• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR PEREKAMAN DAN PENGOLAHAN DATA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "TUGAS AKHIR PEREKAMAN DAN PENGOLAHAN DATA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

i

TUGAS AKHIR

PEREKAMAN DAN PENGOLAHAN DATA

SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Program Studi Teknik Elektro

Oleh :

Teo Christianto

NIM : 075114003

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

ii

RECORDING AND DATA PROCESSING OF VISIBLE

SPECTROPHOTOMETRY

Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the SARJANA TEKNIK Degree

in Electrical Engineering Study Program

By :

Teo Christianto

NIM : 075114003

ELECTRICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM

SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

(3)

iii

TUGAS AKHIR

PEREKAMAN DAN PENGOLAHAN DATA

SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

(RECORDING AND DATA PROCESSING OF VISIBLE

SPECTROPHOTOMETRY)

Oleh :

TEO CHRISTIANTO NIM : 075114003

Disetujui oleh :

Pembimbing I

(4)
(5)

v

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 31 Mei 2012

Penulis

(6)

vi

MAKE EVERYTHING HAPPENS

because

Kupersembahkan karya ini buat :

I Always LOVE You All

Tuhan Yesus Kristus yang selalu menjadi inspirasiku

Papa, Mama dan Nana tercinta yang selalu mendukungku

(7)

vii

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

Nama : Teo Christianto

Nomor Mahasiswa : 075114003

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

PEREKAMAN DAN PENGOLAHAN DATA

SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan

data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau

media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya

maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya

sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal : 31 Mei 2012

Yang menyatakan

(8)

viii

Banyak parameter yang dapat diukur dari suatu senyawa. Salah satu parameter yang dapat diukur adalah nilai konsentrasi zatnya. Diperlukan sebuah instrumen yang dapat mengukur konsentrasi suatu zat, seperti spektrofotometri. Dalam perkembangannya instrumen ini masih dioperasikan secara manual sehingga pengukurannya berlangsung lama. Untuk itu peneliti perlu memiliki suatu sistem otomatis untuk spektrofotometri yang digunakan. Pengendalian otomatis dari PC melalui Visual Basic memampukan spektrofotometri dapat mengukur lima konsentrasi senyawa secara otomatis. Diperlukan komunikasi serial dari PC ke mirkokontroler agar pengontrolan ini dapat berjalan.

Pengendalian spektrofotometri terdiri dari pengendalian kuvet dan monokromator. Data hasil scanning akan dikirim secara serial ke PC. Data-data tersebut akan direkam dan diolah pada PC. Melalui software Visual Basic data akan disimpan dan diolah menjadi data olahan yang diinginkan serta data olahan tersebut juga ditampilkan dalam bentuk grafik pada PC. Semua data diolah dengan menggunakan perhitungan matematis salah satunya adalah regresi linear.

Pengontrolan spektrofotometri secara otomatis berhasil dibuat dan dapat bekerja dengan baik. Sistem otomatisnya dapat dijalankan bertahap sesuai dengan perancangan. PC juga sudah dapat mengolah dan menampilkan data-data yang diinginkan dengan baik.

(9)

ix

Many parameters can be measured from a compound. One parameter that can be measured is the value of the concentration of substance. Needed an instrument that can measure the concentration of a substance, such as spectrophotometry. In the development of this instrument is still manually operated so that the measurement needed a long time. For that researchers need to have an automate system used for spectrophotometry. Automatic control from a PC via the Visual Basic enables spectrophotometry to measure the five concentrations of compounds automatically. Required serial communication from PC to Mikrokontroler so that this control can be run.

Controls consisted of spectrophotometric cuvette and monochromator control. Scanning the data is sent serially to the PC. These data will be recorded and processed on a PC. Through the software Visual Basic data will be stored and processed into the desired processed data and processed data is also displayed in graphical form on a PC. All data is processed using on of which is a mathematical calculation of linear regression.

Control spectrophotometry successfully created automatically and can work well. Automatic system can be implementation in according with the design. PC also can process and display the desired data well.

(10)

x

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

rahmat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang

berjudul “Perekaman dan Pengolahan Data Spektrofotometri Visible”

Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Teknik Elektro di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata

Dharma sekaligus sebagai upaya untuk memperdalam dan memperkaya wawasan

berpikir serta menambah wacana di bidang elektronika khususnya sains dan

teknologi pada umumnya.

Pembuatan tugas akhir ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan

berbagai pihak, untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Kedua orang tua yang tercinta atas doa dan materi yang telah diberikan

2. Bernadeta Wuri Harini, S.T., M,T. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro

dan dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, masukan,

waktu dan perhatiannya selama penyusunan tugas akhir ini

3. Segenap dosen dan laboran Teknik Elektro Universitas Sanata Dharma

4. Segenap karyawan sekretariat Fakultas Sains dan Teknologi

5. Teman-teman TE angkatan 2007 atas dukungannya

6. Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu

sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

Penulis dengan penuh kesadaran memahami dalam pembuatan tugas akhir

ini masih banyak terdapat kekurangannya. Oleh karenanya sumbang saran yang

bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan. Akhirnya penulis berharap

semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya dan dunia

elektronika umumnya.

Yogyakarta, 31 Mei 2012

Penulis

(11)

xi

Halaman

HALAMAN JUDUL DALAM BAHASA INDONESIA... i

HALAMAN JUDUL DALAM BAHASA INGGRIS ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

INTISARI... viii

ABSTRAK... ix

KATA PENGANTAR... x

DAFTAR ISI... xi

DAFTAR GAMBAR... xiv

DAFTAR TABEL ... xvi

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Tujuan dan Manfaat ... 2

1.3 Batasan Masalah... 2

1.4 Metodologi Penelitian ... 3

1.5 Sistematika Penulisan... 4

BAB II DASAR TEORI... 5

2.1.Visual Basic... 5

2.2.Komunikasi Serial RS 232 ... 6

2.3.Mikrokontroler ATMega 8535... 8

2.3.1 Arsitektur dan Konfigurasi Pin ATMega 8535 ... 8

2.3.2 Fitur-fitur ATMega8535... 9

2.4. Regresi Linear ... 10

(12)

xii

BAB III PERANCANGAN... 13

3.1 Cara kerja SpektrotofometriVisible... 13

3.2 Blok Diagram Sistem... 14

3.3 Cara Kerja SistemSoftware ... 15

3.3.1 Sistem Penerimaan data... 15

3.3.2 Sistem Pengolahan data ... 16

3.3.3 Sistem Penyimpanan data... 17

3.3.4 Sistem PengontrolanHardware ... 17

3.4 Perancangan Sistem ... 17

3.4.1 PerancanganLayoutpadaVisual Basic... 17

3.4.2 Perancangan Main Sistem padaVisual Basic... 20

3.4.3 Perancangan Sistem Pengolahan data ... 21

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 24

4.1 Hasil Perancangan dan TampilanSoftware... 24

4.2 Hasil Perancangan Sistem Mikrokontroler ... 26

4.3 Cara Kerja Pengukuran ... 27

4.4 Pengujian Software ... 28

4.4.1 PengujianFormPemilihan ... 29

4.4.2 PengujianFormPengontrolan... 31

4.4.3 PengujianFormPerekaman ... 31

4.5 Pengujian Komunikasi Serial RS 23228... 31

4.6 Pengujian Sistem Pengendalian... .. 32

4.7 Pengujian Program Mikrokontroler ... 33

4.8 Pengujian Sistem Penerimaan data ... 33

4.8.1 Pengujian Indikator Penerimaan Data ... 34

4.8.2 Pengujian Sistem Perekaman Data ... 41

4.8.3 Pengujian Sistem Pengolahan Data ... 43

4.9 Pengujian Sampel Larutan... 45

(13)

xiii

5.2. Saran ... 53

(14)

xiv

Halaman

GAMBAR 1.1 Blok Model Perancangan ... 3

GAMBAR 2.1 Konektor DB9 ... 7

GAMBAR 2.2 Konfigurasi pin ATMega 8535... 8

GAMBAR 3.1 Blok diagram Sistem... 14

GAMBAR 3.2 Tampilan awal... 18

GAMBAR 3.3 formPengontrolan... 19

GAMBAR 3.4 formPerekaman ... 19

GAMBAR 3.5 Sistem utama pengolahan dan penyimpanan data... 20

GAMBAR 3.6 Komunikasi antaravisual basicdengan mikrokontroler... 21

GAMBAR 3.7 Sistem perekaman dan pengolahan dataVisual Basic... 22

GAMBAR 4.1 FormPemilihan... 24

GAMBAR 4.2 FormPengontrolan ... 25

GAMBAR 4.3 FormPerekaman ... 25

GAMBAR 4.4 Tampilan untuk Pemilihan ... 26

GAMBAR 4.5 Pengujiansoftwaredengan data asli ... 30

GAMBAR 4.6 Pengujian komunikasi dari Mikrokontroler ke PC ... 32

GAMBAR 4.7 Tampilan awalformPengontrolan ... 32

GAMBAR 4.8 Sinyal pengukuran lambda maksimal KmnO4... 35

GAMBAR 4.9 Sinyal pengukuran lambda maksimal K2Cr2O7... 36

GAMBAR 4.10 Sinyal pengukuran sampel senyawa KmnO4... 37

(15)

