• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PASAR HEWAN BEBANDEM, KARANGASEM-BALI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN PASAR HEWAN BEBANDEM, KARANGASEM-BALI."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan

Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.

www.ojs.unud.ac.id

Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Syamsul,

AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan

Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada,

IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel

Muktiwibowo, A.

V

o

lum

e

(

4

)

N

o

m

o

r (

1

)

Edi

si

Ja

nua

ri

2

0

1

6

JURUSAN ARSITEKTUR

(2)

-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi

menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA

UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan

desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.

Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka

peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior,

perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi

pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turut berkontribusi.

JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro,

dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:

1. Arsitektural dan Desain Riset:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer

arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur,

pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll. Artikel biasanya

merupakan hasil studi/skripsi/tugas akhir mahasiswa arsitektur.

2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi

faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan,

perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur,

dll.

3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang

sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil

pengamatan terhadap studi kasus.

JURUSAN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

(3)

Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

Penanggung Jawab

Anak Agung Ayu Oka Saraswati

Pengarah

I Nyoman Widya Paramadhyaksa

Ketua

Syamsul Alam Paturusi

Sekretaris

I Wayan Yuda Manik

Bendahara

Ni Made Swanendri

Penyunting dan

Reviewer

Putu Rumawan Salain

Ngakan Putu Sueca

Gusti Ayu Made Suartika

I Nyoman Susanta

I Gusti Agung Bagus Suryada

Tim Validasi

I Ketut Mudra

I Made Widja

Syamsul Alam Paturusi

I Wayan Kastawan

I Gusti Agung Bagus Suryada

Tim Penerbit

I Made Widja

Ngakan Putu Sueca

I Wayan Kastawan

I Gusti Agung Bagus Suryada

Desainer Cover

Antonius Karel Muktiwibowo

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan

ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.

Volume (4) Nomor (1) Edisi Januari 2016

ISSN No. 9 772338 505750

Hak Cipta

2016 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas

Udayana

Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur

UNUD

untuk

mereproduksi,

mendistribusikan,

dan

mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada

website OJS Universitas Udayana

www.ojs.unud.ac.id

(4)

Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD

Tata tulis naskah:

1.

Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah

populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.

2.

Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A-4,

spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45

cm.

Font

yang digunakan adalah Arial 11pt.

3.

Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.

4.

Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah-tengah kertas.

Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis

sebagai referensi).

5.

Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan

alamat email di bawah institusi.

6.

Harus ada kata kunci (

keyword

) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci

(

keyword

) diletakkan setelah abstrak

7.

Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt,

spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital

8.

Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.

9.

Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi

diletakkan sebelum daftar pustaka

10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya

harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak

miring.

Keterangan umum:

1.

Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan

soft copy

dalam program pengolahan

kata MS Word atau format teks/ASCII.

2.

Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.

(5)

Editorial

Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3,

ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan

secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di

Indonesia.Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e-jurnal.

Sosialisasi e-jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang

mudah. Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas,

menempatkan orang-orang yang berkompeten (

reviewer

dan validator) dan badan pelaksanaannya. Selain

itu, dukungan kebijakan, sumberdaya dan pengalokasiannya. Belum lagi mekanisme pemantauan, evaluasi,

dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal volume 4 nomor

1 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan batas waktu yang

sangat terbatas mewarnai volume keempat ini. Ini menjadi masalah tersendiri, menransformasi Tugas Akhir

arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam format jurnal ilmiah, bukan hal

mudah. Namun ini adalah pilihan satu-satunya dalam keadaan keterbatasan waktu.

Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas

akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester. Sehingga diharapkan diperoleh

keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan. Dalam

kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e-jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada

berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 4 nomor 1 ini.

(6)

Daftar Isi

Halaman

eJurnal Arsitektur Universitas Udayana... ii

Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana... ii

Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD... iii

Editorial... iii

Daftar Isi... v

1. Tempat Penitipan dan Perawatan Anak Usia Sekolah di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Arsitektur Kontekstual pada Tampilan Bangunan.

