• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 1 / 64 BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 merupakan rencana kerja tahunan, penjabaran dari pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan di dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014–2018. Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah, dengan memperhatikan kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017.

Dalam konteks perencanaan pembangunan pertanian, Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk dituntut untuk mampu menggali dan memanfaatkan potensi yang ada, memecahkan berbagai permasalahan dan tantangan, melayani/memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, dalam era globalisasi, Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk dituntut untuk siap dan sanggup membuat/menyusun suatu perencanaan yang baik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

1.2. Landasan Hukum

Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi

penyusunan Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2016 adalah:

1. Undang–Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah- daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Tahun 1950);

2. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

(2)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 2 / 64 3. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421)

4. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) ;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Republik Indonesia Nomor 4737)

8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

9. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 - 2019;

10. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016;

(3)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 3 / 64 11. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2008 tentang RPJPD Tahun

2005-2025 ;

12. Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2013 tentang RPJMD Tahun 2014-2018 ;

13. Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2016 Tentang RKPD Kabupaten Nganjuk Tahun 2017.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud disusunnya Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 adalah menyediakan acuan arah kebijakan pembangunan pertanian yang secara umum akan dilaksanakan Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk pada Tahun 2017.

Tujuannya adalah agar dokumen perencanaan yang disusun dapat dijadikan acuan berbagai pihak yang akan melakukan aktivitas di Kabupaten Nganjuk, sehingga terwujud senergitas antar dokumen perencanaanan pembangunan pertanian.

1.4. Sistematika

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017, disusun dengan sistimatika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan Renja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk, agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.

1.1. Latar Belakang

Memuat tentang Renja SKPD, Proses Penyusunan Renja SKPD, Keterkaitan antara Renja SKPD dengan Dokumen RKPD, Renstra SKPD dengan Renja.

(4)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 4 / 64 1.2. Landasan Hukum

Menguraikan apa yang menjadi landasan hukum di dalam Penyusunan Renja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017.

1.3. Maksud dan Tunjuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari Penyusunan Renja SKPD.

1.4. Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

Menggambarkan kajian (review) terhadap hasil evaluasi Renja SKPD Tahun lalu (tahun-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1).

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD.

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD 2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

Menjelaskan yang menyangkut arah dan kebijakan prioritas pembangunan nasional yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Menjelaskan mengenai tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD.

(5)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 5 / 64 3.3. Program dan Kegiatan

Menjelaskan factor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap perumusan program dan kegiatan, uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan.

BAB IV PENUTUP

Menjelaskan catatan-catatan penting yang perlu mendapat perhatian baik dalam pelaksanaannya, kaidah-kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(6)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 6 / 64 BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Proses penyusunan suatu perencanaan erat kaitannya dengan proses evaluasi. Hasil evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.

Rencana Strategis Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014 – 2018 yang memuat indikator keberhasilan suatu proses perencanaan pembangunan pertanian untuk kurun waktu 5 (lima) tahun, dijadikan tolok ukur untuk menilai sejauhmana perencanaan pembangunan pertanian telah dilaksanakan. Renstra tersebut juga merupakan panduan Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk selaku SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Perencanaan pembangunan pertanian yang dilaksanakan di

Kabupaten Nganjuk, sesuai dengan Rencana Strategis tersebut, pada dasarnya akan bermuara pada terwujudnya pertanian maju berwawasan agribisnis dan ramah lingkungan. Kondisi daerah Kabupaten Nganjuk terkait dengan urusan pilihan pertanian, diantaranya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :

a. Meningkatnya Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan, Tanaman Hortikultura dan Tanaman Perkebunan

Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran ini adalah :

1.1. Produksi tanaman pangan

 Produksi Padi pada tahun 2016 dengan target 581.167 ton, telah tercapai sebesar 717.784 ton atau 123,51 %. Capaian produksi padi ini, mengalami peningkatan 15,16 % dibanding produksi pada tahun 2015 sebesar 623.267,47 ton.

(7)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 7 / 64 Keberhasilan pencapaian target ini, karena keberhasilan peningkatan perluasan areal tanam padi yang diupayakan melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Dengan adanya kegiatan Upaya Khusus (Upsus) peningkatan luas tanam dan

produksi yang dicanangkan pemerintah dalam rangka

swasembada pangan, Luas panen Padi tahun 2016 seluas 106.132 Ha, bertambah 14.717 Ha dibandingkan luas panen Padi tahun 2015 seluas 91.415 Ha.

 Produksi Jagung dengan target 246.012,00 ton, telah tercapai sebesar 188.038,15 ton atau 68,30%. Jika dibandingkan produksi Jagung pada tahun 2015 sebesar 218.815,51 ton, telah mengalami penurunan sebesar 23,21 %.

Luas panen Jagung pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 6.427 Ha dikarenakan petani beralih ke komoditi padi.

 Produksi Kedelai dengan target 25.765,00 ton tercapai sebesar 19.381,62 ton atau 75,22 %. kurang tercapainya target produksi kedelai disebabkan oleh adanya beralihnya petani dari menanam kedelai ke tanmana padi , dibandingkan dengan produksi Kedelai tahun 2015 sebesar 22.416,15 ton, telah mengalami penurunan sebesar 3.034 ton atau 13,54 %.

1.2 Produktivitas Tanaman Pangan

 Produktivitas Padi dengan target 69,53 Kw/ha, telah tercapai sebesar 67,02 Kw/ha atau 96,39 %. Capaian produktivitas Padi pada tahun 2016, rata-rata turun 1,16 kw/ha dibandingkan produktivitas Padi pada tahun 2015.

 Produktivitas Jagung dengan target 70,75 Kw/ha, telah tercapai sebesar 67,04 Kw/ha atau 94,76%, mengalami penurunan 3,29 kw/ha dibandingkan produktivitas Jagung pada tahun 2015 sebesar 69,32 Kw/ha.

 Produktivitas Kedelai dengan target 21,29 Kw/ha, telah tercapai sebesar 20,14 Kw/ha atau 94,60 %. Produktivitas Kedelai pada

(8)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 8 / 64 tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 0,84 Kw/ha dibandingkan produktivitas kedelai tahun 2015 sebesar 20,31 Kw/ha.

Keberhasilan capaian produksi dan produktivitas tanaman pangan diupayakan melalui program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan, yang disertai dengan fasilitasi penguatan modal usaha kelompok. Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan perlu terus diupayakan, guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

2. Sasaran “Meningkatnya Produksi dan Produktivitas Hortikultura” diukur dengan indikator-indikator kinerja sebagai berikut :

2.1. Produksi Hortikultura

 Produksi Bawang Merah dengan target 1.305.560 Kw, telah tercapai 1.306.634 kw atau 100,08 %, mengalami penurunan 8,51 % jika dibandingkan produksi bawang merah pada tahun 2015 sebesar 1.428.168 Kw. Penurunan jumlah produksi ini disebabkan karena adanya iklim kemarau basah yang menyebabkan tidak terkendalinya serangan OPT.