xv

GAMBAR 4.13 Sinyal selesai untuk pengiriman data ... 40

GAMBAR 4.14 Data awal padaVisual Basic... 41

GAMBAR 4.15 Tampilan data perekaman... 42

(16)

xvi

Halaman

Tabel 2.1 Konfigurasi kabel RS 232 ... 7

Tabel 4.1 Hasil perbandingan sampel senyawa... 30

Tabel 4.2 Hasil pengukuran data kuvet kosong ... 44

Tabel 4.3 Pengukuran sampel senyawa 1 lambda maksimal 1 ... 44

Tabel 4.4 Hasil pengukuran sampel senyawa 1 lambda maksimal 2 ... 45

Tabel 4.5 Hasil pengukuran sampel senyawa 2 lambda maksimal 1 ... 45

Tabel 4.6 Hasil pengukuran sampel senyawa 2 lambda maksimal 2 ... 45

Tabel 4.7 Hasil pengukuran sampel larutan lambda maksimal 1... 46

Tabel 4.8 Hasil pengukuran sampel larutan lambda maksimal 2... 46

Tabel 4.9 Nilai konsentrasi senyawa (perekaman)... 51

Tabel 4.10 Nilai konsentrasi senyawa (manual) ... 53

(17)

1

PENDAHULUAN

.

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini teknologi banyak diminati masyarakat luas. Tidak dapat

dipungkiri lagi bahwa setiap individu diberikan waktu yang sama tetapi memiliki

waktu kerja yang berbeda-beda. Suatu penelitian dalam bidang pengembangan

tekonologi sangatlah berguna bagi kehidupan manusia di masa mendatang

terutama melihat manfaatnya dari segi keefektifan waktu. Teknologi tentunya

berkaitan erat dengan otomatisasi. Otomatisasi merupakan proses pengotomatisan

yang dapat dilakukan untuk menggerakkan suatu benda atau alat. Dengan kata

lain benda maupun alat tersebut digerakkan tanpa harus menggunakan tenaga

manusia.

Mengacu dari penelitian sebelumnya yang membahas tentang

spektrofotometrivisible, alat ini dapat mengukur jumlah serapan suatu zat dengan

menggunakan sinar visible sebagai sumber cahaya, tentunya hal ini dapat

dikatakan merupakan suatu penemuan dalam bidang teknik elektro yang visioner.

Alat ini dapat juga disebut dengan istilah spektroskop yang dilengkapi dengan

skala terkalibrasi sehingga panjang gelombang dapat dibaca atau dihitung.

Beberapa detektor fotoelektrik dapat digunakan, dan spektrum dapat diperoleh

sebagai alat grafis, yang menunjukkan bagaimana intensitas radiasi beragam

menurut panjang gelombangnya[1]. Namun perangkat ini hanya dapat

dioperasikan secara manual. Dari sinilah penulis berniat mengembangkan

penelitian ini agar menjadi lebih baik lagi.

Fokus pada penelitian ini adalah perancangan sistem pengendalian

otomatis, pengolahan data, serta penambahan mode pemilihan pengendaliannya

yang dapat dioperasikan dalam modeotomatis dan mode manual. Bila dipandang

dari segi keefektifan, dibanding dengan alat sebelumnya, alat ini dapat mengolah

data secara digital pada komputer, mengatur pergerakan sumber cahaya,

monokromator, dan kuvet secara otomatis.Pada akhirnya informasi yang

(18)

sebelumnya, yang pertama adalah pengontrolan secara otomatis. Semua perangkat

yang terdapat pada alat ini dapat dikontrol melalui satu sumber, sehingga dalam

penggunaannya lebihuser friendly. Yang kedua adalah pengolahan data. Dimana

data dari sampel-sampel yang digunakan, dapat diolah dengan baik melalui

penerapan rumus matematika diantaranya dengan menggunakan regresi linear.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah

alat yang berfungsi untuk melakukan proses perekaman dan pengolahan data

secara akurat dengan spektrofotometri Visible. Manfaat dari penelitian ini

tentunya membantu rekan-rekan pengguna dalam mempermudah pengoperasian

spektrofotometri secara otomatis dengan penggunaan waktu yang lebih efisien.

1.3 Batasan Masalah

Secara menyeluruh penelitian ini dibatasi pada :

1. Dalam pengolahan datanya, sistem ini mengadopsi software Visual

Basic yang lebih spesifik juga digunakan untuk membuat tampilan

grafik dari data-data yang telah diproses.

2. Menggunakan memori pada Visual Basic sebagai penyimpanan

datanya.

3. Komunikasi data antara PC dengan mikrokontroler menggunakan

kabel serial RS 232.

4. Sistem komunikasi antara PC dengan mikrokontroler menerapkan

prinsiphalf duplex.

5. Sistem pada Visual Basic dapat menampilkan pengukuran 2 senyawa

(19)

Tahap-tahap dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Pengumpulan referensi dan literatur dari buku-buku pemrograman dan

pengolahan data, serta referensi dariinternet tentang komunikasi

data.Tahap ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mempelajari software

danhardwareyang akan digunakan.

2. Studi kasus terhadap alat yang telah dibuat sebelumnya. Tahap ini

dilakukan guna memahami prinsip kerja dari alat sebelumnya.

3. Perancangan dan pembuatan alat yang terencana meliputi perancangan

hardware dan software. Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang telah ada sebelumnya dengan mempertimbangkan

faktor-faktor yang dibutuhkan.

Main System

Gambar 1.1 Blok Model Perancangan

Keterangan :

a. = arah pancaran cahaya

b. = pengendalian otomatis

c. = komunikasi serial Sumber Cahaya

Polikromatis (Visible)

Monokromator MolekulPenyerap Cahaya

Sensor Visible

Mikrokontroler

PC

LCD

(20)

kinerja alat yang telah dibuat secara menyeluruh. Pengujian sistem

dilakukan dengan pengoperasian sistem komunikasi antar PC dengan

Mikrokontrroler sedangkan pengambilan data dilakukan dengan melihat

tampilan pada PC yang pada awalnya telah diolah menggunakan software

yang digunakan.

5. Analisa dan penyimpulan hasil percobaan. Tahap ini bertujuan untuk

mengecek keakuratan suatu data pada proses komunikasi data, dan

kepresisian dari data yang telah diproses secara digital. Penyimpulan hasil

percobaan dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan galat serta

keefektifan waktu selama proses operasinya.

1.5

Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, tujuan dan manfaat

penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian serta

sistematika penulisan.

BAB II DASAR TEORI

Bab ini berisi dasar teori yang berkaitan dengan mikrokontroler,

LCD grafik, dan dasar teori lainnya.

BAB III PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang perancangan hardware dan perancangan

softwaredalam perancangan tugas akhir ini.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi hasil pengamatan dan pembahasan dari pengujian

yang telah dilakukan.

BAB V PENUTUP

(21)

5

BAB II

DASAR TEORI

2.1

Visual Basic [2]

Bila dilihat dari dasar kataVisual Basic, maka Kata“Visual”merujuk kepada metode yang digunakan untuk membuat sistem antar muka yang bersifat grafis yang biasa disebut Graphical User Interface (GUI). Hal ini dapat berarti GUI berbasis pada objek. User dapat dengan mudah menambahkan objek yang akan digunakan pada layar.Sedangkan kata Basic merujuk kepada bahasa BASIC (Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code), sebuah bahasa pemrograman yang biasa digunakan oleh banyak programmer dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.

Kini bahasa pemrograman Visual Basictidaklah hanya identik dengan Visual Basic saja. Sistem pemrograman Visual Basic dalam bentuk aplikasi, telah dimasukkan kedalam Microsoft Excel, Microsoft Access, dan banyak aplikasi

Windowslainnya yang juga menggunakan bahasa yang sama. Visual Basic Scripting Edition(VBScript) adalah sebuah bahasa skrip yang umum digunakan dan merupakan bagian dari bahasaVisual Basic.

Dalam pemrograman berbasis objek, sebuah program dibagi menjadi bagian-bagian kecil yang disebut objek. Objek tersebut dapat diolah masing-masing. Setiap objek memiliki sekumpulan sifat dan metode yang melakukan fungsi tertentu seusai yang telah diprogramkan kepadanya.

Pada prinsipnya sebuah objek mengandung tiga hal utama :

1. Properti atau Atribut

(22)

2. Metode

Merupakan prosedur yang dimilki oleh suatu objek yang akan dijalankan sesuai dengan respon yang diberikan oleh suatu perintah atau kejadian.

3. Event

Merupakan sesuatu kejadian yang dapat dialami oleh sebuah objek.

