Aplikasi Fungsi Linear Dalam Ekonomi (Bagian 1)
Aplikasi Fungsi Linear Dalam Ekonomi (Bagian 1)
Fungsi permintaan Fungsi penawaran Keseimbangan pasar
Indikator Pencapaian
•
Dapat menghitung keseimbangan
pasar
•
Dapat mengetahuipengaruh pajak
Prinsip-prinsip Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan (Equilibrium)
•
pasar terdiri dari sisi permintaan dan sisi
penawaran
•
analisa permintaan dan penawaran
menggambarkan keseluruhan pasar ekonomi,
kecenderungan dan perubahan-perubahannya
•
analisa permintaan dan penawaran adalah alat
Sisi permintaan pasar
• Sisi permintaan digambarkan dengan kurva
permintaan pasar yang menunjukkan jumlah
komoditi yang ingin dibeli oleh para pembeli pada setiap tingkat harga yang berbeda.
• Penggambaran kurva permintaan mengacu pada
hukum permintaan (the law of demand), yang berlaku untuk hampir semua komoditi.
• Kurva permintaan digambarkan dengan asumsi
bahwa selera, pendapatan, jumlah konsumen dalam pasar, dan harga komoditi yang berkaitan
(substitusi dan komplemen) tidak berubah.
• Setiap perubahan yang terjadi pada faktor-faktor itu
Faktor perubah permintaan
• variabel-variabel selain dari harga juga punya pengaruh terhadap permintaan.
• perubahan ini terjadi pada kurva permintaan berupa perubahan permintaan (change in demand).
• bila posisi kurva berubah ke kanan disebut peningkatan
permintaan (increase in demand), atau sebaliknya, perubahan ke kiri disebut penurunan permintaan (decrease in demand).
• kurva permintaan dapat mengalami pergeseran atau perubahan yang diakibatkan adanya perubahan dari: pendapatan konsumen, harga dari produk terkait
• Pendapatan konsumen menentukan daya beli konsumen,
sehingga perubahannya akan berpengaruh terhadap volume pembelian pada setiap tingkat harga. Pengaruh ini tergantung dari jenis produk, yaitu produk normal atau produk inferior. Pada produk normal, pengaruh pendapatan konsumen adalah peningkatan volume pembelian sehingga kurva akan berubah ke sisi kanan. Sebaliknya, pada produk inferior, peningkatan pendapatan konsumen justru akan menurunkan volume
pembelian sehingga kurva akan berubah ke kiri.
• Harga dari produk terkait yang berubah akan merubah kurva
permintaan. Banyak pasangan produk yang terpikir oleh konsumen, misalnya daging ayam-sapi, mobil-truk, rumah-apartemen. Barang substitusi tidak selalu mempunyai fungsi atau manfaat yang sama. Pada hakekatnya, disebut produk substitusi bila kenaikan harga barang yang satu akan
• Promosi dan iklan (yang berhasil) memberi pengaruh terhadap
kurva permintaan, karena iklan memberikan informasi tentang kehadiran, manfaat, fungsi, harga, dan kualitas dari suatu
produk, sehingga lebih banyak konsumen yang sadar (aware) dan membeli. Iklan yang menarik (pursuasive ads) memberi informasi tentang pilihan selera dan produk yang lebih indah.
• Populasi merupakan gambaran tentang besar dan komposisi
dari pasar konsumen, sehingga perubahan populasi, baik besaran maupun komposisinya, akan merubah kurva
permintaan ke arah kanan (meningkat), misalnya peningkatan porsi usia lanjut akan meningkatkan produk kesehatan.
• Harapan (perkiraan) konsumen juga akan merubah posisi kurva
permintaan, misalnya saat konsumen meyakini harga mobil tahun mendatang akan naik tajam, maka penjualan tahun ini dapat dengan tiba-tiba meningkat. Hal ini terjadi untuk produk-produk yang tahan lama (durable product), dan dilakukan
Faktor perubah penawaran
Variabel-variabel yang mempunyai pengaruh terhadap
penawaran disebut faktor perubah penawaran (supply shifter). Perubahan atau pergeseran kurva ini terjadi akibat adanya
perubahan dari: teknologi, harga sumberdaya/input konstan, jumlah produsen dalam pasar, dan harapan produsen.
• Teknologi dan Peraturan Pemerintah yang berubah sangat
berpengaruh terhadap kurva penawaran pasar. Perubahan yang dapat menurunkan biaya produksi akan meningkatkan volume supply. Sebaliknya, beberapa fenomena yang
mengakibatkan kenaikan biaya produksi akan menurunkan volume supply, dalam hal demikian maka kurva penawaran akan bergeser ke kiri.
