• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perang Dunia I dan Perang Dunia II Penga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perang Dunia I dan Perang Dunia II Penga"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERANG

DUNIA I DAN II

TERHADAP

KEHIDUPAN POLITIK

Disusun Oleh:

Dodi Kurniawan (04)

Gessy Mutiara Prameswari (05) Maria Vanesa Kanita (12)

(2)

Perang Dunia I: Sebab

Umum

Pertentangan Jerman dan Prancis

Pada tahun 1870-1871 terjadi perang antara Jerman dan prancis yang dipicu oleh perebutan hegemoni di daratan Eropa. Prancis dipimpin oleh Napoleon III dan Jerman dipimpin oleh Otto van Bismark. Prancis kalah dan menandatangani Perjanjian Perdamaian Frankfurt 1871 yang berisi:

-> Prancis menyerahkan wilayah Elzas-Lotharingen kepada Jerman.

-> Prancis harus membayar kerugian perang pada Jerman.

(3)

(masih) Sebab Umum

 Pertentangan Jerman dan Inggris

Pertentangan ini disebabkan oleh persaingan industri, perebutan daerah jajahan, dan kekuatan angkatan perang terutama angkatan laut.

 Pertentangan Jerman dan Rusia

(4)

(masih) Sebab Umum

 Pertentangan Rusia dan Austria

Konflik ini dipicu oleh keinginan kedua negara menguasai wilayah Balkan.

Pertentangan anatara negara-negara melahirkan kelompok-kelompok kepentingan yang dikenal dengan system of alliances. Akibat politik ini, Eropa terbagi menjadi dua blok:

 Triple Alliantie, terdiri atas Jerman, Austria,

dan Italia.

 Triple Entente, teridir atas Prancis, Rusia,

dan Inggris.

Kedua kelompok kepentingan itu mengembangkan berbagai persenjataan sebagai strategi memenangkan perang.

(5)

Perang Dunia I: Sebab Khusus

Perang Dunia I secara langsung dipicu oleh pembunuhan putera mahkota Autria, yaitu Franz Ferdinand oleh Princep seorang Serbia.

Pembunuhan itu diawali tentara Autria yang mengadakan latihan perang di Bosnia. Bagi Serbia yang menuntut Bosnia-Herzegovina, latihan tentara seperti ini dianggap sebagai provokasi yang menghalang-halangi terwujudnya Pan Slavisme maupun Serbia Raya.

(6)

Perang Dunia I: Dampak Politik

 Salah satu perubahan di bidang ini adalah

pembubaran kekaisaran yaitu Jerman, Rusia, Austria-Hungaria, Turki, dan

lahirnya negara-negara baru seperti Polandia, Finlandia, Cekoslovakia,

Yugoslavia, Hungaria, Mesir, Irak, Arab, Syria, Lebanon, dan Yordania.

 Perubahan lainnya, yaitu timbulnya

(7)

Dampak Politik di Indonesia

 Perang Dunia I membuat Belanda

menjadi longgar mengendalikan keadaan politik Indonesia.

 Keadaan ini menguntungkan Indonesia

(8)

(masih) Dampak Politik di Indonesia

 Radikalisme ini jelas membuat Belanda khawatir daerah koloninya akan

memerdekakan diri. Terlebih lagi, Perang Dunia I telah membawa pergerseran peta politik di hampir seluruh dunia, terutama setelah dikeluarkannya Doktrin Wilson

(Wilson’s Fourteen Points) yang dalam salah satu pasalnya disebutkan bahwa seluruh

bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri

(9)

(masih) Dampak Politik di Indonesia

 Didasari atas doktrin yang menggema di

seluruh dunia itu, organisasi pergerakan nasional Indonesia mulai menunjukkan sikap radikalnya terhadap pemerintah Hindia Belanda. Misalnya, Indoneische Vereeniging sejak tahun 1922

(10)

(masih) Dampak Politik di Indonesia

 Sepanjang Perang Dunia I, Belanda membuat

keputusan-keputusan politik guna meredam tuntutan Indonesia untuk merdeka.