2.2

Komunikasi serial RS 232 [3]

Sistem transmisi sinyal RS 232 merupakan sistem point to point communication. Syarat sinyal RS 232 dapat berfungsi dengan baika dalah dengan hubungan ke ground antara PC dengan device yang digunakan dalam komunikasi (common ground). Jarak maksimal komunikasi sangat terbatas dari seratus hingga dua ratus kaki untuk komunikasi data secara asinkron dan hanya lima puluh kaki untuk komunikasi sinkron. Kecepatan transfer data RS 232 cukup rendah, kecepatan maksimal hanya 19200 bits / detik. Singkatnya, RS 232 hanya untuk komunikasi area lokal dan hanya untuk satu driver dan satu receiver. RS 232 pada PC

mempunyai dua buah jenis konektor yaitu konektor dengan dua puluh lima pin (DB25) dan konektor dengan sembilan pin (seperti gambar 2.1). Pada dasarnya hanya tiga pin yang terpakai yaitu pin kirim, pin terima, dan ground.

(23)

Gambar 2.1 Konektor DB9

Pada komunikasi data serial pada yang dikirim pada dasarnya adalah tegangan dan kemudian dibaca dalam bit. Untuk bit dengan logika 1 besar level tegangannya adalah antara +3 volt sampai +25 volt.Sedangkan bit dengan logika 0 besar level tegangannya adalah antara -3 volt sampai -25 volt.

Konfigurasi pin untuk kabel serial RS 232 dapat terlihat seperti tabel 2.1.

Tabel 2.1.konfigurasi kabel RS 232

Pin Number

Signal Name

Direction Description

1 DCD In Data Carrier Detect / Receiver Line Signal Detect

2 RXD In Receiver Data

3 TXD Out Transmitter Data 4 DTR Out Data Terminal Ready

5 GND - Ground

6 DSR In Data Set Ready 7 RTS Out Request To Send

8 CTS In Clear To Send

(24)

2.3

Mikrokontroler ATMega 8535 [4]

2.3.1 Arsitektur dan Konfigurasi Pin ATMega 8535

Mikrokontroler ATMega 8535 adalah mikrokontroler berjenis RISC delapan bit dengan delapan kilobyte flash memori,high performancedan low power. Piranti dapat diprogram secarain-system programming(ISP) dan dapat diprogram berulang-ulang selama 10.000 kali baca / tulis didalam sistem. Gambar 2.2 menunjukkkan konfigurasi pin dan blok diagram ATMega 8535.

Gambar 2.2 Konfigurasi pin ATMega 8535

Konfigurasi pin ATMega 8535 dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. VCC merupakan kaki masukan catu daya positif.

2. GND merupakan kaki masukan catu daya negatif (ground). 3. AVCC merupakan kaki masukan tegangan untuk ADC.

4. AREF merupakan kaki masukan tegangan untuk referensi ADC. 5. XTAL 1 dan XTAL 2 merupakan kaki masukan untuk kristal luar. 6. RESET merupakan kaki untuk me-resetmikrokontroler.

7. PORT A merupakan kaki saluran I/O dua arah dan kaki masukan ADC. 8. PORT B merupakan kaki saluran I/O dua arah dengan fungsi khusus seperti

(25)

9. PORT C merupakan kaki saluran I/O dua arah dengan fungsi khusus seperti komparator analog,timer oscillator, dan TWI.

10. PORT D merupakan kaki saluran I/O dua arah dengan fungsi khusus seperti komparator analog, interupsi eksternal, dan komunikasi serial.

2.3.2 Fitur-fitur ATMega8535

1. Berperforma tinggi dan dengan konsumsi daya rendah (low power). 2. FiturPeripheral, diantaramya :

a. Dua Timer/Counter 8-bit dengan Separate Prescaler (sumber clock yang dapat diatur) dan Mode pembanding.

b. Satu Time r/Counter 16-bit dengan Separate Prescaler, mode pembanding danCapture Mode.

c. Real Time Counterdengan sumber osilator terpisah.

d. Terdapat delapan saluran ADC dengan resolusi sepuluh bit ADC. e. Empat saluranPulse Width Modulation(PWM).

f. TerdapatTwo Serial Interface. g. Programmableserial USART. h. Master/SerialSPISerial Interface.

i. Programmable Watchdog TimerdenganOn-Chip Oscillator. j. On-Chip Analog Comparator.

3. I/O dan kemasan, diantaranya : a. 32programmablesaluran I/O.

b. 40 pin PDIP, 44 pin TQFP, 44 PIN PLCC dan 44 pin MLF. 4. Tegangan kerja, diantaranya :

a. 2,7 – 5,5V untuk ATmega8535L. b. 4,5 – 5,5V untuk ATmega8535. 5. Kelas kecepatan, diantaranya :

(26)

2.4

Regresi Linear [5]

Secara garis besar, regresi merupakan suatu metode statistik yang biasa digunakan untuk mencari persamaan kurva linear. Dengan sembarang titik yang terletak pada absis x terhadap ordinat y, maka dapat ditentukan persamaan garis kelinearitasannya serta absis x dan ordinat y yang bersifat linear atau dapat dikatakan segaris. Terdapat dua rumus utama dalam penentuan garis singgung linear ini yaitu :

1. Pencarian besarSlopeb

Dalam hal ini rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

(2.1)

Dari rumus di atas dapat diterangkan bahwa untuk mencari besarnya nilai slope b maka diperlukan beberapa nilai variabel diantaranya variabel N sebagai banyak data, variabel xi sebagai deretan data pada sumbu x dan variabel yi sebagai deretan data pada sumbu y.

2. Pencarian besarintercepta

Rumus umum yang digunakan untuk mencari besar nilai intercept a adalah sebagai berikut :

-b (2.2)

Dari rumus diatas, sesuai dengan langkah sebelumnya, yaitu menentukan besarnya nilaislopeb, maka dapat juga ditentukan besarnya nilaiintercepta dengan mencari rata-rata Y( ) dan rata-rata X( .

Sehingga persamaanleast squares regression linedapat ditemukan dengan

(27)

2.5

Matrix [6]

2.5.1 Determinan

Determinan adalah penulisan unsur – unsur sebuah matriks bujur sangkar dalam bentuk determinan yaitu, sepasang garis tegak. Determinan mempunyai nilai numerik yang biasanya dicari dengan mengalikan unsur – unsurnya secara diagonal.

Harga determinan matriks orde dua dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Matriks orde dua:

D= 2x4 – 3x1 = 5

Untuk orde n :

Cara perhitungan determinan dengan metode komputasi:

a. Periksa apakah a11 = 0. Bila ya tukar baris pertama dengan salah satu dari baris di bawahnya yang elemen kolom pertamanya tidak nol.

b. Kalikan baris pertama dengan –aj1/a11 dan kemudian jumlahkan dengan baris ke j, dimana j = 2, 3, ...,n. Hasilnya semua elemen pada kolom pertama akan nol kecuali a11.

(28)

d. Kalikan baris kedua dengan –aj2/a22 dan kemudian jumlahkan dengan baris ke j, dimana j = 3, 4, ...,n. Hasilnya elemen pada kolom kedua akan nol kecuali a22.

e. Lakukan hal ini seterusnya hingga semua elemen di bawah elemen-elemen diagonal menjadi nol. Dalam melakukan pertukaran baris perlu dicatat jumlahnya, misalnya m kali, maka nantinya nilai determinan harus dikalikan

(29)

13

BAB III

PERANCANGAN

3.1

Cara Kerja Spektrofotometri

Pada dasarnya spektrofotometri visible yang dirancang ini berfungsi untuk mengukur dan menampilkan nilai konsentrasi dari suatu zat atau suatu larutan yang dibatasi pada penyerapan menggunakan sinar tampak (sinar visible) saja. Sinar tampak ini memiliki lambda atau panjang gelombang antara 380 nm hingga 700 nm [4]. Untuk itu spektrofotometri yang dirancang ini hanya dapat digunakan untuk zat atau larutan yang dapat menyerap sinar dengan panjang gelombang antara 380 nm hingga 700 nm saja.