(I Wayan Prasumartha Suaryadhi, Ida Ayu Armeli, Anak Agung Ayu Oka Saraswati)...1-4

2. Apartemen Untuk Tenaga Kerja Asing di Badung, Bali

(Irfan Jois P. Nababan, Evert Edward Moniaga, I Putu Sugiantara) ...5-10

3. Pengembagan Goa Maria Palasari di Jembrana sebagai Tempat Ziarah dan Rumah Retret, Bali. Suatu Studi Mengenai Pendekatan Konsep Ruang Hijau

(Denalia Chrisma, I Nyoman Surata, I Ketut Mudra) ...11-16

4. Gedung Penjualan Sarana Pendidikan di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Ramah Lingkungan pada Tampilan Bangunan

(I Made Adi Astika, Gusti Ayu Made Suartika, I Wayan Wiryawan) ...17-20

5. Gedung Pertunjukan Teater Modern di Denpasar, Bali. Suatu Pendekatan Tema Arsitektur Neo-Vernakular pada Konsep TampilanMain Gate.

(Dewa Gede Surya Negara, Ciptadi Trimarianto, I Gusti Agung Bagus Suryada) ...21-24

6. Gedung Teater Kontemporer di Badung, Bali. Penerapan Tema Future Elastic pada Tampilan Bangunan.

(Yosep Indra Aprilianto, I Wayan Gomudha, I Nyoman Widya Paramadhyaksa)...25-28

7. Klinik Bersalin di Gianyar, Bali

(Ida Ayu Dwi Sartika, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Ketut Mudra)...29-34

8. Pusat Kebugaran dan Spa di Denpasar, Bali

(Ni Wayan Wiwin Darsika, I Wayan Gomudha, I Wayan Kastawan) ...35-40

9. Galeri Batu Akik di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular dalam Perancangan Galeri (Gede Bambang Yudha Dharmawani, Syamsul Alam Paturusi, I Nyoman Susanta)...41-44

10. Suatu Studi Mengenai Konsep Struktur dan Tampilan Bangunan Bambu. Kasus Studi: Fasilitas Wisata Agro pada Simantri Budi Luhur Kintamani, Bali.

(Andika Surya Pramana, I Nengah Lanus, Putu Gede Sukarsana) ...45-48

11. Penataan Fasilitas Wisata Pantai di Banjar Ponjok, Serangan, Bali. Suatu Studi Mengenai Perumusan Strategi Penataan Arsitektur.

(Putu Aditya Saputra, Ida Ayu Armeli, I Nyoman Widya Paramadhyaksa)...49-54

12. Taman Baca Pelajar di Kabupaten Tabanan, Bali. Suatu Studi Mengenai Konsep Tampilan Ruang Dalam.

(Made Ayu Intan Kripayani, Ida Bagus Gde Primayatna, Ida Bagus Ngurah Bupala)...55-58

13. Gereja Katolik Fransiscus Asisi di Denpasar, Bali

(Antonio Fransiscus Jaury, Ngakan Putu Sueca, I Ketut Muliawan Salain) ...59-64

14. Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar, Bali. Suatu Studi Mengenai Penerapan Konsep Arsitektur Tropis pada Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar

(7)