• Harga sumberdaya/input yang berubah akan merubah
• Jumlah produsen dalam industri berakibat pada posisi kurva
penawaran. Semakin banyak perusahaan masuk ke dalam industri, maka semakin banyak pula produk yang ditawarkan, halmana akan menggeser kurva penawaran ke kanan.
Semakin banyak produsen yang meninggalkan industri akan menggeser kurva penawaran ke kiri.
• Substitusi pada teknologi produksi yang dilakukan oleh
perusahaan yang beralih ke produk dengan mengadakan perubahan pada proses produksinya, berakibat peningkatan penawaran dan kurva penawaran bergeser ke kiri.
• Perpajakan sangat berpengaruh terhadap daya tarik produksi
oleh produsen sehingga kurva akan berubah ke sisi kanan atau sebaliknya ke kiri.
• Harapan (perkiraan) produsen juga akan merubah posisi kurva
permintaan produk-produk yang tahan lama (durable product), karena menjual hari ini akan lebih baik. Bila produsen
memperkirakan harga jual tahun depan akan lebih tinggi maka produksi tahun ini akan dikurangi atau hasilnya disimpan
Penggunaan Fungsi dalam ekonomi
Analisa keseimbangan pasar
Keseimbangan pasar – Model linear
Asumsi-1: Keseimbangan pasar terjadi jika “ekses demand” = 0 atau (Qd – Qs = 0)
Asumsi-2: Qd = jumlah permintaan adalah fungsi
linear P (harga). Jika harga naik, maka Qd turun.
Asumsi-3: Qs = jumlah penawaran adalah fungsi
linear P. Jika harga naik, maka Qs juga naik, dengan syarat tidak ada jumlah yang
ditawarkan sebelum harga lebih tinggi dari nol.
Keseimbangan Pasar
Harga Keseimbangan adalah harga
dimana baik konsumen maupun
produsen sepakat untuk membeli
dan menjual sejumlah barang yang
sama di pasar.
Pada Harga Keseimbangan seluruh
Kasus lain, keseimbangan dapat dilihat sbb:
Q
s= 4 – p
2dan Q
d
= 4P – 1
Jika tidak ada pembatasan misalnya, berlaku
dalam ekonomi, maka titik potong pada (1, 3),
dan (-5, -21) tetapi karena batasan hanya
pada kuadran I (daerah positip) maka
keseimbangan pada (1, 3)}
•
Latihan
•
Temukan keseimbangan dari Q
ddan
Keseimbangan pasar (lanjutan)
Pada nilai Q dan p berapa terjadi
keseimbang-an permintakeseimbang-an dkeseimbang-an penawarkeseimbang-an dari suatu
komoditi tertentu jika:
Q
d= 16 – P
2,
(Permintaan)
Q
S= 2p
2– 4p (penawaran)
Gambarkan grafiknya
Penjelasan
Pada saat keseimbangan maka Q
d= Q
s16 – p
2= 2p
2– 4p
3p
2– 4p – 16 =
0
Ingat fungsi polinom derajad 2 atau
n = 2 dengan bentuk umum: ax
2+
bx + c
Koefisien a = 3, b = -4, dan c = -16
p = (-b) ± (b
2– 4ac)
1/2= 4 ± (16 + 192)
1/2=
3.1 (+)
Q
d= 16 – p
2= 16 -
(3.1)
2=
6.4
Jadi keseimbangan tercapai pada Jlh
komoditas 6.4 dan harga 3.1. Atau (Q, p) =
(6.4 , 3.1)
Grafik:
Fungsi Permintaan: Q
d= 16 – p
2a. Titik potong dengan sb Q p = 0; Q = 16,
(16,0) b. Titik potong dengan sb p Q = 0; 16
– p
2= 0
(p – 4)(p + 4). p – 4 = 0, p = 4, ttk (0, 4)
p + 4 = 0, p = -4, ttk (0,
-4)
c.Titik maks/min: (Q,p)
Q = (-b/2a) = 0/-2 = 0
p = (b
2– 4ac)/(-4a) = 0 – 4(-1)(16)/(-4)(-1)) =
16
Grafik:
Fungsi penawaran
Q
s= 2p
2– 4p
a.Titik potong dengan sb Q p = 0; Q = 0,
(0,0)
b.Titik potong dengan sb p Q = 0; 2p
2– 4p
= 0
Atau 2p(p – 2) = 0; 2p = 0; p = 0; ttk pot
(0, 0)
(p – 2) = 0; p = 2; ttk pot (
0, 2)
c. Titik maks/min: (Q,p)
Q = (-b/2a) = 4/4 = 1
p = (b
2– 4ac)/(-4a) = (-4)
2– 4(2)(0)/(-4)(2)
= 2
Matematika Ekonomi
Grafik:
Q
p
Q
d6.4 3.