Secara keseluruhan alat ini dapat dikontrol secara manual dan otomatis. Pengontrolan manualnya menggunakankeypadlewat Mikrokontroler yang diprogram dengan bahasa BASIC. Hal ini dapat dilihat pada gambar 3.1. Dalam pengontrolan manual, keypad difungsikan sebagai sinyal input untuk memberikan sinyal output

yang dikirimkan menuju hardwarenya. Keypad dapat mengontrol pergerakan motor

stepper yang digunakan untuk mengatur posisi kuvet dan posisi prisma pada monokromator. Kuvet merupakan tempat untuk meletakkan zat atau larutan-larutan yang akan diukur konsentrasinya sedangkan monokromator merupakan suatu alat yang tersusun dari kumpulan cermin-cermin yang digunakan untuk mengatur panjang gelombang pemantulan yang berasal dari sinarvisible. Dari sinyal pemantulan yang dihasilkan ini maka untuk senyawa tertentu akan diperoleh cahaya keluaran yang sebagiannya telah diserap oleh senyawa atau larutan yang terdapat di dalam kuvet. Cahaya keluaran tersebutlah yang kemudian akan dibaca oleh sensor berupa nilai tegangan listrik. Nilai tegangan ini akan dikirimkan menuju mikrokontroler untuk diubah menggunakan ADC (Analog to Digital Converter). Nilai digital dari output

(30)

Untuk pengontrolan otomatis, perbedaannya dengan pengontrolan manual dapat dilihat dari pengontrol utamanya. Komputer digunakan untuk mengontrol spektrofotomeri secara keseluruhan. Komputer akan mengirim data ke mikrokontroler sehingga mikrokontroler dapat secara langsung melakukan proses pergerakan kuvet, dan pergerakan monokromator serta pengukuran berbagai macam variabel dari senyawa yang digunakan. Pada dasarnya hardware akan bekerja dibawah kendali pusat dari komputer. Tampilan dan pengontrol dari komputer menggunakansoftware Visual Basic.

3.2

Blok Diagram Sistem

Gambar 3.1 menunjukkan blok diagram dari sistem software yang akan dibuat. Untuk komunikasi antara PC atau komputer dengan mikrokontroler menggunakan kabel serial RS 232. Dari blok diagram gambar 3.1 dapat dijelaskan bahwa pengontrol utama dari sistem ini terdapat pada program Visual Basicnya. Antara Visual Basic dengan mikrokontroler diterapkan komunikasi serial dua arah yang menggunakan prinsip half duplex. Sehingga pengiriman dan penerimaan data dapat berlangsung bergantian. Data yang diterima dari mikrokontroler disimpan serta diolah untuk kemudian ditampilkan kembali melalui program padaVisual Basic.

Gambar 3.1 Blok diagram Sistem

Keterangan :

=jalur komunikasi serial satu arah

Visual Basic

(31)

3.3

Cara Kerja Sistem

Software

Secara keseluruhan sistem spektrofotometri yang akan dirancang untuk memungkinkan pengguna dapat melihat secara langsung pada tampilanVisual Basic

mengenai data-data yang berasal dari pengukuran secara langsung, dan data-data yang telah diolah pada program Visual Basicnya. Sistem ini juga memungkinkan pengguna untuk dapat mengontrol langsunghardwarenya dari programVisual Basic

di komputer. Data yang diperoleh dari mikrokontroler maupun data yang telah diolah pada Visual Basic otomatis akan tersimpan dalam memori pada Visual Basic. User

dapat memilih mode pengontrolan pada keypad. Kemudian apabila yang dipilih adalah programremoteyang berarti pengontrolan otomatis dari komputer, makauser

hanya perlu menunggu hingga semua data berhasil dikirim dari mikrokontroler, dan

user dapat langsung melihat beberapa data hasil pengukuran dari senyawa yang digunakan.

3.3.1 SistemPenerimaan Data

Pertama-tama diperlukan 1 jenis data sebagai data inisialisasi agar komunikasi antara mikrokontroler denganVisual Basic dapat berlangsung. Data ini akan dikirim terlebih dahulu oleh mikrokontroler. Karena menggunakan komunikasi serial maka yang dikirim berupa data digital. Software Visual Basic sebenarnya telah memiliki

DAC( Digital To Analog) konverter. Sehingga data-data yang diterima dari mikrokontroler dapat diambil langsung dalam bentuk data desimal. Apabila program pada Visual Basic telah memperoleh data inisialisasinya, barulah pengiriman data

(32)

Terdapat beberapa jenis data yang diterima pada program Visual Basic ini diantaranya:

1. Data kuvet kosong

2. Lambda ( panjang gelombang ) maksimal senyawa satu 3. Lambda ( panjang gelombang ) maksimal senyawa dua 4. Datasampleabsorbansi senyawa satu

5. Datasampleabsorbansi senyawa dua 6. Datasamplelarutan

Data sample absorbansi senyawa satu akan diolah menggunakan program pada

visual basicuntuk menghasilkan persamaan dan grafik kurva baku dari senyawa satu begitu juga untuk data sample absorbansi senyawa dua. Sedangkan data sample

larutan digunakan untuk menentukan konsentrasi dari kedua jenis senyawa.

3.3.2 SistemPengolahan Data

Setelah data-data sample yang diterima ditampilkan, maka data-data tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan berbagai macam metode. Data nilai konsentrasi larutan baku digunakan untuk menghitung besarnya konsentrasi untuk lima jenis sample senyawa tertentu. Dan ditampilkan lagi pada layout Visual Basic, sedangkan untuk data absorbansinya digunakan sebagai parameter untuk menentukan persamaan garis kurva baku. Persamaan garis kurva baku terdiri dari konsentrasi berbagai sample sebagai ordinat x-nya dan absorbansi dari semua jenis sample

(33)

ordinat x dari kecil kebesar untuk kepersamaan garis tadi untuk mendapatkan ordinat y-nya sehingga dapatdiplotgrafik kurva baku untuk kedua jenis larutannya.

Pada semua jenis grafik, tampilannya dimanipulasi dengan mengubah skala

picturenya agar dapat menampilkan bentuk grafik yang baik dan mudah untuk dimengerti.

3.3.3 Sistem Penyimpanan Data

Data-data yang diterima dari mikrokontroler, akan disimpan dalam variabel yang terdapat di dalam program Visual Basic. Variabel ini dibuat sebagai global variabel agar semua data yang terdapat di dalamnya dapat diakses baik pada form

penerimaan maupun pada form pengolahan datanya. Data disimpan pada module Visual Basicyang bersifat global.

3.3.4 Sistem Pengontrolam

Hardware

Pada sistem ini program pada Visual Basicakan terus mendeteksi sinyal yang dikirim oleh mikrokontroler. Apabila sinyal yang telah diterima sesuai, maka program pada Visual Basic akan mengirimkan beberapa jenis data digital menuju program mikrokontroler untuk kemudian diolah lagi agar dapat dikonversikan menjadi bentuk data yang dapat mengontrol pergerakan motor. Dalam hal ini berupa pulsa tegangan. Untuk proses selanjutnya pengontrolan untuk kuvet dan monokromator akan berjalan secara otomatis.

3.4

Perancangan Sistem

3.4.1 Perancangan

Layout

pada

Visual Basic

(34)

1. Layouttampilan awal

Form ini memiliki dua command button dimana user dapat memilih

layout yang akan ditampilkan selanjutnya yaitu antara layout pengontrolan danlayoutperekaman.

Tampilanlayoutnya seperti pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Tampilan awal

2. Layoutpengontrolan

(35)

Gambar 3.3FormPengontrolan

Gambar 3.4FormPerekaman

3. Layoutperekaman

(36)

dirancang dengan berbagaitext box yang memiliki fungsinya masing-masing. Setelahcommand buttonperekaman padalayoutpengontrolan ditekan muncul

form perekaman ini. Layout ini hanya digunakan sebagai tampilan dari beberapa jenis data.Layout perekaman ditunjukkan seperti gambar 3.4.

3.4.2 Perancangan Sistem pada

Visual Basic

Program pengolahan data dan penyimpanan data pada Visual Basic ini dirancang memiliki sistem utama yang terdapat pada program Visual Basicnya. Program utama akan langsung berjalan setelah program ini diaktifkan. Gambar 3.5 menunjukkan alur jalannya program dari sistem utama ini.

Gambar 3.5 Sistem utama pengolahan dan penyimpanan data

Pada percancangan sistem utama, terdapat satu subsistem yaitu subsistem untuk sistem otomatis yang terdiri dari pengolahan data dan penyimpanan data. Dari alur program diatas maka dapat dijelaskan apabila kondisi terima data terpenuhi maka

START

Inisialisasi

Serial :

Mscomm1.comPort=1

Manual /remote=?

Sistemotomatis

STOP

Y

(37)

subsistem untuk sistem otomatis akan berjalan. Tombol stop digunakan sebagai tombol eksekutor apabila semua program ingin dihentikan.

Gambar 3.6 Komunikasi antaravisual basicdengan mikrokontroler

Untuk komunikasi antaravisual basicdengan mikrokontrolernya menerapkan komunikasi serial half duplex. Sinyal ready yang dikirim dari program visual basic

sebanyak enam kali berfungsi untuk memanggil data yang terdapat di dalam mikrokontrolernya. Sinyal ready ini juga berfungsi sebagai sinyal pengontrolan pergerakan kuvet dan monokromatornya.

3.4.3 PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN DATA

Untuk subsistem program pengolahan data ini, akan diolah menggunakan

visual basic,Subsistem ini akan bekerja apabila semua syarat pada sistem utama telah PC

(38)

terpenuhi. Di dalam program pengolahan data ini jugat terdapat subsistem program untuk penyimpanan data.

T

Gambar 3.7 sistem perekaman dan pengolahan dataVisual Basic

Start (x)

Kirim sinyal “V” Sinyal=rd1?

