• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Pengangguran di Indonesia ( 1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan Pengangguran di Indonesia ( 1)"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAGAIMANA

PERKEMBANGAN

(2)

UNIVERSITAS BAKRIE

DISUSUN :

NAMA : MUSTHAFA HABIBIE

NIM : 1151001016

(3)

kata pengantar

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Masa Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini sebagai salah satu Matakuliah bahasa Indonesia yang berjudul “Apa dampak pengangguran di Indonesia”.

Judul ini dipilih karena penulis tertarik dengan masalah pengangguran di Indonesia. Banyak pengangguran tersebar di Indonesia dan sulit untuk mencari pekerjaan.

Penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna karena penulis sendiri masih dalam proses belajar, sehingga penyusun mengharap kritik dan saran dari pembaca agar saya selaku pembuat makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Tak lupa pembuat makalah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Zaenal Arifin selaku dosen Bahasa Indonesia yang telah membimbing untuk membuat makalah ini sesuai dengan aturan dan struktural, sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

serta dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Jakarta, 29 May 2016

(4)

Musthafa Habibie

1. Macam Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja...7

2. Macam Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya...7

2.3 Bagaimana Perkembangan dan Solusi Masalah Pengangguran Di Indonesia?...9

2.4 penyebab terjadinya pengangguran...11

2.5 Grafik Pengangguran Di Indonesia...12

2.6 dampak pengangguran...14

1. Bagi Perekonomian Negara...14

2. Bagi masyarakat...14

2.7 cara mengatasi pengangguran...15

1. Cara Mengatasi Pengangguran Stuktural...15

2. Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural (Siklikal)...15

3. Cara Mengatasi Pengangguran Friksional...15

4. Cara Mengatasi Pengangguran Musiman...15

BAB III... 16

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Alasan penulis memilih judul ini karena Salah satu permasalahan pokok perekonomian Indonesia adalah masalah pengangguran. Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah -masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi yang terus mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.

Dengan makalah ini kita dapat mengetahui Fenomena pengangguran yang berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain: perusahaan yang menutup / mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat inventasi, hambatan dalam proses ekspor impor, dan lain - lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2016 menjadi 5,50 persen dengan jumlah 7,02 juta orang.

(6)

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan topik tentang “perkembangan pengangguran di Indonesia” beberapa hal yang perlu diungkap dalam penelitian ini

Sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan pengangguran ?

2.Apa saja macam-macam dari pengangguran ?

3. Bagaimana Perkembangan dan Solusi Masalah Pengangguran Di Indonesia? 4.Apa penyebab terjadinya pengangguran ?

5.Mengetahui grafik perkembangan pengangguran?

6.Apa dampak yang diakibatkan dari pengangguran ?

7.Bagaimana cara mengatasi pengangguran ?

1.3 Tujuan penelitian

Berkenana dengan permasalahan pada 1.2 di atas tujuan penelitian “apa dampak dan perkembangan pengangguran di Indonesia”

1. Untuk mengetahui arti dari pengangguran.

2. Untuk mengetahui macam - macam dari pengangguran.

3. Untuk mengetahui penyebab dari pengangguran.

4. Dapat mengetahui penyebab terjadinya penggangguran

5. Dapat mengetahui grafik pengangguran di indonesia

6. Untuk mengetahui dampak yang diakibatkan pengangguran

(7)

1.4 Kerangka teori

pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya

disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. (

https://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran)

Menurut Ida Bagoes Mantra pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang sekarang ini tidak bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan. Konsep ini sering diartikan sebagai keadaan pengangguran terbuka.

Menurut Dumairy pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan lengkap. Lengkapnya orang yang tidak bekerja dan masih atau sedang mencari pekerjaan.

Menurut Payman J. Simanjuntak Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.

