• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN KALIMANTAN TIMUR MARET 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TINGKAT KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN KALIMANTAN TIMUR MARET 2021"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

TINGKAT KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN KALIMANTAN TIMUR MARET 2021

Berita Resmi Statistik No. 36/07/64/Th.XXIV tanggal 15 Juli 2021

(2)

2

01

METODOLOGI KEMISKINAN

(3)

M e t o d o l o g i K e m i s k i n a n , M a r e t 2 0 2 1 ( 1 )

Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach) Handbook on Poverty and Inequality: The World Bank, 2009.

 Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan & bukan makanan).

 Garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2100 kkalori per kapita per hari)

 Garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non-makanan lainnya.

(4)

4

02

GAMBARAN UMUM

KONDISI SOSIAL EKONOMI

MARET 2021

(5)

Fenomena Sosial Ekonomi Kaltim, Maret 2021 (1)

1 Pertumbuhan Ekonomi

PDRB harga konstan (riil) Kalimantan Timur triwulan I-2021 sebesar Rp 118.644,12 miliar, sedangkan pada triwulan III-2020 sebesar Rp 116.983,04 miliar. Artinya pada periode tersebut ekonomi Kalimantan Timur tumbuh 1,42 persen.

2 Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga pada PDB

Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2021 tumbuh sebesar

0,38

persen, dibandingkan periode triwulan III 2020.

(6)

Fenomena Sosial Ekonomi Kaltim, Maret 2021 (2)

4 Perubahan Harga Eceran Beberapa Komoditas Pokok

Pada periode September 2020 – Maret 2021, harga eceran sebagian besar komoditas pokok mengalami penurunan antara lain Beras, Daging Ayam Ras, Daging Sapi, Telur Ayam Ras, Bawang Merah, Gula Pasir, Ikan Layang, Kopi Bubuk, dan Rokok Kretek Filter. Namun, terdapat pula beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain tempe dan cabe rawit.

Tempe

Rp14.054,-/Kg

Naik 45,63persen

Daging Sapi Rp142.159,-/Kg

Turun0,37persen

Cabe Rawit Rp94.900,-/Kg

Naik 202,46persen

Telur Ayam Ras Rp28.254,-/Liter

Turun1,18persen

Kopi Bubuk

Rp11.204,-/Bungkus

Turun0,63persen

Daging Ayam Ras Rp32.292,-/Kg

Turun1,55persen

Bawang Merah

Rp33.596,-/Bungkus

Turun8,78persen

Beras

Rp12.336,-/Kg

Turun2,52persen

Gula Pasir

Rp 13.070,-/Kg

Turun3,09persen

6

Rokok Kretek Filter Rp25.151,-/Bungkus

Turun0,08persen

(7)

Fenomena Sosial Ekonomi Kaltim, Maret 2021 (3)

5 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Turun

Pada Februari 2021, Tingakat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar

6,81

persen. Turun sebesar 0,06 persen poin dibandingkan Agustus 2020 yang sebesar 6,87 persen.

6 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Naik

Jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada Februari 2021 sebanyak 1.886,36 ribu orang, naik 68,68 ribu orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 1,96 persen poin.

(8)

Fenomena Sosial Ekonomi Kaltim, Maret 2021 (4)

5

*) periode Februari 2020-Agustus 2020 | **) periode Februari 2020-Februari 2021 | angka dalam […] merupakan persentase terhadap total penduduk usia kerja 8 Pengangguran karena

Covid-19

Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19

Sementara tidak bekerja karena Covid-19

Bekerja dengan pengurangan jam kerja

(shorter hour) karena Covid-19 Agt 2020* Feb 2021**

Komponen Dampak Covid-19 Terhadap Penduduk Usia Kerja (Ribu Orang)

(9)

Fenomena Sosial Ekonomi Kaltim, Maret 2021 (5)

8 Nilai Tukar Petani (NTP) Naik

Nilai Tukar petani (NTP) pada bulan Maret 2021 dibandingkan September 2020 mengalami peningkatan dari 112, 04 menjadi 117, 84

9 Rata-rata pengeluaran per kapita pada desil 1 meningkat

Rata-rata pengeluaran per kapita pada Desil 1 periode September 2020 - Maret 2021 mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,53 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan GK pada periode tersebut yang meningkat sebesar 2,90 persen

THE LOWEST

(10)

10

03

TINGKAT KEMISKINAN

KALIMANTAN TIMUR

MARET 2021

(11)

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN (P 0 )

Persentase Penduduk Miskin pada Maret 2021 sebesar 6,54 persen turun dibandingkan kondisi

Persentase Penduduk Miskin Sept 20-Maret 2021

Turun

0,10

P 0 Kalimantan Timur

6,54 %

Maret 2021

(12)

253,33 246,11 237,96 248,69 253,60 252,68

212,89 209,99 212,92 211,24 220,17 218,67 218,90 222,39 219,92 220,91 230,26 243,99 241,77

6,68 6,38 6,06 6,38 6,42 6,31 6,23 6,10 6,11 6,00 6,19 6,08 6,03 6,06 5,94 5,91 6,10 6,64 6,54

Mar'12 Sep'12 Mar'13 Sep'13 Mar'14 Sept'14 Mar'15 Sep'15 Mar'16 Sep'16 Mar'17 Sep'17 Mar'18 Sep'18 Mar'19 Sep'19 Mar'20 Sep'20 Mar'21

PERKEMBANGAN KEMISKINAN DI KALIMANTAN TIMUR

Maret 2012 – Maret 2021

Jumlah Penduduk Miskin pada Maret 2021 sebesar 241,77 ribu orang, turun 2,22 ribu orang terhadap September 2020 dan naik 11,51 ribu orangterhadap Maret 2020.