B A

Terima data kuvet kosong

A

Sinyal=rd2?

Kirim sinyal “V”

Terima data lambda max senyawa 1

Sinyal=rd3?

Kirim sinyal

Terima data lambda max senyawa 2

Sinyal=rd4?

Kirim sinyal “V”

Terima datasample

senyawa 1

Sinyal=rd5?

Kirim sinyal “V”

Terima datasample

(39)

T

Gambar 3.7 (lanjutan) sistem perekaman dan pengolahan dataVisual Basic

Tampilan output :

Konsentrasi larutan baku induk Lambda maksimum senyawa Persamaan kurva baku Konsentarsi senyawa 1 dan2 Absorbansi senyawa 1 dan2

Tampil grafik kurva baku untuk senyawa 1 dan 2

Apakah tombol perekaman

ditekan=?

End

Sinyal=rd6?

Kirim sinyal “V”

Terima datasample

senyawa 2

Sinyal=rd6?

Kirim sinyal “V”

Terima datasample

larutan campuran

Sinyal=selesai?

C

Apakah tombolSTARTdi

(40)

24

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam pembuatan sebuah program software dan hardware, diperlukan

pengujian terlebih dahulu untuk memastikan alat yang telah dibuat tersebut dapat

berjalan dengan baik. Melalui pengujian ini maka dapat diperoleh data dan

dibandingkan dengan data yang didapat secara manual. Hal ini berguna untuk

menentukan apakah alat yang telah dirancang dapat beroperasi dengan baik

dengan melihat galat atauerrordari semua data yang didapat.

4.1

Hasil Perancangan dan Tampilan

Software

Perancangan ini terdiri dari 3 form yang terpisah berdasarkan fungsinya.

Dibanding dari penelitian sebelumnya, alat ini dapat mengontrol spektrofotometri

secara langsung dan menampilkan data senyawa satu dan senyawa dua untuk

berbagai variabel. Form yang dibuat terdiri dari form Pemilihan seperti gambar

4.1, form Pengontrolan seperti gambar 4.2, dan formPerekaman seperti gambar

4.3.

(41)

Gambar 4.2FormPengontrolan

(42)

Program pada Mikrokontroler berisi program pemilihan sistem

pengendalian dengan menggunakan keypad sebagai input datanya. Berdasarkan

penekanankeypad,userdapat memilih sistem pengendalian yang diinginkan yaitu

sistem manual atau sistem remote melalui PC. Tampilan program akan

ditampilkan dengan menggunakan LCD karakter. Gambar 4.4 menunjukkan

tampilan menu pemilihannya.

Gambar 4.4 Tampilan untuk Pemilihan

Program berikut ini adalah program mikrokontroler untuk pemilihannya :

Menu: 'Label

Lcd "Pilih menu" 'Tampilkan tulisan

Lowerline 'Pindah baris dibawah

Lcd "1:Lokal" 'Tampilkan tulisan

Wait 2 'Tunggu 2 detik

Cls 'Clear LCD

Lcd "2:Remote" 'Tampilkan tulisan

Lowerline 'Pindah baris dibawah

(43)

SistemRemote

a. Pastikan kabel komunikasi serial yang menghubungkan

spektrofotometer dan PC sudah terpasang dengan benar.

b. Pertama-tama masukkan kuvet kosong (tidak berisi senyawa), pilih

menu “Remote” dengan menekan angka “2” pada keypad,

spektrofotometer akan mengirim sinyal “rd1” ke PC. Spektrofotometer

akan menunggu sampai PC mengirimkan perintah. Untuk menjalankan

proses pengukuran kuvet kosong ini kirim data dari PC berupa huruf

“V” (nilai ASCII = 86).

c. Selanjutnya, Spektrofotometer akan mengirimkan sinyal “selesai” ke

PC. Setelah itu, spektrofotometer akan mengirimkan sinyal “rd2” ke

PC. LCD akan menampilkan “Masuk isi”. Masukkan dua kuvet yang

berisi senyawa referensi. Untuk menjalankan proses ini kirim data dari

PC berupa huruf “V” (nilai ASCII = 86). Setelah mendapatkan satu

panjang gelombang maksimum dari senyawa pertama maka

spektrofotometri akan mengirimkan sinyal “rd3” untuk mencari

panjang gelombang maksimum kedua dari senyawa berikutnya.Untuk

menjalankan proses ini kirim data dari PC berupa huruf “V” (nilai

ASCII = 86).

d. Setelah proses diatas selesai, spektrofotometer akan mengirimkan

sinyal “selesai” ke PC. Setelah itu, spektrofotometer akan

mengirimkan sinyal “rd4” ke PC. LCD akan menampilkan “Masuk

Senyawa1”. Masukkan lima kuvet yang berisi senyawa pertama yang

akan diukur menggunakan dua panjang gelombang yang sudah

didapatkan. Spektrofotometer akan menunggu sampai PC

mengirimkan perintah. Untuk menjalankan proses ini kirim data dari

PC berupa huruf “V” (nilai ASCII = 86). Selama proses ini berjalan,

(44)

sinyal “selesai” ke PC. Setelah itu, spektrofotometer akan

mengirimkan sinyal “rd5” ke PC. LCD akan menampilkan “Masuk

Senyawa2”. Masukkan lima kuvet yang berisi senyawa kedua yang

akan diukur menggunakan dua panjang gelombang yang sudah

didapatkan. Spektrofotometer akan menunggu sampai PC

mengirimkan perintah. Untuk menjalankan proses pengukuran kuvet

kosong ini kirim data dari PC berupa huruf “V” (nilai ASCII = 86).

Selama proses ini berjalan, LCD grafik akan menampilkan grafik

pengukuran tiap kuvet.

f. Setelah proses diatas selesai, spektrofotometer akan mengirimkan

sinyal “selesai” ke PC. Setelah itu, spektrofotometer akan

mengirimkan sinyal “rd6” ke PC. LCD akan menampilkan “Masukkan

Larutan”. Masukkan lima kuvet yang berisi larutan sampel yang akan

diukur menggunakan dua panjang gelombang yang sudah didapatkan.

Spektrofotometer akan menunggu sampai PC mengirimkan perintah.

Untuk menjalankan proses pengukuran kuvet kosong ini kirim data

dari PC berupa huruf “V” (nilai ASCII = 86). Selama proses ini

berjalan, LCD grafik akan menampilkan grafik pengukuran tiap kuvet.

g. Setelah proses diatas selesai, spektrofotometer akan mengirimkan

sinyal “selesai” ke PC. Proses sistemremoteselesai.

4.4

Pengujian

Software

Pengujian software ini bertujuan untuk memastikan sistem yang telah

dirancang dapat berjalan sesuai dengan perancangan yang telah dibuat

sebelumnya. Awalnya pada tampilan LCD terdapat program pemilihan untuk

program yang akan dijalankan berdasarkan penekanan keypad. User harus

memilih terlebih dahulu pengontrolan yang diinginkan menggunakan PC atau

(45)

memilih angka dua padakeypadmaka pengontrolan melalui PC dapat dijalankan.

Dalam pengujian software meliputi juga pengujian sistem Visual Basic

yang telah dibuat. Dengan menginputkan data nilai absorbansi dan penyerapan

maksimum secara manual dari praktikum Spektroskopi (Eka Yulianti, Sanata

Dharma, 2008 ) maka dapat dilakukan perbandingan nilai persamaan kurva baku

dan konstrasi antara data yang dihitung secara manual dengan data yang dihitung

dengan menggunakan aritmatika pada program Visual Basic. Berikut hasil

perhitungan yang didapat dari program Visual Basic terlihat seperti pada gambar

4.5.

4.4.1 Pengujian

Form

Pemilihan

Tampilan awal pada PC yaitu form Pemilihan. Dengan mengklik salah

satu command button pada form ini maka tampilannya akan berubah sesuai

dengan form yang diinginkan. Tampilan form Pemilihan pada awal program

seperti gambar 4.1. Setelah menekan tombol perekaman maka tampilan akan

berubah menuju form Perekaman, sebaliknya apabila menekan tombol

pengontrolan maka tampilan akan berubah menuju form Pengontrolan. Program

yang ditulis padaVisual Basicadalah sebagai berikut:

Private Sub Command1_Click() Form1.Show

Me.Hide End Sub

Private Sub Command2_Click() Form2.Show

Me.Hide End Sub

Private Sub Form_Load() Me.Show

(46)

Gambar 4.5 Pengujiansoftwaredengan data asli

Dari data praktikum spektroskopi (Eka Yulianti, Sanata Dharma, 2008)

konsentrasasi senyawa untuk dua sample dapat dilakukan perbandingan dengan

perhitungan program Visual Basic dengan data perhitungan secara manualnya

seperti yang terlihat pada tabel 4.1.

