• Tidak ada hasil yang ditemukan

Long Term Evolution (LTE)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Long Term Evolution (LTE)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Mobile

Communication

(2)

2

Data Rate

Kualitas

Kapasitas

Layanan

(3)

Perkembangan Wireless 1G sampai 4G

Generasi pertama (1G)

Pengembangan teknologi nirkabel ditandai dengan pengembangan sistem analog dengan kecepatan rendah (low speed) dan suara sebagai obyek utama. Dua contoh dari pengembangan teknologi nirkabel pada tahap pertama ini adalah NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).

Generasi kedua (2G)

(4)

Generasi ketiga (3G)

Generasi digital kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan W-CDMA2000 1xEV-DO.

Generasi Keempat (4G)

Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).

Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan akses tersebut didapat dengan menggunakan

(5)
(6)
(7)

7

(8)
(9)

9

Kanal frekuensi

Frequency

Division Duplex

(FDD)

Time

Division Duplex

(TDD)

Waktu

Waktu

Untuk memisahkan transmisi forward dan reverse link

(10)

First Generation (1G)

AMPS – Amerika Utara

Total Access Communications Systems (TACS) - UK

Nordic Mobile Telephone (NMT) System - Scandanavia

C450 – Jerman Barat

Nippon Telephone & Telegraph (NTT) – Japan

Contoh di Indonesia :

NMT

Operator: PT. Rajasa Hazanah Perkasa diambil alih oleh PT.

Mobisel Indonesia (Orbit), hanya beroperasi di wilayah Jakarta, Bali

dan Surabaya.

(11)

Berbasis Analog, dan

belum mendukung

Handover

, yang

menyebabkan

pengguna kesulitan

untuk mobilitas di luar

jangkauan.

Kualitas sinyal, mudah

di interferensi oleh

Noise.

Menggunakan FDMA

Efsiensi bandwidth

frekuensi terhadap

(12)

Second Generation (2G)

Di Indonesia : GSM

Operator: Telkomsel, Indosat,

Excelcomindo

GSM (Global System For Mobile Communication)

,

berbasis digital

o

Multiple akses menggunakan TDMA (8 time slot per carrier).

o

Diperkenalkan SIM (Subscriber Identifcation Modul).

(13)

Spesifkasi teknis sistem GSM

Uplink frequencies

890-915 MHz

Downlink frequencies

935-960 MHz

Total GSM bandwidth

25 MHz up + 25 MHz down

Channel bandwidth

200 kHz

Number of RF carriers

124

Multiple access

TDMA

Users/carrier

8

Number of simul. users

992

(14)

• IS-95 CDMA

o D-AMPS berkapasitas 3 kali AMPS

o Tahun 1990 Qualcomm mengembangkan CDMA dan diklaim berkapasitas 20 kali AMPS.

o Berbeda dengan yang lain, IS-95 menggunakan teknik spread spectrum :

– Sinyal narrowband dikalikan dengan sinyal dengan bandwidth sangat lebar (spreading signal)

– Spreading signal adalah pseudonoise code sequence dengan chip rate dari data rate informasi

– Semua user, masing-masing mempunyai kode berbeda yang mendekati orthogonal satu sama lain, sehingga semuanya bisa transmit secara simultan

(15)

Third Generation (3G)

Beberapa standart, yaitu :

o

CDMA 2000 1x

o

W-CDMA

Di Indonesia :

o

CDMA

2000

1x

Operator : Bakrie Tel.

(Esia), Telkom (Flexy)

o

CDMA 2000 1x EVDO

PT. Mobile 8 Telecom

(Mobile 8)

o

CDMA EVDO Rev. B

(16)

CDMA 2000 1x

o

Usulan Amerika didasarkan pada teknologi IS-95 CDMA yang

digunakan di Amerika

o

CDMA merupakan leading air interface untuk sistem selular 2G di

Amerika

o

cdma2000 1X: Dikembangkan oleh Qualcomm merupakan evolusi

CDMA ke sistem 3G dengan data rates mencapai 307 kb/s - “cdma2000

1X dianggap sebagai sistem selular 2.5G”

(17)

TDMA-based EDGE (IS-136 TDMA + GSM): Enhanced

Data rates for Global Evolution

o Sebelum diadopsi oleh UWC (Universal Wireless Consortium - trade group untuk TDMA) dan TIA technical commitee TR45.3, nama sebelumnya

“Enhanced Data rates for GSM Evolution”

o Data rates antara 384 kb/s dan 2 Mb/s

o ITU-T telah memilih W-CDMA sebagai jalur migrasi ke 3G dari sistem TDMA

(18)

Fourth Generation (4G)

Evolusi terkini

dengan jaminan

rate 100 Mbps.

