• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari penugasannya di Biro Kerja Sama Luar Negeri, ia ditempatkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dari penugasannya di Biro Kerja Sama Luar Negeri, ia ditempatkan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

D

ar penugasannya d Bro Kerja Sama Luar Neger, a dtempatkan sebaga Kepala Pusat Peneltan dan Pengembangan Teknolog Energ dan Ketenagalstrkan (P3TEK). Mesk dengan latar belakang penddkan teknk pertambangan, Supratna harus memmpn orang-orang yang kebanyakan berlatar belakang teknk elektro. “Bayangkan orang tambang, dsuruh memmpn orang-orang elektro,” ujarnya santa.

Dar penugasannya selama 30 tahun d sektor tambang, d antaranya sebaga Kepala Inspektur Tambang, a mendapatkan banyak pengalaman tentang apa yang boleh dan tdak boleh dlakukan pada sektor pertambangan. Segala pengalaman tersebut bermanfaat bag penugasan-penugasan berkutnya. Sambl menebar senyum, Supratna mengsahkan pengalaman menggelkan saat menjad Kepala Pusltbangtek Energ dan Ketenagalstrkan. Sebuah lembaga swadaya masyarakat sedang membangun pembangkt lstrk dar mkro hdro. Rencananya, lstrk yang dhaslkan akan dalrkan ke jarngan PLN secara manual. Orang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut sangat high profile, dan pernah dpanggl menter karena keahlannya. Mengetahu koneks yang

Menjadi Kepala

Pusat P3TEK

(2)

Brokrat Pertambangan Berjwa Wrausaha | Supriatna Suhala

dlakukan secara manual, Supratna member tahu teman-temannya, kalau koneks tu satu saat akan terbakar. Awalnya mereka tdak percaya. Salah seorang temannya bahkan beran bertaruh. “Ayo kta tengok semnggu lag. Kalau tdak terbakar, maka gaj sebulan Bapak buat kam.” Setelah semnggu, mereka kembal ke lokas. Ternyata, koneks tersebut benar terbakar. Menurut Supratna, lstrk koneks PLN secara continue akan on dan off. Kalau sambungan antara lstrk mkro hdro dan jarngan PLN dlakukan secara manual, bsa jad orang yang bertanggung jawab untuk memutus dan menyambung alran tersebut sedang berstrahat. Saat dhdupkan kembal sambungannya, alran lstrk yang ada sudah sangat besar layaknya ar bah. Akbatnya, tdak aneh kalau sambungan tu terbakar.

Secara teknolog, untuk memutus dan menyambung alran lstrk dar pembangkt lstrk berkapastas rendah dan tngg mash pada tahap peneltan yang dlakukan oleh program doktor d negara-negera maju. Salah satunya adalah Jerman. Selan dgunakan untuk menghubungkan lstrk yang dhaslkan mkro hdro ke sstem jarngan PLN, aplkas yang lan adalah pengalran lstrk yang dhaslkan oleh photovoltaic yang dpasang d rumah-rumah penduduk. Pada sang har, photovoltaic akan menghaslkan energ yang lebh besar dar energ lstrk yang dgunakan oleh rumah-rumah tersebut. Maka lstrk dapat djual ke PLN dan dalrkan melalu jarngan PLN. D malam har, saat photovoltaic tdak menghaslkan energ lstrk, maka rumah-rumah tersebut bsa mendapatkan alran lstrk dar jarngan PLN.

Saat tu, teknolog yang bsa dgunakan untuk memutus dan menyambung alran lstrk belum berkembang dengan bak. Menurut hemat Supratna, memutus dan menyambung lstrk harus secara otomots, tdak bsa secara manual. Dar perstwa tersebut, orang-orang d P3TEK yang kebanyakan merupakan lulusan teknk elektro dan fska yang hebat, menaruh hormat kepada Supratna. “Oh, berart Supratna ada lmunya juga soal lstrk. Jad orang mula hormat. Tadnya mereka pkr, ah orang tambang. Ngert apa tentang lstrk!”

