• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME PENCEMARAN AIR DAN UDARA.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RESUME PENCEMARAN AIR DAN UDARA.docx"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

RESUME EKOLOGI

PENCEMARAN UDARA DAN AIR

Nama

: Miftahul Jannah

Npm

: 1552010056

Kelas

: Tl-B ‘15

Dosen Pemimbing : Mohamad Mirwan, ST.,MT

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Surabaya

(2)

DAFTAR ISI

BAB I

: PENDAHULUAN

I.

Latar Belakang Masalah...

3

II.

Rumusan Masalah...

3

III.

Tujuan Penulisan...

3

BAB II

: PEMBAHASAN

I.

PENCEMARAN AIR

I.1 Pengertian...

4

I.2 Klasifikasi sumber dan dampak pencemaran ....

4

I.3 Konsep pengendalian Pencemaran air...

11

II.

PENCEMARAN UDARA

I.1 Pengertian...

11

I.2 Klasifikasi sumber dan dampak pencemaran ...

11

I.3 Konsep pengendalian Pencemaran air...

15

BAB III

: KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

(3)

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

Akan tetapi, kali ini penulis akan sedikit memaparkan klasifikasi sumber dan dampak dari pencemaran air dan udara serta beberapa pengendaliannya secara sederhanaoleh karena itu saya menyusun tugas resume ini dengan mengambil tema “Pencemaran Air dan Udara ” agar kita dapat mengetahui dari mana pencemaran itu datang dan bagaimana cara penanggulangannya.

II. Rumusan Masalah

1. Apa saja klasifikasi sumber dan dampak pencemaran yang ada disekitar kita?

2. Bagaimana cara pengendalian secara sederhana untuk pencemaran tersebut?

III. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui Klasifikasi sumber dan dampak pencemaran yang ada disekitar kita terutama pencemaran air dan udara.

2. Untuk mengetahui cara pengendalian pencemaran tersebut secara sederhana.

(4)

PEMBAHASAN

I. PENCEMARAN AIR

I.1 Pengertian

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dan lain-lain juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksinorganik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

I.2 Sumber dan Dampak Pencemaran Air

Banyak penyebab pencemaran air tetapi secara umum dapat dikategorikan sebagai sumber kontaminan langsung dan tidak langsung.

Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA (tempat Pembuangan Akhir Sampah), dan sebagainya. Sumber tidak langsung yaitu kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah, atau atmosfer berupa hujan. Tanah dan air tanah mengandung mengandung sisa dari aktivitas pertanian seperti pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfer juga berasal dari aktivitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.

(5)

Kadar tinggi pathogen akibat dari tidak cukupnya perawatan aliran pembuangan kotoran. Di negara berkembang, kota-kota tua dengan infrastruktur yang aus akan mengalami kebocoran dalam sistem pembuangan kotoran (pipa, pompa, katup) yang dapat menyebabkan terhambatnya aliran bersih.

Selain itu, pencemar air dapat diklasifikasikan sebagai organik, anorganik, radioaktif, dan asam/basa. Saat ini hampir 10 juta zat kimia telah dikenal manusia, dan hampir 100.000 zat kimia telah digunakan secara komersial. Kebanyakan sisa zat kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah. Pestisida, deterjen, PCBs, dan PCPs (polychlorinated phenols), adalah salah satu contohnya. Pestisida digunakan di pertanian, kehutanan dan rumah tangga. PCB, walaupun telah jarang digunakan di alat-alat baru, masih terdapat di alat-alat elektronik lama sebagai insulator, PCP dapat ditemukan sebagai pengawet kayu, dan deterjen digunakan secara luas sebagai zat pembersih di rumah tangga.

Pencemaran air disebabkan oleh aktifitas manusia sehari hari yang dapat mengakibatkan adanya perubahan pada kualitas air tersebut. Pencemaran air ini terjadi di sungai, lautan, danau dan air bawah tanah.