 Produksi Cabe Merah dengan target 81.925 Kw, tercapai 1.095 Kw atau 1,34 %. Turunnya capaian tahun 2016 ini disebabkan karena hujan yang turun hampir sepanjang tahun, sehingga tanaman cabai banyak mengalami gagal panen atau kualitas produk yang menurun. Jika dibandingkan produksi tahun 2015 produksi cabe merah mengalami Penurunan sebesar 98,51% atau 72.609 kw

 Produksi Cabe Rawit dengan target 51.750 Kw, baru tercapai 16.459 Kw atau 31,80 %. Turunnya capaian ini disebabkan oleh hujan yang turun hampir sepanjang tahun, sehingga tanaman cabai banyak mengalami gagal panen atau kualitas produk yang menurun, Dibandingkan produksi Cabe Rawit tahun 2015

(9)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 9 / 64 sebesar 41.655 Kw, telah mengalami penurunan sebesar 60,49 % atau 25.197 Kw.

 Produksi Melon dengan target 61.600 Kw, telah tercapai 99.765 kw atau 161,96%, capaian ini disebabkan karena petani memiliki motivasi lebih untuk menanam tanaman Melon, dengan harapan hasilnya seperti tahun lalu. Namun demikian jika dibandingkan dengan produksi tahun 2015 yang sebesar 126.633 Kw, tahun 2016 mengalami penurunan 21,22 % atau 26.868 Kw .

 Produksi Garbis dengan target 32.000 Kw, baru tercapai 3.982 Kw atau 12,44 %. hal ini disebabkan oleh turunnya motivasi petani dalam menanam komoditas tersebut dikarenakan adanya iklim kemarau basah. Dibandingkan produksi Garbis tahun 2015 sebesar 26.730,55 Kw, mengalami penurunan sebesar 85,10 %.

 Produksi Durian dengan target 22.568 buah, telah tercapai 53.628 buah atau 237,62 %, mengalami penurunan 8,04 % dibandingkan produksi Durian pada tahun 2015 sebesar 58.317 buah. Turunnya pencapaian ini disebabkan oleh adanya iklim yang tidak menunjang pada fase berbunga sampai dengan berbuah.

 Produksi Alpukad dengan target 11.500 Kw, telah tercapai 13.056 kw atau 113,53 %, mengalami penurunan 16,92 % dibandingkan produksi Alpukad pada tahun 2015 sebesar 15.714 Kw.

 Produksi Jeruk dengan target produksi 5.400,00 kw, tercapai 25.316 kw, atau 468,81 %. Besarnya pencapaian ini disebabkan oleh terlampauinya tingkat produktivitas (109,98%), yang didukung oleh semakin banyaknya tanaman produktif yang menghasilkan. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2015 mengalami Kenaikan sebesar 43,43% atau sebesar 7.665 Kw.

 Produksi Mangga dengan target produksi 232.400,00 kw, tercapai 2.450 kw, atau 1,05 %. Target produksi tidak tercapai karena rendahnya pencapaian tingkat produktivitas yang hanya

(10)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 10 / 64 21,71%. Tanaman produktif yang menghasilkan turun drastis. hal ini tidak mampu mendukung pencapaian target produksi. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 98,65%.

 Produksi Rambutan dengan target 14.500 kw, tercapai 15.705 kw, atau 110,21%. Target produksi tercapai karena pada tahun 2016 walaupun kondisi iklim tidak mendukung proses pembungaan sampai berbuah tetapi dengan perlakuan budidaya yang baik target produksi terlampaui. Dibandingkan dengan tahun 2015, produksi rambutan mengalami penurunan sebesar 62,02 % atau 33.410 kw.

Keberhasilan capaian ini karena waktu tanam yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar, juga sangat mendorong motivasi petani untuk dapat berhasil dengan baik, dimana hasil panen diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadhan sampai Hari Raya Iedul Fitri.

 Produksi Garbis dengan target 28.800 Kw, baru tercapai 26.730,55 Kw atau 92,81 %. pencapaian ini disebabkan oleh tercapainya sasaran produktivitas dan luas panen areal Garbis. Namun demikian, dibandingkan produksi Garbis tahun 2014 sebesar 19.788 Kw, telah mengalami peningkatan sebesar 25,97 %.

 Produksi Durian dengan target 19.720 Kw, telah tercapai 83.664 kw atau 424,26 %, mengalami peningkatan 31,07 % dibandingkan produksi Durian pada tahun 2014 sebesar 57.672 Kw. Besarnya pencapaian ini disebabkan oleh adanya iklim yang menunjang pada fase berbunga sampai dengan berbuah.

 Produksi Alpukad dengan target 9.990 Kw, telah tercapai 15.714,98 kw atau 157,74 %, mengalami peningkatan 30,40 % dibandingkan produksi Alpukad pada tahun 2014 sebesar 10.937 Kw. Pencapaian ini disebabkan oleh tersedianya iklim yang

(11)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 11 / 64 cukup menunjang, sehingga tanaman dapat menghasilkan secara optimal sepanjang tahun.

 Produksi Jeruk dengan target produksi 5.130,00 kw, tercapai 17.650,96 kw, atau 344,07 %. Besarnya pencapaian ini disebabkan oleh terlampauinya tingkat produktivitas (113,45%), yang didukung oleh semakin banyaknya tanaman produktif yang menghasilkan. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 25,60%.

 Produksi Mangga dengan target produksi 214.500,00 kw, tercapai 181.661,40 kw, atau 84,69 %. Target produksi tidak tercapai karena rendahnya pencapaian tingkat produktivitas yang hanya 69,09%. Walaupun tanaman produktif yang menghasilkan meningkat melebihi target (122,58%), hal ini tidak mampu mendukung pencapaian target produksi. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 2,42% atau 4.392 kw.

 Produksi Rambutan dengan target 28.641,00 kw, tercapai 49.155,00 kw, atau 370,23%. Target produksi tercapai karena pada tahun 2015 kondisi iklim sangat mendukung proses pembungaan sampai berbuah. Dibandingkan dengan tahun 2014, produksi rambutan mengalami peningkatan sebesar 41,69 % atau 20.474 kw.

2.2. Produktivitas Hortikultura

 Target produktivitas bawang merah tahun 2016 sebesar 127,00 kw/ha, tercapai 108,57 kw/ha atau sebesar 85,49%. Target tidak tercapai disebabkan oleh adanya kondisi cuaca ekstrim. Iklim ekstrim dimaksud adalah hujan turun sepanjang tahun atau lazim disebut kemarau basah yang berakibat pada meningkatnya serangan berbagai Hama dan penyakit. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 15 Kw/ha atau 12 %.

 Produktivitas Cabe Merah tahun 2016 dengan Target 145 kw/ha, tercapai 10,95 kw/ha atau 7,55%. Turunnya capaian ini

(12)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 12 / 64 disebabkan oleh adanya kondisi iklim yang tidak mendukung, serta adanya serangan OPT yang menyebabkan turunnya mutu komoditas. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 92,60 % atau 137 kw/ha.

 Produktivitas Cabe rawit dengan target 45,00 kw/ha, telah tercapai 7,69 kw/ha, atau 17,10%. Tidak tercapainya target produktivitas disebabkan oleh adanya kondisi iklim yang tidak mendukung, serta adanya serangan OPT yang menyebabkan turunnya mutu komoditas. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 85,26 % atau 45,00 Kw/Ha.

