Rektor: Lulusan Perguruan Tinggi Tanggung Jawab Kita Bersama
UNAIR NEWS – Dalam setahun, Universitas Airlangga meluluskan lebih dari 9 ribu lulusan. Rata-rata, masing-masing terdiri dari 5 ribu lulusan S-1, 2 ribu lulusan D-3 dan D-4, dan seribu lulusan S-2 dan S-3. Tentu, kampus memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan lulusan untuk mencapai karir mereka.
Pernyataan itu disampaikan oleh Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih dalam sambutannya membuka Airlangga Career Fair, bursa kerja yang menjadi wadah bagi lulusan dari berbagai perguruan tinggi untuk menyalurkan kemampuan lulusan di dunia kerja.
Dalam bursa kerja yang diadakan dua hari, yakni pada Selasa (5/9) dan Rabu (5/9) itu, hadir 40 perusahaan nasional, stan produk wirausaha, dan pameran pendidikan dan scholarship.
Nasih mengatakan, bukan hanya UNAIR namun semua stakeholder memiliki tanggung jawab bersama dalam mendorong anak bangsa untuk mencapai puncak karir mereka.
“Kami tentu menyiapkan dan punya tanggung jawab besar bersama stakeholder yang lain untuk mendorong anak-anak bangsa dalam mencapai karir mereka,” ucap Nasih.
Kepada seluruh pimpinan dan perwakilan perusahaan yang datang Nasih menegaskan, lulusan UNAIR adalah SDM-SDM yang sudah terbukti kualitasnya dan bisa bersaing untuk dibutuhkan di dunia kerja.
“Di UNAIR seleksi penerimaan mahasiswa baru sangat ketat. Kita pilih putra-putri terbaik. Dari dua puluh ribu siswa yang mendaftar, kita ambil hanya sekitar 1.500. Saringan kita sangat selektif,” terang Nasih.
Sementara itu, Direktur Human Capital Manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Moh Ali, S.H berharap, dengan keikutsertaan PLN dalam Airlangga Career Fair kali ini, semakin banyak lulusan UNAIR yang menempati posisi-posisi strategis dalam struktur keorganisasian di PLN.
“Sebelumnya banyak lulusan ITB dan ITS. Kami berharap lulusan UNAIR akan lebih banyak lagi yang mengisi posisi-posisi stategis di kami. Kami berharap bisa dapat calon talent terbaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ali berharap agar perguruan tinggi dapat mensuplai SDM yang dibutuhkan perusahaan besar nasional maupun multinasional.
“Mudah-mudahan, antara kami yang membutuhkan tenaga kerja dengan perguruan tinggi yang mensuplai tenaga kerja bisa lebih mendekatkan diri dan menguntungkan kedua belah pihak,”
paparnya. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh Editor : Nuri Hermawan
Pameran Karir UNAIR Diikuti Puluhan Perusahaan
UNAIR NEWS – Ribuan pencari kerja memadati pintu masuk gedung Airlangga Convention Center (ACC) sejak pukul tujuh, Sabtu (1/4). Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa tingkat akhir dan para pencari kerja yang tengah berburu beasiswa studi lanjut dan bursa kerja Airlangga Career Fair (ACF) Scholarship and Entrepreneur Expo 2017.
Pameran karir tersebut sudah menjadi agenda rutin Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga. Pameran diselenggarakan selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu. Pihak yang mewakili PPKK, Drs. Ec. Mashariono, MM, menyampaikan bahwa acara pameran karir merupakan salah satu ikon UNAIR. Oleh sebab itu, acara bursa kerja ini perlu dilangsungkan rutin.
“ACF sekarang ini kan sudah diselenggarakan kali ke-28. Jadi, sudah 14 tahun PPKK menyelenggarakan ACF, makanya perlu dilestarikan,” ujar Mashariono.
Wakil Rektor II UNAIR Dr. Muhammad Madyan, turut hadir memberikan sambutan sekaligus meresmikan pembukaan ACF. “Kita bersyukur di UNAIR banyak acara kreatif yang rutin diselenggarakan,” ujarnya.
“Setidaknya, di acara ACF ini ada tiga hal yang bisa didapat oleh para pengunjung. Pertama, bertemunya dua pihak antara pencari kerja dan penyedia kerja. Kedua, terbukanya kesempatan luas beasiswa studi lanjut di dalam dan di luar negeri.
