• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Interior Vegetarian Cooking Course And Restaurant Dengan Konsep "Brocoli".

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Interior Vegetarian Cooking Course And Restaurant Dengan Konsep "Brocoli"."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

Keyword: Vegetarian Cooking Course and Restaurant, Healthy Life, Broccoli

(2)

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Kata Kunci : Vegetarian Cooking Course and Restaurant, Healthy Life, Broccoli

(3)

Universitas Kristen Maranatha

1.5 Sistematika Penulisan………. 6

BAB II KLASIFIKASI COOKING COURSE DAN RESTAURANT 2.1 Vegetarian……….. 8

2.4 Standar-standar Dapur dan Kitchen Set Restaurant……... 17

(4)

Universitas Kristen Maranatha

2.5 Dapur Berdasarkan Fungsi dan Bentuk…………...……... 20

2.5.1 Dapur Berdasarkan Fungsi………..………. 20

2.5.2 Dapur Berdasarkan Bentuk………..……… 20

2.6 Standar Penggunaan Material Dapur………...……... 22

2.7 Standar Interior Dapur………..…………...……... 23

2.8 Standar Ergonomi Kursus dan Restaurant………...……... 24

(5)

Universitas Kristen Maranatha

BAB IV PERANCANGAN INTERIOR VEGETARIAN COOKING COURSE

DAN RESTAURANT

4.1 Tema dan Konsep……… 57

4.1.1 Konsep Bentuk……….……….. 58

4.1.2 Konsep Warna………...….………. 59

4.1.3 Konsep Material………...….……….. 61

4.1.4 Konsep Furniture.…...….………. 62

4.1.5 Konsep Pencahayaan.…...….……….……. 63

4.1.6 Konsep Penghawaan.…...….……….……. 64

4.1.7 Konsep Keamanan.…...….……….………. 65

4.2 Penjabaran Desain……… 65

4.3 Penerapan Desain……… 71

4.3.1 Lantai 4 dan 5……..………….……….. 71

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan……….……..84

5.2 Saran……….85

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(6)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

3.1 Analisis Kebutuhan Ruang………... 38

3.2 Analisis Site………... 44

(7)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

2.1 Pencahayaan Kitchen…...……….. 17

2.2 Penghawaan Kitchen………. 18

2.3 Material Dinding Kitchen ……… 18

2.4 Filter air……… . 19

2.12 Situasi Ruang Gerak Lounge Seatin………. 25

2.13 Dining Area……… 25

2.14 Ergonomi Meja Makan 1………... 26

2.15 Situasi Meja Makan………. 27

2.16 Ergonomi Meja Makan 2 ………..…. 28

2.17 Ergonomi Perpustakaan ………. 28

(8)

Universitas Kristen Maranatha

3.7 Grand Pacific 3D ……….. 36

3.8 Facade Bangunan……….. 41

3.9 Tinjauan lokasi dari Google Earth ……… 42

3.10 Kolom Bangunan ……….. 43

3.11 Jendela Bangunan………... 43

3.12 Zoning layout Ground Floor Plan ………. 48

3.13 Zoning layout 1st Floor Plan ………. 49

3.14 Zoning layout 2nd Floor Plan……….. 49

3.15Zoning layout 3rd Floor Plan ………. 50

3.16Zoning layout 4th Floor Plan ………. 50

3.17Zoning layout 5 th Floor Plan…………... 51

3.18 Suasana Kitchen di STPD………... 54

3.19 Layout STPB Kelas Patiseri………... 55

3.20 Layout STPB Kelas Culinary………... 55

4.10 Material berbahan stainless stell ……… 62

4.11 Meja organik……… 62

4.12 Material berbahan stainless stell……… 63

4.13 Meja bulat putih………... 63

4.14 LED lamp……… 64

4.15 Suasana cafe………... 64

4.16 Layout Ground Floor Plan……….. 65

(9)