 Produktivitas Melon dengan target 280 kw/ha, tercapai 236,41 kw/ha, atau 84,43%. Pencapaian ini disebabkan oleh semakin baiknya penerapan teknologi budidaya, yang salah satunya sebagai akibat dari adanya pelaksanaan Sekolah Lapangan serta pendampingan oleh Petugas serta Waktu tanam yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Namun demikian bertepatan dengan iklim yang kurang mendukung, sehingga menyebabkan luasan areal panen menurun. Dibandingkan dengan tahun 2015, mengalami penurunan 21,22 % atau 24,58 Kw/Ha.

 Produktivitas Garbis dengan target 200 kw/ha, tercapai 102,10 kw/ha atau 51,05%. Menurunnya capaian tahun ini disebabkan oleh adanya anomaly iklim yang menyebabkan hujan sepanjang tahun. Disamping itu, pada tahun 2016, petani Garbis / Blewah beralih ke padi. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 49,96% atau 102 Kw/Ha.

 Produktivitas Durian dengan target 76,50 kg/pohon, tercapai 209,24 kg/pohon, atau 273,52%. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 15,19 % atau 28 kg/pohon.

 Produktivitas Alpukad dengan target 50,00 kg/pohon tercapai 52,10 kg/pohon atau 104,20%. Pencapaian ini disebabkan oleh

(13)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 13 / 64 perlakuan budidaya petani yang baik, sehingga walaupun terjadi iklim kemarau basah yang notabene bisa mengganggu proses pembungaan tanaman, tanaman dapat menghasilkan secara optimal sepanjang tahun. Dibandingkan dengan tahun 2015, mengalami peningkatan 3,06 % atau 2 kg/pohon.

 Produktivitas Jeruk dengan target 40,00 kg/pohon tercapai 43,99 kg/pohon atau 109,98%. Pencapaian ini disebabkan oleh perlakuan budidaya petani yang baik, sehingga tanaman dapat berproduksi secara baik, walaupun tingkat produktivitas tersebut masih tergolong rendah. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami peningkatan 2,05 % atau 0,90 Kg/pohon.

 Produktivitas Mangga dengan target 70,00 kg/pohon tercapai 15,20 kg/pohon atau 21,71%. Rendahnya tingkat produktivitas disebabkan oleh adanya pengaruh hujan, yang turun pada fase berbunga. Selain merontokkan bunga, juga menumbuhkan jamur, sehingga bakal buah lebih banyak yang tidak dapat menjadi buah. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 66,15% atau 29,70 Kg/pohon.

 Produktivitas Rambutan dengan target 47,50 kg/pohon tercapai 77,03 kg/pohon atau 162,17%. Dibandingkan dengan tahun 2015, mengalami kenaikan sebesar 10,40% atau 7,30 kg/pohon. adapun naiknya produktivitas tanaman rambutan dibanding tahun 2015, dikarenakan meningkatnya luas panen tanaman Rambutan akibat dari perlakuan budidaya yang baik.

3. Sasaran “Meningkatnya Produksi dan Produktivitas Perkebunan” diukur dengan indikator-indikator kinerja sebagai berikut :

3.1. Produksi Perkebunan

 Produksi Kakao dengan target 1.367,67 Ton, telah tercapai 525,50 ton atau 38,54 %. Kurang tercapainya produksi kakao, karena banyaknya tanaman Kakao yang diganti dengan tanaman cengkeh yang lebih menghasilkan. Jika dibandingkan dengan

(14)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 14 / 64 produksi Kakao tahun 2015 telah mengalami penurunan 4,45 % atau sebesar 24,50 Ton

 Produksi Cengkeh dengan target 1.194,27 ton, baru tercapai 554,00 ton atau 46,39 %, naik 7,16 % dibandingkan produksi Cengkeh tahun 2015 sebesar 37 ton. capaian produksi ini disebabkan oleh banyaknya penggantian tanaman yang sudah tidak produktif/sudah tua dan rusak dengan tanaman baru dan mulai menghasilkan.

 Produksi Kopi dengan target 113 ton, telah tercapai 118,30 ton atau 104,69 %. Harga komoditas Kopi yang terus semakin membaik telah mendorong minat petani untuk lebih intensif merawat kebun Kopi-nya. Dibandingkan dengan produksi tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 25,85% atau 24,30 Ton.

 Produksi Kelapa dengan target 974 ton, baru tercapai 516,30 ton atau 53,01 %, turun 14,52 % dibandingkan produksi kelapa tahun 2015 sebesar 87,70 ton. Tidak tercapainya produksi kelapa pada tahun 2016, disebabkan karena tanaman produktif berkurang dan adanya serangan hama kwangwung yang masih sangat tinggi, menyebabkan sebagian tanaman rusak bahkan ada yang mati. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kegiatan pengendalian OPT melalui kegiatan SL-PTT agar petani mampu dan lebih respon untuk melaksanakan pengendalian secara swadaya.

 Produksi Tebu dengan target 30.520 ton baru tercapai 18.415,54 ton atau 60,34 %, turun 22,07 % dibandingkan produksi Tebu tahun 2015 sebesar 5.216,5 ton. Tidak tercapainya peningkatan produksi Tebu disebabkan faktor kepemilikan lahan yang terbatas, waktu budidaya yang cukup lama dengan harga jual yang kurang baik. Hal ini mengakibatkan para petani enggan membudidayakan tanaman Tebu. Para petani Tebu enggan untuk melaksanakan pembongkaran, sehingga tanaman Tebu yang telah dikepras beberapa kali, produktivitasnya tidak bisa optimal.

(15)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 15 / 64

 Produksi Tembakau dengan target 826,00 ton telah tercapai 85,87 ton atau 10,35 %. TurunnyaProduksi pada tahun 2016 dikarenakan adanya iklim kemarau basah, yang menyebabkan Tanaman tembakau tidak bisa tumbuh dengan baik, karena Tanaman Tembakau tidak terlalu membutuhkan air sehingga iklim basah tidak cocok untuk tanaman tembakau. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan produksi sebesar 93,79% atau 1.291,20 Ton.

 Produksi Nilam dengan target 2.893,00 ton tercapai 5.565,00 ton atau 192,36 %, turun 21,36 % atau 1.512 Ton dibanding produksi Nilam tahun 2015. Turunnya capaian target produksi Nilam dibandingkan tahun sebelumnya karena berkurangnya areal tanam akibat turunnya harga minyak nilam.

 Produksi Wijen dengan target 165,00 ton telah tercapai 0,75 ton atau 0,45 %, mengalami penurunan 99,84 % dibanding produksi Wijen pada tahun 2015 sebesar 464,03 ton. Sangat rendahnya capaian produk ini dicapai karena adanya iklim kemarau basah, sehingga sangat sedikit petani yang menanam wijen.

3.2. Produktivitas Perkebunan

 Produktivitas Kakao dengan target 786,36 Kg/ha, telah tercapai 596 Kg/ha atau 77,57 %, mengalami penurunan 5,99% atau 38 Kg/ha dibandingkan produktivitas Kakao tahun 2015.

 Produktivitas Cengkeh dengan target 283,45 Kg/ha, telah tercapai 599 Kg/ha atau 211,47 %, mengalami peningkatan 1,94 % atau 11,40 kg/Ha dibandingkan produktivitas Cengkeh tahun 2015.

 Produktivitas Kopi dengan target 717,03 Kg/ha, telah tercapai 791 Kg/ha atau 110,32 %, mengalami peningkatan 21,13 Kg/ha dibandingkan produktivitas kopi tahun 2015 atau sebesar 138 Kg/Ha .