(3)

Saat menjad Kepala P3TEK, Supratna mengarahkan para penelt untuk melakukan rset sedehana dan aplkatf. Lebh bak menelt topk bogas, msalnya dar kotoran ternak sap. Agar kotoran gas tersebut dapat menghaslkan gas skala besar, maka kotoran sap dkumpulkan dalam satu septic tank, msalnya melngkup kebutuhan satu RW. Gas yang dhaslkan bsa dgunakan para petan d lngkungan tersebut untuk memasak dan keperluan sehar-har lannya. Salah satu desa d Jawa Barat pernah melakukan percobaan tersebut, dan ternyata berhasl. Untuk membangun nstalas bogas skala mkro, P3TEK bekerja sama dengan Unverstas Wnaya Mukt. Menurut Supratna, tdak terlalu perlu untuk bekerja sama dengan unverstas besar sepert ITB karena teknolog yang dgunakan relatf sederhana. Dar hasl percobaan d Garut tersebut, dketahu jka satu ekor sap dapat menghaslkan gas untuk mencukup kebutuhan dua rumah tangga. Padahal, potens sumber energ bogas tersebut tdak hanya berasal dar kotoran ternak. Enceng gondok dan lmbah pertanan yang mudah ddapat d pedesaan-pedesaan d Indonesa juga bsa menghaslkan bogas. Supratna saat tu bercta-cta

(4)

Brokrat Pertambangan Berjwa Wrausaha | Supriatna Suhala

agar gas yang dhaslkan juga bsa dgunakan untuk penerangan. Ia ngn menghdupkan kembal trads memaka lampu petromaks dengan bahan bakar gas yang dulu basa djumpa d kota-kota besar d Indonesa, bak d Jakarta maupun Surabaya. Mengngat teknolog lampu berbahan bakar gas sudah dgunakan dar zaman dulu, a yakn teknolog tersebut dapat dkuasa dengan bak. Sayang, sebelum mpannya terwujud, Supratna keburu dpndah tugas lag dar possnya selaku Kepala P3TEK.

Menurut Supratna, untuk menghaslkan energ bogas dalam skala kecl, sebenarnya tnggal mempabrkas peralatan-peralatan yang menunjang mengngat teknolog yang dgunakan relatf sederhana. Peralatan-peralatan tersebut juga dapat djual dengan harga murah. Sekranya perlu, pemerntah kut andl. “Kalau perlu dberkan subsd. Jangan subsd dberkan kepada BBM sepert sekarang n,” ungkapnya prhatn.

Agar program tersebut dapat memberkan efek yang nyata, maka peralatan-peralatan penunjang harus bsa dproduks secara massal. Menurutnya, teknolog bogas untuk penerangan dan memasak tdak perlu canggh. Lebh bak teknolog sederhana asalkan tepat guna. “Sebenarnya tdak selalu paka tangk. Bsa memaka plastk yang tebal, tahan sampa delapan tahun. Asalkan klepnya kuat untuk menahan gasnya agar tdak keluar. Itu kan bsa dproduks d dalam neger. Jad bukan hal yang canggh. Tdak perlu dmpor semuanya.” Tentunya untuk tahap awal tdak perlu dbuat secara massal dulu. Pemerntah melalu lembaga peneltan dapat melakukan pilot project terlebh dahulu. “Berkan contoh satu buah terlebh dahulu. Nantnya seluruh desa yang memlk peternakan sepert desa Tanjung Sar, Ckajang, Clawu, Cwdey, Pangalengan bsa dkembangkan ke arah stu. Jad kta berkontrbus sedkt-sedkt.” Lebh lanjut, menurut Supratna, sosalsas terhadap teknolog tersebut juga perlu dlakukan agar masyarakat dapat menermanya. Ia juga mengarahkan penelt P3TEK untuk mengembangkan mkro hdro d Subang dan d Garut dengan kapstas 250 rbu Watt. Ar yang dgunakan untuk memutar turbn ddapat dar saluran-saluran rgas. Sebagan hasl lstrknya dalrkan kepada penduduk sektar dan sebagan lag djual ke PLN. Ia lalu membayangkan, teknolog mkro hdro n dapat dterapkan

(5)

Energ yang dambl dar sampah untuk menghaslkan lstrk juga menjad perhatan P3TEK. Ia menyorot kebjakan Pemerntah Kotamadya Bandung yang menurutnya kurang tepat, yakn menempatkan pembuangan sampah d daerah Gede Bage.

Seharusnya lokas pembuangan sampah berada d daerah yang terletak jauh dar Bandung, d mana lokas PLT Sampah akan dbangun. Sarannya, sampah tersebut sebaknya dcampur dengan batubara sehngga energ yang dhaslkan akan lebh besar lag. Lebh lanjut, a member komentar tentang Pemda DKI Jakarta yang sampa sekarang belum mampu membangun PLT Sampah, sekalpun mereka menghadap pemasalahan sampah dan krss jumlah alran lstrk. Harusnya, pembangunan PLT Sampah dapat dgunakan untuk mengatas kedua masalah tersebut. Salah satu kendala yang dhadap adalah karena Pemda DKI memnta fee/royalt dar pengelolaan sampah menjad tenaga lstrk tersebut. Bag Supratna, logka tersebut betul-betul aneh. Ketka ada phak yang akan membantu mereka mengatas masalah sampah, malah dmnta membayar royalt. Ternyata hal semacam n tdak hanya terjad dengan Pemda DKI Jakarta, tetap juga dengan pemda-pemda lan d Indonesa.