1
4
16
0
2
Qs
Penjelasan ekses suplai dan ekses demand
Qs
Qd
PENGARUH PAJAK
PADA KESEIMBANGANPASAR
Adanya pajak yang dikenakan pemerintah atas penjualan suatu barang akan
menyebabkan produsen menaikkan harga jual barang tersebut sebesar tarif pajak per unit (t), sehingga fungsi penawarannya akan
berubah yang pada akhirnya keseimbangan pasar akan berubah pula.
Keseimbangan Sebelum Pajak (tax)
Pd = Ps
Ceteris paribus (faktor-faktor yang dianggap tetap)
dalam fungsi penawaran adalah teknologi, pajak dan subsidi.
Jika fungsi permintaan dan penawaran akan suatu barang : Qd = 15 - Pd ,dan Qs = 2Ps – 6. Pajak dikenakan
Rp.3,-√ Kesimbangan Sebelum pajak : Qd = Qs , Pd = Ps ;
15 - P = 2P – 6 3P = 21 P = 7, maka Q = 15 -7 = 8, Jadi Equilibrium sebelum pajak pada titik (8 , 7).
Setelah ada pajak, fungsi permintaan tidak berubah,
yaitu : Qd = 15 - Pd dan fungsi penawaran berubah, yaitu
: Qs = 2Ps – 6 menjadi Qst = 2Pst – 6 = 2 (Ps-3) – 6
Qst = 2 (Ps-3) – 6 = 2Ps – 6 – 6 = 2Ps -12
Qd = Qst : 15 – P = 2P – 12 3P = 27 P = 9 Maka Q = 15 – 9 = 6.
Jadi titik keseimbangan pasar yang baru (E2) setelah
dikenakanpajak oleh pemerintah pada (9 , 6)
Pertanyaan nya :
a. Hitung harga dan jumlah keseimbangan sebelum subsidi
b. Hitung harga dan jumlah keseimbangan setelah subsidi
c. Berapa pengeluaran pemerintah untuk subsidi
d. Gambarkan grafiknya Jawab :
a. Keseimbangan pasar (E) sebelum subsidi : Syarat keseimbangan Qd = Qs dan Pd = Ps
10 – P = -6 + 2P 3P = 16 P = 5 1/3 dan Q = 4 2/3 Jadi harga keseimbangan sebelum subsidi : P = Rp.5 1/3 dan jumlah keseimbangan barang sebelum subsidi :Q=4
2/3
b. Keseimbangan pasar (E1) sebelum subsidi :
Syarat keseimbangan Qd = Qs1 dan Pd = Ps1
10 – P = -6 + 2Ps1 10 – P = -6 + 2(P + s)
10 – P = -6 + 2(P + 2) 10 – P = -6 + 2P + 4 3P = 12 P1 = 4 , maka Q1 = 10 - 4 = 6
Rp.4,-dan jumlah keseimbangan barang setelah subsidi :Q = 6 unit
Subsidi yang dinikmati konsumen : P1-P0 = 5 1/3 – 4 = 1 1/3
Subsidi yang dinikmati produsen : s – (P1-P0) = 2-1 1/3= 2/3
c. Pengeluaran Pemerintah untuk subsidi : Q1 x s = 6 x 2 =
Rp.12,-d. Grafiknya :
P S0 = -6 + 2P
10 S1 = -2 + 2P
5 1/3
3 D0=D1 = 10 - P
1
Besar pajak perunit yang ditanggung konsumen
berupa selisih antara harga setelah dikenakan pajak dengan harga sebelum ada pajak. Untuk kasus diatas besar pajak yg ditanggung konsumen sebesar : 9 – 7 = Rp.2,- dan yang ditanggung produsen sebesar : 3 – 2 = Rp.1,-
Pajak Proporsional
adalah pajak yang dikenakan terhadap suatu barang tertentu, yang diperhitungkan sebesar persentase (%) tetap dari hasil penerimaannya, contohnya pajak penjualan disimbolkan dengan “ r ”.
Fungsi penawaran (S) : p = f (q) p1 = f(q) (1+r) = p (1+r)
Kalo pajakperunit: q = f(p) dimana p1=f(q)+t q1 = f(p1 – t)
Contoh :
Ditanya : carilah titik keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak dan gambarkan grafiknya.