 Produktivitas Kelapa dengan target 1.298,43 Kg/ha, telah tercapai 1.155 Kg/ha atau 88,95 %, rata-rata mengalami penurunan 2,45

(16)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 16 / 64 Kg/ha dibandingkan produktivitas Kelapa tahun 2015 atau sebesar 29 Kg/Ha.

 Produktivitas Tebu dengan target 7.906,83 Kg/ha, tercapai 5.753 Kg/ha atau 72,76 %, turun 23,35 % atau sebesar 1.753 kg/Ha dibandingkan produktivitas Tebu tahun 2015.

 Produktivitas Tembakau dengan target 864,59 Kg/ha, telah tercapai 627,30 Kg/ha atau 72,55 %. Dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan 72,44% atau 1.648,90 Kg/ha.

 Produktivitas Nilam dengan target 5.965,00 Kg/ha, tercapai 25.884 Kg/ha atau 433,93 %, turun 24,29 % atau sebesar 8.304 Kg/Ha dibandingkan produktivitas Nilam tahun 2015

 Produktivitas Wijen dengan target 1.252,88 Kg/ha, telah tercapai 600,00 Kg/ha atau 47,89 %, mengalami penurunan 57,66 % atau sebesar 817 Kg/Ha dibandingkan produktivitas Wijen tahun 2015 Upaya pencapaian sasaran peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan pada tahun 2016 didukung oleh hasil-hasil program kegiatan sebagai berikut :

No. Program / Kegiatan Satuan Jumlah Keterangan

1. Penyediaan obat-obatan untuk

antisipasi dan respon cepat terhadap serangan OPT Ha 1.216 Pengamanan produksi pertanian dalam rangka menghadapi kondisi iklim ekstrim di 20 Kecamatan 2. Pengembangan perbenihan

Ha 7 UPT Balai Benih

Padi Palawija Balonggebang 3. Pendampingan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Gapoktan 243 20 Kecamatan 4. SL-GAP bawang merah Kelompok tani 2 Kec. Gondang, Rejoso 5. Sekolah Lapang Pengelolaan

(17)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 17 / 64

No. Program / Kegiatan Satuan Jumlah Keterangan

Tanaman Terpadu (SL-PTT)  SL-PTT Kakao  SL-PTT Kopi  SL-PTT Cengkeh  SL-PTT Nilam  SL-PTT Tembakau Unit Unit Unit Unit Unit 1 1 1 1 1 Kec. Sawahan Kec. Ngetos Kec. Berbek Kec. Loceret Kec. Lengkong 18. Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan Perluasan Areal Tanaman (PAT) Tanaman Pangan  GP-PTT Padi inhibrida kawasan Non pemantapan  Pengelolaan Produksi Kacang dan Umbi  GP-PTT Jagung hibrida non Kawasan Ha Ha Ha 3.324 15.000 9.340 Tugas Pembantuan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI 19. Pengembangan kawasan  Bawang Merah  Cabe Ha Ha 335 75 Tugas Pembantuan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI

b. Meningkatnya Penguasaan Teknologi Pertanian

Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah :

2.1 Penggunaan benih/bibit berlabel

 Padi dengan target 100,00 %, telah tercapai 82,60 % atau tingkat pencapaian target 82,60 %.

(18)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 18 / 64

 Jagung dengan target 100,00 %, telah tercapai 95,87 % atau tingkat pencapaian target 95,87 %.

 Kedelai dengan target 79,00 %, telah tercapai 83,00 % atau tingkat pencapaian target 105,06 %.

Upaya meningkatkan penguasaan teknologi pertanian pada tahun 2016 ini dilaksanakan melalui Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan dengan kegiatan- kegiatan sebagai berikut :

 Sosialisasi Standard Mutu Produk Pertanian, dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap penerapan standar mutu produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan bagi 250 petani di 10 kecamatan.

 Penggunaan benih/bibit berlabel, untuk padi, jagung dan kedelai.

 Jumlah kelompok tani yang dapat menerapkan sistem budi daya pertanian yang baik, SL-GAP Bawang merah dengan target 4 kelompok telah tercapai 6 kelompok atau 150,00 %, SL-GAP Cabe dengan target 2 kelompok telah tercapai 6 kelompok atau 300,00 %, SL-GHP Bawang merah dengan target 1 kelompok telah tercapai 1 kelompok atau 100,00 %, SL-PTT Perkebunan dengan target 78 kelompok telah tercapai 83 kelompok atau 106,41 %,SL-PTT Padi dengan target 600 kelompok telah tercapai 840 kelompok atau 140,00 %, SL-PTT Jagung dengan target 40 kelompok telah tercapai 40 kelompok atau 100,00 %, SL-PTT Kedelai dengan target 870 kelompok telah tercapai 970 kelompok atau 111,49 %.

c. Meningkatnya Efektifitas dan Efisiensi Pemasaran Komoditas Pertanian

Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran ini adalah :

(19)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 19 / 64

 Kemitraan usaha agribisnis Padi dengan target 60 Gapoktan, telah tercapai sebanyak 43 Gapoktan atau pencapaian target 71,67 %. Pada tahun 2015, sebanyak 43 Gapoktan telah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk menampung produksi padi sebanyak 1.785 ton dengan nilai Rp. 11.352.000.000,-

 Kemitraan usaha agribisnis Jagung dengan target 30 Gapoktan, telah tercapai sebanyak 21 Gapoktan atau 70,00 %. Sebanyak 21 Gapoktan telah menjalin kerja sama dengan PD Aneka Usaha untuk menampung hasil panen Jagung sebanyak 1.050 ton dengan nilai Rp. 3.097.500.000,-

 Kemitraan usaha agribisnis Kedelai dengan target 16 Gapoktan, telah tercapai sebanyak 16 Gapoktan atau 100,00 %.

 Kemitraan usaha agribisnis Bawang Merah dengan target 21 Gapoktan, telah tercapai sebanyak 20 Gapoktan atau 95,24 %.

 Kemitraan usaha agribisnis Mangga dengan target 5 Gapoktan, telah tercapai sebanyak 4 Gapoktan atau 80,00 %.

3.2. Penyelenggaraan pasar lelang

 Jumlah komoditas yang diikutsertakan dalam pasar lelang, dengan target 6 komoditas dapat terealisasi 9 komoditas atau 150,00 % ;

 Jumlah Gapoktan yang ikut serta dalam pasar lelang, dengan target 90 Gapoktan telah tercapai 65 Gapoktan atau 72,22 % ;

 Jumlah nilai transaksi dalam pasar lelang, dengan target Rp. 900.000.000,- telah tercapai Rp. 2.213.000.000 atau 245,89 %. Untuk mencapai sasaran meningkatnya efektifitas dan efisiensi pemasaran

komoditas pertanian, diupayakan melalui kegiatan-kegiatan :

 Promosi atas Hasil Produksi Pertanian Unggulan Daerah diselenggarakan dalam bentuk pameran/ expose produk-produk unggulan pertanian daerah, baik produk-produk segar

(20)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 20 / 64 maupun produk olahan, sarana produksi, pengenalan inovasi teknologi terbaru dan forum konsultasi agribisnis.