15. Penataan Pantai Purnama Gianyar, Bali. Perpaduan yang Berkorelasi antara Sirkulasi Spiritual dengan Sirkulasi Wisata

(Agus Warma Viegas, Widiastuti, Anak Agung Gede Dharma Yadnya)...71-74

16. Spa dan Yoga di Kabupaten Badung, Bali. Suatu Studi Mengenai Perancangan Spa dan Yoga

(Anastasia Ayu, Ida Bagus Gde Primayatna, I Ketut Mudra)...75-78

17. Re-DesignTerminal Pelabuhan Penyeberangan Padangbai, Kab. Karangasem, Bali

(Putu Hendra Semaradana, Ciptadi Trimarianto, I Putu Sugiantara)...79-84

18. Tempat Bermain Anak-anak Khusus Permainan Tradisional Bali di Denpasar

(Ni Ketut Ayu Adi Ardini, Ida Ayu Armeli, Ida Bagus Gde Wirawibawa) ...85-90

19. Sekolah Tinggi Pariwisata di Gianyar, Bali

(I Wayan Dedik Pariarta, Ciptadi Trimarianto, dan I Wayan Yuda Manik.) ...91-94

20. Penangkaran Penyu di Desa Perancak Kab. Jembrana, Bali

(Gede Karang Subadra, I Made Widja, dan Ida Bagus Gde Wirawibawa) ...95-98

21. Peternakan Burung di Badung Utara, Bali

(I Gede Suarjana, I Wayan Meganada, dan Ida Bagus Gde Primayatna) ...99-102

22. Dojo Karate Internasional di Denpasar, Bali

(Ida Bagus Oka Basudewa, Ida Ayu Armeli, dan I Gusti Agung Bagus Suryada.) ...103-108

23. Wisata Taman Air di Sanur, Denpasar-Bali

(Made Ferry Irawan Saputra, Ida Bagus Gde Wirawibawa, dan I Gusti Bagus Budjana)...109-114

24. Taman Penitipan Anak di Denpasar, Bali

(Cokorda Gede Baskara Putra, I Nengah Lanus, dan I Ketut Mudra) ...115-118

25. Pusat Pelestarian Kesenian Wayang Kulit Tradisional Bali di Badung, Bali

(I Putu Ekho Adi Putra, A.A. Gde Dharma Yadnya, dan Putu Gede Sukarsana) ...119-124

26. Sekolah Menengah Kejuruan Seni Rupa di Blahbatuh-Gianyar, Bali

(I Kadek Udiana, Putu Rumawan Salain, dan Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ...125-130

27. Gedung Konser Musik Internasional di Badung, Bali

(I G. N. Rio Brahmantya P, Ida Bagus Ngurah Bupala, dan I Wayan Yuda Manik)...131-136

28. Rumah Sakit Jiwa Kelas B di Kabupaten Badung, Bali

(I Made Wira Setiawan, Ida Ayu Armeli, dan I Putu Sugiantara) ...137-142

29. Pusat Latihan Cabang Olah Raga Renang di Denpasar, Bali

(I Gusti Ngurah Bagus Eka Dwipayana, I Made Widja, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ...143-148

30. City Hotel di Denpasar, Bali

(I Gst. Pt. Anom Prasetya Utama Putra, A. A. Ayu Oka Saraswati, dan I G. A. Bagus Suryada)...149-154

31. Pusat Produksi & Distribusi Majalah Bog-Bog di Denpasar, Bali

(I Komang Yogi Purwanta, I Made Widja, dan Ni Made Swanendri) ...155-160

32. Pusdiklat Tenis Lapangan Bali di Denpasar, Bali

(Anak Agung Ngurah Ryan Prasatya Putra, I Wayan Meganada, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa)...161-166

33. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Ternak Sapi Bali di Kabupaten Tabanan, Bali

(A.A Gede Trisna Gamana Pratama, I Made Adhika, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ...167-170

34. Hostel di Tanah Lot Tabanan, Bali

(Made Nurjaya Permana, Ida Bagus Sarjana, I Nyoman Susanta) ...171-174

35. Galeri Kain TenunEndekdi Kota Denpasar, Bali

(Putu Gde Suwandi Putra Nugraha, Ida Bagus Ngurah Bupala, Putu Gede Sukarsana)...175-178

36. Sentra Penjualan KerajinanGamelanBali di Desa Tihingan Klungkung, Bali

(Tjokorda Gede Agung Pradnya Putra, I Gusti Bagus Budjana, I Nyoman Surata)...179-184

37. Pengembangan Fasilitas “Tirta Ujung” Sebagai Sarana Rekreasi Air di Karangasem, Bali

(8)

38. Fasilitas Rekreasi Taman Bunga di Kota Denpasar, Bali

(Dwi Adintya Eradiputra, Syamsul Alam Paturusi, I Wayan Kastawan)... 189-194

39. Restoran Aneka Boga Bali di Denpasar, Bali. Kasus Studi: Suatu Konsep Perancangan Restoran Dalam Pendekatan Hospitality

