29
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggambarkan bagaimana proses penelitian dilaksanakan serta langkah-langkah yang diambil dalam pengumpulan dan pengolahan data. Dalam penelitian ini, penulis memperoleh data dari beberapa sumber. Metode penelitian yang dipergunakan dalam melakukan penelitian ini adalah bersifat deskriptif. Metode penelitian deskriptif bertujuan unutk membuat deskripsi gambaran secara sistematis, aktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta sifat-sifat dari hal yang diselidiki atau menjadi objek penelitian dan penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Penelitian deskriptif analitis adalah menguraikan data yang didapat langsung dengan cara survey langsung ke lokasi yang bersangkutan (melakukan studi kasus) dimana kemudian dilakukan analisis data yang relevan dan juga dengan cara membandingkan dokumen-dokumen yang ada dengan pengertian dan teori yang berkenaan dengan topik ini untuk menjawab semua pokok permasalahan penelitian. (Agam, 2009)
Alasan dari dipilihnya metode penelitian deskriptif analitis ini adalah untuk mengetahui apakah Program Jaminan Kualitas Audit di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM RI telah berjalan memadai.
3.2
Kerangka Pikir
Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP)
Melaksanakan Audit/Pemeriksaan sesuai Standar APIP
1. Tahap Perencanaan 2. Tahap Pelaksanaan 3. Tahap Pelaporan
Program Jaminan Kualitas Audit Ya, sudah Efektif Hasil Audit Telah Memadai Tidak, belum efektif
Hasil Audit Belum Memadai
- Penanganan dari sisi Kertas Kerja Audit/Kertas Kerja Pemeriksaan - Penanganan dari sisi Pengendalian Kualitas
Alternatif penanganan masalah terdiri dari :
- Pengananan dari sisi Alat untuk mereviu Kualitas Audit (Pedoman Reviu Jaminan Mutu Audit)
3.3
Hipotesis
Penelitian akan dilakukan berdasarkan rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah pengendalian kualitas atau mutu audit dilingkungan Inspektorat
Jenderal Departemen Hukum dan HAM telah berjalan dengan optimal?
Optimal dalam hal ini ukurannya adalah Apakah hasil audit telah dilaksanakan sesuai dengan kriteria atau Standar Audit.
2. Apakah Kertas Kerja Pemeriksaan di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM RI telah disiapkan dengan baik?
Baik dalam hal ini ukuranya adalah Apakah Kertas Kerja Pemeriksaan telah disusun sesuai dengan kriteria persyaratan Kertas Kerja Audit (dijelaskan pada BAB II Landasan Teori) sehingga Kertas Kerja Pemeriksaan yang disusun mencerminkan : (Pusdiklatwas BPKP, 2005)
- Kegiatan audit mulai dari perencanaan, survai pendahuluan, evaluasi pengendalian manajemen, pengujian subtantif, sampai dengan pelaporan dan tindak lanjut hasil audit .
- Langkah-langkah audit yang ditempuh, pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan simpulan-simpulan hasil audit.
3. Apakah telah dibuat pedoman reviu jaminan mutu audit sesuai dengan jenis audit yang ada di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM RI?
Dari rumusan masalah tersebut dibuat Hipotesis (Ho) :
Ho : Program Jaminan Kualitas Audit dilingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM RI telah berjalan memadai.
Hipotesis di atas dapat digambarkan :
Uji hipotesis dengan menggunakan metode CHI-SQUARE TEST
STATISTIC yang penulis ambil dari buku Statistic for Managers Using
Microsoft® Excel Ch.11. 4th ed, page 459.
Dengan menggunakan rumus :
X2 =
Σ
(fo-fe)2all cells fe
3.4
Metode Pengumpulan Data
Dalam usaha mengumpulkan data-data penunjang untuk penyusunan tesis ini, penulis mengadakan penelitian dan data-data didapat dari sumber-sumber sebagai berikut : PROGRAM JAMINAN KUALITAS AUDIT PENGENDALIAN KUALITAS AUDIT KERTAS KERJA AUDIT PEDOMAN REVIU JAMINAN MUTU
1. Inspektorat Kepegawaian;
2. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan;
3. Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual; 4. Inspektorat Pemasyarakatan;
