• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Eksistensi Siti dan Sita De

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perbandingan Eksistensi Siti dan Sita De"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 Perbandingan Eksistensi Siti dan Sita Dewi dengan Pendekatan Eksistensialisme

Simone De Beauvoir

Edy Nugraha

Abstrak

Sastra seringkali didefinisikan dengan fiksi. Sering pula suatu karya sastra dialihmediakan menjadi bentuk seni lain, misalnya film. Salah satunya adalah Opera Jawa yang terinspirasi dari kisah Ramayana. Penokohan dalam Opera Jawa merupakan perwujudan dari Ramayana, yang salah satu tokohnya Siti sebagai perwujudan Sita. Sosok Siti adalah perempuan yang bereksistensi karena bertindak atas kehendaknya sendiri, sedangkan Sita adalah prempuan yang tidak bereksistensi.

Kata Kunci: Perwujudan, Eksistensi, Kehendak Pendahuluan

Sastra merupakan salah satu bentuk seni yang menggunakan bahasa sebagai

mediumnya. Sastra seringkali didefinisikan dan dipersamakan fiksi. Terlebih memang

sastra adalah sebuah cerita, yang terdapat nilai-nilai di dalamnya. Horatius pernah

berkata bahwa sastra bersifat dulce et utile, yaitu menghibur dan memiki kegunaan

(Wahyudi, dkk. 2008: 19).

Sastra sebagai sebuah bentuk karya seni sebenarnya menyerupai film.

Perbedaannya,adalah film mengedepankan sisi audio visual. Tidak dapat dimungkiri

bahwa banyak karya sastra yang dialihmediakan menjadi suatu film. Salah satu karya

sastra yang banyak dialihmediakan menjadi film adalah cerita wayang Ramayana.

Ramayana merupakan epos hindu yang sangat mahsyur. Ceritanya tidak lapuk

dimakan zaman. Hal itulah yang melandasi adanya film Opera Jawa yang dibuat oleh

Garin Nugroho pada tahun 2006. Film Opera Jawa adalah film saduran dari

(2)

2 Production dan New Crowned Hope Festival. Film ini adalah pesanan dari festival

ulang tahun ke-250 Mozart.

Yang menarik dalam film ini adalah ketiga tokohnya merupakan perwujudan

dari ketiga tokoh Ramayana, yaitu Siti sebagai Sita, Setyo sebagai Rama, dan Ludiro

sebagai Rahwana. Tulisan ini membahas perbedaan perbandingan eksistensi tokoh

Siti dalam film Opera Jawa dengan tokoh Sita Dewi dalam Hikayat Sri Rama.

Siti sebagai Perwujudan Sita Dewi

Siti merupakan perwujudan dari Sita. Hal ini dijelaskan secara gamblang

bahwa Siti adalah mantan pemain wayang orang yang memainkan peran Sita. Selain

itu, dalam bagian awal film muncul simbol wayang untuk menjelaskan bahwa cerita

ini terinspirasi dari kisah wayang Ramayana. Dalam gambar tersebut muncul wayang

Rama dan Sita. Berikut merupakan gambar yang membuktikan hal tersebut.

Perwujudan Siti sebagai Sita tidak hanya secara gamblang dijelaskan lewat

film melalui tampilnya wayang, tetapi juga melalui penokohan. Menurut Sudjiman

(1992: 18) penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh.

Penokohan Siti mirip seperti Sita Dewi. Siti digambarkan sebagai seseorang

yang sangat cantik. Selain itu, dia sosok istri yang patuh terhadap suaminya. Dia juga

merupakan sosok yang setia. Terbukti, ketika Ludiro menggoda Siti, dia hampir

(3)

3 Kesetiaan Siti persis dengan kesetiaan Sita yang tidak mau disentuh oleh Rahwana.

Berikut merupakan kutipan tentang kesetiaan Sita Dewi.

“Maka kata Sita Dewi, “Hai Hanuman, hamba telah dahulu bersumpah tiada dapat laki-laki yang lain daripada Sri Rama memegang tumbuh hamba, melainkan seorang Sri Rama juga yang memegang tubuh hamba.” (hlm. 191).

Persamaan lainnya antara tokoh Siti dengan Sita adalah mereka merupakan

pusat konflik. Pada awalnya siti merupakan istri dari Setyo. Namun Ludiro

menyukainya dan berusaha merebutnya. Hal itu seperti kisah Ramayana, yaitu Sita

Dewi, yang merupakan istri Rama, direbut oleh Rahwana.

Eksistensi Tokoh Siti dan Sita menurut Eksistensialisme Simone de Beauvoir Simone de Beauvoir dalam buku The Second Sex (Arivia, 2002: 152)

menjelaskan bahwa bagaimana sulitnya perempuan menjadi dirinya sendiri.

Perempuan cenderung menjadi liyan. Keliyanan tersebut terjadi karena perempuan

menganggap bahwa dirinya merupakan bagian dari laki-laki. Dengan demikian

subjek dirinya dibentuk karena subjek laki-laki.

Ketika hasrat perempuan tidak dapat menjadi dirinya akan tetapi menjadi

sesuai yang diinginkan oleh laki-laki, di saat itulah perempuan tidak memiliki

eksistensinya sebagai manusia. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa eksistensi

perempuan sebagai manusia dapat dilihat dari kebebasan dirinya untuk berkehendak

dan mengambil keputusan tanpa campur tangan orang lain, termasuk laki-laki.