Menurut Wardhana (1995), komponen pencemaran air yang berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian dapat dikelompokkan sebagai bahan buangan:

 PADAT

Yang dimaksud bahan buangan padat adalah adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik yang kasar atau yang halus, misalnya sampah. Buangan tersebut bila dibuang ke air menjadi pencemaran dan akan menimbulkan pelarutan, pengendapan ataupun pembentukan koloidal. Apabila bahan buangan padat tersebut menimbulkan pelarutan, maka kepekatan atau berat jenis air akan naik. Kadang-kadang pelarutan ini disertai pula dengan perubahan warna air. Air yang mengandung larutan pekat dan berwarna gelap akan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air. Sehingga proses fotosintesa tanaman dalam air akan terganggu. Jumlah oksigen terlarut dalam air menjadi berkurang, kehidupan organism dalam air juga terganggu.

 ORGANIK DAN OLAHAN BAHAN MAKANAN

(6)

berkembang pula bakteri pathogen yang berbahaya bagi manusia. Demikian pula untuk buangan olahan bahan makanan yang sebenarnya adalah juga bahan buangan organic yang baunya lebih menyengat. Umumnya buangan olahan makanan mengandung protein dan gugus amin, maka bila didegradasi akan terurai menjadi senyawa yang mudah menguap dan berbau busuk (misal. NH3). unsur logam seperti timbal (Pb), Arsen (As), Cadmium (Cd), air raksa atau merkuri (Hg), Nikel (Ni), Calsium (Ca), Magnesium (Mg) dll. Kandungan ion Mg dan Ca dalam air akan menyebabkan air bersifat sadah. Kesadahan air yang tinggi dapat merugikan karena dapat merusak peralatan yang terbuat dari besi melalui proses pengkaratan (korosi). Juga dapat menimbulkan endapan atau kerak pada peralatan. Apabila ion-ion logam berasal dari logam berat maupun yang bersifat racun seperti Pb, Cd ataupun Hg, maka air yang mengandung ion-ion logam tersebut sangat berbahaya bagi tubuh manusia, air tersebut tidak layak minum.

 CAIRAN MINYAK

(7)

 ZAT KIMIA

Bahan – bahan kimia yang dapat mengganggu

Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi dalam bahan pencemar air ini akan dikelompokkan menjadi :

a. Sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya), No Bahan-bahan

kimia

Keterangan

1. Arsen Bersifat karsinogenik dengan melalui kontak pada makanan

2. Barium Bersifat toxis terhadap hati, aliran darah dan nervous

3. Cadmium Sebagai racun yang akut bagi manusia seperti batu ginjal.

4. Chromium Carsinogenik pada pernapasan 5. Timah hitam Sebagai racun pada pekerja dan ikan 6. Merkuri Sebagai racun pada pekerja dan ikan

7. Nitrat Menyebabkan methemogloinema pada bayi 8. Selenium Menyebabkan keracunan pada anak

9. Silver Menyebabkan penyakit agria

10. Sulfat Menyebabkan laxative

11. Besi Menimbulkan koloid yang berwarna dalam air

(8)

b. Bahan pemberantas hama (insektisida),

c. Zat warna kimia,

d. Zat radioaktif

Adanya bahan buangan zat kimia yang berupa sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya) yang berlebihan di dalam air ditandai dengan timbulnya buih-buih sabun pada permukaan air

Bahan buangan berupa sabun dan deterjen di dalam air lingkungan akan mengganggu karena alasan berikut :

1. Larutan sabun akan menaikkan pH air sehingga dapat mengganggu kehidupan organisme di dalam air. Deterjen yang menggunakan bahan non-Fosfat akan menaikkan pH air sampai sekitar 10,5-11.

2. Bahan antiseptic yang ditambahkan ke dalam sabun/deterjen juga mengganggu kehidupan mikro organisme di dalam air, bahkan dapat mematikan.

Ada sebagian bahan sabun atau deterjen yang tidak dapat dipecah (didegradasi) oleh mikro organisme yang ada di dalam air. Keadaan ini sudah barang tentu akan merugikan lingkungan. Namun akhir-akhir ini mulai banyak digunakan bahan sabun/deterjen yang dapat didegradasi oleh mikroorganisme.

Untuk sungai, pembuangan limbah industri / pabrik telah merusak habitat sungai sepanjang puluhan kilometer.