5. Inspektorat Keimigrasian; dan 6. Inspektorat Khusus.
Sedangkan responden yang dipilih adalah para auditor dari berbagai Inspektorat Bidang yang terdiri dari :
1. Auditor Ahli Madya 2. Auditor Ahli Muda 3. Auditor Ahli Pertama 4. Auditor Penyelia
5. Auditor Pelaksana Lanjutan.
Adapun teknik pengumpulan data penelitian yang penulis lakukan adalah : 1. Penelitian Lapangan
Merupakan penelitian yang dilakukan penulis secara langsung dari sumber penelitian itu sendiri, dimaksudkan untuk memperoleh data primer yang merupakan topik bahasan utama didalam tesis ini. Penulis melakukan riset langsung ke lapangan denga cara mendatangi objek penelitian untuk mendeskripsikan masalah-masalah yang timbul dengan cara:
a. Pengamatan, yaitu mengumpulkan data dengan jalan mengamati kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pokok bahasan.
b. Wawancara, yaitu mengumpulkan data dengan melakukan Tanya jawab langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan pokok bahasan.
No. Tanggal Tempat Contact Person
1. 12 Januari 2009 Inspektorat Kepegawaian Auditor 2. 13 Januari 2009 Inspektorat Keuangan dan
Perlengkapan
Inspektur dan Auditor 3. 14 Januari 2009 Inspektorat Hukum, HAM dan
HKI
Auditor
4. 15 Januari 2009 Inspektorat Pemasyarakatan Auditor 5. 16 Januari 2009 Inspektorat Keimigrasian Auditor 6. 17 Januari 2009 Inspektorat Khusus Auditor
c. Kuesioner yaitu melalui pengajuan kuesioner kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan pokok bahasan.
2. Penelitian Kepustakaan
Penelitian Kepustakaan yaitu dokumentasi yang memberikan informasi dan data yang telah disalin, diterjemahkan atau dikumpulkan dari sumber-sumber aslinya dan berupa literatur-literatur yang relevan dengan penelitian guna memperoleh gambaran teoritis.
3.5 Gambaran Umum Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM RI.
3.5.1Tugas dan Fungsi
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.
Untuk melaksanakan tugas tersebut Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan;
b. pelaksanaan pengawasan kinerja, keuangan, dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri;
c. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal; dan d. penyusunan laporan.
3.5.2Susunan Organisasi
Inspektorat Jenderal terdiri atas : 1. Sekretariat Inspektorat Jenderal; 2. Inspektorat Kepegawaian;
3. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan;
4. Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual; 5. Inspektorat Pemasyarakatan;
6. Inspektorat Keimigrasian; dan 7. Inspektorat Khusus.
3.5.2.1Sekretariat Inspektorat Jenderal
Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.
Untuk melaksanakan tugasnya, Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengawasan;
b. pelaksanaan laporan hasil pengawasan;
c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, tata usaha, administarsi keuangan, tata usaha pimpinan, hubungan masyarakat, dan protokol; dan
d. pengelolaan urusan kepegawaian.
3.5.2.2Inspektorat Kepegawaian
Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen.
Untuk melaksanakan tugas tersebut Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal;
b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan, pengujian, pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja
berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. pelaksanaan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian, terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia;
d. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia;
e. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan;
f. penghimpunan, evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan; dan
g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian.
3.5.2.3Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan
Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan, dan perlengkapan di lingkungan Departemen.
Untuk melaksanakan tugasnya Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi :
a. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal;
b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan, pengujian, pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan
program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. pelaksanaan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan;
d. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan, penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang, pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan, perlengkapan; e. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan;
f. penghimpunan, evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan; dan
g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan.
3.5.2.4Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual
Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan, hak asasi manusia, dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen.
Untuk melaksanakan tugasnya Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi :
a. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum, hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal;
b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan, pengujian, pengusutan dan penilaian di bidang hukum, hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. pelaksanaan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan, pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan, hak asasi manusia, dan hak kekayaan intelektual;
d. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan, penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang, pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum, hak asasi manusia, dan hak kekayaan intelektual;
e. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan;
f. penghimpunan, evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan; dan
g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual.
3.5.2.5Inspektorat Pemasyarakatan
Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan, tahanan negara, dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen.