Jawab :
a.Titik Equilibrium sebelum pajak, E atau E0 :
D : P = 8 – ½ q, dan S : P = 2 + 2 q, syarat Eq : D = S
8 – ½ q = 2 + 2 q 5/2 q = 6 q = 2,4, maka p = 6,8
Jadi titik equilibrium sebelum pajak : E0 = (2,4 ; 6,8)
b.Titik Equilibrium setelah pajak, Et atau E1 : D : P = 8 – ½ q, dan S1 : P = (2 + 2 q) 6/5, syarat Eq : D = S1
8 – ½ q = 2,4 + 2,4 q 2,9q = 5,6 q = 1,93 maka p = 7,03.
P S1
Pajak yang ditanggung produsen, lihat kenaikan P0
Total Pajak Produsen : 1,93 x Rp.0,17 = Rp.0,3281,- Total Pajak Barang keseluruhan :
TP.Konsumen + TP.Produsen = Rp.0,4439 + Rp.0,3281
Rp.0,772,-Adanya subsidi yang diberikan pemerintah atas penjualan suatu barang akan
menyebabkan produsen menurunkan harga jual barang tersebut sebesar subsidi per
unit (s), sehingga fungsi penawarannya akan berubah yang pada akhirnya
keseimbangan pasar akan berubah pula. Fungsi penawaran setelah subsidi menjadi:
Ps = f(Q) – s Qs = f( P + s )
Keseimbangan
PENGARUH SUBSIDI TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR
Subsidi
Subsidi merupakan kebalikan dari pajak dan meyebabkan harga jual barang menjadi lebih murah karena biaya produksi menjadi lebih ringan. Sehingga keseimbangan pasar setelah subsidi harga menjadi lebih rendah dan kuantitas barang lebih banyak.
Contoh :
Fungsi permintaan dan penawaran barang ditunjukkan oleh persamaan : Qd = 10 – Pd dan Qs = -6 + 2Ps
Pertanyaan nya :
a. Hitung harga dan jumlah keseimbangan sebelum subsidi
b. Hitung harga dan jumlah keseimbangan setelah subsidi
c. Berapa pengeluaran pemerintah untuk subsidi
d. Gambarkan grafiknya Jawab :
a. Keseimbangan pasar (E) sebelum subsidi : Syarat keseimbangan Qd = Qs dan Pd = Ps
10 – P = -6 + 2P 3P = 16 P = 5 1/3 dan Q = 4 2/3 Jadi harga keseimbangan sebelum subsidi : P = Rp.5 1/3 dan jumlah keseimbangan barang sebelum subsidi :Q=4
2/3
b. Keseimbangan pasar (E1) sebelum subsidi :
Syarat keseimbangan Qd = Qs1 dan Pd = Ps1
10 – P = -6 + 2Ps1 10 – P = -6 + 2(P + s)
10 – P = -6 + 2(P + 2) 10 – P = -6 + 2P + 4 3P = 12 P1 = 4 , maka Q1 = 10 - 4 = 6
Rp.4,-dan jumlah keseimbangan barang setelah subsidi :Q = 6 unit
Subsidi yang dinikmati konsumen : P1-P0 = 5 1/3 – 4 = 1 1/3
Subsidi yang dinikmati produsen : s – (P1-P0) = 2-1 1/3= 2/3
c. Pengeluaran Pemerintah untuk subsidi : Q1 x s = 6 x 2 =
Rp.12,-d. Grafiknya :
P S0 = -6 + 2P
10 S1 = -2 + 2P
5 1/3
3 D0=D1 = 10 - P
1
Aplikasi Fungsi Linear Dalam Ekonomi (Bagian 2)
Aplikasi Fungsi Linear Dalam Ekonomi (Bagian 2)
Keseimbangan pasar dua jenis barang
Fungsi konsumsi
Indikator Pencapaian
•
Dapat menghitung keseimbangan
pasar dua jenis barang
•
Dapat menghitung fungsi konsumsi
•
Dapat menganalisa fungsi pulang
KESEIMBANGAN PASAR DUA
MACAM PRODUK
Di pasar terkadang permintaan suatu barang dipengaruhi oleh permintaan barang lain. Ini bisa terjadi pada dua macam produk atau lebih yang berhubungan secara substitusi (produk pengganti) atau secara komplementer (produk pelengkap).
Produk substitusi beras dengan gandum
inyak tanah dengan gas elpiji
Produk komplementer
teh dengan gula
KESEIMBANGAN PASAR DUA
MACAM PRODUK
Dalam pembahasan ini dibatasi interaksi dua macam produk.