Universitas Kristen Maranatha

4.18Layout 2nd Floor Plan……….. 66

4.19Layout 3rd Floor Plan………………. 67

4.20 Layout 4th Floor Plan……………….. 67

4.21 Layout 5th Floor Plan………...……………..... 68

4.22 Layout 6th Floor Plan……… 68

4.23 Potongan General A-A’………………..…….. 69

4.24 Potongan General B-B’…………………..…... 70

4.25 4th Floor Plan Part1……….……..…. 71

4.26 4th Floor Plan Part2………...……….…..……... 71

4.27 Executive Restaurant……….…… 72

4.28 Family Restaurant ………..…… 73

4.29 5th Floor Plan Part1……….…. 73

4.30 6th Floor Plan Part2……………… 74

4.31 Potongan Khusus C –C’ dan D –D’……….……….. 75

4.32 Potongan Khusus A –A’ dan B - B’………..…… 76

4.33 Bar & Lounge………………..………. 77

4.34 Couple Restaurant………………..….……. 77

4.35 Couple Restaurant Outdoor………………. 78

4.36 Layout Cullinary Practice………..……….. 78

4.37 Potongan Cullinary Practice………..……….. 79

4.38 Perspektif suasana Cullinary Practice………………..……….. 80

4.39 Denah khusus Cullinary Theory…………..………..………….. 80

4.40 Potongan Cullinary Theory………………..………. 81

4.41 Perspektif suasana Cullinary Theory………..…….. 82

(10)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR SKEMA

3.1 Struktur Organisasi Kursus……… 36

3.2 Struktur Organisasi Restaurant ………. 37

3.3 Flow of Activity……….. 45

3.4 Bubble diagram……. ….……….. 48

3.5 Struktur Organisasi……… 53

(11)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Bumi sudah ada sejak jaman dahulu. Bumi merupakan sebuah tempat hunian yang

di dalamnya terdapat makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

Bentuk bumi tidaklah rata, terdiri dari daratan tingi dataran rendah, lautan, dan

pegunungan. Namun, sekarang ini bumi berada pada tahap yang memprihatinkan.

Suhu udara di dalam bumi diprediksikan semakin hari semakin panas yang

berakibat pada pemanasan global. Hal ini yang mengakibatkan banyak bencana

alam terjadi, mulai dari kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim

hingga gempa bumi.

Menurut ahli iklim NASA (Jay Zwally) pada tanggal 18 Mei 2008 memprediksi

bahwa es di antartika akan mencair total pada akhir musim panas pada tahun

2012 nanti. Volume es pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari empat

tahun sebelumnya. Ini berarti akan berimbas pada meningkatnya volume laut di

(12)

2 Universitas Kristen Maranatha Di Indonesia,sepanjang tahun 1980 – 2002 suhu di Medan meningkat 0,17º C per

tahun sedangkan di Denpasar mengalami peningkatan maksimum hingga 0.87º C

per tahunnya. Isu pemanasan global yang berdampak pada bencana di mana-mana

disebabkan oleh aktifitas manusianya yang melampaui batas, seperti: penebangan

hutan secara liar, asap pabrik yang terlalu berlebihan, asap kendaraan bermotor

yang semakin memprihatinkan, dan lain-lain.

Faktor yang menjadi penyumbang utama global warming terbesar adalah berada

pada sektor peternakan, khususnya peternakan sapi. PBB mencatat sebanyak 20 %

gas emisi rumah kaca dunia disumbangkan oleh industri peternakan dunia.

Contohnya, di Amerika Latin, ada sekitar 25 % hutan tropis dibabat untuk

membuat lahan peternakan sapi.

Sepotong daging yang dihasilkan dari peternakan diproses dengan menggunakan

sumber energi listrik yang besar seperti energi listrik, lemari pendingin, dan

mesin-mesin lainnya hingga menjadi makanan siap saji. Sedangkan untuk

peternakan sendiri juga memerlukan energi seperti lampu, penghangat ruangan,

dan lain-lain. Selain itu untuk pengangkutan memerlukan mobil yang merupakan

salah satu faktor penyumbang global warming, pembabatan hutan untuk lahan

peternakan, serta limbah kotoran ternak (NO) yang berbahaya 300x lipat dari

CO2.

Sebagai contohnya di Amerika, peternakan menyumbang 900 juta ton kotoran

tinja setiap tahunnya atau setara 130 kali kotoran manusia. Apabila hal ini akan

terus dibiarkan, maka untuk ke depannya, manusia beserta makhluk hidup lainnya

akan berada pada tahap kepunahan. Oleh karena itu, untuk mengatasi isu dari

global warming tersebut adalah mengganti pola hidup dan pola makan menjadi pola hidup dan pola makan vegetarian.

Ada beberapa fakta yang mengatakan bahwa menjadi pola hidup vegetarian 50 %

lebih efektif dalam menanggulangi pemanasan global. Selain itu sebuah penelitian

(13)

3 Universitas Kristen Maranatha setiap tahunnya. Penelitian dari Universitas Chicago menyebutkan bahwa seorang

vegetarian dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya.

Vegetarian merupakan sebutan bagi orang yang hanya mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang

berasal dari mahluk hidup seperti daging, unggas, ikan atau hasil olahannya.