Untuk melaksanakan tugasnya Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi :
a. Perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan, tahanan negara, dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal;
b. Penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan, pengujian, pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan, tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Pelaksanaan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan, tahanan negara, dan benda sitaan negara; d. Pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan
tentang hambatan, penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang, pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan;
f. Penghimpunan, evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan; dan
g. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan.
3.5.2.6Inspektorat Keimigrasian
Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen.
Untuk melaksanakan tugasnya Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi :
a. Perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal;
b. Penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan, pengujian, pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Pelaksanaan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian;
d. Pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan, penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang, pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian;
f. Penghimpunan, evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan; dan
g. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian.
3.5.2.7Inspektorat Khusus
Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban, penindakan terhadap penyelewengan, penyimpangan di lingkungan Departemen, dan masalah-masalah pengaduan, informasi dan laporan.
Untuk melaksanakan tugasnya, Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat
Inspektorat Jenderal;
b. Penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan, pengujian, pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Pelaksanaan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan, penyimpangan, pengaduan, dan informasi laporan;
d. Pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan, penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang, pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri;
e. Penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan;
f. Penghimpunan, evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan; dan
g. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus.
Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal.
Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal.
3.5.3Kelompok Jabatan Fungsional Auditor
Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.
(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.
(3) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan
(5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal.
(6) Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur.
3.5.4Uraian Tugas Pejabat Fungsional Auditor
Berdasarkan uraian tugas atas masing-masing Jabatan Fungsional Auditor dapat dijabarkan sebagai berikut:
3.5.4.1 Auditor Ahli Madya.
Melakukan pengendalian secara teknis dan pengorganisasian atas penyiapan rencana kegiatan pengawasan, program pengawasan, pelaksanaan kegiatan pengawasan, serta melakukan evaluasi secara menyeluruh realisasi pelaksanaan pengawasan pada bidang Keuangan dan Perlengkapan, Kepegawaian, Pemasyarakatan, Keimigrasian, Hukum, Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual sehingga pengawasan dan pembinaan dapat berjalan secara efektif, efisien sesuai standar audit.
Auditor Ahli Madya dengan perannya sebagai Pengendali Teknis memiliki tugas pokok sebagai berikut:
a. Mereviu konsep Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Bidang.
b. Mereviu Pelaksanaan Program Kerja Pengawasan Tahunan Setiap Bulan berdasarkan PKPT Inspektorat Bidang.
c. Mereviu bahan masukan/ usulan RKA-KL.
d. Melakukan pengendalian kegiatan pengawasan melalui pengkajian aspek-aspek strategis dalam rangka penyempurnaan rencana pengawasan.
e. Melakukan pengendalian kegiatan pengawasan melalui penyusunan konsep Program Kerja Audit (PKA).
f. Menyusun usulan penugasan audit khusus (investigasi).
g. Menyusun konsep anggaran waktu kegiatan audit khusus (investigasi).
h. Mengkomunikasikan Program Kerja Audit yang telah ditetapkan kepada Ketua Tim dan Anggota Tim sesuai arahan Inspektur Bidang.
i. Melakukan supervisi atas pelaksanaan audit.
j. Melakukan reviu konsep Laporan Hasil Audit (LHA) yang dibuat Ketua Tim k. Mengajukan usul revisi Program Kerja Audit (PKA) bila ditemukan
permasalahan di lapangan yang menyebabkan Program Kerja Audit tidak dapat dilaksanakan.
l. Menyusun konsep Surat Hasil Audit (SHA)/ Petunjuk Penanganan dan Penertiban (JUKTIB).
m. Melakukan pemaparan untuk mendapatkan pemahaman yang sama tentang kegiatan pengawasan.
n. Membuat konsep pendapat /tanggapan atas surat usulan Hukuman Disiplin berdasarkan PP. NO. 30 TAHUN 1980 dan tindak lanjut dalam rangka penyusunan pendapat Inspektur Bidang atas surat usulan dan tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Kantor Wilayah dan Unit Kerja Eselon I.
3.5.4.2 Auditor Ahli Muda
Memimpin tugas pengawasan/ audit terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan, meliputi koordinasi penyusunan konsep rencana kegiatan pengawasan, penyusunan program pengawasan, melaksanakan kegiatan pengawasan, dan penyusunan konsep laporan hasil pengawasan agar terwujudnya kepastian pelaksanaan kegiatan pengawasan sesuai dengan Program Kerja Audit dan Non Audit.