Menurut Menakertrans Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang

mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan. sukirno, (sadono. 2006:12)

Macam-Macam Pengangguran Ada beberapa macam pengangguran yang digolongkan berdasarkan lama waktu dan penyebab terjadinya (samuelson, paul A dan William D. Nordhaus.2004:16)

untuk dapat memahami masalah pengangguran maka akan dibahas macam-macam atau jenis-jenis pengangguran secara tepat dan benar sesuai dengan kajian ilmu ekonomi untuk memudahkan mempelajari jenis-jenis pengangguran maka ilmu ekonomi

menggolongkan jenis (Budiono, 2002:10)

Bagaimana Perkembangan dan Solusi Masalah Pengangguran Di Indonesia

(8)

BAB II

ISI

2.1 Pengertian definisi pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya

disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan

timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Menurut Ida Bagoes Mantra pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang sekarang ini tidak bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan. Konsep ini sering diartikan sebagai keadaan pengangguran terbuka.

Menurut Dumairy pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan lengkap. Lengkapnya orang yang tidak bekerja dan masih atau sedang mencari pekerjaan.

Menurut Payman J. Simanjuntak Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.

(9)

2.2 Macam-Macam Pengangguran

Ada beberapa macam pengangguran yang digolongkan berdasarkan lama waktu dan penyebab terjadinya, antara lain:

1. Macam Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja

a. Pengangguran terbuka ( open unemployment ), yakni tenaga kerja yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan (sama sekali tidak bekerja). Pengangguran ini terjadi karena tidak adanya lapangan pekerjaan atau karena ketidak sesuaian lapangan kerja dengan latar belakang pendidikan dan keahlian tenaga kerja.

b. Setengah menganggur ( under unemployment ), yakni tenaga kerja yang bekerja, tetapi bila di ukur dari sudut jam kerja, pendapatan, produktivitas dan jenis pekerjaan tidak optimal. c. Pengangguran terselubung(disguised unemployment) yakni tenaga kerja yang bekerja tapi

tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. Misalnya, seorang lulusan S1 pertanian bekerja sebagai tenaga pembukuan, atau seorang insinyur teknik, bekerja sebagai pelayan restoran.

2. Macam Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya

a. Pengangguran structural, yakni pengangguran yang disebabkan oleh terjadinya perubahan struktur perekonomian. Misalnya, perubahan struktur dari agraris ke industri, perubahan ini menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu (misal keterampilan mengoperasikan mesin teknologi modern) untuk bisa bekerja disektor industri. Tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan tersebut akan ditolak oleh sector industri, sehingga terjadilah pengangguran.

b. Pengangguran konjungtural, yakni pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya kegiatan perekonomian suatu Negara. Ada masa pertumbuhan (naik), masa resesi (turun), dan masa depresi (turun). Pada masa resesi dan depresi, masyarakat mengalami penurunan daya beli sehingga permintaan terhadap barang dan jasa juga menurun. Penurunan ini mengharuskan produsen mengurangi produksi barang dan jasa, diantaranya dengan cara mengurangi jumlah pekerja sehingga terjadilah pengangguran. PHK yang terjadi karena krisis ekonomi tahun 1997 di Indonesia adalah contoh pengangguran siklikal.

(10)

rangka mencari pekerjaan yang lebih bagus dan cocok. Sementara mencari pekerjaan baru, pekerja menganggur untuk sementara waktu, sambil mencari pekerjaan yang di inginkan. Oleh karena itu, pengangguran friksional disebut juga pengangguran sukarela, karena terjadi karena keinginan pekerja sendiri.

d. Pengangguran musiman, yakni pengangguran yang disebabkan oleh perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala. Pada umumnya, setelah panen, petani akan menganggur sambil menunggu masa tanam. Contoh lain misalnya pada masa pembangunan gedung, tukang bangunan bisa bekerja. Tetapi bila gedung telah selesai dibangun, tukang bangunan menjadi pengangguran musiman sambil menunggu pembangunan berikutnya.

e. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin - mesin. Contoh, sebelum ada penggilingan padi, orang yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan padi maka mereka tidak bekerja lagi.

f. Pengangguran Politis pengangguran ini terjadi karena adanya peraturan pemerintah yang secara langsung atau tidak, mengakibatkan pengangguran. Misalnya penutupan Bank-bank bermasalah sehingga menimbulkan PHK.