Vegetarian sudah ada sejak jaman dahulu, yang pada awalnya diperkenalkan melalui ajaran- ajaran agama yang didasari atas berbagai kepercayaan yang

berbeda. Kemudian mulai berkembang menjadi suatu pola hidup yang pada

sebagian masyarakat percaya bahwa makanan nabati jauh lebih sehat dari

makanan hewani, selain itu terdapat beberapa kalangan yang juga menjadikan

makanan vegetarian menjadi salah satu program diet untuk kalangan obesitas.

Pada jaman modern seperti sekarang ini, sebagian besar masyarakat, mulai

memiliki pandangan bahwa vegetarian tidak hanya untuk kesehatan semata,

melainkan menjadikan etika dan lingkungan hidup sebagai dasar pola pikir dari

vegetarian tersebut. Mereka mulai berpikir bahwa menjadi vegetarian sama dengan menyelamatkan lingkungan dari global warming serta alasan kasih sayang

terhadap binatang. Atas dasar pandangan inilah peminat vegetarian dewasa ini

terus berkembang.

Berdasarkan dari sumber data, komunitas vegetarian di Indonesia sekarang ini

mencapai sekitar 80.000 jiwa, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk

hidup sehat tanpa daging, jumlah anggota komunitas ini diperkirakan akan terus

bertambah. Sebagai contohnya, masyarakat tradisional suku bangsa jawa

umumnya mengkonsumsi tahu dan tempe, karena makanan ini menjadi salah satu

makanan khas sebagian besar penduduk Indonesia. Makanan ini sudah ada sejak

jaman dahulu dan diwariskan secara turun temurun. Di belahan Indonesia lainnya

yang memiliki komunitas vegetarian terbanyak adalah kota Batam. Batam

merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki komunitas vegetarian

(14)

4 Universitas Kristen Maranatha dengan beberapa rumah makan Chinese food vegetarian yang menyediakan

berbagai hidangan vegetarian dengan harga yang relatif terjangkau.

Salah satu kota di Indonesia yang memungkinkan memiliki pasokan bahan baku

makanan vegetarian yang cukup tinggi adalah kota Bandung. Bandung

merupakan sebuah kota yang terletak di daerah pegunungan dengan iklim yang

sejuk dan curah hujan yang cukup tinggi, adapun mata pencaharian masyarakat

bandung pada umumnya adalah berkebun, berbagai macam sayur mayur organik

dapat tumbuh subur pada daerah ini. Struktur kotanya yang berada di dataran

tinggi memungkinkan berbagai aktivitas tersedia, mulai dari tempat wisata, hotel,

dan butik atau distro.

Bandung sejak dahulu merupakan sebuah kota yang ramai dan tidak pernah sepi

oleh pengunjung. Bandung juga memiliki berbagai macam wisata kuliner yang

terkenal dengan berbagai jenis makanan. Namun antusiasme masyarakat bandung

terhadap makanan vegetarian tidak seperti di kota kota lain. Hal ini dikarenakan

kandungan gizi protein dan cita rasa makanan hewani dianggap jauh melebihi

makanan nabati, padahal dengan cara pengolahan yang tepat, makanan nabati bisa

menjadi menu makanan yang enak dengan berbagai macam variasi dan daya jual

yang cukup tinggi serta cita rasa yang dapat mengimbangi makanan hewani.

Namun pola pikir masyarakat akan masakan vegetarian masih sangat minim dan

memerlukan sarana untuk memperkenalkan masakan dan pola pikir tersebut.

Salah satu pusat bisnis kuliner dan perhotelan yang berada di pusat kota Bandung

terletak di jalan Pasir Kaliki. Daerah ini memiliki lokasi yang sangat strategis

karena terletak di tengah kota dan berada di area pusat perhotelan dan kuliner,

serta dekat dengan lokasi Plaza. Salah satu bangunan yang terletak di kawasan ini

adalah hotel Grand Pacific. Hotel Grand Pacific memiliki lokasi yang strategis,

serta mudah diakses oleh masyarakat. Atas dasar beberapa faktor pendukung

tersebut, perancang memilih hotel Grand Pasific sebagai lokasi perancangan

(15)

5 Universitas Kristen Maranatha

1.2Gagasan / Ide

Vegetarian Cooking Course and Restaurant ini bertujuan memberikan sebuah tempat yang nyaman bagi komunitas vegetarian di Bandung, sekaligus

memberikan sebuah fasilitas kursus dalam pengolahan jenis–jenis makanan

vegetarian dengan tujuan memperkenalkan berbagai variasi makanan ini ke semua

kalangan masyarakat luas khususnya di Bandung. Selain itu penambahan fasilitas

seperti restaurant vegetarian juga menambah salah satu kuliner sehat yang berada

di Bandung. Perancangan Vegetarian Cooking Course and Restaurant

dimaksudkan untuk memperkenalkan pentingnya makanan vegetarian dengan

pengolahan yang tepat menjadi nilai jual yang tinggi kepada masyarakat maupun

wisatawan yang datang ke Bandung.