Limbah industri ini mengandung logam berat, toksin organik, minyak dan zat lainnya yang memiliki efek termal dan juga dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air. Limbah berbahaya ini selain menyebabkan kerusakan bahkan matinya habitat sungai, juga mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai yang menggunakan air sungai tsb untuk keperluan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus).

(9)

bahkan berlendir. Dan bila dipaksakan untuk keperluan MCK akan mengakibatkan penyakit dan gatal gatal pada kulit.

Selain limbah industri, limbah rumah tangga juga memiliki peranan yang besar dalam pencemaran air. Limbah rumah tangga ini terbagi menjadi 2 golongan, yakni limbah organik dan anorganik. Limbah organik adalah limbah yang dapat diuraikan oleh bakteri seperti sisa sayuran, buah dan daun daunan. Sementara limbah anorganik tidak dapat diurai oleh bakteri seperti bekas kaca, karet, plastik, logam, kain, kayu, kulit, dan lain – lain.

Secara umum, Terdapat empat dampak polusi air bagi kehidupan, yaitu :

1. Dampak pencemaran air terhadap kehidupan biota air

Banyaknya zat pada yang larut karena pencemaran air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.

Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air limbah secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah yang sulit terurai. Panas dari industri juga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.

2. Dampak negatif pencemaran air terhadap kualitas air tanah

Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.

Air tanah sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, terutama manusia. Air tanah yang tercemar dapat menimbulkan beberapa akibat, misalnya saja :

(10)

2. Terganggunya kesehatan, karena air yang digunakan tercemar. Penyakit yang umum dirasakan oleh manusia akibat tercemarnya air tanah adalah penyakit kulit maupun terganggunya sistem pencernaan.

3. Ketersediaan air bersih berkurang, sehingga sulitnya mendapatkan air yang dapat digunakan untuk minum, mandi, maupun mencuci.

3. Dampak negatif pencemaran air terhadap kesehatan

Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain : - air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen

- air sebagai sarang insekta penyebar penyakit

- jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri

- air sebagai media untuk hidup vector penyakit

Ada beberapa penyakit yang masuk dalam katagori water-borne diseases, atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air, yang masih banyak terdapat di daerah-daerah. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar bila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air antara lain, bakteri, protozoa dan metazoa.

Tabel : Beberapa Penyakit Bawaan Air dan Agennya

(11)

Metazoa mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika lingkungan.

I.3 Konsep Pengendalian Pencemaran Air

Adapun pengendalian pencemaran yang dapat kita lakukan yakni:

1. Mengurangi/menghilangkan sumber-sumber polusi. 2. Me-recycle bahan buangan.

3. Menggunakan bahan pengganti yang ramah lingkungan. 4. Mengembalikan fungsi utama air ; wetlands

5. Meniru fungsi air sebagai pembersih alami dengan cara mengontrol saluran pengolahan pembuangan, septink tank dll.

II. PENCEMARAN UDARA

II.1 Pengertian

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

(12)

gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.

II.2 Klasifikasi Sumber dan Dampak Pencemaran Udara

1. Sumber Alami

Sumber pencemar udara alamiah merupakan sumber pencemar yang berasal dari proses alam tanpa adanya campur tangan manusia.

a. Akibat Letusan Gunung Berapi

Letusan gunung berapi mengeluarkan beberapa gas yang melimpah diantaranya H2O, CO2, H2S, SO2, CO, HF, dan He. Diantara semua gas tersebut, sulfur dioksida merupakan pencemar udara utama karena selain berpengaruh pada kesehatan, SO2 juga menyebabkan anomali cuaca.

Gas-gas vulkanik yang menimbulkan potensi bahaya besar untuk manusia, hewan, pertanian, dan material adalah belerang dioksida, karbon dioksida, dan hidrogen fluorida. Secara lokal, gas belerang dioksida dapat mengakibatkan hujan asam dan polusi udara di daerah sekitar gunung berapi. Secara global, letusan gunung berapi yang besar dapat menyuntikkan volume sulfur ke stratosfer yang dapat mengakibatkan suhu permukaan yang lebih rendah dan menimbulkan penipisan lapisan ozon bumi.