 Pada kongres Budi Utomo tanggal 5 dan 6

Agustus 1915, telah ditetapkan usulan perlunya dibentuk wajib militer bagi kaum pribumi.

Selanjutnya komite Indie Weebar pada tanggal 23 Juli 1916 telag memutuskan bahwa pembentukan kekuatan militer baik laut maupun darat dari

(11)

(masih) Dampak Politik di

Indonesia

Dwijisoedoyo sebagai wakil Budoyo

Utomo berhasil mengadakan

pendekatan dengan

pemimpin-pemimpin terkemuka Belanda.

Walaupun misi tidak berhasil

meloloskan usulan tentang wajib

(12)

(masih) Dampak Politik di Indonesia

 Pada November 1918 Gubernur Jenderal van

Limburg Stirum mengeluarkan November Befolte

(Janji November). Isinya, pemerintah akan

memberi kewenangan yang besar pada Volksraad dalam bidang politik. Pemerintah juga berjanji

akan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat Hindia Belanda.

 Untuk kepentingan itu dibentuk sebuah komisi

yang berhasil menyelidiki tentang:

 Hubungan antara Indonesia dan Belanda perlu

diatur kembali berdasarkan landasan baru.

 Pusat kekuasaan perlu dipindahkan ke

Indonesia dan Pemerintah Belanda harus mencakup unsur-unsur pribumi.

(13)

(masih) Dampak Politik di Indonesia

Janji yang diberikan Belanda tidak pernah dituntaskan, maka muncul

perlawanan-perlawanan diantaranya:

 Gerakan petani di Surakarta pada 1919

dipimpin Haji Misbach. Gerakan ini didukung oleh E.F.E Douwes Dekker dan Tjipto

Mangunkusumo dari Indische Partij.

 Penembakan terhadap kontroler perkebunan

Belanda di Toli-Toli (Mei 1919).

 Pemberontakan rakyat dan penembakan para

pejabat Belanda di Garut (Juni 1919).

 Pemberontakan PKI di berbagai daerah

(14)

Perang Dunia II: Sebab Umum

 Tiap negara negara memiliki kepentingan

untuk memperluas pengaruh ideologinya ke berbagai negara di dunia.

 Tiap – tiap ideologi tersebut tidak dapat

disatukan sehingga menimbulkan konflik

 Terjadi perlombaan senjata seperti Italia

menyerang Ethiopia (1935)

 Terbentuklah blok – blok negara yang

(15)

Perang Dunia II: Sebab Umum

 Tanggal 27 September 1940, Jepang

menandatangani Pakta Tiga Kekuatan (Tripartite Pact) bersama Jerman dan Italia

 Terbentuk dua blok besar yakni:

- Blok Fasis : Jerman, Italia, dan Jepang - Blok Sekutu terdiri dari:

a. Blok Demokrasi : Perancis, Inggris,

Amerika Serikat, dan Belanda

b. Blok Komunis : Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia,

(16)

Perang Dunia II: Sebab Umum

 Timbul nafsu imperialistis

 Jerman mengumumkan Lebensraum

(Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah.

 Jepang mengumumkan Kemakmuran

Bersama di Asia Timur Raya.

 Inggris, Perancis, AS, dan Rusia

(17)

 Hitler menuntut kota Danzig karena penduduknya

adalah bangsa Jerman.

 Polandia menolak tutuntan tersebut, bahkan

polandia mengadakan perjanjian dgn Inggris,

Perancis, Yunan, dan Rumania untuk menghadapi ancaman jerman tersebut.

 Akibat penolakan tersebut pada 1 September 1939

Jerman melakukan ekspansi militer ke Belanda.

 Terhadap serbuan tersebut agar negara blok

demokrasi mengumumkan perang terhadap Jerman pada 3 Sep. 1939, AS memihak blok demokrasi.