Bag Supratna, salah satu permasalahan utama tdak berkembangnya pemanfaatan energ terbarukan d Indonesa adalah karena lemahnya dukungan dar pemerntah. “Sebetulnya masalah energ baru dan terbarukan tu karena kebjakan pemerntah dan undang-undang yang ada kurang mendukung.” Sebaga contoh, saat n harga sel photovoltaic sangat mahal karena sel tersebut harus dmpor. Sekranya pemerntah mendukung perkembangan energ baru dan terbarukan, tentunya pemerntah harus serus berperan dalam membangun ndustr photo-voltaic d Indonesa. Dukungan dar pemerntah bsa berupa pembebasan

Salah satu permasalahan utama tidak berkembangnya pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia adalah karena lemahnya dukungan dari pemerintah.

(6)

Brokrat Pertambangan Berjwa Wrausaha | Supriatna Suhala

pajak dan baya masuk kepada sapa saja yang mempunya komtmen untuk membangun ndustr tersebut d Indonesa. Harapannya, tenaga kerjanya merupakan orang Indonesa. Dengan berkembangnya ndustr photovoltaic d dalam neger, bukan mustahl suatu saat nant Indonesa bsa menjad negara pengekspor sel photovoltaic. Untuk mencapa tu, dbutuhkan Presden yang smart dalam melhat kepentngan negara jangka panjang, serta Menter Keuangan yang tdak hanya berorentas jangka pendek untuk menngkatkan pendapatan negara. Menter Keuangan harus mempertmbangkan pentngnya bernvestas untuk hasl jangka panjang.

Energ baru dan terbarukan, msalnya yang bersumber dar tenaga surya dan angn cenderung tdak stabl dan sangat tergantung pada konds cuaca alam. D Indonesa tenaga angn basanya memberkan supla yang bagus sebatas untuk empat sampa lma jam saja. Untuk energ dar panas matahar, basanya hanya memberkan supla dalam waktu enam sampa sepuluh jam mengngat matahar akan tenggelam setelah rentang waktu tersebut. Mengngat masyarakat membutuhkan energ lstrk selama 24 jam, maka Supratna berpendapat perlu dkembangkan teknolog hybrid yang bsa memadukan energ lstrk dar berbaga sumber energ. Ke depan juga perlu dupayakan agar energ baru dan terbarukan dapat dsmpan atau dkonvers terlebh dahulu ke dalam bentuk energ yang lan. Dengan demkan, pemanfaatan energ baru dan terbarukan tersebut akan lebh optmal. “Peneltan d P3TEK tu menark,” ujar Supratna dengan wajah berser.

Keterbatasan Kemampuan Sumber Daya Manusia

P3TEK

Supratna adalah Kepala P3TEK yang ketga. Saat lembaga tersebut baru ddrkan, P3TEK belum mempunya penelt yang memada jumlahnya. Alhasl, pada saat pertemuan dengan Sekretars Jenderal Departemen Pertambangan dan Energ (Deptamben), a menyarankan agar peneltan-peneltan yang seharusnya dlakukan oleh P3TEK dkontrakkan saja

(7)

melaksanakan peneltan d P3TEK dengan sumber daya manusa yang ada saat tu. Bagamana mungkn dsedakan dana peneltan yang cukup, tetap orang-orang yang dterma d P3TEK mempunya kemampuan yang sangat mnm. Hal n karena Indeks Presentas Kumulatf (IPK) dar pegawa-pegawa yang dterma sebaga penelt hanya pada ksaran 2,1 sampa 2,7 saja. Dalam pertemuan tersebut, Supratna menyampakan, seharusnya IPK pegawa yang dterma menjad penelt berksar pada angka 3,0 hngga 3,5. Supratna pun mensnyalr adanya praktk ttpan dar berbaga phak yang mempunya kekuasaan poltk d neger n hngga calon penelt ber-IPK rendah bsa dterma d P3TEK. “Tdak mau saya gn. Kalau begn semuanya, terus-terusan menjad tempat buangan. Apa yang bsa dhaslkan?” krtknya pedas.

(8)

Referensi

Dokumen terkait