Ketiga, unjuk gigi ekonomi kreatif binaan PPKK UNAIR,”
jelasnya.
Pameran karir kali ini diikuti oleh 22 perusahaan, 7 lembaga pendidikan, dan 4 wirausaha binaan PPKK. Selain itu, ada yang berbeda dari penyelenggaraan pameran karir kali ini. Badrus Zaman, yang juga mewakili pihak PPKK, mengatakan pihaknya menyediakan pojok konsultasi yang memungkinkan para pekerja untuk meminta bimbingan dan saran mengenai pekerjaan yang tepat untuk dirinya.
“Hal yang membedakan lainnya yakni adanya counseling corner.
Jadi, bagi para calon pekerja bisa meminta bimbingan dan saran di pojok konseling tentang pekerjaan seperti apa yang tepat untuk dirinya,” imbuh Badrus. (*)
Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S
PPKK UNAIR Adakan Pertemuan dengan Industri
UNAIR NEWS – Seiring perkembangan zaman, sumber daya manusia yang berkualifikasi tinggi yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Merespon tantangan tersebut, Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga dan Indonesia Career Center Network (ICCN) mengadakan acara “Academic and Industry Gathering” yang bertajuk “Kolaborasi Universitas dan Perusaaan dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan”.
Selain UNAIR, penyelenggaraan acara juga itu juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Bina Nusantara. Acara yang dilangsungkan pada Sabtu (3/12) di Hotel Ibis Surabaya diikuti oleh 26 perusahaan. Beberapa di antaranya telah menjalin kerja sama dengan UNAIR.
“Acara ini merupakan salah satu program PPKK untuk mendekatkan diri dengan stakeholder dan peningkatan kerja sama yang lebih baik,” tutur Ketua PPKK Dr. Elly Munadziroh,, M.S., drg, ketika ditemui.
“Setiap universitas mengundang perusahaan-perusahaan yang sudah menjalin kerja sama, di antaranya juga dengan PPKK UNAIR,” lanjutnya.
Menurut Elly, setelah ada pertemuan dengan perusahaan, rencananya PPKK akan mengadakan acara lanjutan di UNAIR. Dalam waktu dekat, beberapa perusahaan akan melatih calon lulusan
membuat daftar riwayat hidup, teknik wawancara, serta bentuk pelatihan lainnya yang berhubungan dengan rekrutmen.
“Tujuan utama acara ini adalah menjaring masukan dari perusahaan-perusahaan pada program kerja yang kita paparkan dan juga tentang lulusan-lulusan UNAIR,” imbuh Elly.
Hal senada diungkapkan Koordinator bidang Pengembangan Kewirausahaan Drs. Tubiyono, M.Si. “Kami berusaha meningkatkan kualitas dari kerjasama. Salah satunya, melalui evaluasi kepuasan yang kami sampaikan melalui lembaran kertas kepada perusahaan-perusahaan pada hari ini,” ujar Tubiyono. (*)
Penulis: Akhmad Janni Editor: Defrina Sukma S
Temu Alumni Ilmu Komunikasi UNAIR, Dukung Publikasi Almamater
UNAIR NEWS – Bertempat di Hotel Royal Kuningan Jakarta, Universitas Airlangga melalui Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) menggelar temu alumni, Minggu (31/7).
Dalam acara tersebut, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA, berkesempatan untuk bertemu dengan alumni Ilmu Komunikasi UNAIR yang telah sukses dalam merambah dunia profesi.
Setidaknya ada tiga alumni yang memiliki reputasi di profesi masing-masing yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut.
Diantaranya, Direktur Media Online Arah.com Agung Rulianto, Jojo Raharjo dari CNN TV Indonesia, dan Mohammad Taufik dari
Badan Informasi Publik. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasih berharap bahwa peran alumni yang berperan dalam media bisa membantu meningkatkan publikasi mengenai UNAIR ke kancah publik yang lebih luas.
“Saya berharap alumni komunikasi UNAIR ini bisa membantu gencarkan informasi terkait UNAIR ke khalayak luas,” paparnya.