(Fajar Kurnia Adi, I Made Widja, Ida Bagus Gde Wirawibawa) ...195-198

40. Taman Kota Mangupura

(George Gede Raditya, Evert Edward Moniaga, Syamsul Alam Paturusi)... 199-202

41. Pengembangan Pasar Hewan Bebandem, Karangasem-Bali

(I Putu Agus Suartana, Widiastuti, Evert Edward Moniaga) ...203-206

42. Pengembangan KawasanWaterfrontdi Danau Buyan, Bali

(I Gede Made Diastawa Giri, I Wayan Gomudha, I Wayan Kastawan) ... 207-212

43. Wisata Tenun Rangrang di Nusa Penida, Bali

(I Wayan Kuatrayana, I Wayan Meganada, Evert Edward Moniaga) ... 213-216

44. Relokasi Pasar Seni Guwang di Kabupaten Gianyar, Bali

(I Wayan Gani Septiadi, Ida Ayu Armeli, I Wayan Yuda Manik)...217-220

45. Bangunan Multifungsi (Mixed-Use Building) Fasilitas Hotel dan Mall di Lovina, Buleleng, Bali

(I Gede Urip Suputra, I Wayan Gomudha, Gusti Ayu Made Suartika)... 221-226

46. Arena Kompetisi dan Pusat Pelatihan Barongsai di Denpasar, Bali. Suatu Pendekatan Konsep Arsitektural

(Sapta Hartawan, A.A. Gde Dharma Yadnya, Ciptadi Trimariarto) ...227-230

47. Pusat Pelatihan dan Sarana Olahraga Menembak di Denpasar, Bali. Kasus Studi: Pendekatan Konsep Arsitektur Tehadap Penyediaan Sarana Olahraga Menembak

(I Dewa Made Adiyoga Pramana Purwa, I Gusti Bagus Budjana, I Putu Sugiantara)...231-234

48. TokoModernBahan Bangunan di Kabuaten Badung

(I Nyoman Erin Diana, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, I Wayan Yuda Manik)...235-240

49. Pendidikan Nonformal Bernuansa Alam untuk Pengembangan Kreatifitas Anak di Denpasar

(I Kadek Raka Winda, Ida Ayu Armeli, I Wayan Yuda Manik)...241-246

50. Dynamic Active Spacepada Perancangan Kantor Produksi Iklan di Badung, Bali

(I Nyoman Satria Trypartha, I Wayan Meganada, Ni Made Swanendri)... 247-252

51. Sekolah Fotografi di Denpasar, Bali

(Trihono Ari Prabowo, Ngakan Putu Sueca, I Wayan Wiryawan) ...253-258

52. Villa Resort inTulamben Karangasem, Bali

(I Gst. Ag. Ayu Wulan Suantari, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Gde Primayatna)...259-264

53. Polemik Rumah Susun Sederhana Sewa di Denpasar, Bali

(9)

PENDAHULUAN

Pasar Hewan Bebandem adalah pasar hewan di Kabupaten Karangasem dengan barang dagangannya ada-lah hewan sapi, babi, dan unggas. Komoditi utama Pasar Hewan Bebandem adaada-lah hewan sapi yang dikirim ke berbagai daerah di Bali maupun Indonesia. Sapi yang ditransaksikan di Pasar Hewan Bebandem sebagaian besar merupakan jenis sapi bali. Luas Pasar Hewan Bebandem adalah ±26 are. Pasar ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem yang diberikan pengelolaannya kepada Dinas Perindus-trian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem.

Pasar ini meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Karangasem dari hasil retribusi pasar. Peningkatan hasil retribusi dari tahun ke tahun selalu meningkat. Pada tahun 2010 sampai 2013 jumlah sapi yang masuk sebanyak berurut 19.849 ekor, 24.383 ekor, 24.980 ekor dan 22.124 ekor. Peningkatan tersebut

PENGEMBANGAN PASAR HEWAN BEBANDEM, KARANGASEM-BALI

I Putu Agus Suartana1), Widiastuti2), dan Evert Edward Moniaga3)