Persentase Penduduk Miskin pada Maret 2021 sebesar 6,54 persen, turun 0,10 persen poin terhadap September 2020 dan naik 0,44 persen pointerhadap Maret 2020.

12

(13)

SEBARAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN MENURUT DAERAH KOTA/DESA

September 2018 – Maret 2021

6,06% 5,94% 5,91% 6,10

6,64% 6,54%

9,65% 9,31% 9,26% 9,51% 9,98% 9,87%

4,36% 4,31% 4,29% 4,45% 5,10% 5,01%

September 2018 Maret 2019 September 2019 Maret 2020 September 2020 Maret 2021

(14)

Komposisi Garis Kemiskinan Maret 2021

5

14

Tahun

Garis Kemiskinan (Rp/Kap/Bulan) Sumbangan Garis Kemiskinan (%) Makanan Bukan

Makanan Total Makanan Bukan

Makanan Total

Maret 2020

463.823 198.479 662.302 70,03 29,97 100,00

September 2020

470.589 199.033 669.622 70,28 29,72 100,00

Maret 2021

485.445 203.590 689.035 70,45 29,55 100,00

Perubahan Mar’20-Sep’20(%)

1,46 0,28 1,11 - - -

Perubahan Sep’20-Mar’21(%)

3,16 2,29 2,90 - - -

70,45 %

GK Makanan 29,55

%

GK Bukan Makanan

 Selama September 2020 - Maret 2021, Garis Kemiskinan

naik

pada Maret 2021.

 Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2021, komoditi makanan menyumbang sebesar

70,45 persen

pada garis kemiskinan.

sebesar 2,90 persen

, yaitu dari Rp 669.622 per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp 689.035 per kapita per bulan

(15)

Komoditi yang Memberi Pengaruh Besar Terhadap Garis Kemiskinan Makanan

Jenis Komoditi

Perkotaan (%)

Jenis Komoditi

Perdesaan (%)

September 2020 Maret 2021 September

2020 Maret 2021

KOMODITI MAKANAN

Beras 22,34 20,96 Beras 22,67 23,73

Rokok kretek filter 21,14 18,09 Rokok kretek filter 21,57 20,73

Daging ayam ras 4,47 6,33 Telur ayam ras 6,07 6,23

Telur ayam ras 6,56 6,19 Mie instan 3,63 4,90

Mie instan 3,49 4,05 Gula pasir 3,20 4,15

Gula pasir 3,38 3,21 Cabe rawit 3,57 3,18

(16)

16

Komoditi yang Memberi Pengaruh Besar Terhadap Garis Kemiskinan Non Makanan

Jenis Komoditi

Perkotaan (%)

Jenis Komoditi

Perdesaan (%)

September 2020 Marert 2021 September 2020 Maret 2021

KOMODITI NON MAKANAN

Perumahan

33,01

39,20 Perumahan

48,90

42,46

Listrik

12,10

12,35 Bensin

8,84

12,16

Bensin

9,43

9,24 Listrik

7,55

9,28

Pendidikan

4,84

8,02 Perlengkapan mandi

4,41

4,84

Air

5,73

5,39 Pendidikan

4,27

4,79

Perlengkapan mandi

4,32

4,67 Sabun cuci

2,40

3,03

Perawatan kulit, muka,

kuku, tambut

1,93

2,35 Kesehatan

2,72

2,71

Pajak kendaraan bermotor

1,96

2,34 Perawatan kulit, muka,

kuku, tambut

2,25

2,42

(17)

Garis Kemiskinan per Rumah Tangga Miskin

GK Kalimantan Timur: Rp 689.035/kapita

=

Pada Maret 2021, secara rata- rata 1 rumah tangga miskin

di Kaltim memiliki 5,04 anggota rumah tangga

GK Kaltim: Rp 3.472.736/RuTa Miskin

3 472 736

GK MARET 2021

GK per Rumah Tangga Miskin

(18)

Tingkat Kedalaman Kemiskinan (P 1 ) dan Tingkat Keparahan Kemiskinan (P 2 ) di Kalimantan Timur (1)

5

18

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.

Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Indeks kedalaman kemiskinan mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin

terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan

pengeluaran di antara penduduk miskin.

