BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Karya sastra merupakan gambaran dari keadaan lingkungan sosial masyarakat. Seorang pengarang mengungkapkan karya sastra melalui bahasa yang indah dan menarik namun tidak mengurangi keutuhan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Sebagai karya yang berbentuk lisan maupun tulisan, sastra mampu memberikan efek positif terhadap kehidupan manusia. Apa yang ditulis oleh pengarang dalam karya tersebut, tidak jauh dari keadaan yang ada di lingkungan pengarang atau masyarakat sekitarnya. Sebagai masyarakat tidak hanya mampu menikmati sebuah karya sastra namun dapat menerapkan pelajaran positif yang dapat berguna bagi kehidupan warga masyarakat.
Sebagai produk masyarakat, sastra mampu menjadi cermin dari kehidupan sosial masyarakat. Kehidupan yang menyangkut hubungan antar manusia ditentukan dan dipengaruhi oleh tatanan masyarakat yang ada. Dimana banyak unsur kemanusiaan yang masuk di dalamnya. Pada dasarnya karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan, karena karya sastra dapat memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup. Menjadikan manusia mempunyai pengetahuan dunia baru tentang bagaimana kehidupan yang ada di dalam karya sastra. Maka dari itu sastra sangat penting untuk bisa dinikmati dan dijadikan sebagai ilmu kehidupan. Maka dari itu sastra juga sangat penting dan perlu untuk diajarkan bukan hanya di dalam kehidupan lingkungan biasa namun juga di dalam suatu sekolah sesuai dengan konteks keadaan para siswa.
Pengajaran sastra di sekolah, merupakan usaha untuk meningkatkan kreativitas dalam merefleksikan kemampuan siswa untuk memahami suatu karya sastra termasuk amanat cerpen. Peningkatan kemampuan siswa dalam memahami cerpen dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya sastra. Secara umum banyak aspek pendidikan yang dapat diperoleh melalui pengajaran sastra misalnya: pendidikan agama, kemasyarakatan, sosial, budaya, sikap, keindahan, kebahasaan dan sebagainya. Dengan mengapresiasi karya sastra akan menambah pengetahuan tentang kehidupan manusia, memperluas wawasan dan mempertajam pandangan siswa terhadap realitas sosial masyarakat disekitarnya. Kemudian dengan karya sastra pula, manusia akan lebih peka terhadap lingkungan yang disertai dengan permasalahannya.
yang kurang mengetahui bagaimana cara memberikan pembelajaran sastra kepada para siswa agar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Banyak dijumpai siswa yang ketika disuruh untuk membaca suatu karya sastra mereka malas untuk membacanya. Selain itu untuk menjadikan siswa lebih dapat memaknai maksud dari cerita dan merasakan apa yang ada di dalam cerpen, mereka sangat sulit untuk mengapresiasikannya. Dalam hal ini, menjadikan pembelajaran sastra menjadi tidak terarah pada tujuannya yaitu memberikan gambaran kehidupan yang dapat diambil segi positifnya yang dapat dinikmati oleh semua khalayak ramai.
Cerpen yang berjudul Setubuh Seribu Mawar adalah karangan dari Yanusa Nugroho yang menceritakan berbagai macam fenomena kehidupan sosial masyarakat yang ada disekitar kita. Cerita ini diangkat dari realitas kehidupan masyarakat desa dan masyarakat kota pada umumnya. Dimana kumpulan cerpen tersebut memperlihatkan segi kehidupan baik dalam agama, ekonomi, sosial dan budaya. Secara umum cerita tersebut menampilkan berbagai macam gambaran yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat desa dan kota baik dari cara bersosialisasinya, kehidupan ekonominya, dan kehidupan sosial budayanya. Kemudian salah satu cerpen karya Yanusa Nugroho yang menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yaitu berjudul Kandang.
Cerita tersebut mewakili dari salah satu potret kehidupan sosial masyarakat terutama dalam kehidupan masyarakat kota. Cerita yang berjudul “Kandang” menceritakan kehidupan seorang laki-laki yang hidup di dalam suatu kawasan perumahan selama beberapa tahun, dimana dia sama sekali tidak mengenali warga lain yang tinggal berdekatan dengan rumahnya. Dalam kehidupannya ia jarang sekali bersosialisasi dengan tetangga bahkan untuk bertegur sapa tidak pernah dilakukannya. Kontrol sosial yang dimiliki masyarakat kota sangat lemah, menjadikan warga masyarakat tidak mengenal satu sama lain, untuk mengetahui namanya pun tidak pernah ia ketahui meskipun ia sudah berusaha untuk bisa berinteraksi dengan tetangganya namun tidak membawakan hasil yang baik. Ia terkadang hanya melihat salah satu tetangganya yang biasa ia panggil dengan sebutan Tom atau Ton mengendarai mobil yang kacanya tertutup rapat.
