0
PSIKOLOGI
PENDIDIKAN
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
2015
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Oleh : Lutfi Koto
A. Pengertian Psikologi Pendidikan
Secara harfiah atau etimologis, psikologi pendidikan berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa dan “logos” yang berarti ilmu. Psikologi pendidikan sebagai bagian integral dari disiplin ilmu psikologi berupaya menggunakan konsep atau pronsip-prinsip psikologis dalam memecahkan masalah dalam dunia pendidikan. Berikut ini pengertian psikologi pendidikan menurut beberapa sumber adalah : berusaha untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologis dalam memecahkan persoalan pendidikan.
B. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
1. Soerjabrata (1974 : 6-13)
2. Menurut Suardian (1988 : 6)
Ada 3 elemen yang menjadi pusat perhatian dalam pendidikan yang juga menjadi pusat perhatian oleh para ahli psikologi pendidikan dan para guru, yaitu : peserta didik, proses belajar, dan situasi belajar.
3. Sumadi Suryobroto ( 1987 )
Menurut Suryobroto (1987) Ruang Lingkup psikologi pendidikan meliputi :
a. Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup, tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan b. Pembawaaan
c. Lingkungan fisik dan psikologis d. Perkembangan siswa
e. Proses – proses tingkah laku f. Hakekat dan ruang lingkup belajar g. Faktor yang mempengaruhi belajar h. Hukum dan teori belajar
i. Pengukuran pendidikan
j. Aspek praktis pengukuran pendidikan k. Transfer belajar
l. Ilmu statistik dasar m. Kesehatan mental
o. Kurikulum pendidikan sekolah
C. Tujuan mempelajari Psikologi Pendiidkan
Menurut Abdul Hadis (2006) Dengan adanya psikologi pendidikan diharapkan :
1. Peserta didik memperoleh keterampilan tertentu seperti keterampilan dalam berbicara, berdiskusi, bergaul, dan berteman.
2. Diharapkan dapat meningkatkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas
3. Adanya perubahan dari aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai hasil dari proses pendidikan.
D. Kompetensi Guru
Standar kompetensi guru diatur dalam Permendikanas No. 16 Tahun 2007 adalah : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut harus terintegrasi dalam kinerja guru.
E. Peranan Guru dalam keseluruhan upaya pendidikan.
Salah satu peranan guru adalah meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi siswa dalam belajar. Motivasi siswa yang tinggi akan didukung oleh suasana belajar yang menyenangkan, sehingga peserta didik merasa senang dan tidak monoton dalam belajar. Menurut Slameto (1988 : 68) proses pembelajaran akan maksimal dan optimal, jika hubungan antara guru dengan peserta didik dan hubungna siswa dengan siswa baik, saling timbal balik dan komunikatif.