1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

2)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

ABSTRACT

Market is a land provided by the local government for buying and selling process and services to the management of public and private or both co-operation of them (Kotler, 1989). Animal market is place for buying and selling various types of livestock or pets (Faqihudin, 2014). The market is a place for money exchange. A large of exchange money in a market is a barometer of the level of community life, karangasem regency have one market animal that is Bebandem An-imal Market. Bebandem AnAn-imal Market is the provincial anAn-imal market with wares such as cows, pigs, and poultry. The main commodity markets Bebandem animals are cows. Bebandem Animal Market do not have any adequate facilities and infrastructure. Existing condition Bebandem Animal Market has a site 26 are with activities that are so large that necessary market development. Bebandem Animal Market develomment includes site up to 1 Ha. The theme that will be used in his market wearing consideration and good impact on the environment around the market.

Keywords:animal market, cow, development

ABSTRAK

Pasar merupakan lahan yang disediakan oleh pemerintah setempat untuk proses jual beli dan jasa dengan pengelolaan dari pemerintah maupun swasta atau kerjasama dari keduanya (Kotler, 1989). Pasar hewan adalah tempat jual beli berbagai jenis hewan ternak maupun peliharaan (Faqihudin, 2014). Pasar merupakan tempat pertukaran uang yang besar. Pertukaran uang yang semakin besar pada sebuah pasar merupakan barometer tingkat kehidupan masyarakatnya. Kabupaten Karangasem memiliki pasar hewan salah satunya adalah Pasar Hewan Bebandem. Pasar Hewan Bebandem adalah pasar hewan provinsi dengan barang jualannya berupa hewan sapi, babi, dan unggas. Komoditi utamanya Pasar Hewan Bebandem adalah hewan sapi. Pasar Hewan Bebandem belum memiliki sarana dan prasarana yang layak. Kondisi eksisting Pasar Hewan Bebandem memiliki site 26 are dengan aktivitas yang begitu besar sehingga perlu dilakukan pengembangan pasar. Pengembangan Pasar Hewan Bebandem meliputi pengembangan luas site hingga 1 Ha. Tema yang akan dipakai pada pasar ini memakai pertimbangan dan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar pasar.

(10)

merupakan imbas dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yaitu Simantri (Sistem Pertanian Terin-tegrasi). Simantri merupakan kegiatan mengintegrasikan usaha budidaya tanaman dan ternak. Salah satu ternak yang diprogramkan adalah hewan ternak sapi.

Keberadaan Pasar Hewan Bebandem juga berimbas pada peningkatan penghasilan dari penduduk sekitar pasar. Peningkatan permintaan hewan sapi akan berbanding lurus dengan permintaan rumput pakan. Penduduk sekitar lingkungan pasar ini yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Hasil pertanian seperti rumput gajah dan lain sebagainya bisa dijual di pasar ini sebagai penghasilan tambahan penduduk sekitar. Sehingga Pasar Hewan Bebandem merupakan pasar yang memiliki pengaruh yang besar bagi lingkungan disekitarnya.

Namun potensi besar yang dimiliki oleh Pasar Hewan Bebandem tidak dibarengi dengan infrastruktur yang menunjang aktivitas pasar. Permasalah pada pasar ini adalah tidak tersedianya lahan parkir, kapasitas dan infrastuktur pendukung. Tidak tersedianya lahan parkir menyebabkan kemacetan karena mobil truk parkir di-sepanjang bahu jalan. Peningkatan aktivitas dan volume hewan tidak dibarengi dengan kapasitas yang me-madai sehingga membuat kesesakan pada hari-hari tertentu. Infrastruktur seperti toilet tidak tersedia pada pasar ini dan berbagai fasilitas pendukung pasar tidak tersedia. Selain itu limbah kotoran hewan yang dihasilkan dari aktifitas pasar seperti kotoran hewan dibuang ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Dengan bebagai permasalahan dan besarnya potensi yang ada pada Pasar Hewan Bebandem maka perlu adanya pengembangan untuk memenuhi aktivitas pasar yang terus meningkat. Pengembangan Pasar Hewan Bebandem akan dirancang sehingga memenuhi standar dari sebuah pasar hewan seperti adanya kolam disinfektan, timbangan hewan, fasilitas pendukung dan lain sebagainya. Pengembangan ini akan menimbulkan dampak positif bagi pasar ini seperti peningkatan transaksi hewan dan keamanan pada Pasar Hewan Bebandem.