(18)

 Atas putusan politik Jerman, Jepang pun

terikat dengan perjanjian Tripartite, pada 7 Desember 1941, Jepang menyerbu

pangkalan armada pangkalan laut amerika Pearl Harbour.

(19)

Dampak PD II di bidang politik

 Lahirnya negara Superpower, yakni AS dan Rusia.

 Kedua negara melakukan ekspansi ideologi keberbagai wilayah di dunia.

 Terciptanya balance of power dan lahir politik aliansi seperti NATO, NETO, SEATO, yang

dimotori oleh Amerika

(20)

Dampak PD II di bidang politik

 Beberapa konverensi diadakan dan

piagam dispakati seperti Declaration of the United Nations pada 1 Januari 1942

yang diadakan di Washington; Dumbarton Oaks di Washington pada tanggal 7

Oktober 1944 yang isinya membentuk UNO. Yalta Conference di Semenanjung Krim pada tanggal 4 Februari 1945 yang dihadiri oleh Roosevelt, Churcill, dan

Stalin dari Rusia. San Francisco

Conference pada 26 Juni 1945 yang

(21)

Dampak PD II di bidang politik

 Tiga pemerintahan militer yang menduduki

Indonesia pada perang dunia II :

 Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara

Selatan Kedua puluh lima) mencakup wilayah Sumatera dengan pusat di Bukittinggi

 Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara

Keenam Belas) mencakup wilayah Jawa, Madura, dengan pusat di Jakarta

 Pemerintahan militer Angkatan Laut (Armada

(22)

Dampak PD II di bidang

politik

 Prioritas kebijakan umum Pemerintah

Jepang terhadap rakyat Indonesia:

 Menghapuskan pengaruh – pengaruh Barat

dikalangan rakyat pribumi, antara lain: melarang peredaran buku – buku

berbahasa Belanda dan Inggris

 Memobilisasi rakyat demi perang Dai Toa

(23)

Dampak PD II di bidang politik

 Kebijakan-kebijakan Pemerintah Jepang

untuk menjalin kerjasama dengan pemimpin nasional, membentuk :

 Gerakan 3A : Nippon Cahaya Asia, Nippon

Pelindung Asia, Nippon Pemimipin Asia yang dipimpin oleh Mr. Samsudin

 Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) yang dipimpin

oleh Ir. Soekarno

 Jawa Hokokai, didirikan oleh Kumakichi Harada  Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), dipimpin

oleh K.H Mas Mansyur

 Organisasi – organisasi militer bentukan jepang

(24)

 THANK YOU 

“You see, hidden within the

unconscious lies an insatiable

desire for conflict.”

-Professor James Moriarty,

Sherlock Holmes 2: The

Referensi

Dokumen terkait

Negara totaliter Jerman, Italia, dan Jepang yang disebut Blok Poros (Blok AS), dilawan oleh Blok Sekutu yang antara lain terdiri dari Inggris, Perancis, Amerika Serikat,

Perang Dunia II adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara

Senarai berikut merujuk kawasan yang ditakluki oleh Jerman semasa Perang Dunia Kedua.. Bagaimanakah Jerman berjaya mengusai

Setelah Perang Dunia II berakhir, keadaan Eropa sangat kacau dan semakin parah sehingga Eropa tenggelam dalam kesengsaraan dan penderitaan. Amerika Serikat muncul sebagai

Taktik perang gerilya Aceh ditiru oleh Van Heutz, dimana dibentuk pasukan maréchaussée yang dipimpin oleh Hans Christoffel dengan pasukan Colone Macan yang telah mampu

Negara totaliter Jerman, Italia, dan Jepang yang disebut Blok Poros (Blok AS), dilawan oleh Blok Sekutu yang antara lain terdiri dari Inggris, Perancis, Amerika Serikat,

Algoritma kriptografi ADFGVX yang digunakan oleh tentara Jerman pada Perang Dunia I adalah merupakan salah satu algoritma yang paling dikenal dalam sejarah kriptografi