Dengan menggunakan perhitungan galat, maka galat total yang didapat

antara perhitungan secara manual dibanding dengan perhitungan dengan

menggunakan program Visual Basic adalah sebesar 5,94 % seperti yang terlihat

pada gambar. Sedangkan untuk pengujian grafik kurva baku tidak dapat

dilakukan karena setingan picture pada Visual Basichanya berlaku untuk sampel

yang dikhusukan untuk pengukuran otomatis secara langsung. Berdasarkan

perhitungan galat (%) didapatkan hasil galat tertinggi sebesar 11,79 % untuk data

senyawa 2 sampel 3 dan galat terendah sebesar 0,88 % untuk data senyawa 2

(47)

Sampel

Sampel 1 34,0129 33,520 1,44

Sampel 2 30,8516 28,672 7,06

Sampel 3 31,3677 29,012 7,5

Senyawa 2

Sampel 1 34 33,70 0,88

Sampel 2 14,6 13,582 6,97

Sampel 3 25,3 22,317 11,79

Rata-rata galat 5,94

4.4.2 Pengujian

Form

Pengontrolan

Setelah menekan command2 untuk pengontrolan maka program akan

lompat menujuformdua yang berisiformPengontrolan. Tampilanformini seperti

pada gambar 4.2.

4.4.3 Pengujian

Form

Perekaman

Setelah menekancommand1untuk perekaman maka program akan lompat

menuju form satu yang berisi form Perekaman. Tampilan form ini seperti pada

gambar 4.3.

4.5

Pengujian Komunikasi RS 232

Pengujian komunikasi ini bertujuan untuk memastikan mikrokontroler

dengan PC telah terhubung dengan baik. Pengujian ini dilakukan dengan

menggunakan program Hyperterminal pada PC sebagai terminal dari data yang

dikirim oleh Mikrokontroler. Data yang diterima pada Hyperterminalmerupakan

data awal yang akan dikirim oleh Mikrokontroler menuju Visual Basic. Data

karakter yang dikirim adalah “rd1”, sehingga tampilan padaHyperterminalseperti

(48)

Gambar 4.6 Pengujian komunikasi dari Mikrokontroler ke PC

Setelah menerima sinyal “rd1” dari Mikrokontroler maka dapat dikatakan

bahwa pengiriman data serial dari Mikrokontroler menuju PC berjalan dengan

baik.

4.6

Pengujian Sistem Pengendalian

Sistem hanya dapat dikendalikan melalui PC apabila variabel pada Visual

Basic memperoleh sinyal “rd1” yang dikirim oleh Mikrokontroler sebagai penanda bahwa Mikokontroler telah siap untuk dikontrol secara otomatis melalui

PC. Tampilan awal pada PC untuk pengiriman sinyal ini seperti gambar 4.7.

(49)

dengan kode ASCII 86, apabila Mikrokontroler menerima kode ASCII 86 ini,

maka pengukuran kuvet kosong langsung dilakukan. Program yang ditulis pada

Visual Basicuntuk pengiriman ini adalah sebagai berikut:

Private Sub Command1_Click() MSComm1.Output = "V" End Sub

4.7

Pengujian Program Mikrokontroler

Komunikasi antara program pada Visual Basic dengan Mikrokontroler

menggunakan komunikasi half duplex, sehingga komunikasi dilaksanakan secara

bergantian. Untuk sistem remote program pengiriman sinyal ready dan

penerimaan data pada mikrokontroler sebagai berikut :

Wait 1

Print "rd1" Wait 1

Do

S = Ischarwaiting() If S = 1 Then

S = Waitkey() End If

Loop Until S = 86

Perintahprint digunakan untuk melakukan pengiriman data oleh program,

sedangkan perintah waitkeydigunakan untuk menerima data yang disimpan pada

variabel S, angka 86 menunjukkan nilai ASCII “V” yang dikirim oleh Visual

Basic. Untuk komunikasi selanjutnya untuk mencari nilai-nilai dari variabel yang diinginkan, menggunakan perintah seperti diatas, hanya saja data yang diterima

akan disimpan pada variabel yang berbeda.

4.8

Pengujian Sistem Penerimaan Data

Data-data yang diterima dari Mikrokontroler berupa datastring.

(50)

tiap variabel. Variabel array tersebut bersifat global sehingga dapat diakses pada

semua form. Program dituliskan dalam bentuk modul pada Visual Basic. Berikut

program yang ditulis:

'deklarasi untuk lambda max senyawa 1:

Global lambda_max_senyawa_1 As String

'deklarasi untuk lambda max senyawa 2:

Global lambda_max_senyawa_2 As String

'deklarasi untuk absorbansi senyawa 1 lambda max 1:

Global senyawa1_lambda1(5) As String

'deklarasi untuk absobansi senyawa 1 lambda max 2:

Global senyawa1_lambda2(5) As String

'deklarasi untuk absobansi senyawa 2 lambda max 1:

Global senyawa2_lambda1(5) As String

'deklarasi untuk absobansi senyawa 2 lambda max 2:

Global senyawa2_lambda2(5) As String

'deklarasi untuk sample campuran lambda 1:

Global larutan_lambda1(5) As String

'deklarasi untuk sample campuran lambda 2:

Global larutan_lambda2(5) As String

4.8.1 Pengujian Indikator Penerimaan Data

Data dikirim secara serial dari Mikrokontroler sehingga penerimaan data

pada Visual Basic bertahap. Berdasarkan urutan pengirimannya indikator

(51)

Sinyal ini menandakan pengontrollan akan dilakukan secara

otomatsi melalui komputer. Pada bagian ini belum ada data yang dikirim.

Tampilanformseperti gambar 4.7. Setelah muncul sinyal ini padatext, makauser

harus menekan tombol kirim.

2. Penerimaan sinyal “rd2”

Sinyal ini menandakan pengecekan data untuk kuvet kosong telah selesai

dan siap untuk mengukur lambda maksimal senyawa satu yaitu KmnO4.Tampilan

untukformPengontrolannya menjadi seperti gambar 4.8.

Gambar 4.8 sinyal pengukuran lambda maksimal KmnO4

Setelah muncul sinyal “rd2” ini maka user harus menekan tombol

“kirim” kembali agar spektrofotometri dapat melakukan pengukuran lambda

maksimal untuk senyawa 1. Setelah itu menunggu hingga penerimaan sinyal

(52)

Sebelum sistem pada PC menerima sinyal “rd3”, mikrokontroler terlebih

dahulu mengirimkan data untuk lambda maksimal senyawa satu. Data tersebut

disimpan di dalam variabel lambda_max_senyawa_1. Tampilan padaformsetelah

menerima sinyal “rd3” terlihat seperti gambar 4.9.

Gambar 4.9 sinyal pengukuran lambda maksimal K2Cr2O7

Setelah muncul sinyal “rd3” ini makauserharus menekan tombol “

kirim “ kembali agar spektrofotometri dapat melakukan pengukuran lambda

maksimal untuk senyawa dua. Setelah itu menunggu hingga penerimaan

sinyal berikutnya padaform Pengontrolan.

4. Penerimaan sinyal “rd4”

Sebelum sistem pada PC menerima sinyal “rd4”, mikrokontroler terlebih

dahulu mengirimkan data untuk lambda maksimal senyawa dua. Data tersebut

disimpan di dalam variabel lambda_max_senyawa_2. Tampilan padaformsetelah

(53)

senyawa satu dengan dua lambda maksimal yang berbeda. Setelah itu menunggu

hingga penerimaan sinyal berikutnya padaformPengontrolan.

Gambar 4.10 Sinyal pengukuran sampel senyawa KmnO4

5. Penerimaan sinyal “rd5”

Sebelum sistem pada PC menerima sinyal “rd5”, mikrokontroler

terlebih dahulu mengirimkan data untuk sampel senyawa satu dengan dua jenis

panjang gelombang yang berbeda. Data tersebut disimpan dalam bentuk variabel

array. Lima data pertama disimpan dalam variabel senyawa1_lambda1(5), sedangkan lima data kedua disimpan dalam variabel senyawa1_lambda2(5).

Tampilan padaformsetelah menerima sinyal “rd5” terlihat seperti gambar 4.11.

Setelah muncul sinyal “rd5” ini makauserharus menekan tombol “

(54)

hingga penerimaan sinyal berikutnya padaformPengontrolan.

6. Penerimaan sinyal “rd6”

Sebelum sistem pada PC menerima sinyal “rd6”, mikrokontroler

terlebih dahulu mengirimkan data untuk sampel senyawa dua dengan dua jenis

panjang gelombang yang berbeda. Data tersebut disimpan dalam bentuk variabel

array. Lima data pertama disimpan dalam variabel senyawa2_lambda1(5),

sedangkan lima data kedua disimpan dalam variabel senyawa2_lambda2(5).

Tampilan padaformsetelah menerima sinyal “rd6” terlihat seperti gambar 4.11.

Setelah muncul sinyal “rd6” ini makauserharus menekan tombol “

kirim “ kembali agar spektrofotometri dapat melakukan pengukuran sampel untuk

larutan campuran dengan dua lambda maksimal yang berbeda. Setelah itu

menunggu hingga penerimaan sinyal berikutnya padaformPengontrolan.