(13)

b. Akibat Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan merupakan proses yang paling dominan menimbulkan pencemaran udara karena dari pembakaran itulah dapat meningkatkan bahan serupa substrat fisik atau kimia ke dalam udara yang mencapai jumlah tertentu. Ada beberapa bahan polutan dari pembakaran yang dapat mencemari udara yaitu bahan polutan primer, seperti hidrokarbon, CO, karbon dioksida, senyawa sulfur oksida, senyawa nitrogen oksida, dan nitrogen dioksida. Adapun polutan berbentuk partikel adalah asap berupa partikel karbon yang sangat halus bercampur dengan debu hasil dari proses pemecahan suatu bahan.

Partikel yang dihasilkan dari kebakaran akan mengganggu pernafasan dan partikel konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan batuk terus-menerus, berdahak, bersin dan kesulitan bernafas. Dampak asap dari kebakaran hutan berkisar dari iritasi mata dan saluran pernafasan sampai kepada gangguan serius, termasuk berkurangnya fungsi paru-paru, bronchitis, bertambah buruknya asma dan kematian pradini. Selain itu asap kebakaran hutan membuat kelancaran lalu lintas di daerah yang terkena dampak terganggu.

c. Sumber Air Panas

Zat pencemar udara yang dihasilkan antara lain asam sulfide, arsenic dan logam berat lainnya.

d. Gas-Gas Hasil Pencernaan

Gas metana dan gas-gas lain yang dihasilkan melalui pencernaan makanan dari hewan ternak seperti sapi.

e. Samudra, Sungai, dan Muara

(14)

area di sepanjang pesisir, dan mungkin aliran dari hidrat metan di atas permukaan laut.

f. Debu

Angin berdebu yang berasal dari daerah tanpa tumbuh-tumbuhan seperti padang pasir

g. Garam Laut

Hembusan angin dari air laut yang terevaporasi di udara melepaskan natrium klorida serta partikulat lainnya ke udara.

h. Pelepasan Radioaktif

Gas radon dilepaskan ke udara selama pelepasan radioaktif terjadi di permukaan bumi.

i. Tumbuh-Tumbuhan dan Pepohonan

Sumber biogenik seperti pohon cemara dan beberapa jenis tumbuhan lain melepaskan senyawa volatil organik. Sekitar 80% dari keseluruhan emisi senyawa volatil organik berasal dari sumber biogenik.

j. Lahan Gambut

Reaksi dari bakteri yang ada di lahan gambut menghasilkan gas metana dan melepaskannya ke udara. Lahan gambut merupakan sumber emisi gas metana terbesar.

k. Rayap

Rayap merupakan sumber emisi gas metana terbesar kedua, gas metana dihasilkan dari proses pencernaan rayap.

(15)

Petir mengubah nitrogen di udara menjadi nitrogen oksida.

m. Pembukaan Lahan Baru

Merupakan sumber pencemar gas yang diakibatkan oleh reaksi bakteri sehingga melepaskan nitrogen oksida dalam jumlah yang besar.

2. Sumber Antropogenik

Sumber antropogenik merupakan pencemaran udara yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Kebanyakan berasal dari aktivitas transportasi, industri, pembakaran, persampahan, dan lain-lain.

a. Sumber Tidak Bergerak

Merupakan sumber pencemar yang tidak mengalami perubahan posisi selama menghasilkan zat pencemar. Sumber pencemar yang termasuk ke dalam kategori ini yaitu kegiatan industri, pembangkit tenaga listrik, pembakaran insinerator, furnace, dan lain-lain. Sumber tidak bergerak dapat dikategorikan menjadi:

 Sumber Titik

Merujuk kepada sebuah sumber yang berada pada titik yang tetap. Contohnya cerobong asap, atau tangki penyimpanan yang memancarkan zat pencemar udara.

 Sumber Area

(16)

b. Sumber Bergerak

Merupakan sumber pencemar yang mengalami perubahan posisi selama menghasilkan zat pencemar. Sumber pencemar yang termasuk ke dalam kategori ini yaitu mobil, truk, bus, kereta api, kapal laut dan pesawat terbang.

 Debu Zat Kimia dan Partikulat Hasil Kegiatan Pertanian dan

Perkebunan

Kegiatan pertanian dan perkebunan juga turut menyumbangkan emisi gas pencemar di atmosfer sebagai hasil dari reaksi alamiah dari tumbuhan tersebut.