Beberapa

standart :

o LTE (Long Term Evolution)

o UMB (Ultra Mobile Broadband)

o Wimax

(Worldwide

(19)
(20)

Evolution of Cellular Networks

(21)

LTE

the next generation of mobile

internet

(22)

Evolution from 2G

IS-95

GSM-

IS-136 & PDC
(23)

Pendahuluan

LTE merupakan kependekan dari

Long Term Evolution

yakni

sebuah standar komunikasi dasar nirkabel tingkat tinggi

yang didasarkan pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/

HSDPA dimana terjadi peningkatan dalam hal kapasitas

dan kecepatan menggunakan teknik modulasi baru.

Tujuan dari LTE adalah untuk meningkatkan kapasitas dan

kecepatan jaringan data nirkabel menggunakan teknik DSP

(

Digital

Signal

Processing

)

dan

modulasi

yang

dikembangkan pada awal milenium baru.

(24)

Long Term Evolution

Teknologi radio 4G yang masih dalam tahap pengembangan oleh

3GPP dengan kemampuan pengiriman data mencapai kecepatan

100 Mbit/s secara teoritis untuk

downlink

dan 50 Mbit/s

untuk

uplink

Kecepatan ini dapat dicapai dengan menggunakan

Orthogonal

Frequency Division Multiplexing

(OFDM) pada

downlink

dan

Single

Carrier Frequency Division Multiplex

(SC-FDMA) pada

uplink

,

yang digabungkan dengan penggunaan MIMO.

(25)

Beberapa kelebihan yang dimiliki LTE

1. Tingkat download sampai dengan 299.6 Mbps dan tingkat upload

hingga 75.5 Mbps tergantung pada kategori perangkat yang digunakan.

2. Peningkatan dukungan untuk mobilitas, sebagai contoh dukungan

untuk terminal bergerak hingga 350km/jam atau 500 km/jam

tergantung pita frekuensi

3. Dukungan untuk semua gelombang frekuensi yang saat ini digunakan

oleh sistem IMT dan ITU-R

4. Di daerah kota dan perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi (seperti

2.6 GHz di Uni Eropa) digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi

mobile broadband.

(26)

Kekurangan Teknologi LTE

Kekurangan yang dimiliki oleh teknologi LTE antara lain

adalah biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif

mahal. Selain itu jika jaringan harus diperbaharui maka

peralatan baru harus diinstal.

(27)

4G (LTE)

LTE stands for Long Term Evolution

Next Generation mobile broadband technology

Promises data transfer rates of 100 Mbps

(28)
(29)
(30)

Major LTE Radio Technogies

Uses Orthogonal Frequency Division Multiplexing

(OFDM) for downlink

Uses Single Carrier Frequency Division Multiple Access

(SC-FDMA) for uplink

Uses Multi-input Multi-output(MIMO) for enhanced

throughput

Reduced power consumption

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini menggunakan 2 skenario dalam melakukan simulasi, skenario 1 berdasarkan jumlah antena hasil perhitungan coverage dengan peletakan antena

Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara telah terbentuk sejak tahun 2003 dan secara berkelanjutan tampil setiap tahun, beranggotakan perwakilan generasi

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi, hambatan dan usaha masyarakat untuk mengatasi hambatan dalam implementasi nilai-nilai persatuan dan kemanusiaan

Saat proses insert terjadi pada tabel eksisting, engine akan mengidentifikasi proses DML yang terjadi dan memicu engine untuk melakukan sinkronisasi pada tabel yang

Hal ini karena pemberian kapur 1,0 x Al- dd pada gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi sehingga apabila dicampur dengan Inceptisol akan terjadi perubahan

Saya mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ingin melakukan penelitian dengan judul “Perbedaan Keberhasilan Terapi Klindamisin Oral dan Metronidazol Oral

Aliran pertama memandang bahwa komitmen organisasional merupakan suatu perilaku ( behavioral school ) yang mengacu pada pemikiran Becker dengan teori " side bets "..

Levene's Test for Equality of Variances t df Sig.. (2-tailed) Mean