(55)

terlebih dahulu mengirimkan data untuk sampel senyawa dua dengan dua jenis

panjang gelombang yang berbeda. Data tersebut disimpan dalam bentuk variabel

array. Lima data pertama disimpan dalam variabel larutan_lambda1(5),

sedangkan lima data kedua disimpan dalam variabel larutan_lambda2(5).

Tampilan pada form setelah menerima sinyal “selesai” terlihat seperti gambar

4.13.

Setelah muncul sinyal “selesai” ini maka user dapat menekan tombol

perekaman untuk dapat melihat kembali data-data yang telah dikirim dari

mikrokontroler menuju PC. Sinyal “selesai” menandakan pengiriman data dari

Mikrokontroler ke PC telah selesai.

(56)

Gambar 4.13 Sinyal selesai untuk pengiriman data

Semua data yang dikirim dari mikrokontroler menuju Visual Basic

disimpan terlebih dahulu pada text yang terdapat pada form Pengontrolan.

Data-data yang dikirim secara serial ini diterima secara terus menerus sampai

pengiriman data selesai. Terdapat juga unknown character sebagai pemisah dari

setiap datanya. Text untuk penerimaan data sementara ini terdapat di belakang

label “ indikator pengiriman data “ yang terdapat pada form pengotrolan. Berikut

(57)

Gambar 4.14 Data awal padaVisual Basic

Dari gambar 4.14 terlihat urutan data yang diterima pada Visual Basic disesuaikan dengan indikator penerimaan datanya. Data tersebut akan dipisahkan

kedalam bentuk variabel yang telah ditentukan untuk masing-masing data.

Karakter “II” diantara setiap data merupakan karakter pemisah dari setiap data

yang dikirim. Karakter ini secara otomatis akan muncul apabila menggunakan

pengiriman data secara serial dari mikrontroler menujuVisual Basic.

Data yang diterima pada Visual Basic seharusnya dapat juga dilihat pada

LCD yang terdapat pada hardwarenya, namun karena tampilan data pada LCD

berjalan cepat ( kurang dari 1 detik ) , sehingga data menjadi sulit dibandingkan

untuk melihat sinkronisasi antara data yang dikirim dengan data yang diterima.

4.8.2 Pengujian Sistem Perekaman Data

Setelah semua data berhasil dikirim oleh mikrokontroler menuju software

Visual Basic, maka data-data yang telah diterima dapat ditampilkan pada form Perekaman dengan menekan tombol perekaman pada form Pengontrolan. Untuk

(58)

Perekaman. Tampilan untuk perekaman data ini seperti gambar 4.15.

Gambar 4.15 Tampilan data perekaman

Dapat disimpulkan bahwa dalam pengiriman data dari mikokontroler

menuju PC berhasil dengan baik, setelah melakukan perbandingan dengan data

yang ditampilkan pada LCD karakter yang terdapat pada spektrofotometri

menunjukkan nilai yang sama. Namun terdapat kumpulan data-data yang

nilainya berbeda dengan nilai yang ditunjukkan pada LCD. Data-data tersebut

diantaranya data absorbansi senyawa KmnO4 lambda maksimal satu, data

absorbansi senyawa KmnO4 lambda maksimal dua, data absorbansi senyawa

K2Cr2O7 lambda maksimal satu, dan data absorbansi senyawa K2Cr2O7 lambda

maksimal dua serta data absorbansi larutan campuran untuk dua panjang

(59)

Data kuvet kosong yang dikirim oleh mikrokontroler disimpan dalam

variabel data_kuvsong yang terdapat pada form Pengontrolan. Nilai yang

diperoleh untuk data kuvet kosong selalu sama untuk semua pengukuran yaitu

sebesar 2.099999901.

4.8.3 Pengujian Sistem Pengolahan Data

Di dalam pengelompokan data serial, setiap data angka hanya diambil

sampai angka ketiga saja, jadi data yang telah dikirim dibatasi sebelum masuk ke

dalam variabel-variabel array. Berikut perbandingan antara data asli dengan data

yang telah dimanipulasi:

Tabel 4.2 Hasil pengukuran data kuvet kosong

Data asli Data manipulasi %galat Data kuvet

kosong

2.099999901 2.09 0.47

Tabel 4.3 Hasil pengukuransamplesenyawa1 lambda maksimal satu

Senyawa1 lambda 1

Data asli Data manipulasi % galat

Sample10 ppm 1.279999731 1.27 0.78

Sample20 ppm 1.459999916 1.45 0.68

Sample30 ppm 1.539999719 1.53 0.52

Sample40 ppm 1.919999954 1.91 0.52

(60)

Senyawa1 lambda 2

Data asli Data manipulasi % galat

Sample10 ppm 1.699999925 1.69 0.58

Sample20 ppm 1.839999911 1.83 0.54

Sample30 ppm 2.039999719 2.03 0.49

Sample40 ppm 2.039999769 2.03 0.49

Sample50 ppm 2.0599999844 2.05 0.48

Tabel 4.5 Hasil pengukuransamplesenyawa2 lambda maksimal satu

Senyawa 2 lambda1

Data asli Data manipulasi % galat

Sample20ppm 1.139999863 1.13 0.87

Sample 40ppm 1.159999963 1.15 0.86

Sample60 ppm 1.199999925 1.19 0.83

Sample80 ppm 1.519999858 1.51 0.65

Sample100 ppm 1.719999905 1.71 0.58

Tabel 4.6 Hasil pengukuransamplesenyawa2 lambda maksimal dua

Senyawa 2 lambda2

Data asli Data manipulasi % galat

Sample20ppm 1.339999911 1.33 0.74

Sample40ppm 1.359999911 1.35 0.73

Sample 60 ppm 1.39999892 1.39 0.71

Sample80 ppm 1.439999934 1.43 0.69

(61)

Datasamplelarutan yang dikirim juga dimanipulasi. Hal ini berguna untuk

memudahkan pengolahan datanya tetapi tentunya nilai yang dihasilkan menjadi

tidak akurat.Perbandingan data sample larutan asli dengan data sample larutan

yang telah dimanipulasi ditunjukkan pada tabel 4.7 dan 4.8.

Tabel 4.7 Hasil pengukuransamplelarutan lambda maksimal satu

Lambda max 1 Data asli Data manipulasi % galat

Sample1 1.379999872 1.37 0.72

Sample2 1.519999858 1.51 0.65

Sample3 1.639999863 1.63 0.60

Sample4 1.73999888 1.73 0.57

Sample5 1.819999883 1.81 0.54

Tabel 4.8 Hasil pengukuransamplelarutan lambda maksimal dua

Lambda max 2 Data asli Data manipulasi % galat

Sample1 1.55999994 1.55 0.64

Sample2 1.899999854 1.89 0.52

Sample3 1.919999954 1.91 0.52

Sample4 2.019999883 2.01 0.49

Sample5 2.039999710 2.03 0.49

4.10 Pengujian Efektivitas Sistem

Pengujian efektifitas sitem ini bertujuan untuk meninjau apakah data yang

diperoleh dari hasil pengukuran dengan menggunakan software Visual Basic ini

sesuai dengan data yang ditampilkan pada LCD. Untuk itu perlu dilakukan

perbandingan antara data yang didapat dari LCD dengan data yang didapat dari

(62)

% galat total yang dihasilkan dari manipulasi data sampleadalah sebesar 0.61 %.

Sehingga error yang dihasilkan akibat manipulasi data ini tidak terlalu berpengaruh terhadap pengolahan datanya.

Tahap-tahap proses pengolahan data diantaranya:

1. Perhitungan persamaan kurva baku senyawa 1 dengan 2 jenis lambda

maksimum.

2. Perhitungan persamaan kurva baku senyawa 2 dengan 2 jenis lambda

maksimum.

3. Perhitungan nilai konsentrasi senyawa 1 untuk 5samplelarutan.

4. Perhitungan nilai konsentrasi senyawa 2 untuk 5samplelarutan.

Di dalam penelitian ini senyawa yang dipakai yaitu senyawa KmnO4 untuk

senyawa1 dan senyawa K2Cr2O7 untuk senyawa2. Kedua senyawa ini digunakan

karena mampu menyerap cahaya pada lambda antara 380-700 dengan

menggunakan sinarvisible.

Adapun tahap-tahap perhitungannya yaitu sebagai berikut:

1. Pembuatan larutan baku

 Buat larutan induk KmnO4

Disediakan 5 samplelarutan baku KmnO4dengan

masing-masing 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm.

 Buat larutan induk K2Cr2O7

Disediakan 5sample larutan baku K2Cr2O7dengan

masing-masing 20,40,60,80,dan 100 ppm.

2. Penentuan lambda maximum

 Untuk senyawa KmnO4

1. Spektrofotometri akan melakukanscanning serapan larutan

(63)

 Untuk senyawa K2Cr2O7

3. Spektrofotometri akan melakukanscanning serapan larutan

baku senyawa K2Cr2O740 ppm pada lambda 380-700 nm.