Adapun tugas pokok auditor ahli muda dengan perannya sebagai Ketua Tim adalah sebagai berikut :
a. Menyusun konsep Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Bidang.
b. Merumuskan pelaksanaan Program Kerja Pengawasan Bulanan berdasarkan PKPT Inspektorat Bidang.
c. Membuat bahan masukan/ usulan RKA-KL.
d. Melakukan pengkajian aspek-aspek strategis dalam rangka penyempurnaan rencana pengawasan.
e. Membuat konsep Program Kerja Audit (PKA).
f. Menyiapkan bahan penugasan audit khusus (investigasi).
g. Membuat usulan anggaran waktu kegiatan audit khusus (investigasi). h. Mengkomunikasikan dan memberikan PKA kepada Anggota Tim
i. Melaksanakan audit berdasarkan Program Kerja Audit yang telah ditetapkan. j. Melakukan inventarisasi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh Tim,
seperti benturan audit dengan unit pengawas lain, untuk menjadi masukan dan perhatian Pengendali Teknis.
k. Menyusun konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
l. Menyusun konsep Surat Hasil Audit (SHA)/ Petunjuk Penanganan dan Penertiban (JUKTIB).
m. Melakukan verifikasi atas entry data hasil audit yang dilakukan oleh Anggota Tim.
n. Membuat konsep pendapat /tanggapan atas surat usulan Hukuman Disiplin berdasarkan PP. No. 30 Tahun 1980 dan tindak lanjut dalam rangka penyusunan pendapat Inspektur Bidang atas surat usulan dan tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Kantor Wilayah dan Unit Utama Eselon I.
o. Membuat telaahan atas surat pengaduan dari masyarakat.
3.5.4.3 Auditor Ahli Pertama, Auditor Penyelia dan Auditor Pelaksana
Lanjutan.
Melakukan tugas-tugas pengawasan dengan kompleksitas tinggi terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan sesuai lingkup Bidang Pengawasan, meliputi menyiapkan bahan rencana kegiatan pengawasan, menyiapkan bahan untuk penyusunan program pengawasan, melaksanakan
kegiatan pengawasan, dan menyusun sumbangan konsep laporan hasil pengawasan agar terwujudnya pelaksanaan kegiatan pengawasan sesuai dengan Program Kerja Audit serta kegiatan pengawasan lainnya sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Adapun tugas pokok Auditor Ahli Pertama, Auditor Penyelia dan Auditor Pelaksana Lanjutan. dengan perannya sebagai Anggota Tim adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan penyusunan konsep Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Inspektorat Bidang.
b. Melaksanakan penyusunan konsep Program Kerja Pengawasan Bulanan berdasarkan PKPT Inspektorat Bidang.
c. Melaksanakan penyusunan konsep bahan masukan/ usulan RKA-KL.
d. Melakukan pengkajian aspek-aspek strategis dalam rangka penyempurnaan rencana pengawasan.
e. Melaksanakan penyusunan konsep Program Kerja Audit (PKA). f. Menyiapkan bahan penugasan audit khusus (investigasi).
g. Melakukan penyusunan usulan anggaran waktu kegiatan audit khusus (investigasi).
h. Melaksanakan audit berdasarkan PKA yang telah ditetapkan
i. Melakukan inventarisasi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan untuk menjadi bahan bagi Ketua Tim memberikan masukan kepada Pengendali Teknis.
j. Menyusun bahan masukan konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
k. Melaksanakan penyusunan konsep Surat Hasil Audit (SHA)/ Petunjuk Penanganan dan Penertiban (JUKTIB).
l. Mengentry data hasil audit dengan benar.
m. Melakukan penyusunan bahan masukan untuk konsep pendapat/ tanggapan atas surat usulan Hukuman Disiplin berdasarkan PP. No. 30 Tahun 1980 dan tindak lanjut dalam rangka penyusunan pendapat Inspektur Bidang atas surat usulan dan tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Kantor Wilayah dan Unit Utama Eselon I. n. Membuat telaahan atas surat pengaduan dari masyarakat.