 Suspensi Dari Penggunaan Zat Larutan Kimia

Contohnya yaitu cat, hair spray dan lain-lain. Pengunaan hair spray mengemisikan ozon yang juga berkontribusi sebagai zat pencemar di udara.

 TempatPemrosesan Akhir (TPA) Sampah

Reaksi dari mikroorganisme dan reaksi kimia yang terjadi pada landfill menghasilkan gas metana, karbon dioksida, ammonia, gas sulfida dan gas pencemar lainnya yang diemisikan ke udara.

 Kegiatan Militer

Kegiatan militer juga berdampak dalam terjadinya pencemaran di atmosfer, contohnya adalah penggunaan senjata nuklir, bom, gas beracun, rudal maupun senjata biologis.

II.3 Pengendalian Pencemaran

(17)

pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Di dalam sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar.

Alat-alat pemisah debu bertujuan untuk memisahkan debu dari alirah gas buang. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran, bentuk, komposisi kimia, densitas, daya kohesi, dan sifat higroskopik yang berbeda. Maka dari itu, pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya:

Pemisah Brown

Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0,01 – 0,05 mikron. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas denga jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel.

Penapisan

Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0,1 mikron. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik.

Electrostatic Precipitator (Pengendap elektrostatik)

Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0,2 – 0,5 mikron. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum.

Pengumpul sentrifugal

(18)

terkumpul pada dasar alat. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih.

Pemisah inersia

Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron.

Pengendapan dengan gravitasi

(19)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

III.1 Kesimpulan

Dari berbagai uraian di atas kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Bahwa pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik.

Dampak pencemaran lingkungan khususnya bagi kesehatan manusia yaitu akan berdampak pada tingkat kekebalan tubuh. Semakin banyak pencemaran yang dilakukan, maka kekebalan tubuh manusia yang berada di sekitar daerah pencemaran akan menurun sehingga tidak jarang manusia saat ini sering terkena penyakit seperti penyakit kulit, penyakit kanker, dll.

III.2 Saran

(20)

DAFTAR PUSTAKA

https://3superelektron.wordpress.com/pencemaran-air/

http://irmatriyani.blogspot.com/2015/02/makalah-pencemaran-lingkungan_6.html

http://duniaparapelajar.wordpress.com/tag/pengertian-pencemaran-lingkungan/

http://1004001.blogspot.com/2012/11/macam-macam-pencemaran-lingkungan.html

http://diratiaraprawiro.blogspot.com/2011/05/pengertian-ddt.html

Gambar

Tabel : Beberapa Penyakit Bawaan Air dan Agennya

Referensi

Dokumen terkait

Sumber pencemar tersebut ada limbah domestik dan industry, Yang kedua pada musim kemarau dan penghujan parameter kualitas air limbah yang telah melebihi Baku mutu

Permasalahan yang akan di kaji yaitu; dari ketiga emisi gas pencemar udara (NO,, HC, CO) gas manakah yang paling dominan menyebabkan ISPA pada balita, berapa

Penggunaan kompos sangat bermanfaat untuk mengurangi tingkat cemaran udara yang berasal dari sumber-sumber zat pencemar berupa bahan organik mudah- menguap yang banyak

PADA UMUMNYA LIMBAH YANG DIBUANG OLEH INDUSTRI, BUKAN HANYA MENGANDUNG ZAT YANG BERBAHAYA AKAN TETAPI JUGA MEMPUNYAI SUHU YANG SANGAT PANAS.. INDUSTRI TEKSTIL

Penggunaan kombinasi arang aktif dan zeolit dapat menyerap kontaminan yang terdapat pada deterjen, sehingga dapat mengurangi jumlah limbah cair laundry yang

Salah satu penyumbang logam berat sebagai pencemar ekosistem perairan adalah limbah industry yang secara sengaja maupun tidak sengaja dibuang ke air.. Logam-logam berat dalam

Dari persoalan yang telah dijabarkan diatas, pencemaran air sungai akibat limbah yang dibuang disungai sembarangan bukan hanya masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah saja

Gas karbon monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, karena karbon monoksida adalah gas pencemar beracun, yang dapat