Menanggapi pernyataan Prof. Nasih, Jojo Raharjo mengatakan bahwa sudah seharusnya UNAIR sebagai kampus yang besar ini sejajar dengan kampus dunia lainnya. Pasalnya, dengan puluhan ribu mahasiswa dan alumni yang sudah dimiliki UNAIR dapat meningkatkan peringkat universitas di kancah dunia.
“Kita sudah memiliki ratusan ribu alumni, ini sangat berpotensi untuk membesarkan nama UNAIR,” tegas Jojo.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si., merespon baik harapan Rektor dan tanggapan alumni. Pakar komunikasi politik tersebut berkomitmen akan terus berupaya untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan pemberitaan UNAIR.
“Tentu humas UNAIR akan terus membangun jaringan kerja sama kepada awak media yang lebih luas, bukan saja dengan rekan media di Jakarta atau Surabaya saja. Ya tujuannya agar publikasi UNAIR kian mendunia,” tandas Suko.(*)
Penulis : Nuri Hermawan Editor : Dilan Salsabila
Alumni Kompak Dukung UNAIR
Menuju 500 Kampus Dunia
UNAIR NEWS – Dalam rangka mendukung UNAIR menuju 500 besar World Class University (WCU), salah satu upaya yang gencar dilakukan yakni dengan mengelola database reputasi alumni. Hal tersebut yang kemudian mendorong UNAIR melalui Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK), mengadakan acara temu alumni di Hotel Royal Kuningan, Jakarta pada Minggu, (31/7). Acara yang dihadiri kurang lebih 80 alumni tersebut merupakan kali kedua setelah acara temu alumni periode I yang diadakan pada Bulan Juni lalu.
Alumni yang hadir di acara temu alumni periode II ini merupakan alumni dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Farmasi (FF) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UNAIR Prof. Dr.
Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dan Wakil Rektor IV, Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., serta Dekan beserta Wakil Dekan dari FF dan FKM UNAIR.
Sedangkan beberapa alumni yang hadir, diantaranya Imam Fathorrahman selaku Dirut PT. Kimia Farma, Nur Cholis Imam selaku Dirut PT. Mushroom Factory ,Titi Sari Renowati selaku Kepala Dinas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Kemkes RI yang datang langsung dari Merauke, serta beberapa alumni lainnya dari bidang kesehatan.
“Periode satu lalu kita undang alumni dari bidang sosial, psikologi sama ilmu budaya. Untuk yang periode kedua kemaren (31/7, red) kita fokus kebidang kesehatan,” ujar Dr. Elly Munadziroh, drg., M.S., Ketua PPKK UNAIR.
Terkait pendataan alumni, Elly mengungkapkan, masih banyak kendala dalam mengidentifikasi alumni yang bereputasi.
Pasalnya, sampai saat ini, pihaknya belum memiliki database yang lengkap terkait alumni dari angkatan pertama UNAIR.
“Dulu masih dalam buku induk, jadi perlu diketik ulang, itupun alamatnya bisa jadi sudah berganti, begitu juga dengan nomor telepon alumni. Jadi untuk mendata ulang alumni yang jumlahnya mencapai ratusan ribu itu butuh effort yang luar biasa,” ujar Elly.
Selain terkendala database, kesulitan dalam menelusuri keberadaan alumni sampai saat ini juga terkendala dengan jaringan. Untuk menghimpun dan memberdayakan alumni yang bereputasi, Elly mengungkapkan, pihaknya butuh informasi terformat dan terregristasi terkait keberadaan alumni.
“Untuk itu kita ini masih mengais, yaitu dengan adanya Wakil Rektor yang menangani soal alumni, yang kedua yaitu dengan adanya WCU dimana employ reputation ini juga menentukan peringkat universitas, nah dari situ kita baru bergerak cepat,” imbuhnya.
Dari pertemuan alumni periode II tersebut, Elly berharap, dapat mempererat barisan alumni dengan almamater UNAIR.
Selain itu, keberadaan alumni juga dapat mendukung pengembangan UNAIR yang didapat dari aspirasi para alumni.