(19)

Tingkat Kedalaman Kemiskinan (P

1

) dan Tingkat Keparahan Kemiskinan (P

2

)

September 2018 – Maret 2021

0,76

0,91 0,99 1,02 1,03

1,22

0,15 0,21 0,24 0,24 0,29 0,34

(20)

20

Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi,

Maret 2021

4,53 4,72 4,83 4,90 5,16

6,126,546,63

6,66 6,89

7,12 7,15 7,36

7,77 8,09

8,40 8,78

9,01 11,29

11,40 11,66

11,79 12,62

12,80 12,84 13,00

14,14 15,22

15,33 15,61

17,87 20,99

21,84

26,86

Bali DKI Jakarta Kalimantan Selatan Bangka Belitung Kalimantan Tengah Kepulauan Riau Kalimantan Timur Sumatera Barat Banten Maluku Utara Riau Kalimantan Barat Kalimantan Utara Sulawesi Utara Jambi Jawa Barat Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sulawesi Barat Jawa Timur Sulawesi Tenggara Jawa Tengah Lampung DI Yogyakarta Sumatera Selatan Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Bengkulu Aceh Gorontalo Maluku Nusa Tenggara Timur Papua Barat Papua

Indonesia = 10,14

o Angka kemiskinan terendah di Bali: 4,53 persen, tertinggi di Papua: 26,86

o 19 provinsi angka kemiskinan di bawah nasional

o 15 provinsi angka kemiskinan di atas nasional

o Angka kemiskinan Kaltim pada posisi 7 terendah

(21)

04

TINGKAT KETIMPANGAN

PENGELUARAN PENDUDUK KALIMANTAN TIMUR

MARET 2021

(22)

22

GINI RATIO KALIMANTAN TIMUR MARET 2021

Gini Ratio

Maret 2021 0,334

Turun 0,001 poin dibanding Gini Ratio September 2020 (0,335)

 Artinya: ketimpangan mengalami penurunan pada periode September 2020 – Maret 2021

(23)

Tren Gini Ratio September 2017 – Maret 2021

0,340

0,350

0,347

0,338

0,333 0,333

0,330

0,339

0,280

0,287

0,297

0,283

0,289

0,286 0,286 0,288

0,333

0,342

0,342

0,330

0,335

0,328

0,335

0,334

Sept 2017 Maret 2018 Sept 2018 Maret 2019 Sept 2019 Maret 2020 Sept 2020 Maret 2021

Gini ratio di perkotaan lebih tinggi daripada di perdesaan, pada Maret 2021 di

perkotaan sebesar 0,339 sedangkan di perdesaan 0,288

Berdasarkan Gini ratio mengindikasikan

(24)

Distribusi Pengeluaran Penduduk dan Gini Ratio di Kalimantan Timur, Maret 2020 – Maret 2021

24

Daerah/Tahun

Kelompok Penduduk

Gini Ratio Penduduk 40

persen Terbawah

Penduduk 40 persen Menengah

Penduduk 20 persen Atas

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Perkotaan

Maret 2020 20,56 37,41 42,03 0,333

September 2020 20,91 37,13 41,96 0,330

Maret 2021 20,23 37,13 42,64 0,339

Perdesaan

Maret 2020 22,67 39,19 38,14 0,286

September 2020 22,82 38,33 38,85 0,286

Maret 2021 22,65 38,89 38,46 0,288

Perkotaan dan Perdesaan

Maret 2020 20,73 37,64 41,62 0,328

September 2020 20,33 37,49 42,18 0,335

Maret 2021 20,50 37,29 42,20 0,334

• Pada Maret 2021, distribusi pengeluaran kelompok

penduduk 40 persen terbawah sebesar 20,50 persen

• Naik 0,17 persen poin dibanding September 2020 (20,33 persen)

• Masih tetap pada kategori ketimpangan rendah

Kategori Ketimpangan Bank Dunia,

Persentase Pengeluaran Kelompok 40 persen terbawah:

Kurang dari 12 % : Tinggi

12 % – 17 % : Sedang

Lebih dari 17 % : Rendah

(25)

TERIMA KASIH

BADAN PUSAT STATISTIK

PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

http://www.kaltim.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

JAWA TIMUR JAWA TENGAH JAWA BARAT LAMPUNG BALI NUSA TENGGARA BARAT DKI JAKARTA SULAWESI UTARA BANTEN SUMATERA SELATAN NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT SUMATERA UTARA

Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas sitotoksik secara in silico dari senyawa asam 10- N -(benzoil)folat dengan metotreksat, memperoleh senyawa asam 10-

Puji Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, bimbingan dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

Pada bulan Maret 2021 Kabupaten Gresik mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan 6 kelompok pengeluaran mengalami inflasi, 4 kelompok mengalami deflasi dan satu kelompok

Salah satu penyebab metode OLS kurang valid adalah terjadinya multikolinearitas atau adanya hubungan/korelasi antar variabel prediktor sehingga variabel-variabel prediktor

(1) Seksi Pengendalian Lalu Lintas mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan program, petunjuk teknis dan pengoordinasian kegiatan di bidang pengendalian

Peningkatan hasil belajar peserta didik dengan penerapan strategi pembelajaran aktif tipe true or false terjadi karena peserta didik terlibat aktif dalam proses

Ada beberapa ulama dan pemikir Islam yang memberikan pengertian Islam secara terminologis, di antaranya ialah Syaikh Mahmud Syaltut. Ia memberikan pengertian Islam