Tokoh Sita Dewi dalam Hikayat Sri Rama adalah sosok perempuan yang

tidak bisa berkehendak bebas. Ketika dia diculik, dia tidak bisa melawan. Dia pun

takluk pada Rahwana. Bahkan, ketika bersama Rama, dia hanya melakukan apa yang

Rama suka. Sita Dewi tidak bisa menjadi pribadi yang otonom. Dalam membuktikan

(4)

4 didominasi oleh Sri Rama dalam berkehendak membuktikan kesetiaannya, tanpa

kesadaran dari Sita Dewi sendiri. Berikut merupakan kutipannya.

“Maka kata Sri Rama, “Hai Sita Dewi, jikalau demikian katamu masuklah ke dalam api maka aku percaya akan dikau.’ Maka sembah Sita Dewi, “Yang mana titah tuhanku sahaya junjung dan yang diperhamba kerjakan.” (hlm. 291).

Sebaliknya, dalam film Opera Jawa, Siti digambarkan sebagai sosok yang

bisa bertindak atas kehendaknya sendiri. Dia adalah sosok yang setia dan sangat

mencintai suaminya. Namun terlepas dari itu, ada beberapa kejadian yang dia lakukan

atas kehendaknya.

Pertama yaitu ketika dia menari bersama Ludiro. Dia sangat rindu dengan

kehidupannya yang dulu sebagai pemain wayang, maka dengan kesadaran sendiri dia

melakukan hal tersebut. Selain itu, ketika Ludiro membentangkan kain merah dari

rumah Siti ke rumah Ludiro. Siti berkehendak untuk menyusuri sepanjang jalan kain

merah tersebut. Walaupun penjaga sudah melarangnya, dia tetap menyusuri kain

merah tersebut. Sebenarnya Siti hampir saja terbujuk oleh rayuan Ludiro akibat kain

merah tersebut. Namun Siti akhirnya menyadari dan dia pergi dari rumah Ludiro.

Jelaslah perbedaan bahwa Siti memiliki eksistensinya sebagai manusia karena

dia bertindak atas kehendaknya sendiri. Pun sebenarnya kehendaknya itulah yang

hampir menjerumuskan dia pada ketidaksetiaan kepada suaminya, tetapi pada

akhirnya dia tetap setia.

Perbedaan eksistensi Siti dan Sita adalah bahwa Siti lebih bertindak atas

kehendaknya sendiri, tanpa ada intervensi dari laki-laki dan orang lain, sedangkan

Sita Dewi masih terlalu tunduk pada Sri Rama dan orang lain. Walaupun Siti hampir

terbujuk oleh Ludiro, Siti tetap merupakan perwujudan Sita yang setia. Bedanya, Siti

(5)

5 Penutup

Siti merupakan perwujudan Sita. Perwujudan tersebut dapat dilihat pada

bagian awal film, yaitu dengan adanya simbol wayang Sita dan Rama. Selain itu,

perwujudan yang sama adalah dari penokohan. Siti dan Sita adalah sosok yang cantik,

patuh terhadap suami, dan setia. Siti dan Sita juga merupakan pusat konflik, yaitu

direbut oleh laki-laki lain, yaitu Ludiro dan Rahwana.

Dari pandangan eksistensialisme Simone de Beauvoir, perempuan yang

bereksistensi adalah perempuan yang bertindak atas kehendaknya sendiri. Siti

merupakan sosok perempuan yang sangat bereksistensi karena dia bertindak atas

kehendaknya sendiri, yaitu ketika menari bersama Ludiro dan menyusuri kain merah

yang merupakan bujukan Ludiro. Sebaliknya, Sita Dewi merupakan perempuan yang

tidak memiliki eksistensi karena tindakannya atas kehendak orang lain, dia tidak

bertindak atas kehendaknya sendiri, sehingga tidak bisa menjadi pribadi yang

otonom. Walaupun Siti adalah sosok yang bereksistensi sedangkan Sita tidak

bereksistensi, keduanya adalah sosok istri yang sangat setia kepada suaminya.

(6)

6 Sumber Rujukan

Buku dan Makalah

Arivia, Gadis. 2002. Pembongkaran Wacana Seksis Filsafat: Menuju Filsafat Berperspektif Feminis. Disertasi Universitas Indonesia. Tidak Diterbitkan.

Ikram, Achdiati.1980. Hikayat Sri Rama. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Sudjiman, Panuti.1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Wahyudi, Ibnu, dkk. 2008. Membaca Sastra. Jogjakarta: Indonesia Tera.

Film

Referensi

Dokumen terkait

[5 分] (七)写出上面句子所采用的修辞手法。 [2 分] (八)写出画线词语的词性。 [1 分] (九)写出上面句子的谓语。 [1

(3) Industri farmasi pemberi kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajibmemiliki izin industri farmasi dan sekurang-kurangnya memiliki 1 (satu) fasilitasproduksi

Menimbang, bahwa setentang sita jaminan yang dimohonkan oleh para Pembanding, majelis hakim tingkat banding berpendapat bahwa permohonan sita jaminan tersebut tidak

Pasal 5 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban mengatur hak-hak saksi dan korban dan penulis lebih memfokuskan kepada hak-hak

Motivasi juga mempengaruhi kinerja karyawan disebabkan karena tidak adanya tanggung jawab karyawan terhadap mobil yang dia kendarai contohnya tidak merawat

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji kemamapuan kecubung sebagai biopestisida, salah satu di antaranya adalah dalam

Other than configuring Hadoop logging on the fly from command line, we can configure it using configuration files.. The most important file that we need to configure is

Tujuan pemeliharaan sapi dengan cara ini adalah untuk meningkatkan atau menghasilkan daging yang relati f lebih cepat.. Selain menghasilkan daging yang dibutuhkan