“Tindak lanjutnya yang akan datang ini, mungkin dari teman- teman alumni yang berada di Litbangkes (Penelitian dan Pengembangan Bidang Kesehatan, red) dan dari Kementrian Kesehatan itu mau kesini untuk mensosialisasikan program- program mereka,” imbuhnya mengakhiri. (*)
Penulis: Dilan Salsabila Editor: Nuri Hermawan
PPKK Bekali Mahasiswa Workshop Persiapan Masuki Dunia Kerja
UNAIR NEWS – Roadshow “Seminar Mempersiapkan Diri Memasuki Dunia Kerja” oleh Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Airlangga (PPKK) UNAIR kembali digelar. Setelah sebelumnya diadakan di beberapa fakultas di lingkungan UNAIR, kini giliran Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) menjadi tuan rumah. Seminar yang diadakan sebagai bentuk pembekalan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja tersebut berlangsung pada hari Rabu dan Kamis (13-14/07) di ruang kuliah 3B FKH.
Seminar yang berisi serangkaian materi tersebut dikemas dalam dua hari. Pada hari pertama diawali dengan materi tentang mindset entrepreneur oleh ketua PPKK Dr. Elly Munadziroh.
Kemudian dilanjutkan dengan materi tentang kewirausahaan oleh Dr. Tri Siwi Agustina selaku Koordinator Bidang Pengembangan Kewirausahaan PPKK. Selanjutnya peserta juga diberi materi tentang strategi menghadapi Assesmen oleh Dr. Hamidah yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pelatihan dan Konsultasi PPKK yang juga berprofesi sebagai psikolog. Peserta juga diajak melakukan role play assesmen. Praktek langsung tentang tes assesmen disambut antusias oleh peserta.
Antusiasme dari peserta untuk mengetahui potensi dirinya sejak dini sebelum menentukan karir impian ataupun tempat tujuan melamar pekerjaaan menjadi penutup seminar di hari pertama.
Di hari kedua, dilanjutkan dengan materi tentang bagaimana menulis Curriculum Vitae (CV) dan surat lamaran yang efektif oleh Dr. Epy Muhammad Luqman yang juga sekretaris PPKK Unair.
Dalam melamar pekerjaan, CV maupun surat lamaran tentu menjadi penentu awal lolos tidaknya ke tahapan selanjutnya. Maka penting untuk memperhatikan bagaimana membuat CV yang tidak hanya menarik tapi juga efektif, sebagaimana disampaikan Epy
pada peserta. Selanjutnya, peserta dimotivasi oleh Drh. Sugeng Pudjiono yang juga Direktur PT.ISSU Medika Veteriner. Sugeng yang juga alumni FKH Unair tahun 1988 saat ini juga mengelola beberapa usaha lain, seperti Kopi Luwak Cikole juga cafe dan resto KLC di Bandung. Materi tentang “Dari Intrapreneur ke Entrepreneur” oleh Sugeng, sekaligus membuka wawasan peserta tentang dunia entrepreneur yang digeluti oleh Sugeng, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai General Manager di PT.Sanbe Farma dan Caprifarmindo Labs.
“Lulusan UNAIR harus punya jiwa entrepreneurship. Karena dengan itu, kita akan belajar mengatasi masalah, menciptakan peluang dan belajar untuk menjadi berbeda. Selain itu juga akan membuat kita lebih punya nilai,”ujar Sugeng.
Setelah belajar tentang dunia entrepreneur, peserta kembali dibekali tentang cara menembus wawancara secara efektif.
Seleksi wawancara seringkali menjadi penentu akhir pada proses seleksi, maka perlu adanya strategi yang tepat dan efektif.
Materi ini disampaikan langsung oleh Ninil Indrasari, selaku Section Head Human Capital JNE cabag Surabaya. Dan seminar ditutup dengan materi terakhir tentang recruitmen online oleh Badrus Zaman,S.Kom,MCs selaku koordinaor pengembangan karir berbasis ilmu teknologi PPKK. (*)
Penulis: Oki Putri Rahayu Editor: Nuri Hermawan
Sinergi ASTRA dan PPKK Beri Pelatihan Pelaku UMKM
UNAIR NEWS – Untuk meningkatkan kemampuan manajerial pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, (UMKM), PT. Astra Asuransi
cabang Surabaya bekerjasama dengan anggota Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan Universitas Airlangga (PPKK UNAIR) menyelenggarakan lokakarya manajemen usaha kecil. Acara diselenggarakan di PPKK UNAIR, Sabtu (25/6).