Secara matematis fungsi permintaan dan fungsi penawaran produk yang beinteraksi mempunyai dua variabel bebas.
Kedua variabel bebas yang mempengaruhi jumlah yang diminta dan jumlah yang ditawarkan adalah:
(1) harga produk itu sendiri, dan
Notasi fungsi permintaan menjadi:
Qdx = a0 - a1Px + a2Py
Qdy = b0+ b1Px - b2Py
Sedangkan fungsi penawarannya:
Qsx = -m0 + m1Px + m2Py
Qsy = -n0 + n1Px + n2Py
Dimana:
Qdx= Jumlah yang diminta dari produk X
Qdy= Jumlah yang diminta dari produk Y
Qsx= Jumlah yang ditawarkan dari produk X
Qsy= Jumlah yang ditawarkan dari produk Y
Px= Harga produk X
SYARAT KESEIMBANGAN PASAR DICAPAI JIKA:
Q
sx= Q
dxdan Q
sy=
Q
dyContoh :
Diketahui fungsi permintaan dan fungsi penawaran dari dua macam produk yang mempunyai hubungan substitusi sebagai berikut:
Qdx = 5 -2Px + Py Qdy = 6 + Px – Py
Qsx = -5 + 4Px - Py Qsy = -4 - Px + 3Py
dan
-JIKA PENDAPATAN MENINGKAT, KONSUMSI JUGA
MENINGKAT, WALAUPUN JUMLAHNYA LEBIH SEDIKIT. JIKA ∆ Yd = PERUBAHAN KENAIKAN PENDAPATAN
YANG SIAP DIBELANJAKAN DAN ∆C = PERUBAHAN KONSUMSI
MAKA AKAN BERNILAI POSITIF
-DAN KURANG DARI SATU SEHINGGA
-PROPORSI KENAIKAN PENDAPATAN YANG SIAP
DIBELANJAKAN UNTUK KONSUMSI ADALAH KONSTAN. PROPORSI INI DISEBUT SEBAGAI KECENDERUNGAN KONSUMSI MARGINAL (Marginal Propensity To Cosume = Mpc)
BERADSARKA EMPAT ASUMSI DIATAS MAKA
b = Kecenderungan konsumsi marginal
(MPC)
Yd = Pendapatan yang dapat dibelanjakan
BERADSARKA EMPAT ASUMSI DIATAS MAKA
FUNGSI KONSUMSI ADALAH
b = Kecenderungan konsumsi marginal
(MPC)
Yd = Pendapatan yang dapat dibelanjakan
FUNGSI KONSUMSI DAN
JIKA FUNGSI PENDAPATAN Y = C + S
SUBTITUSIKAN PERSAMAAN C = a + bYd SENHINGGA:
Y = (a + bYd ) + S S = Y – (a + bYd ) S = -a + (1-b)Yd
Dimana :
S = Tabungan
a = Tabungan negatif jika pendapatan = nol
(1-b) = Kecenderungan menabung marginal (MPS)
Yd = Pendapatan yang dapat dibelanjakan
Jika Fungsí konsumsi ditunjukan oleh persamaan C = 15 + 0,75 Yd. Pendapatan yang dapat
dibelanjakan (disposable income ) ádalah Rp. 30 miliar
1. Berapa nilai konsumsi agregat, bila pendapatan yang dapat dibelanjakan Rp. 30 miliar?
2. Berapa besar keseimbangan pendapatan Nasional?
3. Gambarkan Fungsi Konsumsi dan Tabungan secara bersama-sama!
Jawab :
a). diketahui Yd = Rp. 30 miliar
BEP adalah kondisi dimana penerimaan total (TR) sama dengan Biaya total (TC),
perusahaan tidak untung dan tidak rugi
TC = FC + VQ
TC = total cost FC = Fixed Cost
VQ = Variable Cost total
TR = P.Q
TR = Total Revenue P = Price
Q = Quantity Product
ANALISIS PULANG POKOK (BEP)
Menghitung BEP dg Q TR=TC
PQ = FC+VQ PQ-VQ = FC Q(P-V) = FC
Q = FC / (P-V)
BEP
Rp
TR=P.Q
TC=FC + VQ
BEP
Qe Q
TR,TC
UNTU NG
RUGI
SOAL
Suatu perusahaan menghasilkan
produknya dengan biaya variabel per unit Rp 4.000 dan harga jualnya per unit Rp 12.000.
Manajemen
Grafik
VC = 4000Q 3
250 0
2 FC = 2jt
TC = 2jt + 4000Q TR= 12000Q
BEP TR, TC
(dlm juta)