Bandung merupakan salah satu kota kuliner yang terkenal di Indonesia. Beragam

jenis kuliner baik yang bersifat tradisional maupun modern tersedia di Bandung.

Salah satu sentra bisnis kuliner dan perhotelan yang berada di pusat kota Bandung

adalah terletak di Jalan Pasir Kaliki. Hotel Grand Pasific merupakan sebuah

bangunan yang pada saat ini difungsikan sebagai salah satu hotel di kota

Bandung. Hotel Grand Pasific terletak di Jalan Pasir Kaliki No.100. Hotel Grand

Pasific memiliki lokasi yang strategis karena terletak di tengah kota dan berada di

area pusat perhotelan dan kuliner, serta dekat dengan area Plaza. Atas dasar

beberapa hal tersebut, perancang memilih hotel Grand Pacific ini untuk dialih

fungsikan sebagai lokasi proyek Vegetarian Cooking Course and Restaurant.

Suasana yang ingin ditampikan pada kursus masak ini menampilan kesan fresh

dengan menggunakan warna-warna yang segar, seperti hijau, kuning, dengan

aksen ungu. Bentukan ruangan yang ingin didesain adalah geometri organik, yang

(16)

6 Universitas Kristen Maranatha

1.3Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat ditarik beberapa rumusan masalah antara

lain:

1. Bagaimana cara yang tepat dalam memperkenalkan masakan vegetarian

kepada masyarakat Bandung yang masih memiliki pola pikir yang minim

tentang vegetarian?

2. Bagaimana perancangan desain interior yang dapat menfasilitasi komunitas

vegetarian masyarakat Bandung?

3. Sarana atau fasilitas seperti apakah yang dapat mewadahi masyarakat

Bandung sebagai tempat pengenalan dan pembelajaan vegetarian?

4. Fasilitas seperti apakah yang dapat membantu komunitas vegetarian di

Bandung dalam mengembangkan variasi pengolahan makanan tersebut?

1.4Tujuan Perancangan

Tujuan dari perancangan ini adalah :

1. Untuk mengetahui cara yang tepat dalam memperkenalkan masakan

vegetarian kepada masyarakat Bandung yang masih memiliki pola pikir yang minim tentang vegetarian.

2. Untuk mengetahui perancangan desain interior yang tepat dalam mendukung

lifestyle komunitas vegetarian masyarakat Bandung.

3. Untuk mengetahui sarana atau fasilitas yang dapat mewadahi masyarakat

Bandung sebagai tempat pengenalan dan pembelajaan vegetarian

4. Untuk mengetahui fasilitas yang dapat membantu komunitas vegetarian di

Bandung dalam mengembangkan variasi pengolahan makanan tersebut.

1.5Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam proyek ini terbagi menjadi beberapa bab yang dibagi

menjadi beberapa sub bab. Setiap bab menyajikan pembahasan yang berkaitan

(17)

7 Universitas Kristen Maranatha Adapun pembahasan-pembahasan yang tertulis pada makalah ini adalah sebagai

berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang latar belakang objek, gagasan/ ide, rumusan masalah,

tujuan perancangan, dan sistematika penulisan.

BAB II KLASIFIKASI COOKING COURSE AND RESTAURANT

Bab ini merupakan penjelasan dari studi literatur tentang teori-teori ilmu yang

relevan, standar-standar bangunan, standar fungsi, serta standar ergonomi suatu

bangunan yang diperoleh melalui buku- buku literatur maupun dari internet yang

dapat dijadikan sebagai panduan dalam perancangan desain.

BAB III ANALISA DAN DESKRIPSI OBJEK STUDI

Bab ini menjelaskan tentang deskripsi dan menganalisa proyek yang akan

dirancang seperti deskripsi site, deskripsi fungsi, serta mengidentifikasi user.

Selain itu juga menjelaskan tentang tema dan konsep yang akan dipakai di dalam

perancangan proyek ini, menganalisa tentang existing bangunan yang akan

dipakai di dalam proyek perancangan ini,membuat hubungan kedekatan ruang,

flow of activity, zoning blocking serta melakukan survey fungsi sejenis yang bersangkutan dengan proyek yang akan dirancang.