Acara tersebut diikuti oleh pelaku UMKM, dan dihadiri oleh tiga pembicara yakni Deviani (Mobile 88 Surabaya), Dr. Tri Siwi Agustina, S.E., M.Si (anggota PPKK UNAIR dan pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR), dan Dr. Wisudanto, S.E., M.M (pengajar pada Departemen Manajemen FEB UNAIR).
Pada kesempatan tersebut, Deviani memberikan pemaparan tentang peran branding pada produk UMKM. Menurut Deviani, branding produk dilakukan dengan cara tiga hal yaitu komunikasi dan sikap yang baik, pelayanan dengan baik dan tulus disertai suasana dan sarana yang mendukung.
“Branding tidak hanya yang melekat pada produk, tetapi juga menyeluruh pada penjual, ruang atau tempat,” tutur Deviani.
Siwi memberikan pemaparan tentang pemisahan uang pribadi dan usaha. Menurut Siwi, kendala UMKM dalam mengatur urusan finansial adalah kedisiplinan dan komitmen untuk memisahkan uang perusahaan dan pribadi. Caranya, membuat rekening bank yang berbeda untuk keuangan usaha, keuangan pribadi, dan keuangan investasi. Pencatatan keuangan diperlukan setiap hari, dengan rapi, dan membuat laporan setiap minggu.
“Pelaku UMKM harus disiplin mengumpulkan dokumen-dokumen pembelian dan penjualan barang. Sedapat mungkin menghindari hutang usaha. Pembukuan hingga penyusunan laporan keuangan secara sederhana sangat penting terutama bagi UMKM yang akan mendapatkan pendampingan, pemberian dana atau modal oleh instansi-instansi,” tutur Siwi.
Pada sesi materi terakhir, Wisudanto memberikan materi tentang perencanaan keuangan sederhana bagi pelaku UKM. Dalam materinya, Wisudanto membahas tentang perencanaan keuangan sama halnya dengan menjalani siklus hidup. Dalam berbisnis,
kondisi dan lingkungan bisa terjadi di luar perkiraan oleh karena itu perlu adanya perencanaan kebutuhan pada tahap awal.
“Itu perlu agar hidup lebih tenang, usaha terarah, dan tidak mendapatkan masalah di kemudian hari,” tutur Wisudanto. (*) Penulis : Defrina Sukma S.
Editor : Nuri Hermawan
PPKK Gandeng Pertamina dan CIMB Gelar Workshop Persiapan Memasuki Dunia Kerja
UNAIR NEWS – Jumlah penduduk yang semakin tinggi mengakibatkan tingkat persaingan antar individu untuk memperoleh pekerjaan semakin sulit dan semakin ketat. Hal itulah yang membuat Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR bekerjasama dengan PT. Pertamina dan CIMB Niaga mengadakan workshop bertajuk “Mempersiapkan Diri Memasuki Dunia Kerja” di Aula Kahuripan, Sabtu (11/06).
Dalam workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan dari PT Pertamina Khurinnihayah selaku Vice President Finance PT Pertagas Niaga, Yungki Aditya, SE., MM., selaku Vice President Human Resource PT Bank CIMB Niaga, Dr. Elly Munadziroh, M.S., Drg., selaku ketua PPKK UNAIR, Dr. Epy Muhammad Luqman, M.Si., Drh. PAvet selaku sekretaris PPKK dan Dr. Hamidah., M.Si., selaku dosen Psikologi UNAIR.
Materi pertama disampaikan oleh Khurinnihayah, alumnus FEB UNAIR tersebut memberikan tips kepada mahasiswa mengenai cara untuk meningkatkan keberanian agar bisa bersaing di dunia
kerja. Selain menerapkan 5M (Mau, Modal, Merdeka, Maju dan Mapan), ia juga menekankan pentingnya menguatkan aspek fisik dam aspek rohan. Ia menambahkan bahwa, keberanian pun harus diperkuat dengan cara taat kepada orang tua, istiqomah dalam kebenaran, jujur, ikhlas, qonaah dan yang terpenting adalah selalu mensyukuri nikmat dari sang pencipta.