 Pasar Lelang dan Temu Usaha Agribisnis diselenggarakan dalam rangka mempertemukan langsung kelompok usaha, kelompok tani dan gabungan kelompok tani sebagai produsen dengan pembeli, sehingga terjadi transaksi langsung antara keduanya.

d. Meningkatnya Kapasitas Kelembagaan Petani

Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran ini adalah :

4.1. Jumlah Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) terlatih dari berbagai macam aspek kelembagaan dengan target 20 P4S telah tercapai sebanyak 20 P4S atau 100,00 % ;

4.2. Jumlah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) terlatih untuk mengembangkan usaha pertanian (Agribisnis) dengan target 42 kelompok telah tercapai sebanyak 54 kelompok atau 128,57%;

4.3. Perkembangan modal usaha Gapoktan penerima bantuan penguatan modal PUAP dengan target 114 % telah tercapai 112 % atau tingkat capaian target 98,25 %.

Upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan petani pada tahun 2015 dilaksanakan melalui Program Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

 Peningkatan kemampuan lembaga petani, untuk meningkatkan

kemampuan teknis dan manajerial pengelola P4S ;

 Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu/SL-PTT Tanaman Perkebunan) sebanyak 5 kelompok tani di 5 kecamatan ;

(21)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 21 / 64  Pelatihan dan Pembinaan Petani Pelaku Agribisnis Hortikultura melalui Sekolah Lapang Good Agriculture Practise (SL-GAP) sebanyak 20 kelompok tani di Kecamatan Loceret ;

 Pendampingan Penguatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PPIP/WISMP) bagi 12 kelompok HIPPA/ P3A dan 8 GHIPPA/GP3A di 5 Daerah Irigasi ;  Pendampingan pengembangan usaha agribisnis perdesaan sebanyak

238 Gapoktan ;

e. Meningkatnya Kapasitas SDM Aparatur dan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian

Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah :

5.1. Penyediaan prasarana dan sarana penyuluhan pertanian di BPPK dengan target 16 kecamatan telah tercapai sebesar 14 kecamatan atau tingkat pencapaian target sebesar 87,50 % ;

5.2. Terlaksananya pelatihan penyuluh pertanian di BPPK dengan target 12 kali, telah tercapai sebanyak 12 kali atau 100 % ;

Upaya meningkatkan kapasitas SDM aparatur dan kelembagaan penyuluhan pertanian pada tahun 2015 ini dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian / Perkebunan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

 Peningkatan Sarana dan Kinerja Penyuluhan Pertanian, dilaksanakan dalam rangka fasilitasi penyusunan programa penyuluhan dan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian / perkebunan melalui pelatihan teknis dan manajerial di 20 kecamatan.

Dana yang dianggarkan dan realisasinya untuk mewujudkan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan Tahun 2016 adalah sebagai berikut :

No . Program Anggaran (Rp) Realisasi Rupiah (Rp) (%) 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 327.290.000,- 311.000.452,- 95,02

(22)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 22 / 64 No . Program Anggaran (Rp) Realisasi Rupiah (Rp) (%) 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 312.452.000,- 291.336.500,- 93,24 3. Program Peningkatan Pengem-bangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja dan Keuangan 8.000.000,- 7.931.850,- 99,15 4. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 895.175.000,- 833.469.550,- 93,11 5. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian / Perkebunan 340.000.000,- 314.090.625,- 92,38 6. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan 45.000.000,- 36.192.700 80,43 7. Program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan 497.000.000,- 486.870.770,- 97,96 8. Program Peningkatan Pemberdayaan Penyuluh Pertanian / Perkebunan Lapangan 230.525.000,- 204.767.250,- 88,83 Jumlah Belanja Program 2.655.442.000,- 2.485.659.697,- 93,61

Selain belanja program di atas, Dinas Pertanian Daerah telah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan target Rp. 215.637.200,- telah teralisasi Rp. 228.880.000,- atau 98,26 %.

(23)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 23 / 64 Prestasi yang diperoleh Kabupaten Nganjuk dalam bidang pertanian pada tahun 2016 dapat disampaikan sebagai berikut :

No Jenis/Tingkat Kejuaraan Tahun Atas Nama 1. Juara 1 Lomba Agribisnis Tanaman

Pangan dan Hortukultura Tingkat Propinsi Jawa Timur

2016 Kelompok Tani TANI RUKUN Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk

2. Juara III Lomba Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortukultura Tingkat Propinsi Jawa Timur

2016 Kelompok Tani SRIKOYO Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk

3. Peraih Sertifikat Global Good Agriculture Practices dari Qpoint BV Belanda dan Control Union Indonesia

2016 Gapoktan Lingga Sejahtera, Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk

(24)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 24 / 64 2.1 Target dan Realisasi Tahun Sebelumnya

No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun

2016

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran

kegiatan kegiatan tahun 2016 Target Realisasi

Tingkat Realisasi

(%)

Target Realisasi Tingkat

Capaian (%) A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

Terlaksananya pelayanan surat-menyurat / administrasi kantor dengan tertib dan lancar

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

Terpenuhinya kebutuhan sumber daya listrik, air, telepon dan internet

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

3. Penyediaan Alat tulis Kantor

Terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

4. Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan

Terpenuhinya kebutuhan barang cetakan seperti amplop surat dinas dan penggandaan dokumen dinas

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

5. Penyediaan

Komponen Instalasi listrik /Penerangan Bangunan Kantor

Terlaksananya penyediaan komponen instalasi istrik Lamppu TL/pijar, kabel, stopkonta

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

6. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang Undangan

Tersedianya bahan bacaan dan per-aturan perundang undangan

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

7. Penyediaan Makanan dan Minuman

Terpenuhinya kebutuhan

konsumsi rapat, harian karyawan

(25)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 25 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun

2016

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran

kegiatan kegiatan tahun 2016 Target Realisasi

Tingkat Realisasi

(%)

Target Realisasi Tingkat

Capaian (%) dan tamu dinas

8. Rapat - Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

Terlaksananya koordinasi dan konsultasi ke luar daerah ke Jakarta, Surabaya, ke kota lain dalam provinsi dan luar provinsi Jatim

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

9. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Terlaksananya monitoring dan evaluasi program kegiatan sesuai dengan yang direncanakan

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

10. Pengadaan Peralatan dan Bahan Pembersih

Terlaksananya penyediaan peralatan dan bahan pembersih untuk dinas, UPTD dan BPP

12 bulan 12 bulan 100 % 12 bulan 12 bulan 100 %

B. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur 1. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Terlaksananya Pengadaan Kamera digital, AC, dan handy cam dan sound system

- - - -

2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

Terlaksananya penyediaan computer PC untuk UPTD /Dinas

6 paket 6 paket 100 % 6 paket 6 paket 100 %

3. Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor

Terlaksananya pemeliharaan rutin gedung kantor

1 tahun 1 tahun 100 % 1 tahun 1 tahun 100 %

(26)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 26 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun

2016

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran

kegiatan kegiatan tahun 2016 Target Realisasi

Tingkat Realisasi

(%)