Hal ini menggambarkan bahwa kehidupan masyarakat kota, sangat tertutup dan setiap warganya sibuk dengan urusan masing-masing sehingga tidak memperdulikan keadaan dilingkungan sekitarnya. Ketika pada suatu hari laki-laki tersebut mendapati salah seorang warga yang ia temukan tergeletak di jalan menuju rumahnya. Ia berusaha untuk menolong orang tersebut karena hal ini kesempatan ia agar bisa berkenalan dengan salah satu warganya. Namun alhasil, kebaikan yang ia berikan kepada orang yang tidak ia kenal tersebut menjadi petaka dalam rumahnya karena ternyata orang yang tidak dikenal itu adalah pencuri. Ia mengambil sebuah HP ketika seorang laki-laki itu sedang membelikan makanan untuk tamunya. Dengan adanya hal itu ia sadar dan mengetahui alasan mengapa para tetangganya sangat tertutup baik dalam tempat tinggal maupun ketika bersosialisasi dengan warga lainnya.
Melihat dari fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat tersebut, cerita yang ditampilkan dalam kumpulan cerpen karya Yanusa Nugroho sangat menarik untuk dibahas. Dalam cerita tersebut menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat di sekeliling kita baik di dalam desa maupun kota. Selain itu di dalam cerpen tersebut juga memberikan pembelajaran hidup yang sesungguhnya dapat ditiru mana yang baik dan tidak baik. Dalam hal ini, akan dalam kumpulan cerpen tersebut juga dapat menambah wawasan pembaca dengan mengetahui perbedaan antar dua sisi kehidupan yaitu kehidupan masyarakat desa dan kota. Selain itu juga menjadikan pembaca dapat lebih kritis dalam menyikapi suatu permasalahan dunia dan menjadikan seseorang dapat lebih memahami arti sebuah karya sastra bagi kehidupan.
Selain itu melihat dari pesan yang disampaikan dalam tiap-tiap cerpen itu maka cerpen tersebut dapat diimplementasikan kedalam pengajaran sastra di sekolah khususnya di sekolah menengah atas. Mengingat akan pentingnya sastra dalam pembelajaran di sekolah, siswa diharapkan mampu memahami hakekat sastra itu sendiri, mengembangkan daya kepekaan dalam berpikir yang lebih kritis dan mampu mempertajam perasaan, penalaran, dan daya imajinasinya. Kemudian untuk mengetahui realitas dan problem sosial apa saja yang terdapat di dalam kumpulan cerpen, maka dari itu peneliti melakukan penelitian mengenai potret kehidupan sosial masyarakat desa dan kota yang terkandung dalam kumpulan cerpen Setubuh Seribu Mawar karya Yanusa Nugroho.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana potret kehidupan sosial masyarakat desa dan kota dalam kumpulan cerpen Setubuh Seribu Mawar karya Yanusa Nugroho ?
2. Apakah potret kehidupan masyarakat desa dan kota dalam kumpulan cerpen Setubuh Seribu Mawar dapat dijadikan sebagai bahan ajar sastra di sekolah
menengah atas ?
C. Tujuan Penelitian
2. Menjelaskan dan mendeskripsikan potret kehidupan sosial masyarakat desa dan kota dalam kumpulan cerpen Setubuh Seribu Mawar sebagai bahan ajar sastra di sekolah menengah atas.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
a. Dapat dijadikan sebagai referensi dalam penelitian bidang sastra khususnya sosiologi sastra.
b. Dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa khususnya program studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pembaca, dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui potret kehidupan sosial masyarakat desa dan kota melalui kumpulan cerpen yang berjudul Setubuh Seribu Mawar karya Yanusa Nugroho.
b. Bagi guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dapat digunakan untuk menyeleksi dan memilih cerpen yang cocok untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah menengah atas.
c. Bagi siswa, dapat menambah pengetahuan siswa tentang bagaimana potret kehidupan sosial masyarakat desa dan kota dalam kumpulan cerpen Setubuh
Seribu Mawar karya Yanusa Nugroho sehingga siswa mempunyai rasa peka dan