Dalam paparannya ia juga menekankan, bahwa untuk menerapkan konsep 5M, perlu adanya perencanaan secara rinci dalam satu tahun bahkan hingga sepuluh tahun ke depan agar keinginan dan cita – cita yang sudah diimpikan dapat tercapai terutama untuk menjadi seorang yang profesional di perusahaan yang sudah diidam-idamkan .
“Buatlah Life Mapping agar fokus dalam meraih keinginan dan cita-cita kalian. Kalau sudah dibuat, pasang di dinding. Insya Allah akan terkabulkan,” tutur Khurinnihayah menjelaskan.
Selanjutnya, materi mengenai cara sukses dalam menghadapi wawancara kerja disampaikan oleh Yungki Aditya, SE., MM. Dalam pemaparannya, Yungki menjelaskan bahwa kunci sukses dari wawancara kerja yaitu skill yang dimiliki, kesesuaian dengan pekerjaan yang diinginkan, dan juga kemampuan personal sangat memengaruhi dalam proses wawancara kerja.
Yungki juga menambahkan bahwa proses interview layaknya seperti sebuah event jadi perlu banyak latihan sehingga rasa gugup dan ketidakpercayaan diri akan hilang ketika sudah berhadapan dengan interviewer.
“Proses interview anggaplah seperti sebuah event besar yang akan anda kerjakan sehingga diperlukan banyak persiapan dan latihan untuk menampilkan sesuatu yang istimewa,” tambah Yungki.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Elly Munadziroh, M.S., Drg. Dihadapan peserta workshop ia berpesan bahwa mahasiswa harus memiliki mindset entrepreneur sehingga ide dan gagasan yang ditawarkan jauh lebih kreatif. Selain itu mahasiswa yang
bermindset entrepreneur ini lebih berani dalam mengambil risiko dari tantangan yang dihadapinya dan tentunya lebih siap dalam menghadapi persaingan kerja.
Bu Elly juga menuturkan pentingnya sebuah jaringan atau relationship dalam membantu seorang freshgraduate dalam mencari pekerjaan yang diinginkan dan tentunya akan sangat diperlukan ketika kita berada dalam kesulitan karena merekalah yang akan membantu kita.
“Networking itu sangat diperlukan bagi mahasiswa seperti kalian terutama bagi mahasiswa tingkat akhir, untuk itu kalian harus menjalin pertemanan dengan siapapun. Mungkin manfaatnya tidak bisa dirasakan hari ini tapi suatu saat nanti kita akan sangat membutuhkannya”, terang Elly mengakhiri. (*)
Penulis : Pito Budi Prasetyo Editor : Nuri Hermawan
Ulang Tahun Surabaya, PPKK Ikuti Pameran Surabaya Great Expo
UNAIR NEWS – Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga turut serta dalam penyelenggaraan pameran Surabaya Great Expo (SGE) 2016 yang ke-7. Acara yang dihelat di Convention Hall Grand City Surabaya ini merupakan bagian dari rangkaian Ulang Tahun Kota Surabay ke-723.
Terdapat lebih dari seratus stan yang digelar pada pameran ini. Beragam stan yang dipamerkan tersebut terdiri dari pameran pendidikan, industri, perdagangan, perbankan, dan
produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Stan PPKK UNAIR termasuk salah satu stan yang ramai dikunjungi pengunjung SGE. Sebanyak 12 produk mahasiswa UNAIR dijual dan laris dibeli pengunjung. Produk-produk yang dijual diantaranya adalah jilbab, t-shirt berlengan panjang pendek, infused water, susu kambing etawa, sepatu, dan kerajinan tas yang dibuat dari batok kelapa.
Manda, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR yang berjualan susu kambing bermerek Gomart mengatakan, produk susu yang dijual olehnya terjual lebih dari seratus buah. Ia menjual berbagai varian susu, seperti susu bubuk kemasan kotak, susu bubuk kemasan plastik, dan susu cair.
Harga produknya pun bervariasi dan cukup terjangkau.
“Kami jual sekitar Rp. 10 ribu sampai Rp. 27 ribu per kemasan.
Varian susu yang paling manis adalah susu rasa green tea,”
tutur Manda.
Selain Manda, ada juga Adit mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR yang menjual infused water. Varian infused water yang ia jual diantaranya rasa lemon mint, dan mangga campur jahe.