Target Realisasi Tingkat

Capaian (%) Berkala Kendaraan

Dinas / Operasional

rutin kendaraan dinas 5. Pemeliharaan Rutin /

Berkala Perlengkapan Gedung Kantor

Terlaksananya pemeliharaan rutin perlengkapan gedung kantor

1 tahun 1 tahun 100 % 1 tahun 1 tahun 100 %

6. Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung Kantor

Terlaksananya pemeliharaan rutin peralatan gedung kantor

1 tahun 1 tahun 100 % 1 tahun 1 tahun 100 %

7. Pemeliharaan Rutin / Berkala mebeleur

Terlaksananya pemeliharaan rutin peralatan gedung kantor

1 tahun 1 tahun 100 % 1 tahun 1 tahun 100 %

8. Pengadaan Mebeleur Terlaksananya pengadaan

mebeleur untuk Balai Penyuluhan Pertanian 1 BPP & dinas 1 BPP & dinas 100 % 1 BPP & dinas 1 BPP & dinas 100 % 9. Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Kantor

Terlaksanya rehab dan renovasi kamar mandi

(27)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 27 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) C. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 1. Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Tersusunnya laporan capaian kinerja dan ikhtisar keuangan semesteran 1 tahun 1 tahun 100 % 2. Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun Tersusunnya laporan prognosis dan laporan keuangan akhir tahun

1 tahun 1 tahun 100 %

3. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar realisasi Kinerja SKPD Tersusunnya laporan capaian kinerja SKPD 1 tahun 1 tahun 100 % E. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1. Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani Terlaksananya pelatihan pengelola Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S)

20 P4S 20 P4S 100 % 20 P4S 20 P4S 100 %

(28)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 28 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) Wicara) dan Pendampingan Petani / Pelaku Agribisnis

kontak tani tingkat

kecamatan dan kabupaten

kecamatan 1 kali di 20 kecamatan dan tingkat kabupaten 2 kali kecamatan 1 kali di 20 kecamatan dan tingkat kabupaten 2 kali kecamatan 1 kali di 20 kecamatan dan tingkat kabupaten 2 kali kecamatan 1 kali di 20 kecamatan dan tingkat kabupaten 2 kali 3. Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu / SL-PTT Tanaman Perkebunan) Terlaksananya peningkatan pegetahuan dan ketrampilan petani serta terwujudnya laboratorium lapangan tanaman perkebunan SL-PTT tanaman perkebunan 5 kelompok tani dan 5 laboratorium lapangan SL-PTT tanaman perkebunan 5 kelompok tani dan 5 laboratorium lapangan 100 % SL-PTT tanaman perkebunan 5 kelompok tani dan 5 laboratorium lapangan SL-PTT tanaman perkebunan 5 kelompok tani dan 5 laboratorium lapangan 100 % 4. Pelatihan dan Pembinaan Petani Pelaku Agribisnis Hortikultura melalui Sekolah Lapang Good Agricultura Practice (SL-GAP)

Tumbuhnya Kelompok Tani Pelaku Agribisnis

Hortikultura yang menerapkan teknik budidaya pertanian yang baik SL-GAP Bawang merah dan Cabe rawit sebanyak 2 kelompok tani SL-GAP Bawang merah dan Cabe rawit sebanyak 2 kelompok tani 100 % SL-GAP Bawang merah dan Cabe rawit sebanyak 2 kelompok tani SL-GAP Bawang merah dan Cabe rawit sebanyak 2 kelompok tani 100 % 5. Pembangunan Jalan Usaha Tani (DAK)

Meningkatrnya akses transportasi sarana

produksi dan hasil panen

- - - - 6. Pendampingan Pengembangan Usaha Agribisnis Terlaksananya pendampingan Gapoktan penerima dana penguatan

(29)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 29 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%)

Pedesaan (PUAP) modal pengembangan

Usaha agribisnis Pedesaan (PUAP) 7. Penguatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PPIP/WISMP) Terlaksananya penguatan / revitalisasi Perhimpunan Petani Pemakai Air (P3A)

7 P3A dan 7 GP3A 7 P3A dan 7 GP3A 100 % 7 P3A dan 7 GP3A 7 P3A dan 7 GP3A 100 % 8. Pengembangan Fasilitas Terpadu Investasi Hortikultura (FATIH)

Terlaksananya temu usaha dan studi banding dalam rangka fasilitasi terpadu investasi hortikultura

2 Kali 2 Kali 100 % 2 Kali 2 Kali 100 %

9. Pengembangan Hortikultura pada Kawasan Lingkar Lereng Gunung Wilis Terlaksananya peningkatan SDM petani pelaku agribisnis buah

6 Kelp. Tani 6 Kelp. Tani 100 % 6 Kelp. Tani 6 Kelp. Tani 100 %

10. Fasilitasi Penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi Terlaksananya fasilitasi penyusunan RDKK pupuk bersubsidi 1.216 Kelompok Tani 1.216 Kelompok Tani 100 % 1.216 Kelompok Tani 1.216 Kelompok Tani 100 % F. Program Peningkatan Pemasaran Hasil

(30)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 30 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) Produksi Pertanian / Perkebunan 1. Promosi atas Hasil

Pertanian / Perkebunan Unggulan Daerah Terlaksananya Promosi produk pertanian / perkebunan unggulan daerah

5 Kali 5 Kali 100 % 5 Kali 5 Kali 100 %

2. Pasar Lelang dan Temu Usaha Agribisnis

Terlaksananya pasar lelang hasil pertanian dan temu usaha agribisnis

15 Kelp. Tani 15 Kelp. Tani 100 % 15 Kelp. Tani 15 Kelp. Tani 100 %

3. Penguatan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kabupaten Nganjuk Terlaksananya

pengawasan pupuk dan pestisida 1.216 Kelompok Tani 1.216 Kelompok Tani 100 % 1.216 Kelompok Tani 1.216 Kelompok Tani 100 % 4. Pelatihan Pengembangan Olahan Produk Pertanian Terlaksananya pelatihan produk olahan pertanian

- - - - G. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan

(31)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 31 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) 1. Sosialisasi Standart Mutu Produk Pertanian Terlaksananya sosialisasi standart mutu produk tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan 20 Kecamatan 20 Kecamatan 100,00 % 20 Kecamatan 20 Kecamatan 100,00 % 2. Pengendalian OPT Bawang Merah dan Cabe dengan Shading Net

Terlaksananya

pengendalian OPT bawang merah dan cabe secara alami dengan shading net

1 Unit 1 Unit 100,00 % 1 Unit 1 Unit 100,00 % 3. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Terlaksananya pelatihan pembuatan Pupuk Organik

20 Kelompok 20 Kelompok 100,00 % 20 Kelompok 20 Kelompok 100,00 % H. Program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan 1. Pengamanan Produksi Pertanian dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrem Terlaksananya penyediaan obat-obatan untuk stok antisipasi dan respon cepat pengendalian hama

penyakit

1.320 Botol 1.320 Botol 100,00 1.320 Botol 1.320 Botol 100,00

2. Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Kebijakan Subsidi Pertanian

Terlaksanannya kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian 1.216 Kelompok Tani 1.216 Kelompok Tani 100,00 % 1.216 Kelompok Tani 1.216 Kelompok Tani 100,00 %

(32)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 32 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) 3. Pengembangan Perbenihan Terlaksananya produksi benih unggul bermutu oleh UPTD Balai Benih Padi Palawija 8 Ha 8 Ha 100,00 % 8 Ha 8 Ha 100,00 % 4. Pengembangan kebun Bibit Hortikultura Terlaksananya peningkatan sarana prasarana 1 paket 1 paket 100,00 % 1 paket 1 paket 100,00 % 5. Pengendalian Tikus dengan Burung Hantu Terlaksananya penyediaan pagupon burung hantu