PENGEMBANGAN PASAR HEWAN BEBANDEM

Eksisting Pasar Hewan Bebandem

Adapun batas-batas pada eksisting Pasar Hewan Bebandem yang terletak diantara dua jalan. Batas Utara merupakan Jalan Raya Bebandem-Macan dan Gedung Kesenian Bebandem. Batas Timur adalah Jalan Raya bebandem-Bungaya dan Pasar Merta Nadi. Batas Selatan merupakan lahan perkebunan kelapa. Ba-tas Barat adalah perkebukan kelapa, rumah warga dan Pura Dalem Desa Pakraman Bebandem.

Pasar Hewan Bebandem berlokasi di jantung kota dan bersebelahan dengan Pasar Umum Bebandem. Lo-kasi ini pasar ini sangatlah baik dan merupakan loLo-kasi yang sangat strategis. Sehingga memiliki nilai yang baik untuk sebuah pasar.

Usulan Pengembangan Pasar Hewan Bebandem

Pengembangan Pasar Hewan Bebandem dirancang kembali dengan beberapa pertimbangan. Pertimbangan pengembangan pasar ini meliputi: kapasitas, ukuran, lahan, struktur, sistem utilitas seperti biogas. Dalam Pengembangan Pasar Hewan Bebandem yang akan dirancang kembali didalam lokasi eksisting dengan perluasan lahan. Perluasan lahan ini mengacu pada studi kapasitas yang akan diwadahi pada pasar ini.

Gambar 1. Gedung Kesenian Bebandem

Sumber: Suartana, 2015:38

Gambar 2. Pasar Merta Nadi Sumber: Suartana, 2015:38

(11)

Tujuan Pengembangan Pasar Hewan Bebandem

Tujuan dari pengembagan Pasar Hewan Bebandem adalah untuk mewadahi aktivitas pasar yang mengala-mi peningkatan aktivitas. Sehingga nantinya akan merimbas pada kualitas hewan yang diperjualbelikan pa-da pasar ini pa-dan kenyamanan pa-dari civitas pasar. Dengan apa-danya pengembangan ini akan menarik banyak transaksi hewan. Penduduk sekitar pasar pun akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan tersebut seperti peningkatan permintaan pakan seperti rumput gajah dan lain-lain.

Fungsi yang Dikembangkan pada Pasar Hewan Bebandem

Ada beberapa fungsi dalam pengembangan Pasar Hewan Bebandem ini diantaranya fungsi utama, fungsi penunjang dan fungsi pendukung. Dalam fungsi utama dalam pasar ini adalah fungsi yang menyangkut jual-beli hewan ternak seperti hewan sapi, babi dan unggas. Fungsi penunjang adalah fungsi yang dapat menun-jang aktivitas utama sehingga berjalan dengan baik seperti: timbangan hewan, toilet, kantor pengelola. Fungsi pendukung adalah fungsi yang mendukung aktivitas pasar sehingga pasar berjalan dengan optimal seperti: kios makanan, kios perlengkapan peternakan dan pertanian, ruang mekanikal dan elektrikal.

RANCANGAN PENGEMBANGAN PASAR HEWAN BEBANDEM

Konsep Entrance, Zoning Tapak dan Pola Massa

Konsepentrancepada pasar diletakkan pada jalan sisi timur dengan pertimbangan kondisi site yang sejajar dengan jalan. Penataanzoningpada Pengembangan Pasar Hewan Bebandem dilakukan dengan perletakan kandang diselatan yang merupakannista mandaladari konseptri mandala.

Konsep Tampilan Bangunan

Konsep tampilan bangunan pada Pasar Hewan Bebandem menggunakan material bambu sebagai struktur dan jugapatternuntuk bangunan di pasar ini. Bambu yang dipakai adalah jenis bambu petung dan bambu tali dengan pertimbangan bambu yang uat dan banyak terdapat disekitaransitesehingga harga lebih murah. Dari segi kekuatan bambu dapat bertahan hingga >15 tahun (Frik, 2004:10).