“Infused water ini dijual seharga Rp. 12 ribu per botol.
(Varian, -red) yang paling banyak diminati adalah rasa lemon mint,” tutur Adit yang mengaku telah menjual lebih dari 150 botol infused water.
Fairuz, salah satu penjaga stan PPKK yang juga mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga mengatakan, selama lima hari pameran, ada lebih dari 800 pengunjung yang mampir di stan PPKK UNAIR.
“Puncak ramainya tepat hari Jumat dan Sabtu kemarin,” ujar Fairuz.
Wah, ramai juga ya! (*)
Penulis : Defrina Sukma S.
Editor : Binti Q. Masruroh
Peserta Program Wirausaha Ikuti Boothcamp
UNAIR NEWS – Sekitar 180 peserta program mahasiswa wirausaha (PMW) mengikuti acara kamp kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga. Acara kamp berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu 13 – 14 Mei 2015.
Acara kamp dihari pertama, peserta diberi pelatihan oleh Michael Goldberg, Asisten Profesor dari Sekolah Manajemen, Universitas Case Western Reserve, Amerika Serikat. Pelatihan diselenggarakan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR.
Michael memberikan materi tentang kewirausahaan dan pengelolaan keuangan pada masa rintisan usaha.
Salah satu peserta kamp, Rico Adrianto yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, mengatakan bahwa penjelasan Michael cukup bermanfaat bagi pengusaha yang baru merintis karir.
“Dia menjelaskan tentang bagaimana melakukan presentasi dengan baik dan benar. Ini penting untuk menarik minat investor menanamkan modalnya pada usaha startup,” tutur Rico.
Dihari kedua, acara kamp dilanjutkan dengan materi-materi yang tak kalah menarik. Pembicara yang hadir dalam boothcamp dihari kedua yaitu Syafril Riza dengan tema ‘My Business My Passion’, Dr. Dra. Hamidah, M.Psi, dengan tema ‘Team and Time Management’, Yudi Kemal Akbar dengan tema ‘Make Your Partner
as Your Future’, dan Reco Setyo dengan tema ‘Standar Operasional Prosedur’. Acara hari kedua diselenggarakan di Aula Fadjar Notonegoro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNAIR.
Dalam acara boothcamp hari kedua, peserta PMW diajak untuk melakukan role play. Peserta dibagi sesuai dengan huruf awal dari nama masing-masing. Mereka diajak untuk melakukan simulasi tentang bagaimana menjadi pemain tim yang baik.
“Masing-masing individu membuat kelompok berdasarkan huruf depan nama peserta. Sehingga ada banyak kelompok, kan, karena abjad itu banyak dan campur dari mahasiswa seluruh fakultas.
Mereka mendapat tugas untuk memecahkan masalah dan punya pandangan berbeda-beda,” tutur Dr. Tri Siwi Agustina, S.E., M.Si, selaku penanggung jawab PMW UNAIR.
Boothcamp PMW selama dua hari memperoleh respon positif dari peserta. Fairuzuddin, mahasiswa asal Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR menuturkan, pembawaan pemateri yang lincah menarik antusiasme peserta.
“Kami juga butuh pembimbingan atau praktik yang lebih riil.
Mas Yukem (Yudi Kemal, –red) pembawannya pas. Jadi, tepat sasaran sekali,” tutur Fairuz.
Ada pula Hetty, peserta PMW yang mengajukan proposal tentang bisnis Coco Bag. Ia mengatakan bahwa materi yang diberikan cukup bermanfaat dengan penyampaian yang mudah diterima oleh peserta.
“Materi yang disampaikan sangat komunikatif, soalnya pematerinya muda dan energik. Kemarin sempat dapat hadiah buku dari games yang diadakan,” tutur Hetty.
Siwi selaku penanggung jawab PMW UNAIR mengatakan, kegiatan kamp pelatihan merupakan rangkaian acara kegiatan PMW. Kamp pelatihan diikuti oleh seluruh pengirim proposal PMW.
Selanjutnya, peserta yang lolos seleksi PMW akan diumumkan dalam waktu dekat dan mengikuti serangkaian kegiatan lainnya.
(*)
Penulis: Defrina Sukma S.
Editor : Binti Q. Masruroh