10 Unit 10 Unit 100,00 % 10 Unit 10 Unit 100,00 % 6. Pelatihan Pengendalian OPT Padi Terlaksananya pelatihan pengendalian OPT Padi

3 Kelompok 3 Kelompok 100,00 % 3 Kelompok 3 Kelompok 100,00 % 21. Pelatihan Pemutakhiran Data Statistik Pertanian Terlaksananya pelatihan pemutakhiran data statistik pertanian - - - - 22. Rehabilitasi Jaringan Irigasi tersier (DAK Tambahan 2015) Terlaksananya rehabilitasi jaringan irigasi tersier

- - - - 23. Pengembangan Jaringan Irigasi Tersier (DAK Tambahan 2015) Terlaksananya pembangunan jaringan irigasi tersier - - - - 24. Pengembangan Sumber-Sumber Terlaksananya pembangunan embung, - - - -

(33)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 33 / 64 No

Urusan Bidang/Program/

Kegiatan

Indikator Hasil Program / Keluaran Kegiatan

Target dan Realiasi kinerja program dan keluaran kegiatan kegiatan tahun 2015

Target dan perkiraan Realiasi capaian program dan keluaran kegiatan kegiatan

tahun 2016 Target Realisasi Tingkat Realisasi (%) Target Realisasi Capaian Tingkat Capaian (%) Air untuk Irigasi

(DAK Tambahan 2015)

dam parit, irigasi air tanah dangkal dan ar permukaan I. Program Peningkatan Pemberdayaan Penyuluh Pertanian / Perkebunan Lapangan 1. Penyediaan Fisik Prasarana Penyuluhan di BPP (DAK) Terlaksananya

pembangunan gedung dan rehabilitasi Balai Penyuluhan Pertanian di Kecamatan 4 Unit 4 Unit 100,00 % 4 Unit 4 Unit 100,00 % 2. Peningkatan

Sarana dan Kinerja Penyuluh Pertanian Terlaksananya kegiatan penyuluhan pertanian sesuai programa penyuluhan pertanian 174 WKPP 174 WKPP 100,00% 174 WKPP 174 WKPP 100,00% 3. Pemberian Penghargaan Agribisnis Terlaksananya Apresiasi / penghargaan Agribisnis 10 Jenis 10 Jenis 100,00 % 10 Jenis 10 Jenis 100,00 %

(34)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 34 / 64 2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Keberhasilan suatu perencanaan dapat dilihat dengan sinergi antara perencanaan pembangunan nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat dan perencanaan pembangunan daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten. Sejumlah kebijakan telah dibuat untuk mensinergikan perencanaan pembangunan nasional dan perencanaan pembangunan daerah provinsi dan perencanaan pembangunan daerah kabupaten/kota antara lain oleh kebijakan perencanaan yang tertuang dalam UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) yang dikenal sebagai proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Meskipun sistem Musrenbang telah dikembangkan lebih baik, dalam rangka menerpadukan perencanaan pembangunan nasional dan perencanaan pembangunan daerah provinsi dan perencanaan pembangunan kabupaten/kota masih belum optimal.

Melihat kondisi tersebut di atas Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk selaku dinas perencana dan pelaksana pembangunan pertanian mencoba untuk mensinergikan proses perencanaan baik tingkat pusat, provinsi dan kabupaten dalam rangka :

1. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan.

2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah

3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;

4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat;

5. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

2.3. Isu-isu Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD (sesuai perda SOTK) Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor : 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk. Selanjutnya,

(35)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 35 / 64 sesuai ketentuan pasal 14 Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor : 8 Tahun 2008, maka Susunan Organisasi Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk terdiri dari :

1). Kepala Dinas Pertanian Daerah 2). Sekretariat, terdiri dari :

 Sub Bagian Umum ;

 Sub Bagian Keuangan ;

 Sub Bagian Program dan Evaluasi. 3). Bidang Tanaman Pangan, terdiri dari :

 Seksi Produksi Tanaman Pangan ;

 Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Tanaman pangan ;

 Seksi Perlindungan Tanaman Pangan. 4). Bidang Hortikultura, terdiri dari :

 Seksi Produksi Hortikultura ;

 Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura;

 Seksi Perlindungan Tanaman Hortikultura. 5). Bidang Perkebunan, terdiri dari :

 Seksi Produksi Perkebunan ;

 Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Perkebunan;

 Seksi Perlindungan Tanaman Perkebunan. 6). Bidang Pengendalian dan Penyuluhan, terdiri dari :

 Seksi Pengendalian dan Evaluasi ;

 Seksi Penyuluhan.

7). Kelompok Jabatan Fungsional, mengkoordinasikan :

 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nganjuk ;

 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kujon Manis ;

 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baron ;

 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Loceret :

 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balonggebang ;

 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Salamrojo; 8). Unit Pelaksana Teknis Dinas, terdiri dari :

 Balai Benih Padi dan Palawija (BBPP) ;

(36)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 36 / 64

 Balai Standarisasi Produk Pertanian (BSPP);

 UPTD Pertanian 20 Kecamatan

B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nganjuk Nomor : 16 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk, Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pertanian.

Dinas Pertanian Daerah mempunyai fungsi :

1). Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanian ;

2). Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pertanian ;

3). Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pertanian ;

4). Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Kepala Dinas Pertanian Daerah mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah, membina dan melaksanakan tugas di bidang pertanian.

1. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu dan tugas pelayanan administratif.

Sekretariat mempunyai fungsi :

a. Pengoorganisasian penyusunan program dan evaluasi;

b. Pengoorganisasian penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu;

c. Pelayanan administrasi ;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Pertanian Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(37)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 37 / 64 1.1) Sub Bagian Umum

Sub Bagian Umum mempunyai tugas :

a) Melaksanakan kegiatan ketatausahaan dan ketatalaksanaan ; b) Melaksanakan urusan kerumahtanggaan, perlengkapan dan

keprotokolan ;

c) Melaksanakan pelayanan administrasi kepegawaian;

d) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai dengan tugasnya.

1.2) Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas :

a) Menyiapkan bahan dan data untuk penyusunan anggaran ;

b) Menyusun rencana anggaran (RKA-SKPD dan DPA-SKPD) ;

c) Melaksanakan tertib administrasi keuangan ; d) Menyusun laporan keuangan ;

e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugasnya.

1.3) Sub Bagian Program dan Evaluasi

Sub Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas :

a) Melaksanakan koordinasi penyusunan program kegiatan ; b) Melaksanakan penyusunan program kegiatan ;

c) Melaksanakan penyusunan laporan kegiatan ; d) Melaksanakan evaluasi pelaksanaan program ;

e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugasnya.

2. Bidang Tanaman Pangan

Bidang Tanaman Pangan mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum, membina dan melaksanakan tugas di bidang tanaman pangan.

Bidang Tanaman Pangan mempunyai fungsi :

(38)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 38 / 64 b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di

bidang tanaman pangan ;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang tanaman pangan ; d. Pemberian izin bidang usaha pertanian tanaman pangan;

e. Pemberian rekomendasi dan uji lapang alat-alat mesin pertanian sesuai dengan tipe dan teknologi tepat guna ;

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Pertanian Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2.1) Seksi Produksi Tanaman Pangan

Seksi Produksi Tanaman Pangan mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang produksi tanaman pangan;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang produksi tanaman pangan ;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang produksi tanaman pangan ;

d) Memberi izin bidang usaha produksi tanaman pangan ;

e) Memberikan rekomendasi dan uji lapang alat-alat mesin produksi tanaman pangan sesuai dengan tipe dan teknologi tepat guna ;

f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan sesuai dengan tugasnya.