4. Dari grafik yang dihasilkan maka dapat diperoleh lambda

maksimum dari senyawa K2Cr2O7ini.

Pada spektrofotometri ini lambda maksimum akan langsung

ditampilkan pada layar LCD sehingga dapat langsung diketahui lambda

maksimum untuk kedua jenis senyawa ini.

Dimana lambda maksimum yang diperoleh yaitu:

Lambda maksimum senyawa KmnO4=563 nm

Lambda maksimum senyawa K2Cr2O7=591 nm

Data lambda maksimal dua jenis senyawa yang diterima padavisual basic

juga menunjukkan hasil yang sama.

3. Pembuatan kurva baku

Dari dua lambda maksimum dari dua jenis senyawa yang telah

didapat sebelumnya, maka selanjutnya lima sample untuk dua macam

senyawa yang digunakan diukur absorbansinya dengan dua jenis lambda

maksimum itu. Kemudian data-data yang diperoleh akan digunakan untuk

pembuatan persaamaan kurva baku dan grafik kurva baku untuk kedua

jenis senyawa. Adapun data serapan yang diperoleh dari spektrofotometri

ini adalah sebagai berikut:

 Senyawa KmnO4

Data absorbansi untuk lambda maksimum satu:

KmnO410 ppm=0.607656

KmnO420 ppm=0.69378

(64)

KmnO450 ppm=0.97129

Data absorbansi untuk lambda maksimum dua:

KmnO410 ppm=0.80861

KmnO420 ppm=0.8756

KmnO430 ppm=0.96172

KmnO440 ppm=0.97129

KmnO450 ppm=0.98086

 Senyawa K2Cr2O7

Data absorbansi untuk lambda maksimum satu:

K2Cr2O720 ppm =0.54067

K2Cr2O740 ppm =0.55024

K2Cr2O760 ppm =0.56938

K2Cr2O780 ppm =0.72249

K2Cr2O7100 ppm =0.81818

Data absorbansi untuk lambda maksimum dua:

K2Cr2O720 ppm =0.63636

K2Cr2O740 ppm =0.64593

K2Cr2O760 ppm =0.66507

K2Cr2O780 ppm =0.68421

K2Cr2O7100 ppm =0.83732

Dengan memperoleh data absorbansi seperti di atas, maka dapat dihitung

persamaan regresi linearnya yang merupakan hubungan antara konsentrasi dengan

serapan senyawa tersebut. Rumus yang digunakan sebagai berikut:

(65)

Sehingga diperoleh persamaan kurva baku untuk :

KmnO4 dengan lambda maksimal 563: y=9.47368751375002E-03

x0.499521431787499

KmnO4 dengan lambda maksimal 591: y=3.63636617484375E-03 x

+0.4220094167093

K2Cr2O7 dengan lambda maksimal 563: y=4.40191090890626E-03 x

+0.7875598975328

K2Cr2O7 dengan lambda maksimal 591: y=2.2009554421875E-03 x +

0.56172257746875

Dari persamaan kurva baku seperti di atas, maka dengan program pada Visual

Basicdapat diplot grafik kurva bakunya. Programnya sebagai berikut: Public Sub Form_Load()

'konfigurasi picture Picture1.ScaleMode = 1

Picture1.ScaleHeight = 450 Picture1.ScaleWidth = 300 Picture1.AutoRedraw = True Picture1.ForeColor = vbGreen Picture1.DrawStyle = 0 Picture1.DrawWidth = 2

End Sub

Private Sub Command1_Click()

'mencari ordinat garis kurva baku: For x = 0 To 350

c(x) = x

ordinat_y(x) = slope_b * c(x) + intercept_a x = x + 0.5

Next x

End Sub

(66)

Dalam menentukan besarnya konsentrasi dari tiap senyawa digunakan

perhitungan matrix dengan mencari determinannya. Adapun konsentrasi

yang didapat seperti pada tabel 4.9.

Tabel 4.9 Nilai konsentrasi senyawa (perekaman)

KmnO4(ppm) K2Cr2O7 (ppm)

Sampel 1 376.0 958.3191

Sampel 2 493.4 1226.183

Sampel 3 476.0 1201.798

Sampel 4 497.8 1259.454

Sampel 5 489.1 1249.435

Gambar 4.16 Tampilan data perekaman dengan grafik

Untuk menguji keefektifan nilai konsentrasi yang telah direkam, maka perlu

dilakukan perbandingan dengan nilai yang didapat dengan perhitungan manual.

(67)

sampleyang digunakan. Berikut nilainya :

a. Slope b KmnO4lambda satu = 9,473875 x 10-3(E1)

b. Slope b KmnO4lambda dua = 3,6363661 x 10-3(E2)

c. Slope b K2Cr2O7lambda satu = 4,0419109 x 10-3(E3)

d. Slope b K2Cr2O7lambda satu = 2,02009554 x 10-3(E4)

2. Karena nilai slope b dari tiap persamaan kurva baku, maka nilai

konsentrasi dari tiap sampel dihitung dengan determinan matrix. Nilai

determinannya:

Determinan = (E1*E4)-(E2*E3)

Determinan = (9,473875 x10-3x 2,02009554 x 10-3) – (3,6363661x10

-3

x4,0419109 x 10-3) Determinan = 4,440265

3. Setelah memperoleh nilai determinannya, maka dapat langsung dicari

nilai tiap masing-masingsamplenya :

a. Konsentrasi untuksamplesatu:

Nilai-nilai absorbansi larutan campuran digunakan untuk

menghitung nilai konsentrasi dari tiap senyawa.

KmnO4= ( 1 / determinan) x (( E4 x senyawa 1 ) – ( E2 x senyawa

4 ))

= (1 / 4,440265 ) x ((2,02009554 x 10-3x 0,6555023 ) – (3,6363661 x 10-3x 0,741627 ))

= 51,54823 ppm

K2Cr2O7= ( 1 / determinan) x (( E1 x senyawa 4 ) – ( E3x senyawa

1 ))

= (1 / 4,440265 ) x ((9,473875 x 10-3x 0,9043062) – (4,0419109 x 10-3x 0,6555023))

(68)

Tabel 4.10 Nilai konsentrasi senyawa (manual)

KmnO4(ppm) K2Cr2O7(ppm)

Sampel 2 68.68197 212.66845

Sampel 3 65.68197 206.5784

Sampel 4 68.53719 216.51819

Sampel 5 66.94015 214.11267

4. Dari data konsentrasi yang dihitung secara manual, maka didapat galatnya

yang ditampilkan pada tabel 4.11.

Dari galat yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa nilai yang diolah dan

ditampilkan pada Visual Basic masih menunjukkan nilai yang salah dengan %

galat yang besar. Hal ini disebabkan karena perhitungan pada Visual Basic

menggunakan variabel dalam bentuk string, sehingga untuk perhitungan yang benar, diperlukan pengubahan nilai variabel dari string menjadi desimal.Errorini

disebabkan karena masih terdapat beberapa perhitungan pada Visual Basic yang

menggunakan data string tanpa diubah menjadi data desimal terlebih dahulu.

Tabel 4.11 Perbandingan nilai konsentrasi senyawa

KmnO4( % ) K2Cr2O7( % )

Sample1 629.4139 483.06816

Sample2 618.38359 476.57024

Sample3 625.24481 481.25873

Sample4 626.32099 481.68508

Gambar

GAMBAR 4.12 Sinyal pengukuran sampel larutan campuran...........................
grafik dari data-data yang telah diproses.
Gambar 2.1 Konektor DB9
Gambar 2.2 Konfigurasi pin ATMega 8535
+7

Referensi

Dokumen terkait

17 Bab III pada tesis ini akan membahas mengenai arsitektur keamanan regional di Asia Tenggara pada masa pasca Perang Dingin dengan melihat beberapa konflik antar

Mauliza (2013) Analisis Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Variabel independen :

Pada kedua ayat tersebut terdapat persamaan dalam penafsiran. Yakni keduanya menceritakan tentang perumpamaan dunia yang diibaratkan sebagai air yang turun dari

Menurut Jamaluddin ada tiga prinsip dasar yang harus diterima untuk dapat membuat suatu kalender kamariyah internasional. Ketiga prinsip dimaksud adalah pertama , prinsip hisab.

Pada gambar 4, dalam permainan jenis “BOOM”, user memiliki 3 kesempatan, ketika pemain tidak dapat menjawab pertanyaan bom akan meledak, dan ketika bom meledak lebih dari

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini akan dikaji lebih mendalam tentang : Pemuliaan Tanaman Padi ( Oryza sativa L.) melalui Persilangan Antara

Dengan demikian penelitian ini telah berhasil mengkonfirmasi teori dengan empiris di lapangan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh iklim organisasi, punishment dan

Analisis Marxian dengan sangat mudah melihat bahwa akar dari berbagai macam konflik sosial yang terjadi di Indonesia lebih mengarah pada masalah ketidakmerataan