BAB IV PERANCANGAN INTERIOR VEGETARIAN COOKING COURSE

DAN RESTAURANT

Bab ini menggambarkan konsep desain secara keseluruhan pada Vegetarian

Cooking Course dan Restaurant yang terdiri dari tema dan konsep, penjabaran desain, dan penerapan desain.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memaparkan simpulan dari perancangan dan memberikan saran yang

(18)

84 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Perancangan Vegetarian Cooking Course dan Restaurant ditujukan kepada

semua kalangan, dimulai dari usia remaja hingga lansia. Melalui perancangan ini

diharapkan semua masyarakat terutama masyarakat Bandung dapat lebih

mengenal pola hidup dan variasi makanan vegetarian yang dapat mendukung

lifestyle masyarakat Bandung. Selain itu dengan adanya perancangan ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam memberikan fasilitas bagi masyarakat

Bandung dalam membangun pola hidup yang lebih sehat.

Tema yang dipakai pada perancangan ini adalah Healthy Life. Sedangkan konsep

yang dipakai adalah brokoli. Brokoli memiliki bentuk yang unik serta memiliki

khasiat menyembuhkan. Penerapan interior dapat dilihat dari penggunaan warna

hijau muda pada dinding, hijau pada aksen, dan hijau tua pada ceiling, sehingga

memberikan kesan fresh dan relax pada suatu ruangan. Selain itu desain pada

dinding, ceiling, dan kolom dibuat mengikuti struktur batang brokoli. Penggunaan

warna lampu yang dominan kekuningan juga menambahkan kesan nyaman dan

(19)

85 Universitas Kristen Maranatha Adapun beragam fasilitas yang ditawarkan diharapkan dapat menarik minat

terutama masyarakat bandung yang ingin mulai mencoba menjalani pola hidup

sehat. Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah kursus masak vegetarian yang

bertujuan memperkenalkan masakan vegetarian ke masyarakat umum. Selain itu

terdapat restaurant dan Lounge yang menjadi sarana komunikasi komunitas

vegetarian dalam menikmati berbagai macam fasilitas yang ditawarkan.

5.2 Saran

Perancangan Vegetarian Cooking Course dan Restaurant ditujukan untuk semua

user dan merupakan sebuah bangunan komersil yang bersifat umum yang terletak

di pusat kota. Sebaiknya lahan parkir di bangunan ini diperlebar, karena hanya

memiliki lahan parkir yang terletak di basement dengan area yang tidak memadai

(20)

86 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Literatur :

Panero, Julius (1979) . Human Dimension & Interior space. London :The Achitectural Press Ltd,

Baiche, Bousmaha (2000 ), Neufert Architects’ Data, Third Edition, Oxford

Mill Christie, Robert , Restaurant management, Second edition

Situs Internet :

www.wikipedia .com (4/10/2010)

http // www. melbournewilliam-angliss-college.html ( 14/9/2010) http // www.Training facilities.html (14/9/2010)

http // Desain Dapur dan Kitchen set- Architectaria- Arsitek dan Perencana.html (9/9/2008; 8:21)

http // Impelentasi vegetarian.html ( 30/10/2009) http // Pola hidup vegetarian. html (15/9/2010)

http // Desain- dapur- dan- kitchen set.. html ( 9/9/2008)

http // Rumah dan Arsitek : merencanakan dapur. html ( 9/9/2008)

http // Dasar kesehatan lingkungan. html (9/9/2008)

Referensi

Dokumen terkait

Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bandar Lampung sejumlah 20 orang dan karyawan. Kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner

Buat case summaries dari variabel gaji berdasar status karyawan, dengan pilihan statistik mean dan variance. Simpan dengan

Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa jumlah air yang dapat disimpan pipa berlubang pada lahan terbuka hijau, dengan asumsi bahwa luas lahan terbuka hijau adalah 10 persen dari

Seperti pada perusahaan saat ini, teknologi sistem informasi merupakan suatu bagian yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja perusahaan agar lebih baik

Pada Element Praanggapan ada dalam paragraf 12, 13, 18, 19, dan 21, bagi penulis element praanggapan yang berarti Banyak pengamat dan masyarakat dunia beranggapan bahwa

Kim dan Mauborgne (2005) mengatakan prinsip pertama yang harus dipahami dan dilakukan adalah merekonstruksi batasan-batasan pasar pada industri untuk menjauh dari

atau fasilitas.Rancangan untuk fasilitas umum pada umumnya menggunakan nilai rerata dari dimensi tubuh pengguna.Perancangan ini hanya dapat digunakan secara

dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran tematik