Gambar 4. KonsepEntrancedanZoningTapak Sumber: Suartana, 2015

Gambar 5. Konsep Pola Massa Sumber: Suartana, 2015

Gambar 6. Tampilan Kandang Sapi

(12)

Hasil Rancangan

Hasil rancangan dari Pengembangan Pasar Hewan Bebandem berupa pengembangan dari segi lahan yang diakibatkan oleh kebutuhan ruang yang meningkat. Penggunaan bahan bambu dipakai dengan pertim-bangan dalam tema rancangan. Bambu juga dapat bertahan lama dengan perlakuan yang baik mulai dari waktu dan cara penebangan hingga perawatan sebelum bambu digunakan sebagai bahan bangunan.

Dari hasil tersebut maka Pengembangan Pasar Hewan Bebandem dapat dilihat sebagai berikut:

Pengembangan pasar hewan lebih memperhitungkan kenyamanan aktivitas pasar sehingga pasar memer-lukan lahan yang besar. Perspektif dari hasil rancangan ini dapat sebagai berikut:

SIMPULAN DAN SARAN

Penggunaan bambu dengan massa panen yang tepat dan dengan perawatan mulai dari ditebang sampai dipakai yang baik dapat mempengaruhi daya tahan bambu. Pemilihan jenis bambu dan konstruksi bambu juga dapat mempengaruhi daya tahan bambu.

Untuk meningkatkan retribusi dan menanggulangi peningkatan transaksi dalam pasar. Pemerintah harus memperhatikan kenyamanan dan keamanan pelaku pasar sehingga berdampak baik untuk peningkatan pasar nantinya. Fasilitas penunjang juga perlu diperhatikan dalam pasar sehingga dapat mempermudah kegiatan pasar. Pedoman dalam merancang perlu diperhatikan untuk memperoleh kebutuhan ruang dalam pasar hewan yang berbeda dengan pasar umum.

REFERENSI

Frick, Heinz. 2004, ‘Ilmu Konstruksi Bangunan Bambu’, Yogyakarta: Kanisius

Kotler, Phillip. 1989, ‘Manajemen Pemasaran; Analisis Perencanaan dan Pengendalian’, Jakarta: Erlangga Suartana, I. P. A. 2015, ‘Pengembangan Pasar Hewan Bebandem’. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik,

Universitas Udayana

Gambar 8.Layout Plan

Sumber: Suartana, 2015

Gambar 10. Perspektif 1 Sumber: Suartana, 2015

Gambar 11. Perspektif 2 Sumber: Suartana, 2015

Gambar 9.Site Plan

Gambar

Gambar 1. Gedung Kesenian
Gambar 4. Konsep Entrance dan Zoning Tapak
Gambar 8. Layout Plan

Referensi

Dokumen terkait

berjumlahkan 12 orang pekerja sebagai buruh sapu ijuk dan buruh bangunan dengan judul sumbangan pendapatan buruh pengrajin sapu ijuk terhadap pendapatan dan pemenuhan

Untuk mengetahui strategi yang tepat maka dilakukan Analisis secara kualitatif yang digunakan untuk menentukan point - point dari faktor kunci pada matriks EFE dan IFE yang

Komposisi total hasil tangkapan dengan menggunakan pukat cincin ( purse seine ) yang diperoleh selama penelitian berdasarkan total ekor dan total berat (gram)

9 Suatu mesin Carnot menerima kalor dari reservoir suhu tinggi dengan suhu 300 K dan efisiensi mesin tersebut 75%, maka suhu yang berada pada reservoir rendah adalah ….. 10

1.4.1 Hasil kajian yang memaparkan elemen-elemen pemikiran kritis, sebagaimana ditunjukkan dalam al-Quran, dapat menambah dan meluaskan lagi khazanah keilmuan

Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh hasil yang menunjukan bahwa iklim organisasi dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Tapi kalau kita ingat kembali kekayaan yang luar biasa yang Tuhan anugerahkan dalam hidup Saudara dan saya maka hal ini seharusnya tidak menggoncangkan kita karena kekayaan