2.2) Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan

Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang pasca panen dan pengolahan hasil tanaman pangan ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pasca panen dan pengolahan hasil tanaman pangan ; c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang pasca panen dan

(39)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 39 / 64 d) Memberikan rekomendasi dan uji lapang alat-alat mesin pasca panen dan pengolahan hasil tanaman pangan sesuai dengan tipe dan teknologi tepat guna;

e) Memberi izin bidang usaha pasca panen dan pengolahan hasil tanaman pangan ;

f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan sesuai dengan tugasnya.

2.3) Seksi Perlindungan Tanaman Pangan

Seksi Perlindungan Tanaman Pangan mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang perlindungan tanaman pangan ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perlindungan tanaman pangan ;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang perlindungan tanaman pangan ;

d) Memberi izin bidang usaha perlindungan tanaman pangan ; e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Bidang Tanaman Pangan sesuai dengan tugasnya. 3. Bidang Hortikultura

Bidang Hortikultura mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum, membina dan melaksanakan tugas di bidang hortikultura.

Bidang Hortikultura mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang hortikultura ;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang hortikultura ;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang hortikultura ; d. Pemberian izin bidang usaha pertanian hortikultura ;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Pertanian Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(40)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 40 / 64 3.1) Seksi Produksi Hortikultura

Seksi Produksi Hortikultura mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang produksi hortikultura ; b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum

di bidang produksi hortikultura;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang produksi hortikultura;

d) Pemberian izin bidang usaha produksi hortikultura ;

e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Hortikultura sesuai dengan tugasnya.

3.2) Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura

Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang pasca panen dan pengolahan hasil hortikultura ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pasca panen dan pengolahan hasil hortikultura ; c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang pasca panen dan

pengolahan hasil hortikultura ;

d) Memberi izin bidang usaha pasca panen dan pengolahan hasil Hortikultura ;

e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Hortikultura sesuai dengan tugasnya.

3.3) Seksi Perlindungan Tanaman Hortikultura

Seksi Perlindungan Tanaman Hortikultura mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang perlindungan tanaman hortikultura ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perlindungan tanaman hortikultura ;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang perlindungan tanaman hortikultura ;

(41)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 41 / 64 d) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Bidang Hortikultura sesuai dengan tugasnya. 4. Bidang Perkebunan

Bidang Perkebunan mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum, membina dan melaksanakan tugas di bidang Perkebunan.

Bidang Perkebunan mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang perkebunan ;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perkebunan ;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perkebunan ; d. Pemberian izin bidang usaha perkebunan ;

e. Pemberian rekomendasi dan uji lapang alat-alat mesin perkebunan sesuai dengan tipe dan teknologi tepat guna;

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Pertanian Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4.1) Seksi Produksi Perkebunan

Seksi Produksi Perkebunan mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang produksi perkebunan ; b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum

di bidang produksi perkebunan ;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang produksi perkebunan;

d) Memberi izin bidang usaha perkebunan ;

e) Memberi rekomendasi dan uji lapang alat-alat mesin produksi perkebunan sesuai dengan tipe dan teknologi tepat guna ; f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Bidang Perkebunan sesuai dengan tugasnya. 4.2) Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Perkebunan

Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Perkebunan mempunyai tugas :

(42)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 42 / 64 a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang pasca panen dan

pengolahan hasil perkebunan ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pasca panen dan pengolahan hasil perkebunan ; c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang pasca panen dan

pengolahan hasil perkebunan ;

d) Memberi izin bidang usaha pasca panen dan pengolahan hasil perkebunan ;

e) Memberi rekomendasi dan uji lapang alat-alat mesin pasca panen dan pengolahan hasil perkebunan sesuai dengan tipe dan teknologi tepat guna;

f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perkebunan sesuai dengan tugasnya.

4.3) Seksi Perlindungan Tanaman Perkebunan

Seksi Perlindungan Tanaman Perkebunan mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang perlindungan tanaman perkebunan ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perlindungan tanaman perkebunan ;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang perlindungan tanaman perkebunan ;

e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perkebunan sesuai dengan tugasnya.

5. Bidang Pengendalian dan Penyuluhan

Bidang Pengendalian dan Penyuluhan mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum, membina dan melaksanakan tugas di bidang pengendalian dan penyuluhan.

Bidang Pengendalian dan Penyuluhan mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pengendalian dan penyuluhan;

(43)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 43 / 64 b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perumusan kebijakan teknis di bidang pengendalian dan penyuluhan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengendalian dan penyuluhan ;

d. Pemberian rekomendasi sarana produksi (pupuk, benih/bibit dan pestisida) ;

e. Pengendalian terhadap pengadaan, peredaran dan pengamanan ketersediaan sarana produksi ;

f. Penerimaan pengaduan terhadap kelangkaan dan penyimpangan penggunaan sarana produksi ;

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Pertanian Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5.1) Seksi Pengendalian dan Evaluasi

Seksi Pengendalian dan Evaluasi mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang pengendalian dan evaluasi ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengendalian dan evaluasi ;

c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang pengendalian dan evaluasi ;

d) Mengendalikan pengadaan, peredaran dan pengamanan

ketersediaan sarana produksi ;

e) Menerima pengaduan tentang kelangkaan dan penyimpangan penggunaan sarana produksi ;

f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Penyuluhan sesuai dengan tugasnya.

5.2) Seksi Penyuluhan

Seksi Penyuluhan mempunyai tugas :

a) Merumuskan kebijakan teknis di bidang penyuluhan ;

b) Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang penyuluhan ;

(44)

Rencana Kerja Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 Halaman 44 / 64 c) Membina dan melaksanakan tugas di bidang penyuluhan ; d) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Bidang Pengendalian dan Penyuluhan sesuai dengan tugasnya.

Gambar

Tabel Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2017

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini dapat dilihat fungsi pemasaran yang dilakukan lembaga pemasaran pada komoditi kubis sehingga dapat menjangkau pasar yang jauh dari daerah

“promosi penjualan sebagai alat utama dalam kampanya pemasaran, adalah berbagai alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek yang dirancang untuk merangsang

Siti Romdiyah (2002) dalam penelitiannya dengan judul Analisis kesesuaian potensi, produksi dan produksi rata-rata per hektar pertanian padi sawah di Kabupaten

Salah satu komoditi perkebunan andalan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian, yang menjadi bahan baku industri adalah kopi.. Kopi memegang peranan

Pengolahan data kepegawaian seperti cuti, kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat dan sebagainya yang berhubungan dengan kepegawaian pada Dinas Pertanian, Perkebunan

Definisi Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perairan baik yang diolah maupun yang tidak diolah

Penelitian ini berusaha untuk mengkaji penerapan strategi pemasaran yaitu kualitas produk, harga, lokasi, promosi (Marketing Mix) dan kualitas pelayanan pada Rumah

Bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix/promotion mix) merupakan ramuan sekaligus penerapan limaalat promosi utama perusahaan untuk mencapai