari sini dapat diartikan bahwa mereka memuliakan, memuji atau

menghormati Allah atas apa yang telah diberikan kepada manusia dengan memberikan

kesembuhan bagi orang lumpuh itu.

(18)

BAB IV PENUTUP a. Keseimpulan

Mujizat orang lumpuh disembuhkan ini adalah mujizat yang dilakukan oleh Yesus ketika Yesus

berada di kotanya sendiri (Kapernaum). Yesus menyembuhkan orang lumpuh ini ketika melihat

iman mereka (baik itu yang membawa dan juga orang yang lumpuh) yang sungguh-sungguh

kuat. Mereka melakukan usaha yang cukup keras dengan harus membawa orang lumpuh itu

keatap dan juga menurunkannya didepan Yesus. Dengan melihat imannya itu Yesus berkata

“Teguhkanlah hatimu! Dosamu sudah diampuni”. Yesus memerintahkan supaya orang lumpuh

itu mempunyai iman yang kuat dan teguh, tidak tergoyahkan dengan keadaan yang ada. Setelah

itu Yesus mengampuni dosa orang yang lumpuh itu.

Pengampunan dosa ini mempunyai indikasi bahwa penyakit itu juga bisa datang atau

terjadi karena dosa-dosa yang dilakukan baik itu oleh dirinya sendiri ataupun akibat dari orang

tua mereka. Karena itu perlu bagi Yesus untuk mengampuni dosanya terlebih dahulu atau dalam

kata lain kesembuhan rohani dahulu yang di lakukan oleh Yesus barulah kemudian kesembuhan

secara jasmani.

Yesus mengatakan bahwa mengampuni dosa itu lebih mudah. Mengapa demikian?,

karena pengampunan dosa itu tidak dapat dilihat secara kasat mata dan bisa saja itu tidak terbukti

karena memang tidak ada tanda atau bekasnya orang yang sudah diampuni dosanya. Karena itu

berkata mengampuni dosanya itu lebih mudah dari pada berkata bangunlah dan berjalanlah.

Karena kata itu menuntut adanya bukti yang bisa dilihat dan dilakukan oleh orang yang sakit itu.

Orang-orang pada saat itu mereka memuliakan Allah karena mereka heran, mereka sangat

(19)

Pada awalnya mereka yang mungkin saja ikut dalam golongan ahli Taurat yang mengatakan

bahwa Yesus sedang menghujat Allah, tetapi setelah melihat kejadian itu mereka kemudian

memuliakan Allah dan menjadi takut kepada Yesus. Mereka memuji Allah karena perbuatan ajaib

itu diberikan Allah kepada manusia.

b. Aplikasi

Dengan melihat hal in maka dapat dikatakan bahwa sakit penyakit itu tidak hanya terjadi karena

virus, bakteri atau kuman yang berada dalam tubuh manusia. sakit penyakit itu bisa juga datang

dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh seseorang. Oelh karena itu gereja juga harus memahami

akan hal ini sehingga gereja bisa menangani dengan lebih jeli terhadap penyakit yang terjadi

dalam jemaat.

Gereja mempunyai tanggung jawab untuk dapat mengenali itu semua, sehingga gereja mampu

memenuhi kebutuhan jemaat dengan baik. seperti dalam kisah ini dimana Yesus mengampuni

dosa mereka baru menyembuhkan. Tetapi tidak berhenti pada pengampunan saja, gereja juga

harus membawa jemaat untuk mempunyai iman yang teguh kepada Allah, sehingga kesembuhan

itu dapat terjadi.

Penyembuhan yang dilakukan oelh gereja sebaiknya juga mengikuti pola yang sama, dimana

gereja harus memuali kesembuhan itu dari kesembuhan batin barulah kesembuhan secara

jasmani itu di usahakan. Ini berarti gereja sekarang harus melakukan konseling kepada

jemaatnya yang mengalami sakit, sehingga dapat diketahui permasalahan yang sebenarnya. Jika

sakit itu disebabkan karena dosa maka gereja harus membereskan itu dengan meminta

pengampunan kepada Allah. Dan juga gereja tidak boelh lupa untuk selalu memuliakan Allah,

baik kesembuhan itu sudah terjadi ataupun belum terjadi. Gereja tetap harus memuliakan Allah

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, David J. New Dictionary of Christian Etnics & Pastoral Theology. USA: InterVarsity Press, 1995.

BibleWorks 8.

Dunnett, Walter M. Pengantar Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2011.

Duyverman, M.E. Pembibing kedalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Gaebelein, Frank E. The Exspositor’s Bible Comentary Vol. 8. Michigan: Zondevan Publishing house, 1984.

Henry, Matthew Matthew Henry’s Comentary. USA: Hendrickson Publisher, 1998.

http://katarinahalimloves.wordpress.com/2012/05/12/kis-31-10-petrus-menyembuhkan-orang-lumpuh/, diakses pada tanggal 31 Oktober 2014.

Sabda 4.301.

Salim, Peter. The Contemporary English-Indonesian Dictionary: With British And American Pronounciation and spelling. ___: Media Eka Pustaka, ___.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : tepat dan mudah