(11)

2.3 Bagaimana Perkembangan dan Solusi Masalah Pengangguran Di

Indonesia?

1. Perkembangan perekonomian tidak selalu diikuti dengan penurunan jumlah pengangguran. Hal ini terbukti dari jumlah pengangguran di Indonesia cenderung meningkat dari tahun sebelumnya. Inilah yang mendorong Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari jalan untuk mengurangi jumlah pengangguran, salah satunya dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Hasilnya, jumlah pengangguran yang selama ini mengalami peningkatan, beberapa tahun belakang sudah ada penurunan. Menurut data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 6,14 persen, mengalami penurunan dibandingkan TPT Februari 2012 sebesar 6,56 persen. Sebelumnya, BPS mencatat, Jumlah penganggur, pada Februari 2010 mengalami penurunan sekitar 370 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009 lalu, atau turun sekitar 670 ribu orang jika dibandingkan Februari tahun 2010. Turunnya angka pengangguran, serta meningkatnya jumlah tenaga kerja tersebut telah meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,23 persen selama periode satu tahun. Jumlah angkatan tenaga kerja pada semester pertama tahun 2011, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan peningkatan yang cenderung baik.

(12)

dalam membangun perekonomian adalah tepat dan pemerintah harus konsisten dalam pelaksanaannya atau pencapaian prioritas tersebut.

3. Salah satu langkah adalah dengan pengelolaan kekayaan daerah yang pastinya harus melibatkan masyarakat setempat. Selama ini banyak masyarakat di suatu daerah yang kaya akan kekayaan daerahnya namun masyarakatnya lebih memilih bekerja di luar negeri, hal itu terjadi karena kurangnya kerpercayaan dan tidak menjanjikan dari segi penghasilan. Oleh karena itu, berilah kepercayaan dan pengetahuan kepada masyarakat bahwa mereka tidak hanya bekerja sebagai buruh atau seseorang dengan gaji yang tidak menjanjikan. Selama ini para petinggi dari yang mengelola kekayaan negara sudah ditempati para ekspatriat, alhasil pekerja pribumi pun tidak ada kesempatan untuk menapak karir yang lebih tinggi yang pastinya akan berpengaruh pada penghasilan mereka. Jika masyarakat sudah diberikan pengetahuan dalam bidang yang kekayaan daerahnya yang akan diolah, maka tidak hanya pengangguran akan berkurang juga mereka pun tidak akan susah-susah menjadi tenaga kerja di luar negeri, dan yang pasti mereka dapat berkarir dan berkarya di daerahnya dengan gaji yang menjanjikan.

(13)

2.4 penyebab terjadinya pengangguran

1. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlahlapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalamperekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakatakan berkurang sehingga dapat menyebabkan

timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

2. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlahangkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

3. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan

kesejahteraan.Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

4. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan

(14)

2.5 Grafik Pengangguran Di Indonesia

(15)
(16)

2.6 dampak pengangguran

1. Bagi Perekonomian Negara

a. Menurunkan pendapatan perkapita

b. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.

c. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

d. Dapat menambah hutang negara.

2. Bagi masyarakat

a. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.

b. Pengangguran dapat

menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja.

(17)

2.7 cara mengatasi pengangguran

1. Cara Mengatasi Pengangguran Stuktural

Pengangguran structural terjadi karena perubahan struktur ekonomi, misalnya dari agraris ke industri. Untuk mengatasi pengangguran strukrural bisa dilakukan dengan cara-cara berikut ; a) Memindahkan para pengangguran ke tempat yang lebih membutuhkan.

b) Membuka pendidikan dan pelatihan bagi para pengangguran agar dapat mengisi lowongan

pekerjaan yang sedang membutuhkan.

c) Mendirikan industry dan proyek padat karya untuk menampung para penganggur.

2.

Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural (Siklikal)

Pengangguran konjungtural terjadi karena naik turunnya kegiatan perekonomian yang suatu saat mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat yang di ikuti oleh turunnya permintaan terhadap barang dan jasa. Untuk mengatasi pengangguran konjungtural, bisa dilakukam cara-cara berikut ;

a) Mengarahkan masyarakat agar menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa

sehingga permintaan terhadap barang dan jasa meningkat.

b) Menciptakan teknik-teknik pemasaran dan promosi yang menarik agar masyarakat tertarik

membeli barang dan jasa.

3.

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional terjadi karena adanya pekerjaan yang ingin pindah mencari pekerjaan yang lebih baik dan cocok di perusahaan lain. Untuk mengatasi pengangguran ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan sarana informasi lowongan kerja yang cepat, mudah dan murah kepada pencari kerja. Misalnya, dengan menempelkan iklan lowongan kerja di tempat-tempat umum.

4. Cara Mengatasi Pengangguran Musiman.

Pengangguran musiman terjadi karena perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala. Cara yang dilakukan untuk mengatasi pengangguran musiman, antara lain

a) Memberikan latihan keterampilan yang lain seperti menjahit, mengelas, menyablon, dan

membordir. Dengan demikian, mereka dapat bekerja sambil menunggu datangnya musim tertentu.

(18)
(19)

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, banyak sekali terdapat pengangguran di mana-mana. Penyebab pengangguran di Indonesia ialah terdapat pada masalah sumber daya manusia itu sendiri dan tentunya keterbatasan lapangan pekerjaan. Indonesia sendiri menempati urutan ke 133 dalam hal tingkat pengangguran di dunia, semakin rendah peringkatnya maka semakin banyak pula jumlah pengangguran yang terdapat di Negara tersebut. Untuk mengatasi masalah pengangguran ini pemerintah telah membuat suatu program untuk menampung para pengangguran. Selain mengharapkan bantuan dari pemerintah sebaiknya kita secara pribadi juga harus berusaha memperbaiki kualitas sumber daya kita agar tidak menjadi seorang pengangguran dan menjadi beban pemerintah.

3.2. Saran

Dari kesimpulan di atas maka kami dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut : 1. Memperluas lapangan pekerjaan,

2. Menginformasikan lowongan pekerjaan yang ada di sektor lain kepada masyarakat, 3. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja,

4. Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi pada sekolahsekolah,

5. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan,

6. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong,

7. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran, dan 8. Pengembangan transmigrasi untuk menambah lapangan kerja baru di bidang agraris dan

(20)
(21)

DAFTAR PUSTAKA

Pengertian pengangguran secara global (https://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran ).

Sukirno, sadono.2006. “Makro ekonomi teori pengantar Edisi Ketiga”, Jakarta: Rajawali. Perssamuelson, paul A dan William D. Nordhaus.2004. ilmu makro ekonomi. Jakarta: PT.

Media Global Edukasi.

Budiono, Dr. 2002. Ekonomi Makro. Yogyakarta: BPEE

Martha, Nalurita.2009.”Pengangguran akan meningkat”.Harian Jogja, 13 Desember 2009.

perkembangan pengangguran dan kemiskinan di

Referensi

Dokumen terkait

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series dari tahun 2000-2014 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mencakup data

Pada variabel Penanaman Modal Dalam Negeri menunjukan bahwa statistik berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, yang berarti ketika PMDN naik

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah inflasi dan pengangguran Provinsi Jawa Tengah yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) antara tahun 1983-2013 dan

red) terlihat sangat jelas, berdasarkan sen- sus yang dilakukan oleh BPS 2003, sekitar 177 juta penduduk Indonesia beragama Islam, dan sekitar 23 juta penganut 4

Keseimbangan metabolisme tergantung pada pemeliharaan glukosa darah pada konsentrasi yang dekat dengan titik pasang yaitu sekitar 90 mg/100 ml pada manusia

Data yang digunakan adalah data inflasi bulanan untuk bulan Januari 1983 sampai dengan Desember 2013 yang diperoleh pada website resmi Badan Pusat Statistik

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan tabel uji statistik dari variabel tingkat pengangguran terbuka di atas, diketahui bahwa responden N sebanyak 3 yakni dari tahun 2019 sampai

Menurut Badan Pusat Statistik BPS dalam indikator ketanagakerjaan, pengangguran merupakan penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu